ANKARA (Jurnalislam.com) – Perdana Menteri Turki Ahmet Davutoglu mengatakan pada hari Kamis (31/03/2016) bahwa Turki akan menerima tambahan € 3.000.000.000 (Rp 45.000.000.000.000), yang disepakati dalam kesepakatan pengungsi dengan Uni Eropa, sepanjang dua tahun ke depan hingga 2018, lansir Anadolu Agency, Kamis.
Pernyataan Davutoglu muncul selama pidatonya untuk bangsa di televisi Turki.
"Uni Eropa telah berjanji untuk memberikan tambahan € 3.000.000.000,- kepada Turki sampai tahun 2018," kata Davutoglu.
Perdana Menteri mengatakan bahwa Turki akan mulai menghabiskan angsuran pertama dari 3 miliar euro tersebut pada 16 April untuk memenuhi kebutuhan pengungsi Suriah di provinsi selatan Kilis, yang menampung lebih banyak pengungsi dibandingkan penduduk setempat.
Sebelumnya pada Maret, Uni Eropa dan Turki menyetujui kesepakatan untuk memotong aliran pengungsi dari Turki.
Menurut kesepakatan itu, mulai 4 April, untuk setiap pengungsi atau pencari suaka Suriah yang dikirim ke Turki dari pulau-pulau Yunani, maka seorang pengungsi Suriah dari kamp Turki akan dimukimkan kembali di Uni Eropa. Uni Eropa juga berjanji untuk mempercepat perundingan aksesi Turki.
Menurut Davutoglu, kesepakatan itu juga termasuk perjalanan bebas-visa ke Uni Eropa untuk warga Turki mulai Juni jika Turki memenuhi persyaratan pada 4 Mei.
Turki harus memenuhi, secara total, 72 persyaratan.
Turki menjadi tuan jumlah terbesar pengungsi Suriah di dunia dan telah menghabiskan lebih dari tujuh miliar euro (Euro 7.700.000.000 = Rp 115.500.000.000.000,-) untuk memenuhi kebutuhan pengungsi, menurut angka Komisi Eropa yang dirilis tahun lalu.
Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam