Pasukan Irak Bergerak Memasuki Mosul, Pertempuran Besar akan Dimulai

Pasukan Irak Bergerak Memasuki Mosul, Pertempuran Besar akan Dimulai

IRAK (Jurnaislam.com) – Militer Irak mengatakan pasukannya telah maju ke tepi timur kota Mosul untuk pertama kalinya sejak Islamic State (IS) menyerbu kota lebih dari dua tahun yang lalu.

Komando Operasi Gabungan (Joint Operations Command) negara itu mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (01/11/2016) bahwa pasukannya telah memasuki Judaydat al-Mufti, daerah di pinggiran Mosul yang terletak sekitar 3 km dari bandara kota, lansir Aljazeera.

Sementara itu, Iraqi State TV melaporkan bahwa brigade lapis baja ke-9 telah memasuki distrik Dweikhlah, untuk membuka sebuah front terpisah dalam pertempuran melawan kelompok IS.

Utara kota Mosul adalah hadiah terbesar yang direbut IS ketika menyapu banyak wilayah utara dan barat Irak pada musim panas 2014 dan menyatakan sebuah “khalifah” secara sepihak di wilayah-wilayah tersebut dan wilayah-wilayah yang mereka rebut di Suriah.

Saat pasukan Irak merebut kembali sejumlah besar wilayah dalam satu tahun terakhir, merebut kembali Mosul dianggap penting dalam pertempuran untuk mengalahkan kelompok IS.

Pertempuran juga terjadi pada hari Selasa di distrik timur Gogjali saat serangan udara oleh pasukan koalisi pimpinan AS menimbulkan gumpalan asap tebal hitam naik tinggi ke langit.

Reporter Al Jazeera Stefanie Dekker, melaporkan dari timur Mosul, mengatakan pertempuran berlangsung intens saat IS melontarkan perlawanan keras terhadap pasukan yang mendekat.

“Kami diberitahu oleh pasukan Peshmerga bahwa langit hitam tersebut terjdi akibat IS membakar sumur minyak dan ban di Mosul dan sekitarnya,” katanya.

“Sekarang kita tahu ini adalah salah satu taktik mereka, mencoba mengaburkan posisi dari serangan udara koalisi dan juga untuk mengaburkan wilayah. Asap ini sangat tebal, sehingga mengakibatkan pertempuran yang intens.”

Perkiraan jumlah pasukan IS di Mosul bervariasi mulai dari beberapa ribu hingga “tidak lebih dari 10.000,” menurut pemerintah Irak dan koalisi anti-IS.

Sementara itu, serangan Mosul melibatkan puluhan ribu tentara, polisi federal, pejuang Kurdi, pasukan Sunni dan milisi-milisi Syiah yang ditentang Turki.

Banyak dari milisi Syiah tersebut (yang dianggap didukung oleh Iran) awalnya dibentuk setelah invasi pimpinan Amerika Serikat tahun 2003, untuk memerangi pasukan AS serta pejuang Sunni.

Mereka dikerahkan lagi, dan disahkan oleh pemerintah Irak, ketika IS menyapu Irak pada 2014, tetapi mereka juga telah berulang kali melakukan pelanggaran hak asasi manusia terhadap wilayah yang dihuni minoritas Sunni di negara itu.

PBB memperkirakan bahwa sampai satu juta orang berisiko tumbang akibat pertempuran, yang dikatakan badan-badan bantuan PBB sejauh ini memaksa sekitar 17.500 orang mengungsi, angka ini yang mengecualikan mereka yang dibawa ke Mosul oleh pasukan yang mundur.

Bagikan