Jelang Kedatangan di Ngruki, Aparat Copot Spanduk “Selamat Datang Ustadz Abu Bakar Ba’asyir”

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Jelang kedatangan ulama asal Jombang ke Ponpes Al Mukmin, Ngruki Sukoharjo, sejumlah petugas Satpol PP didampingi aparat Kepolisian dan TNI melakukan pencopotan spanduk ucapan ‘Selamat Datang Ustadz Abu Bakar Ba’asyir’ di sejumlah titik di Ngruki, Cemani pada jum’at, (8/1/2021) pagi.

 

Sekitar pukul 07.25 wib, puluhan anggota Satpol PP dikawal anggota TNI dan Aparat Kepolisian berseragam lengkap mencopoti spanduk yang berada 5 titik di Ngruki secara bergantian.

 

Aksi ini pun sempat menjadi perhatian beberapa pengguna jalan sekitar. Beberapa warga mengabadikan momen tersebut dengan foto dan video.

 

Sementara, ustaz Abu Ba’asyir sendiri saat ini sedang perjalanan menuju Ponpes Al Mukmin Ngruki Sukoharjo. ustaz Abu Ba’asyir sendiri telah menjalani hukuman selama 15 tahun dipotong berbagai remisi selama 55 bulan.

 

Dalam kebebasannya kali ini, pihak keluarga bersama Ponpes  Al Mukmin, Ngruki, Sukoharjo menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan penyambutan di area Pondok Pesantren agar tidak menimbulkan kerumunan.

 

“Dan perlu ditekankan kami dari keluarga dan pondok tidak mengadakan acara khusus untuk penyambutan atau lain sebagainya tidak ada, jadi biasa biasa saja dan kita benar benar menghindari bentuk bentuk kerumunan,” katanya kepada Jurnalislam.com pada Selasa, (5/1/2021).

Densus 88 dan BNPT Bersamai Rombongan Kepulangan Ustaz Abu Bakar Ba’asyir

BOGOR(Jurnalislam.com)—Ulama Kharismatik Ustaz Abu Bakar Ba’asyir (ABB) resmi bebas bebas dari Lapas Khusus Kelas IIA Gunung Sindur pada hari ini, Jumat  8 Januari 2021, jam 05.30 WIB

“ABB dibebaskan setelah melewati proses administrasi dan protokol kesehatan pencegahan dan penanggulangan COVID-19, ABB telah dirapid test anti gen dan hasilnya negatif,” kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Rika Aprianti dalam keterangan yang diterima Jurnalislam.com, Jumat (8/1/2020).

Menurut Rika, Ustaz Abu diserahterimakan dengan pihak keluarga dan tim pengacara yang datang menjemput, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang di antaranya adalah membawa surat hasil Tes Swab COVID-19 negatif.

“Perjalanan ABB menuju kediaman di Sukohardjo, selain didampingi keluarga dan tim pengacara, juga dilakukan pengawalan oleh Densus 88 dan BNPT. Kegiatan pembebasan berjalan dengan aman dan lancar,” pungkasnya.

Pemerintah Berencana Ringankan UKT Perguruan Tinggi Islam

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama (Kemenag) membahas rencana pemberian keringanan Uang  Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Sebelumnya kebijakan serupa telah diberikan pada tahun anggaran 2020 dan tertuang pada Keputusan Menteri Agama (KMA) 515/2020.

Rencana ini diungkapkan Direktur Diktis Suyitno dalam rapat secara daring bersama  Pimpinan PTKI dan Kopertais se-indonesia.“Keringanan UKT menjadi salah satu opsi untuk mengurangi beban mahasiswa yang studi pada UIN, IAIN dan STAIN dan juga pada PTKIS, di tengah pandemi covid-19 ini,” ujar Direktur Diktis Suyitno, Rabu (06/01).

Sama seperti tahun sebelumnya, keringanan UKT tahun 2021 ini akan diberikan kepada mahasiswa terdampak pandemi Covid-19. “Besaran dan mekanismenya diserahkan kepada Rektor/Ketua PTKIN,” cetus Guru Besar UIN Palembang ini.

Tidak hanya keringanan UKT, Suyitno menyampaikan pihaknya akan memberikan  bantuan lainnya guna mendukung kegiatan belajar mahasiswa di masa pandemi ini. Di antaranya, pemberian bantuan paket data internet untuk mendukung pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan pemberian beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah sebagai ganti dari Bidik Misi.

“Semoga kita bisa memberikan yang terbaik pada tahun 2021 dan mahasiswa juga harus memahami kondisi PTKIN yang mengalami banyak keterbatasan anggaran”, katanya.

Berdasarkan pemantauan Ditjen Pendidikan Islam, 58 PTKIN telah menjalankan KMA 515/2020 dengan baik. Keringanan UKT berkisar antara 10% hingga 100%. Dalam hal perpanjangan/penundaan pembayaran UKT juga berlaku hampir menyeluruh, sesuai dengan pengajuan mahasiswa.

Sekretaris Forum Pimpinan PTKIN yang juga Rektor IAIN Surakarta menyambut baik terbitnya KMA Keringanan UKT karena sangat ditunggu oleh PTKIN. “Kami setuju dengan review KMA 515/2020 yang kita bahas bersama ini untuk membantu meringankan beban mahasiswa di masa pandemi,” tutur Rektor IAIN Surakarta.

Sementara, Kasubdit Sarpras dan Kemahasiswaan Diktis Ruchman menerangkan ada 15.153 mahasiswa yang menerima keringanan berupa penurunan UKT satu tingkat pada tahun anggaran 2020. Total anggaran yang dibutuhkan saat itu, Rp.9,2 miliar.

Selain itu, ada 30.235 mahasiswa yang mendapat keringanan berupa pengurangan UKT. Pengurangan itu berbeda-beda, mulai 10%, 15%, 20%, 25%, 30%, 50%, bahkan ada yang hingga 100%. Total anggaran yang dibutuhkan Rp45,35 miliar. Sementara 6.285 mahasiswa mendapat keringanan berupa angsuran/cicilan pembayaran UKT.

Ruchman menyampaikan jumlah total mahasiswa penerima keringanan UKT, baik berupa pengurangan, penundaan, maupun angsuran, adalah 160.757 orang dengan total anggaran Rp.54,54 miliar.

 

 

GeNose UGM dan Cepad Unpad Diharap Jadi Alat Deteksi Covid Resmi

JAKARTA(Jurnalislam.com) Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN), Bambang P.S Brodjonegoro berharap alat deteksi Covid-19 GeNose UGM dan rapid test antigen Cepad Unpad bisa digunakan sebagai alat deteksi resmi. Kedua cara deteksi Covid-19 ini merupakan salah satu langkah screening yang dinilai sangat penting.

“Harapannya agar Pak Menko (PMK) bisa menjadikan, baik GeNose dan rapid antigen Cepad sebagai alat utama untuk melakukan screening rapid test di Indonesia,” kata Bambang, dalam telekonferensi, Kamis (7/1).

Proses screening terkait kasus Covid-19 adalah tahapan saat seseorang ingin memeriksa apakah dirinya terpapar atau tidak. Upaya penyaringan ini dilakukan pada saat seseorang datang ke rumah sakit dan menentukan apakah yang bersangkutan perlu dilakukan tes PCR atau tidak. Jika pada tahapan screening positif maka perlu dilakukan tes lanjutan melalui PCR, namun jika negatif maka orang tersebut tidak perlu melakukan test PCR.

Selama ini, proses screening dilakukan melalui rapid test, yang mulanya rapid test antibodi lalu sekarang diubah standarnya menjadi tes antigen. Menurut Bambang, proses screening menggunakan GeNose akan lebih memudahkan masyarakat dan juga lebih murah.

GeNose yang merupakan penemuan dari UGM ini bisa mendeteksi seseorang positif atau negatif melalui hembusan napas. Hal ini dinilai lebih nyaman daripada rapid test antibodi ataupun antigen.

“Pandangan kami, rapid test atau screening itu sangat perlu pada saat ini. Dimana ita sangat khawatir dengan peredaran virus cukup cepat. Caranya untuk mendeteksi ya dengan 3T (testing, tracing, dan treatment),” kata Bambang menegaskan.

Bambang juga mengatakan, saat ini yang paling penting dilakukan adalah Kementerian Kesehatan serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memasukkan alat GeNose dan Cepad sebagai rapid test yang resmi. Jika hal ini dilakukan, maka otomatis akan menjadi rujukan semua pihak di Indonesia.

“Jadi kuncinya adalah, masuk kepada daftar rapid test atau screening test, atau bagian dari tracing resmi yang diakui. Itu pertama yang harus dilakukan,” kata Bambang menambahkan

Sumber: republika.co.id

Resmi Bebas, Ustaz Abu Bakar Ba’asyir dalam Perjalanan Menuju Ngruki

BOGOR (Jurnalislam.com)- Ulama Kharismatik asal Jombang ustaz Abu Bakar Ba’asyir hari ini Jum’at, (8/1/2021) bebas dari Lapas Gunung Sindur, Bogor Jawa Barat setelah menjalani hukuman selama 15 tahun dipotong berbagai remisi selama 55 bulan.

Menurut putra bungsu ustaz Abu Ba’asyir, ustaz Abdul Rahim Ba’asyir, saat ini rombongan sudah keluar dari Lapas Gunung Sindur, Bogor untuk menuju kediamannya di Komplek Ponpes Al Mukmin Sukoharjo.

“Iya, saat ini di Tol,” kata ustaz Abdul Rahim Ba’asyir saat dihubungi jurnalislam.com pada jum’at (8/1/2021) pukul 05.39 wib.

Sementara itu, menurut salah satu panitia dari Ponpes Al Mukmin, Ngruki Endro Sudarsono mengatakan bahwa ustaz Abu Ba’asyir didampingi keluarga, TPM dan tim kesehatan.

“Rombongan ustaz Abu sekarang menuju pondok Ngruki dari LP Gunung Sindur Bogor, dari sama pukul 05.24 wib,” ungkapnya.

Sebelumnya, pihak keluarga dan Ponpes Al Mukmin Ngruki menghimbau masyarakat untuk tidak ikut menyambut kedatangan ustaz Abu Ba’asyir di area Ponpes Al Mukmin guna menghindari adanya kerumunan.

Pantauan jurnalislam.com di lapangan, sejak kamis, (8/1/2021) terpasang beberapa spanduk menyambut kedatangan ustaz Abu Ba’asyir di beberapa tempat di wilayah Ngruki, Sukoharjo.

Catat Rekor, Kasus Corona RI Tembus 9300 Hari Ini

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Jumlah kasus terkonfirmasi positif virus corona COVID-19 bertambah 9.321 kasus pada Kamis (7/1/2021). Total positif menjadi 797.723, sembuh 659.437, dan meninggal 23.520.

Sementara itu jumlah spesimen yang diperiksa hari ini tercatat sebanyak 68.019, sedangkan suspek yang diamati sebanyak 68.753. Berikut perkembangan kasus covid-19 hari ini.

  • Kasus positif bertambah 9.321 menjadi 797.723
  • Pasien sembuh bertambah 6.294 menjadi 659.437
  • Pasien meninggal bertambah 224 menjadi 23.520

Sebelumnya pada Rabu (6/1/2021), tercatat jumlah kasus positif covid-19 sebanyak 788.402, sembuh 652.513, dan meninggal 23.296 kasus.

Sumber: detik.com

 

 

MUI Gelar Sidang Fatwa Halal Vaksin Jumat Ini

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa dan Urusan Halal, Asrorun Niam Sholeh, mengatakan, sidang pleno Komisi Fatwa MUI terkait vaksin Covid-19 akan dilaksanakan pekan ini. Sidang pleno akan membahas aspek syari vaksin Sinovac buatan China.

“Insya Allah, sidang pleno Komisi Fatwa untuk pembahasan aspek syari tentang vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh Sinovac, China, akan dilaksanakan pada Jumat 8 Januari 2020,” ungkap Niam, Kamis (7/1).

Sebelumnya Niam menjelaskan, tim auditor MUI telah menuntaskan pelaksanaan audit lapangan terhadap vaksin Sinovac pada Selasa (5/1). Audit dilaksanakan mulai di perusahaan Sinovac di Beijing dan yang terakhir di Biofarma, Bandung.

“Pelaksanaan audit lapangan dilanjutkan dengan diskusi pendalaman dengan direksi dan tim, berakhir jam 15.45 WIB,” kata dia, Selasa lalu.

Menurut dia, dokumen yang dibutuhkan oleh tim auditor untuk menuntaskan kajian juga sudah pihaknya terima dari Sinovac via surat elekronik. Tim auditor kemudian akan merampungkan kajian dan akan dilaporkan ke dalam Sidang Komisi Fatwa.

“Komisi Fatwa akan melaksanakan Sidang Pleno Komisi untuk membahas aspek syari setelah menerima laporan, penjelasan dan pendalaman dengan tim auditor,” kata dia.

Penggunaan tiga juta dosis vaksin Sinovac masih menanti izin edar dari BPOM dan fatwa halal MUI). Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari PT Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, vaksin Covid-19 hanya akan digunakan untuk program vaksinasi setelah mendapatkan persetujuan penggunaan darurat dari BPOM.

“Vaksin hanya akan digunakan untuk program vaksinasi setelah ada persetujuan penggunaan darurat yang dikeluarkan oleh BPOM dan bukan sebagai vaksin untuk uji klinis,” kata Bambang saat konferensi pers Update Target Penyelesaian Vaksinasi dan Kesiapan Vaksin Covid-19, Ahad (3/1).

Dia juga menyebut, saat ini vaksin Sinovac juga masih menunggu hasil proses kajian aspek kehalalan dari LPPOM MUI guna mendapatkan fatwa halal dari ulama Indonesia dan sertifikasi BPJPH.

Sumber: republika.co.id

Doakan Kesehatan untuk Ustaz Abu Bakar Ba’asyir, Sekum Muhammadiyah: Tak Perlu Curigai Beliau

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti mengajak masyarakat Indonesia untuk tidak mencurigai Abu Bakar Baasyir setelah keluar dari penjara.

“Setelah berpuluh tahun menjalani hukuman, mendekam di balik jeruji besi, Ustaz Abu Bakar Baasyir kini bebas kembali. Di usia yg senja, sdh bkn masanya melakukan atau memimpin gerakan. Tak perlu curiga & khawatir berlebihan,” ungkap seperti dikutip dari Twitter @abe_mukti, Rabu (7/1/2021).

Adapun ABB dihukum 15 tahun penjara, kemudian mendapatkan remisi sebanyak 55 bulan. Kini Abu Bakar Baasyir dinyatakan bebas murni dari LP Gunung Sindur.

“Smg Ustaz Abu Bakar Baasyir senantiasa sehat wal afiat,” pungkasnya.

Satgas: Pembatasan Bisa Tekan Kasus Covid hingga 20 Persen

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Doni Monardo mengatakan pembatasan kegiatan masyarakat di beberapa daerah dilakukan untuk dapat menekan penambahan kasus aktif sampai 20 persen. Selain itu, pembatasan dapat mendorong kembali masyarakat untuk patuh protokol kesehatan.

Doni mengatakan langkah tersebut didasarkan pada pengalaman September 2020 ketika terjadi lonjakan kasus baru. Saat itu, pemerintah pusat dan daerah menyusun strategi untuk melakukan pembatasan.

Saat puncaknya terjadi pada pekan kedua Oktober, ia mengatakan, pemerintah bisa menekan penambahan kasus sampai 20 persen. Pada pertengahan Oktober, kasus aktif mencapai hampir 67 ribu orang, tetapi pada pekan kedua turun hingga 54 ribu kasus.

Doni mengatakan langkah tersebut didasarkan pada pengalaman September 2020 ketika terjadi lonjakan kasus baru. Saat itu, pemerintah pusat dan daerah menyusun strategi untuk melakukan pembatasan.

Saat puncaknya terjadi pada pekan kedua Oktober, ia mengatakan, pemerintah bisa menekan penambahan kasus sampai 20 persen. Pada pertengahan Oktober, kasus aktif mencapai hampir 67 ribu orang, tetapi pada pekan kedua turun hingga 54 ribu kasus.

Sumber: republika.co.id

Pembatasan Ketat untuk Amankan Fasilitas Kesehatan

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di daerah Jawa dan Bali untuk mengerem kenaikan kasus Covid-19. Selain itu, pembatasan juga untuk mengamankan kondisi fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).

“Yang dilakukan sekarang ini dalam rangka mengerem sehingga kasusnya tidak tinggi dan masyarakat yang memerlukan fasilitas pelayanan kesehatan jadi bisa dan tenaga kesehatan tidak terlalu berat kerjanya karena ini adalah aset kita semuanya,” katanya dalam diskusi Satgas Penanganan Covid-19 di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (7/1).

Dalam kesempatan itu, Wiku berpesan agar semua pihak mematuhi pembatasan yang berlaku dalam periode 11-25 Januari 2021 itu. Hal itu mengingat masyarakat akan mengalami kerugian jika fasilitas kesehatan penuh.

Dengan melakukan PPKM maka layanan kesehatan dapat bertahan lebih lama dan membantu dalam meraih kemenangan dalam peperangan melawan virus SARS-CoV-2 yang menjadi penyebab Covid-19. Ia juga mengatakan, penanganan penyakit itu tidak bisa sepenuhnya berada di tangan pemerintah, dengan seluruh komponen masyarakat harus bergerak melawan Covid-19.

Salah satunya adalah dengan saling mengingatkan akan kepatuhan protokol kesehatan yaitu mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak (3M). PPKM dilakukan dengan merujuk pengalaman pengetatan mobilitas yang sebelumnya dilakukan oleh pemerintah pada tahun lalu, saat terjadi juga peningkatan signifikan kasus Covid-19.

“Kalau tidak dilakukan seperti ini, tidak akan bisa direm. Kita sudah punya pengalaman dari tahun lalu setiap kali ada liburan panjang, 10-14 hari kemudian kasusnya naik. Pada saat beberapa daerah tertentu, misalnya DKI, melakukan pembatasan yang lebih ketat kasusnya turun,” demikianWiku Adisasmito.

Sumber: republika.co.id