Marak Bencana, Wantim MUI Ajak Masyarakat Bermuhasabah

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Wantim MUI), Prof. DR. KH. Maruf Amin berpesan kepada seluruh masyarakat untuk bersama mencari solusi dalam menghadapi berbagai kerusakan dan bencana yang saat ini sedang melanda Indonesia.

 

Pada saat bangsa Indonesia berjuang dalam melawan pandemi Covid-19, bencana alam juga menyusul secara berangsur di beberapa wilayah. Menurutnya, kondisi ini harus menjadikan masyarakat Indonesia untuk lebih melihat dan menjaga kelestarian lingkungan.

 

“Adanya berbagai musibah dan kerusakan yang sekarang ini yang utama adalah kita melihat bagaimana ini terjadi, lalu kita bersama mencari solusi dalam mengatasi masalah tersebut,” ucapnya saat menyampaikan taushiyah dalam acara Muhasabah dan Istighasah untuk Negeri, Kamis (28/01) malam yang berpusat di Majis Istiqlal Jakarta.

 

Setiap apa yang terjadi di dunia adalah akibat ulah manusia, dan dalam situasi yang seperti ini, ia berpesan kepada masyarakat agar tidak saling menyalahkan. Islam adalah Ar-Risalah Al-Ilahiyyah, agama dengan tuntutan untuk melakukan perbaikan yang menyangkut seluruh lini kehidupan.

 

“Ini tugas kita. Kita tidak boleh hanya menggerutu hanya menyalahkan orang tetapi sebaiknya kita mencari solusi-solusi yang bisa kita berikan dalam rangka menyelamatkan situasi kepada keadaan yang semula,” tambahnya.

 

Di dunia ini ada aturan yang disebut dengan nidzhamul kauniyah yakni aturan alam yang jika dilanggar maka akan menimbulkan kerusakan. Ini menyangkut masalah berbagai hal yang menjadi karakteristik dari keadaan alam, bumi, langit dan semuanya itu ada tata aturan yg diberikan Allah swt dan itu untuk kemaslahatan manusia.

 

Wakil Presiden RI ini juga menjelaskan bahwa kerusakan yang terjadi di dunia terbagi menjadi dua, yakni al-fasadul maddi (kerusakan fisik), dan al-fasadul ma’nawi (non fisik dan perilaku). Seperti terjadinya Banjir di Sulawesi dan beberapa wilayah lainnya di Indonesia, selain terjadi karena faktor iklim global namun juga ada factor campur tangan manusia yang seringkali melakukan kerusakan lingkungan.

 

“Ini adalah contoh dari nidhamul kauniyah, karena eksploitasi, mengambil, dan menggunakan dunia ini dengan tidak menjaga tata nilai nidhamul kauniyah,” imbuhnya.

Kasus Corona Tinggi, Tempat Tidur RS Akan Ditambah

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Peningkatan kasus positif covid-19 masih terus melonjak. Hingga saat ini, terdapat 1.012.350 orang yang terpapar virus corona asal Wuhan, China tersebut.

Terlebih, liburan panjang juga menyumbang pertambahan kasus yang signifikan. Dirjen Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Abdul Kadir mengatakan, pada libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) lalu, baseline BOR sudah pada posisi 70-75 persen.

“Karena baseline BOR kita itu sudah pada posisi 70-75 persen. Sehingga dengan kenaikan 20 persen kasus, maka ini kita tentunya berada pada titik kritis,” ungkap Kadir dalam update Peningkatan Kapasitas Rumah Sakit Tangani Pasien Covid-19 secara virtual, Rabu (27/1/2021).

Hal tersebut mengakibatkan kurangnya kapasitas tempat tidur dan ruang rawat isolasi Covid-19. Kadir pun membandingkan libur panjang pada Juli dan September 2020 lalu dimana kenaikan kasus masih bisa diimbangi dengan kapasitas tempat tidur di RS rujukan Covid-19 yang masih di kisaran angka 50-55%.

“Pada libur panjang Juli dan September belum ada masalah karena jumlah kenaikan kasus masih bisa diimbangi oleh jumlah tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19. Karena pada saat itu BOR kita pada posisi 50-55 persen,” kata Kadir.

Menanggapi hal tersebut, Kemenkes pun memberikan instruksi agar rumah sakit melakukan penambahan tempat tidur setidaknya sebanyak 40 persen untuk ruang isolasi Covid-19 yang diikuti dengan penambahan ICU sebanyak 20 persen.

“Untuk wilayah zona merah, Menkes telah memberikan instruksi untuk melakukan penambahan tempat tidur sebanyak 40 persen untuk isolasi, dan 20% persen untuk ICU,” ujar Kadir.

Sedangkan untuk zona kuning, pihak rumah sakit diimbau untuk melakukan konversi tempat tidur sebanyak 30 persen. Sedangkan zona hijau, juga bisa melakukan konversi tempat tidur sebanyak 10 persen.

Meski bukan berada di zona merah, kota-kota yang menjadi zona hijau dan zona kuning juga tetap diimbau untuk meningkatkan kapasitas tempat tidurnya guna menjaga diri dari lonjakan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

Di sisi lain, Kadir juga berpesan bahwa meningkatkan fasilitas kesehatan bukanlah satu-satunya jalan untuk melawan Covid-19. Covid-19 tidak akan bisa diberantas jika yang bekerja hanya pemerintah atau para dokter saja, melainkan juga harus ada peran aktif dari masyarakat dalam melakukan protokol kesehatan.

“Kita mengharapkan kolaborasi semua pihak, terutama masyarakat karena mereka adalah garda terdepan. Peningkatan disiplin itu harus dilakukan dari tingkatan yang paling rendah seperti RT dan RW yang bisa mengimbau warganya masing-masing untuk menerapkan 3M (Menjaga jarak, Mencuci tangan, Memakai masker),” pungkas Kadir

Sumber: okezone.com

Pemerintah Belum Bayar Rp 1 Triliun ke RS Rujukan Covid-19

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pemerintah disebutkan belum membayar klaim biaya perawatan rumah sakit (RS) rujukan Covid-19 senilai hampir Rp 1 triliun. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan pembayaran bisa belum dilakukan karena setidaknya dua alasan.

Pertama, karena dispute. Kedua karena anggaran dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) belum cair sehingga tagihan belum bisa dibayar.

Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan Abdul Kadir mengaku pembayaran klaim selama ini berjalan lancar. “Kecuali kalau collecting verifikator yaitu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan ternyata menemukan ada kasus yang dispute atau ketidaksesuaian antara klaim yang diajukan dengan dokumen yang dikirimkan dan aturan yang kami pegang. Kemudian pihak rumah sakit diminta untuk melengkapi dokumen itu,” ujarnya saat konferensi pers virtual FMB9, Rabu (27/1).

Selain itu, ia menyebutkan klaim yang masuk di akhir Desember 2020 membutuhkan proses verifikasi selama dua pekan atau 14 hari oleh BPJS Kesehatan. Kemudian pembayaran selama Desember juga belum bisa dibayarkan karena sudah akhir tahun dan Kemenkeu sudah tutup buku.

“Kemudian selama Januari 2021 kami belum melakukan pembayaran karena anggaran yang diajukan untuk pembayaran ini masih proses di Kemenkeu. Dengan demikian anggaran belum cair,” katanya.

Kemenkes berjanji akan segera melakukan pembayaran setelah Kemenkeu mencairkan dana. Apalagi, dia menambahkan, pemerintah telah membayar klaim biaya perawatan medis Covid-19 sebesar hampir Rp 15 triliun mulai dari Maret 2020 hingga saat ini. “Dana ini untuk membayar 1.683 rumah sakit (RS),” katanya.

Sebelumnya Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) mencatat ada sekitar 2.900 rumah sakit di seluruh Indonesia. Dari jumlah itu, 1.800 di antaranya adalah milik swasta.

Dari catatan ARSSI, rumah sakit milik daerah atau swasta di wilayah Jabodetabek, tingkat okupansi (hunian) sudah lebih dari 80 persen. Di tengah tuntutan untuk menambah kapasitas, menurut Iing yang juga Direktur Regional RS Hermina, ternyata pemerintah sejak Oktober-Desember belum membayar klaim biaya perawatan pasien Covid-19. Nilainya mendekati angka Rp 1 triliun.

“Padahal itu sangat kami butuhkan untuk operasional rutin dan menambah kapasitas seperti diminta pemerintah,” kata Sekjen Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) drg Iing Ichsan Hanafi.

Sumber: republika.co.id

Persekutuan Gereja: Polemik Jilbab SMKN 2 Padang Sudah Selesai

PADANG(Jurnalislam.com)— Ketua Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Sumatra Barat Pendeta Titus Wadu mengatakan pihaknya menilai persoalan penggunaan jilbab di SMKN 2 Padang sudah selesai.

Dia menganggap persoalan ada salah satu siswi non-Muslim SMK N 2 yang keberatan memakai jilbab di sekolah tidak harus sampai kepada persoalan agama dan persoalan hukum.

Baginya persatuan antarumat beragama jauh lebih penting sehingga jangan sampai terpecah akibat satu persoalan kecil.

“Bagi kami persoalan ini bukan atas nama agama atau lembaga. Kita bersama-sama harus bijak. Menjaga persaudaraan sesama umat manusia dan sebangsa,” kata Titus di Padang, Rabu (27/1).

Dia berharap persoalan ini sudah selesai dengan didudukkan secara bersama secara musyawarah dan mufakat.

PGI Sumbar, menurut Titus, menghormati kearifan lokal di Sumatera Barat di mana siswi yang beragama Islam diwajibkan menggunakan seragam berjilbab. Sementara itu umat agama non-Islam baginya tidak harus melakukan intervensi untuk mencabut aturan tersebut.

“Memakai jilbab bagi siswi Muslim itu kan ekspresi iman dan spiritual sesuai ajaran Islam. Kami dari PGI tidak mempersoalkan itu. Tinggal bagaimana regulasinya diatur dari Pemda supaya ada pengecualian-pengecualian,” ucap Titus.

Titus berharap persoalan keberatan salah seorang siswi non-Muslim di SMKN 2 tidak sampai ke ranah hukum. Karena persoalan ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan di antara sesama warga Sumatra Barat.

Pada kesempatan yang sama Ketua Persekutuan Gereja-gereja Pentakosta Indonesia (PGPI) Sumatra Barat, Pendeta Hendri Dunan Sirait, sepakat persoalan jilbab di SMKN 2 Padang tidak perlu lagi diperpanjang.

Hendri merasa toleransi dan saling menghormati keberagaman di Sumatra Barat sudah berlangsung sejak lama. Dia tidak ingin persoalan jilbab di SMK 2 Padang ini menciderai kerukunan umat beragama di Sumbar. “Mari kita jalan bersama-sama ke depan. Kita anggap persoalan jilbab SMK N Padang selesai di sini,” ucap Hendri.

Sumber: republika.co.id

 

 

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Angka kematian harian akibat Covid-19 kembali memecahkan rekor baru Rabu (27/1/2021) Satgas Penanganan Covid-19 merilis ada 387 orang meninggal dunia dengan status positif Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Jumlah ini menjadi yang terbanyak sepanjang pandemi melanda Indonesia nyaris 11 bulan terakhir.

Rekor kematian akibat Covid-19 sebelumnya terjadi pada 21 Januari 2021 dengan 346 orang meninggal dunia. Sampai hari ini, angka kumulatif pasien Covid-19 yang meninggal dunia mencapai 28.855 orang.

Per Rabu (27/1) ini dilaporkan juga ada 11.948 kasus baru. Dengan pemeriksaan mencakup 46.491 orang dalam satu hari terakhir, maka didapat tingkat positif atau positivity rate Covid-19 harian sebesar 25,7 persen. Angka ini masih terbilang tinggi karena menggambarkan bahwa setiap 1 dari 4 orang yang dites dalam 24 jam terakhir dikonfirmasi positif Covid-19.

Secara umum, penularan Covid-19 di Indonesia belum menunjukkan perbaikan dan justru terus memburuk. Terhitung sejak 1 Januari 2021, hanya dua kali angka positivity rate harian dilaporkan di bawah 20 persen. Selain itu, jumlah penambahan kasus baru di bawah 10.000 orang juga hanya terekam 10 kali sejak awal 2021.

Dari penambahan kasus hari ini, Jawa Barat menggeser posisi DKI Jakarta sebagai penyumbang kasus baru tertinggi. Jawa Barat mencatatkan 3.198 kasus, sementara DKI Jakarta di posisi kedua memiliki 1.836 kasus baru. Menyusul kemudian ada Jawa Tengah dengan 1.797 kasus baru, Jawa Timur dengan 1.064 kasus, dan Kalimantan Timur dengan 756 kasus.

Selain itu, dilaporkan juga angka kesembuhan yang cukup tinggi, yakni 10.974 orang. Jumlah ini sekaligus menjadi rekor kasus kesembuhan terbanyak bagi Indonesia. Total pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh sampai saat ini mencapai 831.330 orang. Sementara total kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia mencapai 1.024.298 orang.

Sumber: republika.co.id

Tiga Negara Ini Diprediksi Geser Indonesia Jadi Negara Muslim Terbesar

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pew Research Center telah memperbaharui data 10 negara dengan populasi Muslim terbanyak di dunia. Jika pada 2010 Indonesia memiliki Muslim terbanyak, data terbaru pada 2015 pun menunjukkan hal serupa. Namun, berbeda saat Pew memprediksi negara dengan Muslim terbanyak pada 2060.

Secara berurutan, saat ini negara dengan populasi Muslim terbanyak adalah Indonesia,  India, Pakistan, Bangladesh, Nigeria, Mesir, Iran, Turki, Algeria, dan Irak. Sementara, untuk prediksi pada 2068, secara berurutan negara dengan populasi Muslim terbanyak adalah India, Pakistan, Nigeria, Indonesia, Bangladesh, Mesir, Irak, Turki, Iran, dan Afghanistan.

Jumlah populasi Muslim di Indonesia saat ini sebanyak 219.960.000 Muslim atau 12,6 persen dari populasi Muslim di seluruh dunia. Sementara, pada 2060 Indonesia akan memiliki 253.450.000 Muslim, tetapi secara presentase hanya 8,5 persen dari populasi Muslim dunia.

Di India, populasi Muslim saat ini adalah 194.810.000 atau 11,1 persen dari populasi Muslim dunia. Pada 2060 akan menjadi 333.090.000 dan secara persentase tetap sama, yakni 11,1 persen.

Di India yang memiliki populasi Muslim terbesar kedua, Islam adalah agama minoritas (membentuk 15% dari populasi negara) dan Hindu adalah agama mayoritas. Nigeria, yang memiliki populasi Kristen terbesar keenam di dunia (87 juta) juga memiliki populasi Muslim terbesar kelima di dunia (90 juta).

Dari data tersebut terlihat populasi Muslim global lebih terkonsentrasi di pusat-pusat populasi utama Islam. Negara-negara dengan lima populasi Muslim tertinggi semuanya berada di Asia Selatan dan Tenggara atau di sub-Sahara Afrika, bukan di Timur Tengah.

Sumber: republika.co.id

Gempa Sulbar, 7864 Rumah dan 62 Fasilitas Umum Rusak

JAKARTA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 7.863 rumah dan juga 62 fasilitas umum mengalami kerusakan akibat gempa bumi M6,2 yang mengguncang Kabupaten Mamuju dan Majene Sulawesi Barat, beberapa waktu lalu.

Dimana data kerusakan di Majene meliputi rumah 4.122 unit, fasilitas ekonomi dan perkantoran 32 unit, fasilitas kesehatan 17 unit dan kantor militer 1 unit. Sementara data kerusakan di Mamuju antara lain, rumah 3.741 unit, fasilitas kesehatan 5 unit, jembatan 3 unit, Pelabuhan 1, mini market 1, perkantoran 1 dan hotel 1. 

Sehingga, Deputi Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BNPB Rifai mengatakan dari data sementara total kerusakan dan kerugian akibat gempa tersebut mencapai Rp829,1 miliar. “Total tersebut teridentifikasi untuk wilayah Kabupaten Mamuju dan Majene di Provinsi Sulawesi Barat,” ungkapnya dari rilis yang diterima MNC Portal Indonesia, Rabu (27/1/2021).

Total kerusakan dan kerugian di Majene mencapai Rp449,8 miliar. Angka tersebut dinilai dari sektor permukiman Rp365,3 M, sosial Rp76,9 M, ekonomi Rp5,13 M, lintas sektor Rp2,1 M dan infrastruktur Rp235 juta.

Sedangkan di Mamuju, total nilai kerusakan dan kerugian mencapai Rp379,3 miliar. Rincian nilai kerusakan dan kerugian sebagai berikut, permukiman Rp270,1 M, ekonomi Rp50,4 M, lintas sektor Rp39,9 M, sosial Rp17,4 M dan infrastruktur Rp1,3 M.

Sumber: sindonews.com

Petugas Mogok Kerja, Keluarga Makamkan Sendiri Jenazah Covid-19 di Bandung

BANDUNG(Jurnalislam.com) — Dede (60), warga Ciroyom Kota Bandung terpaksa memakamkan sendiri jenazah adiknya yang positif Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikadut, Rabu (27/1) siang. Ia bersama adik-adiknya yang lain bersama-sama mengangkut peti berisi jenazah dari mobil ambulans lalu membawa ke liang lahat untuk dimakamkan.

Mereka memakamkan jenazah dengan menggunakan alat perlindungan diri (APD) seadanya. Dede mengaku sempat kewalahan sebab sebelumnya tidak mempersiapkan diri akan memakamkan jenazah Covid-19.

Ia pun baru menyadari bahwa petugas yang biasa mengangkut jenazah Covid-19 dan memakamkan di TPU Cikadut melakukan aksi mogok bekerja. Selebihnya, Dede sempat kebingungan karena jenazah adiknya harus menunggu lama disebabkan tidak ada yang mengangkut dan memakamkan.

“Waktu ambulans kenapa lama di sana (di parkiran) ternyata alasannya gak ada orang untuk memikul. Kedua saya konfirmasi orang sini memang orang yang angkat jenazah gak ada,” ujarnya saat ditemui di TPU Cikadut, Rabu (27/1).

Ia pun sempat bertanya kepada pihak rumah sakit terkait proses pemakaman namun dijawab tidak ada yang mengangkut dan memakamkan. Akhirnya, pihak keluarga memutuskan untuk memakamkan dengan peralatan APD seadanya.

“Saya bingung masalahnya saya gak punya APD, saya gak biasa harus gimana. Saya kebingungan,” ujarnya. Ia melanjutkan, almarhum adiknya meninggal Selasa (26/1) malam. Hasil uji usapnya diketahui positif Covid-19 pada Rabu (27/1) pagi.

Dede berharap masalah terkait jasa pengangkutan dan pemakaman jenazah Covid-19 bisa segera terpecahkan. Sebab hal tersebut berdampak kepada pihak keluarga atau ahli waris dari jenazah yang akan dimakamkan.

“Kalau dia memberikan jasa, apa salahnya kita memberikan gak ada salahnya. Apalagi orang-orang di sini saya lihat gak ada pemaksaan,” katanya.

Sumber: republika.co.id

Populasi Muslim Akan Salip Yahudi di Amerika

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Jumlah umat Islam di Amerika Serikat (AS) diperkirakan akan terus meningkat. Bahkan pada 2050, populasi Muslim di negeri asal paman Sam itu diprediksi tumbuh hingga dua kali lipat.

Menurut data terakhir Pew Research Center, sekitar 3,3 juta Muslim dari segala usia yang tinggal di Amerika Serikat pada 2015. Ini berarti bahwa populasi Muslim sebesar satu persen  dari 322 juta orang pada 2015.

Data ini berdasarkan proyeksi demografis yang mencontohkan pertumbuhan populasi Muslim Amerika sejak perkiraan 2011 mencakup orang dewasa dan anak-anak.

Muslim di Amerika Serikat termasuk warga minoritas, bahkan penganut agama lain seperti Yahudi dan Hindu memiliki populasi lebih banyak.

Di beberapa kota, jumlah umat Islam lebih dari satu persen. Dan bahkan di tingkat negara bagian Muslim tidak terdistribusi secara merata, beberapa negara bagian, seperti New Jersey, memiliki dua atau tiga kali lebih banyak Muslim dewasa.

Namun demikian pertumbuhan Muslim sejak 2007 terlihat stabil baik jumlah maupun persentase. Selain itu mereka memprediksi populasi muslim AS akan tumbuh lebih cepat daripada populasi Hindu dan jauh lebih cepat daripada populasi Yahudi dalam beberapa dekade mendatang.

Bahkan sebelum 2040, umat Islam akan menjadi kelompok agama terbesar kedua di Amerika Serikat, setelah Kristen. Pada 2050, populasi Muslim Amerika Serikat akan mencapai 8,1 juta orang atau 2,1 persen dari total populasi.

Faktor utama meningkatnya populasi Muslim dI Amerika Serikat dari 2010 hingga 2015 adalah adanya migrasi. Sebanyak 10 persen dari imigran yang datang ke Amerika Serikat adalah Muslim.

Penyebab utama lain dari pertumbuhan Islam akhir-akhir ini adalah kelahiran bayi Muslim. Muslim Amerika Srikat cenderung memiliki lebih banyak anak daripada orang Amerika Serikat yang beragama lain. Umat Islam juga cenderung lebih muda dari masyarakat umum.

Perpindahan agama hanya memiliki pengaruh kecil dalam peningkatan Muslim. Sekitar satu dari lima orang dewasa Muslim Amerika Serikat dibesarkan dalam keyakinan yang berbeda atau tidak sama sekali.

Pada saat yang sama, sejumlah orang yang dibesarkan sebagai Muslim tidak lagi mengidentifikasi diri dengan keyakinannya. Hampir sebagian orang Amerika yang menjadi Muslim telah meninggalkan Islam.

Sumber: republika.co.id

Kemenag Luncurkan Empat Produk Al Qur’an Digital

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama (Kemenag) merilis empat produk layanan ke-Al-Qur’anan berbasis digital, yaitu: Qur’an Kemenag Android, Qur’an Kemenag in Ms Word,  lima Judul Film Dokumenter Tafsir Ilmi, serta Distingsi Terjemahan Al-Qur’an Edisi Penyempurnaan Tahun 2019.

“LPMQ Kemenag terus berkomitmen untuk melakukan pengembangan dan perbaikan layanan di bidang Al-Qur’an. Empat produk yang diluncurkan hari ini merupakan hasil pengembangan yang kami lakukan, dan diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat,” kata Kepala LPMQ Muchlis Hanafi, saat merilis empat produk layanan digital tersebut, Rabu (27/01).

Muchlis menuturkan, pengembangan produk layanan ke-Al-Qur’anan berbasis digital sudah dilakukan LPMQ sejak 2015. “Pertama kali kami merilis aplikasi Qur’an Kemenag Android pada 2016. Hari ini, lima tahun sejak pertama kali dirilis, kami berharap aplikasi ini sudah jauh lebih baik,” kata Muchlis.

Ia menyadari, di era saat ini tuntutan transformasi layanan digital merupakan keniscayaan, termasuk di bidang ke-Al-Qur’anan. “Saat ini kita tahu, bahwa masyarakat hampir sebagian besar telah mengakses internet. Maka LPMQ  pun berharap seluruh produk yang kita punya, mulai dari mushaf hingga tafsir dapat diakses oleh umat secara digital,” tuturnya.

Saat ini, Qur’an Kemenag Android hadir dengan versi terbaru 2.1.4 dan dapat diunduh melalui Play Store. Hingga 27 Januari 2021, aplikasi Qur’an Kemenag Android ini telah diunduh sebanyak 303ribu kali, dan memiliki rating 4,6.

Hal serupa juga terjadi pada aplikasi Qur’an in Ms Word. Aplikasi yang ditujukan untuk membantu para pembelajar, mahasiswa, maupun peneliti di bidang Al-Qur’an ini telah diunduh lebih dari 274ribu kali. Beberapa fitur baru seperti pencarian ayat Al-Qur’an dalam bahasa Indonesia atau Arab dapat ditemui dalam aplikasi Qur’an in Ms Word versi terbaru.

“Kami pun amat terbuka untuk memperoleh masukan dari masyarakat agar ke depan aplikasi-aplikasi ini dapat semakin baik lagi,” ujar Muchlis.

Sementara lima film dokumenter yang dirilis pada pagi ini, kata Muchlis, merupakan bentuk digitalisasi Tafsir Ilmi yang telah diterbitkan LPMQ. “LPMQ bersama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) telah melakukan kajian bersama dan menghasilkan Tafsir Ilmi,” jelas Muchlis.

Tafsir Ilmi ini berisi penafsiran ayat-ayat Al-Qur’an dengan menggunakan pendekatan sains. “Lagi-lagi, untuk menjawab kebutuhan masyarakat, kita pun membuat digitalisasi tafsir tersebut ke dalam bentuk film. Setiap tahunnya kita buat. Tahun ini kita buat lima judul film dokumenter yang bersumber dari Tafsir Ilmi,” imbuhnya.

Adapun lima judul film dokumenter tersebut, yaitu: Makanan dan Minuman dalam Perspektif Al-Qur’an, Penciptaan Manusia dalam Perspektif Al-Qur’an, Penciptaan Bumi dalam Perspektif Al-Qur’an, Tumbuhan dalam Perspektif Al-Qur’an, dan Air dalam Perspektif Al-Qur’an.

Sementara untuk produk terakhir, Distingsi Terjemahan Al-Qur’an Edisi Penyempurnaan Tahun 2019, Muchlis menjelaskan bahwa mekanisme penyempurnaan berlapis menjadi salah satu keunggulan produk ini. Terjemahan ini juga disusun dengan memuat hasil rekomendasi Mukernas Ulama tahun 2015, hasil penelitian lapangan, serta telah melalui konsultasi publik yang dilakukan secara offline dan online.