DSKS Solo Desak Polri Usut Pembunuhan Ketua MUI Labura

SOLO (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) meminta kepada Polri untuk mengusut tuntas dalang dan mengungkap motif peristiwa pembunuhan terhadap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Labuhan Batu Utara (Labura) Sumatera Utara, ustaz Aminnur Rosyid pada selasa (27 Juli 2021).

“Meminta kepada Polri untuk tidak tergesa-gesa menyimpulkan bahwa pelaku orang gila sehingga tidak dapat di proses hukum sebagaimana kasus-kasus pembunuhan ulama sebelumnya,” kata Koordinator Dewan Ri’asah Tanfidziyah DSKS ustaz Aris Munandar pada Rabu, (28/7/2021).

Ustaz Aris menghimbau umat Islam untuk membentuk Tim Independen yang terdiri atas tokoh-tokoh dari berbagai ormas Islam yang kompetensi untuk menuyelidiki peristiwa tersebut dan mengawal secara tuntas.

“Menghimbau kepada seluruh Umat Islam untuk menjaga ulama, kyai, habaib, ustadz dan tokoh agama dari berbagai ancaman teror, intimidasi dan pembunuhan di manapun berada,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyerukan kepada kaum muslimin untuk mempererat ukhuwah Islamiyah dan menyatakan permusuhan terhadap siapapun yang memusuhi para ulama, kyai dan habaib serta tokoh agama.

Prof. Amin Suma: Ruh MUI ada di Komisi Fatwa

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI, Prof Amin Suma, menyampaikan bahwa ruh MUI ada di Komisi Fatwa. Hal itu dia ungkapkan saat penutupan acara Annual Conference on Fatwa Studies Ke-5 secara vitual, Rabu (28/07).

“Mohon maaf, tanpa bermaksud mengecilkan yang lain, ruh MUI itu ada di Komisi Fatwa. Seperti ketika saya memimpin Fakultas Syariah dan Hukum UIN, saya menyampaikan itu ruhnya UIN Jakarta. Ketika saya disodori memimpin Komisi Penelitian MUI saya bukannya menolak, biarkan saja saya di Komisi Fatwa. Saya sangat mencintai bidang ilmu ini sejak masih kecil, ” ujarnya.

Karena pentingnya Komisi Fatwa bagi MUI itulah, dia menyampaikan, ACFS yang sudah digelar lima kali ini penting perannya bagi MUI. Ini menjadi tempat membincangkan ruh MUI secara akademis. Untuk itulah dia menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang sudah terlibat baik peneliti maupun penanggap dari anggota Komisi Fatwa.

 

“Komisi Fatwa menyampaikan terimakasih yang tidak terhingga kepada kawan, teman-teman, adik-adik yang ikut ambil bagian menyampaikan makalah dengan penuh dan cita-cita luhur pada maqaashid syariah. Kami merasakan eksistensi MUI betul-betul sudah mendapatkan penghormatan dan kehormatan bagi sebagian besar bangsa Indonesia, ” ujarnya di hadapan peserta ACFS ke-5.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Habib Umar Al-Haddad, menyampaikan terimakasih kepada para peserta dan Pimpinan Komisi Fatwa MUI yang menyediakan waktunya tiga hari. Terimakasih juga dia berikan kepada peserta dari kalangan pesantren, ormas, dan beberapa dari pengurus MUI daerah.

 

“Mulai saat pembukaan pleno sampai dibuka sesi diskusi panel, baik dari kalangan kampus, pesantren, Ormas Islam, juga tidak luput dari pengurus MUI di daerah, ” ujarnya.

“Kami mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga dari partisipasi Peserta nya semuanya. Penghargaan tinggi kami berikan kepada para masayikh, asatidz, dan ustazah dari Komisi Fatwa yang sudah berkenan menjadi penanggap dan memberikan catatan berharga untuk pengayaan makalah yang didiskusikan, ” imbuhya. (mui)

Masyarakat Diminta Tenang, MUI Percayakan Kasus Pembunuhan Ulama Labura ke Aparat

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, berpesan agar masyarakat tidak terpancing pasca wafatnya Ketua MUI Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Ustaz Aminurrasyid Aruan, di kediamannya Selasa (27/07).

Buya Amir, begitu dia disapa, menilai saat ini di tengah situasi pandemi Covid-19, kerawanan sosial sedang muncul di beberapa tempat. Umat, kata dia, sebaiknya tetap tenang dan tidak mudah terpancing.

“Suasana sekarang ini membuat masyarakat resah. Kami memohon agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing, ” ujar dia, Rabu (28/07).

Meski begitu, Buya Amir sendiri mengecam tindakan pembunuhan ketua MUI Kabupaten tersebut. Dia juga meminta pihak berwajib mengusut sampai tuntas kasus ini sehingga terbuka motif di belakangnya. Dia juga berharap agar pelaku mendapatkan hukuman yang pas.

“MUI mengecam kasus tersebut. Kami meminta pihak berwajib mengusut tuntas, memberikan hukuman jera karena kasus ini pembunuhan dengan sengaja, ” ujar dia.

Pada Selasa (27/07) pukul 16.00 Ketua MUI Kabupaten Labuhanbatu Utara, Ustaz Aminurrasyid Aruan, wafat karena dibacok. Pelaku berinisial AD merupakan warga lingkungan korban dan menjadi salah satu buruh di lahan sawit korban. Korban ditemukan wafat di selokan depan rumahnya di Desa Wonosari, Lingkungan 4, Kelurahan Aek Kanopan, Kecamatan Kuala Hulu Kabupaten Labuhanbatu Utara.(mui)

 

Angka Kasus Harian dan Kematian Covid di Indonesia Tertinggi di Dunia

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Jumlah kasus harian dan kematian akibat infeksi virus corona (Covid-19) di Indonesia pada Rabu (28/7) kemarin kembali menjadi yang tertinggi di dunia.

Kemarin Indonesia mencatatkan penambahan 47.791 kasus Covid-19, sehingga secara keseluruhan berjumlah 3.287.727 orang.

Sedangkan jumlah kematian akibat Covid-19 di Indonesia kemarin mencapai 1.824 orang. Hal itu membuat total jumlah orang yang meninggal akibat virus corona di Indonesia mencapai 88.659 orang.

Kasus Positif Bertambah 47.791, Meninggal 1.824
Dalam segi kasus harian, Indonesia berada di atas India dan Iran.

Menurut data yang dikutip dari Worldometer, kemarin India mencatatkan 43.184 kasus baru Covid-19, sehingga jumlah keseluruhan di negara itu mencapai 31.526.595.

Kemudian pasien Covid-19 yang meninggal di India kemarin bertambah 640 orang, sehingga berjumlah 422.694 orang.

Lalu pasien Covid-19 yang sembuh di India kemarin juga bertambah 38.696 orang, sehingga secara keseluruhan mencapai 30.694.086 orang.

Jumlah kasus harian Covid-19 terbesar ketiga di dunia kemarin dicatat oleh Iran, yakni dengan 33.817 orang. Hal itu membuat jumlah kasus keseluruhan di Iran menjadi 3.792.014.

Sementara itu kasus kematian akibat Covid-19 di Iran kemarin bertambah 303 orang, sehingga keseluruhan menjadi 422.694 orang. Lalu jumlah pasien Covid-19 yang sembuh di Iran kemarin bertambah 18.184 orang dan secara keseluruhan menjadi 3.310.163.

sumber: cnnindonesia

 

MUI Pusat Soroti Pembunuhan Sadis Ketua MUI Labura

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Banyak pihak yang merasa geram dengan tindak pembunuhan keji yang dilakukan terhadap Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Wilayah Labuhan Batu Utara (Labura) Aminurrasyid Aruan.

Menanggapi hal itu, Ketua Bidang Hukum MUI Pusat KH Noor Ahmad menegaskan, Tim Hukum MUI Pusat dan Sumatera Utara akan terus memantau penanganan kasus tersebut.

Menurutnya, MUI Pusat tidak membentuk Tim Hukum tersendiri karena ini adalah kasus pidana, sehingga MUI lebih mempercayakannya kepada aparat hukum.

“Oleh karena itu aparat hukum harus mengungkap motif yang sebenarnya secara transparan dan terbuka untuk umum,” papar Kiai Noor, Rabu (28/7).

Kiai Noor mengatakan bahwa MUI pasti akan meminta ketegasan kepada pihak aparat hukum agar bisa menangani kasus pembunuhan ini dengan seadil-adilnya.

“Karena kita tahu bahwa pembunuhan ini dilakukan terhadap seorang ulama secara sadis di dekat rumahnya,” tutur Kiai Noor.

Pelaku diketahui merupakan seorang pria berinisial AD (35) warga Panjang Bidang, Kelurahan Gunting Saga, Kabupaten Labuhan Batu Utara.

Kiai Noor Ahmad juga mengatakan tindakan yang dilakukan AD ini dianggap terlalu sadis, apalagi tindakan pembunuhan ini dilakukan kepada seorang ulama yang juga merupakan ketua MUI wilayah.(mui)

 

Pria Pengolok Vaksin di AS Tewas Karena Covid

AMERIKA(Jurnalislam.com)–Seorang pria Amerika Serikat yang mengolok-olok vaksin Covid-19 di media sosial, telah meninggal dunia setelah sebulan berjuang melawan virus corona.

Semasa hidupnya, Stephen Harmon yang aktif sebagai anggota Gereja Hillsong di California dikenal vokal menentang vaksin Covid-19.

Dia bahkan melontarkan sejumlah candaan sarkastis soal vaksin tersebut.

“Saya punya 99 masalah, tapi vaksin bukan salah satunya,” cuit Harmon semasa hidupnya kepada 7.000 pengikutnya, Juni lalu.

Namun, belakangan pria berusia 34 tahun itu dirawat setelah mengidap pneumonia dan Covid-19 di sebuah rumah sakit di luar Kota Los Angeles.

Beberapa hari menjelang kematiannya, Harmon mendokumentasikan perjuangannya untuk hidup dengan mengunggah foto dirinya di ranjang rumah sakit.

“Mohon doanya semua. Mereka benar-benar ingin memasukkan selang dan menempatkan ventilator,” sebutnya.

Pada cuitan terakhirnya, Rabu (21/07), Harmon menyebut dirinya telah memutuskan untuk menggunakan alat bantuan pernapasan.

“Tidak tahu kapan saya akan bangun, mohon doanya,” tulisnya.

Di tengah perjuangannya melawan virus corona, Harmon masih berkeras menolak divaksinasi.

Menurutnya, “keimanan dan keyakinan agama akan melindungi dirinya”.

Sebelum meninggal dunia, Harmon berkelakar soal pandemi dan vaksin-vaksin yang beredar. Dia membagikan meme seraya menyebut bahwa dirinya lebih percaya Injil ketimbang pakar penyakit menular di AS, yaitu Dr Anthony Fauci.

Pendiri Gereja Hillsong, Brian Houston, membagikan berita kematian Harmon melalui sebuah cuitan.

“Ben telah membagikan kepada kita berita memilukan bahwa teman kesayangan kita, Stephen Harmon, telah meninggal dunia akibat Covid. Menyayat hati,” sebut Houston.

sumber: detik.com

 

PP Muhammadiyah Minta Pembunuh Ketua MUI Labura Dihukum Setimpal

JAKARTA(Jurnalislam.com) –  Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan keprihatinan dan duka atas peristiwa pembunuhan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Labuhanbatu Utara (Labura) Sumatra Utara, Ustadz Aminnurrasyid Aruan.

Aminnurrasyid meninggal usai dibacok pelaku bernama Suprianto alias Anto Dogol (35). Syafiq meminta agar kasus pembunuhan ini diusut tuntas.

“Apapun alasannya tindak kekerasan liar tanpa jalur hukum apalagi pembunuhan terhadap seseorang tidak boleh terjadi. Karena itu, tragedi itu harus diusut tuntas dan diberikan hukuman yang seadil-adilnya,” kata Ketua PP Muhammadiyah, Syafiq Mughni, Rabu (28/7) malam.

Sementara itu, dia meminta agar semua pihak untuk tenang dan tetap waspada menanggapi kasus pembunuhan ketua MUI Labura ini, apalagi di masa pandemi seperti sekarang ini. Pada Selasa (27/7), polisi telah meringkus pria berinisial AD yang merupakan pelaku pembunuhan Aminurrasyid.

Menurut Kabid Humas Polda Sumatra Utara, Kombes Hadi Wahyudi, pelaku sempat bersembunyi di perkebunan sawit milik warga saat lari dari kejaran polisi, sebelum akhirnya ditangkap.

Menurut Hadi, kejadian pembacokan terjadi sekitar pukul 17.00 saat korban baru pulang usai mengarit rumput untuk pakan hewan peliharaannya. Motif sementara pembunuhan didug karena dendam karena korban kerap menegur pelaku yang gemar mencuri sawit.

 

Sumber: republika.co.id

Limbah Pasien Covid Jadi Sorotan

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Pemerintah terus berupaya untuk menangani pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dalam berbagai aspek seperti kesehatan, ekonomi, maupun sosial. Salah satu aspek yang juga perlu mendapat penanganan serius adalah terkait pengolahan limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) Medis Covid-19 dari penanganan pasien terinfeksi agar tidak menjadi penyebab munculnya mata rantai baru.

“Masalah limbah B3. Limbah ini menjadi persoalan karena ini juga menjadi masalah baru di dalam rangka kita memutus penularan. Jangan sampai limbah ini juga menjadi sumber penularan baru. Sehingga perlu ditangani dengan serius,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin pada Rapat Koordinasi (Rakor) kepada Seluruh Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui konferensi video di kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta, Rabu (28/07/2021).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, bahwa sesuai dengan pembahasan pada Rapat Terbatas bersama Presiden tentang Pengelolaan Limbah B3 Medis Covid-19, diperlukan penanganan serius dan langkah-langkah konkret untuk menangani ini. Wapres juga menjelaskan bahwa saat ini, di bawah koordinasi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, sedang dilakukan pembahasan yang lebih mendalam untuk menentukan langkah-langkah teknis lebih lanjut. Untuk itu, Wapres meminta agar Pemerintah DIY dapat berperan aktif dalam membuat formulasi langkah-langkah tersebut serta melakukan koordinasi di tingkat daerah dan dengan pemerintah pusat terkait hal-hal teknis lainnya.

“Mungkin ada semacam BLU (Badan Layanan Umum) atau apa yang menangani. Karena itu saya minta nanti Pak Gubernur untuk berkoordinasi. Sebab, masalah limbah ini menjadi masalah sangat penting harus diatasi. Perlu penyediaan fasilitas pengolahan yang cukup, ya, itu supaya semuanya dicek,” urai Wapres.

Di sisi lain, pada kesempatan yang sama Wapres juga menekankan pentingnya 3T (Testing, Tracing, Treatment) dalam menanggulangi Covid-19. Berdasarkan data yang diterima oleh Wapres, positivity rate di DIY masih terbilang cukup tinggi yaitu sebesar 41 persen. Oleh karena itu, sesuai dengan aturan yang tercantum dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 22 Tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 Covid-19 di Wilayah Jawa dan Bali dimana disebutkan bila positivity rate suatu daerah di atas 25 persen, maka jumlah tes perlu ditingkatkan menjadi 15.000 tes per satu juta penduduk.

“Saya minta agar tes ini sebanyak mungkin diupayakan berasal dari pelacakan kontak erat,” tutur Wapres.

Menutup arahannya, Wapres berpesan agar seluruh jajaran Pemerintahan DIY dapat terus berupaya sebaik mungkin dalam penanganan pandemi Covid-19 di daerahnya agar terus terkendali dan jumlah kasusnya melandai.

“Seperti saya katakan tadi bahwa selama ini kita masih fluktiatif, masih belum stabil melandai. Oleh karena itu kita harus [berupaya] lebih keras lagi supaya terus bisa melandai. Sehingga, nanti bisa dilakukan pelonggaran supaya lebih cepat sehingga kehidupan kita bisa normal lagi. Ini memang memerlukan upaya keras,” pungkas Wapres.

ASN Ditjen Pendidikan Islam Diminta Jadi Duta Vaksin

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) Ditjen Pendis untuk menjadi duta vaksin di lingkungan masing-masing.

“ASN Ditjen Pendidikan Islam harus mendukung upaya pemerintah ?menggencarkan program vaksinasi bagi masyarakat,” tegas M Ali Ramdhani di Jakarta, Rabu (28/7/2021).

“ASN Ditjen Pendis diharapkan bisa menjadi duta vaksin bagi masyarakat sekitar,” sambungnya.

Berdasarkan data Satgas Covid-19 (Covid-19.go.id) pada Senin (26/7/2021), total vaksinasi pertama mencapai 44.728.320 dan total vaksinasi kedua berjumlah 18.129.878. Hal ini masih jauh dari target sasaran vaksinasi nasional yang mencapai angka 208.265.720.

ASN Pendis, kata Dhani, juga harus menyosialisasikan program dan kebijakan pemerintah dalam pencegahan penyebaran Covid-19. ASN Pendis juga harus dan mampu memfilter berita-berita hoax tentang vaksin.

“Mari kita sampaikan kepada masyarakat di sekitar, tentang apa yang menjadi program pemerintah saat ini, khususnya program vaksinasi. Tentunya dengan pendekatan humanis,” ujar Ramdhani di Jakarta, Selasa (27/07).

Menurut Ramdhani, ikhtiar lahiriah seperti Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 dan 4, serta disiplin 5M (memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas).

“Ikhtiar lahiriah perlu diperkuat dengan ikhtiar bathiniah yaitu dengan menerapkan budaya 5+1 M dan +1 nya adalah memanjatkan doa,” ujarnya.

Karena itu, lanjutnya, semua bisa berperan dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid 19. “Dengan taat dan patuh terhadap pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan serta dengan memanjatkan doa dan zikir berharap Allah segera menghapus pandemi dari bumi ini,” terang Ramdhanii.

Ditambahkan Ramdhani, ikut vaksin tidak hanya dapat melindungi diri, tetapi juga orang-orang di sekitar. Vaksin Covid-19 diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengakhiri pandemi yang telah memakan banyak korban jiwa dan melumpuhkan aktivitas masyarakat.

“Keikutsertaan kita dalam program vaksinasi ini akan sangat membantu pemulihan negara,” pungkasnya.

Larangan Jilbab di Eropa Disebut Wujud Pendekatan Munafik Uni Eropa

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Keputusan Pengadilan Uni Eropa (CJEU) yang mengizinkan perusahan untuk melarang karyawan mengenakan jilbab dinilai bertentangan terhadap hak asasi manusia dan kebebasan beragama.

“Tidak hanya menambah kekhawatiran hak-hak Muslim Eropa tapi keputusan tersebut dianggap wujud pendekatan munafik Uni Eropa terhadap hak asasi manusia, kebebasan beragama, dan kesetaraan,” kata Direktur Komunikasi Kepresidenan Turki, Fahrettin Altun, dalam artikel yang ditayangkan di Aljazirah.

CJEU memutuskan pada 15 Juli atas dua kasus yang dibawa wanita Muslimah di Jerman yang dicabut dari pekerjaan mereka karena mengenakan jilbab.

Ini memutuskan perusahaan di negara-negara anggota dapat melarang karyawan mengenakan jilbab jika mereka perlu menampilkan citra netral kepada pelanggan.

Sebelumnya Kementerian Luar Negeri Turki mengkritik keputusan tersebut dengan mengatakan hal itu dapat memicu Islamofobia lebih dalam.

Ini terjadi ketika Jerman telah mengalami peningkatan sentimen rasis dan anti-Muslim dalam beberapa tahun terakhir yang didorong oleh propaganda kelompok neo-Nazi dan partai oposisi sayap kanan Alternatif untuk Jerman (AfD).

Sumber: republika.co.id