Daru Qur’an Kembangkan Program Ekonomi Berbasis Pesantren

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas hari ini menerima pengurus Yayasan Daarul Quran Indonesia.

Hadir, Dewan Pembina, KH Yusuf Mansur, Direktur Utama, Abdul Ghofur, Diretur Operasional Abdul Sidik. Ikut mendampingi Menag, Dirjen Pendidikan Islam, Ali Ramdhani, Sekretaris Dirjen Bimas Islam dan Fuad Nazar.

Pertemuan ini membahas rencana kolaborasi dalam program dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat. “Tawaran kolaborasi dari Yayasan Daarul Qur’an ini menarik dan komprehensif. Yayasan Daarul Qur’an cukup dikenal, dalam menjaga Quran sangat luar biasa sekali dengan 1.200 an lebih rumah tahfiz. Saya kira dengan 86 lembaga pendidikan yang dimiliki Yayasan Daarul Qur’an bisa dikolaborasikan, sangat menarik,” kata Menag Yaqut, di ruang kerja Lapangan Banteng, Selasa (3/8/2021).

Pertemuan ini antara lain membahas pengembangan pendidikan, pemberdayaan zakat, infak, dan wakaf. Dibahas juga masalah pengembangan bisnis dan ekonomi berbasis pondok pesantren. “Menarik, kita memiliki kesadaran yang sama, bahwa pesantren itu ekosistem. Pesantren itu tidak hanya kyai dan santri saja, tapi ekosistem yang meliputi pesantren,” kata Menag.

Pengembangan ekonomi pesantren, lanjut Menag, sejalan dengan salah satu program prioritas Kemenag, yaitu memandirikan pesantren. Program ini penting sebagai amanah dari Undang-undang Pesantren.

“Ketika kami berdiskusi  dengan Presiden, salah satu mandatori utama dari Kementerian Agama adalah melaksanakan UU Pesantren. Artinya bukan hanya dari sisi dakwah pesantren ini tapi juga dari sisi ekonominya,” jelas Menag.

“Pesantren didorong untuk bisa mandiri,” sambungnya.

Menag berharap pada 2024, ada 5000 pesantren mandiri yang bisa menghidupkan dirinya sendiri dan menghidupkan ekonomi  di lingkungan pesantren.

Ditambahkan Menag, Kementerian Agama sedang menyiapkan usulan sekaligus kajiannya untuk menambah satu Direktorat Jenderal yang khusus menangani Pesantren. Saat ini ada sekitar 52ribu pesantren binaan Kemenag. Sementera anggaran yang disiapkan untuk pesantren setiap tahun hanya sekitar 500 M, sangat sedikit.

“Diharapkan dengan terbentuknya Direktorat Jenderal Pesantren, maka pesantren akan mendapat afirmasi yang layak,” tegas Menag.

Sebelumnya Ust Yusuf Mansur menjelaskan sekilas tentang Yayasan PPPA Daarul Qur’an. Menurutnya, yayasan ini adalah lembaga pengelola sedekah yang berkhidmat  pada pembangunan masyarakat berbasis tahfizhul Qur’an yang dikelola secara profesional dan akuntabel.

PPPA Daarul Qur’an membangun gerakan Rumah Tahfizh di dalam dan luar negeri. Dalam program dakwah dan sosial, PPPA terlibat dalam pembangunan kemandirian dan pengembangan masyarakat berbasis tahfizhul Qur’an, mulai dari bantuan beasiswa, kemanusiaan, kesehatan dan pengembangan masyarakat. Dengan program yang kreatif, membumi, dan tepat sasaran, PPPA terus dipercaya masyarakat sebagai mitra pengelola sedekah dalam pembangunan bangsa berbasis tahfizul Quran.

 

Rp 1,3 Triliun Dana Madrasah untuk Pandemi Suda Dicairkan

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Anggaran Program Indonesia Pintar (PIP) madrasah sudah cair. Total ada sekitar Rp1,3 triliun untuk lebih dua juta siswa madrasah pada semua jenjang.

“Tahun 2021, Kemenag mengalokasikan dana Bantuan Sosial PIP Madrasah sebesar Rp 1.302.009.650.000,- dengan jumlah kuota 2.005.065 siswa madrasah pada semua jenjang,” terang Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani di Jakarta, Selasa (3/8/2021).

Menurut pria yang akrab disapa Dhani ini, sebanyak Rp 422.823.150.000,- dialokasikan untuk 939.607 siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI). Sebanyak Rp 558.814.500.000,- dialokasikan untuk 745.086 siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs). Sisanya, Rp 320.372.000.000,- dialokasikan untuk 320.372 siswa Madrasah Aliyah (MA).

Dhani memastikan, seluruh anggaran Bantuan Sosial PIP Madrasah tahun ini sudah dicairkan dalam dua tahap pencairan. Tahap I dicairkan pada Maret 2021 sebesar Rp937.418.700.000,- untuk 1.803.531 siswa (72%), yang terdiri atas 845.321 siswa MI, 685.776 siswa MTs, dan 272.434 siswa MA.

“Sementara untuk pencairan tahap II dilakukan pada pertengahan Juli 2021, sebesar Rp 364.590.950.000,- untuk 201.534 siswa, terdiri atas 94.286 siswa MI, 59.310 siswa MTs, dan 47.938 siswa MA,” paparnya.

Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M. Isom Yusqi menambahkan bahwa pencairan bantuan dalam dua tahapan ini untuk penerima yang berbeda. Pencairan tahap I diperuntukkan bagi siswa madrasah yang sudah menerima bantuan pada tahun sebelumnya (on going). Sementara pencairan tahap II, khusus bagi penerima baru sesuai usulan madrasah.

Dijelaskan Isom, pencairan tahap II dalam proses penyaluran dana ke masing-masing rekening siswa oleh bank penyalur. Seluruh siswa yang telah ditetapkan melalui SK Dirjen, dapat melakukan pencairan dan aktivasi rekening di masing-masing bank penyalur yang telah ditunjuk. “Informasi terkait penyaluran dana Bantuan Sosial Program Indonesia Pintar (PIP) Madrasah ini dapat diakses pada laman: http://pipmadrasah.kemenag.go.id/e_monev/,” jelas Isom.

PIP merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk memberikan layanan dan akses pendidikan bermutu bagi peserta didik yang kurang mampu, sehingga dapat menjadi generasi yang unggul, mandiri, dan berprestasi, dan juga menjadi instrumen pemutus rantai kemiskinan.

Pelaksanaan PIP berdasarkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Program Simpanan Keluarga Sejahtera, Program Indonesia Pintar, dan Program Indonesia Sehat untuk Membangun Keluarga Produktif. Sebagai tindak lanjut, Kementerian Agama menerbitkan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 14 Tahun 2015 dan telah diperbaharui dengan KMA Nomor 258 Tahun 2015 Tentang Pedoman Program Indonesia Pintar pada Kementerian Agama.

 

Diundang ke Kairo, MUI dan Kementerian Wakaf Mesir Perkuat Silaturahim

KAIRO(Jurnalislam.com) — Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Miftachul Akhyar diundang secara khusus oleh Menteri Urusan Wakaf (semacam Menteri Agama di Indonesia) Mesir Syeikh Mohammed Mokhtar Gomaa. Pertemuan tersebut digelar di sela rangkaian acara Muktamar Fatwa Internasional ke-6, Sabtu sore (1/8).

Dalam pertemuan tersebut, Syaikh Mokhtar Gomaa mengungkapkan apresiasinya terhadap muslim Indonesia yang berpaham moderat. Syaikh Mokhtar memandang, sebagai bangsa berpenduduk mayoritas muslim, posisi Indonesia dianggap cukup strategis.

Beliau menyampaikan rasa syukurnya karena mayoritas muslim Indonesia tetap dalam koridor moderatisme Islam (wasathiyatul Islam).

Syeikh Mokhtar Gomaa yang memimpin Kementerian Wakaf Mesir sejak 2013 ini berharap, lembaganya dapat bekerjasama secara lebih erat dengan MUI. Secara lugas, Syaikh Mokhtar bahkan menyatakan kesiapannya untuk berkunjung ke Indonesia.

 

Selain itu, Syeikh Mokhtar Gomaa juga mengundang MUI untuk menghadiri Konferensi Wakaf yang akan digelar pada awal tahun 2022.

“Kami juga siap mendukung program kaderisasi ulama dan da’i Indonesia, untuk bersama-sama menyebarkan pemahaman Islam yang ramah dan jauh dari pandangan ekstremisme,” ujar Syekh Gomaa yang diutarakan pada Ketum MUI, KH Miftachul Akhyar.

Selain bertemu dengan Menteri Urusan Wakaf Mesir, Kiai Mif juga menghadiri jamuan makan malam bersama Duta Besar Repulik Indonesia Lutfi Rouf. Saat makan malam pada Sabtu (1/8) itu hadir juga Duta Besar Mesir untuk Indonesia Ashraf Sultan.

Kiai Mif diundang untuk hadir dalam Konferensi Fatwa Internasional ke-6 yang berlangsung pada 2-3 Agustus 2021 dan mengambil tema “Lembaga Fatwa di Era Digital: Tantangan Perkembangan dan Potensi Kerjasama”.

 

Undangan disampaikan langsung oleh Duta Besar Ashraf Sultan saat berkunjung ke MUI pada 26 Juni 2021. Turut hadir dalam delegasi MUI ke Mesir, Wakil Sekjen Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerjasama Internasional Dr. Ali Hasan Al-Bahar. (mui)

 

MAN 1 Jembrana Bali Raih Medali emas Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional

BALI(Jurnalislam.com)— Tim Penelitian Siswa Hipotesa MAN 1 Jembrana Bali meraih medali emas Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Nasional bertajuk  ICHEVO NIPRO 2021. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya. Awarding diberikan secara virtual pada Minggu, 1 Agustus 2021.

Tim Hipotesa diketuai M. Rizki Pratama dengan anggota Firjatullah Farnas Al-Falasany dan Agung Hafidz Haq Putrasani. Untuk menjadi juara, tim ini herus berkompetisi dengan 25 finalis dari seluruh Indonesia. Pada babak penyisihan, mereka bahkan harus menyisihkan 250 karya terbaik siswa SMA/MA dari seluruh Indonesia di bidang Teknik Kimia.

Kepala MAN 1 Jembrana, Agus Subagya, mengapresiasi prestasi ketiga siswanya. Menurut Agus, pretasi ini menjadi kebanggaan, karena diraih di tengah pandemi Covid-19. Siswa MAN 1 Jembrana terbukti tetap semangat untuk menggapai prestasi.

“Saya sangat mengapresiasi semangat dan inovasi siswa dan juga guru pembimbing, sehingga mampu memberikan hasil terbaik untuk MAN 1 Jembrana,” kata Agus, di Jembrana, Selasa (3/8/2021).

Sebagai ikon pendidikan Islam di Provinsi Bali, Agus berharap MAN 1 Jembrana terus melakukan inovasi pendidikan guna mencapai prestasi yang setinggi-tingginya. MAN 1 Jembrana terus berbenah untuk mencapai dan menjadi madrasah yang unggul di segala bidang.

“Saya berharap, prestasi ini mampu membangun motivasi dan semangat siswa lainnya untuk tetap berprestasi di tengah pandemi dan saya berkomitmen untuk meningkatkan kerjasama dengan pihak lain untuk mencapai MAN 1 Jembrana Hebat, Bermartabat, Berkelas Dunia, Bersih, dan Berprestasi,” tegas Agus.

Sebagai pembimbing Tim Hipotesa MAN 1 Jembrana, Lilik Muntamah dan Khairul Yazid bersyukur dan bangga atas capaian siswa binaannya. Mereka berpesan kepada seluruh siswa binaan, tetap rendah hati dan harus bersyukur, mengingat masih banyak kompetisi-kompetisi riset baik nasional maupun internasional yang harus diikuti.

Tim pembimbing juga berharap inovasi yang telah dilahirkan oleh siswa MAN 1 Jembrana ini dapat dikembangkan, sehingga dapat memberikan manfaat kepada masyarakat luas. “Dengan seperti itu, karya riset siswa tidak hanya sekadar untuk objek kompetisi, tetapi juga dapat bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.

Rizki didampingi kedua rekannya mengaku tidak menyangka dapat memberikan medali Emas untuk MAN 1 Jembrana. Hal ini didasari karena persiapan antara penyisihan dan final sangat singkat.

Menurut Rizky, selain menyiapkan diri untuk mengikuti final ICHEVO, juga harus menyelesaikan proposal penelitian Madrasah Young Reasercher Supercamp (MYRES 2021).

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan tidak menyangka meraih medali emas pada kompetisi kali ini, mengingat persiapan yang sangat singkat,” ungkap Rizky.

Lomba tersebut telah dilaksanakan selama enam hari dengan rangkaian kegiatan expo virtual, pameran karya, presentasi karya, dan penghargaan. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara online.

“Kami sangat bersyukur kepada Allah SWT dan terima kasih kepada orang tua, pembina, Bapak Kepala Madrasah, dan seluruh Civitas Akademika MAN 1 Jembrana yang terus mendukung dan mendoakan mulai dari expo virtual hingga presentasi karya,” kata Rizky.

Sebuah inovasi yang mengantarkan Tim Penelitian Siswa Hipotesa MAN 1 Jembrana Bali ini meraih prestasi dengan menciptakan alat pembagi air otomatis. “Kami berinovasi menciptakan sebuah alat pembagi air bersih otomatis kepada pengungsi di daerah kebencanaan berbasis internet of thing (IoT),” jelas Rizky.

Ketiga siswa tersebut menambahkan, latar belakang mereka membuat alat ini adalah ketika mereka menemukan kenyataan pada saat terjadi bencana alam, .asyarakat cenderung akan berebut air bersih, sehingga masing-masing kepala keluarga tidak mendapat bagian air yang merata.

“Kami berharap alat yang kami buat mampu membagi air bersih secara merata kepada yang membutuhkan, khususnya di daerah terdampak bencana,” tegas ketiganya.

KH Jujun Junaedi: Sejukkan Hati dengan Zikir Saat Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Acara pengajian umum dan istighosah kubra virtual kembali digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan mengusung tema Sejukkan Hati di Tengah Pandemi pada Minggu, (1/8).

Acara Istighosah ini penting dilakukan mengingatkan bahwa banyak masyarakat yang membutuhkan dukungan, tidak hanya secara materi namun juga dari aspek batiniah.

Acara pengajian dan istighosah kubra ini turut mengundang para ulama dan pengurus MUI.

Salah satu ulama yang diundang adalah pembicara kondang yang terkenal dengan humornya, yakni Dr. KH. Jujun Junaedi.

Penceramah asal Garut, Jawa Barat ini memberikan tausiyahnya mengenai makna yang sebenarnya dari menyejukkan hati di kala pandemi.

“Saya hanya ingin menggarisbawahi inti acara ini, sejukkan hati di tengah pandemi. Tahukan para hadirin kenapa bahasa yang dipilih adalah sejukkan hati?” tanya Kiai Jujun pada para hadirin.

“Karena hati adalah raja, hati merupakan kesatuan dari saraf sensoris. Itulah mengapa jika hati kita tidak dalam keadaan baik, maka otomatis rusaklah semuanya,” lanjut Kiai Jujun.

 

Kiai Jujun menjelaskan, pada situasi yang sulit saat ini, kunci menyejukkan hati hanya dengan dzikir. Kata Kiai Jujun, dzikir adalah proses pendekatan spiritual pada Allah yang akan membuat hati menjadi tenang.

Ia menuturkan, jika ada seseorang sudah berdzikir tapi masih merasa resah dan gelisah, maka dzikirnya wajib dipertanyakan.

“Orang-orang merasa resah di situasi yang seperti ini, terutama bagi mereka yang terkena Covid-19. Kenapa demikian? Karena orang yang terkena, biasanya yang diingat adalah penyakitnya bukan Allah,” tutur Da’i yang juga dosen IAIN Bandung ini.

 

Innalillahi, Ketua Al Khairat Habib Saggaf Aljufri Meninggal Dunia

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Ketua Utama Al Khairat Habib Saggaf Aljufri, Selasa (3/8), meninggal dunia. Beliau meninggal di Rumah Sakit Al Khairaat pada pukul 15.50 WITA.

Kabar ini dibenarkan oleh Ketua Umum Himpunan Dai Muda Indonesia (HDMI) Habib Idrus Salim Aljufri yang juga ipar almarhum.

“Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rajiun.Telah berpulang ke Rahmatullah, Habib Saggaf Aljufri, ketua Utama Alkahiraat di Rumah sakit Alkhairaat pada pukul 15:50,” kata Habib Idrus Salim.

Habib Idrus mengatakan, Habib Saggaf adalah cucu dari Ulama besar pendiri Al-Khairaat Al-Habib Idrus bin Salim Aljufri (Guru tua) sekaligus murid beliau.

“Habib Saggaf adalah seorang yang ‘Alim dan Istiqomah dalam jalan dakwah serta telah memberikan waktu dan hartanya hanya untuk Ummat. Rahimahullah rahmatal Abror,” kata Habib Idrus.

Sumber: republika.co.id

 

Presiden Afghanistan Salahkan AS Atas Kemajuan Taliban

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Pasukan Afghanistan berjuang mempertahankan sejumlah ibu kota provinsi agar tidak jatuh ke tangan Taliban, pada Senin (2/8/2021)

Pejuang Taliban menyerang setidaknya tiga ibu kota provinsi Lashkar Gah, Kandahar dan Herat, setelah pertempuran sengit akhir pekan yang membuat ribuan warga sipil melarikan diri mengungsi ketempat yang lebih aman.

Pertempuran berkecamuk di ibu kota provinsi Helmand, Lashkar Gah, tempat Taliban melancarkan serangan terkoordinasi di pusat kota dan penjaranya, hanya berselang beberapa jam setelah pemerintah Afghanistan mengumumkan pengerahan ratusan pasukan komando ke daerah itu.

Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani menyalahkan Washington atas memburuknya keamanan di negara itu.

“Alasan untuk situasi kami saat ini adalah bahwa keputusan itu diambil secara tiba-tiba,” kata Ghani kepada parlemen, merujuk pada penarikan pasukan asing AS meninggalkan Afghanistan.

Ghani mengatakan dia telah memperingatkan Washington bahwa penarikan pasukan AS itu akan memiliki “konsekuensi”.

Pernyataan Ghani itu muncul ketika Washington mengatakan bahwa, mengingat meningkatnya kekerasan, akan ada ribuan pengungsi Afghanistan lagi termasuk mereka yang selama ini bekerja dengan Amerika Serikat.

Washington telah memulai mengevakuasi ribuan penerjemah dan keluarga mereka yang bekerja dengan militer dan kedutaan AS selama dua dekade terakhir.

Sementara itu pertempuran berlanjut di Lashkar Gah semalam saat pasukan Afghanistan memukul mundur serangan baru Taliban.

Penduduk Hawa Malalai memperingatkan krisis yang berkembang di kota selatan: “Ada pertempuran, pemadaman listrik, orang sakit di rumah sakit, jaringan telekomunikasi mati. Tidak ada obat-obatan dan apotek tutup.”

Badan amal medis Doctors Without Border mengatakan korban meningkat di Lashkar Gah.

“Telah terjadi tembakan tanpa henti, serangan udara dan mortir di daerah padat penduduk. Rumah-rumah dibom, dan banyak orang menderita luka parah,” kata Sarah Leahy, koordinator kelompok bantuan untuk Helmand.

Provinsi Helmand selama bertahun-tahun adalah pusat dari operasi militer AS dan Inggris di Afghanistan.

Hilangnya Lashkar Gah akan menjadi pukulan strategis dan psikologis yang besar bagi pemerintah, dimana pemerintah telah berjanji untuk mempertahankan ibu kota provinsi itu dengan segala cara setelah kehilangan sebagian besar pedesaan yang jatuh ke Taliban.

Pertempuran juga meningkat di beberapa distrik di provinsi Kandahar, bekas benteng pejuang Taliban, dan di pinggiran ibu kotanya.

Di barat, ratusan pasukan komando juga membela Herat setelah berhari-hari terjadi pertempuran sengit.

“Jika kota-kota Afghanistan jatuh, maka keputusan AS untuk menarik diri dari Afghanistan akan dikenang sebagai salah satu kesalahan strategis paling menonjol dalam kebijakan luar negeri Amerika,” kata pakar Afghanistan yang berbasis di Australia Nishank Motwani kepada AFP. (Bahri)

Sumber: The New Arab

Caraka Muda Nusantara Menghadiri Kamp Pemuda Internasional di Ankara

ANKARA(Jurnalislam.com) – Aliansi kepemudaan lintas negara di Turki, South Asian Youth Organization (SAYO) menggelar kamp pemuda internasional dalam merespon permasalahan yang menimpa bangsa-bangsa Muslim. Melalui “International 4th Annual Summer Camp”, SAYO mengundang puluhan mahasiswa lintas negara pada Kamis (29/07/2021) di Armada Grannos Thermal Hotel, Haymana.

 

Pertemuan yang mengangkat tema “Brotherhood for a New World” tersebut dihadiri oleh tokoh politik berpengaruh Turki sebagai narasumbernya. Diantaranya adalah mantan Menteri Agama Turki Prof. Dr. Mehmet Gormez, Presiden Partai Saadet Temel Karamollaoglu dan Wakil Presiden Partai Saadet Hasan Bitmez.

 

Presiden SAYO, Ashequr Rahman dalam sambutannya menyatakan bangsa-bangsa Muslim yang dilanda konflik membutuhkan solusi diplomatik yang riil. “Bangsa Palestina, Rohingya, Uighur, Kashmir dan Yaman tidak hanya membutuhkan bantuan uang atau makanan. Yang mereka butuhkan dari kita adalah solusi diplomatik atas masalah yang mereka alami selama ini”, ungkap Ashequr.

 

Selain itu Ashequr menyatakan pentingnya kompetensi bagi kemajuan bangsa-bangsa Muslim. “Saat ini dunia sedang mengalami tantangan kehidupan yang semakin sulit dengan pandemi Covid-19. Kita para mahasiswa lintas negara yang sedang kuliah di Turki harus meningkatkan skill dan kompetensi untuk kedepannya bisa memajukan negara kita”, tegasnya.

 

Prof. Mehmet Gormez dalam materinya menyebutkan bahwa pemuda memiliki peran penting dalam perbaikan suatu bangsa, “Kebangkitan suatu bangsa dimulai dari kebangkitan pemudanya. Jika pemudanya memiliki kesadaran akan masalah bangsanya, maka dia yang akan melakukan perbaikan dan perubahan”.

 

Sementara itu Presiden Partai Saadet, Temel Karamollaoglu menyampaikan pesannya kepada para peserta. “Visi yang ingin kita capai adalah warisan dari Prof. Necmettin Erbakan. Sebuah negara yang adil dan makmur, negara yang rakyatnya merasa aman dan kebutuhan dasarnya terpenuhi. Negara yang kuat dan berpengaruh dalam diplomasi dan terbentuknya tatanan dunia baru dimana keadilan dan perdamaian ditegakkan”.

 

Turut hadir dalam agenda tersebut perwakilan organisasi pemuda Indonesia yang diwakili oleh Caraka Muda Nusantara, Ikamat Turki dan KAMMI Turki. Delegasi Caraka Muda diwakili oleh Ketua Umum Adhe Nuansa Wibisono, Sekretaris Jenderal Muhammad Haykal, Ketua Bidang Jaringan Syawal Liansyah dan Wakil Ketua Bidang Kebijakan Publik Haritsah Mujahid.

 

Sebagai koordinator delegasi Indonesia, Wibisono juga ikut memberikan sambutannya, “Pertemuan kita hari ini membuktikan solidaritas antar bangsa itu masih ada. Terima kasih kepada Prof. Erbakan yang menginisiasi forum D-8, forum kerjasama antar bangsa Muslim. Semoga impian dan cita-cita beliau juga terus diwarisi oleh kita para pemuda lintas negara di SAYO ini”.

 

SAYO adalah organisasi mahasiswa Muslim Asia Selatan dan Asia Tenggara yang didirikan di Ankara pada 24 April 2012. Saat ini SAYO memiliki keanggotaan lintas negara dari Bangladesh, India, Pakistan, Indonesia, Malaysia, Rohingya Myanmar, Bangsamoro Filipina, Kashmir dan Afghanistan.

Laznas BMH Bangun Sumur 65 Titik Lokasi Terdampak Kekeringan di Jawa Timur

JATIM(Jurnalislam.com)–Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jawa Timur telah membangun sumur bor 65 titik lokasi untuk ribuan penerima manfaat di daerah krisis air bersih. Hal ini menyusul adanya dampak musim kemarau panjang hingga mengalami kekeringan di sejumlah daerah di Indonesia.

Ketua Divisi Program dan Pendayagunaan BMH Perwakilan Jawa Timur, Imam Muslim menyampaikan, selama ini ribuan warga telah mengalami dampak krisis air bersih, mulai desa kekeringan hingga pesantren pedalaman.

“Alhamdulillah, melalui Program Pembangunan Sumur Bor ini, Laznaa BMH mampu mewujudkan mimpi warga yang memerlukan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari mereka.”kata Imam Muslim

Dampak kekeringan itu, kata Muslim, menjadi perhatian khusus BMH untuk membantu pembangunan sumur bor. Menurutnya, Laznas BMH menargetkan bisa memberikan 114 sumur bor tahun ini.

Saat ini, beberapa daerah yang telah menerima bantuan pembangunan sumur bor dari Laznas BMH telah merasakan manfaatnya.

Saat musim kemarau, warga, serta santri sudah tidak risau lagi untuk menyediakan kebutuhan air bersih.

“Alhamdulillah, berkat bantuan sumur bor BMH, warga disini jadi bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, seperti untuk mandi, masak, mencuci dan lain sebagainya.”ungkap Nizar, salah satu koordinator penerima manfaat Sumur Bor di Modo, Lamongan

Habib Nabiel Ajak Doa dan Prokes Saling Beriringan

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Wakil Ketua Komisi Dakwah MUI, Habib Nabiel Al Musawa, menyampaikan bahwa Allah SWT langsung mengabulkan doa hambanya yang telah melakukan istighosah.

Pernyataan ini disampaikan dalam Pengajian Umum dan Istighosah Kubra Virtual bertema Sejukan Hati di Masa Pandemi bersama MUI, Sabtu malam (31/07).

Dia menyampaikan, Allah SWT sudah menjanjikan dalam Surat Al-Anfal ayat sembilan bahwa seketika mengabulkan doa hambanya yang melakukan istighosah.

“Luar biasanya ayat ini, dilanjutkan fastajaba lahum. Pada ayat lain, biasanya ada kalimat jeda seperti tsumma, tapi di dalam ayat ini Allah mengatakan menjawab langsung seketika dengan fastajaaba. Seketika Allah SWT akan langsung mengabulkan doa,” ujarnya.

“Insyaallah doa kita istijabah. Apalagi banyak para ulama, belum lagi banyak orang yang kondisinya madhluum karena berhentinya mata pencaharian, insyaallah doa kita akan dikabulkan. Tapi pengabulannya seperti apa? Allah lebih paham daripada kita,” imbuhnya.

 

Ulama yang juga kakak kandung Habib Munzir Fuad Al Musawa ini menambahkan, selama ini sudah banyak disampaikan tentang protokol kesehatan maupun protokol mental. menurut pimpinan Majelis Rasulullah ini, fungsi istighosah salah satunya sebagai protokol keimanan.

“Kita sudah mendengarkan makanan yang baik untuk kita makan, mari saatnya kita memberikan makan pada ruh kita, karena hidup kita ada sisi lahir dan batin. Kalau kita lihat ada protokol kesehatan, kemudian ada protokol mental sehat, saya ingin menambahkan protokol keimanan melalui istighosah, ” ujarnya.

“Tugas pemerintah melaksanakan protokol kesehatan, tugas para alumni Covid-19 menyampaikan protokol kesehatan mental, dan tugas para ulama memonitor dan mengembangkan protokol keimanan,” imbuhnya.