Dua Aktivis Malaysia di Armada Global Sumud Ceritakan Kekejaman Israel: “Kami Minum dari Air Toilet”

ISTANBUL (jurnalislam.com)– Penyanyi sekaligus aktor asal Malaysia, Heliza Helmi dan Hazwani Helmi, yang ikut serta dalam misi Armada Global Sumud untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, tiba di Istanbul, Turki, pada Sabtu (4/10). Keduanya menggambarkan perlakuan yang “brutal” dan “kejam” dari pasukan Israel setelah kapal mereka diserang di perairan internasional.

Sebuah pesawat yang membawa 137 aktivis dari armada bantuan tersebut mendarat di Bandara Istanbul. Mereka terdiri dari 36 warga negara Turki dan 23 warga negara Malaysia, bersama sejumlah aktivis kemanusiaan dari berbagai negara lainnya.

Setelah dibebaskan oleh otoritas Israel, para aktivis dibawa ke Institut Kedokteran Forensik Istanbul untuk menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum memberikan kesaksian kepada jaksa penuntut sebagai saksi.

Berbicara kepada kantor berita Anadolu, Hazwani mengatakan bahwa partisipasi mereka dalam misi kemanusiaan itu merupakan kewajiban moral dan agama.

“Kewajiban kita sebagai Muslim adalah membantu mereka, menghentikan blokade, dan mengirimkan makanan serta bantuan kepada warga Palestina,” ujarnya.

Ia juga menceritakan kondisi yang keras selama penahanan.

“Bisakah Anda bayangkan kami minum dari air toilet? Beberapa orang sakit parah, tapi mereka [Israel] hanya berkata, ‘Apakah mereka mati? Jika tidak, itu bukan masalah saya,’” kata Hazwani.

“Mereka sangat kejam, dan dunia perlu tahu bahwa orang Israel adalah orang-orang yang sangat kejam.” imbuhnya.

Heliza pun menuturkan bahwa dirinya berpuasa tanpa makanan selama berhari-hari.

“Saya makan terakhir kali pada 1 Oktober. Hari ini (4 Oktober) baru makan pertama saya. Jadi selama tiga hari saya tidak makan hanya minum dari toilet,” ungkapnya.

Meski mengalami perlakuan tidak manusiawi, kedua suster itu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan rakyat Turki.

“Kami sangat bersyukur dan tersentuh oleh dukungan rakyat Turki. Terima kasih atas perhatian dan bantuan Anda itu membuat kami sangat bahagia,” kata Hazwani.

“Terima kasih, Türkiye,” tambah Heliza dengan penuh haru. (Bahry)

Sumber: AA

Kim Jong Un: Korea Utara Kerahkan “Aset Khusus” Tanggapi 28.500 Tentara AS di Korea Selatan

PYONGYANG (jurnalislam.com)— Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengatakan negaranya telah mengerahkan “aset khusus” sebagai respons atas peningkatan persenjataan Amerika Serikat di Korea Selatan, lapor media pemerintah pada Ahad (5/10).

Amerika Serikat menempatkan sekitar 28.500 tentara di Korea Selatan sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman militer dari Korea Utara yang bersenjata nuklir. Bulan lalu, AS bersama Korea Selatan dan Jepang juga menggelar latihan militer gabungan. Pyongyang rutin mengecam latihan ini sebagai simulasi invasi, sementara sekutu menegaskan bahwa kegiatan tersebut bersifat defensif.

“Aliansi nuklir AS-Korea Selatan sedang berkembang pesat, dan mereka melakukan berbagai latihan untuk mengeksekusi skenario berbahaya,” kata Kim saat membuka pameran senjata di Pyongyang pada Sabtu (4/10), dikutip Kantor Berita Pusat Korea (KCNA).

Ia menambahkan, “Seiring dengan peningkatan persenjataan militer AS di wilayah Korea Selatan, kekhawatiran strategis kami juga meningkat. Oleh karena itu, kami telah menugaskan aset khusus kami ke target-target utama.” Namun, Kim tidak menjelaskan secara rinci apa yang dimaksud dengan “aset khusus” tersebut.

Foto-foto KCNA menunjukkan Kim Jong Un berjalan di antara berbagai senjata, termasuk rudal, didampingi sejumlah jenderal Korea Utara di pusat pameran senjata dalam ruangan.

Bulan lalu, Kim menyatakan keterbukaannya untuk berunding dengan Amerika Serikat, sambil menyinggung hubungan baiknya dengan Presiden Donald Trump, dengan syarat negaranya tidak menyerahkan persenjataan nuklir.

Selama masa jabatan Trump, Kim bertemu dalam tiga pertemuan puncak, sebelum perundingan di Hanoi gagal pada 2019 terkait konsesi senjata nuklir. Sejak itu, Korea Utara menegaskan tidak akan melepaskan senjata nuklirnya dan mendeklarasikan diri sebagai negara nuklir yang “tidak dapat diubah,” meskipun terus menghadapi sanksi PBB. (Bahry)

Sumber: Alarabiya

Kasus HIV di Blitar Terus Bertambah, Didominasi Kelompok Gay

BLITAR (jurnalislam.com)– Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar mengungkapkan keprihatinan atas meningkatnya kasus HIV di wilayahnya. Hingga pertengahan Juni 2025, tercatat 91 orang positif HIV, dengan mayoritas berasal dari kelompok laki-laki seks dengan laki-laki (LSL) atau gay.

“Sebutannya sekarang ODIV, orang dengan HIV. Jumlahnya terus bertambah setiap hari di Kabupaten Blitar. Ini tentu menjadi keprihatinan bagi kami dan juga masyarakat,” kata Kepala Dinkes Kabupaten Blitar Christine Indrawati kepada wartawan (2/6/2025).

Berdasarkan data Dinkes, sejak Januari hingga 19 Juni 2025 tercatat 91 kasus baru HIV. Sementara pada tahun 2024, total penderita mencapai 190 orang.

“Kasus terbanyak memang dari kelompok LSL. Ini menjadi perhatian serius, karena dari sana potensi penularan lebih besar,” ujar Christine.

Untuk menekan penyebaran HIV, Dinkes Kabupaten Blitar bekerja sama dengan LSM Mahameru, lembaga yang fokus mendampingi kelompok berisiko dan penderita HIV. Melalui kerja sama ini, pendekatan edukatif, agama, dan psikologis terus dilakukan agar para penderita tidak terjerumus pada perilaku menyimpang.

“Yang bisa kami lakukan adalah memberikan pendampingan dan mengingatkan agar mereka tidak melakukan seks bebas, apalagi dengan sesama jenis. Pendekatan agama dan psikologis juga kami tempuh,” jelasnya.

Christine menambahkan, sekitar 90 persen penderita HIV di Blitar sudah bersedia menjalani pengobatan. Obat antiretroviral (ARV) dapat diambil di seluruh fasilitas kesehatan (fasyankes) termasuk puskesmas.

“Saat ini hampir semua penderita HIV sudah mau menjalani terapi. Meski banyak yang bekerja di luar daerah, mereka tetap bisa mengambil obat di sini atau di fasyankes lain,” tuturnya.

Dinkes Kabupaten Blitar menegaskan akan terus berupaya mencegah bertambahnya kasus HIV melalui edukasi, deteksi dini, serta kerja sama lintas lembaga dan masyarakat.

Sumber: detikjatim

Serangan Israel Meningkat Meski Trump Serukan Gencatan Senjata

GAZA (jurnalislam.com)– Meskipun Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menyerukan agar Israel menghentikan serangan udaranya di Jalur Gaza menyusul pengumuman kesiapan Hamas untuk berdamai, pemboman justru terus berlanjut pada Sabtu (4/10). Sedikitnya 57 warga Palestina gugur sejak fajar, menurut keterangan badan pertahanan sipil Gaza.

“Korban tewas akibat pemboman Israel yang terus berlanjut sejak fajar hari ini mencapai 57 orang, termasuk 40 orang di Kota Gaza,” ujar Mahmud Bassal, juru bicara badan pertahanan sipil Gaza.

Serangan udara dan darat Israel dilaporkan terus menggempur Kota Gaza, termasuk lingkungan Al-Rimal.

“Pengeboman Israel di Gaza berlanjut dengan intensitas dan pola yang sama — serangan udara, penembakan artileri, dan tembakan drone quadcopter masih terus berlangsung,” kata Mohammed al-Mughayyir dari lembaga yang sama.

Warga Gaza melaporkan bahwa justru sejak seruan Trump untuk jeda, serangan Israel semakin meningkat.

“Siapa yang akan menghentikan Israel sekarang? Kita perlu negosiasi yang lebih cepat untuk menghentikan genosida dan pertumpahan darah ini,” kata Mahmud Al-Ghazi, 39 tahun, warga Al-Rimal.

Militer Israel memperingatkan warga agar tidak kembali ke Kota Gaza dan menyebut kawasan tersebut “sangat berbahaya”. Media Israel juga melaporkan bahwa militer telah beralih ke posisi defensif menyusul tekanan dari Trump, meskipun belum ada konfirmasi resmi.

𝗪𝗮𝗿𝗴𝗮 𝗚𝗮𝘇𝗮: 𝗦𝗲𝗿𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗕𝗲𝗹𝘂𝗺 𝗕𝗲𝗿𝗵𝗲𝗻𝘁𝗶

Jamila al-Sayyid, 24 tahun, warga Al-Zeitoun, mengatakan bahwa ia sempat merasa senang mendengar pengumuman gencatan senjata oleh Trump.

“Saya senang ketika Trump mengumumkan gencatan senjata, tapi pesawat tempur tidak berhenti,” ujarnya.

Seorang jurnalis AFP di wilayah pesisir Al-Mawasi melaporkan seruan “Allahu Akbar!” dari tenda-tenda pengungsi ketika kabar tentang pernyataan Hamas menyebar.

“Hal terbaiknya adalah Presiden Trump sendiri yang mengumumkan gencatan senjata, dan Netanyahu tidak akan bisa lolos kali ini… Trump satu-satunya yang bisa memaksa Israel menghentikan perang,” kata Sami Adas, 50 tahun, yang kini hidup di tenda bersama keluarganya di Kota Gaza.

Perang Israel di Gaza telah menewaskan sedikitnya 67.074 warga Palestina, sementara wilayah tersebut kini hampir tidak layak huni akibat kehancuran infrastruktur vital seperti rumah, fasilitas kesehatan, dan jaringan jalan.

Sejumlah pakar genosida, organisasi hak asasi manusia, serta komisi PBB menyebut agresi berkepanjangan ini sebagai bentuk genosida terhadap rakyat Palestina. (Bahry)

Sumber: TNA

Semua Pihak Kirim Delegasi ke Kairo Bahas Proposal Trump, Hamas Tolak Dikeluarkan dari Pemerintahan Gaza

GAZA (jurnalislam.com)— Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan pada Sabtu (4/10) bahwa ia berharap para tawanan yang ditahan oleh Hamas dapat segera dipulangkan dalam beberapa hari ke depan. Sementara itu, para negosiator menuju Kairo untuk melanjutkan pembicaraan yang bertujuan mengakhiri perang Israel di Gaza yang telah berlangsung hampir dua tahun.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan bahwa ia “𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘰𝘭𝘦𝘳𝘢𝘯𝘴𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘶𝘯𝘥𝘢𝘢𝘯” dari pihak Hamas setelah kelompok perlawanan Palestina itu menyatakan persetujuannya terhadap rencana pembebasan para tawanan dan pengelolaan Gaza pascaperang.

Netanyahu dalam pernyataan yang disiarkan televisi memuji “tekanan militer dan diplomatik” yang, menurutnya, telah memaksa Hamas untuk setuju membebaskan para tawanan.

“Saya berharap dalam beberapa hari mendatang kami dapat memulangkan semua sandera kami… selama liburan Sukkot,” kata Netanyahu, merujuk pada festival Yahudi yang dimulai Senin dan berlangsung selama satu minggu.

Netanyahu juga mengungkapkan bahwa ia telah mengirim para negosiator ke Mesir “untuk menyelesaikan detail teknis” kesepakatan tersebut. Pihak Kairo mengonfirmasi bahwa mereka juga akan menjamu delegasi Hamas untuk membahas kondisi di lapangan serta detail pertukaran seluruh tahanan Israel dan Palestina sesuai proposal Trump.

Dari pihak AS, Gedung Putih menyebutkan bahwa Trump telah mengutus dua orang dekatnya ke Mesir, yaitu menantunya Jared Kushner dan negosiator Timur Tengah Steve Witkoff.

Pada Jumat malam, Hamas mengumumkan kesediaannya untuk membebaskan semua tawanan — baik yang masih hidup maupun jenazah yang tersisa — sesuai formula pertukaran yang tercantum dalam proposal Trump.

Trump menyambut pernyataan Hamas itu sebagai tanda bahwa kelompok tersebut “𝘴𝘪𝘢𝘱 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘳𝘥𝘢𝘮𝘢𝘪𝘢𝘯 𝘢𝘣𝘢𝘥𝘪” dan kembali mendesak Israel untuk menghentikan pemboman.

Namun pada Sabtu, ia memperingatkan Hamas agar “bergerak cepat” menuju kesepakatan, atau “𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘵𝘢𝘳𝘶𝘩𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘢𝘵𝘢𝘭.”

Sementara itu, Netanyahu menegaskan bahwa “𝘏𝘢𝘮𝘢𝘴 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪𝘭𝘶𝘤𝘶𝘵𝘪, 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘴𝘦𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘥𝘪𝘱𝘭𝘰𝘮𝘢𝘵𝘪𝘴 𝘮𝘦𝘭𝘢𝘭𝘶𝘪 𝘳𝘦𝘯𝘤𝘢𝘯𝘢 𝘛𝘳𝘶𝘮𝘱 𝘮𝘢𝘶𝘱𝘶𝘯 𝘴𝘦𝘤𝘢𝘳𝘢 𝘮𝘪𝘭𝘪𝘵𝘦𝘳 𝘰𝘭𝘦𝘩 𝘬𝘢𝘮𝘪.”

𝗛𝗮𝗺𝗮𝘀 𝗧𝗼𝗹𝗮𝗸 𝗗𝗶𝗸𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿𝗸𝗮𝗻 𝗱𝗮𝗿𝗶 𝗣𝗲𝗺𝗲𝗿𝗶𝗻𝘁𝗮𝗵𝗮𝗻 𝗚𝗮𝘇𝗮

Seorang pejabat Hamas menyebut Mesir akan menjadi tuan rumah konferensi bagi seluruh faksi Palestina untuk membahas rencana pascaperang Gaza.

Menanggapi rencana Trump, Hamas menegaskan bahwa mereka tetap harus memiliki suara dalam pemerintahan wilayah tersebut.

Proposal Trump menyebutkan bahwa Hamas dan faksi-faksi lain “𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘯 𝘢𝘱𝘢 𝘱𝘶𝘯 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘱𝘦𝘮𝘦𝘳𝘪𝘯𝘵𝘢𝘩𝘢𝘯 𝘎𝘢𝘻𝘢”. Rencana itu juga menyerukan penghentian permusuhan, pembebasan tawanan dalam 72 jam, penarikan pasukan Israel secara bertahap dari Gaza, serta pelucutan senjata Hamas.

Menurut perjanjian tersebut, administrasi Gaza akan diambil alih oleh badan teknokratis di bawah pengawasan otoritas transisi yang dipimpin langsung oleh Trump. (Bahry)

Sumber: TNA

Turki Evakuasi 137 Aktivis Global Sumud, Termasuk Warga Turki dan Sejumlah Aktivis Internasional

ISTANBUL (jurnalislam.com)– Sebuah penerbangan khusus Turkish Airlines membawa pulang 137 aktivis Armada Global Sumud yang ditahan Israel di perairan internasional, Sabtu sore (4/10). Aktivis yang dievakuasi termasuk warga Turki dan sejumlah aktivis internasional, sementara beberapa aktivis lain masih menunggu proses deportasi di Israel.

Para aktivis mengungkapkan bahwa mereka mengalami perlakuan tidak manusiawi selama ditahan. Mereka tidak diberi air minum selama lebih dari satu hari, dilarang menunaikan salat, dan mengalami penghinaan serta kekerasan fisik.

“Sejak kapal kami mendekati Gaza, kami menjadi sasaran penghinaan oleh Israel. Kini kami lebih memahami penderitaan warga Palestina,” kata salah seorang aktivis kepada TRT World.

Jurnalis Italia Lorenzo Agostino menyebut dirinya “berada di tempat yang sangat biadab” saat ditahan secara ilegal.

“Kami diculik, ditendang, dan dibiarkan tanpa air bersih selama lebih dari dua hari. Begitu sampai di darat, mereka mempermalukan kami setiap kesempatan,” ujarnya.

Setibanya di Istanbul, para aktivis disambut hangat pemerintah dan masyarakat. Ribuan orang berkumpul di bandara, meneriakkan dukungan bagi Armada Global Sumud dan perjuangan rakyat Palestina.

Seorang aktivis Turki memuji dukungan pemerintahnya. “Kami berhasil mematahkan blokade Israel yang tidak manusiawi dan menunjukkan betapa represifnya mereka,” katanya kepada TRT World.

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menyambut kedatangan para aktivis. Ia memuji keberanian mereka yang “mengambil sikap terhormat menentang penindasan dan menjadi suara bagi kaum tertindas,” serta menegaskan pemerintah Turki akan terus berupaya memulangkan warganya yang masih ditahan.

Sementara itu, aktivis asal Prancis Yassine Benjelloun menggambarkan perlakuan kasar selama penahanan.

“Kami dibiarkan tanpa air selama 32 jam, hampir tanpa makanan, dan dibangunkan setiap dua jam oleh anjing-anjing serta penembak jitu. Hal ini membuat kami membayangkan penderitaan rakyat Palestina setiap hari,” ujarnya.

Benjelloun menutup pernyataannya dengan ucapan terima kasih kepada Turki. “Kami berutang terima kasih kepada Turki atas bantuan mereka yang membuat kami bisa kembali ke rumah dengan selamat,” katanya. (Bahry)

Sumber: TRT

Ketiadaan Jaminan Keamanan Dalam Transportasi Umum

Oleh : Siti Rima Sarinah

Semakin hari kejahatan semakin marak terjadi, terutama kejahatan dalam transportasi umum. Transportasi umum seperti angkutan kota (angkot), bis, kereta api dan lain sebagainya, menjadi alat transportasi andalan masyarakat yang digunakan untuk memudahkan aktifitas sehari-hari. Sebab, transportasi tersebut ongkosnya  ramah dikantong masyarakat khususnya kalangan menengah ke bawah. Walaupun harus berjibaku dengan kemacetan dam ketidaknyamanan seperti harus berdesak-desakan serta membutuhkan waktu yang lama.

Kasus pencopetan terjadi dalam sebuah angkot jurusan Empang-Pancasan, Kecamatan Bogor yang diciduk oleh polisi setelah melakukan aksi kejahatannya. Pelaku mengambil HP milik penumpang  perempuan yang merupakan seorang guru. Korban menyadari HP telah hilang setelah turun dari angkot. Sang copet berhasil diringkus oleh korban sendiri yang menggunakan aplikasi petunjuk posisi handphone, sehingga dengan mudah polisi melacak keberadaan pelaku (detiknews, 16/09/2025)

Kasus kejahatan seperti pencopetan dan perampokan memang sudah biasa terjadi di transportasi umum. Karena tidak ada pilihan lain, sehingga masyarakat terpaksa harus menggunakan angkutan umum yang tidak memberikan jaminan keamanan bagi para penumpang. Bahkan tak jarang, pelaku kejahatan bekerja sama  dengan sopir angkot untuk mencari mangsa dan memudahkan menjalankan aksinya. Kasus-kasus seperti ini banyak terjadi dan mengakibatkan korban jiwa, dikarenakan si korban berusaha mempertahankan harta miliknya agar tidak diambil oleh pelaku kejahatan.

Memang benar, selain angkutan umum masih banyak lagi jenis transportasi lain yang lebih aman, seperti taxi online dan ojek online. Namun, ongkos yang dikeluarkan lebih besar dibanding dengan menggunakan angkutan umum yang ongkosnya murah meriah. Bahkan sebagian masyarakat memiliki membeli motor atau mobil secara kredit untuk mengantisipasi maraknya kejahatan dalam bertransportasi. Selain mendapatkan kenyamanan dan keamanan dengan menggunakan transportasi pribadi, juga bisa menghemat waktu dan tenaga untuk menjalankan aktifitas sehari-hari.

Namun, meningkatnya masyarakat yang membeli kendaraan pribadi memunculkan persoalan baru, yaitu kemacetan yang semakin parah. Hal ini membuktikan individu masyarakatlah yang berjuang secara mandiri untuk menciptakan keamanan dan kenyamanan dalam bertransportasi. Upaya ini dilakukan oleh masyarakat agar terhindar dari aksi kejahatan dalam angkutan umum.

Pada hakikatnya, transportasi merupakan hajat hidup masyarakat yang wajib difasilitasi dan dijamin keamanan dan kenyamanannya oleh negara. Sebab, negara adalah pihak yang berwenang yang memiliki kekuasaan untuk membuat aturan dan mengatur berbagai hal yang berkaitan dengan masyarakat, seperti transportasi. Bukankah ada aparat keamanan yang  bisa ditugaskan  melakukan patroli untuk mencegah  berbagai aksi kejahatan, terutama di angkutan umum?

Tidak dimungkiri, tidak berjalannya peran negara untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat, tak lepas dari penerapan kapitalisme yang diterapkan hari ini. Sistem ini telah memandulkan peran negara hanya sebagai regulator. Dan memosisikan dirinya sebagai penjual dan rakyat sebagai pembeli.

Maka, apabila rakyat ingin mendapatkan jaminan keamanan akan terealisasi jika rakyat mampu membayarnya. Karena, dalam kamus sistem ini tidak ada yang gratis. Sehingga wajarlah apabila semua hajat hidup rakyat hanya dipandang sebagai ajang bisnis yang dapat menghasilkan cuan.

Kondisi seperti ini seharusnya tidak terjadi di tengah masyarakat. Jikalau negara menjalankan fungsinya dengan benar sebagai pengayom dan pelayan bagi urusan rakyat. Potret negara yang melaksanakan perannya tersebut adalah negara yang menerapkan sistem yang berasal dari syariat Islam. Sebab, Islam memerintahkan negara menjadi garda terdepan untuk memberikan jaminan perlindungan dan jaminan-jaminan lainnya secara adil dan merata bagi seluruh rakyatnya.

Negara pun akan mengatur bagaimana menciptakan keamanan dalam bertransportasi dengan bekerja sama  dengan kepolisian untuk melakukan patroli keliling 24 jam untuk memastikan tidak ada kejahatan yang terjadi. Patroli ini dilakukan baik di pemukiman masyarakat maupun di tempat-tempat umum.

Sehingga jika terjadi kasus kejahatan, polisi segera bertindak tanpa harus mendapatkan laporan dari masyarakat terlebih dahulu. Bahkan dengan patroli ini, polisi bisa mencegah dan mengetahui kasus kejahatan yang terjadi di tengah masyarakat. Dan memberikan sanksi setimpal yang memberikan efek jera kepada pelaku sehingga bertobat dan tidak mengulangi aksi kejahatannya.

Negara juga akan menciptakan alat transportasi umum yang aman, nyaman dengan biaya yang murah sehingga terjangkau oleh masyarakat. Dengan memperbaiki infrastruktur jalan raya, sehingga tidak ada jalan yang bolong atau longsor yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Sehingga masyarakat akan lebih memiliki transportasi umum ketimbang menggunakan kendaraan pribadi. Hal ini juga bisa mengatasi kemacetan karena meningkatnya kendaraan pribadi.

Yang terpenting negara akan membuka lapangan pekerjaan seluas-luasnya dan memberikan skill (pelatihan), sehingga setiap individu rakyat bisa mendapatkan pekerjaan dengan mudah. Dan tidak ada alasan bagi masyarakat untuk melakukan tindak kejahatan  dengan alasan ekonomi.

Karena negara telah memfasilitasi lapangan pekerjaan agar bisa menafkahi keluarganya dengan cara yang layak Dengan mekanisme penerapan syariat Islam, maka satu-satu persoalan yang muncul di tengah masyarakat bisa teruraikan. Rakyat pun bisa merasakan hidup yang aman, nyaman dan sejahtera, di bawah naungan negara yang mendedikasikan dirinya untuk rakyat. Tentu kita bisa memilih sistem manakah yang layak mengatur kehidupan kita, kapitalisme atau Islam?

Gay Jadi Penyumbang Tertinggi Kasus HIV di Jawa Barat

BANDUNG (jurnalislam.com)– Kasus penularan HIV di Jawa Barat menunjukkan tren mengkhawatirkan. Data Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Jabar mengungkapkan bahwa kelompok lelaki seks lelaki (LSL) atau gay menjadi penyumbang tertinggi kasus baru sepanjang tahun 2024.

Dari total 1,19 juta orang yang menjalani tes HIV, tercatat 52.105 orang berasal dari kelompok LSL. Hasilnya, 3.247 orang di antaranya dinyatakan positif HIV. Angka tersebut merupakan yang tertinggi dibanding kelompok lainnya.

“Kalau melihat grafik, penularan HIV paling banyak memang melalui hubungan seksual, khususnya pada kelompok laki-laki seks dengan laki-laki,” ujar Pengelola Program KPA Jabar, Landry Kusmono, dikutip Selasa (26/6/2025).

Lebih mengkhawatirkan, lanjut Landry, banyak dari LSL tersebut juga memiliki pasangan lawan jenis. Kondisi ini menyebabkan risiko penularan HIV tidak hanya terbatas di komunitas mereka, namun berpotensi meluas ke masyarakat umum.

“Banyak LSL di Jawa Barat itu juga punya pasangan. Jadi penularan bisa terjadi lintas kelompok,” tambahnya.

𝗟𝗼𝗻𝗷𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗞𝗮𝘀𝘂𝘀 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝟯 𝗧𝗮𝗵𝘂𝗻 𝗧𝗲𝗿𝗮𝗸𝗵𝗶𝗿

Data KPA Jabar juga mencatat lonjakan drastis kasus HIV dalam tiga tahun terakhir. Jika sebelumnya penambahan kasus tahunan relatif stabil di kisaran 5.000 kasus, sejak 2022 grafik meningkat tajam.

Tahun 2022 tercatat 8.620 kasus baru, 9.710 kasus pada 2023, dan melonjak menjadi 10.405 kasus di akhir 2024. Artinya, kenaikan temuan kasus baru mencapai 100 persen dibanding periode sebelumnya.

Landry menilai salah satu pemicu lonjakan tersebut adalah mobilitas tinggi kelompok berisiko pasca pandemi COVID-19. Banyak pekerja seks dan pekerja migran yang kembali ke daerah asal setelah kehilangan pekerjaan, sehingga memicu penularan di lingkungannya.

“Banyak perempuan pekerja seks dari luar daerah kembali ke kampung halaman, lalu menularkan di lingkungan terdekat, termasuk keluarga dan masyarakat. Begitu juga laki-laki asal Jawa Barat yang sebelumnya bekerja di luar daerah,” jelasnya.

Menurut Landry, jalur penularan HIV di Jawa Barat mayoritas masih melalui hubungan seksual dibandingkan penggunaan jarum suntik.

Sumber: detik

Trump Desak Israel Hentikan Pemboman Gaza, Netanyahu ‘Terkejut’

WASHINGTON (jurnalislam.com)– Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat (3/10/2025) menyerukan kepada Israel untuk segera menghentikan pemboman di Jalur Gaza, menyusul pernyataan terbaru dari Hamas yang menandakan kesiapan untuk menuju kesepakatan damai.

Melalui akun resminya di Truth Social, Trump menulis, “Berdasarkan pernyataan yang baru saja dikeluarkan oleh Hamas, saya yakin mereka siap untuk PERDAMAIAN abadi. Israel harus segera menghentikan pemboman Gaza, agar kita dapat mengeluarkan para sandera dengan aman dan cepat!”

Ia menambahkan, “Saat ini, terlalu berbahaya untuk melakukan itu. Kami sudah berdiskusi tentang detail yang akan diselesaikan. Ini bukan hanya tentang Gaza, ini tentang perdamaian yang telah lama diidamkan di Timur Tengah.”

Langkah tersebut menjadi pertama kalinya sejak kembali menjabat pada Januari, Trump secara eksplisit meminta sekutu utamanya, Israel, untuk menghentikan operasi militernya di Gaza.

Trump bahkan membagikan pernyataan resmi Hamas di media sosialnya — sebuah langkah yang jarang terjadi bagi seorang presiden AS — dan Gedung Putih turut mengunggah pernyataan yang sama. Dalam video singkat dari Ruang Oval, Trump menyebut hari itu sebagai momen bersejarah.

“Ini hari yang sangat istimewa, mungkin belum pernah terjadi sebelumnya. Saya menantikan para sandera pulang ke orang tua mereka,” kata Trump dari balik Meja Resolute.

Trump menegaskan bahwa isu penyanderaan menjadi prioritasnya sejak awal masa jabatannya. Ia menyalahkan pendahulunya, Joe Biden, atas berlanjutnya perang dan menekankan tekadnya untuk mencapai kesepakatan damai yang komprehensif. “Semua orang akan diperlakukan secara adil,” ujarnya.

Sementara itu, media Axios melaporkan bahwa Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu “terkejut” dengan pernyataan Trump. Sumber-sumber Israel menilai tanggapan Hamas belum memenuhi poin-poin utama dalam rencana perdamaian 20 butir yang diumumkan Trump pada Senin lalu di Gedung Putih.

Trump sebelumnya memberikan batas waktu hingga Ahad malam bagi Hamas untuk menanggapi rencana tersebut atau menghadapi “neraka.”

Menanggapi seruan Trump, Hamas menyebut desakan agar Israel menghentikan pengeboman Gaza sebagai “hal yang menggembirakan.” Namun, pejabat senior Hamas, Mahmoud Mardawi, mengatakan kepada AFP bahwa rencana Trump “tidak jelas, ambigu, dan kurang detail.” (Bahry)

Sumber: F24

Hamas Tanggapi Proposal Trump untuk Hentikan Perang di Gaza

GAZA (jurnalislam.com)– Gerakan Perlawanan Islam (Hamas) pada Jumat (3/10/2025) merilis pernyataan resmi terkait proposal Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai penghentian perang di Jalur Gaza.

Dalam keterangan yang disampaikan, Hamas menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan konsultasi internal dengan lembaga kepemimpinan, faksi-faksi Palestina, serta para mediator dan sekutu sebelum mengambil keputusan.

“Gerakan Hamas menghargai upaya Arab, Islam, dan internasional, serta upaya Presiden AS Donald Trump, yang menyerukan diakhirinya perang di Jalur Gaza, pertukaran tahanan, masuknya bantuan segera, penolakan pendudukan Jalur Gaza, dan pengusiran rakyat Palestina kami dari sana,” bunyi pernyataan tersebut.

Hamas menyatakan kesediaannya untuk membebaskan seluruh tahanan Israel, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal, sesuai formula pertukaran yang diajukan Trump, dengan syarat semua ketentuan dalam pertukaran tersebut dipenuhi.

“Gerakan menegaskan kesiapannya untuk segera berunding melalui para mediator guna membahas detail perjanjian ini,” lanjut Hamas.

Selain itu, Hamas juga menegaskan kesiapan untuk menyerahkan administrasi Jalur Gaza kepada badan independen Palestina berbasis teknokrat, dengan catatan langkah tersebut lahir dari konsensus nasional Palestina serta mendapat dukungan Arab dan Islam.

Terkait isu-isu lain dalam proposal Trump mengenai masa depan Gaza, Hamas menyebut hal itu akan dibahas dalam kerangka kerja nasional Palestina yang lebih komprehensif. “Hamas akan menjadi bagian darinya dan akan berkontribusi dengan penuh tanggung jawab,” tegas pernyataan itu.