Wapres Apresiasi Tokoh Muhammadiyah Sebagai Perintis NKRI

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com)–Pada peringatan Hari Santri,  Wapres KH Ma’ruf Amin berpesan kepada para santri untuk terus mempererat persatuan dan kesatuan antarwarga bangsa, khususnya menjelang Pemilu 2024.

“Selain kita menjaga kesepakatan nasional, supaya bangsa ini tidak terkoyak apalagi ketika kita akan menghadapi pemilu legislatif, pemilihan presiden, dan sebagainya, hendaknya kita tidak melupakan semangat kesepakatan nasional sebagai satu bangsa,” pinta Wapres.

“Berbeda [pilihan] tidak perlu terjadi permusuhan, sehingga merusak persatuan dan kesatuan nasional,” pungkasnya.

Sebelumnya, sejalan dengan Wapres, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Busyro Muqoddas mengungkapkan bahwa para pejuang kemerdekaan dan perumus dasar negara Pancasila pada umumnya adalah komunitas santri.

“Kita mencatat Ki Bagus Hadikusumo dari Muhammadiyah, Abdul Kahar Muzakir dari Muhammadiyah, demikian juga Jenderal Besar TNI Soedirman adalah merupakan produk dari komunitas santri pada saat itu. Tokoh-tokoh inilah yang kemudian kita kenal sebagai tokoh-tokoh awal yang merintis dengan jiwa dan raganya sehingga terbentuk NKRI,” sebutnya.

Peringatan Maulid Nabi, Momen Penuhi Panggilan Allah dan Bangsa

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Nabi Muhammad Shallalallahu ‘Alaihi Wassalam (SAW) adalah sosok yang menjadi panutan terbaik bagi seluruh umat muslim di seluruh dunia. Di momen peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW ini, diharapkan umat muslim kembali memupuk rasa cintanya dengan senantiasa meneladani ketaatan Rasullulah SAW agar mendapat keberkahan dari Allah Subhabahu Wa Ta’ala (SWT) dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

“Saya kira ketika kita memperingati Maulid Nabi sekarang ini, bagaimana kita memposisikan diri sebagai hamba yang bisa memenuhi panggilan Allah sebagaimana seorang mukmin dengan berpegang pada sami’na wa atho’na (kami mendengar dan kami taat),” ucap Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin secara daring pada Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1444 H di Sekretariat Wakil Presiden, Jakarta, Senin, (24/10/2022).

Lebih lanjut, Wapres mengutip firman Allah dalam Al-Quran yang menyatakan bahwa sebagai seorang mukmim, harus selalu taat kepada Allah dan rasulnya tanpa menunda-nunda.

“Karena orang mukmin seperti dikatakan Allah SWT bahwa orang mukmin itu kalau dipanggil kepada Allah dan rasulnya untuk menerima hukum-hukumnya, ucapan mereka hanya satu, yaitu sami’na wa atho’na, tidak ada tunda menunda,” jelasnya.

Dalam acara yang mengangkat tema “Meneladani Rasulullah SAW mewujudkan SDM Ber-AKHLAK ini, Wapres menyebut bahwa sejatinya setiap manusia memiliki sifat alami yang kurang baik. Untuk itu, sebagai seorang mukmin yang baik harus berusaha menghilangkan sifat-sifat jelek tersebut.

“Dalam manusia itu ada sifat jelek, ada sifat baik, sifat basyariyah (manusiawi) yang bisa menghalangi kita. Ini yang harus dihilangkan, sifat sombong, sifat tamak, sifat takabur, ini harus dihilangkan sehingga dapat memenuhi panggilan Allah dan dekat di hadirat Allah SWT,” pesan Wapres.

Menutup sambutannya, Wapres mengingatkan kepada para pejabat dan pegawai Sekretariat Wakil Presiden agar selain menunaikan kewajiban kepada agama, hendaknya berkontribusi terhadap kemajuan bangsa.

“Kita sekaligus di satu sisi sebagai mukmin harus memenuhi panggilan Allah, sebagai bangsa Indonesia, kita harus memenuhi panggilan negara. Dua hal ini adalah yang harus kita tegakkan. Dan dua-duanya menjadi kewajiban, tanggung jawab kita, sebagai orang Islam Indonesia,” tutup Wapres.

Sebelumnya, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami’ Baiturrahman Setwapres Robby J. Prihana menyampaikan bahwa momen peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW kali ini dapat memberikan semangat baru bagi keluarga besar Setwapres untuk meningkatkan kinerja dalam melayani masyarakat.

“Semoga peringatan maulid kali ini juga menjadi momentum bagi kita dalam beroptimalisasi dalam berkarya serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat”, ungkapnya.

Sementara dalam tausiahnya, Pimpinan Majelis Rasullullah SAW, Habib Nabiel Almusawa, menyampaikan bahwa Baginda Rasulullah SAW sangatlah mencintai umatnya. Untuk itu, sebagai umatnya, kita harus senantiasa berusaha meneladani sikap beliau.

“Nabi Muhammad SAW harus ada di hati kita lebih dari apapun kecuali Allah, walaupun kita tidak bisa menyamai, mari kita niatkan mengikuti teladan beliau, kasih sayang, rendah hati, dan kebaikan beliau,” tuturnya.

 

Keuangan Syariah Terbukti Dukung Pemulihan Ekonomi Nasional

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Keuangan syariah merupakan salah satu instrumen yang dapat mendukung pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya adalah melalui peningkatan dukungan terhadap UMKM.

Hal tersebut disampaikan Sekjen MUI, Buya Amirsyah, pada Rapat Koordinator Daerah (Rakorda) MUI di Kalimantan Utara pada Jumat ( 21/10/2022).

“Ekonomi keuangan syariah melalui perbankan seperti Bank Syariah Indonesia (BSI), Bank Muamalat dan Bank Mega Syariah telah ikut berkontribusi untuk memperkuat pembiayaan Usaha Menengah Kecil Masyakakat (UMKM) sehingga mampu mengatasi kesenjangan ekonomi masyarakat,” kata dia dalam keterangannya, Senin (24/10/2022).

Atas dasar inilah, Buya Amirsyah mengatakan, MUI mengajak masyarakat Indonesia untuk memperkuat ekonomi keuangan syariah.

Dalam kesempatan tersebut Buya Amirsyah menyampaikan, bahwa penguatan ekonomi keuangan syariah merupakan bagian dari tugas pokok MUI.

Yaitu yang pertama pertama, melayani umat (khodimul ummah). Kedua, melindungi umat (himayatul ummah). Ketiga, penguatan umat (taqwiyatul ummah), terutama bidang ekonomi keuangan syariah.

“Tiga hal ini diperkuat lagi dengan bermitra bersama pemerintah (shodiqul hukumah),” kata Buya Amirsyah.
Rakorda yang juga dihadiri Gubernur Kalimantan Utara tersebut mengusung tema ‘Aktulisasi Islam Rahmatan lil ‘alamin untuk Indonesia Pulih lebih Cepat, Bangkit lebih kuat dan Bermartabat’.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kalimantan Utara, Zainal Arifin Paliwang, menyampaikan apresiasi kepada MUI untuk memperkuat kebersamaan para ulama dalam menjaga umat dalam membangun kemajuan daerah yang sejalan dengan tema Rakorda MUI.

Selaras dengan hal tersebut, Ketua MUI Kalimantan Utara, KH Zainudin Dalila, juga menegaskan , bahwa kekuatan umat terletak pada kebersamaan berdasarkan ukhuwah Islamiyah.

Untuk itu dia mengajak seluruh jajaran MUI agar menjadikan ukhuwah sebagai kekuatan umat dan bangsa. (mui)

 

Muktamar Haji 2023 Akan Bahas Kuota hingga Pelayanan Jamaah

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengundang Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tamu utama dalam gelaran Muktamar Haji yang akan berlangsung di Arab Saudi pada Januari 2023.

Undangan kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ini disampaikan secara khusus oleh Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Rabiah saat berkunjung ke Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta.

“Kami akan mengundang Yang Mulia Bapak Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk dapat hadir sebagai tamu utama dalam gelaran Muktamar Haji di Arab Saudi pada Januari 2023 mendatang,” ujar Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Rabiah dalam pertemuan bersama Menag di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta, Senin (24/10/2022).

“Kami sangat berharap Yang Mulia Bapak Menteri Agama dapat hadir. Muktamar tersebut akan mempertajam catatan-catatan dan diskusi kita hari ini tentang peningkatan layanan haji untuk jemaah haji Indonesia,” sambungnya.

Dalam pertemuan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq bersama Menag, dibahas sejumlah catatan yang disampaikan Menag terkait berbagai layanan dalam penyelenggaran ibadah haji.

Di antaranya, kemungkinan penambahan kuota, rilis kuota lebih awal dari pemerintah Arab Saudi, kemudahan bagi petugas kesehatan Indonesia di Mina hingga pencabutan pembatasan usia jemaah haji.

 

Festival Sastra dan Bahasa untuk SD/ MI Soloraya Hadirkan Lomba Puisi hingga Murotal

SOLO(Jurnalislamcom)–SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menggelar grand final Festival Sastra dan Bahasa (Frasa) pada Sabtu, 22 Oktober 2022. Dua puluh lima siswa SD/MI se-Solo Raya yang lolos seleksi penyisihan bertarung dalam ajang perlombaan tersebut untuk menjadi yang terbaik.

 

Muhdiyatmoko, M.Pd., Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta mengatakan semarak bulan bahasa ini merupakan kegiatan rutin tahunan sekolah yang digelar setiap bulan Oktober. Adapun tujuannya adalah meningkatkan kompetensi dan kecintaan para siswa terhadap bahasa dan sastra. Selain itu, sebagai ajang untuk berkompetisi mengasah potensi meraih prestasi.

 

“Perlombaan Frasa ini menjadi ajang silaturahim karena pesertanya SD/MI se- Solo Raya dan berkompetisi menunjukkan potensi terbaik. Hari ini adalah puncak kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya dalam penyisihan lomba. Semoga acara ini bermanfaat bagi kita semua,” jelasnya.

 

Sementara itu, Muhammad Dafit Pitoyo, M.Pd. selaku ketua panitia lomba menjelaskan berdasarkan hasil seleksi dalam babak penyisihan yang sudah digelar secara virtual sebelumnya maka hari ini akan ditentukan juara 1, 2, 3, dan harapan 1 dan 2. Pemenang akan mendapatkan hadiah berupa piala, uang pembinaan, dan sertifikat.

“Terdapat empat cabang lomba yang akan bertanding pada hari ini ,antara lain membaca puisi, story telling, nembang Jawa dan murotal Al-Quran. Untuk lomba menulis cerpen, penentuan juara berdasarkan karya yang dikumpulkan,” jelasnya.

 

Muhammad Dafit menambahkan acara ini mengumumkan perlombaan internal siswa SMP Muhammadiyah PK berupa lomba menulis cerpen dan lomba short movie (film pendek).

 

Acara grand final Frasa dihadiri oleh para finalis siswa dan guru pendamping. Acara juga dimeriahkan oleh pentas bakat para siswa SMP Muhammadiyah PK seperti pementasan drama, menyanyi vokal, memainkan musik organ, dan pantomim.

 

Larasnissa Wandan Nilam Kusumastuti siswa dari SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen mengungkapkan perasaan senang karena mendapatkan juara 1 lomba membaca puisi. “Tadi membaca puisi berjudul Membaca Tanda-Tanda karya Taufik Ismail. Perasaan senang karena mendapatkan juara 1 dan hadiahnya dipersembahkan kepada sekolah dan orang tua,” ungkapnya.

 

Gibran Maheswara Javas Setyawan, siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta mampu menyabet juara 1 lomba nembang Jawa. Gibran mengakui bahwa ia hanya berlatih satu kali dengan guru di sekolah dan diulang-ulang di rumah bersama orang tua. “Tadi nembang Pangkur. Saya merasa senang dan prestasi ini dipersembahkan kepada sekolah karena yang memasukkan lomba dan orang tua yang membimbing sampai juara,” ungkapnya.

Hari Santri, Laznas BMH Bagikan 1444 Sarung di Jawa Timur

JATIM(Jurnalislam.com)–Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jawa Timur kembali menebar kebaikan dengan berbagi paket bingkisan sarung untuk santri yatim & dhuafa serta penghafal al Qur’an dalam momentum Hari Santri Nasional 2022 kali ini. Sabtu (22/10/22)

Sebanyak 1.444 paket bingkisan sarung telah dibagikan secara serentak di 24 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Imam Muslim, selaku Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah program spesial Hari Santri Nasional 2022.

“Melalui momentum Hari Santri Nasional kali ini, Laznas BMH ingin memberikan apresiasi kepada para santri. Agar mereka lebih semangat dalam menuntut ilmu”.ujar Muslim.

Selama ini banyak santri yang kondisi sarung mereka sudah lusuh dan usang. Sehingga hal tersebut membuat Laznas BMH menggulirkan program berbagi sarung ini.

Umar, Salah satu santri Rumah Qur’an al Hidayah di Dusun Desa Liprak Kidul, Banyuanyar, Probolinggo mengungkapkan perasaan senangnya bisa mendapatkan bingkisan sarung kali ini

“Saya senang sekali dapat sarung baru. Nanti saya pakai buat sholat sehari-hari. Terima kasih kakak dari BMH.”ujar Usman, penerima manfaat sarung santri.

Selain bingkisan sarung, para santri juga dapat peci & baju koko agar bisa digunakan untuk ibadah dan mengaji sehari-hari.

Jelang 2024, Santri Diharap Berperan Jaga Stabilitas Politik

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Indonesia sudah memasuki tahun politik karena tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sudah dimulai sejak Juni lalu. Dengan beragamnya dinamika seputar tahun politik ini, perpecahan pun kerap terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, untuk menjaga kestabilan kondisi bermasyarakat, seluruh pihak harus aktif berperan termasuk para santri.

“Santri itu harus berperan untuk menjaga supaya perbedaan aspirasi politik itu tidak menimbulkan konflik di masyarakat,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika ditanya awak media usai menghadiri acara Peluncuran Beasiswa Santri BAZNAS di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 6, Jakarta, Sabtu (22/10/2022).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, perbedaan aspirasi politik tersebut biasanya timbul dari fanatisme kelompok yang kemudian menimbulkan anggapan bahwa orang lain dengan paham berbeda adalah salah. Untuk itu, santri dengan jumlahnya yang banyak dan tersebar di seluruh Indonesia memiliki peran penting dalam penetralan fanatisme.

“Jangan sampai menganggap yang tidak seaspirasi itu dianggap musuh dan tentu politik identitas juga supaya tidak menjadi isu politik yang memecahbelah masyarakat. Itu saya kira yang harus dilakukan oleh santri ini,” papar Wapres.

Di sisi lain, Wapres juga mengimbau kepada partai politik (parpol) yang akan berpartisipasi dalam Pemilu 2024 untuk turut menjaga narasi kerukunan dalam kampanye yang dilakukan. Sebab, selain dari masyarakat, parpol juga memegang peran strategis dalam menjaga kestabilan ini.

“Dan tentu yang kita harapkan dari kalangan parpol itu sendiri ya ketika dia itu menyikapi perbedaan, ketidaksamaan itu jangan sampai membuat _statement-statement_ (pernyataan-pernyataan) yang bisa menimbulkan permusuhan,” imbau Wapres.

Menutup keterangan persnya, Wapres kembali berpesan bahwa peran santri sangat diperlukan dalam menjaga stabilitas politik jelang Pemilu 2024. Sehingga, persaudaraan sesama anak bangsa dapat terus terjalin ditengah dinamika yang ada.

“Ini yang perlu kita jaga dan santri sesuai tugasnya mengawal negara ini supaya tetap aman, NKRI tidak terganggu, dan semua masyarakat tidak terjadi permusuhan. Semuanya tetap bersaudara, _ukhuwah wathaniyah_ (persaudaraan sebangsa) jangan sampai terkoyak. Itu saya kira peran dari santri kita,” pungkas Wapres.

 

Perti Gelar Muktamar, Komitmen Usung Pendidikan dan Cetak SDM Unggul

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Organisasi Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Tarbiyah-Perti) telah menjalankan kiprah yang panjang sejak zaman perjuangan melawan kolonialisme di bawah asuhan Syekh Sulaiman Arrasuli. Meskipun sempat terpecah, pada 2016 organisasi ini berkomitmen untuk kembali bersatu membangun bidang pendidikan, dakwah, dan sosial keumatan. Untuk itu, sebagai upaya memajukan bangsa, ketiga pilar ini harus selalu dijaga.

“Komitmen yang disebut Tripilar Tarbiyah-Perti (pendidikan, dakwah, dan sosial) ini harus terus tertanam dalam diri para pengurus beserta anggota dan menjadi pedoman untuk mencapai tujuan bersama,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat membuka Muktamar Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Tarbiyah-Perti) bersama Organisasi Serumpun, di Mercure Convention Center Ancol, Kota Jakarta Utara, Minggu (23/10/2022).

Di bidang pendidikan, lebih jauh Wapres mendorong peran Tarbiyah-Perti dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul agar bangsa Indonesia mampu bersaing di tataran global. Menurutnya, satu sisi penting pendidikan adalah menyiapkan generasi yang paham agama dan bisa menyampaikan dakwah (i’dadul mutafaqqihina fiddin i’dadul rijalud dakwah_) sebagai penerus para ulama pendahulunya.

“Ini salah satu tugas kita karena pesantren-pesantren didirikan oleh para ulama dalam rangka _i’dadul mutafaqqihina fiddin_. Karena, para ulama ini nanti tidak ada. Ulama itu tidak akan terus ada,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Wapres, pendidikan menjadi wadah strategis untuk menyiapkan SDM yang juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai kunci memajukan perekonomian umat, sebagaimana perintah Allah untuk memakmurkan bumi dan membaca ( _iqra_).

“ _Iqra_ itu mengandung arti membaca, merenungkan, meriset segala apa yang ada di dalam Al-Qur’an maupun dalam tatanan kehidupan kita dalam rangka memakmurkan bumi dan negara kita. Ini tugas pendidikan yang harus kita pikul,” urainya.

Di bidang dakwah, Wapres menekankan, esensi dakwah adalah kebaikan yang mendatangkan manfaat dan menghilangkan bahaya, termasuk dengan menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Dakwah kita _ilal khair_ (menuju kebaikan), bagaimana membangun secara fisik melalui sedekah, bagaimana mengumpulkan ide-ide, gagasan-gagasan, inisiatif-inisiatif yang baik, atau menghilangkan konflik, menyatukan, mencegah terjadinya konflik,” pesannya.

Wapres pun menggarisbawahi, dakwah harus dilakukan sebagaimana tuntunan Al-Qur’an, yaitu menggunakan ucapan yang baik ( _qaulan ma’rûfá_), ucapan yang mulia ( _qaulan karîmá_), ucapan yang santun ( _qaulan layyinâ_), ucapan yang lurus dan bukan hoaks ( _qaulan sadîdá_), ucapan yang mudah dimengerti ( _qaulan maysûrá_).

“Dan, bagi kita bangsa Indonesia, dakwah itu harus dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, jangan keluar. Kenapa, karena NKRI ini adalah kesepakatan kita,” imbuhnya.

Dalam konteks tersebut, Wapres menjelaskan, NKRI merupakan kesepakatan dari para pendahulu negara ini dan juga para ulama, termasuk Syekh Sulaiman Arrasuli, sebagai _al mitsaqul wathany_ (kesepakatan nasional). Oleh karena itu, ia menekankan, NKRI sebagai _darul mitsaq )_ (negara kesepakatan) yang harus dijaga, terlebih oleh umat Islam. Sebab, sejak dalam alam arwah manusia telah diperintahkan untuk selalu memegang teguh perjanjiannya dengan Allah ( _mitsaq rabbani_).

“Antara _mitsaq rabbani_ dan _mitsaq wathany_ itu tidak saling bertentangan. Karena apa, memegang _mitsaq wathany_ adalah bagian dari memegang _mitsaq rabbani_,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Wapres berharap kegiatan ini akan menghadirkan solusi atas berbagai isu strategis yang menjadi agenda organisasi demi mengokohkan kiprah Tarbiyah-Perti yang dicontohkan oleh Syekh Sulaiman Arrasuli.

“Kiprah Syekh Sulaiman Arrasuli sejak zaman perjuangan melawan kolonialisme agar menjadi kompas dalam memajukan dunia pendidikan, dakwah, serta sosial keumatan, dan sosial politik,” pungkas Wapres.

Sebelumnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Tarbiyah-Perti Basri Bermanda menyampaikan, muktamar kali ini dihadiri organisasi serumpun dan organisasi fungsional sebagai wujud komitmen _ishlah_ yang tidak hanya ada pada tataran pusat, tetapi juga menyentuh ke tingkatan terendah.

“Berbeda bukanlah berarti bermusuhan, tapi kita harus tegakkan bangsa ini dalam persatuan yang kokoh,” ucap Basri.

 

 

 

Zakat Diharap Dapat Berperan Penting dalam Pemerataan Pembangunan

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Dana sosial umat Islam merupakan salah satu kekuatan pembangunan ekonomi, baik ekonomi syariah, maupun ekonomi nasional secara umum. Oleh karena itu, peran aktif pengelola zakat masyarakat seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) penting bagi pemerataan pembangunan.

“Saya menitipkan harapan kepada Baznas. Semoga beasiswa yang diberikan bisa lebih banyak lagi. Harapannya, para santri kelak dapat menjadi teknokrat, birokrat, dan pemimpin Indonesia, yang di antaranya adalah penerima Beasiswa Baznas,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat membuka Peluncuran Beasiswa Santri Baznas, di Istana Wakil Presiden, Jl. Medan Merdeka Selatan No.6 , Jakarta Pusat, pada Sabtu (22/10/2022).

Dalam acara tersebut, Wapres juga menekankan bahwa beasiswa santri Baznas diharapkan mampu dorong program penanggulangan kemiskinan yang digencarkan Pemerintah bersama Baznas.

“Melalui pendidikan tidak hanya saja santri yang berkembang,  tetapi keluarga santri juga akan terangkat secara ekonomi, bahkan juga orang sekeliling pesantren dan orang sekitarnya juga terbantu,” urai Wapres.

Sebelumnya, Ketua Baznas Noor Achmad mengatakan, pemberian beasiswa kepada para santri merupakan bentuk pengabdian Baznas dalam menyalurkan zakat dari para mustahik (pemberi zakat).

“Baznas meski sedikit, tapi insyaAllah akan abdikan dirinya kepada santri, dengan beri beasiswa santri baznas. Tentu [beasiswa] akan ditambah dengan muzakih dari BUMN. Nanti zakatnya diberi ke Baznas untuk tambah beasiswa,” tutur Noor.

Rencananya, Baznas juga akan memberikan beasiswa kepada 300 santri yang akan melanjutkan pendidikan tinggi ke Mesir.

“Bahkan kita juga akan luncurkan 300 beasiswa mereka yang lanjut di universitas Al Azhar Mesir. Kami harap Wapres bisa luncurkan langsung di Mesir.
InsyaAllah mereka yang diberi beasiswa akan menjadi kader bangsa,” pungkas Noor.

Hadir pula dalam acara tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian & Pendayagunaan Saidah Sakwan, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi, Juara MTQ Nasional tahun 2022 Putri Diana, Pimpinan dan Pengurus BAZNAS, serta para santri penerima beasiswa BAZNAS.

Sementara, Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Suprayoga Hadi, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Staf Khusus Wapres Bidang Umum Masykuri Abdillah, dan Staf Khusus Wapres Bidang Politik dan Hubungan Kelembagaan Robikin Emhas.

 

MUI Desak Pemerintah Bertanggung Jawab Soal Gagal Ginjal Anak

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, KH Arif Fahruddin menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terkuak dan merebaknya kasus gagal ginjal misterius hingga merenggut banyak nyawa anak-anak Indonesia.

Kiai Arif meminta agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan stakeholder terkait seperti BPOM segera bertindak cepat untuk menanggulangi dan mencegahnya agar tidak semakin banyak jatuh korban anak-anak Indonesia.

Arif menyesalkan mengapa kandungan zat berbahaya dalam beberapa obat yang disinyalir berupa sirup anak-anak tidak terdeteksi sejak dini oleh institusi yang menanganinya.

Dia menyebut merebaknya kasus ini yang bersifat mengejutkan dan menimbulkan banyak korban jiwa anak-anak bisa dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Yang menjadi korban adalah anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan untuk tumbuh kembang mereka sebagaimana amanat Undang-undang Perlindungan Anak,” kata dia, Sabtu (22/20/2022)

Meski pemerintah telah mengambil sikap berupa larangan sementara atas distribusi obat anak berbentuk sirup di pasaran, kata dia, namun korban anak-anak telah berjatuhan.

Dia mengingatkan Pemerintah hendaknya juga bertanggungjawab kepada keluarga korban jika jatuhnya korban jiwa anak-anak betul-betul dari konsumsi obat yang beredar di masyarakat.

Arif berpendapat, setelah kebijakan menghentikan untuk sementara peredaran obat anak-anak berbentuk sirup sampai ada penelitian lebih lanjut, pemerintah bisa mengambil kebijakan sektor hulu pra edar dalam hal izin produksi obat-obatan secara lebih teliti, halal, dan aman konsumsi. Rakyat memiliki hak penuh untuk mendapatkan pelayanan konsumsi obat-obatan yang halal, aman dan berkualitas.

Selain itu, kata dia, jika terbukti ada pelanggaran prosedur dalam produksi obat-obatan tersebut, maka pemerintah harus menjatuhkan sanksi tegas kepada semua pihak yang terlibat secara transparan dan akuntabel. Hal ini sebagai amanat UUD 1945 untuk melindungi segenap tumpah darah bangsa Indonesia.

Arif mengimbau agar jaminan keselamatan konsumen obat-obatan betul-betul terjamin dari sektor hulu hingga hilir. Jangan sampai jatuh korban jiwa lagi gegara ketidakseriusan dan ketidakprofesionalan penyelenggara jaminan kesehatan di negeri ini.

“Jika perlu segera dibentuk tim investigasi independen untuk mengungkap terjadinya keteledoran yang merenggut korban nyawa anak-anak Indonesia,” ujar dia.
Dia mengajak semua pihak harus membantu pemerintah untuk memenuhi hak anak-anak Indonesia untuk tumbuh kembang dengan sehat dan ceria.

Dalam pandangan Islam, kata Kiai Arif, menjaga kelangsungan hidup adalah salah satu fundamen agama. Hilangnya satu nyawa sama dengan hilangnya banyak nyawa.

Islam juga memandang, salah satu fungsi didirikannya negara adalah untuk memastikan tegaknya kehidupan yang religius (hirasatud diin) dan penyelenggaraan pemerintahan yang profesional dan bertanggungjawab (siyasatud dunya). (mui)