KOHID Indonesia Bersedekah Gelar Iftar Ramadhan Gratis Untuk Warga Kampung Sewu Solo

SOLO (jurnalislam.com)- Bulan Ramadhan ini KOHID Indonesia Bersedekah mengadakan ifthar ramadhan gratis bagi semua warga padat penduduk RW 8 di wilayah Kampung Sewu Jebres, Surakarta pada Ahad, (23/3/2025).

ifthar Ramadhan gratis se-kampung sudah KOHID adakan untuk kesekian kalinya, bahkan untuk Ramadhan tahun 2025 ini KOHID memberi voucher gratis untuk semua warga RW 8 Kampung Sewu Jebres Surakarta Jawa Tengah.

“KOHID menyediakan 1.500 porsi semua jenis makanan, minuman dan buah serta snack,” kata Sentot, penyelenggara ifthar Ramadhan gratis tersebut.

“Berbagai makanan dari Nasi Ayam, Bakso, Lontong Sate, Sarung, Baju Muslim Ed Kopyor, Es Kacang ijo, dll semua yang tersaji gratis untuk warga RW 8 setempat,” imbuhnya.

Menurut Sentot, tujuan di adakannya ifthar Ramadhan gratis se kampung ini untuk menyatukan seluruh warga agar bisa bersilaturahim, menyuburkan Sedekah dan menjauhi Riba yang marak di masyarakat.

Adapun dana diadakannya acara ifthar Ramadhan gratis ini KOHID himpun bersama dari warga setempat ataupun donasi luar.

“Da’wah KOHID adalah sifatnya mengajak warga mencintai sedekah untuk mengenalkan Allah dan Islam. Harapan KOHID supaya orang bisa mencintai sedekah dan menjauhi Riba,” pungkas Sentot.

Pondok Al Mukmin Gelar Buka Bersama BRIN dan Balitbang Agama Semarang

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki selenggarakan buka puasa bersama di Gedung Darul Anshor Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki bersama Badan Riset dam Inovasi Nasional (BRIN) dan Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Agama Semarang pada Ahad, (16/3/2025).

Menjelang acara buka puasa bersama Pondok Al Mukmin Ngruki menyampaikan terimakasih atas selesainya penelitian Evaluasi Implementasi Moderasi Beragama di lingkungan pondok pesantren di Soloraya pada tanggal 22-29 Agustus 2024. Penelitian ini diselenggarakan oleh Badan Litbang Agama Semarang kerjasama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional dan Yayasan Elsa Semarang.

Menurut Arif Gunawan dari Balitbang Agama Semarang terdapat 51 pondok pesantren di Soloraya yang menjadi obyek penelitian dalam penelitian ini. Ada 4 indikator moderasi beragama yang diujikan. Adapun indikator tersebut adalah 1. Komitmen Kebangsaan, 2. Toleransi, 3. Anti Kekerasan dan 4. Akomodatif terhadap budaya lokal. Sampel data yang diambil adalah dari santri dan pengajar.

Hadir dalam buka puasa bersama ini adalah Ustadz Yahya Abdurahman Direktur Pondok Pesantren, Ustadz Sofa Sudaryanto dan Ustadz Riky Fajar selaku pembantu Direktur, Ustadz Abdurrahman Shobari Sekretaris Pondok Pesantren, Ustadz Aziz Ikhwani Humas Pondok Ngruki.

Sedangkan dari BRIN hadir Joko Tri Haryanto
Peneliti BRIN, Arif Gunawan dari Balai Litbang Agama Semarang, Muhammad Lukluil Makmun peneliti dari BRIN dan Mibtadin dosen UNS

Menurut Ustadz Yahya Abdurahman Direktur Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki berharap dari Balitbang Agama Semarang bisa mendapatkan data yang valid dan hasilnya bisa dipublikasikan ke masyarakat khususnya dari penyedia data dalam rangka evaluasi dan koreksi untuk pondok pesantren serta bisa menjadi bahan berbaikan dan pengembangan untuk instansi terkait dimasa yang akan datang.

Pengajian Akbar Check Up Asmaul Husna dan Juz 28

SOLO (jurnalislam.com)- Pengajian Akbar dalam pesantren ramadan SMA Muhammadiyah 6 Surakarta Jawa Tengah membahas AlQuran menjadi syafaat bagi pembacanya, Kamis (20/3/2025).

Pengajian tersebut disampaikan oleh Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat, Dwi Jatmiko. Membaca AlQuran mengandung berbagai keutamaan. Dari Abu Umamah al Bahili, Rasulullah Shalallahu alaihi wa Sallam bersabda, “Bacalah Al-Qur’an, maka sesungguhnya ia akan datang di hari kiamat memberi syafaat kepada pembacanya.” (Hadis Shahih diriwayatkan oleh imam Muslim).

“Syafaat AlQuran mencegah seseorang jatuh dalam kobaran api neraka. Dalam praktiknya insyaAllah akan menjadi Muslim milenial berakhlakul karimah dan bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala,” ujar Jatmiko, sambil tersenyum.

Pemberian syafaat merupakan keputusan dan kuasa Allah Subhanahu wa ta’ala semata. Hanya Dia yang mengetahui siapa yang akan diberi syafaat oleh Al-Quran.

“Oleh karena itu, umat Muslim terutama generasi muda dianjurkan untuk senantiasa mendalami, memahami, dan mengamalkan Al-Quran dengan penuh keikhlasan dan keyakinan. Luar biasa anak-anak dengan kreativitasnya parade pembacaan asmaul Husna,” ujar Pimpinan Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Kota Surakarta itu.

Asmaul Husna adalah nama-nama terbaik yang disandarkan pada sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala Sifat-sifat ini berbeda dan tidak serupa dengan manusia.

Kepala SMA Muhammadiyah 6, Sukendar menjelaskan tujuan utama dari kegiatan ini syiar “Sekolah Inovatif dan Berkarakter”, yang selanjutnya dielaborasikan sebagai Sekolah Islam Plus Berbasis Agama dan Penguasaan IT dengan Capaian Kompetensi Akhlaq, Akademik, dan Sosial.

Ada program tahfiz dan informasi teknologi (IT), program reguler, dan program inklusi. Khususnya pada program tahfidz dan IT, target capaiannya yaitu pada bidang religiusitas minimal menghafal 1 juz selama satu tahun pembelajaran, bagi siswa yang sudah memiliki hafalan 3 juz, tinggal melanjutkan.

“Kami sengaja mengundang Ustaz Dwi Jatmiko untuk memberikan motivasi peserta didik untuk check up asmaul husna dan juz 28. Hal ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada anak-anak dan memantik semangat semua yang muaranya mampu menjadi generasi yang unggul dan berkemajuan, kuat dalam Imtaq dan Ipteks,” ujarnya.

Ramadan Camp Siswa SMP Muhammadiyah PK: Perkuat Karakter Islami Siswa

SOLO (jurnalislam.com)- SMP Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Surakarta menggelar Ramadan Camp sebagai upaya memperkuat karakter Islami siswa selama bulan suci Ramadan. Sebanyak 128 siswa kelas 7 mengikuti kegiatan pesantren Ramadan ini selama dua hari, Rabu-Kamis (19-20/3/2025), di lingkungan sekolah.

Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat, Muhdiyatmoko, M.Pd., membuka acara dengan memberikan motivasi kepada para siswa. Ia menekankan pentingnya mengisi Ramadan dengan ibadah dan aktivitas yang bermanfaat. “Selamat berkegiatan, anak-anakku. Momentum Ramadan mari kita isi dengan ibadah dan kegiatan positif,” ujarnya.

Sejak pagi hingga siang, siswa mengikuti berbagai aktivitas seru yang menantang. Secara berkelompok, mereka menyelesaikan lima pos permainan edukatif, seperti Puzzle Ramadan, Sambung Ayat, Teka-Teki Islami, Doa Harian, dan Tebak Arti Nama Surat. Setelah itu, mereka menjalani sesi mentoring bersama Ustaz dan Ustazah untuk mengecek bacaan zikir dan doa harian.

Salah satu kegiatan menarik adalah pembuatan buket snack yang mengasah kreativitas siswa. Dengan bahan makanan ringan yang telah dipersiapkan, mereka menyusun buket berbentuk bunga yang kemudian diberikan kepada para guru sebagai bentuk apresiasi. Selain itu, kegiatan lainnya mencakup tadarus Al Quran bersama, penguatan karakter dengan kajian Islami, dan fun games.

Ketua panitia, Ardan Syaifudin, menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman siswa terhadap nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. “Semoga kegiatan ini meningkatkan kualitas ibadah siswa di bulan Ramadan, terlebih bulan suci ini hanya tinggal sekitar 12 hari lagi,” ungkapnya.

Kajian Islami dan Dongeng Menarik

Menjelang berbuka puasa, para siswa mengikuti kajian yang disampaikan oleh Ustazah Uswatun Khasanah. Materi yang dibahas adalah tentang self-care ala generasi Z di bulan Ramadan, yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh peserta. Setelah kajian, mereka berbuka puasa bersama, dilanjutkan dengan salat Maghrib berjamaah.

Pada malam harinya, setelah salat Tarawih, para siswa disuguhi Dongeng Islami oleh Kak Muhammad Nasyir. Dengan tema “Jaga Hati, Jaga Pergaulan: Cerdas Bergaul di Bulan Ramadan,” dongeng ini memberikan pesan moral tentang pentingnya menjaga pergaulan dan akhlak mulia selama Ramadan.

Salah satu peserta, Kinnisvara dari kelas 7C, mengungkapkan kegembiraannya mengikuti Ramadan Camp ini. “Asyik dan seru bersama teman-teman. Saya juga belajar banyak hal baru, termasuk kerja sama dalam fun games,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan siswa semakin memahami dan mengamalkan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, serta menjadi generasi yang berkarakter Islami.

Targetkan Perguruan Tinggi, Yayasan Nur Hidayah Surakarta Bentuk Task Force

SOLO (jurnalislam.com)- Struktur baru Yayasan Nur Hidayah Surakarta langsung bekerja menetapkan renstra organisasi 2025-2030 usai dilantik Jum’at (28/2/2025). 4 poin utama dalam renstra tersebut meliputi: pendirian Perguruan Tinggi dan Madrasah Aliyah, penguatan SDM, pengembangan infrastruktur, dan optimalisasi layanan.

Hal itu disampaikan oleh Sekertaris Yayasan Nur Hidayah Surakarta Fatkhuroji, S.T dalam acara media gathering dan buka bersama di The Amrani Syariah Hotel, Jalan Riyadi no.543 Laweyan, Surakarta pada Rabu, (19/3/2025).

Yayasan Nur Hidayah Surakarta menargetkan pendirian Perguruan Tinggi pada 2028. Diharapkan dengan adanya Perguruan Tinggi akan melengkapi layanan bidang Pendidikan yang menjadi salah satu core di Yayasan Nur Hidayah Surakarta. Dengan demikian Yayasan Nur Hidayah Surakarta akan mengelola Pendidikan mulai dari anak usia dini, SD, SMP, SMA, dan Perguruan Tinggi.

Selain Perguruan Tinggi, Yayasan Nur Hidayah Surakarta juga sedang merintis pendirian Madrasah Aliyah (MA). Hal ini sinkron dengan pendidikan keagamaan di Pondok Pesantren Nur Hidayah yang sudah berjalan sejak 2021. Mencetak para dai muda yang shalih dan muslih (menshalihkan) adalah visi Ponpes Nur Hidayah dan MA ini menjadi legitimasi Pendidikan yang diakui negara.

Untuk keperluan dua hal tersebut, Yayasan Nur Hidayah Surakarta membentuk Task Force atau satuan tugas yang bekerja secara intensif untuk mempersiapkannya. Selain Task force PT dan MA, juga dibentuk task force untuk pengembangan infrastruktur di lingkungan Yayasan Nur Hidayah Surakarta.

Beberapa proyek pengembangan yang sudah direncanakan di antaranya renovasi di PAUD IT Nur Hidayah, Pembangunan playzone SDIT Nur Hidayah, renovasi SMPIT Nur Hidayah, Pembangunan SMAIT Nur Hidayah, Pembangunan lantai 3 kantor Yayasan barat, renovasi kantor pusat, perluasan lahan di Ponpes Kebakkramat, Pembangunan rumah dinas di Ponpes Sawit, serta pengembangan SMAIT Nur Hidayah.

Yayasan Nur Hidayah Surakarta berkomitmen untuk memberikan layanan terbaik bagi masyarakat melalui pendidikan dan sosial. Selain sarana fisik, optimalisasi layanan di semua aspek terus ditingkatkan.

Di Sekolah Islam Terpadu (SIT) yang meliputi PAUD, SD, SMP, dan SMA budaya service excellent yang sudah ada akan ditingkatkan menjadi ultimate service excellent. Di antaranya layanan penerimaan peserta didik baru (PPDB) yang dibuat mudah dan ramah teknologi, serta didukung dengan kebijakan subsidi silang

Demikian juga dalam bidang sosial, ada LKSA atau Panti Asuhan Nur Hidayah, LAZ Nur Hidayah dan Lembaga Wakaf Nur Hidayah.

Terdapat 7 asrama untuk anak asuh yang dinaungi LKSA Nur Hidayah. Sebanyak 4 asrama putra dan 3 asrama putri tersebar di Solo, Boyolali, dan Wonogiri. Masing-masing asrama diasuh oleh sepasang suami istri yang diharapkan mampu berperan sebagai orang tua asuh. Tugas penting LKSA Nur Hidayah yaitu menjaga amanah dari para donatur untuk mengasuh dan mendidik anak-anak yatim/piatu/dhuafa sebaik-baiknya.

Demikian juga dengan LAZ Nur Hidayah dan Lembaga Wakaf Nur Hidayah yang menghimpun dan mengelola ZIS WAF. Pengelolaan yang amanah dan akuntabel menjadi tuntutan untuk menjadi Lembaga yang kredibel. Tidak hanya funding, tetapi juga program-program penyaluran digiatkan untuk meluaskan manfaat dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta Gelar Pengajian Nuzulul Quran

SOLO (jurnalislam.com)- Al-Quran memiliki sifat esensial seperti cahaya, penyembuh, petunjuk, dan kasih sayang. Sifat-sifat ini menegaskan Al-Quran sebagai Kompas yang penuh makna dan jalan lurus.

Hal itu disampaikan Dai Champions Standardisasi Majelis Ulama Indonesia Pusat Dwi Jatmiko dalam pengajian Nuzulul Quran yang digelar SD Muhammadiyah 24 Gajahan Surakarta, Rabu (19/3/2025).

Pengajian yang mengangkat tema “Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam Pembawa Obor Akhlak Manusia” dihadiri sebanyak 246 siswa dan 20 guru karyawan.

Jatmiko mengapresiasi antusiasme dan semangat para jemaah yang hadir di kegiatan pesantren kilat siswa kelas I-VI yang diselenggarakan pada Selasa-Kamis, 18-20 Maret 2025. Hadir ketua panitia Kismini, dan kepala sekolah Gatot Suherman.

“Alhamdulillah, semoga anak-anak dengan pengajian materi yang dikemas sederhana mendengarkan bacaan quran anak-anak mampu mendorong paham tentang Alquran sehingga dengan hafalan dan pemahaman yang ada bisa mengamalkannya. Peduli agama, peduli manusia, peduli sistem dan peduli lingkungan,” jelas Jatmiko.

Jatmiko memberikan penjelasan mengenai Nuzulul Quran yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadan. Padahal di dalam Al quran surat Al Qadr disebutkan bahwa Al quran diturunkan pada malam lailatul qadar.

“Pada malam lailatul qadar Al quran diturunkan secara lengkap kepada Nabiyullah Muhammad saw melalui perantara Malaikat Jibril, yaitu surat Al Alaq ayat 1-5,” ungkapnya.

Jatmiko mengharapkan pengajian ini mampu semakin menambah kecintaan peserta didik terhadap Al quran. Anak-anak tidak hanya membaca atau tadarus Al quran, tetapi juga terjemahnya. Allah menjadikan alQuran mudah bagi siapa yang mau mempelajarinya. Menghafal itu mudah asal istiqamah menambah dan menjaga hafalan.

Ketika menerima wahyu pertama, Nabi Muhammad Saw mengungkapkan bahwa diri Nabi tidak bisa membaca hingga tiga kali saat diperintahkan oleh Malaikat Jibril. Bahwa, kemudian Malaikat Jibril merangkul Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa Sallam dengan kuat hingga membuat nabi sulit bernapas. Setelah rangkulan dilepaskan, Nabi akhirnya merespons dan mengikuti perintah Jibril untuk membaca ayat-ayat yang diwahyukan.

“AlQuran itu sendiri, justru menyatakan bahwa AlQuran mengatakan dirinya sendiri itu sangat mudah. Bahkan kata mudah ini diulang sampai empat kali dalam surat alQomar ayat 17, 22, 32, 40, dimana keempat ayat ini berbunyi serupa,” pungkasnya.

Ramadhan Berkah, DSKS Ajak Ratusan Anak Yatim Berbuka Bersama

SOLO (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mengadakan acara buka puasa bersama 120 anak-anak yatim se Soloraya. Kegiatan tersebut diselenggaran di asrama Pakym (Panti Asuhan Keluarga Yatim Muhammadiyah), Pajang, Laweyan, Selasa (18/3/2025).

Sekjend DSKS, Dr Mulyanto Abdullah Khoir menjelaskan, kegiatan ini diadakan sebagai rasa kepedulian dengan anak-anak yatim.

“Untuk membhagiaan keceriaan anak-anak di bulan ramadhan yang penuh berkah ini. Sekaligus bersilaturahmi dengan pengurus antar panti anak yatim untuk saling menguatkan menjalin ukhuwah dan bersinergi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut DSKS juga menyampaikan terimakasih kepada para donatur yang telah memberikan dukungan.

“Terimakasih kepada para donatur yang sudah memberi dukungan pada pelaksanaan ini semoaga Allah memberikan balasan kebaikan dan memasukan ke dalam golongan orang-orang sholih,” tambahnya.

Selain berbuka bersama anak-anak yatim juga menerima bingkisan dari DSKS. Tampak kebagiaan muncul dari wajah anak-anak tersebut.

Sementara itu, Ustadz Aji Saikurohman, pembina Pakym memberikan rasa syukurnya atas program kepedulian DSKS.
Acara tausiah diisi oleh Yusuf Suparno, sekretaris Majelis Syuro DSKS, dan ditutup dengan doa dan makan bersama.

Serangan Udara Israel di Gaza: Juru Bicara Brigade Al Quds Abu Hamzah Syahid Bersama Keluarga

PALESTINA (jurnalislam.com)- Abu Hamzah Naji Abu Saif, juru bicara militer Brigade Al Quds dilaporkan syahid pada Selasa (18/3/2025) dalam serangan udara Israel yang menargetkan Jalur Gaza bagian tengah menurut laporan media.

“Abu Hamza syahid bersama istri dan anak-anaknya dalam serangan yang menargetkan rumah mereka,” tulis laporan RNTV, dikutip Selasa.

Sementara serangan yang dilancarkan oleh militer Israel ke jalur Gaza menyebabkan ratusan warga dan anak anak tewas.

Menurut sumber Kemenkes Gaza, setidaknya ada 424 orang syahid akibat agresi Israel ke Gaza sejak Selasa dini hari, (18/3/2025).

Selain korban tewas, ratusan warga juga dilaporkan terluka oleh serangan tersebut.

Serangan militer Israel tersebut dilaporkan sengaja mengincar wilayah-wilayah yang padat penduduk, seperti di Gaza Selatan, Gaza Utara, dan daerah pusat seperti Deir al-Balah.

Sinergi EcoMasjid, UAS, DPRD Bogor dan Majelis Azzikra: Luncurkan Sedekah Pohon untuk Bumi yang Lebih Hijau

BOGOR (jurnalislam.com)- Yayasan EcoMasjid bersama Ustad Abdul Somad, Majelis Azzikra dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor H. Agus Salim, Lc meluncurkan program Sedekah Pohon di Masjid Azzikra, Sentul pada Sabtu, 15 Maret 2025.

Program ini merupakan bagian dari upaya masjid dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual Islam dengan pelestarian lingkungan untuk menjawab tantangan zaman akan perubahan iklim. Program ini diresmikan dengan penanaman pohon simbolis oleh Ustad Abdul Somad, Ustad Abdul Syukur Pimpinan Majelis Azzikra, Dr. Hayu Prabowo Ketua Yayasan EcoMasjid dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bogor.

Inisiasi program ini bertujuan untuk mengajak umat Muslim dan masyarakat luas untuk turut serta dalam aksi penghijauan sebagai bentuk ibadah dan tanggung jawab sebagai manusia di muka bumi.

Dalam sambutannya, Ustad Abdul Somad, menekankan pentingnya menjaga lingkungan sebagai bagian dari ibadah dengan manfaat berkelanjutan, mencakup aspek lingkungan, sosial, ekonomi dan spiritual.

“Menanam pohon bukan hanya sekadar aktivitas fisik, tetapi juga bentuk sedekah yang pahalanya terus mengalir. Setiap oksigen yang dihasilkan oleh pohon ini akan menjadi amal jariyah bagi kita,” ujarnya.

Wakil Ketua DPRD Bogor, Agus Salim juga menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif EcoMasjid.

“Program ini sejalan dengan visi pemerintah daerah dalam upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Kami mendukung penuh langkah-langkah nyata seperti ini,” katanya.

Ustad Abdul Syukur menambahkan, bahwa Program Sedekah Pohon ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan masjid yang ramah lingkungan.

“Masjid Azzikra tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat kegiatan yang mendukung kelestarian alam. Melalui program ini, kami ingin menginspirasi masjid-masjid lain untuk turut serta dalam gerakan ecoMasjid,” ungkap Ustad Abdul Syukur, Pimpinan Majelis Azzikra.

Di sisi lain, Hayu Prabowo menambahkan, program ini sejalan dengan upaya global dalam mitigasi perubahan iklim.

“Penanaman pohon adalah solusi praktis untuk mengurangi dampak perubahan iklim. Dengan menanam pohon, kita tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat,” kata Hayu.

Sebagai bentuk realisasi, dalam waktu dekat akan dilakukan penanaman ribuan pohon di sekitar Masjid Azzikra Gunung Sindur yang bertepatan pada acara Haul Alm. KH. M. Arifin Ilham ke-6. Pohon-pohon yang ditanam terdiri dari berbagai jenis pohon buah dan pohon pelindung, yang diharapkan tidak hanya dapat memitigasi bencana alam, tapi juga memberikan manfaat ekologis, ekonomi, sosial dan spiritual bagi masyarakat sekitar.

Melalui program ini, EcoMasjid mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta dalam gerakan Sedekah Pohon. Dengan menanam pohon, kita tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menciptakan warisan berharga bagi generasi mendatang.

EcoMasjid adalah sebuah yayasan yang berfokus pada pengembangan masjid ramah lingkungan dan berkelanjutan, melalui peningkatan kesadaran masyarakat serta mendorong partisipasi aktif dalam aksi-aksi nyata untuk menjaga bumi.

JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah Gelar Khataman Al-Qur’an dan Buka Puasa Bersama

SOLO (jurnalislam.com)- Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Wilayah Jawa Tengah menggelar Khataman Al-Qur’an dan Buka Puasa Bersama, Ahad (16/03/2025) sore bertempat di Kantor JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Jl. Ahmad Yani No. 305 Kerten, Laweyan, Surakarta.

Kegiatan dilaksanakan secara hybrid, daring dan luring. Diikuti oleh Pengurus Wilayah, Pengurus Daerah Kabupaten/Kota, dan Kepala Sekolah Islam Terpadu (SIT) di Jawa Tengah.

Ketua JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Zainal Abidin, M.Pd. dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih atas partisipasi para peserta.

“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh peserta yang mengikuti secara luring maupun daring. Saat ini kita melaksanakan kegiatan ini di Solo. Semoga Khataman Al-Quran dan Buka Puasa Bersama di tahun depan kita laksanakan di kantor JSIT Jawa Tengah yang baru, berlokasi di Kota Semarang,” sambut dan harap Zainal.

Zainal juga mengajak supaya Keluarga Besar JSIT Jawa Tengah memanfaatkan dan memaksimalkan Ramadhan 1446 Hijriyah ini untuk semakin mengokohkan hubungan vertikal dan hubungan horizontal.

“Mari manfaatkan kesempatan mulia yang ada untuk lebih berdekat-dekat dengan Al Khaliq, melalui tilawah Al-Quran, sholat wajib dan sunnah, dzikir, puasa, dan lain sebagainya,” ajak Zainal.

“Tidak lupa hubungan horizontal kita kuatkan, berbaik-baik dengan sesama, menyantuni anak yatim, bersedekah, membayar zakat, memberi kebahagiaan kepada orang lain, walau hanya dengan senyuman,” lanjut Zainal.

“Kami mengapresiasi kepada beberapa Pengurus Daerah Kabupaten/Kota, yang saat ini juga menyantuni anak yatim, bersamaan dengan agenda Khataman Al-Qur’an dan Buka Puasa Bersama hari ini,” pungkas Zainal.

Dalam tausiyahnya, Dewan Pembina JSIT Indonesia Wilayah Jawa Tengah, Arju Rahmanto, M.Ag. berpesan agar kita tidak berhenti menjadi orang baik.

“Ada pepatah Jawa, Ojo Leren Dadi Wong Apik. Teruslah menjadi orang baik, Orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Bukan sama apalagi lebih buruk, karena ia akan merugi,” pesan Dewan Pembina yang sering disapa Yai Arju.

“Ramadhan momentum perbaikan diri. Menjadi pribadi yang lebih baik, dan bermanfaat luas bagi orang lain,” pungkas Yai Arju.