Oposisi Suriah: 2 Batalyon Tentara Korea Utara Bertempur Bersama Pasukan Rezim Assad

JENEWA (Jurnalislam.com) – Kepala delegasi oposisi moderat Suriah di Jenewa, Asaad al-Zubi, mengatakan bahwa dua batalyon tentara Korea Utara baru-baru ini terlihat bertempur bersama pasukan rezim Assad, Anadolu Agency melaporkan Ahad (27/03/2016).

Dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency di Jenewa, al-Zubi mengatakan ada dua batalyon Pasukan Khusus Korea Utara yang bertempur untuk rezim, yang, katanya, telah "diidentifikasi sebagai orang Korea".

Dia mengidentifikasi dua batalyon yaitu batalyon "Chalma 1 dan Chalma 7" Korea Utara.

"Batalyon yang pertama terlihat bertempur bersama rezim di Jobar," sekitar Damaskus, katanya.

"Ketika kami bertanya pada sumber rezim yang kita percaya, sumber tersebut mengatakan bahwa mereka adalah orang Korea … mereka diidentifikasi sebagai orang Asia, mereka datang untuk mendukung rezim," tambah al-Zubi.

"Kami tahu ada ribuan ahli militer Korea Utara yang bekerja sama dengan rezim di bidang pertahanan rudal dan komunikasi," katanya.

"Sekarang, ada satu batalion di Jebel Qassioun (di pinggiran Damaskus), yang disebut 'Batalyon Korea.' Seluruh warga sipil di sana mengetahuinya. Mereka telah ada selama lebih dari 10 tahun," tambah al-Zubi.

"Koordinasi … antara rezim (Assad) dan Korea Utara, khususnya di bidang militer, bukanlah sesuatu yang baru. Kerja sama ini berkembang selama revolusi Suriah, di mana rezim memanggil pasukan terlatih dan elemen khusus dari infanteri," katanya.

Unsur-unsur ini, katanya, "sangat terlatih, mereka dikenal sebagai pembunuh dan teroris … Kami baru-baru ini menemukan bahwa jumlah mereka lebih dari 300. Dan saya bisa mengkonfirmasikan bahwa jumlah ahli (Korea Utara) lebih dari 2.000 atau 3.000. Mereka ini disebut 'ahli' yang mengkhususkan diri dalam terorisme dan pembunuhan warga sipil."

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses