Mengaku Tidak Bermaksud Menghina Allah, Ade Armando Tolak Minta Maaf

Jakarta (Jurnalislam.com) – Dosen FISIP Universitas Indonesia (UI), Ade Armando membuat pernyataan kontroversial di akun media sosial Facebook dan Twitter miliknya. Ade menyebut Allah bukan orang Arab dan Allah akan senang jika ayat-ayat Al Quran dibaca dengan berbagai gaya, salah satunya secara hip-hop.

Namun, dia berkilah bahwa pernyataan itu mengandung unsur penistaan agama. Menurut Ade, pernyataan bahwa Allah bukan orang Arab tidak serta merta artinya adalah Allah adalah makhluk.

"Kalau kita belajar dasar-dasar logika, pernyataan bahwa Allah itu bukan orang Arab tidak otomatis artinya saya mengatakan Dia (Allah-red) adalah orang," kata Ade kepada Jurniscom di depan Gedung Nusantara 1 FISIP Universitas Indonesia, Depok, Senin (25/5/2015).

Contohnya, lanjut Ade, kalau dia menyebut seseorang bukan anjing kudis, pernyataannya itu bukan berarti orang itu adalah Anjing bersih. Selain itu, kalau dia mengatakan bahwa fulan itu bukan anjing tolol, bukan berarti bahwa dia anjing pintar bisa juga artinya memang bukan anjing.

"Karena itu, memang silogisme dalam dasar-dasar logika itu sebetulnya sederhana. Saya bilang Allah itu bukan orang sebetulnya," cetus Ade.

Menurut Ade, dia menggunakan penjelasan bahwa Allah bukan orang Arab, karena selama ini yang mempersoalkan soal kearaban sesuatu itu datangnya dari kalangan wahabi.

"Kalau orang salah faham, boleh-boleh aja, cuma kalau orang salah paham terus dia tanya, saya jelaskan, selesai dong," ungkapnya.

Ade merasa tidak habis pikir, mengapa orang bersikeras menuduhnya telah menghina Allah setelah dia jelaskan duduk persoalannya. Begitu juga dia merasa tidak habis pikir kepada netizen yang menuntutnya secara hukum, Johan Khan. Ade mengaku sudah menjelaskan, tapi mengapa Johan tetap meminta Ade untuk meminta maaf. 

"Kenapa saya harus minta maaf, kalau saya minta maaf berarti itu saya yang salah," ujar Ade mengelak.

"Dalam sebuah percakapan, saya rasa dalam wall-nya Johan, saya memang salah tulis, harusnya Allah itu khalik saya tulis Allah itu makhluk yang menciptakan manusia, itu salah, makanya saya minta maaf," bebernya.

Menurut Ade, kalau dia salah tentu dia akan mengaku salah. Dalam hal ini dia meminta maaf, tapi Ade tidak mau kalau dia harus mencabut pernyataan Allah itu bukan orang Arab.

"Saya gak mau dong. Kalau saya cabut, salahnya dimana?" tanya Ade.

Ade berpendapat, bila pernyataannya itu terus dipermasalahkan kemungkinan karena niat orang yang menuduh dirinya itu memang sudah jahat sejak awal. Bahkan, lanjutnya, mereka tidak mau mendengar apapun penjelasan dirinya. "Pokoknya buat mereka saya harus terbukti bahwa saya itu menghina Allah," tuduhnya.

Ade bersikukuh, kalau tuntutan pihak pelaporan adalah mencabut pernyataannya atau minta maaf kepada umat Islam, Ade tidak mau melakukannya.

"Saya bukan tipe orang yang mengabaikan kritik dan protes orang, saya jawab," tandasnya.

Unsur Pelecehan Al Qur'an

Atas apa yang dilakukannya, salah seorang netizen bernama Johan Khan melaporkan Ade ke Polda Metro Jaya dengan tuduhan penistaan agama. Tidak hanya Johan, sejumlah tokoh dan ormas Islam pun mengecam pernyataan Ade yang dinilai telah melecehkan agama. 

Menanggapi penjelasan Ade Armando itu, juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah, Ustadz Abdul Rahim Ba'asyir, menilai permasalahannya bukan hanya pada ucapan Ade Armando yang mengatakan Allah bukan orang Arab. Akan tetapi pernyataan Ade yang membolehkan Al Qur'an dibaca dengan gaya hip-hop dan genre lainnya. 

"Itu kan ada unsur mempermainkan Al Qur'an. Coba bayangkan kalau orang baca Al Qur'an pakai iringan musik hip-hop, itu jelas mempermainkan. Jadi, itulah unsur penghinaannya pada Al Qur'an," jelas Ustadz Iim, sapaan akrabnya, kepada Jurniscom, Senin (25/5/2015).

Reporter : Irfan | Editor : Zarqawi, Ally | Jurniscom

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.