Jaysh al Fath Patahkan Pengepungan Rezim Assad dan Sekutunya di Aleppo

Jaysh al Fath Patahkan Pengepungan Rezim Assad dan Sekutunya di Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Koalisi mujahidin Jaysh al-Fath berhasil mendobrak pengepungan yang digelar pada mereka oleh pasukan rezim Bashar al-Assad dan sekutunya di bagian kota barat daya Aleppo, kata akun media sosial resmi Jaysh al-Fath, Anadolu Agency melaporkan Jumat (05/08/2016).

Menurut akun media sosial dari Jaysh al-Fath (Tentara Penakluk), mengatakan mereka berhasil mencabut pengepungan setelah mencapai sekolah artileri yang dikendalikan milisi Syiah Assad di kota. Operasi untuk merebut sekolah yang dianggap sebagai salah satu benteng rezim Assad yang paling kuat di Aleppo, telah diluncurkan bersama dengan Tentara Pembebasan Suriah.

Jaysh al-Fath mengatakan telah mengambil alih sebuah bangunan perwira dan maju lebih jauh ke dalam sekolah, dan mengatakan bahwa sekarang hanya masalah waktu sebelum mujahidin akan mencapai Ramouseh Roundabout dan membebaskan daerah Aleppo yang diblokir.

Sekolah artileri itu dikatakan menjadi titik support kuat bagi jalur pasokan rezim yang berasal dari kota Hama di Suriah tengah, melewati kota Khanasser di selatan Aleppo.

Mujahidin Suriah telah berusaha sebelumnya untuk menguasai sekolah beberapa kali di masa lalu, tapi belum berhasil.

Pada bulan Februari, rezim Nushairiyah Suriah memotong rute pasokan antara pedesaan utara Aleppo dan kawasan timur yang dipegang mujahidin.

LQy-dL7_aadbreeu

Pada awal Juli, pasukan rezim Assad berusaha memotong Castello Road, yang menghubungkan kota Aleppo yang diperebutkan rezim dengan Idlib yang dikuasai mujahidin, memberlakukan blokade total pada daerah yang dikuasai mujahin di Aleppo.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan Arab Spring – dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negeri yang babak belur akibat perang tersebut, menurut angka PBB.

Namun, Pusat Penelitian Kebijakan Suriah, sebuah LSM yang sebelumnya berbasis di Damaskus, melaporkan total korban tewas akibat konflik lebih dari 470.000.

 

Bagikan