Hermes, Drone Israel untuk Hadapi Pasukan Bawah Tanah Hamas

GAZA (Jurnalislam.com) – Phobia terhadap perlawanan terowongan Gaza telah menguasai para pembuat keputusan di entitas Zionis dan mereka masih terus berusaha dengan berbagai cara untuk menghancurkan terowongan-terowongan tersebut dan para pembuatnya.

Mereka menghabiskan jutaan dolar untuk memeranginya. Sarana terakhir yang mereka gunakan adalah pesawat tanpa awak bernama “Hermes”, yang mereka klaim disiapkan untuk menunggu para pejuang perlawanan keluar dari terowongan, Infopalestina melaporkan Selasa (24/05/2016).

Kantor berita intelijen Zionis Walla menulis sebuah judul, “Peluru di mata mereka,drone menunggu pejuang-pejuang Hamas sampai mereka keluar dari terowongan.”

Hermes 450

Dalam pertemuan yang dilakukan kantor berita intelijen Zionis Walla dengan para komandan di pangkalan pesawat Hermes 450, salah seorang komandan mengatakan, “Ketika perusak keluar di waktu maghrib dari terowongan maka kami akan memantau situasi secara sempurna dan mengawasinya, kami pergi dan naik tangga logam dengan hati-hari dan masuk truk. Kami hidupkan drone (pesawat tanpa awak), sementara telepon genggam tetap berada di luar mobil karea takut terdengar atau terbocorkan informasi rahasia.”

Dia melanjutkan, “Kami tutup pintu dengan kontrol dan AC dihidupkan karena udara biar tetap dalam suasana terjaga dan tiga operator mengendalikan pemantauan pesawat-pesawat melalui layar dengan sangat akurat di sejumlah sisi di depan mereka dan mereka melihat gambar-gambar video hitam putih.”

Dia menambahkan, “Pesawat tanpa awak ini bernama ‘Hermes 450’, yang didesain untuk memantau dan mendokumentasikan keterangan dari Gaza. Apa yang terjadi melalui kamera-kamera canggih; melihat rumah-rumah sangat padat dan pemandangan di kamp-kamp pengungsi. Sementara itu para operator melakukan diskusi profesional yang diperoleh dari pesawat-pesawat tersebut dengan jelas melalui layar.”

Sang komandan menjelaskan penayangan target pesawat, dia mengatakan, “Langkah pertama adalah menentukan wilayah strukturan yang dicurigai oleh intelijen di mana terjadi aktivitas jihadis. Setiap target merupakan rangkaian dari 112 angka di kertas putih dan daftar panjang. Dilakukan pelatihan pasukan untuk menentukan target dan mereka yang dicurigai untuk dihabisi, serta mengungkap informasi intelijen yang memastikan para perusak dan kerja mereka tepatnya di dalam terowongan.” (baca juga: Hadapi Kekuatan Roket Hamas, Militer Israel Uji Sistem Pertahanan Rudal Iron Dome Laut)

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses