“friendly fire” Bunuh Lima Tentara Nasional Afghanistan dan Seorang Polisi

“friendly fire” Bunuh Lima Tentara Nasional Afghanistan dan Seorang Polisi

FARAH (Jurnalislam.com) – Serangan angkatan udara Afghanistan menewaskan lima tentara ANA (Afghanistan National Army) dan seorang polisi di Afghanistan barat, seorang pejabat, Sabtu (01/10/2016), dalam serangkaian insiden “friendly fire” terbaru, lansir World Bulletin.

Helikopter Afghanistan “keliru” membom pasukan mereka sendiri yang meminta bantuan serangan udara saat berperang melawan Taliban di daerah Kensk provinsi Farah Jumat, Dawlat Waziri, juru bicara kementerian pertahanan, mengatakan.

“Karena koordinat yang salah, helikopter membom sebuah pos pemeriksaan pasukan Afghanistan yang menewaskan lima tentara dan satu polisi,” katanya.

“Sebuah penyelidikan atas insiden tersebut telah diluncurkan,” tambahnya.

Bulan lalu serangan udara AS menewaskan delapan polisi Afghanistan di provinsi selatan Uruzgan, dalam insiden pertama seperti itu sejak pasukan Amerika diberi kekuasaan yang lebih besar untuk menyerang mujahidin Taliban.

Namun militer AS di Afghanistan berkelit pasukannya tidak terlibat dalam serangan udara di Farah.

Korban sipil dan militer yang tewas oleh NATO dan pasukan Afghanistan telah menjadi salah satu isu yang paling diperdebatkan dalam operasi 15-tahun melawan mujahidin Taliban, mendorong keras kritik publik dan pemerintah.

Sebuah serangan udara AS menewaskan 10 tentara Afghanistan pada bulan Juli tahun lalu di sebuah pos pemeriksaan militer di provinsi Logar di selatan Kabul, dan merupakan salah satu episode paling mematikan dari “friendly fire” oleh pasukan asing dalam beberapa tahun terakhir.

Afghanistan memiliki angkatan udara kecil dibandingkan dengan armada NATO, yang menyediakan pasokan bagi operasi militer, serangan udara dan evakuasi darurat sampai penarikan pasukan koalisi asing pada tahun 2014.

Angkatan udara baru-baru ini mulai melancarkan pemboman terhadap Taliban saat pertempuran mengamuk di beberapa provinsi di seluruh negeri.

Sementara di Daikundi media resmi Taliban, Al Emarah News, mengatakan sebanyak 73 personel ANA, ANP dan ALP telah bergabung pada Imarah Islam selama 3 pekan terakhir, menyerahkan 48 senapan, 4 senapan mesin PKM, 4 perangkat komunikasi, 48 rompi anti peluru dan sejumlah besar amunisi kepada Taliban.

 

Bagikan