Dubes Israel di Washington Didemo Muslim AS dan Warga Palestina

Dubes Israel di Washington Didemo Muslim AS dan Warga Palestina

WASHINGTON DC (Jurnalislam.com) – Ratusan pengunjuk rasa berkumpul di depan kedutaan Israel untuk memprotes blokade Israel baru-baru ini terhadap Masjid Al-Aqsha di Yerusalem dan sholat Jum’at.

Warga Palestina terdiri dari Kristen dan Yahudi Ortodoks termasuk di antara mereka yang berpartisipasi dalam unjuk rasa yang diselenggarakan oleh Muslim Amerika untuk Palestina (the American Muslims for Palestine-AMP).

“Kami berada di sini karena kami menemukan bahwa semua yang dilakukan Israel selama berpuluh-puluh tahun melawan rakyat Palestina benar-benar salah dan langkah mereka meningkatkan kekerasannya hanya mendorong konflik dan memicu kebencian,” Rabbi Dovid Felman, presiden organisasi Naturei Karta International, atau Jewish United Against Zionism, mengatakan kepada Anadolu Agency, Sabtu (29/7/2017).

Felman menekankan bahwa menindas, membunuh, dan mencuri adalah salah, menurut Yudaisme, mengacu pada tindakan Israel terhadap orang-orang Palestina.

“Kami temukan hari ini, Palestina adalah tempat terburuk bagi orang Muslim atau Yahudi murni. Sayangnya, semua ini disebabkan oleh penemuan Zionisme dan penciptaan negara Israel,” tambahnya.

Saat umat Islam sholat di depan kedutaan, yang lainnya memegang spanduk bertuliskan: “Warga Yahudi Torah asli di Yerusalem dan di seluruh dunia mengecam agresi di Al-Aqsha dan penjajahan Palestina” dan “Yudaisme menolak Zionisme dan negara Israel”.

Direktur Kebijakan Nasional AMP Dr. Osama Abuirshaid mengatakan bahwa Israel dapat menolak hak Palestina untuk beribadah dengan bebas namun kedutaannya di Washington DC tidak memiliki hak yang sama dan tidak dapat menahan kebebasan beragama dan berekspresi.

“Kami akan terus berjuang melawan ketidakadilan Israel di negara ini sampai Palestina dan rakyat Palestina bebas,” tambahnya.

Direktur Eksekutif Council on American-Islamic Relations (CAIR), Nihad Awad, mengatakan “Kami di sini untuk memberi tahu pejabat terpilih dan administrasi Trump untuk berperilaku sebagai pemerintah Amerika yang layak dengan melindungi kebebasan beragama di dalam dan luar negeri.” Dia juga menekankan bahwa Israel menyerang brutal warga Palestina dengan senjata, uang dan dukungan Amerika.

Kristin Szremski, Direktur Media dan Komunikasi AMP meminta para demonstran untuk menghubungi anggota kongres mereka dan Departemen Luar Negeri untuk menekan Israel.

“Pendapat publik Amerika berubah. Kongres berubah. Israel telah menjadi topik partisan di Kongres. Dulu bi-partisan, “kata Szremski. “Sekarang sangat partisan. Ini hanya masalah waktu dan mereka mengetahuinya. Itu sebabnya tindakan mereka semakin keras. ”

Kemarahan meluap di Tepi Barat sejak 14 Juli, ketika Israel memberlakukan pembatasan keamanan di kompleks Masjid Al-Aqsha – sebuah situs yang dihormati oleh umat Islam, menyusul kematian dua aparat polisi Israel dan tiga orang Arab Israel dalam sebuah serangan.

Bagikan