WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Presiden Donald Trump memberi isyarat pada hari Senin (5/3/2018) bahwa dia mungkin akan mengunjungi Yerusalem (Al Quds) untuk menandai pembukaan kedutaan AS di sana pada bulan Mei.
“Saya mungkin datang, saya mungkin datang,” kata Trump menanggapi pertanyaan seorang reporter saat memberikan sambutan singkat di Gedung Putih di samping Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu. “Jika saya bisa, saya akan melakukannya,” lansir Anadolu Agency.
AS mempercepat langkah memindahkan markas diplomatiknya dari Tel Aviv ke Yerusalem bulan lalu, dengan harapan dapat mengadakan pembukaan seremonial pada hari yang sama dengan perayaan ulang tahun Israel yang ke-70 pada tanggal 14 Mei.
Trump Hubungi Mahmoud Abas, Putuskan Perpidahan Kedutaan AS ke Yerusalem Hari Ini
Relokasi tersebut rencananya akan selesai pada akhir 2019.
Rencana tersebut adalah prioritas pertama Amerika Serikat setelah pada bulan Desember Trump mengumumkan keputusan nyelenehnya untuk mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel, yang menimbulkan badai kecaman dari masyarakat internasional, termasuk sekutu dekat Washington.
Sejauh ini, tidak ada negara lain yang mengikuti jejak Washington, meskipun para pemimpin Israel menyeru untuk melakukannya, dan keputusan tersebut semakin meningkatkan usaha Amerika untuk menegosiasikan kesepakatan damai Palestina-Israel yang semakin sulit dipahami setelah deklarasi tersebut.
Status Yerusalem telah lama dianggap sebagai masalah yang harus diselesaikan dalam negosiasi status akhir namun pada hari Senin Trump malah terus mendesak keputusannya keluar dari meja perundingan. Palestina menganggap sebelah timur kota yang diperebutkan sebagai ibu kota negara mereka.
Cendekiawan Muslim Internasional Tolak Rencana Pemindahan Kedutaan AS di Tel Aviv ke Al Quds
Yerusalem Timur telah dijajah oleh Israel sejak tahun 1967 dan pemimpin Palestina secara terang-terangan telah menolak peran perantara bagi AS setelah mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.
Trump mengatakan bahwa orang-orang Palestina yang ingin kembali ke meja perundingan “sangatlah buruk,” seraya menambahkan “kita memiliki tembakan” untuk memperdebatkan kesepakatan damai.
Netanyahu mengucapkan terima kasih kepada Trump karena telah melakukan tindakan atas Yerusalem. “Ini akan diingat oleh orang-orang dalam waktu lama, yang lain hanya membicarakannya, Anda melakukannya,” katanya.