Berita Terkini

Wakaf Produktif Dorong Perekonomian Nasional di Tengah Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Pandemi telah memporak-porandakan arus ekonomi global khususnya. Di satu sisi Kalimantan Timur yang akan dirancang menjadi ibu kota baru, sedang deras dimasuki investasi.

Pandemi yang sudah berlangsung satu setengah tahun ini memperburuk kondisi kemiskinan di Indonesia yang meningkat sebanyak 2,76 juta orang. Penggangguran kembali bertambah, serta UMKM juga banyak yang terdampak.

“Di tengah Pandemi covid ada beberapa sektor yang mengalami dampak yang cukup panjang dan ada juga beberapa sektor yang akan tumbuh secara pesat. Salah satunya adalah sektor pertanian. karena bahan pokok adalah kebutuhan yang primer. Selanjutnya adalah sektor kesehatan dan yang terakhir adalah sektor perekonomian digital,” kata Sekretaris Lembaga Wakaf MUI, Guntur Subagja Mahardika pada webinar Literasi Pandemi dan Pemulihan Ekonomi se-Kalimantan Timur yang digelar oleh Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo) bekerja sama Komisi Infokom MUI, Kamis (7/10).

Menurutnya, hal tersebut akan mendorong perekonomian nasional. Salah satunya produksi gabah yang melimpah dan produk kopi yang kaya akan vrietas. Jika berbicara industri pertanian, secara tidak langsung banyak fokus bahasan yang membantu aspek lainnya seperti riset teknologi,produksi,distribusi dan lainnya.

“Sektor pertanian juga bisa mendorong kemandirian industri halal. Seperti kita ketahui Indonesia merupakan penduduk mayoritas Muslim terbesar. Tapi Indonesia nyatanya, merupakan negara importir terbesar untuk produk halal khususnya halal food. Sedangkan untuk eskportir produk halal terbesar ada di negara Brazil, kedua Amerika Serikat,Rusia,kemudian Argentina,” tambahnya.

Menanggapi hal tersebut, seharusnya Indonesia membangun ekosistem besar industri halal, terutama halal food berbasis digital yang melibatkan UMKM. Selain itu juga dengan mengembangkan sistem ekonomi kreatif. Indonesia sendiri berada di urutan ketiga di dunia untuk kategori industri kreatifnya.

“Ada satu potensi wakaf yang perlu di kembangkan oleh MUI dan masyarakat Muslim yaitu potensi wakaf yang produktif yang di kelola dengan baik. Baik wakaf uang atau wakaf produktif. Hal ini yang sedang di kembangkan oleh kami dari MUI yang di harapkan mendorong perekonomian nasional,” katanya.

Tren yang perlu di respon segera akan hal ini di antaranya adalah konsumen tren. Sebuah kondisi dimana saat ini konsumen tidak datang ke toko secara langsung. Semuanya berlangsung dengan sistem virtual ekonomi,transaksinya cashless, dan testimoninya menggunakan media digital.

“Untuk membangun sistem ini kita bisa mulai dari desa. Desa ini adalah salah satu sumber kekuatan ekonomi nasional serta tempat penghasilan yang besar. Program yang di gagas berbasis digital ini bisa menjadi marketplace yang menghadirkan produk-produk dari umkm atau desa-desa.Sehingga ini menjadi optimisme yang baru untuk perkembangan ekonomi nasional bahkan global,” tutupnya. (mui)

 

Syaikh Al Azhar Serukan Distribusi Vaskin yang Adil

VATIKAN(Jurnalislam.com) — Imam Besar Al-Azhar Sheikh Ahmed Al-Tayyeb menyerukan solusi praktis guna memastikan distribusi vaksin Covid-19 yang adil. Utamanya distribusi ini untuk negara-negara Afrika yang paling miskin.

Seruan tersebut disampaikan dalam pertemuan yang diadakan di Vatikan, di sela-sela KTT “Iman dan Sains: Menuju COP26”, bersama Uskup Agung Canterbury Justin Welby.

Dilansir di Ahram Online, Jumat (8/10), selama pertemuan tersebut, Imam Besar dan Uskup Agung sepakat tentang perlunya menyebarkan kesadaran tentang perubahan iklim dan bahaya yang dihadapi planet bumi.

Mereka juga mengungkapkan keprihatinannya, yang menyatakan pidato atau pembicaraan tentang masalah tersebut belum diterjemahkan ke dalam tindakan nyata di lapangan.

Selanjutnya, Al-Tayyeb dan Welby juga menekankan konflik politik antara negara maju telah menyebabkan hilangnya hak di negara berkembang, serta munculnya kembali konflik etnis.

Mereka pun menyepakati tentang perlunya memberdayakan para pemimpin agama untuk bekerja sama dengan para pemimpin dunia, demi membawa perdamaian.

Al-Tayyeb mengungkapkan kebahagiaannya bisa kembali melihat Welby, tiga tahun setelah diadakannya program “The Youth Peacemakers”, di bawah naungan Al-Azhar dan Katedral Canterbury Inggris di London. Menurutnya, program ini menciptakan kelompok pemuda yang mampu menghadapi tantangan.

Dari pihaknya, Uskup Agung Canterbury Justin Welby mengatakan dia setuju dengan Sheikh Al-Tayyeb tentang perlunya melanjutkan program “Pemuda Perdamaian”. Welby diketahui tiba di Mesir untuk meresmikan sebuah provinsi baru untuk Gereja Anglikan, Kamis (7/10).

Menurut sebuah pernyataan dari Gereja Anglikan, Welby akan meluncurkan Provinsi Alexandria ke-41 Gereja Anglikan, dinamai berdasarkan posisi penting kota itu di dunia Kristen kuno.

Sumber: republika.co.id

Dirjen PHU Bertemu Dubes Saudi Bahas Persiapan Umrah

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Hilman Latief hari ini bersilaturahim ke Kedutaan Besar Arab di Jakarta. Kedatangan Hilman disambut Dubes Saudi untuk Indonesia, Essam bin Abed Al-Thaqafi.

Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat ini membahas penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi. Hadir mendampingi Hilman, Sesditjen PHU Ramadhan Harisman dan Direktur Layanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid.

“Kepada Dubes, saya menyampaikan bahwa jemaah Indonesia sudah merindukan proses umrah yang indah dan proses haji yang khusyuk. Mereka betul-betul menunggu angin segar yang bisa memberikan kemudahan untuk bisa melaksanakan ibadah umrah dan haji,” terang Hilman di Jakarta, Kamis (7/10/2021).

Hilman juga menyampaikan situasi penanganan Covid-19 di Indonesia yang terus membaik. Trend pandemi di hampir seluruh kota sudah menurun drastis. Kesadaran masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan dalam pencegahan pandemi juga terus meningkat.

“Harapannya, ini bisa dijaga dengan disiplin agar pandemi terus menurun, keadaan menjadi lebih baik lagi, dan jemaah Indonesia bisa segera mendapat kesempatan untuk beribadah umrah,” ujar Hilman.

Hilman juga menyinggung soal mitigasi penyelenggaraan umrah di saat pandemi. Menurutnya, perlu ada skema khusus dalam penyelenggaraan ibadah umrah di saat pandemi. Pihaknya saat ini terus bersinergi dan berkoordinasi dengan asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), Kemenkes, Kemenlu, Kemenhub, Maskapai Penerbangan serta instansi terkait lainnya dalam menyusun mitigasi dan skema penyelenggaraan umrah di masa pandemi.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat semakin clear dan skema tatacara serta penanganan pelaksanaan ibadah umrah di masa pandemi bisa diterbitkan. Tentu dibutuhkan juga kedisiplinan jemaah dalam menaati prokes,” paparnya.

“Insya Allah, sebagai Dirjen PHU yang baru saya akan berkoordinasi dengan semua stakeholders dalam waktu dekat agar harapan untuk bisa memberangkatkan jemaah umrah Indonesia bisa kita akselerasi,” sambungnya.

Hilman mengapresiasi respon Dubes Saudi Essam bin Abed. Kepadanya, Essam juga menegaskan keinginan Pemerintah Saudi agar jemaah Indonesia bisa kembali menunaikan ibadah umrah. Namun, di tengah pandemi, regulasi yang diterapkan sangat ketat demi kenyamanan dan keamanan jemaah yang datang dari berbagai negara.

Para Ulama Internasional Soroti Permasalahan Iklim dan Kerusakan Lingkungan

INGGRIS(Jurnalislam.com)– Para pemimpin agama dunia buka suara mengenai perubahan iklim. Mereka bersuara terkait KTT yang akan diselenggarakan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 31 Oktober  di Glasgow, Inggris.

Melansir AFP, pemimpin umat Katolik dunia, Paus Fransiskus, mengatakan bahwa KTT COP ke-26 harus menawarkan solusi untuk ancaman krisis ekologi yang menimbulkan bencana bagi umat manusia. Ia berujar harus ada harapan nyata yang dibawa bagi generasi mendatang.

“COP 26 di Glasgow merupakan seruan mendesak untuk memberikan tanggapan efektif terhadap krisis ekologi yang belum pernah terjadi sebelumnya dan krisis nilai yang kita alami saat ini,” kata agamawan itu, dikutip Selasa (5/10/2021).

Paus juga menyebut bahwa pihaknya akan mengundang beberapa agamawan lainnya untuk hadir dalam konferensi di Vatikan yang bernama Faith and Science. Acara itu akan diselenggarakan beberapa saat sebelum COP 26 dilakukan.

Sementara itu pemimpin Anglikan, Uskup Agung Canterbury Justin Welby, mengatakan dunia membutuhkan “ekonomi bersih”. Ini penting guna mengurangi emisi karbon dan meningkatkan pengembangan dan penggunaan energi terbarukan.

“Kami dalam 100 tahun terakhir menyatakan perang terhadap penciptaan,” katanya, seraya menyerukan perubahan dramatis dan cepat dalam peraturan perpajakan dan perdagangan demi model ekonomi yang lebih berkelanjutan.

“Dunia hanya punya sedikit waktu untuk memperbaiki ini,” katanya lagi.

COP 26 sendiri akan diadakan selama dua minggu. Diprediksi akan banyak pemimpin dunia yang datang mengingat tekanan dunia yang semakin tinggi akan dampak dari bencana ekologis itu.

Sumber: cnbcindonesia

 

Optimisme Kenaikan Penghimpunan Zakat Perlu Diapresiasi

JAKARTA(Jurnalislam.com) —  Pengamat Ekonomi, Yusuf Wibisono mengatakan, optimisme tinggi Baznas untuk menaikan target penghimpunan dana zakat merupakan keyakinan yang perlu diapresiasi. Namun, dosen ilmu ekonomi Universitas Indonesia ini mengingatkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia kini mengalami perlambatan seiring serangan virus gelombang kedua.

“Optimisme tinggi untuk kenaikan penghimpunan dana zakat ini tentu kita apresiasi, meski kita melihatnya sulit tercapai. Kondisi saat ini, meski sudah mulai dilakukan pelonggaran, namun situasi kita masih rapuh, peluang terjadinya pembalikan arah pandemi masih sangat besar seiring naiknya mobilitas masyarakat mengingat masih rendahnya vaksinasi dan peluang serangan dari mutasi virus baru,” ujar Yusuf.

Menurutnya, secara umum, sebagian besar organisasi pengelola zakat (OPZ), baik Baznas maupun lembaga amil zakat (LAZ) mengalami tekanan dalam menghimpun dana ZIS di masa pandemi. Hanya OPZ besar saja yang menunjukkan pertumbuhan, karena stabilitas ekonomi donatur mereka yang kebanyakan berasal dari kelas menengah atas atau bekerja di sekttor yang tidak terlalu terdampak pandemi, kata dia.

“Sedangkan OPZ menengah-kecil dengan donatur didominasi kelas menengah-bawah, dan penghimpunan mereka menurut dugaan saya mengalami tekanan cukup besar. Dan saya yakin ini masih akan berlanjut di 2021 ini,” sambungnya.

Untuk mengoptimalkan penghimpunan ZIS, Yusuf menyarankan agar Baznas maupun LAZ lain bukan hanya mengandalkan pengumpulan melalui kanal digital, namun juga melakukan langkah yang lebih strategis dengan mendorong kesadaran kelas elit untuk lebih banyak lagi membantu para dhuafa maupun yang terdampak pandemi.

Sumber: republika.co.id

 

Hanya Jamaah Sudah Vaksinasi Penuh yang Diizinkan Umrah

RIYADH(Jurnalislam.com) — Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengumumkan izin pelaksanaan umroh dan sholat di Masjidil Haram kemungkinan hanya diperuntukan bagi jamaah yang sudah divaksinasi penuh. Pada Ahad, kementerian mengatakan status kesehatan pada aplikasi Tawakkalna akan diperbarui efektif setelah 10 Oktober.

Nantinya, status kekebalan akan diberikan bagi orang-orang yang telah menyelesaikan vaksinasi. Mereka jamaah yang menerima dua dosis vaksin Pfizer-BionTech, Oxford-AstraZeneca, Moderna, atau satu dosis Johnson & Johnson.

Status kekebalan dimulai dari tanggal pengambilan dosis kedua dari tiga vaksin yang disetujui. Sedangkan status kekebalan dalam kasus mereka yang menggunakan vaksin Johnson & Johnson akan dipertimbangkan 14 hari setelah mengambil dosis pertama.

Kementerian menyebut status kesehatan akan kebal bagi mereka yang telah menerima dua dosis vaksin Sinopharm dan Sinovac yang disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan dosis vaksin tambahan dari salah satu vaksin yang disetujui di Kerajaan.

Dilansir Saudi Gazette, Rabu (6/10), kementerian menekankan status kesehatan kekebalan tidak akan mencakup mereka yang menerima satu dosis vaksin dan pulih dari infeksi virus corona sebelum atau setelah tanggal pengambilan dosis pertama.

Sektor Pertanian Dukung Pengembangan Ekonomi Syariah

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Bank Indonesia mendorong pengembangan ekonomi syariah melalui pertanian terintegrasi dari hulu ke hilir. Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, M Anwar Bashori, mengatakan, pertanian menjadi sektor unggul di Indonesia.

“Sejak pandemi Covid-19, semua sektor terpuruk, pertumbuhannya minus, tapi sektor makanan halal dan sektor pertanian terintegrasi ini positif, sampai sekarang,” katanya dalam Webinar Agriculture for Sustainable Growth BI, Selasa (5/10).

Anwar mengatakan, ini menjadi berkah sekaligus tuntunan bagi Indonesia untuk serius menggarap pertanian sebagai tulang punggung pertumbuhan ekonomi. Sektor makanan halal juga akan bergantung pada pertanian terintegrasi.

“Ini harus dikembangkan secara end to end, misal nanti juga kita bahas terkait skema pembiayaan yang tepat untuk sektor pertanian seperti apa, karena pasti akan beda dengan manufaktur industri,” katanya.

Mengingat ekonomi syariah sangat menitikberatkan pada proses, ia berharap sektor pertanian bisa mendapat dan menjalani skema yang adil serta menguntungkan bagi semua pihak sehingga membawa kemaslahatan.

Anwar mengatakan, permasalahan terbesar dalam transaksi ekonomi selama ini adalah pembagiannya yang tidak adil. Ia berharap kerja sama berbagai pihak pada sektor pertanian dan sektor lain bisa membawa keadilan ekonomi dan maslahat sekaligus bisa membantu pemerintah untuk mengembangkan ekonomi syariah.

Sumber: republika.co.id

 

Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Medali Emas dalam PON Cabang Beladiri

PAPUA(Jurnalislam.com)— Mahasiswa UIN Ar-Raniry Aldi Mariza unjuk prestasi di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Mewakili Provinsi Aceh, Aldi meraih medali emas pada cabang olahraga Beladiri Kurash kelas 60 kg.

“Allhamdulillah Aceh kembali menambah emas pada cabang olahraga Kurash di PON Papua,” kata Ketua Umum Kurash Provinsi Aceh Tarmizi SP di Papua, Selasa (5/10/2021).

Acara Eksibisi Kurash PON XX Papua 2021 dibuka Ketua Umum KONI Pusat, Letnan Jenderal TNI (Purn) Marciano Norman. Hadir mendampingi, Wakil Ketua Mayor Jenderal TNI (Purn) Soedarmo, Ketua Bidang Mayor Jenderal TNI (Purn) Andrie T.U Soetarno, dan Pengurus KONI Pusat lainnya.

Tarmizi SP mengucapkan terima kasih kepada seluruh rakyat Aceh yang ikut mendoakan sehingga cabang olahraga Federasi Kurash berhasil mendapatkan medali emas. “Terima kasih kepada atlet dan pelatih yang telah berjuang keras,” ujar Tarmizi SP lagi.

Aldi Mariza tercatat sebagai mahasiswa Semester Tujuh Program Studi (Prodi) Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan ILmu Pemerintahan (FISIP) UIN Ar-Raniry Aceh.

Atas nama segenap civitas akademika, Rektor UIN Ar-Raniry Warul Walidin AK mengucapkan syukur atas prestasi Aldi hingga menyumbangkan medali emas pada PON Papua untuk Aceh.

“Kami bangga dengan prestasi ini. Terima kasih kepada ananda atas perjuangan serta capaian yang strategis dan monumental. Hal ini menjadi kado yang indah di saat UIN Ar-Raniry sedang merayakan Milad yang ke 58,” ujarnya.

Kurash adalah sebuah cabang olah raga yang sangat khas dan mengandung seni sport yang sangat filosofis dan sarat dengan nilai-nilai sportivitas tinggi. Dikutip dari Wikipedia, Kurash merupakan jenis olahraga beladiri yang memiliki gerakan dasar saling membanting dengan mengaitkan baju khusus. Olahraga Kurash berasal di wilayah Tatarstan Asia Tengah atau yang sekarang dikenal dengan wilayah Uzbekistan. Gerakan dasar Kurash ini menyerupai beladiri Gulat dan Judo, hanya saja dalam Kurash kondisi bantingan berada dalam posisi berdiri pada kaitan atas, tidak diperkenankan menggunakan kaitan pada kaki.

“Semoga prestasi ini menjadi pemacu generasi muda Aceh dan mahasiswa UIN Ar-Raniry lainya untuk menekuni cabang olah raga yang spesifik ini,” harap Warul

Prof Hilman Latief Dilantik Jadi Dirjen Haji dan Umrah, Bahas SBSN

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief akan mendorong akselerasi penyerapan anggaran, khususnya yang berasal dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).

“Terus lakukan komunikasi agar akselerasi penyerapan anggaran semakin baik,” kata Hilman saat Evaluasi Program Pelaksanaan Proyek SBSN Revitaliasasi dan Pengembangan Asrama Haji Tahun Anggaran 2021 di Jakarta, Rabu (06/09/2021).

Hilman yang baru saja dilantik menjadi Dirjen PHU Kemenag, berharap pertemuan dengan para penerima anggaran SBSN ini dapat menghasilkan rekomendasi bagi kelanjutan program SBSN ini agar lebih baik lagi.

“Pertemuan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi program SBSN, sehingga kita bisa melanjutkan program ini ditahun berikutnya,” jelasnya.

Pembangunan proyek berskema SBSN di lingkungan Ditjen PHU telah dimulai sejak 2014. Saat ini pembiyaan SBSN digunakan untukproyek revitalisasi pengembangan asrama haji dan pembangunan Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT).

Ke depan, menurut Hilman, para penerima SBSN dapat memperkuat sumber daya manusia dalam hal pengadaan barang dan jasa. “Ke depan kita libatkan wilayah-wilayah dalam memperkuat sdm-sdm terkait dengan lelang untuk memperkuat kontrak,” ujarnya.

Kontrak ini, lanjut Hilman akan menjadi pertimbangan para pimpinan dalam mengambil keputusan. “Ini adalah tantangan buat kita,” sambungnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Ditjen PHU Ramadhan Harisman, Perencana Ahli Madya Ditjen PHU Slamet, 9 Kepala Bidang PHU Provinsi serta 3 Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT)  Asrama Haji.

Guru Nilai Pondok Pesantren Mulai Mendapat Perhatian

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Hal ini selanjutnya diwujudkan dengan upaya Kementerian Agama (Kemenag) untuk menjalin sinergi dengan Kementerian/Lembaga terkait lainnya, salah satunya Kementerian Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Di lapangan, sinergi lintas kementerian mulai dirasakan manfaatnya oleh pondok pesantren, salah satunya Pondok Pesantren Hidayatul Muhtadiin Sukomangli Reban, di Batang, Jawa Tengah. Pengakuan ini disampaikan Pengasuh LPK/Pondok Pesantren Hidayatul Muhtadin KH. Ahmad Abdurrohim usai serah terima proyek bantuan sarana sanitasi dari Kementerian PUPR, di Batang, Senin (04/10/2021).

Ia menyampaikan saat ini perhatian pemerintah terhadap pondok pesantren terus meningkat. Fakta ini, lanjut Abdurrohim, menjadi hal yang patut disyukuri oleh kalangan pesantren. “Saya sangat bersyukur sekali kalau tahun-tahun ini pemerintah sangat intensif memperhatikan semua ponpes termasuk disini, Ini adalah bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap pendidikan di pondok pesantren,” tegasnya.

Menurut Abdurrohim Kemenag dan Kementerian PUPR telah memberi perhatian pada pondok pesantren. Tidak hanya pembinaan saja, tetapi juga diwujudkan dengan bantuan sarana prasaran yang sangat bermanfaat bagi santri.

“Ini adalah bukti nyata perhatian pemerintah kepada pondok pesantren. Semoga dengan adanya bantuan tersebut tentunya sangat bermanfaat untuk para santri sehingga dapat mendukung adanya kegiatan-kegiatan santri di pondok pesantren,” ujar KH. Ahmad Abdurrohim.

Senada dengan Abdurrohim, Kepala Seksi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag Kabupaten Batang H. Sugiedi menyampaikan saat ini pengembangan pondok pesantren tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Agama saja, tapi juga Kementerian/Lembaga terkait lainnya.

“Sekarang ini tidak hanya Kementerian Agama saja yang memberikan layanan bantuan kepada pondok pesantren, tetapi semua kementerian sekarang bisa membantu pondok pesantren,”sambung Sugiedi.

Karenanya, ia pun mengapresiasi Kementerian PUPR yang sudah mengalokasikan sejumlah bantuan untuk mendukung penyediaan sarana dan prasarana pondok pesantren. “Mewakili Kementerian Agama Kabupaten Batang, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian PUPR yang telah memberikan bantuan kepada pondok pesantren berupa sarpras sanitasi. Semoga bermanfaat untuk para santri di pondok pesantren,” tutur Sugiedi.

Selanjutnya, Sugiedi mengingatkan pihak pondok pesantren agar dapat mempersiapkan administrasi dan pelaporannya. “Kami mohon atas diberikannya bantuan tersebut pondok pesantren maupun pelaksana kegiatan itu jangan lupa mempersiapkan administrasi dalam pelaporannya,”pesan Sugiedi.

Pemahaman terhadap regulasi juga perlu menjadi perhatian. Hal ini dibutuhkan, lanjut Sugiedi, untuk memastikan bahwa bantuan diberikan sesuai dengan regulasi dan bermanfaat seperti yang diharapkan pemerintah.

Sebelumnya, Koordinator Tim fasilitator lapangan (TFL) mewakili PUPR Jateng Iwan Astriyanto mengatakan bahwa pihaknya telah diberi mandat oleh balai PUPR Jawa Tengah untuk melaksanakan uji fungsi dan penyerahan sarana prasarana sanitasi pada LPK Hidayatul Muhtadiin.

“Kami telah diberi mandat oleh balai PUPR Jateng untuk melaksanakan uji fungsi dan penyerahan sarpras sanitasi kepada LPK Hidayatul Muhtadin karena pembangunan telah selesai dengan sempurna, sesuai spek dan gambarnya,” kata Iwan Astriyanto.

“Kami berharap dengan adanya sarpras sanitasi tersebut bisa bermanfaat untuk para santri dan kami juga mohon untuk dirawat dengan sebaik baiknya biar awet dan selalu tampak bersih,”imbuhnya