Berita Terkini

Riset di AS: Muslim Lebih Dermawan Daripada Nonmuslim

WASHINGTON(Jurnalislam.com) — Dalam studi baru ditemukan, Muslim Amerika Serikat (AS) memberi lebih banyak untuk amal pada 2020 daripada non-Muslim. Mereka juga lebih cenderung menjadi sukarelawan.

Sebesar 1,1 persen dari semua orang Amerika adalah Muslim, dan pendapatan rata-rata mereka lebih rendah daripada non-Muslim. Namun dalam laporan Muslim American Giving 2021, donasi mereka mencakup 1,4 persen dari semua pemberian dari individu.

Muslim Amerika Serikat merupakan minoritas yang sangat beragam dan berkembang pesat. Itu menyumbang sekitar 4,3 miliar dolar AS dari total sumbangan untuk sebagian besar tujuan non-agama sepanjang tahun.

“Sebagai sarjana filantropi, kami yakin temuan kami penting bukan hanya karena ini adalah pertama kalinya kami dapat melihat ukuran dan cakupan pemberian oleh komunitas kecil dan sangat beragam ini, tetapi juga karena Muslim Amerika Serikat menghadapi banyak diskriminasi,” sebut Assistant Professor & Director of the Muslim Philanthropy Initiative, IUPUI, Shariq Siddiqui dan Incoming Assistant Professor of Nonprofit Management, Portland State University, Rafeel Wasif dilansir dari laman the Conversation pada Sabtu (6/11).

“Kami bermitra dengan Islamic Relief USA, sebuah organisasi kemanusiaan dan advokasi nirlaba, untuk melakukan penelitian ini. Temuan kami berasal dari survei kami terhadap lebih dari 2.000 orang Amerika, setengahnya adalah Muslim, yang dilakukan oleh perusahaan riset SSRS dari 17 Maret hingga 7 April 2021. Ini memiliki margin kesalahan plus atau minus tiga poin persentase,” lanjut keduanya.

Peserta menjawab pertanyaan tentang adat kepercayaan, praktik donasi, dan kerja sukarela, serta alasan yang didukung dan kekhawatiran mereka tentang Covid-19.

Mereka juga ditanyakan tentang bagaimana ketidakpastian ekonomi dan politik serta kesejahteraan finansial memengaruhi pemberian dan kesukarelaan.

Tim juga mengkaji apakah mereka pernah mengalami diskriminasi, dan pandangan mereka tentang tingkat diskriminasi di masyarakat.

Hasilnya, Muslim Amerika memberi lebih banyak untuk amal. Mereka menyumbang rata-rata 3.200 dolar pada 2020, dibandingkan 1.905 dolar untuk responden lain.  Mereka juga berbeda dari non-Muslim dalam banyak hal.

Misalnya, hampir 8,5 persen dari kontribusi mereka mendukung perjuangan hak-hak sipil, dibandingkan dengan 5,3 persen dari masyarakat umum.

“Kami percaya bahwa tingkat pemberian yang tinggi ini mencerminkan upaya untuk memerangi Islamofobia, ketakutan akan Islam yang didasarkan pada kefanatikan dan kebencian terhadap Muslim. Demikian juga, umat Islam memberi lebih untuk meningkatkan pemahaman publik tentang iman mereka. Sekitar 6,4 persen dari mereka mendanai penelitian keagamaan, dibandingkan dengan empat persen dari sumber lain,” sebut keduanya.

Kemudian disebutkan, Muslim Amerika Serikat lebih jauh menentang kiasan Islamofobia melalui tujuan yang mereka dukung. Misalnya, sekitar 84 persen sumbangan Muslim Amerika mendukung kegiatan amal Amerika Serikat, dengan hanya 16 persen dari uang ini yang disalurkan ke luar negeri. Itu bertentangan dengan keyakinan yang salah, bahwa Muslim Amerika terutama mendukung tujuan luar negeri.

Sumber: republika.co.id

 

Israel Telah Rusak 500 Kuburan Muslim di Yerusalem

YERUSALEM(Jurnalislam.com) — Imam Masjid Al Aqsha, Syekh Akrama Sabri mengatakan bahwa pasukan Israel telah merusak sekitar 500 kuburan di sejumlah wilayah yang diduduki. Syekh Akrama menyinggung dunia internasional yang bungkam tentang hal itu.

Dalam sebuah simposium, syekh Akrama mengatakan bahwa rezim Israel dalam agresi terbarunya,  menyerang pemakaman Yusufiya yang terletak di sebelah timur Kompleks Masjid Al-Aqsa.

Menurutnya Israel berencana untuk membangun taman di sana dan menghancurkan jejak Muslim serta merusak makam-makam Muslim. Menurutnya tindakan Israel adalah agresi terang-terangan terhadap pemakaman Muslim karena di pemakaman tersebut terdapat makam tokoh Muslim, cendekiawan, pemimpin, dan pejabat yang telah dimakamkan.

“Jika seorang Muslim menyerang pemakaman Yahudi, seluruh dunia akan memprotes, namun orang-orang Yahudi sekarang menghancurkan kuburan kami,” kata Syekh Akrama menyinggung dunia internasional.

Menurut Syekh Akrama Israel telah menodai kuburan Muslim selama beberapa dekade, termasuk melalui penggalian, pekerjaan penggalian yang menemukan tulang, dan proyek konstruksi di mana kuburan pernah berdiri.

Rencana terbaru untuk membangun taman bertema alkitabiah di atas pemakaman al Yusufiya telah memprovokasi warga Palestina dan menyebabkan konfrontasi dengan pasukan Israel, pemerintah kota Yerusalem Israel, dan staf dari Otoritas Taman dan Alam Israel.

Sumber: ihram.co.id

 

Sebagian Sekolah Dasar Mulai Gelar PTM

TANGERANG(Jurnalislam.com) – Sebanyak 1.090 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Tangerang mulai menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas pada Senin, 8 November 2021. Pelaksanaan PTM jenjang SD dilakukan seiring dengan nihilnya kasus Covid-19 pada warga sekolah di wilayah tersebut.

“749 SD Negeri dan 341 SD swasta di Kabupaten Tangerang sudah dapat melaksanakan PTM terbatas,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tangerang Syaifullah saat dikonfirmasi.

Syaifullah menuturkan, pelaksanaan PTM terbatas bagi jenjang SD diputuskan seiring dengan tidak adanya kasus Covid-19 pada warga sekolah jenjang SMP yang telah lebih dulu menggelar PTM terbatas. Dengan demikian, kegiatan PTM dilanjutkan ke jenjang SD.

“Alhamdulillah sampai 5 November 2021 sudah disampel tes PCR bagi 2.750 siswa SMP yang ikut PTM, semuanya negatif,” tuturnya.

Kegiatan PTM terbatas jenjang SD semakin diperkuat dengan keputusan masuknya Kabupaten Tangerang pada level 1 dalam perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) terbaru. Hal itu mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 57 Tahun 2021 tentang PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19.

Berdasarkan Inmendagri tersebut dan beleid yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten Tangerang, Syaifullah mengatakan, tidak hanya bagi jenjang SD, PTM terbatas juga boleh dilaksanakan pada jenjang taman kanak-kanak (TK)/ PAUD.

“Sesuai Inmendagri dan Instruksi Bupati, karena Kabupaten Tangerang sudah masuk PPKM level 1, sekolah jenjang SD/ MI/ TK/ RA dan PAUD sudah boleh melaksanakan PTM terbatas,” terangnya.

Syaifullah menegaskan, dalam pelaksanaannya, protokol kesehatan pencegahan Covid-19 wajib dilakukan oleh warga sekolah. Seperti pembatasan kapasitas siswa di dalam kelas.

Untuk SD, pelaksanaan PTM diwajibkan dilakukan dengan kapasitas 50 persen dari jumlah peserta didik. Sementara untuk TK/ PAUD dengan kapasitas 33 persen dengan jarak minimal 1,5 meter dan maksimal lima orang peserta didik per kelas.

Setiap satuan pendidikan diharuskan membentuk satuan tugas penanganan Covid-19 serta dapat melibatkan orang tua/wali peserta didik dan masyarakat sekitar.

Jika ada temuan kasus Covid-19 di sekolah, wajib melaporkannya kepada satgas penanganan Covid-19, Dinas Pendidikan, dan atau Kantor Wilayah Kementerian Agama Kabupaten Tangerang.

Sumber: republika.co.id

 

MUI Minta Permendag Soal Minuman Beralkohol Dicabut

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Muhammad Cholil Nafis, menanggapi perihal Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20 Tahun 2021 mengenai peningkatan jumlah impor Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) merugikan anak bangsa dan pendapatan negara.

Peraturan di atas merubah ketetapan sebelumnya yaitu Permendag Nomor 20 Tahun 2014 mengenai izin impor MMEA dengan batas maksimal 1.000 ml menjadi sebanyak 2.250 ml atau 3 botol @750 ml.

“Permendag mengenai impor minuman alkohol (Minol) yang disahkan tersebut cenderung memihak kepentingan wisatawan asing, serta merugikan anak bangsa dan pendapatan negara,” tegas Kiai Cholil.

Analisa Kiai Cholil, ketetapan Permendag sebelumnya sejalan dengan kebijakan Menteri Keuangan yang memberikan pembebasan bea masuk, cukai, dan pajak dalam rangka impor hanya untuk 1 liter MMEA.

Selain itu, Pengasuh Ponpes Cendekia Amanah, Depok Jawa barat ini melihat, dengan terjadinya peningkatan jumlah izin bawaan minol dengan maksimal 1.000 ml menjadi 2.500 ml mengakibatkan menurunkan pendapatan negara. Sebab, adanya kebijakan kelonggaran mengacu pada peraturan baru yaitu Permendag No. 20 tahun 2021.

Lebih lanjut, Kiai Cholil menuturkan, pada akhirnya masyarakat Indonesia maupun wisatawan asing akan menganggap hal yang biasa saat keluar negeri membawa Minol dengan jumlah yang lebih banyak.

 

Dalam catatan Kiai Cholil, pada Permendag 20/2021 halaman 671 terdapat ketentuan peralihan pada Pasal 52 huruf (i) yang menyatakan pengecualian impor minuman beralkohol sebagai barang bawaan untuk dikonsumsi sendiri.

Hal ini diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/M-DAG/PER/4/2014 mengenai Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran, dan Penjualan Minuman Beralkohol (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 493).

Di samping itu, Peraturan Menteri Perdagangan tersebut telah mengalami beberapa kali perubahan. Terakhir pada Permendag Nomor 25 Tahun 2019 tentang Perubahan Keenam atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 20/M-DAG/PER/4/2014.

Kata pengajar Universitas Indonesia ini, Peraturan tersebut menyatakan masih berlakunya Impor Minuman Beralkohol sebagai barang bawaan untuk dikonsumsi sendiri. Dengan memperhatikan bahwa barang tersebut tiba di pelabuhan tujuan paling lambat tanggal 31 Desember 2021.

 

“Kami berharap Permendag ini dibatalkan, demi menjaga moral dan akal sehat anak bangsa juga kerugian negara. Di samping itu, pembahasan RUU minuman keras/ beralkohol segera dibahas dan dituntaskan” kata Kiai Cholil.

 

Aturan Formal Umrah di Masa Pandemi Sedang Digodok

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kementerian Agama (Kemenag) masih menyusun Peraturan Menteri Agama (PMA) sebagai aturan teknis umroh di masa pandemi. Kemenag dan asosiasi telah sepakat umroh perdana dilakukan satu pintu di Bandara Soekarno-Hatta.

One Gate Policy untuk screening awal, kita liat dulu untuk keberangkatan 1 atau 2 ini kalau izinnya memang sudah keluar nanti, screening bersama, nah ini kan masih kita akan tuangkan dalam PMA. PMA-nya blum keluar,” kata Dirjen PHU Hilman Latief saat dihubungi Republika, Ahad (7/11).

Hilman mengatakan, Kemenag masih terus menunggu kapan kepastian keberangkatan umroh tahun ini. Informasi sementara ini Arab Saudi masih menuggu detail teknis umroh di masa pandemi Covid-19.

“Kitakan masih menunggu juga resminya ini bagaimana dari mereka. Kemarin baru info kemungkinan dibuka akan segera dan mereka juga masih menyiapkan detailnya mekanisme detail di disananya dan lain-lain,” katanya.

Selain menunggu aturan resmi dari Arab Saudi, Kemenag juga masih terus persiapan agar jamaah umrah bisa merasakan kemudahan beribadah di Tanah Suci. Hampir semua jamaah keberatan dengan aturan karantina.

“Termasuk dari kita saat ini kita masih persiapan detailnya untuk agar jamaah betul betul diberikan kemudahan.  Jamaah kita kan karantina total 15 hari gak mau,” katanya.

Sumber: ihram.co.id

MUI Siapkan Kader Mujahid Digital di 5 Provinsi

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Usai menyelenggarakan Workshop Konten Kreatif di Cibubur, Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan Kementerian Komunikasi dan Komunikasi (Kemenkominfo) akan menggelar workshop serupa di lima daerah lainnya.

Koordinator pelaksana & Wakil Sekretaris Komisi Informasi dan Komunikasi MUI (Infokom MUI), Abdul Muis Sobri, mengatakan, MUI akan langsung melaksanakan workshop serupa di sejumlah daerah seperti di Medan, Surabaya, Makassar, Pontianak, dan Papua. Rencananya, agenda tersebut akan berakhir pada 10 Desember mendatang.

“15, 16, 17 itu Medan, langsung 18 (di) Surabaya sampai tanggal 20. Habis itu minggu depan lagi langsung (ke) Pontianak. Langsung kemudian ke Makassar. Kemudian ke Papua. Langsung sampai terakhir 10 Desember,” ucapnya dalam wawancara bersama MUIdigital pada Sabtu (6/11).

Muis menjelaskan, selain enam agenda workshop tersebut, MUI bersama Kominfo tengah bekerja sama dalam dua agenda penting lainnya. Dari total tiga program utama MUI yang bekerjasama dengan Kominfo, dua agenda penting lainnya yakni pelaksanaan 20 serial webinar yang tengah berlangsung sampai saat ini.

Yang kedua, kata Muis, produksi konten melalui pembuatan koran dan juga media populer lain seperti TikTok dan siaran podcast.

 

“20 webinar yang dikerjasamakan dengan KBL-KBL di MUI. Kemudian 6 workshop ini. Dan nanti ada namanya produksi konten, yaitu pembuatan video tiktok, video ceramah-ceramah, kemudian pembuatan media koran, lalu pembuatan podcast. Itu yang kita kerjasamakan dengan kementerian,” ujar pria yang juga dosen Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta itu.

Ketika ditanya perihal ada tidaknya tindak lanjut penyelenggaraan workshop, pria yang akrab dipanggil Cak Muis itu menyebut akan ada platform gerakan yang disebut Akademi Digital MUI.

Lebih lanjut Cak Muis menjelaskan, peserta workshop terpilih nantinya akan diikutkan dalam program didikan selama satu tahun. Para peserta itu, tambah Cak Muis, akan diberita tugas untuk mengelola media sosial dan media-media lainnya.

“Kami sedang menyiapkan namanya akademi digital. Kita akan menyiapkan mujahid-mujahid digital. Itu rencananya akan disiapkan per tahun ada satu sesi sebanyak 35 orang yang akan dididik selama 1 tahun. Jadi setahun rutin untuk menjadi mujahid digital, yang akan disiapkan untuk bekerja mempersiapkan media sosial dan media-media gadget yang lain,” terangnya pada sesi wawancara.

 

Terkait workshop di Cibubur yang usai diselenggarakan, Cak Muis mengaku 80 persen penyelenggaraan sesuai dengan ekspektasi panitia.

Ia berharap, workshop tersebut dapat memantik MUI di daerah untuk mengembangkan medianya sendiri di masing-masing wilayah.

“Meskipun belum 100%. Artinya pertama dari peserta penyebarannya sesuai dengan yang kita harapkan. Kemudian dari sisi materi Alhamdulillah sudah terlampaui. Kita hanya memantik saja. Dengan ini harapan kita mereka akan mengembangkan sendiri (media mereka) di level masing-masing,” jelasnya.

Ketika ditanya harapan dari penyelenggaraan workshop, ia berharap akan terjalin jaringan di lingkungan MUI seluruh Indonesia.

Gambaran Cak Muis, baik MUI pusat maupun daerah dapat sama-sama menguatkan jaringan untuk saling menguatkan peran media masing-masing.

“Kita membangun jaringan mulai dari daerah-daerah. Kita akan kuatkan jaringan MUI seluruh Indonesia. Terutama dari sisi penguatan medianya,” ucap Cak Muis

Seluruh rangkaian workshop tersebut bertemakan “Bangkit dari Covid-19 dengan Nalar dan Aksi Bersama berlandaskan nilai-nilai Islam dan Fatwa MUI”. Dilaksanakan enam kali di enam wilayah berbeda meliputi Kota Bogor, Medan, Surabaya, Makasar, Pontianak, dan Papua.

 

Workshop di Cibubur, Kabupaten Bogor pada 4-6 November 2021 ini diikuti oleh 61 peserta perwakilan enam MUI Provinsi, yaitu MUI Provinsi Jakarta, MUI Provinsi Jabar, MUI Provinsi Banten, MUI Provinsi Lampung, MUI Provinsi Bengkulu, MUI Provinsi Jateng dan perwakilan MUI Kabupaten Kota Provinsi Jawa Barat dan Banten.

Selama tiga hari, 61 peserta diberi beragam materi selama kurang lebih 20 jam. Terdiri dari jurnalistik tulis-video-foto, desain grafis, dan publikasi konten serta praktik langsung. Peserta juga ditugaskan memposting materi atau catatan terkait workshop di media sosial masing-masing.

Melalui system Drone Emprit, postingan peserta di Twitter dimonitor secara realtime melalui tagar #IslamWasathiyahMUI. Hingga akhir acara, terhitung terdapat 349 mentions.

Sebagai apresiasi untuk peserta, di akhir acara panitia memberikan 13 doorprize dengan berbagai kategori. Sepuluh doorprize diberikan kepada peserta dengan hasil karya terbaik, dan 3 doorprize utama diberikan untuk engagement terbanyak di Twitter.(mui)

 

Transformasi Digital di Perguruan Tinggi Islam Aceh Dimulai

ACEH(Jurnalislam.com)— Transformasi digital yang dicanangkan Menteri Agama direspon IAIN Takengon, Aceh. Salah satunya dengan memperkuat ketersediaan jaringan internet, utamanya di kampus yang berlokasi di dataran tinggi Gayo ini.

Rektor IAIN Takengon Zulkarnain mengatakan, transformasi digital mensyaratkan adanya jaringan internet yang luas dan kuat. Keterbatasan ini masih menjadi kendala di IAIN Takengon. Karenanya, diinisiasi kerjasama dengan penyedia layanan jaringan internet.

“Kami terus berupaya memperkuat ketersediaan jaringan internet pada kampus pengembangan IAIN Takengon di Mulie Jadi Kecamatan Silih Nara. Kampus hari ini, melaksanakan penandatanganan piagam kesepahaman dengan pihak PT Indonesia Comnet Plus,” terang Zulkarnain usai penandatangan MoU yang berlangsung di kantor Icon Plus perwakilan wilayah Sumbagut, Medan, Jumat (5/11/2021).

Menurutnya, MoU ini sebelumnya telah dibahas oleh kedua belah pihak di kampus IAIN Takengon. Sejak 2019, IAIN Takengon sudah mulai memanfaatkan gedung baru di kampus pengembangan untuk giat perkuliahan. Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) yang berada di kawasan Aceh Tengah ini sekarang memiliki dua kampus. Kampus lama ada di pusat Kota Takengon, kampus pengembangan di dataran tinggi Kecamatan Silih Nara.

“Pada kampus pengembangan IAIN Takengon, akses internet masih sulit. Padahal, perkuliahan sudah berlangsung. Pelayanan akademik dan non akademik untuk dua fakultas sudah dilaksanakan di kampus pengembangan tersebut. Ini sangat mendesak,” tegas Zulkarnain.

“Kerja sama ini bagian upaya merealisasikan secara bertahap program kampus digital, termasuk untuk mengioptimalkan sistem blanded laeranig,” sambungnya.

Zulkarnain menambahkan, jaringan yang dipasang nantinya bisa juga dimanfaatkan oleh madrasah dan pesantren. Menurutnya, hal ini sudah didiskusikan juga dengan Kakanwil Kemenag Aceh dan Kakankemenag Kabupaten Aceh Tengah.

 

“Baik Kakanwil maupun Kankemenag mendukung dan menyambut baik karena akses jaringan tersebut akan tersedia,” ujarnya.

General Manager Icon Plus Firza mengatakan, pihaknya telah melakukan pemasangan infrastruktur jaringan internet di kampus pengembangan IAIN Takengon. Dia berharap proses pemasamgannya selesai pertengahan November ini.

“Setelah jaringan ini aktif, nantinya jasa layanan jaringan internet ini dapat dimanfaatkan oleh lembaga pendidikan dan masyarakat di jalur Takengon-Silih Nara dan sekitarnya,” tuturnya.

“Sejumlah madrasah dan pondok pesantren tentu dapat juga memanfaatkan ketersediaan jaringan ini,” tandasnya.

MUI Berharap Konten Islami Dapat Menyebar Tangkal Hoaks

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) resmi menutup Workshop Konten Kreatif, Sabtu (6/11).

Kegiatan Workshop ini diselenggarakan di Hotel Avenzel, Cibubur, Jawa Barat, pada 4-6 November 2021.

Workshop ini diikuti oleh Perwakilan MUI se-Jawa Barat dan se-Jabodetabek. Bahkan, ada perwakilan MUI dari Bengkulu, Lampung, dan Jawa Tengah.

Para peserta diberi pembekalan dan pelatihan mengenai jurnalisme dasar, jurnalisme foto, jurnalisme vidio, disain grafis, publikasi konten, bagaimana menangkal hoax, serta penanaman mengenai Islam Wasathiyah.

Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi (Infokom) MUI, Mabroer mengatakan, peserta workshop ini diharapkan dapat membuat konten-konten Islami yang menjadi rujukan Informasi.

 

“Begitu juga pulang dari sini peserta mampu menjadi agen-agen penguatan komisi Infokom yang menyebarkan Islam toleran sebagaimana tagline MUI yaitu #IslamWasathiyahMUI,” ujarnya saat sambutan untuk menutup Workshop.

Menurutnya, gelombang kebaikan ini harus bisa dikembangkan khususnya sampai kepada teman-teman di MUI daerah.

Kiai Mabroer menuturkan, kegiatan ini bukan hanya sekadar seremonial. Dia berharap, pertemuan ini diharapkan bisa menjadi penyambung para mujahid yang aktif di Medsos untuk dikembangkan agar menyebarkan Islam Wasathiyah di MUI.

“MUI merupakan wadah milik umat Islam semua kelompok. Karena seluruh kelompok ada di MUI,” tambahnya.

Kiai Mabroer menjelaskan, Posisi Infokom MUI yaitu sebagai khodim ulama yang bertugas menyampaikan kepada masyarakat terkait apa yang disampaikan oleh para ulama.

 

Dia juga berpesan agar para peserta yang telah mengikuti Workhsop ini dapat membuat rencana kegiatan di daerah masing-masing. Lebih jelas Kiai berharap para peserta mampu mengerjakan kerja produksi konten dengan pengetahuan yang sudah didapat selama pelatihan.

“Forum ini memang terbatas, karenanya kami sedang menanam benih dan bisa disemai dengan baik oleh teman-teman,”tuturnya.

Sekadar Informasi, bahwa kegiatan ini bukan hanya digelar di Jawa Barat, melainkan akan digelar di Medan, Makassar, Surabaya, Pontianak, dan Papua.

“Kami harap teman-teman bisa menjadi agen untuk berbagi informasi dan menyebarkan Islam Wasathiyah ke seluruh pelosok Indonesia,”pungkasnya.(mui)

 

Laznas BMH Terjunkan Relawan Bantu Penanganan Banjir di Batu

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) gerak cepat dengan menerjunkan relawan dari Tim SAR Hidayatullah dan Relawan untuk membantu proses penanganan musibah banjir yang melanda Kota Batu, Jawa Timur. Kamis (4/11)

“Sejak kami malam (4/11), Tim Relawan  telah turun ke lokasi banjir dan terus berupaya semaksimal mungkin untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang terkena musibah di Batu, Jatim.”ujar Imam Muslim, Kepala Divisi Program & Pemberdayaan BMH Perwakilan Jawa Timur.

Bahkan sejak jumat pagi, bantuan makanan siap saji telah didistribusikan ke posko banjir, agar warga kebutuhan makanan bisa segera terpenuhi.

“Ada 400 Makanan siap saji juga telah dibagikan untuk korban banjir, sambil menunggu bantuan lainnya yang segera menyusul seperti terpal, pakaian layak, makanan pokok, personal hygiene dan juga layanan medis dan kesehatan berupa obat-obatan.”tambah Muslim.

Bencana ini dilaporkan telah menyebabkan enam orang meninggal dan tiga orang hilang. Untuk laporan kerusakan, ada 22 rumah dan benda yang rusak akibat bencana tersebut. Sementara itu, mengenai kerugian akibat banjir masih dalam pendataan hingga saat ini.

Akibat bencana ini, Kota Batu pun telah menetapkan status tanggap darurat bencana. Status ini telah diputuskan dalam rapat bersama dengan sejumlah komponen pada Kamis (4/11).

Guru Madrasah Dapatkan Akses Gratis Layanan Jurnal dan Buku Perpusnas

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Guru dan tenaga kependidikan (GTK) madrasah akan mendapat akses gratis terhadap layanan buku, pustaka, serta artikel jurnal nasional maupun internasional, dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas).

Akses gratis juga akan diberikan kepada siswa madrasah, dosen perguruan tinggi keagamaan, serta penyuluh agama.

Direktur GTK Madrasah Muhammad Zain mengatakan, pihaknya tengah menjalin sinergi dengan Perpusnas. Sinergi ini dibahas bersama dalam Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Jakarta, Kamis (4/11/2021).

 

Menurutnya, FGD merupakan tindak lanjut dari MoU antara Kemenag dan Perpusnas yang ditandatangani pada 23 September 2021.

“FGD antara lain membahas penyelesaian kartu keanggotaan perpustakaan nasional agar dapat memberikan akses kepada guru-guru dan tenaga kependidikan, siswa dan dosen, penyuluh di lingkungan Kementerian Agama,” ujar Zain.

“Mereka akan mendapatkan akses secara gratis berupa buku, pustaka, artikel dari jurnal yang terakreditasi nasional maupun internasional,” sambungnya.

Sinergi ini, kata M Zain, sangat penting sabagai upaya Kemenag dalam proses pemulihan pembelajaran (learning recovery). Salah satu riset INOVASI ( kemitraan antara pemerintah Australia dengan Indonesia) menyebutkan bahwa buku teks sangat dibutuhkan untuk pemulihan pembelajaran di tengah pandemi Covid-19.

“FGD juga membahas penuntasan dan finalisasi pembuatan Portal Web Keagamaan yang memuat informasi terkait ajaran, tokoh, kitab suci, ritual agama-agama dan isu-isu Pendidikan keagamaan,” tutur M Zain.

 

Zain berharap, portal ini bisa menjadi sarana edukasi masyarakat agar dapat memahami pengetahuan keagamaannya dengan baik, benar serta mendapat informasi dari pustaka yang tepat, baik kitab suci, rumah ibadah, ritual agama dan festival-festival keagamaan.

FGD dibuka oleh Staf Khusus Menteri Agama, Abdul Rachman. Hadir, Tenaga Ahli Menteri Agama Atthur Sahadewa Widjaja, dan Kepala Bidang Pendidikan pada Ditjen Bimas Agama di lingkungan Kementerian Agama.

Dari Perpusnas, hadir Direktur Deposit dan Pengembangan Koleksi Emyati Tangke Lembang, Kepala Biro Hukum, Organisasi, Kerjasama Sri Marganingsih, dan Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan Teguh Purwanto.