Berita Terkini

Sandi Dorong Penguatan Ekonomi dalam Bigkai Rahmatan Lil Alamin

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)  Sandiaga Salahuddin Uno, mengajak pemuda Hidayatullah melahirkan inovasi dalam menghadapi pandemi yang kini masih menyisakan dampak yang tidak sederhana di berbagai sektor kehidupan.

“Kemenparekraf terus mendorong pelaku usaha kreatif termasuk Pemuda Hidayatullah untuk melakukan strategi, inovasi, adaptasi dan kolaborasi,” kata Sandiaga dalam video sambutan pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pemuda Hidayatullah, Sabtu (18/12).

Dalam sambutannya itu, Sandiaga mengatakan pandemi telah memberi dampak yang sangat signifikan terhadap seluruh sektor dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), tidak terkecuali pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Namun kita harus bangkit di mana kita dapat menyesuaikan diri dengan keadaan saat ini dengan menciptakan peluang peluang baru,” katanya

Menurut Sandiaga, pandemi Covid-19 tidak boleh sampai menghalangi masyarakat Indonesia  untuk terus aktif dan terus melakukan berbagai inovasi.

Dalam pada itu, kendati masih dalam hantaman pandemi, Sandi juga mengajak masyarakat Indonesia  agar terus melakukan inovasi dalam menjalankan usaha agar semakin bersaing dengan menerapkan apa yang disebutnya sebagai semangat “3G”.

“Gercep, gerak cepat. Geber, gerak bersama. Dan, gaspol, garap semua potensi online untuk bangkit dan ciptakan lapangan kerja,” katanya menjelaskan perihal akronim tersebut.

Menyapa segenap peserta Rakernas Pemuda Hidayatullah yang berlangsung selama tiga hari tersebut, Sandiaga menyampaikan rasa syukur karena peserta dapat hadir dalam keadaan sehat walafiat.

“Mari kita bergerak bersama Pemuda Hidayatullah dan berperan aktif dalam pemulihan ekonomi pariwisata dan ekonomi kreatif. Semoga semakin banyak membentuk kader muda bangsa dalam bingkai Islam yang rahmatan lil alamin dan berdedikasi serta memiliki loyalitas yang tinggi,” pungkasnya.

Dalam pembukaan Rakernas tersebut, hadir Ketua Umum DPP Hidayatullah KH Nashirul Haq beserta sejumlah jajaran serta pengurus Yayasan Pendidikan Islam Ar-Rohmah Putri selaku tuan rumah penyelenggaraan acara.

Dalam laporan saat menyampaikan sambutannya pembukaan Rakernas, Ketua Umum PP Pemuda Hidayatullah Imam Nawawi mengatakan mereka akan terus memokuskan gerakannya pada 3 program utama.

Pertama, kata dia, Pemuda Hidayatullah akan semakin memantapkan program Leadership Training Center (LTC), selanjutnya adalah penguatan gerakan pendidikan Al Qur’an bersanad (LPQ), dan ketiga meneguhkan program literasi guna melahirkan lebih banyak pegiat kebaikan dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Ketiganya berkelindan dalam satu nafas gerakan Pemuda Hidayatullah untuk lahirnya pemuda, umat, bangsa, dan negara yang progresif beradab,” tukasnya.

Sumber: republika.co.id

OKI Janji Bantu Dana untuk Pembangunan Afganistan

ISLAMABAD(Jurnalislam.com) — Delegasi dari 57 negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) bertemu pada Ahad (19/12) dalam sebuah sesi khusus di Islamabad, Pakistan. Mereka bertemu untuk membahas bantuan kemanusiaan bagi Afghanistan karena negara itu tengah menghadapi krisis.

Konferensi itu adalah pertemuan puncak internasional terbesar tentang Afghanistan sejak Taliban menggulingkan Pemerintah Afghanistan yang didukung AS pada Agustus 2021. Pada kesempatan itu, negara anggota OKI berjanji membuka saluran keuangan dan perbankan untuk melanjutkan likuiditas dan aliran bantuan keuangan dan kemanusiaan.

Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mahmood Qureshi mengumumkan, dana pembangunan tersebut dan mengatakan itu akan dibentuk di bawah naungan Bank Pembangunan Islam, meskipun tidak jelas apakah upaya itu akan berhasil. Perdana Menteri Pakistan Imran Khan memperingatkan, jutaan orang bisa kelaparan dan kekacauan bisa melanda Afghanistan jika situasinya tidak segera ditangani.

“Jika tidak diambil tindakan segera, Afghanistan menuju kekacauan,” kata Khan, dilansir di DW, Senin (20/12).

Khan lantas mendesak AS memutuskan tautan bantuan kepada rakyat Afghanistan dari pemerintah Taliban yang negaranya bantu atur di Kabul. Dia menekankan, cita-cita Barat tentang hak asasi manusia mungin tidak sesuai kenyataan di lapangan. Dia juga memperingatkan, gagasan setiap masyarakat tentang hak asasi manusia itu berbeda.

Di tengah kekhawatiran yang meningkat tentang tingkat krisis yang dihadapi Afghanistan, tanggapan internasional justru lamban. Pemerintah Barat enggan membantu Taliban karena khawatir memberikan legitimasi.

Dalam sebuah pernyataan, para peserta pertemuan tersebut mengatakan mengizinkan akses Afghanistan ke cadangan mata uang beku di luar negeri akan sangat penting untuk mencegah keruntuhan ekonomi. Perwakilan dari Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), AS, Uni Eropa dan Jepang semua mengamati konferensi tersebut.

Tidak jelas berapa banyak dana kemanusiaan yang akan disimpan. Tidak ada pengakuan yang diberikan kepada Taliban selama konferensi itu.

“Kita tidak bisa mengabaikan bahaya kehancuran ekonomi total,” kata penjabat menteri luar negeri Afghanistan Amir Khan Muttaqi.

Bank-bank Afghanistan sebagian besar tetap tutup sejak 15 Agustus ketika Taliban menguasai Kabul dan penarikan dibatasi hingga 200 dolar (178 euro) per bulan. Sementara itu, ribuan orang berdiri di tengah cuaca dingin menunggu paspor pada Ahad (19/12), mencoba eksodus dari negara mereka

Sumber: republika.co.id

 

Kisah Penggugah Iman dari Musibah Erupsi Semeru

Oleh Abu Hamasah

Kabar duka datang dari gunung Semeru pada Sabtu (4/12/2021) di Lumajang, Jawa Timur. Hingga. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Jum’at 10 Desember 2021, sudah terdapat 45 warga yang meninggal dunia, 9 warga dinyatakan hilang, 6.573 orang dan tersebar di 126 titik pengungsian. Kerugian material sementara berupa 2.970 rumah dan 33 fasum. Salah satu fasilitas umum sampai sekarang yang terparah adalah putusnya Gladak Perak

Bencana alam, termasuk letusan gunung merapi, menjadi suatu keniscayaan dalam fenomena hidup yang terjadi atas kehendak Allah ﷻ dan ada pula faktor lain seperti arogansi kemanusiaan yang menjadi sebab terjadinya suatu bencana alam.

Patutlah kita renungkan mendalam firman Allah ta’ala berikut:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ قُلۡ سِيۡرُوۡا فِى الۡاَرۡضِ فَانْظُرُوۡا كَيۡفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِيۡنَ مِنۡ قَبۡلُ‌ؕ كَانَ اَكۡثَرُهُمۡ مُّشۡرِكِيۡنَ

Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). Katakanlah (Muhammad), “Bepergianlah di bumi lalu lihatlah bagaimana kesudahan orang-orang dahulu. Kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah). QS Ar Ruum : 41-42

Melansir Tafsir Kemenag RI, isi kandungan dari surat Ar-Rum ayat 41-42 antara lain:
1. Allah Subhanahu Wa Ta’ala membiarkan sebagian manusia merasakan dampak buruk akibat perbuatannya sendiri.
2. Keserakahan manusia mengakibatkan kerusakan dan kesengsaraan kepada manusia itu sendiri. Misalnya banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, pencemaran air, dan bencana yang lain.
3. Manusia tidak merasakan seluruh akibat buruk dari kerusakan lingkungan karena Allah menyediakan sistem alam untuk memulihkan kerusakannya.
4. Mempelajari kejadian masa lampau itu penting agar kita tidak mengulangi kesalahan yang sama di kemudian hari.
5. Bencana merupakan salah satu cara Allah untuk menuntun hamba-Nya kembali ke jalan yang benar.

Berikut ini disajikan rangkuman kisah hikmah penggugah iman yang diperoleh dari fakta di lokasi dan kisah para relawan yang berinteraksi dengan masyarakat di lokasi bencana.

1. Kisah Nurfida yang selamat karena berlindung di Masjid

Nurfida, seorang anak berusia 7 tahun berlari kencang ketika Gunung Semeru meluapkan awan panas. Fida menyelamatkan diri dari erupsi terekam oleh ponsel salah seorang warga dan videonya viral kemana-mana.

Seperti biasa, Fida pergi mengaji pada pukul 14.30 WIB. Namun, belum sempat dia membuka buku Iqra’ gemuruh terdengar dari luar. Guru mengajinya pun berteriak menyuruh Fida dan teman-temannya untuk pergi menyelamatkan diri.

Setelah berlari sekian jauhnya, Fida melihat sebuah masjid dan masuk ke dalamnya. Orang tua Fidapun mencarinya dengan cemas dan menduga Fida sudah tiada. Ibu dan ayahnya mencarinya terus menerus hingga akhirnya mereka bisa menemukannya di Masjid.

Selama enam jam Fida bertahan di dalam masjid sampai ia ditemukan sekitar pukul 21.00 WIB. Fida selamat dalam perlindungan Allah di salah satu rumah Allah. Haru sedih dan senang bercampur, rasa bersyukur yang tinggi kala mampu kembali berkumpul dalam suasana bencana. Fida kini mengungsi di Balai Desa Sumber Mujur, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang dalam kondisi sehat

2. Rumini yang meninggal dengan memeluk ibunya

Rumini dan ibunya ditemukan meninggal dunia dalam kondisi berpelukan pasca Gunung Semeru meletus. Sebenarnya, Rumini bisa menyelamatkan diri, tetapi lebih memilih dampingi sang ibu.
Rumini dan sang bunda merupakan warga Desa Curah Kobokan, Candipuro, Lumajang, Jawa Timur ini jadi korban reruntuhan bangunan yang roboh.

Doa untuk Rumini dan ibunya, Salamah ramai diungkapkan warganet di media sosial. Bahkan kisah Rumini yang lebih memilih mendampingi ibundanya bikin warganet ikut merasa haru.

3. Ibu Gendong Bayinya Tertimbun Lahar Gunung Semeru

Salah satu komunitas Relawan menemukan jenazah seorang ibu yang sedang menggendong bayinya tertimbun lahar Gunung Semeru di Dusun Curah Kobokan, Desa Supiturang, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (5/4/2021).

Selain ibu gendong bayi yang tertimbun lahar Gunung Semeru, Relawan mengatakan ada perkampungan warga yang tak terlihat lagi seperti pemukiman karena rata tertimbun lahar.

4. Pasutri yang mengira tidak selamat akhirnya kembali bertemu

Sepasang suami istri saling berpelukan haru setelah berpisah 24 jam dan mengira tidak akan bertemu satu sama lainnya. Tetapi takdir kembali mempertemukan pasangan suami istri tanpa saling berkabar sebelumnya.

Kisah mengharukan dari sepasang suami istri yang terpisah waktu melarikan diri dari rumah yang terdampak abu vulkanik suhu panas. Terpisah 24 jam tanpa komunikasi. Mengira satu sama lain tidak selamat dari bencana, tapi takdir akhirnya berhasil pertemukan kembali di pengungsian. Pasutri ini kembali bertemu saat berada di lokasi pengungsian korban erupsi di Dusun Kamar Kajang, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang

5. Perjuangan Ibu Selamatkan Anak dari Erupsi

Seorang ibu rela wajahnya terkena abu vulkanik Gunung Semeru ketika mengendarai motor untuk menyelamatkan diri bersama anaknya. Sembari mengenakan jas hujan sambil mengendarai sepeda motor. Kondisi tubuh sang ibu sudah berubah menjadi abu-abu lantaran debu dari semburan gunung yang menempel.

Terlihat wajahnya yang hitam akibat abu vulkanik yang dimuntahkan Semeru, Sabtu (4/12/2021).
Perempuan itu berhenti di depan rumah warga setempat dan terdengar ia meminta bantuan berupa air bersih.

Abu vulkanik sendiri merupakan campuran batuan, mineral, dan partikel kaca yang keluar akibat letusan gunung berapi. Partikel ini umumnya memiliki tepi bergerigi sehingga dapat menyebabkan iritasi mata, hidung, paru-paru, hingga masalah pernapasan.

6. Rumah Wagiman satu-satunya yang selamat dari lahar

Di kampung Renteng desa Sumberwuluh ada satu-satunya rumah yang tidak tertimbun lahar Erupsi Semeru. Padahal di sekitarnya banyak rumah dan kendaraan bermotor yang tertimbun. Bahkan di kampung tetangga ada yang lenyap tak berbekas lagi.

Pemilik rumah yang bernama Wagiman menjadi perhatian banyak orang. Mereka semakin heran ketika tahu burung yang di sangkar dan ikan yang di kolam ternyata juga selamat.

Wagiman yang dikenal sederhana dan tekun beribadah sempat ditanya oleh warga yang sengaja datang untuk membuktikan fakta ini.

“Amalan apa pak yang menyebabkan rumah ini aman dari Erupsi?”
Dengan tersenyum santai dia menjawab,
“banyak-banyak lah baca al Quran dan amalkan semua isinya”

Allah menurunkan kisah di setiap keadaan yang berbeda-beda. Melalui kisah, kita mendapat nasihat dan bimbingan tentang hikmah di balik peristiwa-peristiwa tertentu. Di balik bencana alam tersimpan hikmah yang perlu dijadikan pembelajaran. Termasuk dari adanya Musibah Bencana Erupsi Semeru ini.

لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُو۟لِى ٱلْأَلْبَٰبِ

”Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal.” (QS Yusuf :111)

Peristiwa Gunung Semeru ini dan juga peristiwa-peristiwa alam lainnya memberikan kita hikmah dan pelajaran, bahwa musibah adalah penggugur dosa. Musibah mengingatkan kita bahwa manusia tidak punya kekuatan dan daya upaya selain kekuatan dari Allah.

Adanya musibah adalah kesempatan yang diberikan oleh Allah agar kita tanggap terhadap sesama untuk saling membantu dan mendoakan. Bahkan, musibah adalah kesempatan bagi siapa saja untuk memperbaiki imannya dan memperbaiki ketaatan kepada Allah Subhanahu wa ta’ala.

MUI Luncurkan Sekolah HAM Versi Islam

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengapresiasi langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang membentuk sekolah Hak Asasi Manusia (Human Rights School). Menurut Menag Yaqut, langkah ini memberikan peluang bagi MUI untuk menghadirkan solusi atas permasalahan hak asasi manusia (HAM) yang terjadi di Indonesia.

“Saya sangat menyambut baik launching MUI Human Rights School. Kita sangat berharap bahwa launching dan keberadaan MUI Human Rights School ini akan menjadi solusi,” kata Menag saat mewakili Wakil Presiden Ma’ruf Amin dalam International Webinar on Human Rights in Various Perspectives and The Launching of MUI Human Rights School, di Jakarta, Rabu (15/12/2021).

Menag menyampaikan, bila mendalami lebih jauh,  isu mengenai ketidakadilan dan promosi HAM menjadi masalah krusial di negeri ini. Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama muslim seringkali berhadapan dengan isu-isu HAM.

“Karenanya, saya sangat menyambut baik International webinar yang mengulas topik hak asasi manusia dari berbagai perspektif, yakni Islam, Universal Declaration of Human Rights, dan juga sudut pandang Indonesia,” ungkap Menag.

Menurut Menag, tidak dapat disangkal bahwa ada beberapa kondisi dimana konsep HAM internasional tidak sejalan bahkan kadang kontradiktif dengan konsep HAM yang berlaku di Indonesia atau Islam. Hal ini yang perlu dicarikan solusi dan titik temu sehingga dapat menjadi panduan dalam praktik keberagamaan umat, khususnya di Indonesia.

Misalnya, kebebasan individu dalam beragama, hukum Indonesia dan dunia memiliki titik perbedaan. Contoh lainnya adalah praktik sunat bagi perempuan yang memiliki berbagai perspektif yang saling bertentangan.

“Saya berharap webinar ini dapat mendikusikan hal-hal tersebut dan memberikan jawabannya. Semoga webinar virtual ini dapat menghasilkan ide serta solusi terbaik bagi umat,” tutup Menag.

 

 

Mennteri Perindustrian Harap Pesantren Kembangkan Industri Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas jalin sinergi dengan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita dalam usaha penumbuhan dan pengembangan wirausaha mandiri di lingkungan Pesantren. Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara kedua pihak di kantor Kemenperin, Jakarta, Jumat (17/12/2021).

Penandatangan MoU ini digelar bersamaan dengan perhelatan Indonesia Halal Awards 2021. Menag Yaqut mengatakan bahwa kerjasama ini sangat baik dalam mendukung program kemandirian pesantren yang sudah dilauncing beberapa waktu lalu dan merupakan program prioritas Kementerian Agama Tahun 2021.

Menurutnya, kerjasama dijalin agar kedua pihak bisa saling melengkapi dan mendukung untuk pengembangan ekonomi masyarakat Indonesia dan juga wisata halal yang menjadi amanat Presiden Republik Indonesia. “Saya kira ini sangat baik. Kerjasama ini akan menjadi kolaborasi yang apik sehingga program kemandirian pesantren dapat maksimal hasilnya sesuai harapan kita bersama,” tutur pria yang akrab disapa Gus Men ini.

Wakil Presiden KH Ma`ruf Amin dalam sambutannya mengatakan bahwa Indonesia sudah selayaknya menjadi rujukan pusat halal dunia. Sebab, muslim menjadi penganut agama mayoritas di Indonesia.

“Pemerintah memiliki tekad dan komitmen yang kuat  untuk menjadikan Indonesia sebagai pusat produk halal dunia. Penguatan industri produk halal terus diupayakan melalui program dan rencana aksi untuk meningkatkan nilai tambah dan kualitas produk halal Indonesia,” ujar Wapres.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, masih banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan mengingat  saat ini tingkat global halal exporter teratas justru masih diduduki negara bukan mayoritas muslim, yaitu: India, Amerika, dan Brazil.

“Akselerasi sangat perlu dan penting agar kita bisa segera bertransformasi dari top consumer market halal exporter,” tutur Agus.

Untuk menunjang program ini, pemerintah melakukan kolaborasi lintas kementerian dalam rangka kampanye dan promosi halal skala nasional dan internasional bersama dengan pemangku ekonomi syariah dan halal di Indonesia. “Kami juga melakukan pembinaan kewirausahaan di lingkungan pondok pesantren dalam bentuk santripreneur sejak tahun 2013. Kami telah membina 88 Ponpes dan sekitar 12.000 santri,” pungkas Agus.

MUI Gelar Standardisasi Dai Kesembilan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Program Standarisasi Dai Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat kesemblinan kembali digelar pada 18 Desember 2021,(19/12).

Pada agenda tersebut terdapat tiga materi inti, yakni ; Paradigma ke-MUI-an, Islam Wasathiyah dan juga Etika Dakwah.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Jenderal MUI Pusat, Buya Dr. Amirsyah Tambunan MA, sekaligus menyampaikan materi sesi pertama dengan tema “Peran Strategis Ulama Sebagai Himayatul Ummah dan Shadiqul Hukumah”.

Dalam sambutannya, Sekjen MUI menyampaikan harapannya terhadap para ulama yang menjadi peserta. Buya Amirsyah berharap para da’i dapat berperan langsung dalam

“Ulama diharapkan hadir untuk menjawab persoalan keumatan dan kebangsaan,” tutur beliau dalam penyampaian Muqodimahnya.

Selanjutnya, materi yang dipandu oleh Sekretaris Komisi Dakwah, Dr. Canra Krisna Jaya MA, menjelaskan, MUI adalah wadah musyawarah para Ulama, Zu’ama, dan Cendekiawan Muslim di Indonesia. Musyawarh itu, kata Canra bertujuan untuk membimbing, membina dan mengayomi kaum muslimin di seluruh Indonesia.

Dijelaskan Ulama yang menyelesaikan Sarjana di UIN Medan ini, berdirinya MUI merupakan hasil pertemuan dan musyawarah para ulama, cendekiawan dan juga zu’ama.

“Majelis Ulama Indonesia berdiri pada tanggal 7 Rajab 1395 Hijriah, bertepatan dengan tanggal 26 Juli 1975 di Jakarta,” terang Canra.

Di samping itu, Canra juga menjelaskan bahwa pada saat itu terjadi pertemuan dan musyawarah yang dihadiri 26 orang ulama yang merupakan perwakilan dari 26 provinsi di Indonesia.

Saat itu, diterangkan Ulama kelahiran Mandailing natal, Sumatera Utara ini, sepuluh ulama yang berkumpul terdiri dari beberapa Ormas, diantaranya: NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Perti, Al Washliyah, Math’laul Anwar, GUPPI, PTDI, DMI dan Al Ittihadiyyah.

Selain dari elemen Ormas, Pria bergelar Doktor dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menyebutkan, ada 4 ulama yang juga berasal dari unsur TNI tiga matra dan Polri.

“Serta hadir pula 13 tokoh atau cendekiawan yang merupakan tokoh perorangan,” demikian penjelasan Canra saat memaparkan materinya.

 

Pemerintah Dorong Kolaborasi Pemandirian Pesantren

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Kementerian Agama (Kemenag) terus mendorong implementasi kemandirian pesantren sebagai program prioritas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah menjalin sinergi dengan kalangan BUMN dan swasta melalui penyelenggaraan Pesantren Economic Forum bertajuk “Membangun Kemandirian Ekonomi Pesantren melalui Kolaborasi Indonesia Inc.”, Rabu (15/12/2021) di Jakarta.

Acara dibuka secara resmi oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas. Hadir Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani, Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Waryono Abdul Ghofur, perwakilan ormas Islam, pimpinan pesantren percontohan Program Kemandirian Pesantren, dan para para direksi perusahaan di bawah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan perusahaan swasta.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, kemandirian pesantren bisa terwujud bila didukung banyak stakeholder, utamanya dari kalangan dunia usaha. Dukungan dunia usaha akan mampu mempercepat akselarasi pesantren dalam mewujudkan dan mengembangkan ekosistim bisnis yang produktif di pesantren dan lingkungan sekitarnya.

“Sekalipun Kementerian Agama telah memberikan bantuan modal usaha melalui bantuan inkubasi bisnis pesantren, dukungan dari dunia usaha masih tetap diperlukan. Dukungan bisa dalam bentuk modal usaha atau bentuk dukungan yang lainnya”, tegas Yaqut.

“Saya berharap, sinergi yang sudah baik seperti ini tidak hanya berhenti pada taraf diskusi, tetapi harus dieksekusi. Saya meyakini jika kita bisa konsisten, pada waktunya nanti unit-unit bisnis yang ada di pesantren akan menjadi penggerak sekaligus daya ungkit bagi ekonomi nasional, sebagaimana yang diharapkan Presiden Jokowi. Jadi ini memerlukan kolaborasi yang baik,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Muhammad Ali Ramdhani mengungkapkan bahwa Program Kemandirian Pesantren ini tidak berhenti pada tahun 2021 saja, tetapi akan terus berlanjut hingga tahun 2024 sebagaimana Peta Jalan Kemandirian Pesantren. Sehingga diharapkan pada tahun 2024 akan menjadi tahun kemandirian pesantren yang berkelanjutan.

“Pada tahun anggaran 2021, pihaknya telah menyalurkan bantuan inkubasi bisnis sejumlah Rp37,4 miliar kepada 105 Pesantren sasaran Program Kemandirian Pesantren. Kami berharap bantuan stimulan tersebut, Pesantren dapat membangun dan mengembangkan unit bisnisnya sesuai dengan business plan yang telah disusun. Sekaligus akan semakin banyak terwujud pesantren yang mandiri, berdaya, dan memberdayakan,” harap Ramdhani.

 

Kiai Cholil Nafis: Standardisasi MUI Utamakan Kompetensi Dai

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis mengatakan, program standardisasi Dai MUI bertujuan untuk meningkatkan kompetensi, standarisasi, dan legalisasi para Dai.

Kiai Cholil menjelaskan, MUI harus menjadi payung dan tenda besar umat Islam untuk menyamakan persepsi agar menjadi medium bagi seluruh umat Islam. Untuk itu, kata dia, kompetensi Dai sangat diperlukan untuk bisa menyamakan persepsi tersebut.

“Dai yang baik akan menimbulkan persepsi yang baik, Dai yang buruk sudah pasti akan menimbulkan kesalahpahaman terhadap Islam,” ujarnya dalam Standarisasi Dakwah Angkatan 9 MUI, di Aula Buya Hamka MUI, Jakarta Pusat, Sabtu (18/12).

Kiai Cholil menuturkan, MUI berbeda dengan pemerintah yang mempunyai hak untuk memaksa dan mengikat. Untuk itu, lanjutnya, para peserta yang mengikuti standardisasi ini sesuai kesepakatan dan sukarela.

Perihal standarisasi, Pengasuh Ponpes Cendekia Amanah Depok, Jabar ini menjelaskan, hal itu bertujuan untuk meningkatkan para Dai agar menjadi profesional, akuntabel, dan kompeten di bawah naungan MUI.

Kiai Cholil mengungkapkan, bahwa nantinya para Dai yang telah lolos standardisasi ini mempunyai kesempatan untuk melakukan dakwah di lembaga penyiaran seperti televisi.

“Di Indonesia tidak ada yang mengikat tergantung artikulasi diri, tapi di lembaga penyiaran kami sudah ada MoU bahwa yang bisa mengisi di sana adalah yang mempunyai sertifikasi MUI,”tuturnya.

Dia mengakui, di Indonesia memang tidak aturannya, tetapi ada imbauan untuk menjaga agar tidak terjadi penyalahgunaan dan ketidakpantasan orang yang menjadi Dai.

“Memang tidak ada aturanya, tapi ada imbauan untuk menjaga penyalahgunaan dan ketidakpantasan orang menjadi Dai kemudian menjadi Dai,”jelasnya.

Kiai Cholil mengatakan, segala yang dilakukan oleh para Dai yang telah lulus standardisasi, akan menjadi tanggung jawab MUI.

“Jadi ada peristiwa hukum, kami bisa memberikan bantuan minimal sharing atau hal yang bisa kami tangani,” ungkapnya.

Kiai Cholil memberikan contoh, ada seorang Dai yang salah berbicara ketika menyampaikannya di televisi. Setelah itu, KPI menegurnya.

Merespons ha itu, Cholil mengatakan, saat itu Dai tersebut ia minta dibina saja oleh MUI. Tetapi, Kiai Cholil menegaskan, hal ini bukan berarti MUI menolong dan membantu sepenuhnya.

Kiai Cholil mengatakan, jika ada Dai melakukan kesalahan memang harus diberikan peringatan.

“Tapi kalau memang baik, tidak salah, kami akan melakukan pembelaan,” tegasnya.

Mengenai legalitas pada standardisasi dakwah MUI. Kiai Cholil menyebutkan bahwa kegiatan ini legal. Namun, kata dia, tidak menjadi instrumen negara, tetapi secara moral meningkat.

Standardisasi MUI ini akan menjadi ukuran para Dai untuk bisa menyampaikan dakwah di TV, Kementerian, atau lembaga.

Bahkan, standardisasi ini berguna untuk menyampaikan dakwah di negara-negara lain seperti Brunei Darussalam, Singapure, dan Malaysia.

Kiai Chalil mengungkapkan, hal ini pernah dialami oleh para ulama sebut saja Habib Nabiel Al-Musawa dan Ustad Dasad Latif.

“Dilarang ceramah karena tidak membawa sertifikat. Tapi dengan membawa sertifikat MUI, alhamdulillah diizinkan, di Singapura, di Brunei Darussalam, di Malaysia. Jadi, secara legalitas bisa digunakan,” pungkasnya.

 

Pemerintah Kembali Tunda Umrah

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Pemberangkatan jemaah umrah Indonesia kembali ditunda hingga tahun 2022. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Hilman Latief mengatakan, keputusan ini diambil usai adanya imbauan dari Presiden RI dan arahan Menteri Agama agar masyarakat tidak melakukan perjalanan ke luar negeri, serta setelah pihaknya menggelar rapat dengan Asosiasi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

“Kami tentu mengutamakan aspek perlindungan jemaah di tengah pandemi Covid-19, terlebih setelah adanya varian baru Omicron. Untuk itu, keberangkatan jemaah umrah kembali ditunda hingga awal tahun 2022. Kita berharap kondisi segera membaik,” terang Hilman di Jakarta, Sabtu (18/12/2021).

Menurutnya, secara umum asosiasi PPIU mendukung imbauan pemerintah untuk menunda keberangkatan ke luar negeri. Ada kekecewaan dan kesedihan karena rencana umrah sudah lama tertunda. Namun, semua pihak memahami kondisi pandemi yang belum usai, bahkan muncul varian baru.

“Ada harapan agar tetap ada pemberangkatan, meski jumlahnya diperkecil. Namun secara umum asosiasi PPIU memahami dan menaati imbauan untuk tidak ke luar negeri,” terang Hilman.

“Harapan lainnya, agar imbauan ini diberlakukan kepada seluruh rencana penerbangan ke luar negeri, tidak hanya umrah saja,” sambungnya.

Sebagai regulator dan pengawas penyelenggaraan ibadah umrah, lanjut Hilman, Kemenag terus melakukan koordinasi dengan semua pihak terkait untuk terus mengupayakan terselenggaranya ibadah umrah yang sehat dan aman. Dikatakan Hilman, penyelenggaraan umrah di masa pandemi sekaligus menjadi barometer penyelenggaraan ibadah haji tahun 1443 H/2022 M.

“Penundaan ini tentu keputusan yang pahit. Tapi ini dilakukan demi kebaikan bersama. Kami harap semua bisa memahami dan semoga ada hikmah dari keputusan ini,” tandasnya.

Masjid Berperan Penting Sebagai Basis UMKM

BANDUNG(Jurnalislam.com) – Sektor UKM mengalami dampak akibat pandemi Covid-19. Perilaku ini disebabkan adanya penurunan jumlah pembeli dan berubahnya frekuensi belanja masyarakat. Pembatasan aktivitas masyarakat serta perubahan perilaku konsumen mengenai persepsi atas kebersihan dan higienitas tempat berbelanja, turut menekan pendapatan para pemilik toko dan warung.

 

Kondisi itu membuat, Dompet Dhuafa melalui start-up digital fundraising sosial bisnisnya yaitu PT Duta Danadyaksa Teknologi (DDTekno), pada Jumat (17/12/2021) dalam program Pemberdayaan UMKM menyalurkan bantuan infak/sedekah yang akan digunakan untuk sarana kelengkapan foodcourt dan toko usaha serambi masjid kepada DKM Masjid Jabal Nur sebesar 60 Juta Rupiah yang bertempat di Masjid Jabal Nur Desa Giri Mekar, Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

 

Kebijakan pembatasan, tentu berdampak pada ekonomi, khususnya kalangan menegah ke bawah dan kaum dhuafa. Aturan PPKM juga berpengaruh pada menurunnya pendapatan UMKM dan pemasukan uang amal masjid. Gerakan Bersama akan menjadi kolaborasi sosial ekonomi dari sejumlah perusahaan swasta, yang dikelola secara independen, untuk mempercepat perlindungan dan pemulihan usaha UMKM terdampak Covid-19.

 

Masjid bisa berperan sebagai investor pemula yang membantu UMKM mengembangkan diri. Pengembangan dan penguatan UMKM penting karena pelakunya adalah masyarakat kebanyakan. Dalam hal ini masjid Jabal Nur , Perumahan Giri Mekar Bandung berupaya untuk mengembangkan potensi masjid sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat dengan menyediakan tempat untuk jamaah dapat berjualan berupa toko dan sarana foodcourt, nantinya isi toko dan foodcourt tersebut akan diisi oleh produk UMKM jamaah atau warga sekitar masjid, jamaah yang menyimpan produknya.

 

“Dengan adanya bantuan ini, kami berharap dapat membantu perekonomian para jamaah di masjid Jabal Nur, sekarang masjed diseluruh dunia harus berkembang, kita sudah siapkan aplikasi masjed.id yg dapat membantu para DKM, ustadz, para jamaah dan relawan satgas covid 19 dalam segala aktifitasnya. Kita juga sudah siapkan aplikasi usaha serambi yg nantikan akan berguna untuk kegiatan UMKM” Ujar Iskandar Syamsi selaku CEO DDTekno.

 

Penyaluran untuk fasilitas sarana foodcourt oleh DD Tekhno bertujuan untuk menjadi penggerak ekonomi ummat, membantu perekonomian jamaah, menjadi sumber pendanaan untuk kegiatan operasional masjid serta pendanaan untuk kegiatankegiatan sosial ekonomi lainnya serta membantu warga yang terdampak ekonomi karena pandemik covid-19. Selain itu, DDTekno juga menyaluran Proteksi Jiwa Tafakul Syariah kepada DKM Masjid Jabal Nur.

 

“Dalam rangka launching masuk program Back To Masjed – KolaborAksi Bangkit Bersama yang kita jalankan masuk kedalam aplikasi ekosistem Masjed.id(Single device multi user) untuk membantu UMKM dalam bangkit ekonomi. Secara pragmatis masyarakat terlibat langsung secara emosional dengan kondisi pandemi ini. Sehingga, para donatur lebih banyak ingin membantu saudara-saudara sekitarnya yang sedang mengalami kondisi lebih susah. Maka ini menjadi tugas lembaga filantrofi untuk mengaturnya.” Ucap Prima Hadi Putra Selaku Direktur Business Operation Support Dompet Dhuafa.

 

Bantuan tersebut merupakan hasil donasi yang terhimpun melalui feature platform penggalangan dana pada Masjed.id sebagai aplikasi ekosistem Masjed terbesar di Indonesia serta Keterlibatan Dompet Dhuafa bersama mitra-mitranya, menjadi satu stimulan bagi dukungan lainnya agar dapat melibatkan diri dalam pengembangan dan pembangunan masjid melalui program Kolaboraksi bangkit bersama dalam pengembangan masjid menjadi sebuah gerakan perabadan bagi umat, Masjid yang dalam sejarahnya dalam membangun perubahan dan peradaban umat.

 

“Saya sebagai perwakilan DKM Masjid Jabal Nur mengucapkan banyak terimakasih kepada Dompet Dhuafa dan DDTEKNO atas bantuan dananya, dana ini nantinya akan kita gunakan untuk kepentingan fasilitas foodcourt, yg bertujuan dapat membantu para jamaah dalam meningkatkan ekonominya, dimana kita tau dampak dari pandemi ini sangatlah berat dalam segi ekonomi. Semoga dompet dhuafa dan ddtekno semakin sukses dalam menebar kebaikan dan pemberian manfaat” Ucap Jaja Kustija selaku Ketua DKM Masjid Jabal Nur.