Berita Terkini

Siap-siap, Seleksi Siswa MAN Akan Digelar

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kementerian Agama membuka Seleksi Nasional Peserta Didik Baru (SNPDB) Madrasah Aliyah Negeri (MAN) tahun pelajaran 2022/2023. Ada tiga pilihan pendaftaran, yaitu: MAN Insan Cendekia (IC), MAN Program Keagamaan (PK), dan Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN).

“Mulai hari ini dibuka pendaftaran SNPDB untuk siswa MAN Insan Cendekia, MAN Program Keagamaan, dan Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri,” terang Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah M Isom Yusqi di Jakarta, Senin (10/1/2022).

“Pendaftaran dilakukan secara daring atau online melalui https://snpdb-madrasah.kemenag.go.id,” sambungnya.

Menurut Isom, SNPDB akan dibuka dalam dua jalur, tes dan prestasi atau non tes dengan kuota terbatas. Pendaftaran jalur tes dibuka dari 10 Januari – 14 Februari 2022. Pendaftaran jalur prestasi dibuka dari 10 Januari – 7 Februari 2022.

MAN Insan Cendekia merupakan salah satu prototipe madrasah unggulan berbasis asrama di Indonesia. Pendirian MAN Insan Cendekia bertujuan mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi dalam bidang Keimanan dan Ketakwaan (IMTAK), menguasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), mempunyai wawasan keislaman dan kebangsaan yang baik, serta mampu mengaktualisasikannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Di samping itu, keberadaan MAN Insan Cendekia ini diharapkan dapat berfungsi sebagai Magnet School, yaitu menjadi model dan inspirasi bagi madrasah-madrasah lain di sekitarnya.

“Saat ini terdapat 23 MAN Insan Cendekia di seluruh Indonesia. Dari 23 MAN IC, total daya tampung siswa yang bisa diterima berjumlah 2.460, putra dan putri,” terang Isom.

“Terbanyak MAN IC Gorontalo, menerima 144 siswa, disusul MAN IC Serpong yang akan menerima 140 siswa. 10 MAN IC menerima 120 siswa, yaitu: MAN IC Jambi, Aceh Timur, OKI Sumsel, Paser Kaltim, Padang Pariaman, Kota Batam, Bengkulu Tengah, Kota Kendari, Kota Palu, dan Sorong. Sebagian lainnya menerima 96 siswa, 80 siswa, dan 72 siswa,” sambungnya.

Dalam proses pendaftaran, setiap calon siswa hanya dapat memilih maksimal 2 lokasi MAN IC saja. Calon siswa diminta untuk cermat dalam menentukan pilihan, khususnya pada pilihan madrasah dengan persaingan ketat karena jumlah pendaftar yang sangat banyak. “Setiap calon siswa harus menentukan jurusan dari saat pendaftaran,” tegasnya.

MAN Program Keagamaan (MAN PK), lanjut Isom, merupakan salah satu program peminatan unggulan nasional dalam bidang keagamaan berbasis asrama yang menjadi bagian dari MAN Reguler yang sudah ada. MAN-PK pada MAN Reguler bertujuan merevitalisasi praktik baik penyelenggaraan Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) yang pernah diprakarsai Menteri Agama Munawir Sjadzali pada akhir tahun 1987. Penekanan MAN PK pada kurikulum keagamaan yang padat serta penekanan pada penguasaan Bahasa Arab dan Inggris.

“Saat ini ada 10 MAN PK yang akan menerima 500 siswa. Rata-rata menerima 48 siswa, kecuali MAN 1 Surakarta menerima 68 siswa,” tutur Isom.

“Untuk siswa baru MAN PK akan mendapat beasiswa sampai lulus, sehingga orang tua tidak lagi memikirkan biaya hidup di asrama,” lanjutnya.

Selain tes umum, akademik dan potensi akademik, setiap calon siswa MAN PK juga harus mengikuti tes wawancara, baca kitab kuning, dan tes lisan bahasa Arab-Inggris. “Setiap calon peserta hanya dapat memilih satu pilihan MAN PK,” tegasnya.

Sementara Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN) adalah MAN yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan dengan kekhasan agama Islam. Tahun 2017, Kementerian Agama membangun piloting MA Kejuruan Negeri di 2 (dua) lokasi, yaitu: Ende (NTT) dan Bolaang Mongondow (Sulut).

“Masing-masing MAKN akan menerima 96 siswa, sehingga totalnya ada 192 kuota,” jelas Isom.

Isom berharap, peserta SNPDB MANIC-MANPK-MAKN terus mengalami kenaikan. Tahun pelajaran 2018/2019, SNPDB diikuti 13.419 peserta. Selang satu tahun, pendaftar naik menjadi 13.976. Lonjakan pendaftar terjadi pada tahun pelajaran 2020/2021, mencapai 17.344 calon siswa. SNPDB tahun pelajaran 2021/2022 diikuti 17.422 peserta.

Untuk tahun ajaran 2021/2022, Isom berharap SNPDB MANIC-MANPK-MAKN dapat menjaring peserta didik yang berpotensi. Hal ini dapat dilihat dari beberapa indikator tes bakat skolastik peserta didik berupa: kemampuan verbal, kemampuan kuantitatif/numerik, kemampuan logika/penalaran, dan kepribadian. Selain itu, akan dilakukan tes akademik yang meliputi bidang studi: Matematika, IPA (Fisika dan Biologi), Bahasa Inggris, Pendidikan Agama Islam, dan Bahasa Arab.

 

Fraksi PDIP: Tolak Kenaikan UMP DKI, Tapi Setuju Naik Tunjangan DPRD

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Publik digegerkan dengan kenaikan tunjangan anggota DPRD DKI Jakarta. Dipimpin Ketua DPRD DKI yang juga kader PDIP Prasetyo Edi Marsudi, kenaikan tunjangan mencapai puluhan miliar tersebut terkesan dilakukan diam-diam. Demi kepentingan sendiri, mereka bisa-bisanya menaikkan anggaran gaji dan tunjangan.

Padahal, Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta adalah pihak yang paling keras menentang keputusan Gubernur Anies Baswedan ketika menaikkan upah minimum provinsi (UMP) DKI 2022. Anies menaikkan UMP DKI 2022 sebesar 225 ribu atau 5,1 persen dari Rp 4.416.186 menjadi Rp 4.641.854. Anies merevisi keputusan UMP sebelumnya yang mengacu Undang-Undang Cipta Kerja yang hanya naik Rp 37.749 atau 0,85 persen.

mengirim surat ke Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah untuk meninjau formula penghitungan UMP yang baru. Dia merasa ada ketidakadilan dalam penetapan UMP DKI 2022.

“Kami mengusulkan dan mengharapkan kepada Ibu Menteri untuk dapat meninjau kembali formula penetapan UMPsebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 tahun 2021 tentang Pengupahan,” demikian keterangan Anies melalui surat kepada Menaker yang salinannya diterima wartawan di Jakarta, Senin (29/11).

Keputusan itu sontak dikecam Fraksi PDIP DPRD DKI. Menurut Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI, Gembong Warsono, keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI menaikkan UMP dari 0,85 persen menjadi 5,1 persen harus memiliki dasar yang kuat. Dia mengingatkan, Pemprov DKI jangan membuat perubahan sepihak.

“Saya kemarin itu telepon Dinas Tenaga Kerja (Andri Yansyah), malah akan ada revisi lagi. Jadi tidak ada kepastian hukum. Jadi saya pikir Anies ini mau menciptakan kegaduhan terhadap rakyatnya,” kata Gembong di Jakarta, Selasa (21/12).

Dia menyebut, langkah Anies menaikkan UMP Sepiahk berpotensi menciptakan suasana tidak kondusif antara pengusaha dan buruh. Meskipun begitu, sambung dia, para pengusaha pasti bisa mengikuti revisi dari perubahan UMP 2022. “Tapi bagaimana dengan pengusaha yang tidak mampu? Kan dasar pergub ini kan buat semua tenaga kerja,” tuturnya.

Gembong pun menuding Anies telah menciptakaan kegaduhan. Dia menyarankan agar mereka yang kecewa, seperti Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) untuk datang langsung ke PTUN menggugat keputusan Anies. “Jadi kepercayaan buruh ke pengusaha tidak kondusif lagi. Jadi nanti kami Komisi B bakal panggil lagi untuk tanya dasar revisinya,” ucap Gembong.

Sekretaris Komisi B DPRD DKI Jakarta, Pandapotan Sinaga, menyatakan, pihaknya tidak pernah menghalangi kenaikan UMP DKI Jakarta dari 0,85 persen menjadi 5,1 persen. Padahal, hal itu tidak sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021.

Meski begitu, ia mempertanyakan langkah Anies menaikkan UMP tanpa disertai kajian mencukupi. Dia juga mempertanyakan Kepala Disnakertrans dan Energi DKI Andri Yansyah soal kajian kenaikan UMP sampai enam kali lipat itu. “Udah ada nggak kajian untuk penentuan ini, nggak ada kajian kan dari Pak Andri (Kadisnaker DKI) sama sekali?” kata politikus PDIP itu saat mencecar Kadisnaker DKI di rapat Komisi B DPRD DKI.

Keputusan Anies terkait UMP ini dipersoalkan beberapa politisi. Komisi B DPRD DKI Jakarta mendalami dasar revisi kenaikan UMP DKI Jakarta 2022 dari 0,8 persen menjadi 5,1 persen dengan meminta pemaparan dari Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi (Disnakertransgi).

Koordinator Komisi B DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi menyebut, penjelasan Disnakertrans DKI terkait kenaikan UMP DKI 2022 sangat diperlukan. Hal itu mengingat berdasarkan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan, mengamanatkan rata-rata kenaikan UMP hanya sebesar 1,09 persen. “Jadi kami minta Pak Andri Yansyah memberikan penjelasan sejelas-jelasnya dengan rasional terkait kenaikan UMP ini,” kata politikus PDIP itu di gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (27/12).

Menurut Prasetyo, penjelasan dari Disnakertrans atau Pemprov DKI sangat diperlukan. Hal itu lantaran masih banyak pengusaha yang belum stabil keuangannya atau sedang berjuang pemulihan pascapandemi Covid-19. Sehingga kenaikan UMP DKI 2022 sangat memberatkan pengusaha.

“Karena efeknya ini sampai ke pedagang warteg dan usaha-usaha kecil. Saya kasihan kepada buruh juga, tetapi sekarang kita juga harus sadar, kita baru menghadapi pandemi yang sangat luar biasa. Nah kita harus berikan yang rasional. Saya minta dasarnya apa kebijakan ini,” kata Prasetyo.

Sementara itu, pada saat Fraksi PDIP DPRD DKI menolak kenaikan UMP DKI 2022, merek malah diam saja ketika gaji dan tunjangan untuk dewan dinakkan. Dalam rincian Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) 2022, anggota dewan masing-masing mendapat gaji sekitar Rp 139 juta.

Jika dirinci, belanja gaji dan tunjangan DPRD DKI 2022 ditetapkan Rp 177,37 miliar atau naik Rp 26,42 miliar dibandingkan tahun lalu, sebesar Rp 150,94 miliar. Anggaran yang naik signifikan adalah item belanja tunjangan perumahan senilai Rp 102,36 miliar. Jumlah tersebut, melonjak Rp 25,44 miliar dibandingkan pada 2021 Rp 76,92 miliar.

Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi menegaskan, tidak ada kenaikan gaji untuk anggota dewan. Menurut dia, yang naik hanya tunjangan saja, yang tujuannya membantu program Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta. “Program pemerintah tuh lebih besar, eksekutif (tunjangannya) lebih besar dari kita. Jadi gakada (kenaikan),” jelas Prasetyo saat ditemui awak media di Kanal Banjir Timur, Jakarta Timur, Ahad (9/1).

Disinggung pertimbangan kenaikan tunjangan dewan yang sangat besar, Prasetyo menegaskan, jika pandemi Covid-19 membuatnya tidak bisa bergerak leluasa ke mana pun. Hal itu berbeda dengan Pemprov DKI yang memiliki tunjangan lebih besar sehingga mudah memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Eksekutif, dia bisa istilahnya ke tengah masyarakat dengan gagahnya, (tunjangan DPRD) kita paling kecil di antara eksekutif gitu lho. (Jadi) dinaikan sedikit untuk kita juga ke masyarakat, membantu masyarakat,” Prasetyo.

Dia membandingkan tunjangan legislatif yang lebih tinggi dari Gubernur Anies, tanpa merinci besarannya. Kendati demikian, menurut Prasetyo, dana operasional Gubernur DKI mencapai Rp 56 miliar per tahun, yang itu sangat jauh di atas dewan. “Beda dengan kita, cuman Rp 18 juta,” ucap Prasetyo tanpa menjelaskan lebih jauh angka tersebut.

Dia juga beralibi, kenaikan anggaran gaji dan tunjangan anggota dewan sangat layak. Apalagi, kenaikan itu sudah mendapat evaluasi dan saran dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). “Tapi uangnya sekali lagi bukan buat kita lho, buat masyarakat di pihak ketiga, bukan kita (dewan) lho sekali lagi ya,” kata Prasetyo.

Sumber: republika.co.id

MUI Minta Khutbah Jumat Diisi dengan Materi Menarik

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Wadah Silaturohim Indonesia (WASATHI) Gelar Pembukaan Pendidikan Khatib Wasathi di Gedung Majelis Ulama Indonesia Pusat, (08/01).

Dalam sambutannya Ketua MUI bidang Dakwah dan Ukhuwah Kyai Cholil mengungkapkan rasa senangnya, karena ada lembaga masyarakat yang bermitra dengan MUI khususnya pada kesempatan kali ini dibidang penguatan dakwah rutin yaitu khatib jum’at.

Kiai Cholil Nafis menjelaskan, khatib memiliki peran penting dalam setiap pelaksanaan Shalat Jumat. Sebab, dalam seluruh jamaah dilarang untuk berbicara saat khutbah sedang berlangsung, tanpa memandang struktur sosial dan ilmu .

Namun demikian, Pengasuh Ponpes Cendekia Amanah, Depok, Jawa Barat ini mengamati, saat ini muncul kesan posisi khatib yang mulia direndahkan dan dirasa membosankan. Alasannya, isi khutbah yang tidak berbobot dan terkesan asal-asalan.

“Khutbah adalah pekerjaan yang paling sulit karena durasinya pendek, tapi harus mengemukakan banyak hal,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari Wasathi Channel, Sabtu (08/01).

Kiai Cholil mengatakan, yang paling baik dari khutbah adalah sedikit tapi mempunyai cakupan yang banyak, baik aspek ayat dan tafsirnya, sejarah dan lain-lain. Sebaliknya, apabila khatib menyampaikan khutbah tidak menarik, tidak jelas, dan memprovokasi orang lain maka khutbah tidak lagi diposisikan sebagai keadaan yang sangat sakral.

 

Ulama yang juga Dosen Universitas Indonesia ini menegaskan, sebagai umat Islam yang memiliki paradigma moderat harus fokus mengajak jamaah hanya yang terkait praktek ibadah jumat. Doktor Universitas Malaya ini menekankan, khutbah tidak boleh dijadikan sarana untuk memaki, menistakan, bahkan menyudutkan siapapun.

“Jangan sampai khutbah menjadi orientasi duniawi, baik oleh khatibnya maupun kepentingan masa, dimanapun khutbah kita harus punya komitmen,” tegas Kiai Cholil Nafis. .

Dalam penutupnya, Kiai Cholil berharap, seluruh peserta yang menjadi peserta diberkahi. Ia memberi saran pada Wasathi untuk membuat modul-modul agar menjadi penggerak dan ditiru oleh khatib-khatib lain. (mui)

 

 

Hingga Tahun 2021, Dompet Dhuafa Waspada Telah Salurkan 4,5 M Dari Ziswaf

 MEDAN-SUMUT (Jurnalislam.com)–– Tahun 2021 berakhir, Dompet Dhuafa Waspada menutup laporan dengan catatan penyaluran dana Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf (ZISWAF) sebanyak 4,5 M. Dari total dana tersalur tersebut, adapun total penerima manfaat secara keseluruhan yakni mencapai 44.116 jiwa.

 

Tercatat sebanyak 603 jiwa penerima manfaat pada program pendidikan, 3.170 jiwa pada program dakwah, 297 jiwa pada program ekonomi, 8.538 jiwa pada program sosial, 6.676 jiwa pada program ramadhan, dan 24.832 jiwa pada program Tebar Hewan Kurban (THK).

 

Pada tahun lalu 2021 ini juga satu program berbasis ekonomi pemberdayaan yakni program Sentra Ternak telah berhasil dijalankan. Sebagai salah satu program baru yang menyalurkan dana zakat secara produktif, sentra ternak ini memberikan solusi membuka lapangan pekerjaan dengan mempekerjakan penerima manfaat selama dua tahun untuk bisa belajar langsung tentang peternakan dan diberi pelatihan.

 

Kemudian selepas dua tahun berlalu mereka akan mendapatkan modal berupa 30 ekor kambing untuk menjalankan usaha ternaknya sendiri. Lokasi sentra ternak Dompet Dhuafa Waspada berada di Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

 

Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Waspada, Sulaiman dalam pemaparannya pada Minggu, (10/01/2022), menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh donatur. “Capaian di tahun 2021 ini merupakan kebaikan bersama kita, terima kasih banyak kami ucapkan kepada seluruh donatur yang telah membersamai”.

 

Tidak hanya itu, Sulaiman juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaannya kepada Dompet Dhuafa Waspada. “Terimakasih juga kami ucapkan kepada seluruh donatur yang sudah mempercayakan Zakat, Infaq, Sedekah, dan Wakafnya melalui Dompet Dhuafa Waspada. Dan kami akan terus menjaga kepercayaan yang diberikan. Hanya doa yang bisa kami kirimkan semoga seluruh donatur yang baik hati diberikan kesehatan, rezeki yang berlimpah dan berkah”.

 

Menyongsong tahun 2022, Sulaiman juga terus mengajak para donatur untuk terus ikut dan hadir dalam berbagai kolaborasi kebaikan yang akan dilakukan oleh Dompet Dhuafa Waspada. “Usai 2021 berlalu, sekarang tugas baru kita kembali mengumpulkan semangat, mengajak para donatur untuk sama-sama berada di jalan kebaikan ini”.

 

Wahdah Islamiyah Sulsel Gelar Webinar Tips Mengelola Keuangan Keluarga

MAKASSAR(Jurnalislam.com) — Melalui kegiatan Talk Show Ketahanan Keluarga bertajuk “Kiat-Kiat Harmonisasi Rumah Tangga” Dewan Pimpinan Wilayah Wahdah Islamiyah (DPW WI) Provinsi Sulawesi Selatan Guru Besar Ilmu Ekonomi Universitas Hasanuddin Prof. Dr. Hamid Habbe, SE. M.Si., mengajak kepada seluruh keluarga untuk bijak dalam mengelola keuangan keluarga.

 

Dalam webinar yang dibuka oleh moderator Muhammad Ridwan ini, Prof Hamid menyampaikan bagaimana pentingnya cara mengelola keuangan dengan baik dan memberikan pandangan kepada setiap keluarga untuk dapat merdeka secara finansial di mana hal ini sangat diperlukan mengingat tantangan finansial akan selalu datang silih berganti khususnya dalam masa pandemi.

 

Prof Hamid mengatakan banyak hal yang menjadikan krisis keuangan keluarga bisa terjadi. Salah satunya adalah Fly Paper effect atau gaya dan prilaku yang tidak bisa menyesuaikan dengan pemasukan. Menurutnya banyak orang yang tidak sadar jika pemasukannya tidak bisa mencukupi gaya hidupnya namun ia memaksakan untuk tetap hidup seperti itu.

 

“Ini sesungguhnya yang patut kita waspadai. Sebab tak sedikit di antara kita yang demikian. Apalagi mental accountingnya juga bermasalah. Di dalam rumah ia hemat sementara saat makan di luar mereka tak peduli seberapa mahalnya makanan yang ia konsumsi,” ujarnya, Ahad (9/1/2022).

 

Ia melanjutkan, tahap pertama yang harus dimiliki seseorang itu adalah financial security di mana setiap orang harus mampu mencukupi kebutuhan pokoknya, lalu setelah itu diikuti oleh kemerdekaan finansial di mana tolok ukurnya adalah ketika seseorang tidak memiliki masalah dalam cash flow bulanan.

 

Ia juga menjelaskan kemandirian finansial dan kebebasan finansial merupakan dua hal yang berbeda. Dalam kemandirian finansial yang dijadikan parameter ialah apabila seseorang sudah tidak bergantung pada pinjaman dan dapat menjalani hidup secara cukup. Prof. Hamid menyinggung tentang fenomena keluarga yang hampir seluruh pemasukannya dihabiskan untuk sesuatu yang bersifat konsumsi.

 

“Tanda bahwa kita merdeka secara finansial bisa dilihat dari yang pertama kita tidak punya masalah cash flow bulanan, bagaimana kita pandai mengatur budgeting keluarga. Tidak semua habis dimakan, ada saving dan investasi,” tukasnya.

 

Untuk memiliki kemerdekaan secara finansial, ia menambahkan seseorang meski mempunyai good habbit secara finansial. Dalam artian, tidak terpengaruh dengan gaya hidup. Mampu membedakan antara kebutuhan dan gaya hidup. Maka disinilah peran suami yang menjadi pencari nafkah.

 

“Namun patut diperhatikan, sebagai muslim, nomor satu adalah zakat, infak dan sedekah. Karena ini adalah pipa pemasukan. Keluarkan dulu, baru yang dikonsumsi, secukupnya saja. Insyaallah saving dan investasi akan menyusul,” urainya.

 

Sebagai informasi, webinar yang diikuti oleh 2.500 peserta dari seluruh Indonesia berlangsung interaktif dengan adanya sesi konsultasi terkait pengelolaan keuangan. Selain itu Webinar ini merupakan rangkaian pra kegiatan Musyawarah Wilayah yang bakal dihelat pada tanggal 16 Januari 2022.

Kemenag Imbau LAZ Perpanjang Izin Operasional

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kementerian Agama mengimbau agar sejumlah Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang telah habis masa izin operasionalnya untuk segera mengurus perpanjangan. Hal ini disampaikan oleh Kasubdit Kelembagaan dan Informasi Zakat Wakaf Kemenag, Andi Yasri di Jakarta, Ahad (9/1/2022).

Andi mengungkapkan, ada lima LAZ tingkat nasional yang belum mengajukan perpanjangan izin operasional, satu LAZ tingkat nasional yang masih dalam proses pengajuan, dan satu LAZ tingkat Provinsi yang harus ditunda karena rekomendasinya sudah tidak berlaku.

“Hal ini disebabkan karena belum terpenuhinya persyaratan rekomendasi dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), yakni berupa rekomendasi MUI untuk Dewan Pengawas Syariah (DPS),” terang Andi.

Dikatakan Andi, LAZ tingkat nasional harus terlebih dahulu meminta rekomendasi dari Baznas yang akan melakukan verifikasi terhadap kelayakan lembaga-lembaga amil zakat tersebut. Apabila dinilai layak, maka Baznas akan memberikan rekomendasinya.

“Jika Baznas sudah mengeluarkan rekomendasi, serta berkas pengajuan sudah terpenuhi dan dinyatakan lengkap, kami tidak pernah menolak perpanjangan izin operasional dari LAZ tersebut,” ungkap Andi.

Andi menambahkan, dalam ketentuan UU Nomor 23/2011 tentang Pengelolaan Zakat dan Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 333/2015 dijelaskan proses pemberian izin dilakukan dalam jangka waktu paling lama 15 hari kerja sejak tanggal permohonan tertulis diterima.

Sumber: republika.co.id

Minta KSAD Dudung Tak Standar Ganda, Legislator: Dekati Semua Ulama

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Anggota Komisi I DPR RI Syaifullah Tamliha menyarankan, agar Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman tidak melakukan standar ganda terhadap para ulama. Menurut dia, Jenderal Dudung harus menjalin hubungan baik dengan semua ulama, termasuk pendekatan terhadap ulama yang dituduh radikal.

“Yang penting Jenderal Dudung tidak melakukan standar ganda terhadap para ulama. Semua harus didekati sebagai hubungan baik antara ulama dan umara. Hal itu termasuk ulama radikal sehingga ada saling pengertian dalam merawat kebhinekaan dan keutuhan NKRI,” kata Tamliha, Ahad (9/1).

Dia menilai, menjalin silaturahim dengan semua ulama sangat penting dalam membangun kebersamaan demi tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Menurut dia, bisa saja ulama yang radikal dilakukan upaya pendekatan khusus sebagai bagian dari program deradikalisasi.

“Tidak ada salahnya jika kita mengajak elemen bangsa ini (kalangan radikal) ke arah yang benar,” ujarnya.

Tamliha mengatakan, setiap tahun TNI selalu mendapatkan tingkat kepercayaan terbaik dari masyarakat sehingga Kasad harus mempertahankan peringkat tersebut di TNI AD. Menurut politisi PPP itu, kunjungan ke organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam selalu dilakukan semua petinggi TNI dari dahulu hingga saat ini.

Karena itu, dia berpesan, agar Jenderal Dudung tidak melakukan standar ganda terhadap para ulama sehingga semua harus didekati.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Dudung Abdurachman saat berkunjung ke wilayah kerja Kodam I/Bukit Barisan menyempatkan diri menemui salah satu ulama besar Sumatera Utara Buya Amiruddin di Medan, Senin (3/1). Jenderal Dudung juga mengunjungi Pimpinan Muhammadiyah dan PBNU serta akan merekrut calon prajurit dari kalangan santri.

Sumber: republika.co.id

Ini Edaran Terkait Umrah di Masa Pandemi

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Persiapan penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi Covid-19 terus dilakukan. Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief mengatakan penyelenggaraan ibadah umrah akan kembali dibuka.

Namun, Hilman menegaskan bahwa penyelenggaraan umrah di masa pandemi harus mematuhi protokol kesehatan demi memberikan perlindungan kepada jemaah.

“Pemberangkatan jemaah umrah rencananya akan kembali dibuka pada 8 Januari 2022. Karena masih dalam masa pandemi Covid-19, penyelenggaraan umrah dilaksanakan dengan pengendalian dan pengawasan terhadap kepatuhan protokol kesehatan secara ketat, baik di tanah air maupun di Arab Saudi dengan mengedepankan perlindungan dan keselamatan jemaah,” terang Hilman di Jakarta, Kamis (6/1/2022).

Menurut Hilman, pihaknya telah menggelar rapat lintas Kementerian/Lembaga berkaitan dengan Penyelenggaraan Ibadah Umrah tahun 1443 H pada 3 Januari 2022. Hilman juga sudah mendapat arahan dari Menag Yaqut Cholil Qoumas terkait keharusan penerapan protokol kesehatan ketat.

“PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah) yang akan memberangkatkan jemaah umrah juga wajib melaporkan keberangkatan melalui SISKOPATUH,” tegas Hilman.

Ketentuan lainnya, kata Hilman, keberangkatan dipiroritaskan bagi PPIU yang menggunakan penerbangan langsung (direct flight) melalui Bandara Soekarno Hatta. Kepulangan jemaah umrah juga harus mengikuti kebijakan yang telah ditetapkan oleh Satgas Penanganan Covid-19 Nasional.

“Keberangkatan empat penerbangan awal mengacu Kebijakan Umrah Satu Pintu (one gate policy) dengan menggunakan asrama haji Jakarta sebagai lokasi screening kesehatan dan titik awal keberangkatan yang dikoordinasikan oleh asosiasi PPIU,” jelas Hilman

“Kanwil Kemenag Provinsi dan Kemenag Kab/Kota wajib melakukan pengawasan keberangkatan jemaah umrah di wilayah kerjanya,” sambungnya.

Hilman menambahkan, pihaknya telah bersurat kepada PPIU dan Kanwil Kemenag Provinsi se-Indonesia terkait dengan ketentuan penyelenggaraan ibadah umrah di masa pandemi ini.

419 Jamaah Umrah Perdana saat Pandemi Berangkat, Diminta Jaga Prokes

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Sebanyak 419 jemaah Indonesia hari ini berangkat ke Saudi untuk menunaikan ibadah umrah. Keberangkatan mereka dilepas Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Hilman Latief, mewakili Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas.

Kepada jemaah dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), Hilman menyampaikan pesan Menag agar mematuhi aturan di tanah air dan di Arab Saudi.

“Jaga kepercayaan Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi. Tunjukkan bahwa jemaah umrah Indonesia patuh pada aturan, khususnya patuh pada protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Ingatlah, pandemi Covid-19 belum berakhir,” ucap Hilman membacakan sambutan Menag sekaligus melepas jemaah di asrama haji Pondok Gede, Jakarta, Sabtu (8/1/2022).

Sesuai arahan Menag, lanjut Hilman, pihaknya tengah memfinalisasi regulasi tentang penyelenggaraan umrah di masa pandemi, termasuk yang terkait integrasi sistem dengan pemerintah Arab Saudi. Ini dilakukan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan perlindungan jemaah.

“Proses verifikasi sertifikasi vaksin, tes kesehatan, karantina dan screening kesehatan dilaksanakan secara mudah, cepat, valid, akurat, serta menjamin kepatuhan persyaratan yang telah ditentukan oleh kedua negara, Indonesia dan Arab Saudi,” kata Hilman.

Hilman juga menyampaikan terima kasih Menag kepada Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia atas dukungannya terhadap penyelenggaraan ibadah umrah kali ini.

“Kami menitipkan jemaah umrah Indonesia untuk mendapatkan pelayanan terbaik sebagai tamu Allah, saudara sesama muslim dan pengunjung dua tanah suci,” ungkap Hilman.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Pemerintah, kepada kementerian/lembaga yang turut berpikir dan bekerja untuk suksesnya pemberangkatan jemaah umrah. Persiapan penyelenggaraan melibatkan Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Hukum dan HAM, Kementerian Perhubungan, Satgas Covid-19, Otoritas Bandara, serta BNPB.

“Semoga Allah meridai kita untuk memberikan pelayanan terbaik bagi jemaah umrah, serta bangsa dan negara,” tandasnya.

Hadir, Wakil Dubes Arab Saudi untuk Indonesia Sulaiman, Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Subhan Cholid, Direktur Pengelolaan Dana Haji dan Sistem Informasi dan Haji Terpadu Jaja Jaelani, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Nur Arifin.

MUI: Khatib Perlu Menyampaikan Narasi Wasathiyah dalam Islam

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Hingga saat ini, perjuangan dan semangat wasathiyah keislaman diharapkan mampu memenuhi ruang-ruang dakwah keagamaan secara istikamah dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikan oleh Wasekjen MUI Arif Fahrudin, dalam acara Pembukaan Pendidikan Khatib Wasathi oleh Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), Sabtu (08/01).

Dalam sambutan yang disampaikan secara virtual, pria yang sekaligus Pembina Forum Khatib Wasathi menyampaikan, keberadaan para dai dan khutaba dipastikan mampu menghidupkan oase moderasi keislaman dalam dinamika umat melalui media dakwah yang berkembang saat ini.

“Narasi-narasi wasathiyah, terutama di ruang dakwah harus dipenuhi. Para khutaba dipastikan mampu terus bersinergi mengisi ruang-ruang yang telah penuh tersebut,” terangnya.

Hal itu, kata dia, sesuai dengan kebutuhan umat dan tantangan zaman. Dia melihat, kesempatan dakwah yang dimiliki para khutaba di setiap hari Jumat sangat besar dalam menyampaikan nilai-nilai Islam moderat.

Oleh demikian itu, Arif berharap ruang dakwah khutbah Jumat harus bisa dimaksimalkan dengan sebaik mungkin. Pendidikan Komisi Dakwah kali ini diharapkan mampu mengkolaborasikan kesiapan khatib yang kompeten, substansi materi khutbah dan para jamaah sebagai objek khutbah.

 

“Begitu luar biasanya Allah mensyariatkan hari Jumat kepada kita, di mana di dalamnya terdapat khutbah Jumat. Maka oleh karena itu khutbah Jumat bisa kita maksimalkan sebaik mungkin, baik Khatib, isi dan umat yang mendengarkan,” kata dia.

Lebih lanjut, menanggapi kegiatan ini, Arif menyampaikan apresiasi besar kepada Komisi Dakwah MUI yang telah merealisasikan suatu kegiatan pencerahan dan bimbingan keumatan dengan semangat wasathiyah Islam.

“Kami sangat bangga. Ini langkah positif, para kharib dibimbing oleh komisi dakwah, dan komisi dakwah terus bisa melakukan kolaborasi dengan para khutaba. Sehingga ini menjadi ujung tombak bimbingan bagi umat,” ucapnya dengan apresiatif.(mui)