Berita Terkini

Multaqo Duat II Usung Penyamaan Visi Dakwah

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Komisi Dakwah MUI Pusat akan menggelar Multaqot Du’at di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara pada 22 sampai 24 Januari 2022. Multaqo Duat merupakan ajang pertemuan para aktivis dakwah yang berasal dari Komisi Dakwah MUI Pusat, Komisi Dakwah MUI Provinsi, serta perwakilan lembaga dakwah Ormas Islam tingkat pusat.

Multaqo Du’at akan berlangsung secara offline dan online. Peserta offline yang hadir di Hotel Mercure sebanyak 60 peserta sementara ratusan peserta yang lainnya secara online. Pada kepengurusan MUI periode sebelumnya, Multaqo Du’at sudah dilaksanakan dua kali. Multaqo Du’at pertama berlangsung di Hotel Santika, Taman Mini Indonesia Indonesia Indah, sementara Multaqa Du’at kedua di Hotel Royal Kuningan, Jakarta.

 

Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Ahmad Zubaidi, menyampaikan bahwa kegiatan Multaqo Du’at ketiga ini masih fokus pada penyempurnaan standardisasi dai dan koordinasi gerakan dakwah. Komisi Dakwah tidak ingin ada salah pemaknaan terhadap istilah standardisasi dai.

“Sekarang multaqot yang ketiga. Tujuannya menyamakan visi misi dakwah di kalangan para dai kita, tashwiyatul afkar. Kita adakan yang namanya koordinasi gerakan dakwah, singkron antara satu individu dengan individu yang lain tidak ada perselisihan dai,” ungkapnya, Jumat (21/01) saat dihubungi MUIDigital.

Kiai Zubaidi mengatakan, gerakan dakwah yang wasathiyah masih belum sesuai target yang diharapkan. Menurutnya, para dai masih kurang intensif dalam menjalankan perannya berdakwah secara wasathiyah. Hal seperti itu, kata Kiai Zubaidi, banyak dipengaruhi oleh permasalahan umat yang belum teridentifikasi dengan baik.

“Karena itu, kita kumpul di Jakarta untuk menyamakan persepsi ini dan melakukan koordinasi gerakan. Kita tidak ingin lagi ada dai yang ditolak oleh Masyarakat. Seorang dai harus mengerti dan tahu kondisi sehingga tidak bertentangan dengan lokasi dakwah,” beber dia.

 

Lebih lanjut, Kiai Zubaidi berharap, kegiatan kali ini harus mampu membentuk standarisasi dakwah sebagai panduan para dai dalam dalam aktivitas dakwah.

“Kegiatan ini, outputnya satu, terbentuknya semacam standardisasi yang disepakati bersama seperti SOP pelaksanaan standardisasi dai. Dengan begitu, dai kita bisa membentuk masyarakat yang khoiro ummah (umat terbaik),” ungkapnya.

Ketua Umum MUI, KH Miftachul Akhyar, kemungkinan besar akan hadir dalam kegiatan ini. Kegiatan rencananya akan dibuka oleh Menteri Agama atau yang mewakili. Pada saat pembukaan, akan berlangsung juga Wisuda Akbar tujuh angkatan program Standardisasi Da’i MUI.

 

 

Ini Tiga Program Prioritas Lembaga Seni Budaya MUI

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Ketua Lembaga Seni Budaya dan Peradaban Islam (LSBPI) Majelis Ulama Indonesia (MUI), Habiburrahman El Shirazy, mengungkapkan 3 fokus LSBPI MUI di tahun 2022.

Pria yang kerap disapa kang Abik ini menuturkan, fokus pertama LSBPI MUI akan menggelar konsolidasi LSBPI atau KSBPI se-Indonesia, sekaligus konsolidasi seniman dan budayawan Muslim se-Indonesia.

“Untuk itu kita InsyaAllah akan mengadakan pertemuan seniman dan budayawan Muslim nasional,” ujarnya kepada MUIDigital, Jumat (21/1/2022).

Kemudian yang kedua, Kang Abik mengungkapkan, fokus LSBPI MUI yaitu mengedukasi anak muda Muslim untuk menciptakan karya seni Islami yang berkualitas. Ia menambahkan, hal ini sesuai dengan amanat Musyawarah Nasional (Munas) MUI tahun 2020.

“Pada fokus ini LSBPI akan menyelenggarakan workshop penulisan kreatif dan sayembara menulis skenario film pendek Islami, InsyaAllah,” tuturnya.

 

Ketiga, kata Kang Abik, LSBPI juga akan fokus pada kongres budaya ummat yang rencananya diadakan di tahun 2023.

“Jadi di tahun ini kita adakan semacam FGD Road to Kongres Budaya Umat,” tutupnya.

 

Kemenag Ajak Lulusan Standardisasi MUI Berdakwah di Media Sosial

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Kementerian Agama (Kemenag) RI mengajak lulusan standarisasi dai Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk berdakwah bukan hanya melalui masjid dan majelis-majelis taklim, melainkan terlibat aktif dan intensif berdakwah di media sosial.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof Kamaruddin Amin, dalam Multaqa Duat Nasional dan Wisuda Akbar Standarisasi Dai MUI Angkatan IV sampai X yang bertajuk: Peningkatan Kualitas Dakwah untuk Mewujudkan Khaira Ummah Komisi Dakwah MUI tahun 2022.

“Karena kalau tidak, maka otoritas keagamaan akan direbut oleh mereka yang belum tentu memiliki paham keagamaan seluas dan semendalam seperti bapak ibu sekalian, ” ujarnya di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta Utara, Ahad (23/1).

Prof Kamuruddin Amin melihat, demografi Indonesia dipenuhi oleh penduduk berusia 40 tahun ke bawah yang secara aktif menggunakan media sosial. Dengan rincian anak milenial yang lahir dari tahun 1880 sampai 1996 berjumlah 25 persen, dan generasi Z yang lahir dari tahun 1997 sampai 2012 berjumlah 26 persen.

“Jadi, lebih dari 50 persen anak-anak Indonesia itu berumur dibawah 40 tahun dan semua ini menggunakan instrumen media sosial untuk berkomunikasi dan berinteraksi, ” tambahnya.

Sehingga, menurut dia, tidak ada alasan bagi para mubaligh untuk tidak terlibat dan menjangkau mereka melalui media sosial. Ia berharap, para mubaligh yang telah distandardisasi oleh MUI ini bisa memainkan peran yang sentral dan fundamental dalam melihat, memahami, dan mengawal potensi besar ini.

 

Selain itu, ia juga mengungkapkan program Kemenag dalam upaya meningkatkan kompetensi penceramah agama dengan muatan kontennya yaitu mengenai wawasan kebangsaan dan moderasi beragama yang bekerja sama dengan Lemhanas, BPIP, dan MUI untuk mengisi muatan konten tersebut.

“Dua hal ini menjadi yang sangat penting. Kami menyadari bahwa penceramah-penceramah kita di Indonesia sesungguhnga sedang berkontestasi. Kita sedang berlomba untuk mempromosikan nilai-nilai agama yang wasathiyah, ” ungkapnya.

Dalam program ini, ia menyebut, telah mencetak 8000 peserta. Ia berpesan kepada para dai agar materi ceramah yang disampaikan berisi ajakan kepada masyarakat untuk meningkatkan mereka untuk terlibat dalam kehidupan sosial, ekonomi dan budaya.

“Jadi, materi kita tidak berisi atau berorientasi pada ibadah mahdloh atau akhirat saja yang sangat penting sekali. Tetapi bagaimana Islam, bagaimana ajaran agama ini bisa mengajak masyarakat untuk terlibat serta berkontribusi dalam kehidupan,” tuturnya.

Dia menjelaskan, sekarang ini terjadi peningkatan peran otoritas keagamaan yang sangat tajam. Ia menambahkan, para penceramah yang diminati oleh masyarakat adalah mereka yang rajin dan intensif hadir mengisi ruang-ruang spiritualitas di media sosial.

 

Ia mengungkapkan, banyak para ulama yang memiliki pengetahuan yang luar biasa dalam, sangat mumpuni dan otoritatif berbicara mengenai agama tetapi umatnya tidak banyak dikarenakan manfaat yang disampaikan tidak dinikmati oleh masyarakat karena masih berdakwah secara konvensional.

Untuk itu, kata dia, pemerintah dan ormas-ormas Islam khususnya MUI diharapkan bisa mendesain konten ceramah di media sosial agar bisa dirasakan oleh masyarakat.

“Sekarang ini, tidak bisa kita hindari lagi urgensinya dan semoga acara yang dilakukan oleh MUI ini bisa rutin. Intensitasnya bisa ditambah lagi supaya kita sebagai penjaga gawang, sebagai referensi, dan rujukan umat dalam beragama bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, ” tutupnya.

 

Multaqo Duat II MUI Wisuda Standardisasi Dai

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar wisuda standardisasi dai dalam Multaqo Duat III di Hotel Mercure Convention Centre Ancol, Ahad (23/1/2022). Dalam acara yang sama, digelar Standardisasi Dai MUI Angkatan ke-10 pada Sabtu (22/1/2022).

Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis mengatakan, jangan sampai para dai yang masuk di televisi, lembaga-lembaga, masjid-masjid tidak terstandar MUI.

Kyai Cholil memaparkan, saat ini ini banyak isu-isu yang bermunculan terkait adanya dai yang tidak memiliki kompetensi tapi tetap berani menyampaikan tausiyah. Bukan hanya itu para dai tersebut tidak menghargai perbedaan pendapat, utamanya, tidak menjadikan hal yang disampaikannya mengurangi masalah umat, akan tetapi sebaliknya.

“Ini harus menjadi ketetapan kita di masing-masing daerah. bahwa khatib-khatib maupun dai harus berstandar Majelis Ulama Indonesia,” tegasnya, sebagaimana dikutip dari TVMUI, Ahad (23/01).

Selanjutnya, Kiai Cholil menuturkan, banyaknya mufasir-mufasir dan mufti-mufti baru yang menyesatkan bermunculan. Sebab, mereka memahami ilmu hanya dengan membaca terjemahan dan berguru pada internet.

“Standardisasi ini sangatlah penting karena untuk mengukur komitmen dai terhadap Islam. Karena dalam cara mengartikan dalil (memahami Nash), membutuhkan kerangka tersendiri,” ujarnya.

Kiai Cholil menjelaskan, berkembangnya pemahaman itu harus diluruskan. Kata Kiai Cholil, saat dai tidak kompeten maka yang akan dipojokkan oleh sebagian masyarakat adalah MUI. Mulai sekarang, para dai yang sudah distandardisasi akan mendapatkan jaminan hukum dan jaminan paham dari MUI.

 

Sementara itu, Ketua Komisi Dakwah MUI, KH Ahmad Zubaidi menyampaikan, pertemuan ini kita rancang dalam rangka mempersatukan persepsi para dai. Tujuannya, para dai itu mampu menghadapi berbagai persoalan di tengah tengah masyarakat di era digital.

Ustaz Zubaidi berharap, dari standardisasi ini para dai kita bisa berdakwah dengan lebih kompeten serta membantu umat untuk menyelesaikan berbagai masalah yang ada.

 

Ia bersyukur pada angkatan empat sampai angkatan sepuluh sudah ada sekitar 400-an orang dan alumni sebelumnya sekitar 250 orang. Dengan jumlah dai sebanyak itu, komisi dakwah telah meluluskan sekitar 700-an dai yang mengikuti standardisasi MUI

“Semoga kita bisa secara bersama-sama terkoordinasi dan tidak ada lagi dakwah-dakwah yang kontraproduktif terhadap pembangunan ataupun terhadap pengembangan nilai-nilai islam itu sendiri,” pungkasnya.

 

 

BPJPH dan Lembaga Pemeriksa Halal Integrasikan Sistem Informasi

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) sepakat untuk mengintegrasikan sistem informasi layanan. Integrasi ini akan dilakukan antara sistem Sihalal yang dikembangkan BPJPH dengan sistem informasi layanan yang digunakan masing-masing LPH.

Saat ini ada tiga LPH di Indonesia. Selain LP POM MUI yang sudah lama berdiri,  ada juga LPH Sucofindo dan LPH Surveyor. Ketiganya telah menjalankan tugas dalam melakukan kegiatan pemeriksaan dan pengujian kehalalan produk di dalam proses sertifikasi halal.

Kesepakatan ini tertuang dalam pernyataan bersama yang ditandatangani Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham, Direktur Utama LPH LPPOM MUI Muti Arintawati, Kepala Unit Halal LPH Sucofindo Adisam ZN, dan Direktur Eksekutif LPH Surveyor Indonesia Afrinal.

Hadir dalam penandatanganan tersebut, Sekretaris BPJPH Muhammad Arfi Hatim, Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Mastuki, Kepala Pusat Pembinaan dan Pengawasan JPH A Umar, dan Kepala Pusat Kerja Sama dan Standardisasi Halal Siti Aminah.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak-Ibu yang telah hadir untuk bersama-sama menyatakan komitmen untuk melaksanakan integrasi. Mudah-mudahan ikhtiar kita ini mendapatkan barokah dan menjadi amal jariyah kita,” kata Aqil Irham di Jakarta, Kamis (20/1/2022).

“Alhamdulillah setelah sejak November lalu kita berjibaku, saat ini kita berkomitnen bersama untuk melakukan integrasi yang pada dasarnya bertujuan memberikan pelayanan maksimal kepada pelaku usaha,” lanjutnya.

Menurut Aqi lrham, integrasi sistem informasi untuk mewujudkan transformasi dan digitalisasi layanan sertifikasi halal adalah keniscayaan. Apalagi, perkembangan teknologi informasi berlangsung sangat cepat. “Sehingga kita harus melakukan penyesuaian-penyesuaian agar layanan sertifikasi halal dapat kita laksanakan secara lebih cepat dan efisien,” ungkapnya.

Penerapan teknologi informasi secara terintegrasi, lanjut Aqil, juga menjadi amanat regulasi JPH. Pasal 148 Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 39 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal menyatakan bahwa sistem layanan penyelenggaraan JPH menggunakan layanan berbasis elektronik yang terintegrasi.

Dengan terintegrasinya sistem Sihalal dan LPH, maka dapat diwujudkan satu sumber data dalam proses sertifikasi halal. Sehingga validitas dan integritas data dapat terjaga. Dengan begitu, masing-masing pihak dapat dengan mudah melakukan akses data secara real time dan tidak perlu melakukan pengulangan proses akibat perbedaan sistem.

“Integrasi sistem akan mewujudkan layanan sertifikasi halal yang efektif dan efisien. Dan ini tentu akan sangat membantu upaya kita untuk mencapai target 10 juta sertifikat halal sebagaimana yang telah kita targetkan,” tandasnya.

Muslimah Madrasah Raih Juara Silat Internasional

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Petarung MTsN Lingga kembali menampilkan kepiawaiannya di ajang silat internasional hingga meraih medali perak. Apsu Prisehelvia Tri Putri, mewakili Indonesia di kancah dunia setelah menang sejak tingkat kabupaten hingga nasional.

Berlaga di ajang yang diikuti atlet dari beberapa negara, Apsu berhasil meraih medali perak di kategori jurus tunggal yang diselenggarakan secara virtual. Negara-negara pesaing yang berlaga di kompetisi pertengahan Desember 2021 ini antara lain Belanda, Suriname, Thailand, India, dan Rusia.

Menurut Ketua Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia (SMI)  Mudasir Zahid, prestasi ini merupakan usaha keras dari seluruh elemen yang terlibat dalam membimbing dan melatih Apsu. “Kami mengucapkan terima kasih kepada para pelatih yang telah mengharumkan nama baik Kabupaten Lingga,” terang Mudasir saat memberikan penghargaan dan medali juara International Silat Competition kepada Apsa di SMAN Satu Singkep Barat, Sabtu (22/1/2022).

Bersamaan itu, dimulai juga pelaksanaan Try Out Pencak Silat dalam rangka persiapan POPDA Kepri 2022.

Selaku pelatih, Tengku Amir Effendy dan Juprizal bersyukur atas kemenangan anak asuhnya di ajang internasional. “Kami bangga dengan prestasi Apsu di kancah internasional. Semoga anak asuh lainnya mencontoh dan meneladani prestasi ini,” ucapnya.

Ketua Harian Ikatan Pencak Silat Indonesia wilayah Kab. Lingga Sukirno juga mengapresiasi prestasi Apsu yang telah mengangkat nama baik Kab. Lingga di kancah internasional. Prestasi seperti ini perlu digali dan digembleng terus agar tradisi berprestasi tetap terpelihara di mana pun dan kapan pun.

Pendamping Apsu selama berkompetisi, Ritaningsih, M. Nurul Fathoni, dan Rika Silfana berterima kasih kepada pelatih yang telah membimbing dan menggembleng Apsu hingga mampu berprestasi di tingkat internasional. Hal ini tentu membanggakan dan membawa nama baik MTsN Lingga.

“Kami berharap prestasi ini akan diikuti dengan prestasi-prestasi lainnya dari para siswa/I MTsN Lingga. Kami akan selalu mensupport setiap kegiatan yang sifatnya berupa perlombaan perlombaan disemua cabang,” pungkasnya.

Pejabat Didorong Safari Subuh untuk Serap Aspirasi Masyarakat

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas telah berpesan bahwa di bawah kepemimpinannya, seluruh jajaran Kementerian Agama (Kemenag) harus memastikan semua layanan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Untuk memenuhi target tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Kebumen Ibnu Asaddudin menggali informasi kebutuhan masyarakat melalui “Safari Subuh”.

Ia mengatakan, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya jemput bola, menyerap saran dan kritik terkait layanan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen. “Ini sangat penting bagi kami guna evaluasi dan perbaikan layanan Kemenag Kebumen agar semakin CANTIK (Cepat, Akurat, Nyaman, Tertib, Ikhlas dan Kredibel),” kata Ibnu usai melakukan Safari Subuh pertamanya, Sabtu (22/1/2022).

Masjid Baiturrohim, dukuh Sarwodadi desa Kemangguan, Kecamatan Alian menjadi tujuan pertama kegiatan Safari Subuh Berjamaah Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen H. Ibnu Asaddudin. Turut hadir pada kegiatan ini, Camat Alian Kinanto, Penyuluh agama Islam Alian beserta perangkat desa setempat dan beberapa warga sekitar Masjid Baiturrohim.

Melalui kegiatan ini Ibnu berharap terjalin ukhuwah / kebersamaan yang harmonis antara Ulama, Umaro dan Umat. “Harapannya akan terbangun kepedulian di tengah masyarakat terhadap berbagai aspek, baik social, politik dan pemerintahan,” tuturnya.

Hal ini, lanjut Ibnu, dapat meningkatkan partisipasi segenap komponen masyarakat dalam bidang pembangunan, keagamaan dan peran social kemasyarakatan.Pada kesempatan tersebut Ibnu kembali menegaskan bahwa Kemenag akan selalu hadir di tengah umat. Ini merupakan upaya
agar umat tenang dalam menjalankan ibadah dan aktivitas kesehariannya.

Ia pun menegaskan hal tersebut kepada jajarannya di Kankemenag Kabupaten Kebumen. “Kita harus bisa membuat mereka tersenyum dan tenang dalam menjalani kehidupannya,” ujar Ibnu Asaddudin.

“Harus dipahami bahwa kita sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah pelayan masyarakat, bukan sebaliknya malah minta dilayani. Sebagai pelayan, kita harus bisa melayani mereka dengan sebaik – baiknya dan harus tau apa yang mereka inginkan dan butuhkan,” pesan Ibnu.

Sementara itu, Camat Alian Kinanto dalam kata pengantarnya menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini yang dirintis bersama Penyuluh Agama Islam, KUA dan Kecamatan Alian.

Kinanto berharap Safari Subuh bisa terus berjalan sekaligus sebagai sarana sosialisasi program Pemerintah Kabupaten Kebumen dan Kementerian Agama menuju Kebumen SEMARAK (Sejahtera, Mandiri, Berakhlak, Bersama Rakyat).  Momen ini juga diharapkan Kinanto sekaligus mendukung  pengentasan kemiskinan dengan memberi spirit kebiasaan bangun lebih pagi, dan  mengawali aktifitas  ibadah subuh berjamaah.

Pada kesempatan tersebut Kakankemenag Kebumen juga menyampaikan siraman rohani dilanjutkan dengan dialog bersama warga. Kesempatan ini digunakan oleh beberapa pengurus takmir dan warga/jemaah calon haji meminta keterangan atau bahkan mengadu kepada Kakankemenag. Mereka juga berharap kegiatan semacam ini terus dilaksanakan.

Ribuan Peserta Hadiri Silaturahim Aktivis Dakwah Kampus Nasional FMDKI

MAKASSAR(Jurnalislam.com)– Forum Muslimah Dakwah Kampus Indonesia (FMDKI) hadirkan aktivis dakwah kampus diberbagai daerah pada kegiatan Silaturahim Aktivis Dakwah Kampus Nasional (SADKN), Ahad (23/01/2022).

Berlangsung secara hybrid di Gedung Auditorium Prof. Amiruddin Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin Makassar dan via Zoom Meeting, FMDKI sukses libatkan 1.008 peserta dari berbagai Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Lembaga Dakwah Fakultas (LDF), FMDKI Wilayah dan Daerah se-Indonesia.

Mengusung tema “Kebangkitan ada ditangan Pemuda”, SADKN ini merupakan kegiatan perdana yang menjadi rangkaian Muktamar IV FMDKI. Kegiatan ini berlangsung pukul 08.20-14.00 WITA.

Ketua FMDKI, Fauziah Ramdani dalam sambutannya mengatakan jika aktivis dakwah harus terus bisa melakukan perjuangan berkelanjutan dan terus berkonstribusi bagi eksisnya syiar dakwah kampus di seluruh Indonesia.

“Berupaya untuk mengusung kuatnya keinginan, kuatnya asa kita yang menjadikan dakwah bisa tersebar di seantero nusantara lebih khusus di kampus-kampus kita,” ungkap Zhee sapaan akrabnya.

Tak ketinggalan FMDKI juga mengundang dua narasumber, yakni Ketua Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indoensia Daerah Istimewa Yogyakarta, Ustadz Ridwan Hamidi, Lc., MA dan Ustazah Rahmah Thamrin, pembina FMDKI sekaligus Owner Arramah Sukses Berkah Publshing dan Founder Komunitas Muslimah Hijrah Universitas Indonesia.

Dalam penyampaiannya, kedua narasumber banyak mengisahkan sejarah-sejarah sahabat Rasulullah dan berbagi tips seputar aktivitas dakwah bagi seorang muslimah di kampus.

Sebagaimana diungkapkan oleh Ustadz Ridwan Hamidi menurutnya generasi muda yang unggul haruslah orang-orang yang beriman dan memiliki tekad kuat dalam perjuangan dakwah.

“Pemuda yang tidak beriman tidak akan menjadi nilai unggul dalam generasi muda. Pemuda harus siap dan memiliki azzam untuk berjuang dan berkorban demi peradaban Islam. Kerisauan-kerisauan pemuda harusnya yang berhubungan dengan ummat, bukan kerisauan tentang jerawat,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ustadzah Rahmah Thamrin bahwa pemuda adalah berkumpulnya kekuatan dan perjuangan dari keyakinan yang sangat kokoh, saat kaum yang tua hanya memiliki keyakinan maka mereka lemah.

“Pertanyaanya Bagaimana dengan mewujudkan keyakinan itu? maka potensi ini hanya dimiliki oleh para pemuda itu sendiri,” ujarnya.

Harapan dari terselenggaranya kegiatan ini sangat besar, sebagaimana yang disampaikan oleh Nuhayati Bintu Hayub, ketua FMDKI Wilayah Sulsel yang turut hadir sebagai peserta menggungkapkan agar aktivis bisa lebih kompak lagi untuk membangkitkan dakwah kampus diseluruh Indonesia.

“Kehadiran peserta dari FMDKI, Forum Kampus, LDK, LDF, Study Club, dan Alumni semoga bisa berbagi rasa, berbagi semangat motivasi untuk bisa bangkitkan dakwah kampus kedepannya,” harapnya.

Reporter: Oyansino
Editor : Sinta Kasim

Tambah Kecintaan Siswa terhadap Alquran melalui Tahfiz Camp

SURAKARTA(Jurnalislam.com)–Sebagai sarana menambah kecintaan siswa terhadap Alquran, SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menggelar kegiatan Tahfidz Camp di sekolah pada Sabtu (22/1). Tahfiz camp, sebagai persiapan wisuda tahfiz bulan Maret mendatang, digelar dengan prokes ketat dan peserta terbatas.

 

Ustaz Widi Kusumajati selaku guru PAI sekaligus koordinator kegiatan tahfiz di sekolah menjelaskan program tahfiz camp bertujuan untuk menguatkan hafalan Alquran siswa dan menambah kecintaan terhadap Alquran. Terdapat kurang lebih 40 siswa yang mengikuti program tahfiz. Karena situasi pandemi maka kita buat bertahap dengan siswa terbatas.

 

“Kegiatan ini merupakan kegiatan menghafal dan tahsin Alquran setiap bulan bagi siswa yang mau mengejar target dan memperbaiki bacaan. Karena masih pandemi, waktu dibatasi dari Dhuhur sampai menjelang Isya,” jelas Ustaz Widi.

 

Ustaz Widi menambahkan rencana program Tahfiz Camp akan digelar secara rutin setiap bulan sekali. Bahkan apabila pandemi sudah usai maka akan digelar di luar sekolah dan bekerja sama dengan pondok tahfiz dalam durasi sehari penuh.

 

“Pembiasaan-pembiasaan yang baik anak dalam sehari tersebut seperti bangun tidur sampai dengan tidur kembali akan dibimbing dan diarahkan secara langsung oleh Ustaz-Ustazah pembimbing,” jelasnya.

 

Rencana ke depan program tahfiz camp dibuat dengan program yang bermanfaat dan menyenangkan. Selain menghafalkan Alquran, kita juga akan mengajak para siswa untuk memahami ayat-ayat Allah SWT dengan kegiatan rihlah, berolah raga, dan memanah.

 

Wildan Haris Rasikh siswa kelas 9 mengaku senang mengikuti program tahfiz camp karena bisa menambah motivasi dan hafalan Alquran. Wildan Haris memiliki target untuk menyelesaikan hafalan Alquran pada juz 26.

 

“Saya bisa fokus menambah hafalan Alquran juz 26. Kurang 2 Surat yaitu Surat Muhammad dan Al Ahqaf. Saya ingin menyelesaikan hari ini,” jelasnya.

 

Wildan Haris yang sudah memiliki hafalan Alquran 5 juz merasakan tidak sulit menghafal Alquran. “Cara menghafal Alquran cukup mudah yakni dengan membaca berulang-ulang lalu menghafalkan. Pengulangan bacaan tergantung panjang pendek ayat yang dihafal,” paparnya.

 

Haris pun mengajak kepada teman-teman seusianya untuk suka menghafal Alquran dan mengikuti program tahfiz camp karena seru dan menantang. “Harapan semoga ke depan lebih banyak yang ikut,” harapnya.

 

Sementara itu, Rasyad Athia Falah Al Malik, siswa kelas 7, menyampaikan hal yang serupa. “Senang mengikuti kegiatan hafalan Alquran karena bisa membanggakan orang tua,”

 

Rasyad pun sudah memiliki hafalan Alquran 3 juz. Ia memiliki kebiasaan setelah menghafal sebuah surat dalam Alquran, ia terapkan dalam sholat.

 

Naufal Alifa Zarqa mengaku sudah hafal Alquran 3 juz. Dalam Tahfiz camp kali ini ia ingin menyelesaikan hafalan juz 27. “Hafalan Alquran itu tergantung niatnya. Jika sudah niat menghafalkan Alquran maka akan mudah mencari waktu dan menghafalkannya,” tegasnya.

 

Kendala banyak tugas sekolah dan aktivitas-aktivitas di luar yang mengganggu proses menghafal Alquran dirasakan oleh Aisyah Nasywa Khoirunnisa dan Nakayanda Quesha Musyifa’tany Awandini. Maka dari itu, mereka berdua memutuskan untuk mengikuti tahfiz camp agar bisa fokus menghafal. Kedua remaja putri tersbeut ingin menyelesaikan target masing-masing.

 

Aryanto selaku Humas SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta berharap agar program-program tahfiz camp selalu terus digalakkan karena banyak manfaatnya.

 

“Alhamdulillah kegiatan yang sangat bermanfaat ini memberikan motivasi anak untuk belajar tentang Alquran. Dari membaca, memperbaiki bacaan, dan menghafalkan Alquran akan memberikan manfaat untuk kehidupan masa depan anak-anak. Semoga kedepannya bisa lebih baik lagi dan kuota siswa yang ikut bisa terus bertambah,” tandasnya.

Pengurus Forsitama Cemani Sukoharjo Dilantik

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)- Forum Silaturahmi Takmir Masjid dan Mushola (FORSITAMA) Desa Cemani, Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah menggelar Pelantikan Pengurus Yayasan FORSITAMA Cemani Sukoharjo, periode 2022-2026, Jumat malam (22/01/22), bertempat di Joglo Dakwah Sakinah, Cemani.

FORSITAMA, adalah sebuah lembaga atau yayasan yang membawahi semua masjid dan mushola di Desa Cemani.

Pengurus yayasan yang berfokus di bidang dakwah, sosial dan pendidikan tersebut di lantik oleh Pembina FORSITAMA, Ustadz Yusuf Al Katiry, S. E., Prof. Drs. Sentot Budi Rahardjo, Ph. D. dan Ir. Siswanto.

Dalam pelantikan tersebut, FORSITAMA di ketuai oleh Ustadz Habib Ngadiri, dan ketua 2 Bambang Nugroho Putro, S. P.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Cemani, Hadi Indriyanto, S.T, berharap FORSITAMA dapat menjadi mitra Pemerintah Desa dalam membangun Desa Cemani.

“Saya berharap, FORSITAMA bisa menjadi mitra Pemerintah Desa dalam membangun Desa Cemani,” pesan Hadi Indriyanto kepada pengurus FORSITAMA dalam sambutannya.

Ustadz Abdul Aziz Ma’arif Al Hafiz, Mudir PPTQ Ar-Rasyid sekaligus salah satu Imam Masjid Jogokariyan, Jogjakarta dalam pesan khutbahnya, membahas terkait beratnya tugas takmir masjid dan bagaimana membangun masjid menjadi makmur.

Dalam akhir sesi acara, setelah pelantikan Ustadz Habib Ngadiri berpesan khusus kepada pengurus FORSITAMA untuk selalu siap berjuang dan amanah dalam menjalankan tugas-tugasnya.