Berita Terkini

Wartawan New York Serang Balik Donald Trump

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Brandon Stanton, wartawan foto penggagas Humans of New York, menyebarkan sebuah surat terbuka untuk kandidat terdepan partai Republik Donald Trump pada halaman Facebook-nya, lansir World Bulletin, Senin (14/03/2016).

Dalam surat itu, Brandon membahas alasan untuk menolak Trump, yang ia percaya, Trump telah menyebarkan kekerasan dan kebencian .

Surat Terbuka untuk Donald Trump:

Mr Trump,

Saya berusaha sekuat tenaga untuk tidak politis. Saya menolak untuk mewawancarai beberapa calon rekan Anda. Saya tidak ingin mengambil risiko apapun melalui keinginan pribadi dengan tampil untuk berpihak dalam pemilihan kontroversial ini.

Saya berpikir: "Mungkin waktunya tidak tepat." Tapi saya sadar sekarang bahwa tidak ada waktu yang tepat untuk menentang kekerasan dan prasangka. Waktunya selalu sekarang. Karena bersama dengan jutaan orang Amerika, saya sadar bahwa menentang Anda bukan lagi keputusan politik. Tapi merupakan sebuah gerakan moral.

Saya telah menyaksikan Anda me-retweet gambar rasis. Saya telah menyaksikan Anda me-retweet kebohongan rasis. Saya telah menyaksikan Anda menunggu 48 jam untuk mengingkari supremasi kulit putih. Saya telah menyaksikan Anda dengan sukacita mendorong kekerasan, dan berjanji untuk 'membayar biaya hukum' untuk orang-orang yang melakukan kekerasan atas nama Anda.

Saya telah menyaksikan Anda menganjurkan penyiksaan dan pembunuhan keluarga teroris. Saya telah menyaksikan Anda gembira menceritakan kisah eksekusi Muslim dengan peluru yang dicelupkan ke dalam darah babi. Saya telah menyaksikan Anda membandingkan pengungsi dengan 'ular,' dan melontarkan tuduhan bahwa Islam membenci kita."

Saya seorang wartawan, Mr Trump. Dan selama dua tahun terakhir saya telah melakukan wawancara ekstensif dengan ratusan Muslim, yang dipilih secara acak, di jalan-jalan kota-kota negeri mayoritas muslim. Saya juga mewawancarai ratusan pengungsi Suriah dan Irak di tujuh Negara eropa yang berbeda. Dan aku bisa memastikan bahwa yang penuh kebencian adalah Anda.

Mereka yang memperhatikan tidak akan mengizinkan Anda untuk mengubah citra diri Anda. Anda bukan pemersatu. "Anda bukan presiden." Anda bukan 'korban', kemarahan yang Anda sudah kobarkan selama berbulan-bulan dengan penuh sukacita. Anda adalah orang yang telah mendorong prasangka dan kekerasan dalam mengejar kekuasaan pribadi.

Dan meskipun kata-kata Anda tidak diragukan lagi akan berubah selama beberapa bulan ke depan, Anda akan tetap selalu menjadi siapa Anda.

Hormat kami,

Brandon Stanton

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Palestina Memenangkan Festival Guru Terbaik di Dunia, Hanan Al-Hroub

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pada Ahad malam (13/03/2016), guru Palestina Hanan Al-Hroub memenangkan satu juta dolar Global Teacher Prize (Penghargaan Global bagi Guru) di antara sepuluh nominasi guru dari seluruh dunia, Palestine News Network melaporkan, Senin (14/03/2016).

Sekitar sebulan lalu, penghargaan yang diselenggarakan oleh Varkey Foundation, telah memilih sepuluh finalis dari negara-negara di seluruh dunia termasuk Kenya, India, Pakistan, Amerika Serikat, Jepang, Finlandia, Australia dan Inggris.

Hanan, guru sekolah dasar dari SMA Samiha Khalil, Al-Bireh, Palestina, diumumkan sebagai pemenang dalam sebuah video yang disajikan oleh Paus Francis.

Dia dibesarkan di pengungsi kamp Bethlehem di mana ia secara teratur menjadi korban tindak kekerasan pasukan dan pemukim yahudi Israel. Dia mengajar di sekolah dasar setelah anak-anaknya mengalami trauma parah setelah menyaksikan insiden penembakan suaminya oleh serdadu zionis dengan kejam saat perjalanan pulang dari sekolah. Dia mengkhususkan diri dalam mendukung anak-anak yang trauma dengan kekerasan.

Dengan begitu banyak anak-anak yang bermasalah di kawasan itu, ruang kelas di Palestina bisa berubah menjadi lingkungan yang tegang. Hanan merangkul anak-anak dengan slogan ‘Tidak Ada Tindak Kekerasan (No Violence)' dan menggunakan pendekatan spesialis yang dia kembangkan berdasarkan pengalaman sendiri, yang ia rinci dalam bukunya , 'Kami Bermain dan Belajar'.

Setelah ia diumumkan sebagai pemenang, Hanan merayakan dengan mengatakan "Saya berhasil, Palestina menang!"

Deddy | PNN | Jurnalislam

Clinton dan Sanders Salahkan Donald Trump atas Bentrokan dalam Unjuk Rasa di AS

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Kandidat partai Demokrat Hillary Clinton dan Bernie Sanders hari Ahad (13/03/2016) menyalahkan kandidat terdepan Partai Republik, Donald Trump, karena menghasut kekerasan yang mengguncang aksi unjuk rasa di Chicago dan Kansas City, lansir Anadolu Agency, Senin (14/03/2016).

Komentar Demokrat tersebut muncul sebagai tanggapan atas pertanyaan pada pertemuan balai kota di Ohio State University di Columbus yang disiarkan di televisi oleh CNN.

Clinton menyebut Trump "fanatik" dan menyatakan bahwa miliarder tersebut telah melakukan "pembakaran politik" dengan memicu perpecahan di negeri ini.

"Jelas bahwa Donald Trump menjalankan kampanye yang sangat sinis mengadu kelompok orang Amerika terhadap satu sama lain. Dia menyebarkan kebencian dan ketakutan," kata mantan Sekretaris Negara tersebut.

"Dia benar-benar menghasut kekerasan dengan cara mendesak para pendengarnya, berbicara tentang meninju orang, menawarkan untuk membayar tagihan hukum," tambahnya. "Anda tidak dapat membuat Amerika menjadi besar dengan menghancurkan segala sesuatu yang membuat Amerika besar".

Saingan Clinton, Senator Vermont Sanders, menyebut Trump seorang "patologis pembohong" dalam menanggapi tuduhan bahwa penyebab kekerasan dalam unjuk rasa Chicago adalah para pendukung Sanders.

"Saya sebenarnya ragu-ragu untuk mengatakan ini karena saya benar-benar tidak ingin meremehkan pejabat publik, namun Donald Trump adalah pembohong patologis," kata Sanders menambahkan bahwa orang memiliki hak untuk protes.

"Trump harus berbicara di TV dan memberitahu pendukungnya bahwa kekerasan dalam proses politik di Amerika tidak dapat diterima, titik," tambahnya.

Dia membanting kandidat terdepan partai Republik tersebut karena bersumpah untuk membayar biaya hukum dari seorang pria yang dituduh meninju pengunjuk rasa dalam unjuk rasa tersebut.

Sanders mencatat bahwa hal tersebut sama dengan "menghasut kekerasan".

Aksi Trump di Chicago pada hari Jumat, dan di Kansas City pada hari Sabtu terganggu akibat bentrokan. Trump terpaksa membatalkan pawai-nya di Chicago pada Jumat malam.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

 

 

 

Penyergapan Taliban Bunuh 2 Komandan Terkenal Kejam di Helmand dan Ghazni

HELMAND (Jurnalislam.com) – Laporan Al Emarah News dari ibukota Lashkar Gah mengatakan bahwa seorang komandan di 2 pos pemeriksaan yang terkenal, bernama Mujahid, tewas dan penjaganya juga terluka setelah diserang oleh Mujahidin dekat wilayah Sisak tengah hari Senin (14/03/2016).

Mujahidin juga menyita sejumlah senapan dan tabung mortir milik musuh.

Kemudian di provinsi Ghazni, Kamal Khan, seorang komandan Arbaki yang terkenal kejamnya tewas dalam serangan bom di distrik Waghiz, Senin.

Target terlibat dalam serangkaian kejahatan yang tidak manusiawi mulai dari pelecehan, perampokan, penculikan, pembunuhan dan sebagainya.

Secara terpisah, seorang milisi Arbaki menyerah kepada Mujahidin dengan menyerahkan senjata di distrik Dayak provinsi Ghazni pada hari Senin.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Dua Pilot Pesawat Tempur UAE Tewas dalam Kecelakaan Pesawat di Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Koalisi Arab mengatakan pada hari Senin bahwa dua pilot Emirat tewas setelah jet mereka jatuh di Yaman, Al Arabiya News Channel melaporkan, Senin (14/03/2016).

Kantor berita negara Saudi SPA mengatakan bahwa kecelakaan itu disebabkan oleh "kesalahan  teknis."

Sebelumnya di hari yang sama UEA mengatakan bahwa jet tempur mereka telah hilang selama misi tempur Yaman.

"Mahkamah Agung Komando Angkatan Bersenjata hari ini mengumumkan bahwa jet tempur kami yang ikut dalam koalisi Arab pimpinan Arab Saudi … di Yaman hilang," kata sebuah pernyataan di kantor berita resmi WAM.

UAE adalah pendukung utama pertempuran koalisi yang dipimpin Arab atas nama pemerintah Yaman yang diakui secara internasional melawan milisi Syiah Houthi yang merebut ibukota Sana'a dan sebagian wilayah Yaman lainnya.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Setelah Bom Ankara, Jet-jet Tempur Turki Gempur Markas Pemimpin PKK di Irak Utara

TURKI (Jurnalislam.com) – Angkatan udara Turki mencapai target Kurdi di Irak utara setelah bom mobil menghantam ibukota Turki, Ankara, menewaskan sedikitnya 37 orang dan melukai lebih dari 70 lainnya, World Bulletin melaporkan, Senin (14/03/2016).

Kantor berita Anadolu Agency yang dikelola negara mengatakan sembilan jet F-16 dan dua F-4 pada hari Senin menggempur 18 posisi milisi Komunis Partai Pekerja Kurdistan (PKK), termasuk pegunungan Qandil di mana pemimpin kelompok itu bermarkas.

Pembalasan itu dilaporkan bersamaan dengan pemakaman yang diadakan di Ankara untuk korban pemboman hari Ahad (13/03/2016).

Sasaran yang ditargetkan adalah depot amunisi, bunker dan tempat penampungan.

Militer Turki mengatakan target terkena "dengan presisi", dan juru bicara PKK mengkonfirmasi serangan.

Polisi juga melakukan penggerebekan di selatan kota Adana, menahan terduga anggota PKK, Anadolu melaporkan.

Kantor berita swasta Dogan mengatakan sedikitnya 36 tersangka dibawa sebagai tahanan.

Lima belas tersangka pasukan Kurdi juga ditahan di Istanbul, kata Anadolu.

Mehmet Muezzinoglu, menteri kesehatan Turki, mengatakan sejumlah 37 orang tewas pada hari Senin termasuk sedikitnya satu penyerang dan kemungkinan bahkan dua.

Para pejabat keamanan mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa salah satu dari dua terduga pelaku adalah perempuan anggota PKK.

Sebuah sumber polisi mengatakan potongan tangannya ditemukan 300 meter dari lokasi ledakan.

Pelaku bom yang kedua adalah warga negara laki-laki Turki dengan koneksi ke PKK, Reuters mengutip seorang pejabat keamanan Turki mengatakan.

Belum ada klaim tanggung jawab atas pengeboman itu.

Serangan hari Ahad adalah ledakan kedua yang menghancurkan Ankara dalam tiga minggu.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

FPI Serang: Indonesia Bukan Negara Koboy

SERANG (Jurnalislam.com) – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Front Pembela Islam (FPI) Kota Serang Nasehudin mengatakan, kasus Siyono merupakan bukti tidak konsistennya Indonesia sebagai sebuah negara hukum. Baca juga: ISAC Pastikan Sebelum Meninggal Siyono Mendapat Siksaan Berat

“Karena negara kita ini negara hukum bukan negara koboy, mereka juga sama mempunyai jaminan hukum punya hak yang sama, seharusnya tidak boleh diperlakukan sewenang-wenang,” katanya kepada Jurnalislam, Senin (14/3/2016).

Nasehudin mendesak Mabes Polri untuk segera memberikan penjelasan yang sebenarnya perihal kematian Siyono.

“Kita bukan menduga Densus tapi tolong beritahu masyarakat tentang kronologi kematian Siyono, perlu kita protes keras kinerja para instansi hukum di Indonesia ini,” ujarnya.

Nasehudin juga menyayangkan alasan Mabes Polri tentang alasan kematian Siyono yang dinilainya aneh. Sebab seharusnya tidak boleh ada intimidasi selama proses penyidikan.

“Seharusnya dipertanyakan juga, masa mabes polri berbibacara seperti itu? Kelelahan melawan ada apa? Dalam proses penyidikan tidak boleh ada intimidasi apapun,” tegasnya.

“Logikanya tidak bisa tersangka melawan ketika masuk dalam sebuah penyidikan, tidak mungkin!,” sambungnya.

Lebih lanjut Nasehudin mengatakan, pemerintah harus segera mengusut tuntas kasus tersebut. “Jangan mentang-mentang yang pelakunya Densus lantas kasus ditutup begitu saja,” cetusnya. Baca juga: Kematian Siyono Janggal, Pengamat Terorisme: Densus 88 Harus Diaudit Total

Ia juga mendesak Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Tim Pembela Muslim (TPM) untuk mengevaluasi kinerja Densus 88 yang dinilainya selalu merugikan umat Islam..

“Kita bukan Negara koboy jangan asal nembak, ditangkap dulu, diproses dulu, diadili dulu, ketika memang sudah pengadilan mengatakan dia itu bersalah, tolong buktikan dulu, jangan asal main kategorikan teroris,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fajar | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Taliban: 12 Musuh Tewas dan Terluka di Nangarhar, 13 Arbaki Bergabung ke Imarah di Char Chino

NANGARHAR (Jurnalislam.com) – Sejumlah tentara musuh tewas dan terluka setelah serangan Mujahidin di pos musuh di bagian timur negara itu, Al Emarah News melaporkan, Ahad (13/03/2016).

Mujahidin menyerbu pos musuh di distrik Kama provinsi Nangarhar tadi malam, memicu pertempuran satu jam yang membunuh dan melukai beberapa tentara musuh.

Ahad pagi, ledakan bom pinggir jalan merobek tank lapis baja musuh di distrik Khogyani provinsi Nangarhar, menewaskan 2 pasukan boneka dan melukai 3 lainnya.

Ledakan kedua meledak saat musuh mencoba untuk mengambil pasukan yang tewas dan terluka dari ledakan pertama, menewaskan satu pasukan boneka dan melukai lebih dari 6.

Laporan dari provinsi Uruzgan mengatakan bahwa 13 polisi dan Arbakis bertobat atas kesalahan mereka dan menyerah kepada Mujahidin Imarah Islam di distrik Char Chino Ahad pagi.

 

Deddy | Al Emarah News | Jurnalislam

 

 

3 Mujahidin AQIM Serang Tiga Hotel Resor Pantai Kalangan Ekspatriat

PANTAI GADING (Jurnalislam.com) – Tiga mujahidin Al Qaeda di Maghreb Islam (AQIM) menargetkan resor pantai populer di selatan Pantai Gading hari Ahad (1303/2016), L'Etoile du Sud dan dua hotel lain di dekatnya. Media setempat melaporkan bahwa tiga hotel tersebut populer di kalangan Barat dan ekspatriat lainnya, dan kemungkinan menjadi alasan mengapa hotel-hotel tersebut diserang, menewaskan sedikitnya 14 orang dan dua tentara menurut media lokal. Resor pantai, di kota Grand Bassam, terletak hanya 25 mil sebelah timur kota terbesar di Pantai Gading, Abidjan.

Seperti yang dilansir oleh The Log War Journal, Ahad (13/03/2016), AQIM secara online bertanggung jawab atas serangan tersebut, faksi jihad tersebut menyatakan hanya tiga pejuangnya yang terlibat dalam serangan itu. "Tiga pahlawan ksatria al Qaeda di Maghreb Islam mampu masuk ke kota wisata resor Grand Bassam," mujahidin mengatakan bahwa sebuah pernyataan yang lebih besar akan segera dirilis. Situs berita Mauritania Al Akhbar melaporkan bahwa sumber AQIM mengatakan kepada mereka bahwa Sahara Emirate dan Katibat al Murabitoon, yang dipimpin oleh Mokhtar Belmokhtar, berada di balik serangan. Al Qaeda belum merilis pernyataan untuk mengkonfirmasi pernyataan ini.

Dua kelompok al Qaeda tersebut telah bertanggung jawab atas serangan-serangan terhadap hotel serupa lainnya di wilayah tersebut. Pada bulan Januari, Katibat al Murabitoon menyerang Splendid Hotel di ibukota Burkina Faso, Ouagadougou, dengan dua bom mobil sebelum mendobrak perimeter dan memasuki hotel menewaskan belasan target. Selain menghantam hotel, restoran terdekat juga ditargetkan. Lebih dari 30 sandera dibebaskan.

Sebelum itu, Sahara Emirate dan Al Murabitoon menyerang ibukota Bamako di Mali pada bulan November. Dalam serangan itu, para jihadis menyerbu Radisson Blue di Bamako.

Al Murabitoon mengatakan mereka bertanggung jawab dalam hubungannya dengan "Sahara Emirat" AQIM, menurut sebuah pernyataan yang dikirim ke Al Jazeera. Pada bulan Agustus, Al Murabitoon menyerang sebuah hotel di kota Mali tengah Sevare.

Serangan Bamako menandakan bergabungnya Al Murabitoon dengan AQIM. Pada tanggal 4 Desember, Al Andalus Media AQIM merilis pernyataan audio Abdelmalek Droukdel, amir AQIM, mengumumkan penggabungan Al Murabitoon ke jajarannya.

Pernyataan yang sama juga mengatakan bahwa serangan Bamako adalah serangan bersama pertama yang dilakukan oleh keduanya.

Al Murabitoon dipimpin oleh Mokhtar Belmokhtar, seorang veteran jihadis Afrika yang secara terbuka berbai’at kepada Syeikh Ayman al Zawahiri dan mengecam kelompok Islamic State.

Belmokhtar dan pengikutnya berada di balik beberapa serangan spektakuler di Afrika Barat selama beberapa tahun terakhir, termasuk serangan syahid Januari 2013 di fasilitas gas In Amenas di tenggara Aljazair, dan serangan syahid Mei 2013 di Niger yang menargetkan barak militer dan ranjau uranium.

Sahara Emirate of AQIM dipimpin oleh Yahya Abu Hammam, yang terdaftar oleh AS sebagai musuh  Barat khusus yang memainkan "peran kunci dalam kegiatan perlawanan yang sedang berlangsung di Afrika Utara dan Mali." Sahara Emirate of AQIM bermarkas di Mali utara, tetapi mampu menyerang hingga jauh mencapai Sahel.

Bergabungnya Al Murabitoon semakin memperkuat kemampuan al Qaeda di kawasan itu.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Setelah Ramadi Kini IS Alami Kekalahan di Kota Rutba Provinsi Anbar

IRAK (Jurnalislam.com) – Kelompok Islamic State (IS) pada hari Ahad menarik pasukannya dari Rutba, sebuah kota padang pasir di provinsi Anbar di Irak barat, seorang jenderal militer dan walikota mengatakan, World Bulletin melaporkan Ahad (13/03/2016).

"IS telah benar-benar menarik diri dari Rutba dan pergi menuju Al-Qaim," kata seorang mayor jenderal, mengacu benteng ekstremis di perbatasan dengan Suriah tersebut, jauh di utara Anbar.

"Pasukan bersenjata IS mulai mundur tadi malam dan menyelesaikan penarikan mundur mereka pagi ini," kata perwira senior, yang berbicara tanpa menyebut nama. "Rutba sekarang bebas dari IS."

Walikota Rutba, yang terletak sekitar 390 kilometer (245 mil) di barat Baghdad di jalan menuju Yordania, menegaskan bahwa IS telah mundur.

"IS telah mundur. Mereka tidak menempatkan pasukan bersenjatanya di sana sekarang," kata Imad Ahmed.

"Penarikan mundur ini terlihat nyata, sebagai konsekuensi atas kekalahan mereka di Anbar, terutama yang direbut kembali oleh pasukan Irak, yaitu wilayah di timur Ramadi dan maju menuju Hit," katanya.

Setelah meluncurkan serangan terakhir melawan IS di ibukota provinsi Ramadi akhir tahun lalu, pasukan Irak menguasai kontrol penuh atas kota bulan lalu.

Mereka sejak itu mengamankan wilayah timur di Ramadi, lalu mengisolasi kubu IS di Fallujah, yang terletak hanya 50 kilometer (30 mil) barat Baghdad.

Pasukan Irak juga sedang bertempur hingga Efrat, barat Ramadi, dengan maksud untuk merebut kembali kota Hit.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam