Berita Terkini

11 Pasukan Komando AS Tewas dalam Serangan Balik Taliban di Nangarhar

NANGARHAR (Jurnalislam.com) – Pasukan penjajah asing pimpinan AS beserta pasukan boneka lokal berusaha menggempur rumah penduduk di provinsi Nangarhar timur Afghanistan, Kamis malam (12/05/2016), mujahidin Imarah Islam melancarkan serangan balasan yang sedikitnya menewaskan 8 pasukan komando AS dan melukai lainnya, Al Emarah News melaporkan, Jumat (13/05/2016).

Pertempuran sengit terjadi dalam upaya mengejar musuh yang kabur. 8 pasukan gabungan AS dan pasukan boneka tewas serta puluhan dari mereka menderita luka-luka.

Setelah menderita kekalahan yang memalukan musuh terpaksa melancarkan serangan udara dan membom rumah warga sipil dan menimbulkan kerugian besar.

7 anak-anak menjadi korban dalam penembakan mortar musuh di distrik Nirkh provinsi Wardak semalam.

Menurut laporan dari provinsi tetangga Laghman, tiga pasukan penjajah Amerika juga tewas dan dua lainnya luka-luka ketika Mujahidin menyerbu basis mereka di distrik Qarghayi provinsi Laghman pagi hari ini.

Dalam laporan lain dari Laghman, seorang tentara boneka terluka dalam baku tembak dengan Mujahidin di ibukota provinsi Laghman kemarin malam.

Namun musuh berhasil melarikan diri dari zona pertempuran tak lama setelah pertempuran dimulai.

Sementara di provinsi Kunar Setidaknya lima pasukan boneka tewas dan tiga lainnya luka-luka ketika mujahidin menyerbu tiga pos musuh di distrik Asmar dini hari tadi.

Mujahidin menyita 2 granat berpeluncur roket, 2 senapan mesin berat PK, 2 senapan mesin otomatis buatan AS, 30 putaran roket dan peralatan militer lainnya serta amunisi milik musuh.

Di kawasan Nari, Mujahidin melakukan serangan balasan ke arah penerjunan pasukan khusus musuh dari helikopter semalam.

Sebuah pertempuran sengit pun terjadi yang berlangsung sepanjang malam. Sedikitnya 10 Pasukan Khusus tewas dan banyak lainnya menderita luka-luka. Seorang pejuang Mujahid juga syahid dalam operasi kemarin malam.

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Biksu dan Nasionalis Myanmar Demonstrasi Larang Sebutan Muslim Rohingya

MYANMAR (Jurnalislam.com) – Ratusan nasionalis turun ke jalan-jalan di kota terbesar kedua Myanmar meminta pemerintah untuk menyatakan tidak ada etnis muslim Rohingya di negara ini, Anadolu Agency melaporkan, Jumat (13/05/2016).

Para pengunjuk rasa di demonstrasi Mandalay – yang dihadiri oleh para biksu dan aktivis nasionalis – menuntut Presiden Htin Kyaw dan konselor negara, menteri luar negeri Aung San Suu Kyi mengecam kedutaan Amerika Serikat yang menggunakan kata “Muslim Rohingya” untuk menggambarkan minoritas Muslim.

Tint Lwin, penyelenggara protes di kubu kelompok ekstrimis Buddha garis keras Ma Ba Tha, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa demonstran menuntut agar pemerintah mengeluarkan pernyataan mengecam penggunaan kata “Muslim Rohingya.”

"Kami telah merencanakan serangkaian protes di beberapa kota sampai pemerintah mengeluarkan pernyataan (sesuai tuntutan kami)," tambahnya.

Para nasionalis itu menolak untuk mengakui istilah muslim Rohingya, dan lebih memilih merujuk kelompok etnis Muslim sebagai "Bengali", yang menunjukkan mereka adalah imigran ilegal dari negara tetangga Bangladesh.

Tint Lwin mengatakan bahwa pemerintah harus mengikuti cara mantan Presiden Thein Sein, yang secara resmi menyatakan bahwa Myanmar tidak memiliki Rohingya, hanya Bengali.

Pemerintah Thein Sein memberi jalan bagi Suu Kyi dari Liga Nasional untuk Demokrasi (National League for Democracy-NLD) pada akhir Maret, setelah kalah dalam pemilu 8 November 2015.

"Kedutaan AS juga harus menunjukkan rasa hormat kepada orang-orang dan pemerintah Myanmar," Tint Lwin menggarisbawahi.

Pada tanggal 28 April, sekitar 500 nasionalis Buddha menggelar demonstrasi yang tidak sah di luar kedutaan besar di Yangon memprotes penggunaan istilah “muslim Rohingya” untuk menggambarkan minoritas Muslim yang stateless dan dianiaya pemerintah negara.

Kedutaan menggunakan istilah itu dalam sebuah pernyataan baru-baru ini untuk menggambarkan keprihatinan tentang situasi di barat negara bagian Rakhine, di mana kekerasan komunal antara etnis Buddha dan Muslim sejak 2012 telah mengakibatkan ratusan muslim orang meninggal, sekitar 100.000 orang mengungsi di kamp-kamp dan lebih dari 2.500 rumah dibakar – yang sebagian besar muslim Rohingya.

Setelah tekanan dari nasionalis, kementerian luar negeri Suu Kyi meminta kedutaan untuk menghentikan penggunaan kata “muslim Rohingya”.

Berbicara kepada Anadolu Agency pada hari Jumat, Pamaukha, biarawan terkenal dari Ma Ba Tha yang berbasis di Yangon, mengatakan bahwa AS telah membuat isu penggunaan kata tersebut menjadi lebih sulit untuk diselesaikan.

"Mereka tidak membantu negara kita," ia menggarisbawahi.

Panglima militer Myanmar, Senator Jenderal Min Aung Hlaing, menegaskan pada konferensi pers hari Jumat bahwa militer tidak akan pernah menerima istilah “Rohingya.”

"Masalah kewarganegaraan imigran Bengali ini harus diselesaikan terlebih dahulu sesuai dengan UU Kewarganegaraan 1982," media lokal mengatakan mengutip Min Aung Hlaing.

Rohingya ditolak kewarganegaraannya di bawah hukum, yang telah banyak dikecam oleh kelompok hak asasi.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

Rusia Terbukti di Balik Serangan Cyber di Jerman

JERMAN (Jurnalislam.com) – Dinas rahasia dalam negeri Jerman pada hari Jumat (13/05/2016)  mengatakan memiliki bukti bahwa Rusia berada di balik serangkaian serangan cyber, termasuk salah satu yang menargetkan parlemen Jerman tahun lalu, lansir World Bulletin, Jumat.

"Salah satu serangan cyber mereka yang paling aktif dan agresif adalah serangan Sofacy/APT 28," kata kantor BfV, menambahkan bahwa mereka "melihat bukti kontrol negara Rusia" dalam operasi yang menginfeksi komputer dengan software Trojan.

Sofacy bertujuan untuk mencuri data, sementara serangan cyber lain bernama "Sandworm" juga dirancang untuk menyabot sistem IT, BfV mengatakan dalam sebuah pernyataan.

"Selain menargetkan pos pemerintah, serangan itu juga menargetkan perusahaan telekomunikasi, penyedia energi serta fasilitas pendidikan yang lebih tinggi," kata lembaga itu.

Ahli IT mengatakan kegagalan listrik di beberapa wilayah Ukraina akhir tahun lalu diakibatkan "Sandworm" hack.

"Serangan yang dipantau oleh BfV umumnya bertujuan memperoleh informasi, yaitu mata-mata," kata kepala badan Hans-Georg Maassen dalam sebuah pernyataan.

"Namun, agen rahasia Rusia juga menunjukkan kesiapan mereka melaksanakan sabotase."

Serangan Sofacy yang tahun lalu menyerang majelis parlemen Jerman juga mempengaruhi komputer di kantor legislatif Kanselir Angela Merkel, media lokal melaporkan.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

 

Komandan Tertinggi Syiah Hizbullah Lebanon, Mustafa Badreddin Tewas di Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sekte Syiah Lebanon mengatakan bahwa salah satu pejabat pangkat tertinggi Mustafa Badreddine tewas dalam serangan udara di Suriah, Aljazeera melaporkan, Jumat (13/05/2016).

Sekte Syiah Lebanon melaporkan Komandan tinggi Syiah Hizbullah Mustafa Badreddine tewas dalam serangan Israel di Suriah pekan ini.

Meskipun laporan awal – termasuk dari sumber-sumber yang bersimpati kepada Syiah Hizbullah – menunjukkan bahwa Badreddine tewas dalam serangan udara Israel, Hizbullah sendiri lebih ambigu. Ketika komandan terkemuka mereka, seperti Mughniyeh atau anaknya, yang sebelumnya tewas, sekte Syiah ini dengan cepat menyalahkan Israel.

Bagaimanapun bahwa kelompok itu masih dalam proses penentuan apakah dia dibunuh "dalam satu serangan udara," yaitu dengan Israel, "atau dengan roket atau tembakan artileri," yang berarti oleh mujahidin Suriah. Kelompok ini mempertahankan ambiguitas.

Kali ini, pernyataan resmi mengkonfirmasi kematian Badreddine ini tidak mengidentifikasi mereka yang bertanggung jawab atau bersumpah melakukan pembalasan, lansir The Long War Journal, Jumat.

"Dia ikut ambil bagian dalam sebagian besar operasi militer sejak 1982," kata Hizbullah dalam sebuah pernyataan pada hari Jumat, mengumumkan kematiannya dan menggambarkan dia sebagai "pemimpin perang yang besar".

Badreddine, 55, adalah salah satu pejabat tertinggi dalam Milisi Syiah, dan diyakini oleh pemerintah AS bertanggung jawab atas operasi militer Hizbullah di Suriah, di mana ia berperang bersama rezim Nushairiyah Bashar al-Assad.

Ia tewas pada Selasa malam, kata pernyataan itu, yang menambahkan bahwa serangan tersebut menargetkan salah satu basis Hizbullah di dekat bandara Damaskus, pusat komando kelompok di ibukota Suriah.

Pada hari Jumat, ribuan pendukung Syiah Hizbullah membawa peti mati Badreddine, terbungkus bendera Hizbullah, selama prosesi pemakamannya di pinggiran selatan Beirut.

Deddy | Aljazeera | TLWJ | Jurnalislam

Umat Islam Banten Bersatu Peduli Aleppo

BANTEN (Jurnalislam.com) – Sejumlah elemen Islam Banten bersatu menggelar aksi solidaritas dan penggalangan dana untuk Suriah, Kamis (12/5/2016). Mereka mengutuk pembantaiaan kaum muslimin oleh rezim Syiah Nushairiyah pimpinan Bashar Asaad dengan sekutunya terhadap umat Islam di Aleppo.

“Kami mengutuk pembantaian terhadap umat Islam di Aleppo khususnya dan Suriah serta negeri-negeri kaum muslimin pada umumnya,” kata koordinaator aksi, Zaenal kepada Jurnalislam di sela-sela aksi.

Zaenal mengatakan, umat Islam Indonesia harus peduli terhadap muslimin yang sedang mengalami kesulitan menjalani hidup, khususnya yang diberkahi Suriah.

“Umat Islam harus bersatu melawan segala bentuk penindasan, maka dari itu kami mengajak umat Islam untuk infaq fie sabilillah membantu saudara-saudara kita di Aleppo khususnya dan Suriah umumnya,” ujarnya.

Aktifis kelahiran Madura itu juga menilai, media tidak adil dalam memberitakan penderitaan umat Islam di Suriah. “Mereka diam ketika melihat pembantaian terhadap umat Islam di Aleppo, sebaliknya mereka gaduh ketika melihat bom Paris yang korbannya hanya beberapa orang,” tandasnya.

Zaenal juga mengingatkan umat Islam akan bahaya Syiah dan komunis terhadap keutuhan NKRI. “Umat Islam khususnya di Indonesia harus paham dan sadar betul bahwa Syiah dan Komunis adalah gerakan paling berbahaya yang mengancam NKRI, hari ini mereka diam besok mereka memenggal kepala kita semua,” pungkasnya.

Aksi ini dihadiri oleh elemen Islam Banten seperti KAMMI, LSMI, Jama’ah Ansharus Syariah, Rumah Tahfidz Wahdah Islamiyah Serang, DKM At Taubah, Pemuda Persis Banten, dll. 

Aksi bertajuk #SaveAleppo tersebut dimulai dengan longmarch dari alun-alun barat Kota Serang menuju lampu merah Ciceri yang dilanjutkan dengan orasi pernyataan sikap dan aksi teatrikal. Terlihat juga sejumlah anak kecil menggendong replika korban anak suriah dan penggalangan dana oleh tim Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN).

 Reporter: Muhammad Fajar |  Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

 

Taliban: Serangkaian Serangan Terkoordinasi Terus Meningkat, Pasukan Musuh Berguguran

WARDAK (Jurnalislam.com) – Serangkaian serangan mujahidin Taliban menewaskan sedikitnya 14 pasukan gabungan dan Arbakis dan melukai 10 orang lain dengan menghancurkan sebuah kendaraan militer di distrik Abad Syed di provinsi Wardak pada hari Rabu, Al Emarah News melaporkan Kamis (12/05/2016).

Kemudian, musuh panik dan menyerang daerah pemukiman dengan senjata berat merusak beberapa rumah, ladang dan kebun. Dua warga sipil juga terluka.

Beberapa hari yang lalu, pasukan Afghanistan juga menyerang tenda dengan mortir melukai 6 orang termasuk anak-anak dan perempuan dari keluarga nomaden.

Dalam laporan lain dari Wardak, dua pasukan Arbaki tewas dan satu terluka di distrik Jalriz provinsi Wardak semalam.

Demikian pula, polisi boneka ditembak dan tewas dalam serangan penembak jitu di ibukota provinsi Wardak, Rabu.

Secara terpisah, Mujahidin menyerang tiga pos musuh di distrik Chak provinsi ini, menyebabkan musuh menderita kerugian besar.

Selain itu, bom pinggir jalan mengakibatkan kendaraan rusak menewaskan dua tentara boneka di distrik Jalga provinsi ini tadi malam.

Laporan juga datang dari provinsi Takhar utara, sebanyak 12 pasukan boneka tewas dan 16 lainnya luka-luka dalam pertempuran yang intens dengan Mujahidin di distrik Darqad, pada hari Rabu.

Dua tank lapis baja hancur setelah mendapat serangan senjata berat Mujahidin dalam pertempuran.

Pada hari Kamis, empat polisi tewas selama baku tembak dengan Mujahidin di distrik Dargad provinsi Takhar.

Kemudian di ibukota provinsi Ghazni sedikitnya 7 pasukan boneka tewas dan 3 lainnya mengalami cedera setelah mujahidin menyerbu pos musuh di tengah operasi malam hari, seorang mujahid gugur, syahid, dalam baku tembak.

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

 

Ledakan Bom Mobil Hantam Diyarbakir, Tenggara Turki

DIYARBAKIR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya dua orang tewas ketika sebuah kendaraan sarat bahan peledak meledak di provinsi tenggara Turki, Diyarbakir, menurut sumber-sumber keamanan setempat Kamis malam (12/05/2016), lansir Anadolu Agency.

Ledakan itu terjadi di lingkungan Sarikamis di pusat distrik Sur, sumber mengatakan, berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara kepada media.

Tujuh belas lainnya terluka dan dirawat di rumah sakit, mereka menambahkan.

Sebelumnya pada hari Kamis, delapan orang terluka ketika sebuah ledakan menghantam sebuah kendaraan militer di Istanbul.

Gubernur Vasip Sahin mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa lima personel tentara dan tiga warga sipil terluka dalam ledakan itu, yang terjadi di zona militer di kawasan Sancaktepe di wilayah Asia kota tersebut. Sahin mengatakan seorang wanita dalam kondisi kritis.

Kantor Kepala Jaksa Penuntut Umum mengatakan telah meluncurkan penyelidikan atas ledakan.

Menurut laporan awal, sebuah mobil yang diparkir diledakkan dengan remote control saat kendaraan militer lewat.

Dalam sebuah pernyataan, Staf Umum Turki mengutuk keras serangan itu.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Iran Larang Warganya Pergi Haji Tahun Ini

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Republik Syiah Iran melarang warganya pergi ke Arab Saudi tahun ini untuk melakukan ibadah haji tahunan, seorang pejabat Iran mengumumkan seperti dikutip kantor berita internasional Al Arabiya News Channel, Kamis (12/05/2016).

Menurut Associated Press (AP), Menteri Kebudayaan Iran, Ali Jannati, menyalahkan Arab Saudi yang gagal "menyelesaikan masalah keamanan" dalam diskusi panjang berbulan-bulan antara kedua negara.

Jannati mengatakan dalam komentar yang dilansir AP, "Mereka [Saudi] tidak menerima proposal kami mengenai penerbitan visa atau keamanan dan transportasi para peziarah Iran."

Ketegangan antara dua kekuatan regional tersebut bahkan meningkat tajam tahun lalu, saat terjadi peristiwa yang mengakibatkan kematian jamaah dari berbagai negara pada musim haji kemarin karena ulah jamaah Haji Iran.

Beberapa pejabat Saudi, telah meminta Iran untuk berhenti 'mempolitisasi' kecelakaan ini, namun hubungan diplomatik antara kedua negara benar-benar terputus saat Iran gagal melindungi Kedutaan Saudi di Teheran dari massa yang menyerang dan membakar kedutaan,  setelah  Riyadh mengeksekusi tokoh Syiah Saudi.

Keputusan Iran menimbulkan pertanyaan karena haji adalah kewajiban agama dan salah satu dari "lima pilar" Islam, setiap Muslim berbadan sehat perlu menunaikan ibadah haji ini setidaknya sekali dalam hidup mereka, dan tidak ada tanda-tanda bahwa Riyadh tidak akan menyambut peziarah dari Iran tahun ini.

Kementerian Haji Saudi merilis sebuah pernyataan pada hari Kamis menekankan pada ketelitian Arab Saudi dalam melayani para tamu Dua Masjid Suci, menambahkan bahwa para pemimpin dan pemerintah Saudi yang "terhormat" akan memberikan layanan kepada jamaah dan pengunjung dari seluruh bangsa.

Kementerian itu juga mengatakan mereka memperluas undangan setiap tahun kepada semua pihak yang bertanggung jawab untuk urusan haji di negara-negara Arab dan mayoritas muslim, juga  negara-negara minoritas Muslim, untuk membahas pengaturan dan kebutuhan para peziarah, termasuk Iran.

Pernyataan kementerian menambahkan bahwa pihaknya telah bertemu dan berdiskusi dengan kepala komite urusan haji Iran bulan lalu, mengenai persyaratan dan pengaturan yang diperlukan peziarah Iran dalam melakukan haji tahun ini.

"Tetapi delegasi Iran menolak menandatangani perjanjian untuk menyelesaikan persiapan haji tahun ini … dan bersikeras dengan tuntutan mereka."

Ia menambahkan bahwa, "Pihak-pihak yang melarang warganya melaksanakan haknya (untuk menunaikan ibadah haji) akan bertanggung jawab atas keputusan mereka di hadapan Allah dan umat muslim seluruh dunia."

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Inilah Data Milisi Syiah yang Berperang untuk Assad dari Berbagai Negara, Ribuan Telah Tewas

d46d00179fe84324a8095c50552d098b_18ALEPPO (Jurnalislam.com) – Sekitar 18.000 milisi Syiah diyakini berjuang bersama rezim Nushiriyah Bashar al-Assad di Suriah, yang telah dilanda perang sejak 2011, sumber-sumber lokal mengatakan kepada Anadolu Agency, Kamis (12/05/2016).

Sumber, yang tidak membocorkan diri untuk masalah keamanan, mengatakan bahwa milisi Syiah secara intensif terlibat dalam operasi militer terhadap pejuang (mujahidin) Suriah di bagian selatan negara itu.

Sekitar 9.000 anggota milisi Syiah dikerahkan di provinsi Aleppo selatan di barat laut Suriah, sementara 5.000 lainnya bertempur di propinsi Damaskus, Daraa dan Quneitra, yang dikenal sebagai “front selatan”, kata sumber-sumber.

Menurut sumber, sekitar 2.000 anggota milisi Syiah juga dikerahkan di bagian timur Homs dan provinsi Latakia.

Suriah tetap terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari perjuangan “Arab Spring” – dengan kebrutalan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari 360.000 orang telah tewas, menurut angka Anadolu Agency.

Konflik Suriah juga telah menarik tetangga Republik Syiah Iran, yang telah mengerahkan pasukan untuk mendukung rezim Syiah Assad terhadap kekuatan mujahidin bersenjata berat.

Menurut laporan media Iran, lebih dari 400 tentara Iran telah tewas dalam pertempuran di Suriah sejak konflik dimulai pada tahun 2011.

Konflik enam tahun tersebut juga menarik kelompok Syiah Hizbullah Lebanon, yang didukung oleh Syiah Iran.

Menurut perkiraan, sediitnya 10.000 pasukan Syiah Hizbullah diyakini berjuang bersama pasukan Assad di Suriah.

Ribuan pasukan Syiah Hizbullah juga diyakini telah tewas dalam perang Suriah. Kelompok Syiah tidak mengkonfirmasi korban tersebut.

Milisi Syiah Irak dan Hizbullah adalah kelompok paling kuat yang bertempur bersama rezim Assad di Suriah.

Mereka berasal dari daerah Irak yang didominasi Syiah seperti Baghdad, Najaf dan Basra, yang diperkirakan berjumlah hampir 5.000.

Ada juga milisi lain, seperti Brigade Zaynabiyyun Pakistan, yang memiliki lebih dari 500 anggota dan bertempur di utara Aleppo, dan Brigade Fatimiyun Afghanistan, yang memiliki sekitar 2.000 pejuang di selatan Aleppo, Damaskus dan Daraa.

Rezim Assad menggunakan kelompok-kelompok milisi Syiah lokal yang dikenal sebagai “Shabiha” untuk memperkuat pasukannya melawan oposisi.

Shabiha, yang disalahkan atas pembunuhan sejumlah besar pengunjuk rasa anti-Assad, diperkirakan terdiri dari 24.000 anggota.

Pada tahun pertama konflik, milisi Syiah Shabiha mulai menggantikan tentara yang desersi. Jumlah mereka mulai meningkat secara signifikan saat pasukan rezim kehilangan kekuasaan.

Syiah Shabiha diyakini didanai oleh pemimpin suku dan pengusaha pro-rezim, termasuk sepupu Assad, Rami Makhlouf.

Koresponden * Anadolu Agency Servet Gunerigok kontribusi untuk laporan ini dari Ankara’

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Rusia dan Assad Kembali Targetkan Aleppo saat Mujahidin Suriah Kuasai Desa di Provinsi Homs

SURIAH (Jurnalislam.com) – Serangan udara Suriah dan Rusia menargetkan wilayah yang dikuasai mujahidin di provinsi Aleppo, jumlah korban yang tewas dan terluka belum diketahui, serangan tersebut terjadi saat mujahidin menguasai sebuah desa di provinsi Homs, tim pemantau mengatakan.

Pesawat tempur rezim dibantu oleh pasukan Rusia mentargetkan beberapa lingkungan di kota Aleppo, sumber mengatakan kepada Al Jazeera, Kamis (12/05/2016). Tidak ada informasi mengenai korban, namun sumber mengatakan beberapa orang tewas dan luka-luka.

Pesawat-pesawat tempur menargetkan al-Zahraa dan al-Maysar tidak lama setelah gencatan senjata berakhir tengah malam pada hari Rabu, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan pada hari Kamis.

Di Saif al-Dawla, sebagian wilayah Aleppo yang dikuasai rezim Assad, sedikitnya tiga orang tewas sementara 10 lainnya luka-luka dalam serangan roket pada Kamis pagi, Observatorium melaporkan, menambahkan bahwa sumber serangan masih belum diketahui.

Senin lalu, pasukan rezim dan oposisi moderat setuju untuk memperpanjang gencatan senjata mereka untuk kedua kalinya, menurut tentara rezim.

Penghentian pertempuran awalnya berlangsung selama dua hari namun kemudian diperpanjang sampai Selasa pukul 00:01 (21:01 GMT Senin).

Mengumumkan perpanjangan, perintah militer mengatakan: "The 'regime of silence' di Aleppo dan provinsi lain telah diperpanjang 48 jam dari Selasa 01:00 [waktu setempat] sampai tengah malam pada hari Rabu."

Gencatan senjata (parsial) yang lemah dibuat oleh Rusia dan Amerika Serikat telah diberlakukan sejak Februari, namun Damaskus terus membom daerah yang dikuasai pejuang di Aleppo. Hampir 300 warga sipil telah tewas dalam pertempuran yang meningkat baru-baru.

Sementara itu, sebuah konvoi bantuan kemanusian ditolak masuk ke sebuah kota Suriah yang dikepung pada hari Kamis, Palang Merah dan PBB mengatakan, mereka menghalangi pasokan pertama bagi penduduknya setelah lebih dari tiga tahun.

Organisasi mengatakan pengiriman gabungan tersebut berhenti di pos pemeriksaan terakhir rezim dalam perjalanan ke Daraya, di pinggiran Damaskus. Kota ini dikuasai oleh pejuang anti Assad yang dikelilingi oleh pasukan Assad dan pro rezim.

"Meski telah memperoleh persetujuan terlebih dahulu dari semua pihak bahwa pengiriman bantuan itu bisa dilanjutkan, konvoi tersebut tidak diperbolehkan lewat," pernyataan bersama dari Komite Internasional Palang Merah (the International Committee of the Red Cross-ICRC) dan PBB mengatakan.

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam