Berita Terkini

Rusia Mulai Gunakan Pangkalan Udara Iran untuk Serangan Udara ke Suriah

mideast-syria-russia

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pesawat-pesawat tempur Rusia pada hari Selasa menggunakan sebuah pangkalan udara Iran untuk pertama kalinya sebagai bagian dari serangan udara mereka di Suriah, media lokal melaporkan, lansir World Bulletin Selasa (16/08/2016).

Mengutip Kementerian Pertahanan Rusia, media mengatakan pada hari Selasa bahwa jet TU-22M3 dan SU-34 terbang dari Pangkalan Udara Hamedan di Iran barat dan mencapai target di Suriah.

Sebelumnya, pasukan Rusia menggunakan Pangkalan Udara Khmeimim di Suriah atau wilayah Rusia.

Menurut laporan media, perjanjian militer yang baru ditandatangani dengan Iran akan mengurangi waktu penerbangan Moskow hingga 60 persen, yang akan menghemat uang Kremlin dan meningkatkan efektifitas serangan udara.

Sejak September lalu, Rusia telah meningkatkan aset militernya di wilayah pesisir Suriah, umumnya mengandalkan koridor udara Caspian Sea-Iran-Irak.

Pada 30 September, ketika kritik internasional atas meningkatnya penumpukan militer Rusia di Suriah, Moskow memulai operasi udara yang luas di negara ini, beralasan bahwa mereka memerangi terorisme.

Turki dan negara-negara barat, mengatakan Rusia sebenarnya menargetkan kelompok oposisi Suriah moderat, para pejuang Suriah anti-Assad, bukan sasaran teroris.

Rusia saat ini mempertahankan Su-24s, Su-25s, dan Su-30s di pangkalan udara, yang dikendalikan oleh rezim Nushairiyah Bashar al-Assad Suriah, bersama dengan helikopter serang Mi-24 dan pesawat udara tak berawak.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Iran Akui Kirim Rudal ke Pemberontak Houthi untuk Serang Saudi

In this photo released by the Iranian semi-official Mehr News Agency, Revolutionary Guard's Zelzal missile is launched in a drill, Sunday Sept. 27, 2009, near the city of Qom, 80 miles (130 kilometers) south of Tehran, Iran.  Iran said it successfully test-fired short-range missiles during military drills Sunday by the elite Revolutionary Guard, a show of force days after the U.S. warned Tehran over a newly revealed underground nuclear facility it was secretly constructing. (AP Photo/Mehr News Agency, Raouf Mohseni)

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Kantor Berita Republik Syiah Iran (IRNA) mengatakan bahwa rudal yang dibuat di Teheran, digunakan di Yaman oleh pemberontak Syiah Houthi dalam serangan lintas batas terhadap Arab Saudi, Al Arabiya News Channel melaporkan Selasa (16/08/2016).

Rudal Zelzal-3 adalah rudal propelan padat buatan Iran yang salama ini dikenal digunakan oleh pasukan Iran, rezim Suriah dan Syiah Hizbullah Libanon.

Berita ini muncul meskipun awal bulan ini Iran tidak mengakui keterlibatan langsung mereka dalam mengirim senjata ke Yaman.

Arab Saudi pada hari Ahad berhasil mencegat dua rudal balistik yang ditembakkan ke kota Najran di perbatasan Saudi, menurut kantor berita resmi Saudi.

Menurut kantor berita Iran, roket mereka yang ditembakkan dan dicegat tersebut adalah rudal Zelzal-3.

 

Deddy | Al Arabiya | Jurnalislam

Serangan Udara Rusia telah Tewaskan 2.704 Warga Sipil Suriah

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sebanyak 2.704 warga sipil Suriah tewas akibat serangan udara Rusia sejak September lalu, ketika Moskow memulai operasi udara besar-besaran yang bertujuan untuk menopang rezim Syiah Bashar Assad, sebuah LSM Suriah melaporkan pada hari Selasa (16/08/2016), lansir Anadolu Agency.

Dalam sebuah laporan baru, Jaringan Suriah untuk Hak Asasi Manusia (Syrian Network for Human Rights-SNHR) yang berbasis di London mengatakan sedikitnya 746 anak-anak dan 514 wanita berada di antara mereka yang dibunuh oleh serangan udara Rusia yang dilakukan terhadap target anti-rezim di Suriah.

Menurut laporan itu, sebagian besar korban terdaftar di provinsi Aleppo utara Suriah (1178), diikuti oleh provinsi utara Idlib (652) dan provinsi timur Deir ez-Zor (331).

Akhir September lalu, Rusia – sekutu utama rezim Suriah – memulai serangan udara besar ditujukan untuk mengalahkan kemampuan para pejuang anti-rezim Suriah.

“Baik pemerintah Rusia maupun parlemen menyerukan penyelidikan kejahatan ini,” kata Direktur SNHR Fadl Abdul-Ghani dalam laporan.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan “Arab Spring” tahun itu – dengan keganasan militer tak terduga dan kekuatan yang tidak proporsional.

Sejak itu, lebih dari seperempat juta orang telah tewas dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi di seluruh negeri yang babak belur akibat perang tersebut, menurut angka PBB.

Namun, Pusat Penelitian Kebijakan Suriah, sebuah LSM berbasis di Damaskus, melaporkan total korban tewas sampai saat ini akibat konflik yang sedang berlangsung lebih dari 470.000.

 

 

Haikal Hassan: Masjid Saksi Sejarah Perjuangan Orang Betawi Melawan Penjajah

Ustadz DR Haikal Hassan
Ustadz DR Haikal Hassan

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Tokoh muda Betawi ustadz DR Haikal Hassan menyayangkan adanya pendapat yang menyatakan Betawi kurang berperan dalam kemerdekaan. Menurutnya jauh sebelum kemerdekaan suku Betawi sudah mengusir penjajah.

“Ketika derah lain masih terjajah, Betawi duluan yang ngelawan, dari jaman Portugis sebelum Belanda dateng itu dijajah. Apa yang dilakukan Fatahillah mengusir Portugis sampai mendirikan Jayakarta itu mulanya,” ungkapnya kepada Jurnalislam.com, Selasa (16/08/2016).

Menurutnya kalau sekarang ada tiba-tiba pendapat yang menyatakan Betawi kurang berperan dalam mengusir penjajah, itu pendapat orang yang tidak paham sejarah.

“Karena sejak masa Portugis pergi, Jakarta udah jadi kota Islam yang terdiri dari pada ulama-ulama ini gak pernah diduduki oleh Belanda sampai kedatangan VOC,” ujarnya.

“Betawi tidak pernah selesai dalam melakukan perlawanan, yang nyata-nyata di Condet saja beberapa orang yang mati melawan penjajah, didaerah lain belum ada perlawanan. Mat Gendut itu asli Condet dia yang melakukan perlawanan terhadap Belanda, yang lain mah gak ada yang berani, itu orang Betawi,” tegasnya.

“Kita kenal si Pitung, si Sarip, siapa lagi jagoan Betawi, mereka semua ulama, gak ada yang gak ulama,” tambahnya

Pria kelahiran Betawi yang juga aktif di Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Jakarta ini menyatakan bahwa masjid adalah saksi perlawanan orang Betawi dalam menghadapi penjajahan.

“Di Kampung Melayu ada masjid Jami’ Al Atiq, saksi bahwa masyarakat Kampung Melayu melakukan perlawanan kepada penjajah. Di Kebon Jeruk ada masjid Jami’ Kebon Jeruk, saksi juga bahwa masyarakat Kebon Jeruk melakukan perlawanan, belum di Pekojan dan daerah lain,” pungkasnya.

Reporter: Irfan Yusuf | Editor: Irfan Yusuf | Jurnalislam

Jaysh al Islam Luncurkan Serangan Balik ke Pasukan Assad di Timur Ghouta

jysh_lslm_9

SURIAH (Jurnalislam.com)Jaysh al Islam meluncurkan sebuah serangan balik pada pasukan Nushairiyah Assad di Ghouta timur, di akhir jam malam pada hari Ahad, untuk mendapatkan kembali kontrol atas beberapa titik yang hilang sebelumnya, ElDorar AlShamia melaporkan, Selasa (16/08/2016).

Biro Media Jaysh al Islam menegaskan peluncuran operasi militer “Zat al-Reqaa”, dan mengambil alih kontrol atas bangunan sekolah kota “HoshNasri”, dan peternakan sekitarnya, menekankan bahwa banyak korban di jajaran pasukan rezim Assad setelah serangan itu.

Pasukan rezim Syiah Assad beberapa hari lalu menguasai kota HoshNasri yang terletak sekitar 4 km di sebelah timur kota “Douma”, hanya beberapa hari setelah kontrol mereka atas kota terdekat dari Brigade 39 “Hosh Fara” lepas.

Sepekan sebelumnya Jaysh al Islam mengumumkan terbunuhnya 28 pasukan Syiah Nushairiyah Assad dan melukai puluhan lainnya, serta menyita berbagai senjata dan amunisi dalam operasi militer “Zat al-Reqa” di daerah Ghouta timur, Senin lalu.

 

Deddy | Al Shamia | Jurnalislam

Tokoh Islam Lumajang: Orang Yang Paham Agama Pasti Menolak Pernikahan Sejenis

KH. Abdul Mubin Tokoh Umat Islam Lumajag
KH. Abdul Mubin Tokoh Umat Islam Lumajag

LUMAJANG (Jurnalislam.com)– Terkait berita mengenai adanya pernikahan sejenis warga asal lumajang yang menggegerkan sosial media, KH Abdul Mubin, S.Pd.I selaku tokoh Islam Lumajang angkat bicara, menurutnya orang yang paham akan agama pasti menolak pernikahan sesama jenis karena telah menyelisihi aturan Allah.

“Kalau itu betul terjadi saya kira orang Islam yang paham tentang agamanya pasti menolak hal tersebut karena menyelisihi hukum Allah, kecuali orang yang sudah terganggu keimanan dan kejiwaannya,” ujar kyai Mubin kepada Jurnalislam.com, selasa (16/08/2016).

lebih lanjut pria yang aktif berdakwah di Lumajang ini menyatakan inilah pentingnya manusia memiliki iman, sehingga bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

“disinilah pentingnya orang punya iman, agar faham baik-buruk, agar ada bedanya mana yg manusia dan binatang,” tegasnya.

Sementara itu Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Lumajang berjanji untuk menindak lanjuti berita pernikahan sesama jenis yang terjadi di Lumajang yang menyebabkan keresan dimasyarakat.

“Menurut agama islam perkawinan sejenis ini hukumnya haram, tidak boleh ada kapan dan dimanapun, kalau manusia memaksa tunggu adzab ALLAH, seperti jaman Nabi Luth,” tegas H Mufli Farid Ketua MUI Lumajang saat ditemui sejumlah wartawan, senin [15/8/2016].

“segera kita akan temui keduanya, kita akan berikan pencerahan bahwa agama dan pemerintah melarang akan adanya pernikahan sejenis,” tukasnya.

Berita pernikahan sejenis ini mencuat dari sebuah akun Facebook bernama Nyi Ageng Roro Ayu yang memajang foto mesra pasangan sejenis. Seiring munculnya tanggapan miring, akun ini berubah nama menjadi ‘bintang uye’ dengan tetap memuat status nikah sejenis yang ternyata sudah terjadi pada 19 April 2013. .

Berdasarkan penelusuran di lapangan, kedua mempelai tersebut bernama Supriyadi (27) pria asal Desa Sememu dan Ayup Arifin (30) pria asal Desa Sumberejo Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang yang dalam kesehariannya berprofesi sebagai perias pengantin.

Reporter: Budi | Editor: Irfan Yusuf | Jurnalislam

Taliban Bebaskan 5 Warga Sipil Pakistan dan Rusia Setelah Helikopter Mereka Jatuh

helicoptercrash

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Lima warga sipil Pakistan dan Rusia yang ditangkap oleh mujahidin Taliban Afghanistan setelah helikopter pemerintah mereka jatuh di Afghanistan timur telah dibebaskan dan kembali ke Pakistan, kata kementerian luar negeri pada hari Sabtu, World Bulletin melaporkan Senin (15/08/2016).

Helikopter transportasi buatan Rusia milik pemerintah provinsi Punjab, Pakistan, sedang melakukan perjalanan dari Peshawar di Pakistan barat laut menuju Uzbekistan pada 4 Agustus, ketika mengalami kegagalan teknis dan mendarat di provinsi Logar, Afghanistan, yang dikuasai Taliban.

Pembebasan awak helicopter tersebut diatur melalui serah terima antara suku-suku di wilayah perbatasan. Setelah itu mereka dipindahkan ke Islamabad dengan helikopter, kata kementerian itu dalam sebuah pernyataan.

“Keenam awak helikopter pemerintah Punjab yang hilang di Afghanistan pada 4 Agustus 2016 telah dibebaskan dan tiba di Islamabad hari ini,” katanya.

Pakistan mengakui bahwa pembebasan itu karena pengaruh Taliban Afghanistan, namun membantah tuduhan pemerintah Kabul dan AS bahwa Pakistan menyediakan dukungan dan perlindungan bagi Taliban Afghanistan dan para pemimpinnya.

Pakistan mengatakan juga telah menjadi korban serangan militer, sebagian besar diakibatkan oleh kelompok yang berbasis di Afghanistan, selama bertahun-tahun.

Laporan awal setelah kecelakaan menunjukkan bahwa ada tujuh penumpang namun juru bicara Kementerian Luar Negeri Nafees Zakaria mengatakan hari Sabtu bahwa ternyata hanya ada enam awak pesawat.

Salah satu dari tujuh orang yang terdaftar dalam manifes penerbangan tidak sehat dan memutuskan untuk tidak terbang, kata seorang pejabat kementerian pada kondisi anonimitas.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Inilah Laporan Terbaru Penaklukan Taliban di Sejumlah Wilayah Afghanistan

56785678c461889c7d8b4578

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com)Imarah Islam Afghanistan (Taliban) tetap mempertahankan operasi militer di seluruh Afghanistan walaupun pasukan nasional Afghanistan (ANA), yang didukung kekuatan udara dan pasukan khusus AS, terus meyerang Taliban.

Saat Taliban terus menekan pasukan nasional Afghanistan di provinsi selatan Helmand dan secara efektif telah mengepung ibukota, Lashkar Gah, mujahidin menyerang kabupaten di utara Afghanistan. Salah satu kabupaten di Baghlan telah jatuh di bawah kendali Taliban, dan satu lagi di Nuristan telah berpindah tangan beberapa kali. (baca juga: Ibukota Helmand Praktis Dikepung Taliban)

The Long War Journal mengutip pernyataan Taliban kemarin, Senin (15/08/2016), bahwa kabupaten Dahana-i-Ghuri di provinsi Baghlan jatuh “setelah pengepungan selama tiga hari,” menurut sebuah laporan yang dirilis pada Voice of Jihad.

“Mujahidin telah menyita sejumlah besar pos tempur dan 4 basis militer, menewaskan dan melukai puluhan tentara musuh selama tiga hari terakhir. Demikian pula, 33 pasukan boneka termasuk tentara ANA (Tentara Nasional Afghanistan), Arbakis (milisi bayaran) dan polisi telah ditawan selama periode waktu ini.” (baca juga: Taliban Ambil Alih Penuh Distrik Dahana-e-Ghori di Provinsi Baghlan)b

Dalam pernyataan yang sama, Taliban juga melaporkan telah merebut “kontrol distrik Want Waygal dan 11 pos tempur” di provinsi Nuristan.

talibanmilitants--621x414Seorang anggota di ibukota provinsi Baghlan menegaskan bahwa Dahana-i-Ghuri dikendalikan Taliban, Khaama Press melaporkan. Para pejabat Afghanistan mengakui serangan Taliban di wilayah tersebut, yang didukung oleh “orang-orang Arab, dan gerilyawan asing lainnya,” lapor Pajhwok Afghanistan News.

“Pasukan Arab” dan “pejuang asing lainnya” kemungkinan adalah para pejuang al-Qaeda dan Taliban dari Pakistan. Jaringan Haqqani, yang erat bekerja sama dengan al Qaeda, beroperasi di Jani Khel dan Paktia.

Selain pertempuran di utara, Kabupaten Jani Khel di provinsi Paktia di Afghanistan timur juga berada “di ambang kehancuran,” lapor TOLONews. “Bentrokan masih berlangsung dua kilometer dari pusat Jani Khel. Jika pasukan pendukung Afghanistan tidak dikirim ke Jani Khel sesegera mungkin, kabupaten akan jatuh ke tangan Taliban, “gubernur distrik mengatakan kepada kantor berita Afghanistan pada 10 Agustus.

Di Afghanistan barat, Taliban mengepung distrik Pusht Rod di provinsi Farah, menurut laporan dari Afghanistan.

Ke selatan di Helmand, Taliban menguasai sejumlah luas daerah kabupaten Nawa-I-Barakzayi, yang berbatasan dengan ibukota provinsi Lashkar Gah, selama seminggu terakhir dan menyerang pusat kabupaten. Pertempuran sengit juga telah dilaporkan di distrik Garmsir di selatan.

Taliban menguasai bazaar di Garmsir tapi kemudian diserang balik oleh pasukan Afghanistan, menurut TOLONews.

Taliban saat ini mengontrol sedikitnya 84 dari 400 lebih kabupaten Afghanistan, menurut sebuah studi oleh The Long War Journal.

Jumlah kabupaten yang dikendalikan dan diperebutkan cenderung lebih tinggi karena laporan dari beberapa kabupaten yang dikenal sebagai benteng Taliban tidak tersedia. The Long War Journal hanya mencatat kabupaten yang dapat dikonfirmasi dengan pelaporan independen.

Saat Taliban terus menekan serangan di seluruh negeri, Taliban terus berupaya berdamai dengan faksi jihad lainnya yang memisahkan diri setelah kontroversi seputar kematian Syeikh Mullah Omar.

Pekan lalu, para pemimpin dari pasukan Mullah Dadullah serta Mullah Baz Mohammad telah kembali ke Taliban, semakin memperkuat kelompok dan kemampuan tempurnya untuk mempertahankan serangan.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Donald Trump akan Bentuk Komisi Islam Radikal jika jadi Presiden

Republican U.S. presidential candidate Donald Trump speaks during a campaign rally at the Treasure Island Hotel & Casino in Las Vegas, Nevada June 18, 2016. REUTERS/David Becker

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Calon presiden dari Partai Republik Donald Trump mengatakan ia akan mengadakan “pemeriksaan ekstrim” imigran dan membentuk “komisi Islam radikal” baru jika dia memenangkan pemilu AS pada bulan November nanti, lansir Aljazeera Senin (15/08/2016).

Dalam pidato kebijakan luar negeri pada hari Senin, pengusaha miliarder anti-Islam itu mengatakan tujuan dari komisi baru tersebut akan “mengekspos” jaringan di AS “yang mendukung radikalisasi”.

Sebagai presiden, Trump mengatakan, ia akan meminta departemen negara dan departemen keamanan dalam negeri untuk mengidentifikasi wilayah dunia yang tetap bermusuhan dengan Amerika Serikat, dan di mana skrining saja mungkin tidak cukup untuk menangkap orang-orang yang menimbulkan ancaman.

“Hanya orang-orang yang berbagi nilai-nilai dan menghormati orang-orang kami yang kami terima masuk ke dalam negara kita,” katanya dari Youngstown, Ohio.

“Dalam Perang Dingin, kami memiliki tes skrining ideologi. Sudah terlambat untuk mengembangkan tes skrining baru untuk ancaman yang kita hadapi saat ini. Saya menyebutnya pemeriksaan ekstrim.”

Sebagai bagian dari rencananya, Trump, yang telah mengeluarkan seruan untuk melarang Muslim memasuki AS, mengatakan bahwa ia akan “menghentikan imigrasi sementara” dari negara-negara yang memiliki sejarah “mengekspor terorisme”.

Dia mengatakan bahwa setiap tahun, AS menerima 100.000 imigran permanen “dari Timur Tengah”, dan ratusan ribu lebih banyak lagi pekerja sementara dan pengunjung dari daerah yang sama.

“Kami akan menghentikan proses visa dari daerah-daerah sampai dianggap aman untuk melanjutkan berdasarkan keadaan atau prosedur baru.”

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

Syiah Lebih Berbahaya dari Missionaris Komunis

Ustadz Farid Ahmad Okhbah
Ustadz Farid Ahmad Okhbah

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Ustadz Farid Ahmad Okbah menilai ajaran syiah lebih berbahaya dari Komunis dan Salibis. Karenanya pemuda islam harus ambil andil untuk mencegah aliran sesat syiah.

“Syi’ah ini lebih berbahaya dari missionaris Komunisme,
syi’ah juga lebih berbahaya dari missionaris Nasrani-Salibis,” katanya dalam diklat jundullah ANNAS di masjid al Fajr, Jalan Cijagra kota Bandung, Ahad (14/8/2016).

Ulama yang tegas terhadap kesesatan syiah ini mengatakan, syiah sangat ahli dalam merangkul kumpulan mujrimin (orang – orang pelaku dan hobi melakukan dosa -red) untuk memadamkan cahaya petunjuk Islam kehati setiap muslimin.

“Ada 5 barisan musuh atau mujrimin, dan syiah adalah jagoan dalam merangkai merangkul dan meramu bekerja sama memperdaya/memberdayakan sesama kaum mujrimin tersebut untuk menghancurkan Islam dan Muslimin,” terang Ustadz Farid.

Salah satu tokoh pendiri MIUMI itu mencontohkan bagaimana korelasi Iblis dan syiah untuk memerangi Islam. Mereka tidak akan merasa lelah untuk memadamkan dan membengkokan ajaran islam.

“Supaya kalian lalai waktu dan lalai tugas dan kewajiban menegakan dienullah islam kaffah di dunia ini,” tegasnya.

“Apakah Iblis itu pernah tidur atau ngantuk dalam “perjuanganya” untuk memerangi Islam dan Muslimin serta menyesatkan umat manusia?,” sambung Ustadz Farid. (baca juga: Ustadz Farid Okbah: Syiah Terus Bergerak karena Seytan Tidak Pernah Tidur)

Ustadz Farid juga mengajak umat khususnya para pemuda untuk untuk bergabung bersama Jundullah dan bangkit bersatu berantas syiah.

“Wahai para remaja dan pemuda Islam, mari baergabung bersama Jundullah dan bangkitlah bersama. Ikhtiar sambil tetap terus taqorub ilallah dan do’a, mari kita buru, runut, bongkar dan berantas Syi’ah yang sesat dan menyesatkan ummat itu!,” pungkasnya.

Reporter: Aby Athifa & Muhammad Fajar I Editor: Irfan Yusuf | Jurnalislam