Berita Terkini

Erdogan: Bukti Awal Menunjukkan Islamic State Pelaku Peledakan Resepsi pernikahan, 51 Tewas

Erdogan Bukti Awal Menunjukkan Islamic State Pelaku Peledakan Resepsi pernikahan, 51 Tewas

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Presiden Recep Tayyip Erdogan mengatakan tanda-tanda awal menunjukkan keterlibatan Islamic State (IS) dalam ledakan Sabtu (20/08/2016) yang mematikan yang menargetkan resepsi pernikahan di Turki tenggara, Anadolu Agency melaporkan Ahad (21/08/2016).

Berbicara kepada wartawan di Istanbul pada hari Ahad, Erdogan mengatakan seorang pembom bunuh diri berusia antara 12 dan 14 terlibat dalam serangan itu, menambahkan bomber tersebut meledakkan dirinya atau diledakkan dari jarak jauh.

Mengomentari jumlah korban terakhir, presiden mengatakan 51 orang tewas dan 69 lainnya terluka, termasuk 17 orang menghadapi masa kritis.

“Temuan awal gubernur dan polisi kami menunjukkan serangan itu dilakukan oleh IS. Seperti yang Anda tahu, IS berusaha memposisikan dan mengatur sendiri dalam operasi Gaziantep. Keamanan telah dilakukan dan masih berlangsung terhadap organisasi itu,” kata Erdogan.

“Tadi malam [Sabtu], mereka menggunakan anak berusia 12-14 tahun sebagai bom manusia untuk melaksanakan serangan di sebuah pernikahan di Gaziantep. Saat ini, 69 orang yang terluka dan 17 lainnya yang dalam kondisi kritis, sedang dirawat di rumah sakit. Jumlah korban tewas saat ini 51,” katanya.

“Untuk melestarikan persatuan dan persaudaraan kitakita semua harus menghadapi organisasi-organisasi teroris. Dalam pandangan kami, semua kelompok teroris tersebut, baik PKK, Feto, IS atau PYD / YPG di Suriah, semua sama. Dengan bersatu bersama-sama, seperti yang kita lakukan terhadap upaya kudeta 15 Juli, kita akan mengatasi kesulitan-kesulitan ini,” katanya.

Tentang kudeta yang dikalahkan Erdogan mengatakan:. “Saya pikir militer dan polisi kita tidak benar-benar dibersihkan dari unsur-unsur Feto. Itulah sebabnya kami akan terus melakukan tindakan untuk membersihkan semua lembaga negara dan masyarakat dari pengkhianat sehingga kita tidak lagi menghadapi ancaman tersebut.”

Serangan itu terjadi di lingkungan Beybahce kabupaten Sahinbey provinsi Gaziantep pada sekitar pukul 10:50 (1950GMT) pada hari Sabtu, menurut Kantor Gubernur Gaziantep ini.

Tentang kunjungan mendatang Wakil Presiden AS Joe Biden ke Turki dan ekstradisi Fetullah Gulen, Erdogan mengatakan pendekatan AS untuk masalah ini “tidak memuaskan.”

“Kami sejauh ini telah mengirim 85 paket dan dokumen tentang Feto (kepada AS), sebelum dan setelah (upaya kudeta) tanggal 15 Juli. Mereka mengatakan telah mulai menyelidiki dokumen. Saya pribadi tidak menemukan perkembangan ini memuaskan bagi kita ,” kata Erdogan, menambahkan, “Karena jika ada satu pihak menuntut ekstradisi terhadap pihak lain di bawah perjanjian yang mengikat, maka mereka harus mengembalikan terpidana kepada pihak penuntut.”

Sebuah perjanjian ekstradisi dan bantuan timbal balik dalam masalah pidana antara Turki dan Amerika Serikat ditandatangani di Ankara pada 7 Juni 1979, yang mulai berlaku pada tanggal 1 Januari tahun 1981.

Erdogan mengatakan masalah ini akan disampaikan kepada Biden “secara langsung” selama kunjungannya.

“Kami tidak pernah menghentikan tuntutan ekstradisi AS dengan mengatakan kita membutuhkan dokumen, bukti dan informasi, baru kemudian kita dapat mengembalikan (orang yang bersangkutan),” tambah presiden.

Biden akan melakukan kunjungan resmi dua hari ke Turki pada hari Rabu mendatang. Dia akan menjadi pejabat AS paling senior yang mengunjungi Turki sejak kudeta digagalkan bulan lalu. Kepala Staf Gabungan Ketua Korps Marinir Jenderal Joseph Dunford mengunjungi negara itu pada 1 Agustus.

Pemerintah Turki mengatakan kudeta yang kalah, yang menyebabkan 240 orang tewas dan hampir 2.200 lainnya terluka, dilakukan oleh pengikut Fetullah Gulen, yang telah tinggal di pengasingan di negara bagian Pennsylvania AS sejak tahun 1999, dan jaringan Feto nya.

Gulen diindikasi memimpin kampanye yang telah lama berjalan untuk menggulingkan negara melalui infiltrasi lembaga Turki, khususnya militer, polisi, dan pengadilan, dan membentuk negara paralel.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Serangan Udara Zionis Hantam Gaza Utara Setelah Serangan Roket

Serangan udara Zionis Hantam Gaza Utara Setelah Serangan Roket

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pesawat Tempur zionis menembakkan rudal ke Jalur Gaza utara, setelah sebuah roket ditembakkan dari wilayah Palestina ke Israel selatan, namun tidak menyebabkan cedera atau kerusakan, lansir Aljazeera, Ahad (21/08/2016).

Seorang juru bicara kementerian kesehatan Palestina mengatakan dalam sebuah posting media sosial bahwa pemuda Palestina berusia 17 tahun mengalami cedera pecahan peluru dalam kakinya selama serangan Ahad malam di beberapa daerah di utara Jalur Gaza.

Juru bicara militer zionis Peter Lerner berdalih pasukan Israel membalas serangan roket dengan memukul target gerakan perlawan Islam Hamas, yang berkuasa di Jalur Gaza yang terkepung.

“Dalam membalas serangan roket dari Jalur Gaza, Angkatan Udara Israel (Israeli Air Force-IAF) dan pasukan tank menargetkan dua pos Hamas di Jalur Gaza utara,” kata Lerner dalam sebuah pernyataan, menurut kantor berita AFP.

Namun, tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas roket yang ditembakkan dari Gaza ke kota Sderot di Israel selatan.

Pada tanggal 2 Juli, serangan udara Israel menghantam empat lokasi di Gaza setelah sebuah roket menghantam sebuah bangunan di Sderot.

Tidak ada korban yang juga dilaporkan akibat insiden itu.

Israel mengakhiri kehadiran militer permanen mereka di Jalur Gaza pada tahun 2005 dalam langkah yang mereka sebut “pelepasan Gaza”.

Namun, daerah tersebut secara efektif tetap dijajah karena zionis tetap mempertahankan kendali atas wilayah udara, pinggir laut dengan kekuatan militer dan menghalangi semua akses keluar masuk kendaraan perdagangan dan pergerakan bagi hampir dua juta warga di wilayah itu.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

 

3 Pos Militer di Kunduz Diserang Taliban, 10 Pasukan Afghanistan Tewas

taliban-fighters
KUNDUZ (Jurnalislam.com)
– Sedikitnya 10 pasukan Afghanistan (ANA) tewas dan banyak lainnya terluka setelah mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) merebut 3 pos militer rezim selama operasi 24 jam di distrik Abad Ali provinsi Kunduz, yang berakhir pada hari Ahad (21/08/2016), di mana mujahidin merebut 1 PK ( senapan mesin berat anti-tank), 1 roket, sejumkah Kalashnikov dan banyak amunisi milik musuh, Al Emarah News melaporkan, Ahad.

Mujahidin mengendalikan jalan raya Kabul-Kunduz, sementara 3 pos musuh saat ini berada dalam pengendalian mujahidin.

Dalam laporan lain dari provinsi Kunduz, sedikitnya 3 pasukan ANA dan 4 lainnya luka-luka ketika musuh berusaha untuk menerobos pengepungan besar Taliban di pangkalan militer yang menjadi rumah bagi 180 tentara Arbaki dan aparat di kabupaten Imam Sahib, provinsi Kunduz.

Pangkalan militer tersebut telah berada di bawah pengepungan Mujahidin selama 15 hari.

Demikian juga, pertempuran mengamuk di distrik Khanabad provinsi Kunduz. Sejauh ini sejumlah besar tentara musuh telah tewas dan terluka.

Pada saat yang sama, jalan raya Kunduz-Takhar saat ini berada dalam kendali Mujahidin.

 

Deddy | Al Emarah | Jurnalislam

Jaysh al Fath Sergap Kolonel Pasukan Assad di Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Jaysh al Fath mengatur penyergapan menargetkan Kolonel Sohail Hassan di barat daya kota Aleppo, selama pasukan Nushairiyah Assad mencoba maju untuk merebut kembali daerah yang lepas dari tangan mereka di College of Artileri hingga sekitar lingkungan Ramouseh, ElDorar AlShamia melaporkan Ahad (21/08/2016).

Sumber media Pro-Assad mengakui kematian dua pengawal Kolonel Sohail Hassan saat konvoi Kolonel disergap di dekat Aleppo tanpa rincian tentang nasib Hassan.

Media pro-Assad tersebut hanya memberi nama dua individu yang menyertainya, yaitu Karam Ismail dari kota Masyaf, dan Muhannad Kamal Suleiman dari Tartous.

Media Fastaqem kemarin menyiarkan rekaman saat kelompok besar pasukan rezim Assad mencoba menyelinap ke dalam lingkungan perguruan tinggi teknik di Aleppo, sementara Jaysh al Fath mengumumkan pembunuhan 150 milisi Assad dan milisi Syiah pendukungnya selama dua hari terakhir.

 

Bahas Revisi UU Terorisme, HTI Bima Gelar Muzakarah Tokoh Umat

HTI Bima Gelar Muzakarah Tokoh Umat di Aula Kantor Yayasan Islam, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, pada Ahad (21/8/2016)
HTI Bima Gelar Muzakarah Tokoh Umat di Aula Kantor Yayasan Islam, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, pada Ahad (21/8/2016)

BIMA (Jurnalislam.com) – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bima menggelar acara Muzakaroh Tokoh Umat di Aula Kantor Yayasan Islam, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima, pada Ahad (21/8/2016).

“Muzakarah tokoh umat bertujuan untuk membahas persoalan keummatan pada hari ini, terlebih dengan adanya keinginan dari pemerintah untuk merevisi undang-undang anti terorisme,” terang ketua panitia, Ruslan S.pd kepada Jurnalislam.

“Dengan dimasukannya Bima ke dalam daftar daerah yang menjadi zona merah dalam kasus terorisme, maka secara otomatis Bima ini akan dicap sebagai daerahnya para pelaku terorisme,” sambungnya.

Acara yang dihadiri puluhan ulama di Bima itu digelar untuk memahamkan kondisi umat Islam yang selalu disudutkan khususnya dalam kasus terorisme.

“Oleh karena itu kami mengumpulkan para tokoh umat Islam agar bisa mengetahui dan memahami tentang kondisi dan keadaan umat Islam pada hari ini, dimana umat Islam posisi mereka selalu menjadi korban, dan setiap ada kejadian selalu diarahkan kepada umat Islam,” terangnya.

Ulama sebagai simbol umat, mempunyai peran sentral dalam menghadang stigmatisasi buruk tersebut serta memberikan pencerahan kepada umat.

“Dengan tema revisi undang-undang terorisme untuk siapa? Akan menyadarkan kita terhadap undang-undang terorisme yang hari ini didengung-dengungkan oleh pemerintah, bisa kita antisipasi lebih lanjut serta menyadarkan umat bahwa umat Islam bukanlah teroris, umat Islam adalah tertuduh, karena umat islam adalah sebaik-baik umat,” pungkasnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh

Tolak Revisi UU Terorisme, HTI Bima: Itu Pesanan Asing

Ketua DPD HTI Bima, Muhammad Ayyubi
Ketua DPD HTI Bima, Muhammad Ayyubi

BIMA (Jurnalislam.com) – Ketua DPD Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Bima, Muhammad Ayyubi mengatakan, meskipun mayoritas akan tetapi umat Islam di Indonesia selalu dianaktirikan. Pernyatan tersebut disampaikan menanggapi Revisi Undang-undang Anti Terorisme yang sedang digodok pemerintah.

“Negara Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, tetapi kenapa penduduk yang beragama Islam selalu dianaktirikan,” katanya dalam acara muzakarah tokoh umat di Aula Kantor Yayasan Islam, Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bima, Ahad (21/8/2016).

Langkah pemerintah merevisi undang-undang terorisme, dinilai Ayyubi hanya akan membuat rakyat semakin diteror. Sebab, lanjutnya, di dalam pasal 1 ayat 5 UU Terorisme dikatakan ancaman kekerasan adalah setiap perbuatan melawan hukum berupa ucapan, tulisan, gambar, simbol, atau gerakan tubuh, baik dengan ataupun tanpa menggunakan sarana elektronik yang dapat menimbulkan rasa takut terhadap orang atau masyarakat secara luas atau mengekang kebebasan hakiki seseorang atau masyarakat.

“Pada pasal ini saja masih multi tafsir, dapat menimbulkan rasa takut yang dimaksudkan itu kepada siapa? Ini tidak jelas, dan akan rawan untuk dijadikan sebagai sarana politik,” tegasnya.

Oleh karena itu, Ayyubi menilai revisi undang-undang terorisme hanyalah sebuah pesanan dan mengikuti keinginan dari barat dan asing.

“Siapa nantinya yang akan menilai dan mengkritisi undang-undang itu, karena undang-undang itu seperti rel yang dimana orang-orang yang berada di atas mengikutinya dalam menentukan sikap dan keputusan, kalau sudah seperti ini, maka nantinya undang-undang itu jelas akan menjadi ancaman buat umat Islam,” jelasnya.

Pemerintah dinilainya terlalu mudah menyudutkan umat Islam dengan label teroris. Padahal menurutnya, banyak kelompok separatis di negeri ini yang melakukan tindakan terror tetapi tidak dimasukkan dalam kategori terorisme.

“Orang non muslim saja yang sudah nyata-nyata melakukan pengeboman serta para separatis yang melakukan kekacauan terhadap negara, kenapa tidak didakwa dan dijerat dengan undang-undang terorisme,” tandasnya.

Ayyubi menegaskan, pihaknya menolak revisi undang-undang terorisme ini karena pada hakikatnya justru pemerintah sendiri yang menteror rakyatnya, karena masyarakat merasa tidak aman selama ini.

“Dan kalaupun undang-undang itu harus di revisi, paling tidak undang-undang itu harus bisa menghilangkan ambigu terhadap makna teroris dan menghilangkan diskriminasi terhadap umat Islam,” pungkasnya.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh

 

Olimpiade dan Bekam Nabi Muhammad Saw

Olimpiade dan Bekam Nabi Muhammad Saw

BRAZIL (Jurnalislam.com) – Olimpiade 2016 di Rio sedang berlangsung dan beberapa atlet telah memenangkan emas dengan menjalankan terapi thibbun nabawi sebelum pertandingan, lansir World Bulletin, Sabtu (20/08/2016).

Terapi thibbun nabawi yaitu bekam adalah bentuk kuno dari pengobatan alternatif di mana terapis menempatkan alat khusus pada kulit selama beberapa menit untuk menghisap. Terapi itu sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad Saw.

Namun, banyak orang yang berbicara tentang tanda merah yang terlihat pada tubuh para atlet seperti perenang AS Michael Phelps, pesenam Alex Naddour dan lainnya. Tanda merah ini disebabkan oleh bekam dan banyak orang ingin tahu tentang hal itu.

Namun hal ini sama sekali tidak terlalu mengejutkan bagi umat Islam. Mengapa? Karena telah menjadi tradisi Nabi Muhammad Saw (damai dan berkah besertanya) yang mempraktekkan dan merekomendasikan bekam lebih dari 1400 tahun yang lalu.

bekam-9-620x330Jadi, apa itu bekam?

Hijama حجامة “menghisap” adalah istilah bahasa Arab untuk bekam basah, di mana darah diambil oleh vakum dari sayatan kulit kecil untuk tujuan terapeutik.

Ada juga bekam kering yang tidak menarik darah keluar. Beberapa orang menggunakannya untuk memijat; menggunakan minyak zaitun untuk memudahkan gerakan darah ke cangkir.

Apakah itu menyakitkan?

Rasa sakitnya sedikit, seperti tertusuk, tapi sekali lagi tergantung tubuh masing-masing orang. Namun, ini adalah Sunnah utama dan manfaatnya bagi tubuh anda banyak. Jadi jangan khawatir.

Keuntungan kesehatan lainnya …

Terapi Hijama membantu mengobati kondisi berikut: sakit kepala, racun, kelelahan, nyeri haid, sembelit dan diare, nyeri punggung, radang sendi, cedera, asma, anemia, atrofi, linu panggul, flu dan batuk, masalah kulit, depresi dan masalah emosional dan banyak lagi.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

 

Kini Taliban Rebut Distrik Khanabad di Kunduz, Afghanistan

taliban_1 (1)KUNDUZ (Jurnalislam.com) – Setelah terlibat pertempuran sengit beberapa hari, mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) telah menguasai satu dari lima distrik (kabupaten) di provinsi Kunduz, Afghanistan utara, menurut pihak berwenang setempat melaporkan, lansir Aljazeera Sabtu (20/08/2016).

Para mujahidin merebut distrik Khanabad, yang menghubungkan Kunduz ke Takhar dan provinsi utara lainnya, pada Sabtu pagi, dengan bentrokan berat dilaporkan di beberapa kabupaten lainnya.

“Taliban menyerang distrik kami dari posisi yang berbeda. Kami berusaha melawan selama beberapa jam dan tidak menerima dukungan akhirnya Kabupaten jatuh ke Taliban,” kata Hayatullah Amiri, kepala Khanabad.

Taliban telah mengintensifkan serangan di Kunduz dalam operasi Omari dan juga melakukan penyergapan di beberapa kabupaten utama lainnya di provinsi Kunduz beberapa pekan terakhir.

“Laporan yang saya miliki dengan berbicara kepada orang-orang di Kunduz adalah bahwa kabupaten jatuh ke tangan Taliban tanpa pertempuran atau konflik,” Habib Wardak, yang berkampanye untuk pemerintahan yang baik, mengatakan kepada Al Jazeera dari Kabul.

“Sepertinya terlepasnya Khanabad akan memiliki dampak kuat pada situasi sosial-ekonomi, politik dan keamanan pemerintah tidak hanya di Kunduz tetapi seluruh bagian utara negara itu.”

Jatuhnya Khanabad terjadi hanya lima hari setelah mujahidin Taliban merebut sebuah distrik di negara tetangga provinsi Baghlan, merebut sejumlah kendaraan pasukan pemerintah Kabul dukungan AS (NATO) dan sejumlah besar amunisi.

Taliban meluncurkan serangan terkoordinasi di Dahana-e-Ghori pada 12 Agustus, yang mengarah ke pertempuran berat di sanadan lalu berhasil menguasainya pada 15 Agustus.

Peperangan meningkat di Afghanistan saat operasi militer Taliban “Omari” menyebar dari benteng Imarah Islam Adghanistan di selatan dan timur negara ke daerah di utara.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Setelah Kehilangan 150 Pasukan, Assad Balas Serangan pada Warga Sipil Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Kota dan pedesaan Aleppo pada hari Sabtu dikejutkan oleh pemboman berat dengan roket thermobaric, bom cluster dan bom barel yang menyebabkan tewasnya 29 warga sipil, termasuk tujuh anak dan dua wanita.

Koresponden ElDorar Al Shami melaporkan, Sabtu (20/08/2016) bahwa pesawat militer telah melakukan tiga pembantaian mengerikan, satu di Aleppo, yang merenggut nyawa seluruh anggota keluarga (empat anak dan dua wanita), dan dua serangan udara lainnya dilakukan di pedesaan barat Aleppo. Serangan pertama menewaskan lima warga desa “Kafr GOM” dan serangan kedua merenggut nyawa 15 orang dari “Orem al-Kobra.”

Koresponden mengatakan bahwa pesawat tempur dan helikopter tidak berhenti menyerang kota Aleppo sejak rezim Nushairiyah Suriah kehilangan lebih dari 150 pasukan dalam serangan Assad yang gagal terhadap lokasi Jaysh al Fath di “proyek Perumahan 1070″ dan ” Akademi Teknis Angkatan Udara.” (baca juga: Jabhat Fath al Syam: 150 Pasukan Assad dan Sekutunya Tewas pada Pertempuran Terbaru di Aleppo)

Laporan menambahkan bahwa keluarga yang tewas dalam serangan bom barel rezim di Aleppo adalah aktivis media Haj Ali Abu Goud.

 

Irak: Komandan Senior Islamic State Terbunuh dalam Serangan Udara di Anbar

Irak Komandan Senior Islamic State Terbunuh dalam Serangan Udara di Anbar

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Seorang Komandan senior Islamic State (IS) terbunuh di Anbar di Irak barat, seorang komandan militer Irak mengatakan pada hari Sabtu (20/08/2016), Anadolu Agency melaporkan.

Militan, yang diidentifikasi sebagai “Abu Arrab”, terbunuh dalam serangan udara koalisi pimpinan AS di Anbar barat, Mayjen. Qassim al-Muhammadi mengatakan kepada Anadolu Agency.

Dia mengatakan sejumlah pasukan IS tewas dalam serangan di desa al-Wasilia.

Sementara itu, pasukan Irak telah menduduki benteng terakhir IS di pulau Khalidiya di Irak barat.

Mayjen. Ismail al-Mahlawi mengatakan pasukan Irak dan sekutu Syiah mengusai distrik al-Bokan’an.

“Sekarang, pulau Khalidiya telah sepenuhnya dikuasai,” katanya kepada Anadolu Agency.

Pasukan Irak sedang bersiap meluncurkan serangan besar untuk merebut kembali Mosul, kota terbesar kedua di negara itu, yang diserbu oleh kelompok IS pada 2014.

Didukung oleh serangan udara yang dipimpin AS, pasukan Irak telah mengusai t kembali sebagian besar wilayah yang diduduki oleh IS sejak 2014. Namun IS masih menguasai beberapa bagian di negara itu.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam