Berita Terkini

Iran Bentuk Tentara Pembebasan Syiah untuk Disebar ke Luar Negeri

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Iran membentuk Tentara Pembebasan Syiah yang akan ditempatkan di negara-negara Arab, menurut laporan, lansir World Bulletin Sabtu (20/08/2016).

Saat ini, Iran terlibat dalam beberapa konflik di mana sekte Syiah dan Muslim terkunci dalam perang di Suriah dan Yaman.

Muhammad Ali Al Falaki, yang mengepalai Korps Pengawal Revolusi Syiah Iran, mengatakan dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada hari Jumat oleh Al Mashriq News bahwa Republik Syiah Iran sedang berjuang di tiga peperangan: Irak, Suriah dan Yaman.

“Iran menciptakan Tentara Pembebasan di Suriah di bawah kepemimpinan Qassem Soleimani,” kata Falaki, yang memimpin pasukan di Suriah.

Soleimani adalah kepala Korps Garda Revolusi elit Quds Force.

Tidak jelas akan seberapa besar kekuatan Tentara Pembebasan Syiah itu.

“Tentara ini sekarang pertempur di tiga peperangan, di Irak, Suriah dan Yaman,” kata Jenderal Falaki.

Falaki menjelaskan bahwa tujuan Iran adalah untuk melatih, memasok dan menginstruksikan kelompok-kelompok Syiah.

“Pasukan milik tentara ini tidak Iran saja, tetapi di setiap tempat di mana ada pertempuran Syiah kita akan mengatur, dan menyediakan tentara dari orang-orang Syiah di daerah tersebut,” dan “Tidaklah bijaksana jika pasukan Syiah Iran kami secara langsung dilemparkan ke dalam perang di Suriah, karena itu peran kita harus dibatasi hanya untuk melatih, memasok, dan mempersiapkan warga Syiah Suriah untuk berperang di wilayah mereka.”

Jabhat Fath al Syam: 150 Pasukan Assad dan Sekutunya Tewas pada Pertempuran Terbaru di Aleppo

 

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Pasukan Pembebasan Syam atau Jabhat Fath al Syam mengumumkan terbunuhnya lebih dari 150 pasukan Nushairiyah Assad dan gerilyawan Syiah Hizbullah Libanon pada hari Sabtu (20/08/2016), pada pertempuran di gerbang barat dan selatan, Aleppo, ElDorar AlShamia melaporkan Sabtu.

Biro Media Jabhat Fath al Syam mengatakan koalisi mujahidin Suriah, Jaysh al Fath, mematahkan upaya pasukan rezim Assad untuk merebut dua lokasi mereka, yaitu “Perumahan 1070” dan “Akademi Teknis Angkatan Udara” dan menderita kerugian besar, lebih dari 150 pasukan Assad dan sekutu mereka tewas.

jabhat-ramouseh-video-screenshot

Jaysh al Fath kemarin menewaskan puluhan pasukan al-Assad di garis depan “Ramouseh” wilayah barat daya dari Aleppo setelah mereka menargetkan wilayah Syiah Assad dengan rudal anti-armor “Vagout”, dan juga menghancurkan sebuah tank .

Perlu dicatat bahwa semua upaya oleh pasukan Assad tidak berhasil membuat kemajuan sejak pengepungan militer di kota Aleppo dipatahkan.

 

Hapus Stikma Buruk terhadap Nahi Munkar, KONAS Lakukan Aksi Sosial

Pelayanan Pengobatan Gratis Dari KONAS
Pelayanan Pengobatan Gratis Dari KONAS

SUKOHARJO (Jurnalislam.com)– Dalam rangka kepedulian terhadap sesama dan memberikan pemahaman tentang amar ma’ruf nahi munkar kepada masyarakat, Komunitas Nahi Munkar Surakarta (KONAS) menggelar Bakti Sosial (Baksos) di Pendopo kelurahan Cemani, Grogol, Sukoharjo, sabtu (20/8/2016).

Ditemui jurnalislam.com, Dadio Hasto Kuncoro kordinator baksos KONAS menyatakan, tujuan dari diadakannya kegian baksos ini adalah untuk melakukan pendekatan kepada masyarakat dan dalam rangka untuk menghapus citra buruk terhadap aksi-aksi amar ma’ruf nahi munkar.

“Program ini mendekatkan kita dengan masyarakat, dan menghapus stikma yang ada di masyarakat bahwa nahi munkar terkadang identik dengan kebrutalan. Konas kali ini akan Baksos didua tempat ini yang di Cemani dan besok yang di Kenteng, Semanggi,” ujar Hasto.

Pembagian Sembako Secara Cuma-Cuma Oleh KONAS
Pembagian Sembako Gratis Oleh Tim KONAS

Sementara itu, Bibit warga Cemani yang kebagian sembako gratis, mengutarakan kebahagiaannya dengan aksi KONAS. Dirinya mengharap aksi KONAS tidak hanya sekali namun berlanjut.

“Jos mas, Jos ini, alhamdulillah saya sebetulnya tidak tahu kalau ada aksi KONAS. Tapi malem kemarin saya dapet kupon dari takmir masjid untuk ngambil paket sembako di kelurahan, ternyata yang ngadakan KONAS. Semoga KONAS mendukung masyarakat yang kurang mampu dan kami akan mendo’akan pergerakan KONAS,” ucap Bibit.

Sebelum aksi bakti sosial KONAS diawali dengan kajian keIslaman dengan pemateri ustadz Taufiq Ustman dari Ponpes Al mukmin Ngruki. Kegiatan baksos yang dilakukan KONAS antara lain pembagian sembako, Donor darah, Pengobatan gratis, dan bagi-bagi nasi bungkus.

Reporter: Dyo | Editor: Irfan Yusuf | Jurnalislam

Operasi Omari: 3 Basis Militer dan 4 Pos Pemeriksaan di Farah Direbut Taliban

Operasi Omari 3 Basis Militer dan 4 Pos Pemeriksaan di Farah Direbut Taliban

FARAH (Jurnalislam.com) – Di tengah operasi militer tahunan Omari yang sedang berlangsung, mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) melakukan serangan terkoordinasi pada basis militer Afghanistan dan pos pemeriksa yang berada di bawah pengepungan selama sebulan terakhir di daerah Chek, Charmas dan Dokin kabupaten Pusht Rod Jumat malam (19/08/2016), lansir Al Emarah News.

Serangan senjata berat dan ringan berlangsung sampai tengah malam, mengakibatkan 3 pangkalan militer musuh dan 4 pos pemeriksaan di daerah yang disebutkan di atas dikuasai Taliban, sedangkan musuh melarikan diri.

Berbagai peralatan perang telah disita dan sejumlah luas wilayah jatuh di bawah kendali Imarah Islam.

Basis dan pos tersebut dikepung ketat sejak bulan lalu. Musuh melakukan beberapa serangan untuk mematahkan pengepungan tapi setiap kali mereka menghadapi perlawanan tangguh dari mujahidin Taliban dan dipaksa untuk mundur.

Selama satu bulan, lebih dari 130 pasukan komando, ANA (Afghanistan Nasional Army) dan polisi telah tewas dengan 15 tank hancur dan sejumlah besar peralatan disita.

21 Mujahidin juga telah terluka dan 11 orang lainnya memeluk kesyahidan selama pertempuran.

 

Deddy | Al Emarah | Jurnalislam

Kamp Militer Taiz Dibebaskan Pasukan Yaman dari Kepungan Milisi Houthi

Pro-government fighters ride on the back of a patrol truck, in Bir Basha area in southwestern of Taiz province, Yemen, August 18, 2016. REUTERS/Anees Mahyoub

YAMAN (Jurnalislam.com) – Lingkungan timur yang meliputi kamp militer al-Mkelkl di kota Taiz yang terkepung telah dibebaskan dari pemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran pada hari Jumat, penduduk dan koresponden Al Arabiya News Channel melaporkan, Jumat (19/08/2016).

Pasukan yang setia kepada pemerintah Presiden Abed Rabbu Hadi yang diakui PBB dengan dukungan dari Koalisi yang dipimpin Arab Saudi membebaskan lingkungan Sala, Mohamed al-Muntasir, warga setempat, mengatakan kepada Al Arabiya English.

Muntasir mengatakan kemajuan pasukan Yaman ke daerah yang dikendalikan milisi lambat karena kepadatan di daerah pemukiman dan daerah pegunungan.”

Kota barat daya Taiz terletak di antara ibu kota Sanaa yang dikuasai Syiah Houthi dan kota pelabuhan selatan Aden, yang telah direbut kembali oleh loyalis Hadi dari pemberontak Houthi.

Seorang aktivis yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan kepada Al Arabiya English bahwa milisi Houthi secara acak mulai mengepung wilayah pemukiman pada hari Kamis setelah kehilangan beberapa posisi strategis di bagian barat Taiz.

Taiz telah terjun dalam krisis kemanusiaan serius setelah mengalami pengepungan Houthi berbulan-bulan dengan peringatan PBB atas kekurangan makanan dan obat-obatan.

Pekan lalu Koalisi Arab kembali meluncurkan Operation Restoring Hope melawan pemberontak Houthi dan sekutu mereka yang setia kepada Presiden Yaman terguling Ali Abdullah Saleh setelah pembicaraan damai di Kuwait yang disponsori PBB berakhir gagal tanpa kesepakatan.

Pertempuran itu telah menyebabkan lebih dari 6.400 orang tewas – setengah dari mereka warga sipil.

 

Deddy | Al Arabiya | Jurnalislam

Serangan Bom Cluster Hantam Warga Sipil Aleppo, 9 Tewas

ALEPPO (Jurnalislam.com) – serangan udara dengan bom cluster pada daerah Aleppo yang dikuasai para pejuang Suriah telah menewaskan sembilan warga sipil, Aljazeera melaporkan, Jumat (19/08/2016).

Bom cluster yang dilarang oleh Internasional digunakan dalam pemboman di daerah yang dikuasai mujahidin Suriah di Masshad, Salaheddine dan Sukkary di Aleppo, serangan terjadi setelah shalat Jumat.

Mereka yang terbunuh adalah perempuan dan anak-anak di sebuah minibus, saat berusaha meninggalkan daerah yang paling parah terkena serangan. Sedikitnya 20 orang lainnya cedera dalam serangan.

Gambar yang diperoleh oleh Al Jazeera menunjukkan bom-bom cluster yang belum meledak tergeletak di sekitar kota saat warga sipil berjalan di dekatnya.

Penggunaan senjata, yang menyebarkan ratusan bom-bom di wilayah yang luas, telah memaksa ribuan warga untuk mengambil perjalanan berisiko dari kota melalui bidang pertempuran sengit antara pasukan pemerintah dan pejuang pemberontak.

Eliot Higgins, seorang jurnalis yang mengkhususkan diri dalam analisis amunisi yang digunakan dalam konflik Suriah, mengatakan bahwa bom yang digambarkan dalam sebuah foto adalah ShOAB-05 – sebuah amunisi yang diproduksi Rusia.

Bom berisi campuran bahan peledak 70-gram TNT dan RDX dilapisi dengan lebih dari 304 pelet baja, menurut sebuah blog yang diposting oleh ahli amunisi N R Jenzen-Jones.

Mujahidin Aleppo mencoba meledakkan bahan peledak yang tidak mampu dijinakkan dengan menembaknya dari jarak jauh menggunakan senapan serbu.

Seorang anak terlihat mengendarai sepeda melalui bom yang belum meledak, tersandung dan melukai dirinya sendiri tanpa mengaktifkan detonator perangkat.

Petugas medis bantuan Inggris, Tauqir Sharif, memposting video enam anak muda yang dilarikan ke rumah sakit dengan luka yang diderita akibat serangan bom cluster.

“Begitu banyak orang yang sekarat yang tidak bisa saya hitung. Saya telah melihat begitu banyak orang mati dalam lima hari terakhir sehingga setiap kali saya menutup mata, saya melihat wajah mereka,” kata Sharif, yang ambulansnya juga rusak dalam serangan terpisah.

Penggunaan bom cluster dilarang oleh lebih dari 100 negara yang mengutip ketidakmampuan senjata tersebut untuk membedakan antara serdadu dan warga sipil, serta adanya sejumlah besar bom yang belum meledak yang tertinggal.

Human Rights Watch telah mengutuk pemerintah Rusia dan Suriah atas penggunaan bom cluster dan telah mendokumentasikan setidaknya 47 serangan bom cluster di tiga provinsi antara 27 Mei dan 25 Juli tahun ini.

“Karena Rusia dan Suriah telah memperbaharui operasi udara bersama mereka, kita telah melihat penggunaan bom cluster tanpa henti,” kata anggota HRW, Ole Solvang dalam laporan yang diterbitkan pada bulan Juli.

Suriah maupun Rusia telah meratifikasi Konvensi Bom Cluster 2008 (the 2008 Convention on Cluster Munitions), yang melarang penggunaan senjata tersebut.

Pasukan rezim Nushairiyah Suriah dan sekutu Rusia mereka telah meningkatkan serangan udara di Aleppo setelah mujahidin Jaysh al Fath mematahkan pengepungan di wilayah Aleppo oleh pasukan Assad dan Sekutunya sebelum bulan Agustus.

Aleppo adalah kota terbesar Suriah dan pusat komersial sebelum dimulainya konflik pada tahun 2011.

Mujahidin Suriah mengontrol wilayah yang mencakup wilayah timur dan selatan kota, serta pedesaan sekitarnya.

Perang Suriah telah merenggut sedikitnya 400.000 jiwa dan memaksa jutaan lainnya meninggalkan rumah mereka.

 

AS Kirim Jet Tempur untuk Lindungi Pasukan YPG dari Serangan Udara Assad

AS Kirim Jet Tempur untuk Lindungi Pasukan Sekutunya dari Serangan Udara Assad

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – AS mengirim pesawat tempur Kamis (18/08/2016) untuk melindungi pasukan operasi khusus Amerika dan sekutunya dari serangan udara rezim Assad di dekat kota Hassakeh, timur laut Suriah, Pentagon mengatakan Jumat (19/08/2016), lansir Al Arabiya News Channel.

Kapten Angkatan Laut Jeff Davis mengatakan AS telah meningkatkan patroli tempur udara di daerah itu dan telah memperingatkan Suriah bahwa Amerika akan mempertahankan pasukan koalisi. Ia juga mengatakan ia percaya bahwa ini adalah pertama kalinya AS bergegas mengirim pesawat dalam menanggapi insiden yang melibatkan pemboman jet tempur rezim Suriah ke pasukan sekutunya. (baca juga: Serangan Udara Rezim Assad untuk Pertama kalinya Gempur Posisi Milisi Kurdi-YPG)

Dia mengatakan pasukan komando AS sedang melakukan pelatihan daerah dan mengarahkan Pasukan Demokratik Suriah. “Serangan tidak berdampak langsung kepada pasukan kami. Jaraknya dekat. Cukup dekat hingga mengejutkan,” katanya.

AS awalnya menghubungi Rusia, dan Moskow membantah bertanggung jawab atas pemboman. AS menyampaikan peringatan ke Suriah melalui Rusia karena Rusia bersekutu dengan Assad dalam perang sipil di negara itu.

AS mengatakan akan melakukan apa pun yang dibutuhkan untuk melindungi pasukan koalisi, Davis menambahkan, “Rezim Suriah disarankan untuk tidak melakukan hal-hal yang akan menempatkan mereka pada risiko.”

Pesawat AS tiba saat dua jet Suriah pergi, Davis mengatakan, sehingga AS tidak memiliki kontak radio dengan mereka. Upaya pasukan Kurdi di darat untuk menghubungi jet Suriah tidak berhasil, katanya.

Patroli tempur udara tambahan AS akan memantau situasi dan memberikan bantuan kepada pasukan koalisi jika diperlukan, tapi tidak melanggar segala jenis zona larangan terbang, kata Davis.

Barack Obama telah menyetujui penempatan hingga 300 pasukan operasi khusus AS di Suriah untuk membantu Pasukan Demokratik Suriah.

Milisi Kurdi Suriah telah merebut beberapa posisi pasukan assad di kota Hassakeh yang terbagi, kata seorang pejabat Kurdi pada hari Jumat, memperluas kendali mereka di salah satu pertempuran terberat antara kelompok Kurdi dan Nushairiyah Assad.

Jet angkatan udara rezim digunakan pertama kali pekan ini terhadap pasukan Kurdi yang merupakan sekutu penting Amerika Serikat dalam memerangi kelompok Islamic State (IS).

Milisi YPG Kurdi, afiliasi ektremis PKK di Suriah, memegang sejumlah wilayah luas Suriah utara, di mana sekutu politiknya telah menyiapkan sebuah pemerintahan otonom sejak perang Suriah dimulai pada 2011. Rezim masih memiliki pijakan di kota-kota Hassakeh dan Qamishli.

Pasukan Kurdi, yang sudah memegang sebagian besar kota Hassakeh, telah mengambil alih bangunan yang dikuasai pasukan Assad termasuk perguruan tinggi ekonomi, kata Naser Haji Mansour, seorang pejabat Kurdi di aliansi Pasukan Demokratik Suriah yang berafiliasi dengan YPG.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (The Syrian Observatory for Human Rights), yang melaporkan perang menggunakan jaringan aktivis, mengatakan pasukan Kurdi telah memperoleh wilayah di bagian selatan kota.

Milisi Kurdi berupaya untuk mengembangkan otonomi mereka di Suriah utara menjadi sistem pemerintahan federal – rencana yang ditentang oleh Bashar al-Assad.

Rami Abdulrahman, direktur Observatorium, mengatakan pertempuran dimulai setelah milisi pro-rezim menahan pemuda Kurdi, yang diikuti pergerakan pasukan Kurdi yang didukung AS ke daerah yang dikuasai pemerintah Syiah Nushairiyah Assad.

Ini adalah letusan pertempuran besar kedua antara YPG dan rezim Suriah tahun ini. Pada bulan April, kedua sisi berperang beberapa hari dalam pertempuran mematikan di Qamishli, utara kota Hassakeh di perbatasan Turki. Daerah ini sebagian besar juga dikuasai YPG.

Observatory mengatakan sedikitnya 13 orang, termasuk anak-anak dan perempuan, telah tewas akibat penyerangan oleh tentara pada daerah Hassakeh yang dikendalikan Kurdi.

Pertempuran di Hassakeh terjadi akibat pasukan Kurdi mencoba mengambil alih kota, yang mendorong militer Assad membalas dengan menargetkan kelompok-kelompok bersenjata, kata militer Assad dalam sebuah pernyataan, Jumat.

Balasan Angkatan Darat dan setiap serangan lanjutan juga akan dibalas, kata pernyataan itu setelah hari kedua bentrokan dan serangan udara rezim Suriah terhadap milisi YPG Kurdi di Hassakeh.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Amnesty Internasional Dokumentasikan Pembunuhan 17 Ribu Tahanan di Penjara Assad

Amnesty Internasional Dokumentasikan Pembunuhan 17 Ribu Tahanan di Penjara Assad

SURIAH (Jurnalislam.com) – Organisasi Internasional the Amnesty mendokumentasikan pembunuhan lebih dari 17 ribu tahanan di dalam penjara rezim al-Assad, dengan menggunakan berbagai metode penyiksaan terhadap para tahanan, sejak 2011, ElDorar AlShamia melaporkan Jumat (19/08/2016).

Amnesty memberi judul “Mengakhiri Horor di Penjara Penyiksaan Suriah,” mengatakan bahwa pemerintah Suriah harus membiarkan pemantau independen untuk menyelidiki pusat-pusat penahanan brutal Suriah, sekarang.

“Sejak 2011, ribuan orang telah tewas di dalam tahanan di penjara penyiksaan Suriah. Puluhan ribu lebih mengalami penyiksaan mengejutkan. Orang-orang dipukuli secara brutal, diperkosa, disetrum dan penyiksaan lainnya, seringkali untuk memaksa mendapatkan pengakuan. Siapapun yang dicurigai menentang pemerintah Suriah beresiko. Kondisi di pusat-pusat penahanan brutal ini di bawah nilai kemanusiaan. Orang-orang sekarat karena kelaparan. Mereka tidak mendapatkan perawatan kesehatan bahkan yang paling dasar, dan mati akibat luka yang terinfeksi dan kuku yang tumbuh ke dalam. Mereka menderita masalah kesehatan mental akut karena kepadatan penghuni penjara dan kurangnya sinar matahari,” the Amnesty menjelaskan.

Warga Kratonan Bersama Ormas Islam Segel Tanah untuk Pembangunan RS Siloam

Aksi Warga Kratonan Bersama Ormas Islam Solo Menolak RS Siloam
Aksi Warga Kratonan Bersama Ormas Islam Solo Menolak RS Siloam

SOLO (Jurnalislam.com)– Peletakan batu pertama oleh Walikota Solo, Warga Kratonan, Serengan, Solo bersama Umat Islam Solo kembali berdemo menolak pendirian Rumah sakit (RS) Siloam di jalan Honggowongso 139, jum’at (19/8/2016).

“Saudara-saudara warga Kratonan, Keberadaan RS Siloam di kampung kami sangat dikhawatirkan merugikan warga sekitar dan bagi lingkungan kami. Dampak lingkungan akibat limbah rumah sakit akan mengganggu kenyamanan kami” kata Muhammad Ali mewakili Komunitas Warga Kratonan Surakarta (KWKS).

Disinyalir sering melakukan pemurtadan kepada warga sekitar, Ali mewakili warga Kratonan menolak dengan tegas pendirian RS Siloam yang diduga kuat ada kaitannya dengan James Riady.

“Dengan alasan diatas kami warga kratonan menolak dengan tegas berdirinya RS Siloam, Hotel dan Pendidikan Kristen di wilayah kami,” tegas Ali dalam orasinya.

Selain warga Kratonan, puluhan warga dan beberapa ormas Islam Solo juga menolak pembangunan RS Siloam dengan membentangkan spanduk bertuliskan “ Warga Kratonan Tolak Pembangunan Hotel, Sekolah dan Rumah Sakit Internasional oleh PT Manyala Harapan”.

Selain Muhammad Ali, beberapa perwakilan dari ormas Islam seperti Ansharusy Syari’ah, Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Laskar Umat Islam Surakarta (LUIS) saling bergantian berorasi menyatakan ketidak setujuannya terhadap pembagunan yang dilakukan PT Manyala Harapan.

Setelah puas menyampaikan aspirasinya, warga kemudian menyegel pagar pintu masuk lahan kosong tersebut sebagai simbol ditolaknya pendirian RS Siloam di kota Solo.

Dari pantauan dilapangan puluhan aparat Polisi maupun TNI ikut mengamankan aksi warga Kratonan dan ormas Islam yang berjalan dengan tertib ini.

Reporter: Dyo | Editor: Irfan Yusuf | Jurnalislam

Forum Me-DAN Kota Bima Gelar Aksi Jum’at Berbagi

Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Kota Bima
Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Kota Bima

BIMA (Jurnalislam.com)– Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) Cabang Kota Bima Jumat (19/08/2016) menggelar aksi sosial sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama. Bentuk kegiatan yang diberinama Jum’at Berbagi ini adalah pemberikan paket nasi bungkus untuk para pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bima.

Kepada Jurnalislam.com, Dian Ramadhan Ketua Me-DAN Kota Bima menyatakan kegiatan ini dilakukan dalam rangka untuk merajut ukhwah dan sebagai bentuk rasa peduli terhadap sesama.

“Adapun tujuan kami dari forum Me-DAN dalam amal solidaritas ini adalah sebagai upaya untuk merajut ukhuwah dan sebagai bentuk rasa peduli terhadap sesama,” ujarnya.

“Dengan visi misi Me-DAN sebagai sebuah organisasi yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan, maka kami akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk bisa terus memberikan kontribusi yang besar untuk masyarakat pada hari ini,” tambah Dian.

Lebih lanjut Dian menyatakan tujuan terbesar dari aksi sosial yang dilakukan forum Me-DAN ini adalah mengharap ridho Allah.

“Tujuan kami dari forum Me-DAN beserta para mukhlisin dan dermawan yang telah berpartisipasi, tentunya kita semua hanyalah berharap ridho dari Allah SWT, semoga ini menjadi bekal amal untuk akhirat kelak,” ungkapnyas

Dari pantauan jurnalislam.com sebanyak 40 paket nasi bungkus habis dibagiakan kepada para pasien RSUD Bima di ruangan penyakit dalam dan di ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Editor: Siraj | Editor: Irfan Yusuf | jurnalislam