Berita Terkini

Waketum MUI Kiai Marsudi Terima Penghargaan Dewan Koperasi

JAKARTA (Jurnalislam.com)– Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH Marsudi Syuhud menerima penghargaan tertinggi dari Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) sebagai tokoh penggerak Pembangunan koperasi utama.

Penghargaan tersebut diberikan pada Puncak Peringatan Koperasi ke-72 Dekopin di Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (23/7).

Ketua Umum Dekopin, Nurdin Halid memberikan langsung penghargaan tersebut yang dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.

 

Wakil Ketua Umum Dekopin, Mohamad Sukri menyampaikan, Kiai Marsudi sangat berjasa dalam membangun Induk Koperasi Pondok Pesantren (Inkopontren). Bahkan, berkat jasanya itu, eksistensi Inkopontren hingga tembus ke internasional.

“Beliau ini dinilai sangat berjasa karena pernah merintis dan mendirikan Inkopontren pada tahun 1994 hingga sekarang, Inkopontren masih eksis. Bukan hanya dalam negeri, tapi juga di luar negeri,” kata dia saat diwawancarai, Sabtu (23/7).

Pria yang akrab disapa Sukri ini menilai, sosok ulama seperti Kiai Marsudi ini sangatlah langka. Apalagi, Sukri melihat bahwa Kiai Marsudi masih mau memberikan perhatian pada ekonomi umat.

Sehingga, kata dia, Kiai Marsudi mendapatkan penghargaan sebagai penggerak koperasi utama.

“Beliau memperoleh penghargaan Tokoh Penggerak Koperasi Utama, yaitu penghargaan tertinggi pribadi atau personal dari gerakan koperasi,” ungkapnya.

Kiai Marsudi yang juga Ketua Dewan Pertimbangan Inkopontren ini memang dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam merespons berbagai isu nasional hingga internasional.

Tidak hanya itu, Kiai Marsudi juga dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam bidang keulamaan dan bidang ekonomi umat.

Salah satu pembuktiannya dapat dilihat dari berdirinya Pesantren Ekonomi Darul Uchwah yang terletak di Jakarta Barat. Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Darul Uchwah, Kiai Marsudi menjadikan pesantren ini memiliki orientasi pada kewirausahaan.

Pesantren tersebut hingga kini telah memiliki beberapa cabang di berbagai daerah, di antaranya Bogor, Depok, Bekasi, Wonogiri, Tegal, Lampung, dan Palembang. (mui)

10 Makalah Terpilih Diseminarkan dalam Peringatan Milad MUI

JAKARTA(Jurnalislam.com)—Pleno Tim Makalah MUI Studies dalam rangka Milad ke-47 Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan 10 makalah terpilih yang akan diseminarkan pada rangkaian acara puncak Milad.
Dalam keterangan yang diterima MUIDigital, 10 makalah terpilih akan diseminarkan pada Selasa (26/7/2022) pukul 08.00-12.00 Wib bertempat di Golden Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta.

Menurut anggota Seksi Acara milad ke-47 MUI, Selvy Yuspitasari, seleksi dan seminar terhadap 10 makalah terpilih merupakan bagian dari acara untuk memeriahkan Milad yang ke-47 MUI.

Tujuannya adalah untuk mengajak generasi milenial menyuarakan kiprah dan peran MUI di masyarakat dalam memperkaya pemahaman, rasa memiliki serta menghargai perbedaan yang terjadi di lapangan.

 

“Hal inilah yang akan memperkaya pemahaman dan rasa memiliki serta menghargai perbedaan yang terjadi di lapangan,” kata dia ketika dikonfirmasi oleh MUIDigtal, Ahad (24/7/2022).

Dia pun menjelaskan, call papers ini juga tidak terlepas mendongkrak semangat dalam melakukan penelitian ilmiah yang bergerak dalam ruang lingkup ilmu pengtahuan dan teknologi (IPTEK) serta iman dan takwa (IMTAQ) secara integratif dan sistematis.

Berbeda dengan sosialisasi oleh komisi fatwa, Menurut Selvy, seminar pada makalah Milad ini lebih menekankan pada pembahasan secara luas terhadap ruang lingkup kafatwaan dan peran MUI dan tujuannya dalam merajut perbedaan dalam ukhuwah yang solid.

“Dalam komisi fatwa, lebih ditekankan pada pemahaman tentang fatwa dalam segala hal, namun dalam makalah milad ini, pembahasannya luas,” terangnya.
Berikut daftar 10 makalah terpilih:

  1. Meningkatkan Peran MUI Dalam Mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Ddemo Terbinanya Umat Yang Religius dan Intelek (Ahmad Musa Said, Pusat Riset Perikanan-Badan Riset dan Inovasi Nasional)
  2. MUI, Pengembangan Industri Halal dan Dukungan Terhadap Global Halal Hub 2024 (Dr. Sulistyowati, SE, M.Si, STIE Indonesia Banking School)
  3. Politik Islam, Pilar Demokrasi dan Instrumen Masyarakat Madani (Ramdhan Muhaimin, S.Sos, M.Soc.Sc, Universitas Al-Azhar Indonesia)
  4. Merawat Keberagaman Indonesia Menuju Representasi Wajah Islam Dunia (Holifurrahman, S.Sos.I, M.Pd, Al Wildan Boarding School)
  5. MUI Dari Masa ke Masa (Studi Analisis Fatwa Produk Halal) (Wahyu Hidayat, PTIQ Jakarta)
  6. Kiprah MUI Dalam Menjaga Iman dan Imun Umat Menuju Masyarakat Kuat: Upaya MUI Dalam Memberantas Covid 19 (Arif Rofiuddin, UIN Jakarta)
  7. Quo Vadis Peran MUI Dalam Membangun Harmoni Antariman Di Era Digital (Kurdi Fadal, IAIN Pekalongan)
  8. Membumikan Fatwa MUI: Upaya Memperteguh Ketahanan Nasional Dalam Bidang Kerohanian (Ahmad Baedowi, M.Si)
  9. Kapasitas MUI Dalam Menanggulangi Pelecehan Seksual Di Lingkungan Pesantren (Ilda Yulia Putri, UIN Jakarta)
  10. Komitmen Kebangsaan MUI Dalam Menguatkan Ketahanan Politik Di Indonesia (Inggar Saputra)

 

20.491 Jamaah Haji Sudah Tiba di Indonesia

JAKARTA(Jurnalislam.com)—– Operasional Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1443H/2022M, memasuki hari ke-49. Saat ini merupakan hari ke-7 proses pemulangan Jemaah Haji Indonesia yang diberangkatkan pada gelombang pertama.

“Hari ini, jemaah haji reguler yang telah tiba di tanah air sebanyak 20.491 orang dan Jemaah Haji Khusus sebanyak 3.193 orang,” kata Plh Biro Humas, Data dan Informasi, Wawan Djunaedi, saat Konferensi Pers di Media Centet Haji, Jakarta, Jum’at (22/7/2022).

“Sementara, jemaah gelombang dua yang telah berada di Madinah sebanyak 2 kloter dengan jumlah jemaah 783 orang,” sambung Wawan.

Wawan menyampaikan bahwa jemaah yang pulang ke tanah air pada hari ini sebanyak tujuh kloter menuju lima Debarkasi. Masing-masing satu kloter menuju Debarkasi Jakarta – Pondok Gede/JKG (393 orang), Medan/MES (391 orang) dan Surabaya/SUB (446 orang). Masing-masing dua kloter menuju Debarkasi Jakarta – Bekasi/JKS (819 orang) dan Solo/SOC (720 orang). “Total 2.769 jemaah,” jelasnya.

Wawan menambahkan, ada 106 jemaah sakit, terdiri atas: 29 orang dirawat di RS Arab Saudi, dan 77 lainnya dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.

Sementara jemaah wafat bertambah 2 orang atas nama Mus Ribut Untung, perempuan, 56 tahun, Nomor Paspor C64 72 520, kloter SOC 34, asal Embarkasi Solo, dan Muhamad Ismail Muhamad Musafak, laki-laki, 53 tahun, Nomor Paspor C71 71 743, kloter SOC 08, asal Embarkasi Solo.

“Sehingga jumah jemaah wafat sampai hari ini sebanyak 66 orang,” tandas Wawan.

Hadapi Era Industri 4.0, PTKI Harus Kreatif

LAMPUNG(Jurnalislam.com)— Masyarakat masa kini menghadapi tantangan era indutsri 4.0. Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) diingatkan bahwa perannya bukan mencetak manusia robot, tetapi manusia yang memiliki kapasitas inventor, creator dan innovator, melalui suasana akademik yang unggul.

Pesan ini dikatakan Kasubdit Ketenagaan, Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Ruchman Basori saat memberikan Kuliah Perdana pada Institut Agama Islam (IAI) An Nur Lampung Tahun Akademik 2022/2023 di Lampung, Minggu (24/7/2022).

Kendatipun di era teknologi yang sangat maju, peran manusia masih sangat penting. “Kyai, Dosen, ustadz dan guru memegang peranan penting dalam membentuk karakter dan moral sebagai fungsi transfer of value,” terang Ruchman.

 

Mantan Aktivis 1998 ini menegaskan profil lulusan PTKI, bukan manusia yang berada di menara gading tetapi mereka yang mau turun memahami dan mengatasi problem-problem kemayarakatan.
Menyinggung masalah prestasi akademik, Ruchman mengatakan bahwa mahasiswa yang sukses adalah yang mampu mengaktualisasikan tiga kecerdasan, yaitu Intelectual Quotion (IQ), Emotional Quotion (EQ), Spiritual Quotion (SQ). “Kecerdasan Emosional menyumbang 80% keberhasilan seseorang, sementara kecerdasan intelektual hanya 20%,” terang Ruchman menyitir Daniel Goleman.

Ruchman juga berpesan kepada 700 mahasiswa S1 dan S2 yang hadir dalam kuliah umum perdana IAI An-Nur Lampung untuk tidak lupa membekali kompetensi di era industri 4.0, yaitu kemampuan memecahkan masalah (problem solving), beradaptasi (adaptability), kolaborasi (collaboration), kepemimpinan (leadership), dan kreatifitas dan inovasi (creativity and innovation).

 

Rektor IAI An-Nur, Andi Warisno, mengatakan bahwa IAI An Nur sangat menjaga mutu dan kualitas terutama dalam kegiatan perkuliahan. “Secara kuantitatif dan kualitatif kewajiban perkuliahan harus dipenuhi mahasiswa dan dosen dan itu tidak bisa ditawar-tawar lagi,” katanya.

Andi juga menyampaikan keinginannya agar IAI An Nur dalam waktu yang tidak terlalu lama akan berubah status menjadi Universitas Islam An Nur (UNISAN) dan tetap di bawah binaan Kementerian Agama RI.

Andi meminta kepada mahasiswa untuk terus belajar dan belajar untuk mengembangkan diri, karena kampusnya telah secara serius memberikan fasilitas dengan biaya yang sangat terjangkau.

Tahun Akademik 2022/2022 IAI An Nur Lampung merekrut 3.000-an mahasiswa. Mereka tersebar di 3 fakultas, yaitu: Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, serta Fakultas Syariah. IAI An Nur juga membuka Program Pascasarjana.
Turut hadir dalam Kuliah Perdana, Sekretaris Kopertais 15 Lampung, Sya’adi, perwakilan PPNPM Ditjen Pendidikan Islam Alip Nuryanto, Wakil Rektor I, II dan III, para Dekan dan sejumlah professor, yaitu Prof. M. Afif Anshori, M.Ag, Prof. Dr. H. Damroh Khoir, MA, Prof. Dr. H. Achmad Asrori, MA, Prof. Dr. H. Sulthon Syahril, MA, Prof. Dr. H. Muhammad Nasir, MSI, dan Prof. Dr. H. Muhammad Nasor, MSI.

 

Kemenag – LPDP Siapkan Beasiswa untuk 10 Ribu Guru

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kementerian Agama bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan menyiapkan dana penyelenggaraan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam Jabatan Tahun 2022. Sekretaris Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Rohmat Mulyana Sapdi menyampaikan bahwa program ini bagian dari upaya Kemenag meningkatkan kualifikasi dan kompetensi guru binaan Kementerian Agama.

Skema ini merupakan salah satu dari 10 program beasiswa, baik degree programs maupun non-degree programs,  yang ditawarkan oleh Kemenag-LPDP. “Kemenag-LPDP akan memberikan kuota beasiswa Pendidikan Profesi Guru bagi 10.000 guru binaan Kementerian Agama yang tersebar di Ditjen Pendidikan Islam, Ditjen Bimas Kristen, Ditjen Bimas Katolik, Ditjen Bimas Hindu, dan Ditjen Bimas Budha,” tegas pria yang akrab disapa Rohmat di Yogyakarta, Jumat (22/7/2022).

“Oleh karena itu kesempatan ini mohon agar dimanfaatkan semaksimal mungkin,” sambungnya.

Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Madrasah, Muhammad Zain menambahkan, skema pembiayaan PPG Dalam Jabatan yang ditawarkan oleh Kemenag-LPDP merupakan upaya untuk mempersiapkan sumber daya manusia unggul melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia, terutama guru madrasah, dan guru binaan Kementerian Agama RI.

“Anggaran yang didanai oleh LPDP ini harapannya dapat mempercepat skema penyelesaian sertifikasi guru binaan Kementerian Agama. Di Direktorat GTK Madrasah Ditjen Pendidikan Islam sendiri saat ini masih ada sekitar 420.000 guru yang belum disertifikasi,” imbuh Zain.

Zain menambahkan bahwa pihaknya akan segera melaksanakan seleksi akademik/pre test bagi guru madrasah yang hendak mengikuti PPG dalam Jabatan. “Kami akan segera merilis Surat Edaran terkait dengan pelaksanaan seleksi akademik PPG bagi Guru Madrasah. Insya Allah akan kami laksanakan di bulan Agustus,” ungkap Zain.

“Oleh karena itu bagi guru madrasah yang ingin mengikuti PPG agar dapat mempersiapkan diri dengan baik,” tegasnya

Sekretaris Panitia Nasional PPG Kementerian Agama, Mustofa Fahmi menambahkan bahwa timeline pelaksanaan PPG dalam Jabatan Angkatan ke-3 (tiga) dengan skema pembiayaan yang bersumber dari dana LPDP telah disosialisasikan awal kepada Tim Panita Nasional PPG Kementerian Agama dan LPTK PTKIN penyelenggara PPG Dalam Jabatan. “Pendalaman materi akan dimulai pada 18 Agustus. Oleh karena itu, kita akan segera melaksanakan seleksi akademik di awal agustus dalam rangka mempersiapkan mahasiswa PPG di batch ke-3 (tiga) tersebut,” ungkap Fahmi.

Fahmi juga optimis bahwa skema pembiayaan PPG yang bersumber dari LPDP dapat mengakselerasi penyelesaian sertifikasi guru. “Dengan adanya dukungan dari LPDP, maka panjangnya antrian PPG guru madrasah mampu diakselerasi menjadi lebih cepat skema penyelesaian sertifikasinya. Saya berharap semua stakeholder penyelenggara PPG terutama LPTK menyiapkan perangkat SDM, akademik, maupun infrastrukturnya secara maksimal untuk mensukseskan kerjasama antara Kemenag-LPDP ini.” pungkasnya.

 

BPJPH Rencanakan Asesmen Lembaga Halal Luar Negeri

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) berencana untuk melakukan asesmen Lembaga Halal Luar Negeri (LHLN) di Republik Chile, sebelum pertemuan puncak G20, yaitu sebelum November 2022.

Kesediaan ini diungkapkan Kepala BPJPH Muhammad Aqil Irham saat menerima Duta Besar Republik Chile untuk Indonesia Gustavo Ayares Ossandon, di Kantor BPJPH, Pinang Ranti, Jakarta.

“Kami akan susun jadwal untuk melakukan asesmen ke Chile. Kalau bisa, sebelum G20. Artinya sebelum November 2020. Tentunya setelah LHLN asal Chile melengkapi dokumen-dokumen yang dipersyaratkan,” kata Aqil, Jumat (22/7/2022).

“Kami berharap ketika berkunjung ke Chile bisa bertemu juga dengan para pengusaha Chile & privat sektor lainnya untuk dapat menyosialisasikan kebijakan & regulasi jaminan produk halal Indonesia,” imbuhnya.

Rencana ini disambut baik Dubes Gustavo Ayares Ossandon. Ini sesuai harapan Republik Chile, menindaklanjuti kesepakatan (MOU) jaminan produk halal yang telah ditandatangani dua negara pada November 2020. Selain itu, Chile merupakan negara pertama yang melakukan penandatanganan MoU dengan BPJPH.

“Kita sudah menandatangani MOU terkait jaminan produk halal pada November 2020. Saya berharap kita dapat melangkah maju lagi dalam kerja sama ini, yakni terkait dengan MRA Lembaga Halal Luar Negeri,” ungkap Dubes Gustavo Ayares.

Menurut Gustavo, Republik Chile memberikan perhatian besar terhadap kerjasama jaminan produk halal. “Rencananya, Presiden Republik Chile akan bertemu dengan Presiden Jokowi di Bangkok pada akhir November 2022. Salah satu yang akan dibahas juga terkait dengan halal,” ungkap Gustavo.

“Kami berharap kita sudah membuat langkah maju sebelum itu,” sambungnya.

Sementara Koordinator Bidang Kerjasama Jaminan Produk Halal Fertiana Santy yang turut mendampingi Kepala BPJPH mengungkapkan saat ini sudah ada dua LHLN Chile yang mengajukan akreditasi. Dua lembaga tersebut adalah Centro Islamico de Chile (CICH) dan  Halal Certification Center of Chile.

“Namun sayangnya, kami tidak bisa melanjutkan proses untuk keduanya, karena masih ada dokumen-dokumen yang belum dilengkapi,” ujar Santy.

Karenanya, BPJPH berharap, Kedubes Republik Chile dapat membantu mengingatkan kedua lembaga tersebut untuk segera melengkapi dokumen yang dibutuhkan. “Kami sudah mengirimkan pengembalian dokumen sejak Mei 2022. Namun hampir tiga bulan belum ada progresnya. Kami berharap Kedubes bisa bantu mengingatkan & mendorong LHLN tersebut,” tutur Santy.

Menanggapi hal tersebut Dubes Gustavo berjanji akan menindaklanjutinya. “Kami berterima kasih atas informasi ini. Kami akan segera menindaklanjutinya dan mengingatkan lembaga terkait,” janji Gustavo.

MoU Indonesia dan Chile terkait jaminan produk halal berlaku selama lima tahun, dimulai sejak 2020. Di dalamnya terdapat empat cakupan kesepakatan.

Pertama, saling memperkuat pengetahuan tentang jaminan kualitas produk halal, khususnya dalam bidang teknologi, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta penelitian dan pengembangan.

Kedua, penilaian kesesuaian proses penjaminan mutu halal melalui saling pengakuan dan saling menerima hasil.

Ketiga, saling pengakuan sertifikat halal yang diterbitkan oleh badan akreditasi halal yang diakui oleh masing-masing negara.

Keempat, promosi dan penyebaran informasi akreditasi halal, penilaian kesesuaian, informasi komersial, dan bidang kepentingan bersama lainnya yang melibatkan masing-masing badan pemerintah, badan usaha publik, dan swasta.

Setengah Abad Perjalanan Politik Jihad

Oleh: Rulian Haryadi, Founder Boomboxzine

Lima puluh tahun yang lalu bergumul ide tentang pengambil alihan rezim lokal dan mengekspor pemikiran ke berbagai negeri yang mayoritas Muslim. Dari timur hingga barat politik jihad mencoba mengambil alih kekuasaan dan yang terjadi pada 1979 tiga peristiwa besar muncul. Juhaiman al-Utaibi merapatkan barisannya mengepung Ka’bah, persatuan perlawanan untuk memulai jihad setelah resmi invasi Soviet, dan jatuhnya rezim Persia oleh rakyatnya yang jengah dengan despotnya shah Pavlavi.

 

Menginjak era 90-an dengan ditandainya peristiwa besar dunia seperti keruntuhan tembok Berlin, jatuhnya Soviet, dan kemenangan Mujahidin di Afghanistan menjadi inspirasi tersendiri bergolaknya ide politik jihad. Ide ini bertransformasi setelah sepuluh tahun para mujahidin berkumpul dari berbagai wilayah menuju Afghanistan. Beberapa aktor penting di era itu mulai dari Kamaluddin as-Sanuari (adik ipar Sayyid Quthb), Abdullah Azzam, Ayman al-Zawahiri, sampai Osama bin Laden turut mempertegas gagasan politik jihad sebagai warna yang eksentrik daripada gerakan Islam yang politik praktis, perebutan ekonomi atau dakwah akar rumput.

 

Pada masa pertengahan 90-an bermunculan pula kasus-kasus seperti Bosnia, Aljazair dan Chechnya. Hal ini melegitimasi perlunya jihad global sebagai perlawanan alamiyah bagi para tiran (thagut) berhenti memangku kekuasaan. Hal ini tidak main-main pengiriman mujahiddin ke daerah konflik dan pembentukan agency dakwah dan jihad di Iraq oleh al-Qaidah. Pola ini terus bergulir sampai datandainya peristiwa 9/11 pada 2001 hingga Barat dengan tegas mengafirmasi tawaran pemikiran geopolitik dari Samuel Huntington dalam “The Clash of Civilization.”

 

Berjalannya waktu ide tentang jihad global ala al-Qaida menemui stagnasi di beberapa wilayah seperti Somalia, Mali, dan Yaman. Hadirnya peristiwa revolusi Arab menyapu tawaran jihad global meskipun hal itu harap di tunggangi oleh para jihadis seperti gagasan Abdullah bin Muhammad tentang “Strategi Dua Lengan” yaitu mengarahkan kobaran revolusi Syam dan Yaman. Ide penyatuan secara global yang terburu-buru dan sikap Barat yang masih mengendali kuat di berbagai negeri Muslim menjadikan keroposnya gagasan tersebut. Hadirnya ISIS dengan otomatis memperjelas terlalu dipaksakannya ide penyatuan global yang masih prematur revolusinya.

 

Ide politik jihad semakin tergesar dengan bermunculannya para mujahidin yang mampu kooptasi wacana politik global. Mengambil simpati negara kafir dan menakan rezim dan pendukungnya untuk melepas digdayanya. Taliban menjadi kelompok yang berhasil menyabet keberhasilan pada 2021. Hal itu juga yang terasa oleh Hayat Tahrir asy-Syam (HTS) di Suriah yang mampu bertahan dari serbuan rezim Assad dan menyeret Turki untuk membantu mujahidin.

 

Pola politik jihad yang sekarang bisa kita gambarkan seperti apa yang di istilahkan oleh Abu Qatadah al-Filisitini sebagai “Jihadul Ummah.” Sebuah pandangan untuk merebut sebanyak mungkin potensi umat dan memfokuskan diri pada penerapan syariat Islam dalam batas yang terkecil dahulu sehingga pintu jihad terbuka masyarakat/umat bisa sukarela menopang perjuangan. Abdul Rahum Atun juga menegaskan konsep Jihadul Ummah dalam seminarnya di Idlib, Suriah pasca kemenangan Taliban dengan judul “al-Jihad wal Qowamah fii ‘Alami al-Islami Taliban Namudzaj.” Poin dalam seminar itu menegaskan pentingnya berdiplomatik dengan canggih.

 

Ketika Taliban kembali memerintah, spekulasi atas kebijakan politik luar negeri di khawatirkan menyerang negara-negara tetangga dan memfasilitasi kesuburan para martir. Namun yang terjadi Taliban mempromosikan tentang keamanan, kebebasan berpendapat, dan hak perempuan. Ia memfokuskan distribusi keadilan dengan kerangka syariat Islam dengan cita-cita menjadi negara kuat. Begitupun HTS yang tengah mengambil momen dengan konflik Rusia-Ukraina untuk mengambil simpati masyarakat melihat kepemimpinan yang di tawarkan oleh HTS.

 

 

Referensi:

 

Kompetensi Film Pendek Islam Hasilkan Karya Baik untuk Milenial

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan menyampaikan syiar Islam lewat media film adalah cara yang tidak biasa, namun bisa menyentuh dan mengena kepada penontonnya.

Hal ini disampaikan Menag saat menghadiri malam Penganugerahan Kompetisi Film Pendek Islami (KFPi) Tahun 2022 yang dihelat Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama. Kompetisi Film Pendek Islami (KFPi) Tahun 2022 mengusung tema ‘Ku Syiar Islam Dengan Cara Ku’.

“Lewat film, dakwah dan syiar agama lebih mengena dan menyentuh pada generasi milienial. Saya kira KFPI ini luar biasa dan ini menunjukkan bakat-bakat sineas muda kita banyak sekali. Apalagi untuk kompetisi sekelas yang diadakan oleh Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama saja pesertanya lebih dari 1.000,”  kata Menag, di Jakarta, Jumat (22/7/2022) malam.

“Sekali lagi ini potensi yang luar biasa dan bisa menjadi media dakwah yang non konvensional. Jadi film ini akan lebih menarik bagi generasi milienial yang populasinya sangat besar. Saya rasa mereka perlu disentuh dengan sentuhan yang berbeda agar nilai-nilai keagamaan Islam itu bisa mengena dan diperoleh generasi milienial sesuai dengan dunianya,” sambung Menag yang malam itu didapuk menyerahkan penghargaan juara I kepada pemenang KFPi 2022.

Hadir di malam puncak Kompetisi Film Pendek Islami (KFPi) Tahun 2022, Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Tokoh Perfilman Nasional sekaligus Ketua Dewan Juri Nasional Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI), Christine Hakim, para pejabat Ditjen Bimas Islam, perwakilan Kanwil Kemenag se Indonesia serta sineas muda.

 

Menag pun setuju dengan harapan yang disampaikan Cristine Hakim agar film-film yang masuk di ajang KFPi dapat ditayangkan di lembaga pendidikan binaan Kementerian Agama. “Distribusi film ini nantinya akan bersinergi dengan Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama. Tahun depan, saya minta Ditjen Bimas Islam membuat festival ini lebih besar lagi, kalau perlu festival film Islam internasional. Sebagai masyarakat dengan jumlah umat Islam terbesar dunia, kita harus mampu membawa peradaban Islam, salah satunya lewat syiar dalam film,” tandas pria yang akrab disapa Gus Yaqut ini.

Sementara itu, Ketua Dewan Juri Nasional Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI), Christine Hakim mengapresiasi helat KFPI 2022 yang digelar Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama. Menurutnya, Kementerian Agama menjadikan media film ini menjadi syiar dan memotivasi anak muda untuk selalu berbuat kebaikan.

“Ini sesuatu yang luar biasa dan sangat menyenangkan. Bukan sekedar film namun menyambung silaturahmi dan saya bangga menjadi bagian dari Kementerian Agama,” ujarnya.

“Sebagai Ketua Dewan Juri, saya menaruh harapan agar film-film yang masuk dalam KFPI 2022 ini dapat disosialisasikan di sekolah-sekolah di bawah Kementerian Agama. Ini bukan sekadar film melainkan penyambung silaturahmi sebangsa dan se tanah air serta memperkuat semangat persaudaraan. Film-film ini juga banyak nilai positifnya,” sambungnya.

Kepada pemenang, Cristine Hakim mengucapkan selamat. Dan bagi yang belum mendapatkan kesempatan, hal itu bukanlah kekalahan melainkan kemenangan yang tertunda.

Berikut pemenang Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI) Tahun 2022

Film Terbaik

1. Juara I dengan judul film Seberkas Cinta Dari Dita (Daerah Istimewa Yogyakarta dan mendapat hadiah 50 juta
2. Juara II dengan judul film Doa Yang Tersirat (Sulawesi Tenggara) dan mendapat hadiah 30 juta
3.Juara III dengan judul film Penghulu di Hulu Sungai (Kalimantan Utara) dan mendapat 20 juta

Juara Harapan

1. Harapan I dengan judul film Piwulang (Jawa Tengah) dan mendapat hadiah 17,5 juta
2. Harapan II dengan judul film Pejuang Surga (Lampung) dan mendapat hadiah 15 juta
3. Harapan III dengan judul film Aldy (Aceh) dan mendapat 10 juta

Turut menyerahkan hadiah kepada pemenang Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin, Direktur Penerangan Agama Islam Syamsul Bahri dan Ketua Dewan Juri Nasional Kompetisi Film Pendek Islami (KFPI), Christine Hakim.

MER-C kirimkan Tim Bedah bantu Rehabilitasi Korban Gempa Afghanistan

AFGANISTAN(Jurnalislam.com)–MER-C (Medical Emergency Rescue Committee) Indonesia mengirimkan Tim Medis ke Afghanistan, menyusul bencana gempa bumi dahsyat yang melanda negara ini akhir Juni lalu. Tim yang dikirimkan merupakan Tim Bedah yang terdiri dari relawan Dokter Spesialis Bedah Orthopaedi dan Traumatologi, Dokter Spesialis Anestesi dan Perawat Kamar Bedah. Tim dipimpin oleh Dr. Zecky Eko Triwahyudi, SpOT., MARS dengan anggota tim Dr. Guntur Utama Putera, SpOT, Dr. Wahyu Bimantoro, SpAn dan Ebo Subaha, S.Kep.

Bertolak dari Jakarta menuju Dubai pada hari Kamis/14 Juli 2022, Tim MER-C untuk rehabilitasi korban gempa Afghanistan tiba di Kabul, Ibukota Afghanistan pada hari Jum’at pagi/15 Juli 2022.

Setibanya di ibukota negara yang saat ini berada di bawah kepemimpinan Taliban, Tim langsung berkoordinasi dengan Perwakilan Republik Indonesia di Kabul dan Kementerian Kesehatan Publik Afghanistan.

Dalam waktu berdekatan, Afghanistan mengalami dua bencana alam besar. Di akhir bulan Juni mengalami Gempa Bumi di daerah Afghanistan Timur, kemudian pada awal Juli mengalami banjir bandang di daerah Afghanistan Tengah dan Timur.

Hal ini menyebabkan Afghanistan menghadapi bencana ganda. Di kala negara tersebut tengah memerangi krisis kemanusiaan dan krisis ekonomi pasca Taliban mengambil alih kekuasaan pada tahun lalu yang diikuti pembekuan asetnya oleh asing/barat, serta belum adanya pengakuan resmi (de yure) terhadap otoritas Taliban di Afghanistan dari UN dan negara-negara di dunia. Bencana ini semakin memperparah kondisi negara yang sebelumnya selama hampir 40 tahun hidup di tengah perang berkepanjangan. Pembekuan asset menyebabkan Afghanistan sangat bergantung dari bantuan asing dan NGO dalam pelayanan publiknya.

Berdasarkan laporan Tim, situasi di Kota Kabul cukup kondusif meski dalam 11 bulan pemerintahan otoritas Taliban sejumlah fasilitas publik tampak masih dijaga ketat oleh militer.

Ketua Tim Bedah MER-C untuk Afghanistan, dr. Zecky Eko Triwahyudi mengatakan Timnya telah berkoordinasi dengan Pusat Pendidikan Orthopaedi dan Pusat Rujukan Orthopaedi di RS Nasional Wazir Mohammad Akbar Khan Afghanistan, dengan Prof. Emal Wardak selaku Kepala Depatemen Orthopaedi dan Traumatologi yang juga menangani korban gempa.

“Sambutan hangat dari para dokter dan petugas RS terhadap kehadiran Tim Bedah MER-C. Bahkan Tim bergabung untuk turut serta melakukan operasi kasus-kasus neglected trauma di RS tersebut,” ujar Zecky.

Ia juga menambahkan bahwa pihak-pihak yang ditemui MER-C di Afghanistan berharap kerjasama dengan MER-C bisa berjalan untuk jangka panjang termasuk untuk memberikan pendidikan ( training) pada tenaga medis dalam bidang pelayanan publik karena mereka sangat membutuhkan sharing ilmu terkait pelatihan peningkatan skills dan sistem pelayanan publik yang lebih baik, termasuk fellowship program untuk meningkatkan keilmuan para tenaga medis dan pelatihan dalam bidang kebencanaan ( disaster preparedness / mass casualty management ).

“Beberapa sharing ilmu sudah mulai kami lakukan, seperti relawan Dokter Spesialis Anestesi kami melakukan sharing keilmuan terkait USG guided nerve block kepada Dokter-dokter Anestesi di ruang operasi RS Wazir Mohammad Akbar Khan,” lanjutnya.

Dalam rangka capacity building, hari Sabtu besok/23 Juli 2022, Tim MER-C juga akan memberikan pelatihan Basic Orthopaedic Operation Preparation dan pemberian ilmu-ilmu dasar kamar operasi bagi staff perawat ruang operasi RS Wazir Mohammad Akbar Khan National Hospital.

Melihat keterbatasan peralatan yang ada khususnya di ruang operasi RS Wazir Mohamad Akbar Khan National Hospital Afghanistan, Tim MER-C akan menyumbangkan set alat-alat orthopaedi dan implant. Tim juga telah menyumbangkan alat USG portable untuk anestesi blok demi melengkapi pelayanan di ruang operasi RS ini. Sementara itu, bantuan obat-obatan yang dibawa akan diserahkan oleh Tim untuk nantinya akan didistribusikan ke lokasi klinik yang paling membutuhkan di Afghanistan.

Assessment Tim Bedah MER-C juga mencatat beberapa hal yang terjadi pasca bencana dan harus segera mendapatkan pemecahannya di bidang medis, yaitu malnutrisi anak dan depresi kronik yang diderita warga Afghanistan di seluruh wilayah Afghanistan, kemudian air bersih, tempat tinggal dan ancaman kolera serta infeksi virus pasca bencana alam di area terdampak.

Tim Bedah MER-C dijadwalkan akan bertugas selama dua pekan. Ini adalah kunjungan MER-C ke-4 ke Afghanistan, sebelumnya pada tahun 2001 dan 2002 (sekitar 20 tahun lalu), kemudian pada Maret 2022 dan Juli 2022.

Terlepas dari situasi politik dan belum diakuinya pemerintahan Taliban di Afghanistan oleh dunia Internasional, namun krisis kemanusiaan yang dihadapi masyarakat Afghanistan sangat nyata dan membutuhkan perhatian serta bantuan dari masyarakat Internasional.

Untuk itu, MER-C berharap dukungan dari masyarakat Indonesia agar bisa menjalankan program bantuan jangka panjang seperti yang diharapkan rakyat Afghanistan khususnya dalam bidang medis. Kami juga mengajak elemen bangsa lainnya untuk ikut terlibat membantu masyarakat Afghanistan bangkit dari krisis kemanusiaan ini.

NU dan Muhamamdiyah Diusulkan Raih Nobel Perdamaian

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Dirjen Bimas Islam Kamaruddin Amin mendukung NU dan Muhammadiyah mendapatkan nobel Perdamaian.

Menurut Kamaruddin Indonesia dikenal sebagai negara bangsa yang memiliki stabilitas sosial politik di tengah tingkat keragaman atau pluralitas yang sangat tinggi, itu tidak lepas dari kontribusi NU Muhammadiyah, tentu juga dengan ormas yg lain.

“Kontribusi NU Muhammadiyah dalam mewujudkan hormoni sosial di Indonesia sangat fundamental,”ujar dia, Jumat (22/7/2022).

Ormas sejenisnya yang begitu massif tidak ditemukan di negara manapun, Oleh karena itu. “Menurut saya, NU dan Muhammadiyah layak mendapatkan nobel itu,”pungkas dia.

Sebelumnya pada 2019, UGM dan didukung oleh Presiden Jose Ramos Horta mengusulkan agar Muhammadiyah dan NU meraih hadiah Nobel perdamaian.

Dukungan tersebut disampaikan ketia Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima kunjungan Presiden Republik Demokratis Timor Leste, Jose Ramos Horta, di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat (20/7/2022).

Presiden Ramos Horta datang bersama Menteri Luar Negeri Adaljiza Albertina Xavuer, Duta Besar Filomeno Aleixo, beserta perwakilan parlemen Timor Leste. Kunjungan ini disambut oleh Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Syafiq Mughni dan Muhadjir Effendy, serta Sekretaris Umum Abdul Mu’ti.

Sumber: republika.co.id