LAGHMAN (Jurnalislam.com) – Al-Emarah News, Kamis (22/09/2016), mengatakan 5 pasukan penjajah AS dan sejumlah pasukan boneka mereka tewas dalam upaya menerobos posisi mujahidin pada pertempuran mematikan di distrik Alingar provinsi Laghman timur tadi malam saat Taliban mempertahankan wilayahnya dengan kokoh.
Sedikitnya 5 penjajah Amerika dan sejumlah pasukan boneka lokal tewas dalam baku tembak sementara beberapa pasukan musuh lainnya juga terluka.
Seorang mujahidin juga memeluk kesyahidan dan tiga lainnya cedera.
Dalam laporan lain, seorang antek Arbaki (pasukan bayaran) ditembak dan tewas dalam serangan penembak jitu di distrik Alingar pada hari Rabu. Kalashnikov dan amunisi berhasil disita dari target.
Kemudian di Daikundi, para pejabat mengatakan serangan Mujahidin di markas polisi Gizab dan pos-pos sekitarnya masih berlangsung sejak pagi hari. Sejauh ini 9 pos pemeriksaan telah dikuasai, membunuh dan melukai beberapa orang bersenjata di dalam pos dan memaksa sisanya melarikan diri dengan meninggalkan 5 mayat di tengah pertempuran.
Menurut rincian sebanyak 21 personil musuh telah menyerahkan diri membawa senjata mereka kepada Imarah Islam Mujahidin.
GARUT (Jurnalislam.com) – Pasca banjir bandang yang menimpa warga di bantaran Sungai Cimanuk, Garut, Rabu (21/9/2016) lalu, sore tadi, Kamis (22/9/2016) warga bersama para relawan bahu-membahu membersihkan lumpur yang menggenangi rumah-rumah mereka.
Air yang ditaksir setinggi 4-5 meter itu menyapu rumah-rumah di bantaran sungai dan menyisakan lumpur dan material lainnya. Sebagian warga juga mengungsi ke masjid dan mushola setempat, sementara para relawan yang datang dari berbagai daerah berlalu lalang membantu warga.
Warga Kampung Mulyasari RW 15 Komplek Terminal Guntur menuturkan, mereka membutuhkan lebih banyak pompa air untuk membersihkan lumpur.
“Kami butuh pompa air yang lebih besar pak untuk menggunakan air Cimanuk, karena sekarang kami mengambil air dari sumur untuk membersihkan lumpur, tapi kan itu terbatas,” terang seorang warga kepada Jurniscom.
Lokasi yang sulit diakses, membuat warga bersama relawan harus membersihkan lumpur dengan alat seadanya. Mobil-mobil damkar pun tak bisa berbuat banyak, hanya terlihat berjejer di depan RS Dr Slamet yang juga menjadi korban sapuan banjir yang disebut-sebut sebagai banjir terparah yang melanda Kota Intan itu.
Bahkan di Kampung Lapang Paris di sekitaran RS Dr Slamet, akses hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki karena ketinggian lumpur mencapai satu meter lebih. Selain itu, di kampung ini juga aliran listrik terputus.
“Masih ada kampung yang minim bantuan, karena kesananya kita harus jalan kaki melewati lumpur segini (menunjukan tangan ke arah perut),” terang Tedi, salah seorang relawan asal Garut.
“Tapi kami sudah dari sana tadi dan alhamdulillah sudah membuka posko,” tambah Tedi.
Sementara itu, aktivitas di RS Dr Slamet sudah kembali normal namun lalu lintas di Jalan Rumah Sakit masih padat. Volume air di sungai Cimanuk sendiri saat ini sudah surut namun alirannya masih deras. Hingga petang tadi, hujan masih mengguyur kota Garut.
JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dalam rangka memperingati perayaan Hari Perdamaian Internasional (International Day of Peace), Koordinator Gerakan Mahasiswa Indonesia Peduli Patani (GEMPITA), Aiman bin Ahmad menegaskan posisi bangsa Patani hingga saat ini masih jauh dari kata perdamaian.
“Oleh karena berbagai perundingan belum menemukan persetujuan dari pihak terkait, berbagai peristiwa konflik yang terjadi di Patani (Selatan Thailand) sampai saat ini dan semakin meningkat,” ujar Aiman dalam pers rilisnya pada Kamis, (22/09/2016).
Meningkatnya kekerasan konflik di Patani (Selatan Thailand) saat ini bukan lagi hal yang baru, konflik kekerasan telah berlangsung bertahun-tahun.
Gempita peringati Hari Perdamaian Internasional
“Masyarakat Patani (Selatan Thailand) sering dilukai, ditangkap, dipenjara dan dibunuh dengan tidak perikemanusian, perikeadilan dan melanggar dengan Hak Asasi Manusia (HAM),” ungkapnya.
Salah satu konflik yang membekas di hati rakyat Patani (Selatan Thailand) yaitu tragedi peristiwa Tak Bai (25/10/2004), dimana puluhan jiwa melayang dan menambah jumlah janda dan anak yatim piatu. Ironisnya, pemerintah dan militer Thailand tidak ingin bertanggung jawab atas tragedi peristiwa Tak Baik tersebut.
“Perlakuan yang tidak perikemanuisaan, perikeadilan dan melanggar dengan Hak Asasi Manusia (HAM) ini membuat rasa hilang kepercayaan rakyat Patani (Selatan Thailand) terhadap pemerintah Thailand,” tambah Aiman.
Sampai saat ini, masyarakat Patani (Selatan Thailand) tetap memperjuangkan hak-hak mereka, bersabar dengan situasi terjadi dan tantangan yang amat pedih. Harapan masyarakat Patani untuk meraih perdamaian, akan tetap menjadi cita-cita besar masyarakat Patani dalam kehidupan berbangsa di dunia internasional.
Sebagaimana diketahui, Hari Perdamaian Internasional (International Day of Peace), terkadang secara tidak resmi ada yang menyebutnya Hari Perdamaian Dunia (World Peace Day), diperingati setiap tahun pada tanggal 21 September.
Peringatan ini didedikasikan demi perdamaian dunia, dan secara khusus demi berakhirnya perang dan kekerasan, misalnya yang mungkin disebabkan oleh suatu gencatan senjata sementara di zona pertempuran untuk akses bantuan kemanusiaan.
Untuk membuka hari peringatan ini, Lonceng Perdamaian PBB dibunyikan di Markas Besar PBB di (Kota New York). Lonceng tersebut dibuat dari koin-koin yang disumbangkan oleh anak-anak dari seluruh benua selain Afrika, dan merupakan hadiah dari Asosiasi Perserikatan Bangsa-Bangsa dari Jepang, sebagai “suatu pengingat atas korban manusia akibat peperangan”, pada salah satu sisinya tertulis “Long Live Absolute World Peace” (Panjang umur perdamaian dunia sepenuhnya).
Hari Perdamaian Internasional pertama kali diperingati tahun 1982, dan dipertahankan oleh banyak negara, kelompok politik, militer, dan masyarakat.
SURIAH (Jurnalislam.com) – Faksi mujahidin Suriah yang beroperasi di pedesaan utara Hama kembali menuai kemenangan dengan merebut beberapa desa dari cengkeraman pasukan rezim Assad setelah pertempuran sengit yang berlangsung selama beberapa jam, ElDorar AlShamia melaporkan Rabu (21/09/2016).
sumber media melaporkan, faksi mujahidin menguasai penuh desa Alexandria, selain wilayah pabrik setelah dikontrol oleh pasukan rezim Assad selama beberapa jam dengan dukungan dari serangan udara Rusia.
Sumber-sumber juga mengatakan bahwa sebuah tank dan dua kendaraan lapis baja lainnya hancur selama pertempuran yang berlangsung di garis depan Ma’ardes dan desa Alexandria serta merebut sejumlah besar senjata dan amunisi.
Pasukan Nushairiyah Assad dan didukung milisi Syiah Internasional berikut dukungan serangan udara Rusia telah berusaha untuk mendapatkan kembali daerah yang telah didominasi sebelumnya oleh faksi-faksi perlawanan di pedesaan utara Hama.
NIGERIA (Jurnalislam.com) – Negara Bagian Lagos di Nigeria menantang putusan pengadilan banding yang melegalkan pemakaian jilbab Muslim di sekolah-sekolah, meskipun jutaan anak-anak berbondong-bondong kembali ke kelas mereka setelah liburan musim panas.
Tajudeen Balogun, salah satu pengacara untuk siswa Muslim, mengatakan kepada Anadolu Agency, dalam sebuah wawancara telepon pada hari Selasa (20/09/2016) bahwa Lagos mengajukan banding pada 16 September tetapi menambahkan bahwa langkah tersebut tidak berarti siswa Muslim tidak bisa memakai penutup kepala mereka.
“Sebelum permohonan tersebut didengar dan dikabulkan, posisi hukum saat ini adalah jilbab halal di sekolah-sekolah di seluruh Lagos,” menurut pengacara itu.
Jaksa agung Lagos Mosediq Adeniji Kazim tidak menanggapi permintaan Anadolu Agency untuk memberikan komentar. Pemerintah juga menolak untuk berbicara secara terbuka mengenai banding tersebut.
Pengadilan Tinggi Nigeria pada 21 Juli membalikkan keputusan sebelumnya oleh pengadilan yang lebih rendah yang mengizinkan keputusan pemerintah negara bagian untuk melarang pemakaian jilbab Muslim di lingkungan sekolah.
Menurut pengadilan banding, larangan tersebut melanggar hak umat Islam untuk kebebasan beragama dan beribadah.
Pemerintah mengklaim jika beberapa murid diizinkan untuk memakai jilbab akan mengubah keseragaman di sekolah-sekolah. Argumen tersebut ditolak pengadilan.
Saat mahasiswa kembali dari liburan panjang pekan ini, Komunitas Mahasiswa Muslim Nigeria (the Muslim Students’ Society of Nigeria-MSSN) meminta otoritas pendidikan dan guru untuk menghormati putusan pengadilan tentang penutup kepala.
“jika terjadi sebuah situasi di mana seorang pelaku atau guru terlihat menghukum, mengancam, menyerang atau melecehkan mahasiswa karena mengenakan jilbab, setelah pengadilan mengijinkannya, tidak hanya akan menghina pengadilan tetapi juga pengkhianatan terhadap literasi (keaksaraan), mengejek pendidikan dan penyalahgunaan penalaran,” kata Presiden MSSN Saheed Ashafa dalam sebuah pernyataan.
Asosiasi Guru Muslim Nigeria (The Muslim Teachers’ Association of Nigeria) mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Selasa bahwa beberapa pengaduan sudah dilaporkan tentang beberapa guru yang mengarahkan siswanya untuk melepas jilbab mereka.
“Beberapa kepala sekolah dan guru terlihat lucu. Mereka mencoba untuk menghentikan siswa mengenakan jilbab dengan alasan bahwa mereka belum menerima edaran. Apakah sekolah lebih superior dibanding keputusan pengadilan yang sah?” Kata asosiasi kepada Anadolu Agency dalam email.
RAQQA (Jurnalislam.com) – Bendera AS yang ditampilkan oleh PKK/PYD pada bangunan adat di Suriah utara selama hampir satu minggu memicu reaksi warga Suriah yang sebelumnya tinggal di daerah itu, Anadolu Agency Rabu (21/09/2016).
Ali Sultan adalah warga Suriah yang mengatakan ia harus melarikan diri dari distrik Tal Abyad di Governorat Raqqa di utara Suriah, dimana bendera AS dikibarkan, 18 bulan yang lalu karena PYD.
Dia sekarang tinggal di distrik perbatasan Akcakale, di di provinsi Sanliurfa tenggara, yang terletak sekitar 148 kilometer (hampir 92 mil) di utara Raqqa.
“PYD mencoba untuk memecah Suriah. Kami sebagai warga Suriah tidak ingin bendera AS bersama dengan PYD di wilayah kita [Suriah],” kata Sultan.
Warga Suriah lainnya, Havle Mushadene juga mengatakan bahwa mereka tidak ingin organisasi teror apapun di negara mereka dan mengecam bendera AS yang dikibarkan.
“Kami tidak ingin AS atau benderanya.”
Pada tanggal 15 September, PKK/PYD mengibarkan bendera AS pada fasilitas di distrik Tal Abyad di Raqqa. Pada tanggal 17 September, PKK/PYD menurunkan tiga bendera mereka kecuali yang dikibarkan di atas rumah adat.
Bendera di rumah adat tersebut dapat dilihat dari kabupaten perbatasan Akcakale di Provinsi Sanliurfa tenggara.
Pada 2 September, beberapa milisi ektremis PYD/PKK mengibarkan bendera Amerika di desa Rafe, di utara kota Manbij yang telah dibebaskan, 25 kilometer (15 mil) dari tepi barat sungai Efrat.
Menurut sumber pejuang oposisi anti Assad, bendera tersebut digunakan untuk mencegah serangan.
Dengan menampilkan bendera AS, mereka mengirimkan sinyal yang salah bahwa pasukan AS juga hadir, menurut sumber yang berbicara dengan syarat anonim karena khawatir atas keselamatan mereka.
KUNDUZ (Jurnalislam.com) – Di akhir hari Rabu, Mujahidin Imarah Islam (Taliban) memukul mundur pasukan boneka AS, ANA (Afghanistan National Army), dalam pertempuran sengit penyergapan Taliban di sekitar ibukota Kunduz, menewaskan satu pasukan boneka dan meninggalkan banyak lainnya terluka, sementara empat pasukan boneka tewas dan satu lainnya terluka dalam serangan bom di distrik Qala-i-Zal, Al Emarah News melaporkan, Rabu (21/09/2016).
Juga di hari Rabu, Taliban memaksa pasukan boneka termasuk sejumlah besar tank dan kendaraan untuk berhenti setelah melepaskan tembakan di distrik Dasht-i-Archi, menewaskan sedikitnya 6 pasukan boneka dan lebih dari 13 lainnya terluka daan menghancurkan 2 tank lapis baja.
Kemudian masih di hari Rabu, Taliban menewaskan lagi 8 pasukan boneka dari konvoi militer yang dipaksa berhenti di distrik Dasht-e-Archi, di mana dua mujahidin juga terluka.
Sebagai balasan, pasukan penjajah AS membom daerah tersebut, menargetkan rumah sakit dan sejumlah rumah milik warga sipil, kemungkinan menyebabkan korban berat bagi warga sipil.
Selain itu, pasukan penjajah gabungan AS dan pasukan boneka mereka dalam serangkaian agresi terbaru mereka menculik 23 warga sipil di distrik Archi Dashti provinsi Kunduz pada Selasa malam hingga Rabu pagi.
ANKARA (Jurnalislam.com) – Polisi menembak dan menahan seorang pria Turki yang membawa pisau yang mencoba memaksa masuk ke kedutaan besar Israel di ibukota Ankara, Turki, Aljazeera melaporkan Rabu (21/09/2016).
Pria, yang dipersenjatai dengan pisau 30 cm, berlari menuju kedutaan sambil meneriakkan slogan-slogan dan ditembak di kaki, kantor gubernur di Ankara mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Rabu.
Para pejabat mengatakan penyelidikan awal menunjukkan bahwa pria yang diidentifikasi sebagai Osman Nuri Caliskan, 41 tahun, dari pusat kota Anatolia di Konya, “tampaknya terganggu mentanyal” dan tidak ada catatan memiliki hubungan dengan kelompok yang terorganisir.
Kedutaan Israel di Ankara mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tersangka “mencoba untuk menusuk seorang polisi Turki” di depan kedutaan.
Televisi NTV Turki mengatakan karyawan kedutaan Israel berlindung di tempat penampungan saat kejadian.
Caliskan dibawa ke Rumah Sakit Pelatihan dan Penelitian Numune (Numune Training and Research Hospital), di Ankara, menurut Anadolu Agency yang dikelola negara Turki.
Jalan di sekitar kedutaan ditutup setelah insiden dan polisi spesialis dikirim ke tempat kejadian.
Harian Hurriyet melaporkan bahwa penyerang mengatakan kepada polisi yang menginterogasi dia di rumah sakit bahwa ia “melakukannya untuk menghentikan pertumpahan darah di Timur Tengah.”
Misi asing di Turki berada dalam keadaan siaga tinggi menyusul serentetan serangan di seluruh negara tahun ini yang disalahkan pada kelompok Islamic State (IS) dan separatis Kurdi.
Kedutaan Besar Inggris di Ankara ditutup dari hari Jumat atas kekhawatiran keamanan.
Tiga bulan lalu, Turki dan Israel menandatangani kesepakatan untuk memulihkan hubungan mereka yang memburuk setelah serangan tahun 2010 oleh pasukan komando zionis terhadap kapal bantuan Turki untuk Gaza yang menewaskan 10 orang Turki.
Berdasarkan kesepakatan itu, kedua negara memulai proses pertukaran duta besar untuk sepenuhnya memulihkan hubungan diplomatik mereka, meskipun pemulihan hubungan diplomatik ini bersyarat dan belum berlangsung secara resmi.
MOSKOW (Jurnalislam.com) – Menteri Pertahanan Rusia mengatakan pada hari Rabu (21/09/2016) bahwa Moskow telah mengirimkan kapal induk andalannya untuk memperkuat pasukannya di Mediterania timur di luar Suriah, lansir World Bulletin.
“Saat ini kekuatan angkatan laut Rusia ke Mediterania timur terdiri tidak kurang dari enam kapal perang dan tiga atau empat kapal pendukung,” katanya.
“Dalam rangka meningkatkan serangan militer, kami berencana menambah kapal induk Admiral Kuznetsov,” kata Shoigu, tanpa menentukan kerangka waktu.
Rusia telah meluncurkan operasi pemboman di Suriah selama setahun terakhir dalam mendukung rezim Bashar al-Assad dan telah mengerahkan kontingen angkatan laut untuk mendukung operasinya.
Ini adalah pertama kalinya bahwa kapal induk era Soviet, Kuznetsov, satu-satunya kapal induk Rusia yang merupakan bagian dari armada Utara yang berbasis di Murmansk – akan bergabung dengan kekuatan Rusia di Mediterania setelah menjalani perbaikan.
Rusia memiliki basis di wilayah Suriah yang dikuasai rezim Nushairiyah yang telah menerbangkan sebagian besar serangan bom di negara itu.
Rusia telah meluncurkan serangan bom jarak jauh dari pangkalan di Rusia dan menembakkan rudal jelajah dari kapal di Laut Kaspia dan kapal selam di Mediterania.
SURIAH (Jurnalislam.com) – 25 korban sipil tewas di Suriah pada hari Selasa, akibat dari serangan pasukan rezim Assad pada sejumlah kota Suriah, dan ledakan ranjau yang ditanam oleh kelompok Islamic State (IS), ElDorar AlShamia melaporkan rabu (21/0/2016).
12 Korban, seluruhnya staf medis, dokter, petugas medis dan pengemudi tewas dalam serangan udara yang menargetkan titik medis di daerah Khan Tuman di pedesaan selatan Aleppo, tiga anak tewas dalam ledakan sisa-sisa ranjau darat yang ditanam kelompok IS di kota Manbej di pedesaan timur Aleppo, sementara empat orang lainnya tewas saat pasukan Nushairiyah Assad menargetkan kota Tabysa Homs di pedesaan utara.
Seorang wanita dan anak juga tewas akibat pemboman yang menargetkan distrik lama Aleppo, dua lainnya tewas di Deir Ez-Zour, satu di Hasakah dan satu lagi di Rif Dimashq.
Pesawat tempur pada Rabu telah menargetkan titik medis milik Serikat Pemulihan dan Organisasi Perawatan Medis (the Union of Relief and Medical Care organization) di selatan Aleppo, menewaskan semua orang yang berada di lokasi, termasuk kendaraan medis ambulans mereka hancur.