Berita Terkini

Sedikitnya Delapan Petugas Pemadam Kebakaran Rusia Tewas dalam Kebakaran di Moskow

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Delapan petugas pemadam kebakaran Rusia tewas saat mereka memadamkan api di sebuah gudang di Moskow timur, kata pihak berwenang Jumat, dalam kebakaran terbaru mematikan yang terjadi ibukota, World Bulletin melaporkan Jumat (23/09/2016).

Mayat mereka ditemukan setelah hilang kontak saat mereka memadamkan kobaran api besar yang dimulai Kamis malam di sebuah depot plastik, kata kementerian pelayanan darurat dalam sebuah pernyataan.

“Sampai saat terakhir masih ada harapan bahwa mereka akan hidup. Namun karena api yang intens, suhu tinggi dan asap tebal petugas pemadam kebakaran tersebut tidak mampu keluar.”

Para pekerja darurat adalah yang pertama tiba di tempat kejadian dan membantu mengevakuasi 100 pekerja dari gudang yang terletak di bagian tepi timur ibukota Rusia, kata para pejabat.

Mereka berupaya melawan api di atap ketika bangunan runtuh, kata kantor layanan darurat.

“Para pemadam kebakaran tewas saat melakukan tugas,” walikota Moskow Sergei Sobyanin menulis di Twitter.

Para pejabat mengatakan, kebakaran – yang membakar seluruh wilayah sekitar 4.000 meter persegi (430.000 kaki persegi) – dan padam pada pukul 0744 waktu setempat (0444 GMT) hari Jumat.

Seorang koresponden AFP mengatakan bahwa bau tajam terbakar bisa dirasakan di seluruh wilayah Moskow timur dekat dengan kobaran api.

Hamas Kembali Kobarkan Semangat Intifada Al-Quds bagi Pemuda Yerusalem

GAZA (Jurnalislam.com) – Gerakan perlawanan Hamas Palestina mengadakan parade di dekat Kota Gaza, hari Jumat, mendukung “Intifada Al-Quds” (Yerusalem Uprising) melawan penjajahan Israel selama puluhan tahun atas tanah Palestina, lansir Anadolu Agency Jumat (23/09/2016)

“Intifada Al-Quds dimulai hampir satu tahun yang lalu,” kata anggota Hamas terkemuka Mushir al-Masri pada sela-sela pawai.

“Tahun depan akan menjadi lebih kuat,” katanya.

Al-Masri menambahkan: “Perjuangan ini tidak akan berakhir sampai musuh Israel menemui kematian, sampai Al-Quds (Yerusalem) dibebaskan, dan sampai saudara-saudara kita dibebaskan dari penjara Israel. Kami tidak akan beristirahat sampai semua ini dicapai..”

Aksi berangkat dari Masjid Al-Khulafaa al-Rasyidin di kota Beit Jabalia, yang terletak sekitar 4 kilometer sebelah utara Kota Gaza.

Tahun terakhir telah terjadi banyak bentrokan antara pemuda Palestina dan pasukan Israel di Tepi Barat yang diduduki Israel dan Yerusalem Timur dan di sepanjang perbatasan dengan Jalur Gaza yang diblokade pasukan zionis.

Bentrokan awalnya dipicu oleh ekstremis pemukim zionis Yahudi – dalam jumlah terus yang meningkat – ke kompleks Masjid Al-Aqsha di Yerusalem, yang merupakan sebagai tempat suci bagi kaum Muslim ketiga di dunia.

Selama tahun lalu, lebih dari 200 warga Palestina tewas oleh pasukan zionis, baik selama serangan dugaan terhadap Israel atau dalam bentrokan dengan pasukan Israel.

Sedikitnya 35 orang Israel tewas dalam kekerasan selama periode yang sama.

Ada dua intifada Palestina sebelumnya, di mana ratusan orang dibunuh. Pertama berlangsung sejak 1987 hingga 1993 dan yang kedua dari 2000 hingga 2005.

Pengakuan Warga Sipil Suriah atas Kekejaman Milisi PKK-PYD

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Sekelompok warga Suriah, mengatakan mereka dipaksa untuk bergabung dengan PYD dukungan AS, kemudian melarikan diri dari kelompok ekstremis tersebut dan mencari perlindungan kepada pasukan oposisi anti-assad.

Sekelompok warga Suriah mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Kamis (22/09/2016) bahwa mereka harus meninggalkan desa mereka di dekat kota Ayn al-Arab, yang dikendalikan oleh PYD, sayap Suriah dari kelompok ekstremis komunis PKK, yang memaksa mereka untuk bergabung dengan alasan “wajib militer” setelah menerima ancaman.

Warga Suriah, yang tidak ingin disebutkan namanya untuk keselamatan keluarga mereka tersebut tinggal di daerah yang dikendalikan PKK-PYD, dan menceritakan “kekejaman organisasi teroris PKK-PYD.”

Salah satu warga Suriah mengatakan bahwa organisasi teroris itu memaksa sedikitnya satu anggota dari masing-masing keluarga untuk mendukung mereka dan bahwa mereka tidak memberikan hak hidup bagi orang-orang yang tidak taat dengan kelompok mereka dengan membunuhnya.

Warga Suriah tersebut mengatakan para pemimpin organisasi PYD membawa mereka ke lokasi yang tidak diketahui empat hari lalu dan mengatakan ‘kita akan melawan IS di Al-Bab’.

“Mereka menempatkan kami di tempat yang benar-benar gelap. Kami tinggal di sana selama 1-2 hari. Kemudian mereka membawa kami ke bukit dan mengatakan ‘Al-Bab berada tepat di seberang,'” kata warga Suriah itu lagi.

Warga Suriah lainnya berbicara tentang penganiayaan keji milisi komunis PKK-PYD untuk orang-orang di wilayah tersebut.

Warga Suriah itu mengatakan bahwa PKK-PYD berkata kepada orang-orang: “Anda bergabung dengan kami atau tidak bisa tinggal di sini.”

“Mereka memusuh, terutama orang-orang Arab. Sebagian besar desa kami adalah Arab. Mereka merampas semua harta kami. Mereka memaksa pemuda ke dalam tentara di bawah nama ‘wajib militer,'” tambah warga Suriah itu.

Warga Suriah lain mengatakan para ektremis komunis PKK-PYD tersebut mengganggu kebebasan beragama dan memperlakukan Muslim saleh dengan kejam.

Jumlah Korban Kapal Pengungsi yang Tenggelam di Lepas Pantai Mesir Menjadi 162 Orang

MESIR (Jurnalislam.com) – Jumlah korban tewas akibat kapal pengungsi tenggelam di lepas pantai Mesir meningkat menjadi 162, saat penyelamat berhasil mengevakuasi beberapa mayat lain dari Laut Mediterania, Aljazeera melaporkan Sabtu (24/09/2016).

Penumpang yang selamat mengatakan hingga 450 orang berada di kapal penangkap ikan penuh sesak yang menuju Italia dari Mesir ketika terbalik di lepas pantai kota pelabuhan Rosetta, Rabu.

Mayat dari 162 orang telah ditarik dari perairan di lepas pantai Mesir, Mohammed Sultan, gubernur provinsi Beheira, di mana Rosetta terletak, mengatakan kepada Associated Press, Jumat.

Laporan awal resmi pada hari Jumat mengatakan korban tewas berjumlah 148.

Pihak militer mengatakan mereka telah menyelamatkan 163 korban, dan upaya pemulihan masih berlanjut.

Ada kekhawatiran jumlah korban tewas bisa meningkat, ketika tim penyelamat yang berusaha fokus menahan perahu menyaksikan bahwa sekitar 100 orang masih di dalam ketika kapal terbalik.

Dalam sebuah laporan baru pada hari Jumat, Organisasi Internasional untuk Migrasi (the International Organization for Migration-IOM) mengatakan bahwa “sebanyak 240 [orang masih] belum ditemukan atau diduga hilang.”

“Biasanya dalam situasi seperti itu, migran yang hilang dianggap tenggelam, dan jasad mereka tidak akan pernah ditemukan,” katanya.

IOM mengatakan sebagian besar dari yang berhasil diselamatkan adalah orang Mesir, tetapi juga terdapat beberapa warga Sudan, Eritrea, Suriah dan Ethiopia.

Pihak berwenang menangkap empat pelaku yang diduga sebagai pedagang manusia pada hari Kamis atas insiden itu, yang merupakan insiden terbaru dalam kekhawatiran badan pengungsi PBB bahwa 2016 akan menjadi tahun paling mematikan bagi Mediterania.

Kecelakaan itu terjadi beberapa bulan setelah lembaga perbatasan Uni Eropa Frontex memperingatkan bahwa meningkatnya jumlah pengungsi ke Eropa menggunakan Mesir sebagai titik keberangkatan untuk perjalanan berbahaya.

Pedagang manusia sering menggunakan kapal yang hampir tidak layak melaut dan membawa beban maksimal untuk mengambil uang tarif maksimum dari pengungsi yang putus asa.

IOM melaporkan pada Jumat bahwa 300.450 migran dan pengungsi masuk ke Eropa melalui laut pada tahun 2016 tepatnya tanggal 21 September, dan paling banyak tiba di Yunani dan Italia. Sekitar 166.050 orang telah tiba di Yunani dan 130.567 di Italia selama 2016.

Total kedatangan untuk seluruh bulan September tahun lalu berjumlah 518.181 – hampir 50 persen lebih tinggi dari total tahun 2016, dengan beberapa hari lagi yang tersisa sebelum awal Oktober.

Namun jumlah kematian jauh lebih tinggi daripada total tahun lalu sejumlah 2887 tercatat hari ini.

Menurut Proyek Migran Hilang IOM, kematian tahun ini berjumlah 3.501, termasuk orang-orang yang meninggal dalam tragedi terbaru di Mesir.

Pesawat Tempur Rezim Assad dan Rusia Bombardir Lingkungan Sipil Aleppo, 86 Tewas

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Puluhan orang tewas Jumat ketika pesawat tempur rezim Assad dan Rusia menargetkan wilayah yang dikuasai faksi-faksi pejuang di kota barat laut Suriah, Aleppo, sumber-sumber lokal mengatakan.

Berbicara kepada Anadolu Agency, Jumat (23/09/2016) Najib Ansari, seorang pejabat pertahanan sipil yang berbasis di Aleppo, melaporkan korban berjumlah 86 orang.

Menurut sumber-sumber di rumah sakit lapangan lokal yang berbicara secara anonim karena takut akan keselamatan mereka, pesawat-pesawat tempur menyerang lingkungan perumahan di kota Al-Anshari, Al-Sokkari, Tariq al-Bab dan kabupaten Al-Shear – yang semuanya masih tetap berada di bawah pengepungan pasukan rezim.

Ibrahim Abu Laith, pejabat pertahanan sipil berbasis Aleppo lainnya, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa jet Rusia telah menargetkan pusat pertahanan sipil dan pemadam kebakaran di distrik Al-Ansari dan kota Masaken Hanano.

Sejumlah ambulans, tambahnya, telah dihancurkan oleh serangan udara Rusia.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak 2011, ketika rezim Nushairiyah Assad menumpas protes unjuk rasa – yang meletus sebagai bagian dari gerakan “Musim Semi Arab” – dengan keganasan militer yang tak terduga.

Pusat Penelitian Kebijakan Suriah, sebuah LSM yang berbasis di Beirut, melaporkan korban tewas akibat konflik enam tahun di Suriah berjumlah lebih dari 470.000.

Obama akan Gunakan Hak Veto untuk Tuntut Arab Saudi pada Peristiwa 9/11

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Barack Obama pada hari Jumat (23/09/2016) akan menggunakan hak veto memberlakukan undang-undang yang memungkinkan korban 9/11 menuntut Arab Saudi, mempertaruhkan kemarahan publik dan yang pertama kalinya mengabaikan (override) kongres kepresidenannya.

Al Arabiya News Channel melaporkan, Jumat, Gedung Putih menegaskan pada hari Kamis bahwa Obama akan memveto undang-undang – yang dengan suara bulat disahkan oleh Kongres – yang memungkinkan keluarga korban serangan 9/11 untuk memulai gugatan perdata terhadap Riyadh.

us-school-shooting-obama-ap“Kami percaya ini adalah RUU yang buruk,” kata juru bicara Gedung Putih Josh Earnest. “Ini sebabnya presiden akan memveto undang-undang itu.”

Gedung Putih berpendapat undang-undang tersebut akan merusak kekebalan berdaulat dan berpotensi mengekspos para pejabat AS dan anggota layanan untuk litigasi (menjalani proses pengadilan).

Obama sejauh ini telah mengeluarkan 11 veto dalam kepresidenannya, tidak ada satupun yang mengumpulkan dua pertiga suara oposisi yang diperlukan untuk override.

Pertama dalam Sejarah, Pasukan Rusia Latihan Perang Bersama Pakistan

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Pasukan Rusia telah tiba di Pakistan pada hari Jumat untuk mengambil bagian dalam latihan militer dua pekan, yang pertama dalam sejarah modern kedua negara. Moskow dan Islamabad berada di sisi yang berlawanan selama Perang Dingin, lansir World Bulletin Jumat (23/09/2016).

Sekitar 70 tentara dan perwira Rusia bersama dengan 130 rekan-rekannya dari Pakistan mengambil bagian dalam latihan perang yang disebut Persahabatan 2016, yang dimulai pada hari Sabtu (24/09/2016). Pemberian nama Persahabatan 2016 (Friendship 2016) secara simbolis mengacu kepada ketegangan Perang Dingin yang berlangsung lama antara Moskow dan Islamabad, yang sekarang berusaha untuk diatasi kedua ibukota tersebut.

Latihan ini berlangsung di daerah pegunungan di provinsi Punjab Timur. Kedua negara memiliki pengalaman panjang dalam operasi militer di medan yang sulit ini, yang ingin mereka bagi satu sama lain.

Latihan ini pertama kali diumumkan pada bulan Januari dan merupakan sinyal bahwa “Moskow dan Islamabad tertarik memperdalam hubungan antar militer mereka,” Duta Besar Pakistan untuk Moskow Qazi Khalilullah mengatakan kepada TASS.

“Ini jelas menunjukkan keinginan dari kedua belah pihak untuk memperluas kerjasama pertahanan dan teknis militer,” katanya.

Latihan Persahabatan 2016 akan berlangsung meskipun terdapat spekulasi bahwa mereka mungkin dibatalkan, yang muncul setelah ketegangan antara Pakistan dan India meningkat setelah serangan September 18 terhadap pasukan India yang ditempatkan di Uri, sebuah kota di provinsi Kashmir.

Moskow memberitahu New Delhi mengenai latihan bersama yang dijadwalkan dengan Pakistan dan yakin bahwa mereka tidak harus mengkhawatirkan India, mengingat bahwa latihan tersebut dilakukan jauh dari wilayah sengketa, Zamir Kabulov, kepala Kementerian Luar Negeri Rusia departemen Timur Tengah mengatakan kepada RIA Novosti.

Kerjasama militer Rusia dengan Pakistan telah dipercepat selama beberapa tahun terakhir, berbalik dengan di masa lalu, ketika Islamabad adalah pendukung utama perjuangan Taliban di Soviet yang diduduki Afghanistan.

Pada tahun 2014, Moskow mencabut larangan lama penjualan senjata ke Pakistan. tahun lalu kedua negara menandatangani kesepakatan pada empat helikopter serang Rusia Mil Mi-35M, yang dimaksudkan untuk menggantikan helikopter Pakistan buatan AS AH-1 Kobra yang sudah menua.

Berpotensi Timbulkan Konflik, Umat Islam Se-Bogor Raya Sampaikan Pernyataan Sikap Larang Aktivitas Syiah

BOGOR (Jurnalislam.com) – Untuk mencegah terjadinya konflik yang dapat menggangu ketentraman dan keamana karena adanya perayaan hari raya As-syuro yang perayaannya cenderung dipaksakan oleh kelompok Syiah, maka dari itu gabungan elemen umat yang terdiri dari Ormas Islam, Lembaga Pendidikan, Majelis Ta’lim dan DKM Masjid Islam se-Kota dan Kabupaten Bogor menyatakan sikap, diantara:

  1. Bahwa kami secara tegas menolak segala bentuk kegiatan perayaan As-syuro Syiah yang diselenggarakan oleh kelompok Syiah dan unsur Syiah lainnya diwilayah Bogor dan Kabupaten Bogor
  2. Bahwa kami secara tegas menolak segala bentuk provokasi dan ajakan dalam bentuk apapun oleh pihak manapun yang mengatas namakan Syiah dan kroni-kroninya demi terselenggarakannya kegiatan Syiah As-syuro diwilayah Kota dan Kabupaten Bogor
  3. Kami memohon kepada pihak penyelenggara negara baik ditingkat pusat maupun daerah untuk segera membuat keputusan tentang pelarangan Syiah melakukan kegiatan apapun baik ditempat terbuka maupun secara tertutup diberbagai wilayah manapun lainnya dalam jumlah besar karena mereka berpotensi terhadap terjadinya terjadinya gesekan antar umat, menimbulkan instabilitas wilayah dan mengganggu kehidupan berbangsa dan bernegara dibawah naungan Negara Kesatuan Republik Indonesia
  4. Bahwa kami memohon dengan segera kepada penyelenggara negara untuk menyatakan pelarangan pertumbuhan dan perkembangan ajaran Syiah di Indonesia secara keseluruhan karena sangat bertentangan dengan aqidah umat Islam, aqidah Ahlussunnah wal Jamaah yang telah berkembang di Indonesia dan berpotensi besar terjadinya perpecahan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang sangat kita cintai ini

Untuk itu kami meminta kepada Wali Kota Bogor berserta jajaran Muspidanya dan Bupati Kabupaten Bogor beserta jajaran Muspidanya untuk menolak dan melarang secara tegas perayaan hari As-syuro yang akan diselenggarakan oleh kelompok Syiah diseluruh wilayah Kota Bogor dan Kabupaten Bogor demi keamanan, kedamaian, kerukunan, kemakmuran, dan kesejahteraan seluruh warga Bogor Raya yang kita cintai ini.

 

Reporter: Miswanto

Bazda Sebagai Harapan Umat yang Kurang Mampu

SERANG (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua II Badan Amil Zakat Daerah (Bazda) Provinsi Banten, HM Supri Usman mengatakan, Banten sebagai provinsi dengan umat Islam besar sangat berpotensi menjadi ladang zakat.

“Luar biasa, Banten ini sangat berpotensi sekali. Umat Islam disini mayoritas dan sangat banyak, fanatik dengan agamanya. Hanya saja perlu dipahamkan kembali tentang aturan main,” katanya kepada jurniscom saat ditemui kantornya, Jl. Veteran No. 31 B Serang, Kamis (22/9/2016).

Menurutnya, untuk mencapai hasil yang maksimal, pemda harus ikut untuk membantu mensosialisasikan program-program Bazda.

“Pemerintah kurang melakukan komunikasi yang persuasif dengan masyarakat sehingga masyarakat kurang senang. Sebenarnya masyarakat butuh dan senang dipimpin, kami mengharapkan dapat terpilih pemimpin yang mendukung program zakat yang sangat dibutuhkan bagi umat,” ujarnya.

Supri mengaku telah menyalurkan zakat dalam berbagai bidang, salah satunya dalam pendidikan. Bazda Provinsi banten telah memberikan jaminan pendidikan kepada tujuh orang dari berbagai wilayah untuk mengenyam bangku kuliah.

“Kami konsen di pendidikan karena dengan pendidikan masalah kemiskinan dapat teratasi. Kami juga melakukan bedah rumah di 8 daerah serta menyantuni 100 aki-aki dan nini-nini (jompo-red) yang sudah tidak punya keluarga,” terangnya.

Selain itu, Bazda juga menyalurkan zakatnya kepada para narapidana di salah satu LP di Banten. “Kemarin pada saat bulan ramadhan, saya disuruh pimpinan untuk ke salah satu penjara. Saya Tanya mereka mau tidak untuk menerima fitrah, mereka mau menerima 30 ribu, saya kasih uang seneng mereka. Dikasih sarung juga untuk solat ied,” ungkapnya.

Bazda Provinsi Banten menargetkan 100 Milyar pertahun, namun tahun lalu Bazda Banten baru mampu mengumpulkan 30 Milyar.

“Bazda sangat diharapkan bagi umat tidak mampu disini. Mulai dari kesehatan hingga pendidikan. Untuk itu melalui surat-surat kami sampaikan kepada kaum muhsinin. Pedagang hingga anggota dewan harus diajak untuk membiasakan memberi,” pungkasnya.

 

Ratusan Jama’ah Jum’at Masjid An Nur Ngasinan Nikmati Makan Siang Gratis dari MDS

SUKOHARJO (Jurnalislam.com) – Warung Ikhlas ‘Melangkah Dengan Sedekah’ (MDS) membagikan 150 paket makan siang kepada jemaah Shalat Jum’at di Masjid An Nur Ngasinan, Grogol, Sukoharjo, Jum’at (23/9/2016).

Joko Widodo selaku imam dan khotib Masjid An Nur mengatakan, bahwa warga Ngasinan yang dulunya bergulat dengan premanisme dan kemiskinan, sekarang telah berubah. Banyak penduduk mulai sadar pentingnya beragama Islam secara benar dan beramar makruf nahi munkar.

“Alhamdulillah ini bagus, menjadi kesadaran untuk memakmurkan masjid, semoga MDS bisa terus eksis dengan program amal ini. Sekarang disini sudah pada sadar untuk beribadah secara benar,” ucap Joko.

Ketua MDS, Pak Jack mengatakan, kedatangan MDS untuk mendukung dakwah para aktivis masjid. Pak Pihaknya juga menyatakan kesiapannya jika ada permintaan ikhwan yang menginginkan kehadiran MDS.

“Kita siap jika ada ikhwan yang meminta kita datang demi mengokohkan perjuangannya mendakwahkan Islam di lingkungannya. Dengan bersedekah makan siang kita siap bakti sosial di tempat muslim yang minus. Tujuannya agar mempererat ukhuwah sesama muslim,” ujarnya.

Nampaknya, jumlah makan siang yang dibawa MDS melebihi target jama’ah yang hadir. Dengan sigap salah satu anggota MDS membagikannya kepada warga sekitar.