Berita Terkini

Anak-anak SD di Bima Berikan Santunan untuk Korban Banjir Garut

BIMA (Jurnalislam. com) – Menggandeng Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) cabang Kota Bima, Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Tolobali dan SDIT Al Hikmah Asakota, Kota Bima menggelar penggalangan dana untuk korban banjir bandang Garut dan Sumedang, Senin (24/9/2016).

Penggalangan dana tersebut digelar sebagai wujud kepedulian masyarakat Bima atas musibah yang menimpa Garut dan Sumedang pada Rabu (20/9/2016) lalu yang telah menewaskan 27 orang itu.

“Kami merasa perlu untuk melakukan kegiatan ini sebagai sebuah simbol kepedulian serta untuk meringankan beban bagi saudara kita di sana,” kata Ketua Me-DAN cabang Bima, Dian Ramadhan kepada Jurniscom.

Dian juga menegaskan, pihaknya akan terus mengajak kaum muslimin untuk berpartisipasi membantu meringankan korban.

“Kami mengajak kepada seluruh kaum muslimin untuk senantiasa memikirkan juga keadaan saudara kita di sana serta ikut berpartisipasi untuk membantu mereka baik secara moril dan materil serta do’a dari kita semua,” terangnya.

Dana yang terkumpul dari kedua sekolah itu sebanyak Rp 2,5 juta yang akan disalurkan langsung oleh Forum Me-DAN.

“Kami juga berharap bantuan yang sedikit ini akan sangat bermanfaat untuk saudara kita di sana serta mereka diberi ketabahan serta kesabaran dalam menghadapi musibah ini,” pungkasnya.

Taliban: 127 Pasukan ANA dan Arbakis Menyerah, 6 Pasukan Asing Tewas dan 1 Helikopter Jatuh Ditembak

URUZGAN (Jurnalislam.com) – Al Emarah News melaporkan Ahad (25/09/2016) bahwa para pejabat mengatakan sebanyak 127 pasukan bersenjata ANP, ALP dan ANA telah menyerah kepada mujahidin Imarah Islam (Taliban) selama satu pekan terakhir di lingkungan provinsi Uruzgan.

Sambil menyerahkan 90 senapan serbu, 10 senapan mesin berat, 9 peluncur RPG, 90 rompi anti peluru, sejumlah amunisi, juga 5 kendaraan pickup ranger, 1 APC dan peralatan perang lainnya.

Laporan terbaru juga datang dari kabupaten Dand provinsi Kandahar selatan pada sekitar 1:00 waktu setempat dini hari Ahad tank lapis baja milik penjajah multinasional hancur berkeping-keping di daerah Kalamtar dekat pangkalan udara Kandahar, menewaskan 6 agresor asing di tempat.

Kemudian distrik Pasaband di provinsi negara bagian Ghor mengatakan bahwa helikopter pasukan bayaran jatuh setelah ditembak oleh mujahidin Taliban saat melakukan pemboman ke arah posisi mujahidin di sekitar distrik kemarin (Sabtu), menyebabkan semua orang bersenjata tewas dan mengalami luka parah.

ECR dan IDC Gelar Bakti Sosial di Daerah Rawan Kristenisasi

KARANGANYAR (Jurnalislam.com) – Untuk menghadang kristenisasi di Kampung Gondosuli, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Emergency and Crisis Response (ECR) bekerja sama dengan Infaq Dakwah Center (IDC) mengadakan bakti sosial pada Ahad (25/9/2016).

ECR dan IDC membuka posko pengobatan gratis, bekam dan rukyah serta membagikan sembako kepada 140 warga Gondosuli yang kurang mampu. Ada juga Komunitas Tauhid (KOHID) yang menyumbangkan 2 karung beras, santunan uang untuk 10 anak yatim dan mushaf Al Qur’an.

Koordinator ECR, Toha mengatakan, meski kondisi ekonomi warga Gondosuli tergolong menengah namun lemahnya akidah keislaman mereka menyebabkan daerah itu rawan kristenisasi. Dia menyebut ada sejumlah warga yang murtad namun beberapa sudah kembali Islam.

“Bakti sosial ini didukung dari donatur IDC, kenapa kita adakan disini, karena Gondosuli sudah mulai ada penduduk yang murtad, namun juga ada yang kembali masuk Islam lagi. Segi ekonomi memang menengah namun untuk kepahaman Islam masih kurang,” kata Toha kepada Jurniscom di sela-sela kegiatan.

Toha menegaskan akan terus berupaya untuk mempererat silaturahim dan memperkuat dakwah dengan aksi-aksi sosial guna melindungi akidah warga Gondosuli dari pemurtadan. Sebab, dahulu mayoritas penduduk Gondosuli adalah Hindu dan Kristen, tapi saat ini Islam telah berkembang cukup pesat di sana.

Pelayanan kesehatan di daerah Gondosuli pun masih kurang, karenanya warga menyambut hangat bakti sosial yang diadakan ECR tersebut

“Senang mas, hari biasa kalau mau periksa Dokter harus turun jauh,” kata Ibu Fitri, salah seorang warga yang mendatangi posko untuk mendapat pemeriksaan kesehatan.

 

Sejak Awal 2016 Pasukan Zionis Telah Menahan 1000 Anak Palestina di Bawah Umur

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Pasukan zionis telah menahan sekitar 1.000 anak Palestina di bawah umur sejak awal 2016, sebuah komite Palestina mengatakan pada hari Sabtu, lansir World Bulletin Ahad (25/09/2016).

Komite tahanan Organisasi Pembebasan Palestina (The Palestine Liberation Organization-PLO) mengatakan beberapa anak di bawah umur ditahan di bawah penahanan administratif Israel, yang memiliki kebijakan bahwa para tahanan dapat ditahan sampai satu tahun tanpa persidangan.

“Beberapa anak di bawah umur tersebut ditahan di bawah penahanan administratif, sementara yang lainnya dihukum penjara atau membayar denda yang besar agar dapat dibebaskan,” kata panitia dalam sebuah laporan.

Berbicara kepada Anadolu Agency, kepala komite Issa Qaraqe mengatakan penargetan anak-anak Palestina di wilayah pendudukan Tepi Barat dan Jerusalem Timur telah meningkat secara signifikan sejak Oktober 2015.

“Anak-anak Palestina mengalami penyiksaan dan pelecehan di dalam penjara-penjara Israel,” katanya, mencoba menarik perhatian organisasi internasional untuk campur tangan “melindungi anak-anak Palestina dari tahanan”.

“Ini membutuhkan tindakan luas dan cepat dari masyarakat internasional,” tambahnya.

Tentara zionis yahudi sering melakukan operasi sweeping penangkapan di wilayah-wilayah penjajahan yang seolah-olah menargetkan warga Palestina yang “dicari” oleh otoritas pendudukan Israel.

Lebih dari 7.000 warga Palestina saat ini mendekam di penjara-penjara di seluruh Israel, menurut pemerintah Palestina.

Al Shabaab: 60 Pasukan Pro Pemerintah Menyerah di Somalia Tengah

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Salah satu stasiun radio utama Shabaab di Somalia telah menerbitkan sebuah laporan, melaporkan bahwa “puluhan” milisi pro-pemerintah di Somalia tengah telah menyerah kepada cabang al Qaeda di Afrika dalam beberapa hari terakhir, lansir The Long War Journal, Ahad (25/09/2016).

Penyerahan diri ini dilaporkan terjadi di Galguduud Region, di mana mujahidin al Shabaab telah mampu merebut kembali beberapa kota setelah pasukan Somalia dan Ethiopia mundur.

Radio Andalus, salah satu stasiun radio dan media resmi al Shabaab, melaporkan bahwa puluhan pasukan ini menyerahkan diri dan senjata mereka kepada mujahidin setelah pertempuran baru-baru ini.

Selain itu, Shahada News, gerai Shabaab lainnya, mengatakan bahwa jumlah pasukan yang menyerah berjumlah hampir 60.

Shabaab tidak menunjukkan akan mengeksekusi anggota pasukan tersebut atau mencoba untuk membawa mereka untuk pertukaran.

The Long War Journal mengatakan, laporan ini muncul hanya beberapa hari setelah Shabaab melaporkan bahwa mereka telah menangkap Mogokori di Daerah Hiraan dan kota Budbud di Galguduud setelah pasukan Somalia dan Ethiopia menarik diri dari kota-kota tersebut. Di Elbur di Galguduud, pasukan Ethiopia juga telah menjadi target dari penyergapan mujahidin al Shabaab dalam beberapa hari terakhir. Karena mundurnya pasukan dari kota-kota seperti Budbud atau Mogokori, al Shabaab akan terus masuk ke lokasi tersebut dan mengendalikannya.

Dengan menyerahnya pasukan lokal, yang bersekutu dengan pemerintah dalam pasukan Mogadishu dan Uni Afrika, memungkinkan mujahidin al Shabaab untuk lebih memantapkan kontrol terhadap daerah yang baru-baru ini dikuasai.

Terkait Kiriman Senjata Iran ke Milisi Syiah Houthi, Yaman Laporkan ke Dewan Keamanan PBB

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Yaman berencana mengadu ke Dewan Keamanan PBB atas transfer senjata Iran kepada pemberontak Houthi untuk melawan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional, kata menteri luar negeri pada hari Sabtu, lansir Al Arabiya News Channel, Ahad (25/09/2016).

Dalam sebuah wawancara dengan Reuters, Abdel-Malek al-Mekhlafi juga mengatakan dia berharap gencatan senjata kemanusiaan 72 jam akan berlaku “awal pekan depan.”

Yaman dan Arab Saudi – yang campur tangan di Yaman sejak Maret 2015 untuk mencegah milisi Syiah Houthi dan pasukan yang setia kepada mantan presiden terguling mengambil alih – menyalahkan Republik Syiah Iran karena memasok senjata kepada Houthi.

Misi Iran di PBB tidak segera menanggapi permintaan untuk berkomentar mengenai laporan terbaru itu.

“Ada senjata baru yang datang dari Iran,” kata Mekhlafi di New York di mana ia menghadiri pertemuan PBB tahunan para pemimpin dunia.

“Tidak mungkin untuk menyembunyikan bahwa penyelundupan senjata dari Iran masih berlangsung. Beberapa senjata itu telah ditemukan di perbatasan Saudi-Yaman dan mereka adalah senjata Iran,” katanya.

Mekhlafi mengatakan pemerintah sedang dalam proses mengajukan keluhan ke Dewan Keamanan, dengan membawa bukti-bukti termasuk dokumen dan gambar.

Pembicaraan yang disponsori PBB untuk mencoba mengakhiri pertempuran 18 bulan yang telah menewaskan sedikitnya 10.000 orang tersebut runtuh bulan lalu.

Menteri luar negeri mengatakan Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi telah bertemu dengan para pejabat PBB dan AS pekan ini dan pada prinsipnya telah menyetujui gencatan senjata 72 jam.

“Dia (Hadi) meminta agar gencatan senjata dimanfaatkan dengan membongkar pengepungan yang tidak adil di Taiz dan mengizinkan makanan masuk secara bersamaan,” kata Mekhlafi, mengacu pada sebuah kota di dataran tinggi negara itu. Pemerintah sedang menunggu utusan PBB untuk berbicara dengan pihak pemberontak Houthi untuk mengamankan jaminan mereka, tambahnya.

Ketika ditanya tentang korban sipil, ia mengatakan, “Kami tidak mengatakan bahwa tidak ada korban dalam perang ini. Ini adalah perang, itu bukan perang malaikat, itu perang orang. Ada banyak korban dan ada kesalahan dan ini adalah wajar,” katanya, menambahkan bahwa serangan terhadap warga sipil oleh pihak Houthi kurang mendapat perhatian.

Mekhlafi membela langkah presiden Yaman yang menunjuk seorang gubernur bank sentral baru dan memindahkan kantor pusat bank ke Aden, di mana pemerintah Hadi bermarkas.

“Ini adalah langkah yang diperlukan … Bahkan sekutu kami, dan lembaga-lembaga internasional, telah mencapai kesimpulan bahwa itu adalah langkah terakhir yang diperlukan untuk menyelamatkan ekonomi Yaman,” katanya.

Dia mengatakan bank sentral di Sana’a yang dikuasai Houthi, turun ke cadangan devisa asing terakhir nya sejumlah $ 700 juta dan tidak ada lagi likuiditas mata uang lokal. Bank sentral juga tidak membayar bunga utang luar negeri sejak Mei, atau gaji sektor publik selama dua bulan terakhir.

Pemerintah di Aden mengatakan, pemberontak Houthi menyia-nyiakan sejumlah $ 4 miliar untuk perang dari cadangan bank sentral. Houthi mengatakan dana tersebut digunakan untuk membiayai impor makanan dan obat-obatan.

Mekhlafi mengatakan pemerintah telah menjelaskan kepada Dana Moneter Internasional, Bank Dunia, dan pejabat Amerika dan Inggris bahwa bank sentral baru akan membayar gaji sektor publik untuk semua orang, termasuk orang-orang di daerah yang dikuasai pemberontak Houthi.

Dia mengatakan administrator baru bank itu dalam proses persetujuan dengan sebuah perusahaan Rusia untuk mencetak tambahan bank notes Yaman.

Melalui Menlu Rusia AS Minta Maaf kepada Assad karena Membom 62 Pasukannya

MOSKOW (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov mengatakan pada hari Sabtu bahwa Washington meminta maaf kepada Bashar al-Assad setelah serangan udara koalisi pimpinan AS ke arah pangkalan militer rezim Suriah pada 17 September yang menewaskan puluhan tentara.

Menurut televisi yang didanai negara Russia Today, Lavrov menegaskan Washington menyatakan permintaan maaf untuk Assad melalui Rusia.

Menteri luar negeri Rusia menambahkan sulit untuk percaya bahwa intel pasukan koalisi pimpinan AS lupa akan lokasi pangkalan militer rezim Suriah di Deir ez-Zour, di timur Suriah, dimana serangan udara menewaskan 62 tentara rezim Suriah. (baca juga: Rusia: Jet Tempur AS Serang Pangkalan Militer Pasukan Assad, 62 Tewas dan 100 Terluka)

Sangat sulit untuk percaya bahwa petugas pengintai dari koalisi pimpinan AS yang berperang di seluruh wilayah Suriah bisa melupakan siapa saja yang terletak di mana,” katanya, menurut Russia Today.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukan koalisi pimpinan AS menggunakan dua pesawat tempur jet F-16 dan dua A-10 untuk menjatuhkan serangan terhadap pasukan rezim Suriah.

Mujahidin Suriah Rebut Desa Maan dari Pasukan Rezim Assad

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pejuang oposisi Suriah, pada hari Sabtu merebut kendali desa Maan di provinsi Hama Suriah utara dari pasukan rezim Assad, menurut sumber lokal, World Bulletin melaporkan, Ahad (25/09/2016).

Sumber, yang berbicara secara anonim karena masalah keamanan, mengatakan bentrokan sengit pecah antara pejuang oposisi dan pasukan rezim Syiah Nushairiyah di pinggiran desa.

Pesawat-pesawat tempur rezim Assad menyerang lokasi oposisi di dekat desa, kata sumber itu.

Bulan lalu, para mujahidin Suriah telah memperoleh kemenangan di pedesaan bagian utara Hama, merebut kota-kota Halfaya dan Taybat al-Imam serta kota Suran dan beberapa pos pemeriksaan militer milik rezim.

Pasukan oposisi sekarang berada 15 kilometer jauhnya dari kota Hama, yang memiliki bandara militer.

Suriah telah terkunci dalam perang global yang menghancurkan sejak 2011, ketika rezim Syiah Bashar al-Assad menumpas protes aksi unjuk rasa – yang telah meletus sebagai bagian dari Musim Semi Arab – dengan keganasan militer yang tak terduga.

Pusat Penelitian Kebijakan Suriah, sebuah organisasi non pemerintah yang berbasis di Beirut, telah menempatkan korban tewas akibat konflik enam tahun di Suriah berjumlah lebih dari 470.000.

Bahas Eskalasi Serangan Brutal Rusia di Aleppo, DK PBB Hadiri Undangan AS, Inggris dan Perancis

SURIAH (Jurnalislam.com) – Amerika Serikat menyebut tindakan Rusia di Suriah “barbarisme” sementara utusan PBB Moskow mengatakan “sekarang hampir mustahil” untuk mengakhiri perang saat pasukan rezim Assad tanpa henti membom kota Aleppo yang terkepung, Aljazeera melaporkan, Ahad (25/09/2016).

Dewan Keamanan PBB bertemu pada hari Ahad atas permintaan Amerika Serikat, Inggris dan Prancis untuk membahas eskalasi pertempuran di Aleppo setelah pengumuman serangan oleh tentara rezim Assad untuk merebut kembali kota utara yang diperangi pada hari Kamis.

“Yang disponsori dan dilakukan Rusia bukanlah kontra-terorisme, itu adalah barbarisme,” Duta Besar AS untuk PBB, Samantha Power, mengatakan kepada 15-anggota dewan.

“Bukannya mengejar perdamaian, Rusia dan Assad malah berperang. Bukannya membantu upaya para penyelamat bagi warga sipil, Rusia dan Assad malah membom konvoi kemanusiaan, rumah sakit, dan para responden pertama yang berusaha mati-matian menjaga orang-orang tetap hidup,” kata Power.

Sebuah kesepakatan gencatan senjata 9 September yang didalangi oleh AS dan Rusia serta bertujuan untuk menempatkan proses perdamaian Suriah kembali ke jalur efektif, runtuh pada hari Senin ketika sebuah konvoi bantuan PBB di utara Aleppo dibom dari udara.

“Di Suriah, ratusan kelompok bersenjata sekarang bersenjata, wilayah negara saat ini dibom tanpa pandang bulu, dan membawa perdamaian sekarang hampir pasti mustahil karena ini,” Duta Besar Rusia untuk PBB Vitaly Churkin mengatakan kepada dewan.

Duta Besar Inggris Matthew Rycroft mengatakan tawaran AS dan Rusia untuk membawa perdamaian ke Suriah “sangat, sangat dekat dengan akhir hidupnya dan ya Dewan Keamanan harus siap untuk memenuhi tanggung jawab.”

d770b11500f04be9a30ae6b6db18e95b_18“Rezim dan Rusia malah terjun ke permasalahan baru dan melepaskan neraka baru di Aleppo,” kata Rycroft kepada dewan. “Rusia bermitra dengan rezim Suriah untuk melaksanakan kejahatan perang.”

Rusia adalah salah satu dari lima kekuatan veto di Dewan Keamanan PBB, bersama dengan Amerika Serikat, Perancis, Inggris dan China. Rusia dan China telah melindungi pemerintah rezim Suriah Bashar al-Assad dengan memblokir beberapa upaya tindakan dewan PBB.

“Ini saatnya untuk mengatakan siapa saja yang melakukan serangan udara dan siapa yang membunuh warga sipil. Rusia memiliki kursi tetap di Dewan Keamanan PBB, ini merupakan suatu kehormatan dan itu adalah tanggung jawab. Namun di Suriah dan di Aleppo, Rusia menyalahgunakan keistimewaan bersejarah ini,” kata Power.

Saat Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar Jaafari mulai berbicara di hadapan dewan, Power, Rycroft dan Duta Besar Perancis untuk PBB, Francois Delattre, berjalan keluar meninggalkan ruangan.

ALMUMTAZ Serahkan 1.152 Pasang Sepatu untuk Anak Sekolah Korban Banjir Garut

GARUT (Jurnalislam.com) – Aliansi Aktivis dan Masyarakat Muslim Tasikmalaya (ALMUMTAZ) menyerahkan bantuan 1.152 pasang sepatu untuk anak-anak sekolah korban banjir bandang Garut.

Bantuan yang diserahkan oleh Ketua ALMUMTAZ, Ustadz Hilmy Afwan Hilmawan itu diterima langsung oleh Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Totong, M.Si di SDN Paminggir IV-V-VI-VII Jalan Cimanuk No. 231 Garut, Ahad (25/9/2016) pagi.

“Ini sangat luar biasa sekali ya dari ALMUMTAZ dan saya atas nama Dinas Pendidikan Kabupaten Garut mengucapkan banyak terimakasih, jazakalloh khoiron katsiron,” tuturnya kepada Jurniscom di SD Paminggir pagi ini, Ahad (25/9/2016).

Totong mengatakan, bantuan tersebut akan disalurkan ke 13 sekolah yang terdampak langsung oleh banjir bandang Sungai Cimanuk pada Rabu (20/9/2016) lalu. Sekolah-sekolah itu terdiri dari 2 SD, 8 SLTP, 1 SLTA, 2 SLB dan 1 PAUD.

“Memang ini sangat dibutuhkan oleh anak-anak kita yang terkena dampak banjir. Kami mendata ada 2.200 anak-anak kita yang terkena dampak banjir,” ucapnya.

“Bantuan ini nanti akan kita distribusikan per kecamatan, ada lima kecamatan yang terdampak banjir, Tarogong Kidul, Garut Kota, Banyuresmi, Bayongbong dan Karangpawitan,” sambungnya.

penyerahan-dana-bantuan-untuk-relawan

Selain ribuan pasang sepatu, ALMUMTAZ juga memberikan donasi sebesar 10 juta rupiah untuk kebutuhan relawan di lapangan yang diserahkan kepada Forum Medis dan Aksi Kemanusiaan (Me-DAN) serta di Posko Me-DAN Jalan Sumbersari, Regol, Kecamatan Garut Kota.

Koordinator ALMUMTAZ Peduli Banjir Garut, Abu Hazmi mengatakan, pihaknya akan terus menggalang bantuan moril dan materil serta relawan hingga semua kebutuhan pascabencana terpenuhi.

“Kami akan terus menggalang bantuan baik materil dan tenaga relawan secara kontinyu sampai kembali pulih,” katanya.

“Kami haturkan Jazakumulloh khoir pada para Relawan yang tanggap untuk membantu korban dan menggalang bantuan. Terima kasih juga pada para muhsinin..yang telah memberikan bantuannya,” pungkasnya.

Ini adalah bantuan tahap 2 ALMUMTAZ setelah sebelumnya memberikan puluhan karung pakaian laik pakai, daleman, ratusan paket bahan makanan pokok, dll. ALMUMTAZ sendiri adalah gabungan ormas Islam dan pondok pesantren di Tasikmalaya yang diantaranya Front Pembela Islam, Majelis Mujahidin Indonesia, Jamaah Ansharusy Syariah, LPPU, FORSIL, FPIS, Jundullah ANNAS, Pengajian Asholeh, Pemuda Persis, Brigade Tholiban, Brigade Syuhada, Pondok Tahfidz Daarul Ilmi, Formassalam, Forum Me-DAN, dll.

Berikut rincian bantuan tahap ke 2 ALMUMTAZ Peduli Banjir Garut:
1. 1.152 pasang sepatu

2. 100 pasang sandal

3. 110 Air Mineral

4. 55 Dus Mie Instan

5. 15 Dus Mie Cup

6. 100 Stel Pakaian

 

Reporter: Aby Athifa