Berita Terkini

Ikut Aksi Super Damai 212, Persis akan Kerahkan Puluhan Ribu Massa

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ormas Persatuan Islam (Persis), akan mengerahkan puluhan ribu massa pada Aksi Bela Islam III yang akan digelar di Monas, Jumat (2/12/2016) besok.

Massa tersebut terdiri dari sejumlah anak organisasi Persis sendiri. Seperti Pemuda Persis, Himpunan Mahasiswa-Mahasiswi Persis, dan Ikatan Pelajar Persis.

“Seluruhnya akan kami kerahkan tanpa ada embel-embel apapun. Selain kita untuk membela agama dan penegakan hukum,” ujar Ketua Hima Persis, Nizar Ahmad Saputra, saat konferensi pers di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016) sore.

Ketua Pemuda Persis Eka Permana Habibillah mengaku, pihaknya akan mengerahkan massa langsung ke Monas sesuai dengan yang diagendakan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI.

“Ratusan bus sudah siap dikerahkan, alurnya Insya Allah langsung kita ajak ke Monas. Sebagai titik kumpul yang sudah ditetapkan oleh GNPF MUI,” kata Eka, lansir Islamic News Agency (INA).

Persis termasuk organisasi Islam tertua di indonesia. Didirikan di Bandung, Jawa Barat, pada 23 September 1923 oleh dua orang tokoh bernama Haji Muhammad Zamzam dan Haji Muhammad Yunus.

Mantan Perdana Menteri RI, Mohammad Natsir, ulama tersohor A. Hasan, dan pejuang bangsa Muhammad Isa Anshary, adalah termasuk tokoh yang lahir dari organisasi ini.*

Reporter: Nizar Malisy/INA

2.000 Santri Persis Siap Jadi Relawan Kebersihan pada Aksi Bela Islam III

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Forum Gerakan Kader Muda Persatuan Islam (FGKM-PI) menyatakan akan menyiapkan 2.000 santrinya untuk bertugas sebagai petugas kebersihan pada Aksi Bela Islam III, Jumat (02/12/2016) besok.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Himpunan Mahasiswa Persis, Nizar Ahmad Saputra saat Konferensi pers di Hotel Blue Sky, Jakarta Pusat, Rabu (30/11/2016) sore.

“2.000 santri Bambu Apus diturunkan untuk relawan kebersihan menjaga aksi nanti,” ungkapnya, lansir Islamic News Agency (INA).

Ribuan santri tersebut dijadwalkan akan melakukan long march dari pesantren mereka yang berada di Cipayung, Jakarta Timur menuju Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

“Santri yang dari Bambu Apus tadi Insya Allah akan long march dari Bambu Apus, Cipayung, dari pesantren lalu menyiapkan segala sesuatu untuk membersihkan, fokusnya kebersihan,” paparnya.

Selain sebagai relawan kebersihan, ribuan santri tersebut juga akan diturunkan sebagai penjaga taman kota, ungkap Nizar.

“Dan menjaga tanaman agar aksi kita betul-betul damai, kita juga komitmen cinta lingkungan, komitmen di dalam Al-Qur’an tidak boleh merusak,” tuturnya saat ditemui usai konferensi pers.

Nizar menyampaikan, nantinya akan dibagi lokasi-lokasi yang menjadi titik tugas para santri tersebut.

“Kita langsung ke Istiqlal terus kemudian kita long march ke Monas. Dan akan dibagi-bagi lokasinya, karena yang ini tidak untuk Persis saja,” ujarnya.

Para santri tersebut akan dibekali dengan berbagai alat perlengkapan, salah satunya kantong plastik, kata Nizar.

“Pokoknya nanti membawa perlengkapan untuk kebersihan, kresek, ” kata Nizar.

Hadir pula dalam konferensi pers, Ketua Umum Pemuda Persis, Eka Permana Habibillah; Ketua Umum Himpunan Mahasiswi Persis, Lida Maulida; Ketua Umum Ikatan Pelajar Persis, Biri Rahman.*

Reporter: Ali Muhtadin/INA

Dunia Usaha Ingin Kasus Ahok Segera Tuntas

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Rosan P. Roeslani berharap, kasus penistaan agama dengan tersangka Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok segera tuntas.

“Kita berharap berjalan sesuai koridor hukum yang baik dan segera tuntas,” ujarnya di Menara KADIN, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Menurutnya, aksi demo besar-besaran menuntut keadilan hukum terhadap Ahok tidak terlalu berdampak pada iklim investasi di Indonesia.

Tetapi, menurutnya demo yang tak kunjung usai akan menyebabkan suasana tidak kondusif dan berdampak pada terhambatnya aktivitas perekonomian.

“Semoga upaya pemerintah dengan dunia usaha untuk meningkatkan daya tarik ekonomi dan bisnis di Indonesia yang sudah dirintis tidak terdistorsi akibat politisasi yang akan merugikan masyarakat luas,” tandas Rosan.

Sebagaimana diketahui, meski sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus penistaan agama, sebagian besar masyarakat tetap menuntut agar kepolisian menahan Ahok, sesuai tuntutan sejak awal.

Rencananya, masyarakat khususnya umat Islam di bawah komando GNPF MUI akan kembali menggelar Aksi Bela Islam III pada Jumat (02/12/2016) besok di kawasan Monas, Jakarta Pusat.*

Reporter : Yahya G Nasrullah/INA

Anomali Tranportasi Aksi 212: Larangannya Resmi, Pencabutannya Hanya Lisan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Aksi Bela Islam III yang akan digelar Jumat besok (02/12/2016) menyedot antusiasme kaum Muslimin di berbagai pelosok. Salah satunya, dari Lamongan.
Sejumlah aktivis Islam yang tergabung dalam GAMAN (Gerakan Amar Makruf Nahi Mungkar Lamongan) berencana berangkat menggunakan 10 bus.
Namun karena ada tekanan dari pihak keamanan, jumlahnya dipangkas menjadi hanya 3 bus saja.
Itu pun tidak mudah bagi mereka untuk mencari bus yang bersedia mengangkut ke Jakarta.
“Kemarin saya yang ditugaskan untuk mencari kendaraan itu sampai ke Kudus. Karena di sini itu, satu, tidak layak untuk orang-orang tua busnya. Yang kedua banyak yang tidak siap kalau kita sewa,” tutur Nanang, selaku Sekretaris GAMAN, lansir Islamic News Agency (INA).
Meski harus mencari bus hingga jauh ke luar kota, masalah belum selesai. Booking dibatalkan secara sepihak dari perusahaan operator bus. Alasannya pun beragam.
“Ada yang berdalih waktu baliknya tidak cukup, karena mau disewa pihak lain. Ada pula yang mengakut terus terang karena ditekan polisi,” ungkap Nanang.
Nanang melanjutkan, di sebuah operator bus, pihaknya bahkan sudah memberikan uang muka sebesar Rp 6 juta. Tapi setelah ia pergi, dirinya mendapatkan SMS dari pihak bus.
“Maaf kami dihubungi Kasat Intel bahwa kami dilarang menaikkan penumpang untuk acara aksi demo 212 itu,” ujar Nanang menirukan bunyi teks SMS tersebut.
Sebagaimana diketahui sebelumnya, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sebelumnya menyatakan akan mengeluarkan instruksi ke Polda-Polda se-Indonesia, agar tidak melarang perusahaan transpostasi untuk mengangkut peserta aksi damai pada 2 Desember mendatang.
Kapolri mengatakan, siapa pun boleh ikut dalam aksi di Jakarta, selama tidak melakukan tindakan-tindakan anarkistis.
“Besok saya akan melakukan video conference dan tentunya meminta seluruh jajaran agar PO (perusahaan otobus), perusahaan transportasi dapat mengangkut saudara-saudara kita,” ujar Tito, Senin (28/11/2016).
Namun bagi Nanang, imbauan Kapolri itu tidak berpengaruh sama sekali.
“Kita sudah jelaskan bahwa larangan ini sudah tidak berlaku karena sudah dicabut oleh Kapolri. Namun mereka tidak percaya,” keluh Nanang.
Menurutnya, pihak operator bus sebelumnya menerima larangan mengangkut massa untuk aksi damai 2 Desember melalui surat resmi, tertulis.
“Kalau dicabut, kenapa kok kita tidak dikirimi surat pencabutan dari kepolisian?” ujar Nanang menirukan alasan salah satu operator bus yang ditemuinya.
“Ini skenario kepolisian. Pelarangannya resmi tapi pencabutannya tidak resmi. Itu yang jadi masalah,” pungkasnya.*
Reporter: Imam S/INA

Besok, Umat Islam Bogor Siap Tempuh Monas dengan Berjalan Kaki

BOGOR (Jurnalislam.com) – Sesuai keputusan musyawarah Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bogor Raya, diputuskan bahwa sebagian masyarakat Muslim Bogor akan melakukan long march (berjalan kaki –red) dari Gedung MUI Kota Bogor menuju Monas Jakarta untuk mengikuti Aksi Bela Islam III pada 2 Desember 2016.

“Aksi berjalan kaki ini untuk syiar Islam, menunjukkan solidaritas dan kepedulian umat Islam akan ukhuwah dengan rasa senasib sepenanggungan serta menunjukkan persatuan umat Islam,” ujar Ketua GNPF MUI Kota Bogor, Ustaz Iyus Khaerunnas dalam pernyataanya, Rabu (30/11/2016).

Ia mengatakan, aksi berjalan kaki tersebut berdasarkan aspirasi dari ormas Islam dan adanya nasihat dan masukan dari para ulama.

Oleh karena itu, GNPF MUI Bogor Raya mengajak masyarakat khususnya warga Bogor dan sekitarnya yang punya fisik kuat agar bisa terlibat dan mendaftarkan diri untuk mengikuti aksi ini.

Diketahui, perjalanan akan dimulai pada Kamis pagi pukul 09.00 Wib dengan titik kumpul di Gedung MUI Kota Bogor, Jl Padjajaran No 10 Kota Bogor. Adapun rute perjalanan melalui Jalan Pemda Cibinong, Jalan Raya Bogor Jakarta, Margonda Depok, Pasar Minggu, Kalibata, Pancoran, Menteng lalu menuju Monas.

 

Reporter: Syaiful Falah

Perizinan PO Bus Kapolri untuk Aksi 212 Berbeda dengan Fakta Lapangan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Tito Karnavian sudah berjanji tidak melarang Perusahaan Otobus (PO) bus untuk mengangkut peserta Aksi Bela Islam III ke Jakarta. Namun di berbagai daerah gelagat blokade masih sangat terasa.

Dari Lamongan Jawa Timur, Selasa (29/11/2016) pihak Polres menemui perwakilan aktivis Islam di daerah Paciran.

Sumber Islamic News Agency (INA) melaporkan diantara hasil rapat itu, Kapolres meminta agar armada yang berangkat tidak lebih dari dua bus saja.

“Semula kami hendak berangkat dengan 10 armada bus. Lalu kita pangkas menjadi hanya 3 buah. Kemarin masih disoal lagi,” ujar Sumarno, Ketua Gerakan Amar Makruf Nahi Mungkar Lamongan (GAMAN) kepada jaringan berita yang diinisiasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU) ini.

“Tolong Pak Ustadz dikurangi lagi untuk yang berangkat ke sana,” kata Sumarno menirukan Kapolres.

Namun, ia menegaskan, jika dikurangi lagi yang berangkat ke sana, jelas tidak bisa lagi.

Sementara di Ngawi tepatnya perbatasan Jatim-Jateng, Selasa malam (29/11/2016) marak razia bus. Razia terutama memberhentikan bus pariwisata. Salah satunya, rombongan sebuah perusahaan asal Solo yang hendak pulang setelah berwisata di Jawa Timur.

Dari Semarang dilaporkan, Polisi secara tegas melarang semua pengusaha jasa transportasi menyewakan bus atau kendaraan angkut lainnya dengan tujuan Jakarta.

“Kami dengan tegas melarang dan meminta kepada pengusaha transportasi baik yang hadir atau tidak, untuk tidak menyewakan alat transportasinya dengan tujuan Jakarta apa pun alasannya,” ungkap Direktur Lalu Lintas Polda Jateng, Kombes Herukoco di hadapan 349 pengusaha jasa transportasi di Aula Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Pemprov Jateng, dikutip laman Merdeka Selasa (29/11/2016).

Sedangkan dari Tasikmalaya dilaporkan, Ketua Al-Mumtaz, gabungan ormas Islam se-Tasikmalaya, Ustaz Hilmi mengaku kesulitan mencari armada untuk berangkat pada 2 Desember besok.

“Butuh 15 bus, tapi tidak ada yang berani jalan. Alasan mereka karena dulu larangan dari Polri tertulis, pencabutan juga harus tertulis,” tuturnya.

Padahal, kata dia, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian sudah menyatakan akan mengeluarkan instruksi ke Polda-Polda se-Indonesia, agar tidak melarang perusahaan transpostasi untuk mengangkut peserta Aksi Super Damai itu.

Kapolri mengatakan, siapa pun boleh ikut dalam aksi di Jakarta, selama tidak melakukan tindakan-tindakan anarkistis.

“Besok saya akan melakukan video conference dan tentunya meminta seluruh jajaran agar PO (perusahaan otobus), perusahaan transportasi dapat mengangkut saudara-saudara kita,” ujar Tito, Senin (28/11/2016).

 

Reporter: Imam S/INA

Aher Siap Sambut Pejalan Kaki Ciamis dengan Menyiapkan Bus

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan alias Aher mengatakan, siap menyambut peserta Aksi Bela Islam III asal Ciamis yang sedang long march serta akan menyiapkan bus mengantarkan mereka sampai Monumen Nasional (Monas) Jakarta.

“Mereka adalah warga Jabar yang sangat menginspirasi, ada rencana kami menemui mereka dan siapkan bus, saat ini saya dengar sudah lewat Nagreg,” kata Aher dilansir Islamic News Agency (INA), Selasa (30/11/2016) usai apel akbar di Lapangan Gasibu Bandung.

Aher berharap peserta aksi dapat naik bus ke Jakarta agar sampai tepat waktu.

“Khawatir kan tidak sampai kalau jalan kaki, bisa jadi kami siapkan karena di sana kan ada anak anak, wanita dan lainnya,” terangnya.

Sebelumnya, dilansir INA bahwa peserta aksi jalan kaki dari Ciamis sudah sampai di wilayah Bandung.

 

Reporter: Mr/INA

GIN akan Bagikan Bunga Mawar pada Aksi Damai Bela Islam III

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Dalam Aksi Bela Islam III, Jumat (2/12/2016) pekan ini, Gerakan Ibu Negeri (GIN) akan turut memberikan dukungan kepada umat Islam demi tegaknya hukum yang berkeadilan.

“Kami akan berikan dukungan kepada seluruh umat Islam pada saat aksi damai bela Islam III, kami memohon doa kepada Allah agar aksi kita dirahmati oleh Allah,” ujar Ketua GIN Neno Warisman kepada Islamic News Agency (INA) di Cilandak, Jakarta, Selasa (29/11/2016).

Neno menjelaskan, GIN akan ikut serta bersama umat Islam pada Aksi Super Damai 212 itu dengan membagi-bagikan bunga mawar.

“Nanti saat aksi, kita ibu negeri akan membagikan bunga mawar merah kepada seluruh masyarakat,” ujar Neno.

Tidak hanya itu, Neno juga menyebutkan akan ikut serta berdoa demi kebaikan bangsa.

“Kita tidak hanya membagikan bunga dengan begitu saja. Akan tetapi kita meminta agar anak negeri dilindungi oleh Allah,” jelasnya.

Dengan memohon kepada Allah, ia meminta agar bangsa Indonesia selalu dirahmati dan menjadikan bangsa Indonesia berdaulat.

“Kami ingin negara ini damai, NKRI bersatu. Dengan menegakkan kalimat Allah, negara kita dapat menegakkan hukum yang berlaku secara adil,” tegas Neno.*

Reporter: Haikal/INA

Neno Warisman: GIN Lahir dari Kegundahan Para Ibu

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Gerakan Ibu Negeri (GIN) yang digagas oleh Neno Warisman mengadakan silaturahim bertema “Sambung Rasa dan Cinta GIN” di Rumah Makan Bebek Dower, Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa (29/11/2016).

Kegiatan itu dalam rangka mengeratkan silaturahim dan menguatkan ikatan ukhuwah, serta melakukan konsolidasi dan koordinasi terkait Aksi Bela Islam III.

Acara yang dihadiri lebih dari 60 orang ini juga dihadiri oleh beberapa kaum Adam, yang biasa disebut sebagai Ayah Negeri, lansir Islamic News Agency (INA).

Dalam acara yang kental nuansa merah putih tersebut, Ketua GIN Neno Warisman, kembali menegaskan, gerakan yang digagasnya bukan gerakan politik.

GIN tidak memihak pada partai politik tertentu, tidak memihak pada agama, suku, dan ras tertentu.

“Gerakan ini ditekankan sebagai gerakan moral yang berlandaskan Pancasila dan UUD Negara Republik Indonesia, dan menjunjung tinggi asas Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Bunda Neno, sapaannya.

Bunda Neno menegaskan, ia masih setia sebagai aktivis parenting dan pegiat ketahanan keluarga sebagaimana yang diketahui selama ini.

Ia mengaku tidak tertarik untuk jabatan politik apapun meski kerap ditawarkan oleh beberapa pihak dan partai.

“Gerakan ini murni muncul dari lubuk hati seorang ibu yang gundah akan kondisi negeri yang kian memprihatinkan. Dan sang ibu berusaha untuk mengajak ibu-ibu lainnya untuk melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,” terangnya.*

Reporter: Haikal/INA

DSKS Pastikan 30 Bis dan Sejumlah Ambulance Diberangkatkan untuk Aksi 212

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS), melalui Korlap aksi bela Islam III Surakarta Suro Wijoyo, pastikan ribuan umat Islam Surakarta datang ke Jakarta pada Aksi 212.

“Tidak kurang 30 bis telah menyatakan kesediaannya mengangkut para peserta Aksi Bela Islam 3 ke Jakarta, dan di tambah beberapa Ambulance dan mobil pribadi,” katanya kepada jurniscom dalam rapat kordinasi aksi bela Islam III di Kantor DSKS, Pajang, Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, Selasa (29/11/2016).

Anggota divisi Advokasi dan Kelaskaran DSKS itu mengatakan, pemberangkatan rombongan aksi 212 direncanakan pada Kamis besok.

“Kami akan berangkat dari sini (Kantor DSKS -red) besok Kamis, yang sebelumnya akan di lepas oleh para Asadidz pukul 12.00 siang InsyaaAlloh,” ungkapnya.

Suro Wijoyo atau yang karib disapa Cak Rowi menegaskan, umat Islam yang ikut aksi 212 untuk tidak termakan oleh isu pembiasaan yang tersebar di jejaring internet. Harus optimis, aksi akan lancar seperti yang telah direncanakan.

“Masih terlalu dini mengatakan hal tersebut. Jangan menilai hari saat masih pagi, apalagi pada saat anda masih mimpi,” pungkasnya.