Berita Terkini

Aksi Bela Islam III, Aa Gym Pesan Agar Jadi Umat yang Kokoh

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Pondok Pesantren Daarut Tauhid, Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym berpesan, agar umat Islam menjadi umat yang kokoh.

Menurutnya, untuk menjadi umat yang kokoh syaratnya ada tiga hal. Pertama, jangan salah menyikapi perbedaan.

“Beton kokoh karena bahan bangunannya itu beda-beda, saling mengisi. Jadi jangan sampai salah menyikapi perbedaan,” ujarnya saat menyampaikan tausyiah di gelaran Aksi Bela Islam III di Monas, Jakarta, Jum’at (02/12/2016).

Aa gym menyampaikan, untuk senantiasa menghargai pendapat. Dan jangan sampai berbeda membuat marah.

“Biasanya yang marah itu kurang ilmu,” tuturnya.

Syarat kedua, lanjutnya, tidak menonjolkan diri. Aa gym mengungkapkan, bahwa semua hendaknya adil menempatkan diri pada tempatnya.

“Dilihat orang atau tidak, Allah Maha Tahu. Semua ada balasan. Makanya nikmati berbuat yang terbaik asal Allah tahu, cukup bagi kita,” jelasnya.

Terakhir, sambungnya, jangan saling meremehkan satu sama lain. Ia menyatakan, acara Aksi Bela Islam III pun sukses karena kerja keras berbagai pihak.

“Jadi jangan pernah membangun kebersamaan dengan meremehkan yang lain,” pungkas Aa Gym.[]

Reporter: Yahya G. Nasrullah/INA

Beda Warga Papua Aksi 112 dengan Aksi 212

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Berbeda dengan warga papua yang membawa bendera Organisasi Papua Merdeka (OPM) saat berdemo di bundaran Hotel Indonesia (HI), kemarin (1/12/2016). Warga papua yang mengikuti aksi damai bela islam 3. Jum’at (2/12/2016), malah bawa banyak sajadah.

Sajadah yang dibungkus karung itu kemudian dibagikannya dengan cuma-cuma kepada umat islam yang akan melaksanakan shalat jum’at di lapangan silang monas dan sekitarnya. Salah satu yang membagikan sajadah tersebut adalah da’i terkenal asal tanah cendrawasih, Ustadz Fadlan Garamatan beserta para muridnya.

“Silahkan diambil sajadahnya. Gratis. Ayo!” Ujar Ustad Fadlan setengah berteriak kepada massa yang hendak masuk monas.

Tak ayal banyak massa yang mengambil sajadah dari tangan Ustadz Fadlan dan muridnya, sambil sesekali menyalami Ustad Fadlan dan berfoto bersama.

“Saya boleh (ambil) satu (sajadah) ustadz,” pinta salah satu massa kepada ustadz fadlan.

Berkat sajadah yang dibagikan tersebut, banyak umat islam terbantu. Pasalnya, saat mengikuti aksi damai 212 banyak umat islam yang tidak membawa alas untuk solat. Sedangkan, shalat Jum’at akan dilaksanakan di lapangan monas yang sebagian besar beralaskan aspal, rumput dan batako.

Reporter: Yahya G. Nasrullah/INA

Sejumlah Peserta Aksi 212 Keracunan Setelah Minum Air Teh Kemasan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sejumlah peserta aksi Bela Islam III harus dilarikan ke Rumah Sakit setelah mengalami mual-mual, pusing dan sakit perut yang sangat, lapor JITU Islamic News Agency (INA).

Salah seorang korban mengaku keluhan tersebut ia rasakan setelah meminum air teh kemasan.

“Keluhannya mual, pusing sama lemes,” kata petugas medis yang hendak membawa korban ke RS kepada reporter JITU INA di Monumen Patung Kuda, sore ini, Jumat (2/12/2016).

Korban yang mengenakan seragam FPI tampak sedang diinfus dan diberikan oksigen itu terlihat lemas tak berdaya.

Rekan korban menjelaskan, bahwa beberapa orang lainnya yang meminum air teh kemasan itu juga mengalami hal serupa. Namun ia tak menyebutkan jumlahnya.

Diduga air teh kemasan yang dibagikan cuma-cuma itu telah dicampur racun. Sebab, terdapat lubang kecil bekas jarum suntik pada bagian samping kemasan.

Belum ada keterangan pasti terkait penyebar air teh kemasan tersebut.

 

Hidayat Nur Wahid: Menfitnah Umat Islam Merugikan Kekuatan Bangsa dan Negara

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid mengatakan, jika ada yang mengatakan aksi 212 seolah anti NKRI atau makar, maka hal itu adalah fitnah.

Menurutnya, memfitnah kaum muslimin justru merugikan bangsa karena umat Islam punya sejarah panjang dalam kontribusi dan perjuangan Indonesia.

“Menfitnah umat Islam merugikan kekuatan bangsa dan negara,” ujarnya di Panggung Utama aksi damai bela Islam III, di Monas, Jakarta, Jum’at (02/12/2016).

Hidayat mengungkapkan, NKRI kokoh justru karena menghormati agama.

“Dan dari dulu umat Islam sangat cinta NKRI, sangat mencintai kebhinekaan,” ungkapnya.

“Penista agama yang justru tidak cinta terhadap kebhinekaan. Maka selayaknya penista agama itu dihukum,” pungkasnya menambahkan.

Reporter: Pizaro

Sekjen GNPF MUI: ABI 3 Menegaskan bahwa Islam adalah Agama Damai

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sekjen Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Ustadz Zaitun Rasmi menegaskan, tuntutan Aksi Bela Islam Jilid III serupa dengan aksi sebelumnya yakni menuntut penegakan hukum atas kasus penistaan al- Qur’an oleh Ahok. Ia menilai penunatasan kasus Ahok lamban.

Ketua Wahdah Islamiyah ini berharap aksi super damai yang dilakukan jutaan umat Islam siang tadi menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat Indonesia tentang akhlak umat Islam dalam menyampaikan pendapat.

“Karena itu akan membuka masyarakat bahwa Islam itu agama damai, Islam adalah agama persatuan, Islam adalah agama cinta tanah air,” ujarnya wartawan di Silang Monas, Jum’at (2/12/2016) Jakarta Pusat.

Ia menambahkan, aksi tersebut juga menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang menjungjung tinggi nilai keadilan tanpa pandang bulu.

“Perpaduan keduanya ini sangat penting untuk keharmonian masyarakat dan keutuhan bangsa dan negara,” tukasnya.

 

Ratusan Mobil Aparat Keamanan Berjejer Penuhi Monas

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Aksi Bela Islam III yang menuntuk dipenjarakannya tersangka penista agama, Basuki Thahaja Purnama alias Ahok juga disemarakkan pemandangan aparat keamanan di seluruh areal Monumen Nasional (Monas).

Pemandangan siang ini di pintu Barat Monumen Nasional (Monas), dipenuhi dengan ratusan aparat keamanan.

Menurut pandangan mata Islamic News Agency (INA) Jumat, mobil-mobil aparat berjejer di sepanjang pintu Barat Laut Monas. Setidaknya, 3 Mobil water cannon dan 1 mobil barracuda telah disiapkan.

Sekitar 100 meter dari panggung utama Aksi Bela Islam III telah terpasang barikade sepanjang jalan itu.

Di dekat pintu Barat Laut Monas juga tersedia posko pengamanan, lengkap dengan peta jalur evakuasi dan pengamanan.

Hingga berita ini diturunkan, massa Aksi Bela Islam masih terlihat tenang, mendengar arahan dari para tokoh dan ulama yang berdiri di panggung utama.[]

Reporter: M Fajar/ INA

Dari Tokoh Islam, Musisi Hingga Anggota DPR Ikuti Aksi Bela Islam III

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Jutaan kaum muslimin pada hari ini, Jum’at (2/12/2016) memadati Monumen Nasional (Monas) Jakarta untuk mengikuti aksi bela Islam III. Aksi jilid III ini dilakukan guna mendesak penahanan tersangka penista agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Selain dihadiri para petinggi GNPF MUI, aksi ini juga turut diikuti sejumlah tokoh Islam beserta para da’i.

Tak lama setelah aksi dibuka dengan sholawat, KH. Arifin Ilham dan Syekh Ali Jaber tiba dan masuk ke panggung utama dengan dikawal panitia untuk menembus padatnya para peserta aksi.

Selain kedua tokoh tersebut, tampak pula penyanyi Opick dan anggota Komisi III Habib Abu Bakar Al Habsyi.

Dalam pantauan Islamic News Agency, gelombang massa dari seluruh penjuru terus berdatangan ke lokasi. Pada Jum’at siang aksi ini berencana ditutup lewat Sholat Jumat dengan khatib Rais Aam PBNU yang juga Ketua Umum MUI KH. Ma’ruf Amin. (pizaro)⁠⁠⁠⁠

Yusril Ihza Mahendra Benarkan Sejumlah Tokoh Ditangkap

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Sejumlah tokoh ditangkap oleh aparat kepolisian saat berada di sekitar Jalan MH Thamrin, Jakarta.

Lima tokoh tersebut antara lain, Ratna Sarumpaet, Rachmawati Sukarnoputri, Mayjen (Purn) Kivlan Zen, Rijal Kobar, Adityawarman.

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra membenarkan kabar tersebut. Ia menegaskan bahwa dirinya akan mengawal beberapa tokoh yang ditangkap untuk dibantu proses hukumnya.

“Saya tadi bicara pertelephon dengan Bu Ratna Sarumpaet. HP-nya nyala. Beliau sedang dalam mobil dibawa dari Hotel Sari Pan Pacific ke markas Brimob di Kelapa Dua. Beliau akan dimintai keterangan karena polisi bilang mereka mau makar. Saya akan bantu dan dampingi mereka. Adityawarman, Kivlan dll saya blm bisa kontak,” ujar Yusril kepada Islamic News Agency, Jum’at (02/12/2016).

Perlu diketahui, ditangkapnya beberapa tokoh tidak ada kaitannya dengan Aksi Bela Islam III yang sedang dilakukan oleh jutaan umat Islam di Monas.[]

Reporter: Haikal/INA

Aktivis Ditangkapi, IPW: Seharusnya Ahok yang Ditangkap Telah Bikin Gaduh

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri segera mencopot Kapolda Metro Jaya karena telah melakukan penangkapan terhadap delapan tokoh masyarakat menjelang berlangsungnya aksi Bela Islam III, Jumat, 2 Desember 2016.

Aksi penangkapan ini adalah wujud arogansi dan kesewenang- wenangan Kapolda Metro Jaya yang sangat bertolak belakang dengan sikap Kapolri yang intens melakukan pendekatan dan dialog dengan tokoh tokoh masyarakat menjelang aksi damai 212,” demikian rilis Ketua Presidium Indonesia Police Watch, Neta S Pane diterima Islamic News Agency (INA), Jumat (02/12/2016).

Menurut IPW, terkait penangkapan ini Kapolda Metro Jaya tidak punya dasar hukum yang jelas dalam menangkap kedelapan tokoh itu.

“Apalagi jika Polda Metro Jaya menangkap mereka dengan alasan telah melakukan upaya makar yang tolok ukurnya tidak jelas secara hukum,” tulisnya.

Menurut Neta, seharusnya Kapolda Metro Jaya segera menangkap Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai sumber masalah dan bukan menangkap kedelapan tokoh.

“Secara nyata Ahok sudah melakukan penistaan agama hingga dinyatakan sebagai tersangka. Akibat ulah Ahok sudah terjadi kegaduhan dan kekacauan yang membuat Polri kerepotan. Eskalasi kamtibmas memanas,” tulisnya.

Tindakan Kapolda MetroJaya ini terlalu mengada- ada dan bisa menimbulkan kegaduhan politik, tulisnya. IPW mendesak Kapolri segera mencopot Kapolda Metro Jaya dan segera membebaskan kedelapan tokoh tersebut agar situasi politik ibukota tidak semakin panas.

Juga putri Bung Karno yang juga adik Megawati, Racmawati, ditangkap di kediamannya, jam 05.00 7. Ratna sarumpaet ditangkap di kediamannya, jam 05.00. Sri Bintang Pamungkas, ditangkap di kediamannya di Cibubur.

Berdasarkan informasi yang diperolah INA, aktivis yang sudah ditangkap dan ditangani Krimum Polda Metro Jaya adalah; Ahmad Dhani (Dijerat pasal 207 KUH) dan ditangkap di Hotel San Pasific, Eko (pasal 107 jo 110 KUHP) jo 87 KUHP di rumahnya Perum Bekasi Selatan, Adityawarman (Pasal 107 jo 110 KUHP jo 87 KUHP ditangkap di rumahnya), Kivlan Zein (pasal 107 jo 110 KUHP jo 87 KUHP ditangkap di rumahnya Komplek Gading Griya lestari Blok H1 -15 jalan pegangsaan dua, Firza Huzein (pasal 107 jo 110 KUHP jo 87 ditangkap di Hotel San Pasific, jam 04.30).[]

Reporter: CHA/INA

 

Anggap Sering Pelintir Berita,Wartawan Metro TV Diusir Massa

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pemandangan berbeda terjadi di tengah-tengah aksi damai bela Islam III di depan patung kuda Jl. Merdeka Barat.

Diawali dengan salah seorang reporter Metro TV menyampaikan berita melalui stasiun TVnya dengan menyebutkan bahwa peserta aksi damai bela Islam III hanya dihadiri 50 ribu orang.

Pernyataan reporter tersebut menimbulkan kemarahan aksi massa.

“Pergi, pergi, metro tipu, penipuuu,”teriak salah seorang aksi massa disaksikan Islamic News Agency (INA).

Salah seorang, peserta aksi massa, Asep menyuarakan kemarahannya atas kebohongan yang dilakukan oleh salah seorang reporter Metro TV.

“Saya tidak terima mas, mereka banyak melakukan kebohongan. Ini bahaya, makanya kami usir,”terang Asep dengan nada tegas.

Asep juga mengingatkan kepada Metro TV untuk tidak main-main dalam pemberitaan mengenai aksi ini.

“Kami ingatkan kepada mereka agar tidak main-main dalam memberitakan aksi ini. Jangan kalian beritakan yang tidak baik. Kalian catat itu ya,” tehas Asep kepada jaringan berita yang diinisiasi Jurnalis Islam Bersatu (JITU) ini.

Pantauan JITU, salah seorang reporter dilarikan oleh pihak aparat kepolisian. Sempat diwawancarai namun tidak memberikan jawaban atas tindakan tersebut.[]

Reporter: Haikal/INA