Berita Terkini

Pakistan Ancam Perang Nuklir Setelah Israel Keluarkan Laporan Berita Hoax

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Para pejabat pertahanan Pakistan mengancam Israel dengan perang nuklir setelah sebuah laporan berita palsu mengutip seorang menteri pertahanan Israel awal pekan ini, Middle East Eye melaporkan Ahad (25/12/2016).

Laporan berita palsu, yang muncul di sebuah situs web AWD news pada 20 Desember, mengutip mantan menteri pertahanan Israel Moshe Ya’alon yang mengatakan bahwa Israel akan menghancurkan Pakistan jika mengirim pasukan darat ke Suriah untuk melawan kelompok Islamic State (IS), juga dikenal dengan akronim Arab-nya Daesh.

Meskipun laporan berita tersebut palsu, Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif “mengingatkan” Israel bahwa Pakistan adalah negara nuklir.

Dalam tweet yang diposting dari akun pribadinya pada Jumat, menteri pertahanan mengatakan: “Menteri pertahanan Israel mengancam pembalasan nuklir atas peran Pakistan di Suriah jika melawan kelompok IS. Israel lupa bahwa Pakistan adalah negara nuklir juga.”

Ya’alon tidak lagi menjadi anggota pejabat pemerintah zionis sejak Mei dan Israel menunjukkan sikap netral pada perang Suriah, laporan tentang sikap netral juga dinilai palsu dan tidak akurat oleh banyak komentator.

Wartawan Israel Oded Yaron mengatakan kepada Haaretz pada hari Ahad bahwa dua fakta ini saja “cukup untuk menghilangkan prasangka laporan”.

AWD news memiliki track record salah dalam melaporkan cerita.

Menurut situs pemeriksa fakta Snopes.com, AWD memiliki rekor menyebarkan “teori konspirasi untuk membuat cerita yang menimbulkan kekhawatiran (dan dengan demikian banyak diklik dan di-share kembali)”.

Awal tahun ini AWD news melaporkan berita hoax, mengatakan bahwa Raja Yordania telah membunuh istrinya, Ratu Rania, dan pernah mengklaim bahwa CIA berada di belakang upaya pembunuhan Trump.

Pakistan dan Israel telah dipersenjatai senjata nuklir namun tidak diakui sebagai negara nuklir oleh the Nuclear Non-Proliferation Treaty (NPT).

Negara-negara lain yang telah dipersenjatai senjata nuklir namun tidak diakui oleh NPT termasuk India dan Korea Utara.

Israel tidak pernah secara resmi mengaku memiliki senjata nuklir dan telah berulang kali mengatakan bahwa mereka tidak akan menjadi negara pertama di Timur Tengah yang “memperkenalkan” senjata nuklir ke wilayah tersebut.

 

Sedikitnya 40 Pasukan Pro-Rezim Assad Tewas Dihantam Ranjau Mujahidin Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Ranjau Faksi perlawanan Suriah (Syrian Resistance Factions) menewaskan dan melukai puluhan pasukan “Komite Pertahanan Nasional” yang mendukung pasukan Nushairiyah Assad beberapa hari setelah mujahidin keluar sepenuhnya dari lingkungan timur kota Aleppo.

Beberapa sumber melaporkan pada ElDorar AlShamia, Ahad (25/12/2016), bahwa ranjau darat yang telah disiapkan oleh para mujahidin Aleppo sebelum mereka pergi meledak pada hari Ahad di tengah 70 milisi pro-rezim dari Komite Pertahanan Nasional yang sedang memasuki beberapa rumah dan sebuah sekolah di dekatnya di lingkungan “al-Sukari” untuk mencuri barang berharga yang tertinggal di rumah.

Ledakan itu sedikitnya menewaskan 40 orang dan melukai beberapa orang lainnya.

Sementara di lokasi berbeda sedikitnya tiga milisi Syiah tewas dan beberapa pasukan rezim Assad lainnya luka-luka setelah sebuah bom pinggir jalan yang ditanam di dalam taman lingkungan Seif al-Dawla di Aleppo juga meledak pada hari Jumat.

Mujahidin Lembah Barada Gagalkan Serangan Rezim di Rif Dimahsq, Dua Tank Pasukan Assad Hancur

SURIAH (Jurnalislam.com) – Operasi militer rezim Syiah Nushairiyah Assad yang didukung serangan udara mendekati daerah lembah Barada di provinsi Rif Dimahsq memasuki hari keempat tanpa mampu membuat kemajuan melawan penyerang di wilayah tersebut dan justru kehilangan banyak pasukan, lansir ElDorar AlShamia, Ahad (25/12/2016).

Organisasi media di Lembah Barada melaporkan bahwa mujahidin telah menghancurkan dua tank pada hari Ahad, dan memaksa tank ketiga untuk mundur di tengah daerah lembah Basima, sementara bentrokan baru di desa Deir Kanoun dan Husseinieh menggunakan artileri dan pemboman udara menimbulkan korban sipil dan sejumlah lainnya terluka.

Komite, yang dikenal sebagai “Komite Rekonsiliasi Nasional” menawarkan kepada pejuang untuk keluar dan pasukan al-Assad akan masuk seperti beberapa daerah di Rif Dimashq, tetapi faksi membuat keputusan untuk meluncurkan konfrontasi militer.

Faksi oposisi telah berhasil membunuh sekitar 15 pasukan rezim dan melukai beberapa militan dalam bentrokan di sumbu “al-Jamyat” di lembah Basima pada hari Sabtu.

92 Penumpang Pesawat Militer Rusia yang Jatuh Semuanya Tewas

MOSCOW (Jurnalislam.com) – Tidak ada korban selamat dari kecelakaan pesawat Ahad pagi yang membawa 92 penumpang, sebagian besar dari mereka anggota Paduan Suara Rusia dan Tentara Merah, kata Kementerian Pertahanan Rusia, lansir Anadolu Agency, Ahad (25/12/2016).

Juru bicara Kementerian Igor Konashenkov mengatakan kepada wartawan bahwa puing pesawat terletak 70 meter di bawah Laut Hitam dan regu penyelamat sejauh ini telah menemukan empat mayat.

“Puing pesawat Tu-154 ditemukan 1,5 kilometer dari pantai Sochi,” kantor berita resmi Rusia TASS mengutip layanan darurat mengatakan.

Menurut Konashenkov, pesawat lepas landas dari Bandar Udara Adler di kota pantai Sochi pada pukul 05:25, (0225GMT), dan menghilang dari radar dua menit kemudian.

“Pecahan pesawat Tu-154 milik Kementerian Pertahanan Rusia ditemukan 1,5 kilometer dari kota Sochi di lepas pantai Laut Hitam pada kedalaman 50 sampai 70 meter,” kata kementerian itu.

Presiden Vladimir Putin mengatakan kepada televisi pemerintah bahwa hari Senin akan menjadi hari berkabung nasional bagi Rusia.

Pesawat itu sedang melakukan penerbangan rutin ke pangkalan udara Rusia, Hmeimim, di Latakia, Suriah barat, yang selama ini digunakan untuk meluncurkan serangan udara dalam operasi militer Moskow ke Aleppo dan sekitarnya demi mendukung sekutunya Bashar al-Assad dalam perang global yang menghancurkan negara itu.

Tangkap Wartawan Panjimas, Dosen Jurnalistik Unpad : Polisi Bisa Dituntut Balik

BANDUNG (Jurnalislam.com) – Dosen Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi (Fikom) Unpad, Maimon Herawati M.Litt angkat suara perihal penangkapan Ranu Muda Adi Nugroho, seorang jurnalis media Islam panjimas.com setelah meliput bar Sosial Kitchen di Solo.

Menurut alumnus University of Dundee Scotland ini, polisi dapat dituntut balik karena menghalangi kerja wartawan dalam bertugas yang dilindungi oleh UU Pers.

“Polisi bisa dituntut balik, mudah-mudahan kuasa hukum Ranu, dari pihak Muhammadiyah bisa mengadvokasi sampai tahap menuntut balik,” katanya kepada INA, Sabtu (24/12/2016) di Bandung.

Dosen Fikom Unpad ini menyayangkan penangkapan wartawan di era seperti ini. “Kalau wartawan ditangkapi kondisinya sudah seperti rezim di Mesir. Mereka yang tidak sejalan dengan penguasa, seperti wartawan malah ditangkap,”tambahnya.

Ia pun mengimbau agar masyarakat tidak diam melihat fenomena ini. “Ini seperti menguji reaksi umat Islam, jadi diharapkan berikan reaksi dengan melakukan protes dan hal lainnya,” pungkasnya.

Reporter: Aaghnia/IslamicNewsAgency(INA)

Mobil Polisi di Depan Gereja Filipina Dilempar Granat

FILIPINA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 12 orang terluka setelah sebuah granat meledak di luar sebuah gereja Katolik selama misa malam Natal di Filipina selatan, lansir World Bulletin, Ahad (25/12/2016).

Kepala polisi Midsayap, Supt. Bernardo Tayong, mengatakan para ahli bom terus menjelajahi lokasi ledakan – yang terjadi di dekat sebuah mobil polisi di depan gereja – untuk mencari bukti-bukti.

Fr. Jay Virador dari Oblat Maria Imakulata (the Oblates of Mary Immaculate), co-president Misa (the Nativity of the Lord Mass), mengatakan ledakan terjadi sekitar pukul 09:45 (1345GMT) hari Sabtu di luar gereja St. Nino Paroki (St. Nino Parish) di kota Midsayap provinsi Cotabato Utara.

“Misa tiba-tiba berakhir, tidak ada doa penutup karena terjadi keributan,” Virador seperti dikutip oleh The Philippine Inquirer. “Orang-orang kalangkabut meninggalkan gereja.”

Pasukan di Filipina dan di negara-negara Asia Tenggara lainnya telah siaga dalam beberapa pekan terakhir, melakukan pengetatan keamanan untuk musim liburan Natal dan Tahun Baru.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan hari Sabtu, yang berakibat sedikitnya 12 terluka – termasuk seorang wanita dalam kondisi kritis dan seorang polisi.

The Inquirer mengutip Supt. Romeo Galgo Jr, yang berbicara kepada polisi di Mindanao Tengah, mengatakan “kami sangat mengutuk perbuatan ini, polisi akan terus menjalankan tugasnya untuk memastikan keselamatan semua pihak.”

Pesawat Militer Rusia Jatuh di Laut Hitam Seluruh Penumpang Kemungkinan Tewas

SOCHI (Jurnalislam.com) – Sebuah pesawat militer Rusia dengan 91 orang di dalamnya jatuh ke Laut Hitam tak lama setelah lepas landas, kata kementerian pertahanan Rusia.

Tim penyelamat menemukan puing-puing di lokasi kecelakaan di lepas pantai kota resor Sochi, kantor berita Interfax melaporkan, lansir Aljazeera , Ahad (25/12/2016).

Kantor berita lokal melaporkan bahwa pecahan dan kepingan pesawat Tu-154 ditemukan 1,5 kilometer di lepas pantai Sochi pada kedalaman 50 sampai 70 meter.

Kantor berita lainnya melaporkan bahwa beberapa bagian pesawat dan undercarriage, dan juga genangan minyak pelumas ditemukan sekitar enam kilometer dari pantai.

Seluruh penumpang kemungkinan tewas, karena tidak ada pernyataan tentang korban selamat.

Pesawat, yang sedang dalam perjalanan ke Latakia di Suriah, membawa 81 penumpang dan 10 awak, kata kantor berita Interfax.

Tu-154 adalah pesawat tiga mesin yang dirancang Soviet.

Reporter Al Jazeera Natasha Ghoneim, melaporkan dari Moskow, mengatakan pesawat itu menghilang dari radar hanya beberapa menit setelah lepas landas.

“Laporan di Moskow mengatakan bahwa penumpang termasuk wartawan, personel militer dan anggota Alexandrov Ensemble yang terkenal, yaitu paduan suara tentara resmi dari angkatan bersenjata Rusia,” kata Ghoneim.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan Alexandrov Ensemble akan melakukan konser di pangkalan udara Rusia di Latakia.

Jasa penyelamatan unit penerbangan dari Distrik Selatan Militer di Krasnodar dan daerah tetangga terlibat dalam pencarian pesawat hingga kini, kata kementerian pertahanan.

 

Al Bab, Kota Stretegis di Suriah Bagi Turki

ANKARA (Jurnalislam.com) – Turki terus berusaha untuk membebaskan kota Al-Bab di Suriah utara yang dikuasai kelompok Islamic State (IS) dan PKK/PYD dari perbatasannya dalam menjaga keamanan perbatasan dan keselamatan pengungsi Suriah, Anadolu Agency melaporkan, Sabtu (24/12/2016).

Terletak 30 kilometer dari perbatasan Turki, Al-Bab (dalam bahasa Arab berarti pintu) digunakan sebagi rumah bagi sekitar 64.000 orang – terutama muslim Arab – sebelum letusan perang Suriah pada tahun 2011.

Kota ini terkenal sebagai salah satu pusat perdagangan aktif di Suriah dan memiliki lokasi khusus dan strategis karena terletak pada banyak jalan yang menghubungkan kota-kota Latakia, Aleppo, Raqqa, al-Hasakah dan Mosul Irak.

Militer Turki mendukung pejuang oposisi Pasukan Pembebasan Suriah (the Free Syrian Army-FSA) untuk membebaskan Al-Bab dari IS. Al-Bab adalah sebuah kota yang strategis bagi IS. Sabtu kemarin adalah hari ke-123 sejak kota itu dikepung untuk dibebaskan.

Operasi ini adalah bagian dari Operasi Perisai Efrat (Euphrates Shield) yang dipimpin Turki, yang dimulai pada akhir Agustus dengan tujuan meningkatkan keamanan, mendukung pasukan koalisi, dan menghilangkan ancaman teror di sepanjang perbatasan Turki.

Sekitar 840 kilometer persegi antara kota Azaz dan Jarabulus Suriah telah dibersihkan dari kelompok IS sejak operasi itu diluncurkan pada bulan Agustus.

Pembersihan kota akan menjaga pasukan IS berada dalam jarak 30-35 kilometer dari perbatasan Turki dan akan membantu menciptakan daerah aman bagi para pengungsi Suriah.

Operasi ini juga dimaksudkan untuk menjaga kota dari pasukan rezim Syiah Assad dan ekstremis PKK/PYD, yang berusaha untuk menciptakan sebuah “negara” di Suriah utara.

Kegagalan PKK/PYD merebut kota Al-Bab berarti bahwa hal itu tidak akan dapat terhubung kota Manbij di tepi barat dari Sungai Efrat dengan kota Afrin dekat perbatasan Turki.

Pada 13 November, pasukan FSA yang didukung Turki berhasil menguasai posisi dua kilometer dari Al-Bab.

Dan pada 9 Desember, FSA mulai maju di pusat kota, tapi mereka bertempur dengan perlawanan sengit saat pasukan IS menggunakan bom mobil dan jebakan untuk menghalangi pergerakan FSA ke kota.

Pasukan Yaman Rebut Kembali Distrik Nihm di Sanaa Setelah Setahun Dikuasai Syiah Houthi

SANAA (Jurnalislam.com) – Pasukan bersenjata dan faksi perlawanan Yaman akhirnya merebut kembali beberapa daerah strategis dalam sebuah distrik di ibukota Sanaa, Al Arabiya News Channel melaporkan, Sabtu (24/12/2016).

Beberapa daerah termasuk Telti al-Hamra, al-Madfoun dan al-Talal dari distrik Nihm Sanaa dibebaskan setelah lebih dari setahun dikuasai oleh pemberontak Syiah Houthi dan pasukan yang setia kepada mantan presiden terguling Ali Abdullah Saleh.

Kedua belah pihak terlibat pertempuran sengit berusaha untuk mengontrol distrik Nihm yang terletak di sebelah timur ibukota.

Sementara itu di Taiz, angkatan bersenjata pemerintah Abdrabbu Mansour Hadi berhasil merebut kembali sebuah rumah sakit militer dalam pertempuran dimana pemberontak Houthi mengalami kekalahan. Di antara mereka adalah pemimpin milisi kunci bernama Abu Assem.

Kemajuan datang sehari setelah pasukan Arab Saudi mampu melakukan operasi malam hari di Jizan dan Najran, setelah mengetahui lokasi pemberontak Syiah Houthi dan Saleh di dekat perbatasan Saudi, yang menyebabkan tewasnya 30 pemberontak Houthi.

Ini Alasan Kenapa Mujahidin Mundur dari Aleppo

ALEPPO (Jurnalislam.com) – Mundurnya faksi jihad di Aleppo adalah untuk mencegah kerugian lebih lanjut, dan menyusun program politik yang dapat menyatukan kaum muslim rakyat Suriah.

Berbicara dari kubu oposisi (faksi-faksi jihad para pejuang) di Idlib, Omran Muhammad mengatakan alasan praktis: oposisi terpaksa menarik diri dari Aleppo timur adalah untuk meringankan krisis kemanusiaan sipil yang sudah sangat mengkuatirkan, Middle East Eye melaporkan dalam wawancara khusus, Sabtu (24/12/2016).

“Aleppo merupakan daerah perkotaan yang berpenduduk padat dengan sejumlah pejuang oposisi,” katanya.

“Untuk setiap langkah yang kami buat, puluhan jet Rusia menjatuhkan hujan bom pada warga sipil, mengakibatkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang besar.”

“Tidak ada makanan, rumah sakit kehabisan obat-obatan bahkan kapas penyeka. Kami tidak memiliki pilihan kecuali membantu rakyat Aleppo mengungsi.”

Muhammad menolak klaim rezim Suriah Assad dan Rusia bahwa semua oposisi adalah “teroris”.

“Tentu saja, rezim menginginkan Anda berpikir bahwa kita semua [oposisi] adalah teroris, karena melawan gerakan Assad.

“Hanya karena kita semua ingin menggulingkan rezim tidak berarti bahwa kita adalah teroris.”

“Anda harus menyadari rezim ini tidak pernah mengizinkan oposisi itu ada. Tidak boleh ada pembangkang yang baik atau buruk dalam buku-buku (doktrin-doktrin) mereka. Aktivis, oposisi, jihadis, warga sipil, ataupun teroris.. kita semua adalah sama bagi rezim Suriah Assad yaitu musuh.”

Muhammad mengatakan bahwa walaupun perbedaan antara kelompok oposisi terjadi, itu adalah situasi yang “normal” dan harus diselesaikan secara terbuka bagi semua pihak.