Berita Terkini

Ulama dan Umat Islam Jawa Barat Baiat Habib Rizieq sebagai Imam Besar Umat Islam

CIAMIS (Jurnalislam.com) – Ribuan umat Islam menghadiri Tabligh Akbar di Pondok Pesantren Miftahul Huda Utsmaniyah, Cikole, Kabupaten Ciamis, Ahad (8/1/2017) malam. Acara juga dihadiri puluhan ulama dan perwakilan pondok pesantren serta ormas Islam se-Jawa Barat.

Dalam kesempatan itu, mereka sepakat untuk mengangkat Habib Rizieq Syihab sebagai Imam Besar Umat Islam Indonesia dalam memimpin perjuangan umat Islam di Indonesia.

Pernyataan dibacakan oleh Ketua Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat, Asep Syaripudin dan diikuti oleh hadirin.

“Bismillahirrahmanirrahim, atas berkat rahmat Allah SWT. Pada hari ini kami mendaulat DR. Habib Rizieq Syihab, Lc, sebagai Imam Besar Umat Islam Indonesia. Demikian pernyataan ini disampaikan,” serentak diucapkan ribuan hadirin.

Sebelumnya, pada Sabtu (7/1/2017), ribuan umat Islam dan ulama di Sumatera Selatan juga mendaulat Habib Rizieq sebagai Imam Besar Umat Islam Indonesia. Acara digelar di Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Sumsel.

Reporter: Aryo Jipang

Habib Rizieq: Makar adalah Upaya Musuh Islam untuk Membungkam Islam, Jangan Dibalik

CIAMIS (Jurnalislam.com) – Menanggapi tuduhan makar yang dialamatkan kepada ulama dan umat Islam yang mengikuti aksi bela Islam, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Syihab mengatakan, makar adalah bahasa Al Qur’an yang tidak boleh ditafsirkan sembarangan. Di dalam Al Qur’an, kata Habib, istilah makar dijelaskan dalam Surat Al Anfaal ayat 30.

“Jadi, makar adalah bahasa Al Qur’an. Karena makar adalah bahasa Al Qur’an, maka tidak boleh diterjemahkan kecuali sesuai dengan kaidah-kaidah Al Qur’an,” tegasnya dalam Tabligh Akbar di Ponpes Miftahul Huda Utsmaniyah, Cikole, Kabupaten Ciamis, Ahad (8/1/2017).

Habib menjelaskan, makar adalah segala upaya yang dilakukan oleh orang-orang untuk membungkam dakwah Nabi dari mulai upaya untuk memenjarakan Nabi, mengusir hingga membunuh Nabi.

“Intinya, makar itu adalah tipu daya yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam untuk memadamkan cahaya Islam. Apapun bentuknya, siapapun yang ingin memadamkan cahaya perjuangan dan agama Islam itu dalam Al Qur’an disebut makar,” jelasnya.

Lebih lanjut, Habib mengatakan, ulama adalah pewaris para nabi. Oleh karena itu, segala resiko perjuangan yang dilalui oleh para Nabi pun akan dihadapi oleh para ulama pada zaman sekarang. Sebab, upaya musuh-musuh Islam untuk memadamkan cahaya Islam itu pun akan terus terulang.

“Jadi jangan diputarbalik, umat Islam yang ingin menyuarakan kebenaran dan menuntut keadilan malah disebut makar, ulama yang ingin menegakkan syariat Islam kok disebut makar,” tukasnya.

Reporter: Aryo Jipang

Bupati Ciamis Berharap Spirit 212 Bisa Menjadikan Ciamis sebagai Kabupaten Syariah

CIAMIS (Jurnalislam.com) – Bupati Ciamis, Drs. H. Iing Syam Arifin mengatakan, Ciamis telah menjadi pelopor perjuangan Islam di Indonesia. Pasalnya, perjalanan panjang kafilah Ciamis menuju Jakarta untuk menghadiri Aksi 212 dengan berjalan kaki yang telah menginspirasi jutaan umat Islam Indonesia untuk membela Islam.

“Saya atas nama pribadi dan seluruh warga Ciamis menyampaikan terimakasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas seluruh perjuangan umat Islam wabil khusus para santri dan ulama,” katanya dalam sambutan Tabligh Akbar dalam rangka Haul pendiri pondok pesantren Miftahul Huda Utsmaniya, KH Maman Abdurrahman di Cikole, Kabupaten Ciamis, Ahad (8/1/2017) malam.

Ia berharap energi 212 bisa menjadikan masyarakat Kabupaten Ciamis yang beriman dan bertaqwa serta menjadikan Ciamis sebagai Kabupaten syariah.

“Insya Allah energi 212 akan menjadikan Ciamis sebagai Kabupaten syariah, kabupaten yang baldah thoyyibah,” tuturnya.

Tabligh akbar juga digelar dalam rangka temu alumni Ponpes Miftahul Huda Utsmaniyah dan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Hadir dalam acara Kapolres Ciamis, Dandim, anggota DPR, serta para ulama dari berbagai ormas dan pondok pesantren.

Reporter: Aryo Jipang

55 Milisi Houthi Tewas dalam Pertempuran Dua Hari di Dekat Selat Bab al Mandab

YAMAN (Jurnalislam.com) – Diperkirakan 68 tewas dalam dua hari pertempuran sengit antara pasukan Yaman dan pemberontak Syiah Houthi dekat selat Bab al-Mandab yang strategis, para pejabat militer mengatakan pada hari Ahad (08/01/2017), lansir AFP.

Sedikitnya 55 pasukan Syiah Houthi telah tewas dalam pertempuran dan 72 lainnya luka-luka, kata sumber-sumber militer dan medis.

Bentrokan sejak Sabtu tersebut juga menewaskan 13 loyalis pasukan, termasuk seorang petinggi militer, Brigadir Jenderal Abdul Aziz al-Majidi, kata seorang komandan loyalis.

Ranjau darat yang ditanam oleh pemberontak Houthi telah memperlambat kemajuan pasukan pemerintah, kata para pejabat militer.

Pemerintah dan sekutu koalisi pimpinan Saudi merebut kembali selat Bab al-Mandab pada bulan Oktober 2015, mendorong para pemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran lebih jauh ke utara.

Namun pemberontak masih menguasai hampir semua pantai Laut Merah Yaman utara, meningkatkan ancaman bagi pelayaran internasional.

Pada bulan September dan Oktober, dua kapal perang AS dan kapal Uni Emirat Arab yang dikontrak untuk koalisi menjadi sasaran serangan rudal dari wilayah yang dikuasai pemberontak.

Pasukan pro-pemerintah merebut Dhubab pada awal Oktober 2015, namun para pemberontak berhasil merebut kembali daerah tersebut pada bulan Februari.

Konflik Yaman telah menewaskan lebih dari 7.000 orang sejak intervensi militer koalisi Arab dimulai pada Maret 2015, menurut PBB.

Jaysh al Islam, Faylaq al Rahman dan Ahrar Sham Gempur Pasukan Assad, Puluhan Tewas

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Faksi perlawanan Suriah meluncurkan serangan balik di wilayah Hazerma di Timur Ghouta mendapatkan kembali kontrol atas basis militer, dan mengakibatkan kerugian jiwa dan material yang besar bagi pasukan rezim Assad, lansir ElDorar AlShamia, Ahad (08/01/2017)

Kantor Media Jaysh al-Islam melaporkan bahwa aksi gabungan faksi Jaysh al-Islam, Faylaq al-Rahman dan Ahrar al-Sham berhasil merebut kembali batalyon roket di daerah Hazerma dan beberapa titik lainnya, setelah pasukan rezim Syiah Assad telah merampas wilayah tersebut.

Mujahiddin juga berhasil menghancurkan beberapa kendaraan lapis baja, dan mengambil senjata menengah dan ringan serta amunisi yang tersimpan di dalamnya, serta membunuh dan melukai puluhan tentara rezim.

Pertempuran terjadi di seluruh wilayah Hazerma dan al-Marj area di Timur Ghouta selama beberapa hari, meskipun kesepakatan gencatan senjata, yang ditandatangani antara Rusia dan faksi revolusioner dan dimediasi oleh Turki mulai berlaku dua pekan lalu.

Hadapi Serangan Assad di Wadi Barada, Komandan Revolusi Suriah Batalkan Gencatan Senjata

DAMASKUS (Jurnalislam.com) – Dua komandan faksi Revolusi Suriah yang menandatangani perjanjian gencatan senjata di Suriah menyatakan mengakhiri komitmen mereka untuk gencatan senjata karena pasukan rezim Nushairiyah Assad dan milisi Iran terus menyerang daerah Wadi Barada di Timur Ghouta, provinsi Rif Dimashq, ElDorar AlShamia melaporkan, Ahad (08/01/2017).

Komandan Jaysh al-Mujahidin, Abu Baker, mengatakan dalam tweet-nya: “Kami sepakat dengan gencatan senjata untuk melindungi orang-orang kami di Wadi Barada dan Ghouta, tetapi karena Anda (para pengkhianat Iran) melanggar perjanjian jadi tunggu saja apa yang akan menghancurkan Anda.”

Komandan Soqur al-Sham, Syeikh Abu Issa, menekankan bahwa desakan rezim Assad dan milisi Syiah dukungan Iran untuk menyerang Wadi Barada dan Timur Ghouta akan berhadapan dengan pasukan lini depan, seraya mengatakan, “bahwa gencatan senjata hanyalah sia-sia dan merupakan penghinaan.”

Faksi dari Timur Ghouta pada hari Ahad berhasil untuk mendapatkan kembali kontrol atas batalyon rudal di daerah “Hazerma” setelah pasukan Assad maju selama beberapa jam lalu dipukul mundur, sedangkan intervensi rezim Suriah dan milisi Syiah Hizbullah Lebanon pada Wadi Barada memasuki pekan ketiga meskipun terdapat gencatan senjata di Suriah.

4 Tentara Zionis Tewas dan 17 Lainnya Terluka Ditabrak Truk di Yerusalem

AL QUDS (Jurnalislam.com) – Sedikitnya lima orang, termasuk 4 serdadu Israel dan seorang warga Palestina yang diduga sebagai penyerang tewas setelah sebuah truk menabrak tentara di Yerusalem pada hari Ahad (08/01/2017), Anadolu Agency melaporkan.

Juru bicara polisi zionis Luba Samri mengatakan empat tentara Israel tewas diduga oleh penyerang di lingkungan Armon Hanatziv.

Kementerian Kesehatan Palestina mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa seorang warga Palestina ditembak mati. Kantor berita Palestina Ma’an mengidentifikasi pria tersebut adalah penduduk Yerusalem berusia 28 tahun, Fadi Ahmad Hamdan al-Qunbar.

Militer Israel mengatakan tiga taruna dan seorang perwira tewas sementara 17 lainnya luka-luka. Situs Israel The Times melaporkan tentara berada di daerah tersebut sebagai bagian dari perjalanan rutin mereka ke situs sejarah dan budaya yang diselenggarakan oleh tentara.

Berbicara dari tempat kejadian, Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu membandingkannya dengan serangan serupa menggunakan kendaraan berat di Jerman dan Perancis.

Mantan Presiden Iran Tewas Terkena Serangan Jantung

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Mantan Presiden Iran Akbar Hashemi Rafsanjani tutup usia, pada usia 82 tahun di sebuah rumah sakit di Teheran pada hari Ahad (08/01/2017), menurut media Iran, lansir Al Arabiya News Channel.

Rafsanjani, yang memimpin Dewan Kebijaksanaan Iran, dilarikan ke rumah sakit setelah mengalami serangan jantung di sore hari, menurut kantor berita Fars.

Tasnim News Agency mengatakan langkah-langkah yang diambil oleh dokter untuk menghidupkan dia kembali tetap sia-sia.

Pemakaman akan berlangsung pada Selasa pagi, kantor berita Iran IRNA mengutip Humas Kantor Kebijaksanaan Dewan mengatakan.

Kantor Kebijaksanaan Dewan juga menyatakan masa berkabung selama tiga hari, IRNA menambahkan.

Rafsanjani adalah politisi berpengaruh yang lahir pada 25 Agustus 1934. Rafsanjani telah bergabung dengan gerakan Syiah Ayatollah Khomeini sebelum revolusi Iran tahun 1979 dan memainkan peran berpengaruh selama Perang Iran-Irak antara tahun 1980 dan 1988.

Dia adalah presiden keempat Republik Syiah Iran, yang menjabat antara tahun 1989 dan 1997. Dia memimpin Dewan Kebijaksanaan sejak tahun 1987.

Polisi Saudi Tembak Mati Perancang Serangan ke Masjid Nabawi

RIYADH (Jurnalislam.com) – Polisi Saudi menembak mati satu dari dua ekstremis Saudi dalam operasi pada Sabtu (7/1/2017). Korban diketahui bernama Yaslam al-Sayari yang dianggap terlibat dalam perencanaan serangan ke Masjid Nabawi tahun lalu.

Seperti dikutip Al Arabiya, Al Sayari disebut merancang sabuk peledak dan perangkat mematikan lain yang digunakan dalam serangan ke Masjid Nabawi pada Juli 2016.

Perangkat itu juga digunakan dalam serangan ke masjid yang kerap dipenuhi tentara Saudi di kota sebelah selatan, Abha, sebulan kemudian.

Polisi mengaku mendapat laporan intelijen tentang kehadiran pria dicari tersebut di Distrik Yasmen, utara Riyadh. Mereka menggunakan rumah di Riyadh untuk merancang bom.

“Mereka mencoba melarikan diri dan melakukan perlawanan ke petugas. Pelaku melepaskan tembakan yang melukai seorang petugas. Keduanya juga mengenakan sabuk peledak,” ujar juru bicara Kementerian Dalam Negeri Saudi Mayor Jenderal Mansour Al-Turki dalam keterangan pers, Sabtu malam.

Menurut pejabat lain, Sayari merupakan mahasiswa kelulusan Selandia Baru. Ia kemudian bergabung dengan ISIS di Suriah. Ia sempat melintas ke Turki, Sudan, Yaman sebelum balik lagi ke Saudi.

Sumber: Republika

Dalam Tabligh Akbar 7117, Habib Rizieq Didaulat sebagai Imam Besar Umat Islam Indonesia

PALEMBANG (Jurnalislam.com) – Gabungan ulama, pemimpin Pondok Pesantren (Ponpes) serta organisasi masyarakat (Ormas) Islam di Sumatera Selatan, sepakat mendaulat Habib Rizieq Syihab (HRS) sebagai Imam Besar Umat Islam Indonesia. Kehormatan itu diberikan dalam acara Tabligh Akbar 7117 dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW di Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Sumsel, Sabtu (7/1/2017) malam.

Deklarasi yang dibacakan oleh Ketua Forum Umat Islam (FUI), KH Umar Said itu didasarkan atas kebangkitan serta kesadaran umat Islam setelah aksi 212 (2 Desember). Deklarasi pun langsung disambut takbir.

Ribuan Umat Islam menghadiri Tabligh Akbar 7117 di Benteng Kuto Besak (BKB) Palembang, Sabtu (7/1/2017). Foto: Sumeks

Dalam tausyiahnya, HRS mengingatkan kembali perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam berdakwah di jalan Allah. Ia mengungkapkan, dalam perjalanan dakwahnya, Nabi Muhammad SAW dihadapkan pada upaya musuh-musuhnya untuk menangkap, mengusir hingga upaya pembunuhan.

Ia menyebut upaya-upaya tersebut dalam bahasa arab disebut makar, yaitu bentuk tipu muslihat atau memperdaya untuk menghentikan dakwah Nabi Muhammad. Oleh sebab itu, ia mengingatkan para ulama dan umat Islam yang meneruskan ajaran Al Quran serta Nabi Muhammad untuk tidak takut difitnah atau dicaci maki.

“Karena itu resiko dalam berdakwah,” cetusnya sembari duduk sebab kondisi kesehatannya yang kurang baik.

Sementara itu, Wakil Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI, KH Zaitun Rasmin, mengungkapkan karunia yang didapat dari aksi bela Islam. Karunia dimaksud adalah bersatunya umat Islam sebagai generasi yang memperjuangkan surat Al Maidah. “Lalu, spirit luar biasa ditunjukan jutaan umat tersebut,” katanya.

Meski acara diguyur hujan, namun ribuan umat Islam yang memadati area BKB tetap antusias menghadiri Tabligh Akbar. Sebagian dari mereka bahkan harus rela menyaksikan acara dari perahu-perahu di atas sungai Musi.

Sumber: Sumatera Ekspress