Berita Terkini

Pemprov DKI Jakarta Didorong Jadi Penggerak Utama Industri Halal

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Kementerian Agama (Kemenag) Muhammad Aqil Irham mendorong Provinsi DKI Jakarta untuk menjadi penggerak utama industri halal di Indonesia.

Hal ini disampaikan Aqil Irham saat menjadi narasumber dalam Public Hearing dan Temu Konsultasi Pendampingan Proses Produk Halal (PPH) di Provinsi DKI Jakarta. “Saya kira di Jakarta ini cukup banyak pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK). Bahkan UMK dari daerah _ngumpulnya_ di Jakarta. Mudah-mudahan DKI Jakarta menjadi penggerak utama industri halal di Indonesia,” ujar Aqil Irham, Senin (22/8/2022).

Public Hearing ini dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi DKI Jakarta Marullah Matali. Sebanyak 100 pelaku usaha dan pendamping proses produk halal DKI Jakarta hadir dalam kegiatan yang digelar secara luring ini.

Turut hadir Kepala Pusat Registrasi dan Sertifikasi Halal Mastuki, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta Cecep Khairul Anwar, Kepala Satuan Tugas (Satgas) Halal Provinsi DKI Jakarta Sugito, serta para Kepala Dinas (Kadis) Provinsi DKI Jakarta.

Aqil Irham menambahkan, untuk menjadikan DKI Jakarta sebagai penggerak utama industri halal, dibutuhkan sinergi serta kolaborasi dari segenap pihak.

“Pertemuan ini tentu menjadi permulaan bagi DKI Jakarta. Selanjutnya, perlu diteruskan oleh Kepala Kanwil dan Satgas-satgas di kota/kabupaten berkolaborasi dengan dinas terkait,” pesan Aqil.

“Tindak lanjut ini tentu sangat ditunggu, karena merupakan hal yang amat dinanti oleh UMK,” imbuhnya.

Hal senada disampaikan Sekda DKI Jakarta Marullah Matali. Ia menilai public hearing yang dilakukan merupakan kegiatan yang sangat strategis bagi Jakarta. Masyarakat  Jakarta yang amat memperhatikan nilai keagamaan dalam kehidupannya, menganggap penting kata halal.

“Halal ini bukan hanya penting bagi warga Jakarta. Tapi juga bagi para pelaku usaha kecil penyedia produk yang harus mencantumkan label, salah satunya label halal,” ujarnya.

 

  Pengembangan Wakaf Diperlukan Sinergi Antar Stakeholder

JAKARTA(Jurnalislam.com)–Wapres KH Ma’ruf Amin mencanangkan gerakan sinergi antar stakeholder (pemangku kepentingan) untuk mempercepat program tersebut. Ekosistem Halal Hub yang terbentuk sejak Januari 2022 merupakan langkah untuk mendorong sinergi tersebut.

“Global Halal Hub membina UMKM produl halal dan diharapkan mengatasi problem UMKM seperti kualitas, kuantitas maupun kontinuitas,” jelasnya.

Melalui UMKM Halal Hub ini, dia berharap, produk UMKM semakin matang dalam pengemasan maupun pemasaran. Saat ini, produk yang tengah diproses dalam UMKM Halal Hub adalah rempah-rempah.

Selain UMKM Halal Hub, Lukman menyampaikan, Wapres juga mengembangkan tempat kolaborasi Hamzah Washal. Ini sebuah konsep untuk menghubungkan petani, pelaku usaha, industri, dan offtaker.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indoneaia (DEKS BI), Arief Hartawan, mengapresiasi inisiasi LW MUI ini. Dia menyebut UMKM Halal Hub ini sebagai halal value chain.

“Inisiasi LW MUI ini selaras dengan program DEKS BI yang mendorong ekosistem halal value chain, ” ungkapnya.

BI sendiri, kata dia, terus berupaya mengembangkan ekonomi syariah di Indonesia. Langkah yang telah dilakukan BI antara lain mendukung pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi, menyeimbangkan neraca pembayaran. Khusus di bidang ekonomi syariah, BI setiap tahun menyelenggarakan Indonesia Syariah Economic Festivel (ISEF).

“Langkah LW ini dapat dijadikan momentum untuk mendorong global halal hub,” ungkapnya. (Saddam Al Ghifari/Azhar)

Inisiatif LW MUI ini juga didukung Lembaga Pemeriksa Halal LPPOM MUI. Direktur Operasional LPPOM MUI, Sumunar Jati, menyampaikan siap berkolaborasi mengembangkan UMKM Halal Hab dan Kawasan Industri Halal sehingga produk halal Indonesia semakin maju.

“Sebagai lembaga pemeriksa halal, LPPOM MUI siap melakukan pendampingan dan audit produk halal UMKM binaan Global Halal Hub, ” katanya.

Dukungan keberadaan UMKM Halal Hub ini juga ada dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur, Andromeda Qomariah, mengatakan akan melakukan sosialisasi kepada UMKM Jawa Timur untuk memanfaatkan sarana tersebut.

“Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur akan menyolisasikan kepada pelaku UMKM di wilayah Jawa Timur, ” ujarnya.

UMKM Halal Hub tersebut merupakan satu bagian yang berada di lingkungan Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS)/Kawasan Industri Halal Sidarjo. Kawasan tersebut berada dalam Kawasan Industri Halal Safe and Lock.

Direktur Utama KIH Safe and Lock, Adi S Tedja, menyampaikan perusahaannya konsisten dan serius mengembangkan kawasan industri halal. Gubernur Jawa Timur, kata dia, memberikan arahan khusus

CEO KIH Safe & Lock, Adi S Tedja menyatakan, perusahaannya sangat konsen dalam pengembangan kawasan industri halal. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memberikan arahan agar Kawasan Industri Halal Sidoarjo membantu mengembangkan UMKM.

“HIPS di kawasan Industri Safe and Lock menyediakan infrastruktur pusat manajemen halal. Kami menyiapkan gedung layanan dan menejemen halal yang dapat digunakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), LPPOM MUI, BPOM, maupun lembaga lain, ” ungkapnya.

HIPS dibangun dalam lahan seluas 150 hektar. Di wilayah itu, ada kantor manajemen halal dan gedung untuk UMKM. Kawasan tersebut juga akan dibangun pabrik gelatin halal.

LW MUI menunjuk Goorita untuk mengelola UMKM Halal Hub. Goorita merupakan perusahaan yang berpengalaman di bidang ini dan telah memiliki platform digital untuk ekspor halal.

“Kami berencana mengembangkan UMKM Halal Hub di 150 Kabupaten/Kota sampai 2024. Selain di Sidoarjo, saat ini sudah ada UMKM Halal Hub di Sumenep dan Bukittinggi, ” ungkap Direktur Utarama Goorita, Yuwono Wicaksono.

 

Lembaga Wakaf MUI Kembangkan Industri UMKM Halal

SIDOARJO(Jurnalislam.com) — Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LW MUI) membangun gedung rumah kemasan UMKM di Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS), Jawa Timur.

Gedung seluas 144 meter ini dibeli LW MUI dari developer melalui dana wakaf produktif dari para wakif dan donatur. Sementara mesin kemasan di dalamnya didukung oleh Program Sosial Bank Indonesia (PSBI).

Halal Hub merupakan program Wakil Presiden RI, KH Ma’ruf Amin, untuk membina UMKM produk halal. Program ini mendorong UMKM meningkatkan kualitas, kuantitas, serta kontinuitas untuk pasar ekspor.

 

Ketua LW MUI, Lukmanul Hakim, menyampaikan bahwa UMKM Halal Hub memberikan nilai tambah pada produk UMKM. Produk UMKM nantinya bisa dikemas dengan apik sesuai standard internasional sehingga diterima oleh pasar domestik maupun internasional.

“Rumah kemasan UMKM Halal Hub dikembangkan dengan model wakaf produktif LWMUI yang berkolaborasi dengan Global Halal Hub (GHH). Ini wujud dukungan MUI terhadap Indonesia Pusat Industri Halal Dunia 2024,” ujarnya kepada MUIDigital, Senin (22/08).

Dia mengatakan, Presiden Joko Widodo telah menetapkan target Indonesia Pusat Industri Halal Dunia 2024. Sedangkan Wapres KH Ma’ruf Amin merinci target tersebut dalam bidang ekonomi syariah dan industri halal. (mui)

 

Enam Unsur Fikih Bencana yang Perlu Diperhatikan

JAKARTA(Jurnalislam.com) – Gurubesar UIN Jakarta, Prof Andi Faisal Bakti, menyampaikan enam unsur penting sebagai pegangan penanggulangan bencana dalam perspektif fiqihiyyah (fiqih bencana).

“Di sini ada enam yang merupakan unsur penting tentang fiqih bencana,” terangnya dalam acara Sosialisasi dan Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana, Jumat (19/08).

Enam unsur itu adalah alquran dan hadits (dalil naqli), kaidah fiqhiyyah, seperti darul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, adillah al-ahkam (istinbat hukum yang dilakukan para fuqaha), maqashidus asy-syariah, akal rasio (dalil aqli), dan sosial budaya (social culture).

 

Rumusan unsur penting ini diharapkan menjadi tuntunan dalam penanggulangan bencana. Tidak kalah penting adalah ilmu pengetahuan sebagai pendekatan sains yang rasional. Umat muslim, menurut Andi, masih terbelakang dalam hal ini.

“Intinya jangan membuat kerusakan di atas bumi, itu bahaya bagi kita sendiri dan melanggar ketentuan Allah,” harap dia.

Fiqih kebencanaan sendiri mengenal derivasi bencana dengan banyak istilah di dalamnya. MUI setidaknya merumuskan istilah itu menjadi tujuh macam yang merupakan konsensus kelembagaan di LPB MUI.

Diantara rumusan istilah itu yaitu biasa disebut dalam Alquran dengan mushibah, bala’, azab, fitnah (cobaan), tadmir, halak dan nazilah.

“Namun saya akan menambah itu karena ini popular disebutkan, yakni istilah fasad,” tambahnya.

Dalam acara yang digelar oleh Lembaga Penanggulangan Bencana (LPB) MUI itu, Andi menyebut bencana terjadi bisa dikategorikan dalam tiga hal, bencana alam, non alam, dan manusia.

Bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, gunung meletus atau angina topan. Bencana non alam bisa berupa kegagalan tekhnologi, juga bencana kemanusiaan biasa terjadi seperti kemisinan dan terorisme.

Meski disadari, demikian dikatakan dalam nash, bahwa beragam bencana itu terjadi karena ulah tangan manusia.

“Jangan kaget ketika dikatakan, bahwa sesungguhnya alam diserahkan sepenuh kepada manusia, Allah itu sudah beristiwa ke arsy,” kata Andi menjelaskan. (mui)

 

Lembaga Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (LPB MUI) Dibentuk

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Ketua Lembaga Penanggulangan Bencana Majelis Ulama Indonesia (LPB MUI), Prof Jafar Hafsah, menyatakan Indonesia memang negara makmur, kaya raya, tapi juga rawan bencana sebab paparnya, letak geografis Indonesia diimpit tiga lempeng besar dunia.

“Negara di mana terjadi vulkanis, di mana terjadi gunung berapi karena Indonesia berada di lempeng Indo-Australia, Asia-Eropa (Eurasia) dan Pasifik,” kata dia saat membuka acara Sosialisasi dan Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) Jumat (19/8/22).

Sebab itu, menurut Jafar masyarakat Indonesia sangat membutuhkan edukasi, pelatihan dan sosialisasi penanggulangan bencana. Dari sinilah semangat pembentukan LPB MUI muncul.

“Kalau ada bencana datang dan kita tidak mampu mengelolanya paling tidak kita siap ya melunakkan, menjinakkan ya, mengantisipasinya kalau dia (bencana) datang,” jelasnya.

Terlebih kata Jafar bahwa terdapat tiga jenis bencana. Pertama, bencana alam, bencana non-alam, dan bencana buatan manusia.
Oleh karena itu, ungkap Jafar Majelis Ulama Indonesia membentuk LPB MUI dan akan dibentuk di tingkat provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta kemudian menyusul di tingkat kabupaten/kota.

“Nanti strukturnya akan bekerja, karena bencana yang terjadi tidak pernah bisa kita duga, dia (bencana) datang tiba-tiba sehingga kita harus selalu siap… Oleh karena itu ada pelatihan untuk pengenalan bencana,” pungkas Jafar sebelum akhirnya membuka acara sosialisasi.  (mui)

 

Raja Muhammad, Alumni Madrasah Mahasiswa Baru Termuda UGM

YOGYAKARTA(Jurnalislam.com)— Raja Muhammad Hayuri Islami alumni Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Kota Pekanbaru, Riau menjadi mahasiswa baru termuda dengan usia 15 tahun saat diterima di Universitas Gajah Mada Yogyakarta pada tahun angkatan 2022.

Raja atau Ja, begitu teman-teman dan para guru memanggilnya, menempuh pendidikan di MAN 2 Kota Pekanbaru pada peminatan IPS.

Raja adalah angkatan kedua siswa Sistem Kredit Semester (SKS) 2 tahun yang merupakan alumni kedua yang berusia termuda di perguruan favorit di Indonesia. Sebelumnya di angkatan pertama, siswa SKS 2 tahun peminatan IPS pada tahun 2021 atas nama Salwa Naya juga menjadi mahasiswa termuda di Universitas Padjajaran Bandung.

Wali Kelas Raja, Bunda Diah yang juga Guru Mapel Sejarah Peminatan MAN 2 Pekanbaru mengatakan Raja dikenal tekun dan hormat kepada para guru. Pembawaan keseharian Raja sedikit bicara dan selalu menyelesaikan tugas dengan hasil bagus.

“Kalau bicara sangat tenang dan tidak pernah menunjukkan sikap emosional. Usianya memang muda tapi cara berpikir dan bersikap sangat dewasa. Cita-cita Raja memang dari awal ingin jadi filsuf, luar biasa karena jarang sekali anak muda punya cita-cita seperti itu. Alhamdullilah Allah mempermudah jalannya untuk mencapai cita-citanya, kuliah di universisitas dengan jurusan Filsafat sesuai yang diinginkannya,” kata Bunda Diah, Senin (22/8/2022).

Kepala MAN 2 Kota Pekanbaru, Ghafardi menambahkan lama studi yang dijalani Raja selama di MAN 2 Kota Pekanbaru adalah 2 tahun. Hal ini dialami Raja karena MAN 2 Kota Pekanbaru menerapkan sistem pembelajaran dengan SKS, dimana siswa bisa menyelesaikan masa studinya dalam waktu 2 tahun, 3 tahun, dan 4 tahun, sebagaimana tertuang dalam PERMENDIKBUD No. 158 tahun 2014 dan SK DIRJEN PENDIS No. 2852 tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Sistem Kredit Semester Madrasah Aliyah.

“Semoga ananda Raja Muhammad Hayuri Islami menjadi Raja Ilmu Filsafat yang menjaga Agamanya dan membangun bangsanya,” kata Ghafardi.

Sementara itu Kakanwil Kemenag Riau Mahyudin mengharapkan dengan lulusnya alumni MAN 2 Pekanbaru masuk perguruan tinggi favorit di Indonesia seperti di UGM dan Padjajaran tentunya dapat melecut semangat guru dan siswa madarasah lainnya.

“Semoga dengan lulusnya ananda Raja Muhammad masuk perguruan tinggi favorit dapat menjadi pelecut semangat siswa madrasah lainnya. Ini membuktikan lulusan madrasah bisa diterima di perguruan tinggi favorit tanah air dan luar negeri,” harap Mahyudin.

 

Pendaftaran Uji Kompetensi Calon Mahasiswa Baru Universitas Al Azhar Mesir Dibuka

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag mengumumkan dibukanya pendaftaran uji kompetensi bagi calon mahasiswa baru Universitas Al-Azhar, Mesir. Ada dua jalur pendaftaran, beasiswa dan non beasiswa.

“Melalui Kedutaan Besar Mesir di Jakarta, Al-Azhar memberikan kuota beasiswa melalui Kementerian Agama sebanyak 20 orang,” terang Dirjen Pendidikan Islam M Ali Ramdhani di Jakarta, Jumat (19/8/2022).

Kang Dhani, panggilan akrabnya, mengaku kuota beasiswa kuliah Al-Azhar sangat terbatas. Karenanya, Kementerian Agama juga memberikan kesempatan kepada lulusan Madrasah Aliyah dan Pondok Pesantren untuk melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar melalui jalur non beasiswa.

Terkait ini, ada sejumlah ketentuan yang harus diperhatikan. Pertama,  calon mahasiswa yang akan melanjutkan ke Universitas Al-Azhar adalah lulusan Madrasah Aliyah dan Pondok Pesantren yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan yang berlaku di Universitas Al-Azhar, di antaranya memenuhi syarat kompetensi bahasa dari lembaga yang diakui Universitas Al-Azhar.

Kedua, sebagai dasar pemberian rekomendasi beasiswa dan non beasiswa, Kementerian Agama akan bekerja sama dengan Pusat Bahasa Al-Azhar Markaz Syekh Zayd (MSZ), dalam menyelenggarakan uji kompetensi. Uji kompetensi itu meliputi: Ikhtibâr Tashfiyah, Tes Wawasan Kebangsaan, dan Tahdîd Mustawâ.

“Ketentuan teknis akan diumumkan terpisah oleh Markaz Syekh Zayed melalui cabangnya di Indonesia,” jelas Kang Dhani.

Ketiga, dua puluh orang terbaik berdasarkan hasil uji kompetensi akan diajukan sebagai calon penerima beasiswa penuh Al-Azhar tahun 2022-2023. Sedangkan calon mahasiswa yang dinyatakan mencapai nilai lulus (passing grade) yang telah ditetapkan dalam ujian dimaksud, berhak mendapatkan rekomendasi Kementerian Agama melalui jalur non beasiswa dan dapat melanjutkan ke tahapan matrikulasi bahasa, pemberkasan, dan pendaftaran.

Keempat, calon mahasiswa yang telah dinyatakan lulus dapat mengikuti matrikulasi bahasa di lembaga-lembaga yang telah diakui Universitas Al-Azhar dan dapat melakukan tahapan pemberkasan dan pendaftaran di Universitas Al-Azhar, baik secara perorangan maupun kolektif melalui lembaga-lembaga yang dipercaya dapat membantu tahapan tersebut.

Kelima, bagi calon mahasiswa lulusan Madrasah Aliyah dan Pondok Pesantren yang telah mendapatkan muadalah dari Al-Azhar dapat memproses pendaftaran secara langsung dan mengikuti persiapan bahasa pada lembaga bahasa mana pun yang diakui oleh Al-Azhar.

“Merujuk surat Kepala Biro Kantor Deputi Grand Syeikh Al-Azhar tanggal 14 Agustus 2022 kepada Direktur KSKK Madrasah, Deputi Grand Syeikh Al-Azhar telah menyetujui untuk menerima calon mahasiswa pemegang ijazah muadalah Madrasah Aliyah di seluruh Indonesia,” tegasnya.

Universitas Al-Azhar Mesir, lanjut Kang Dhani, telah mengumumkan masa pendaftaran kuliah tahun ajaran 2022-2023. Untuk fakultas-fakultas umum (‘ilmiy), pendaftaran dibuka mulai 1 Agustus sampai 15 September 2022.

Sedangkan untuk fakultas sosial-keagamaan (adabiy), pendaftaran dibuka mulai 1 Agustus sampai 13 Okotober 2022.

Informasi lebih lanjut tentang pendaftaran calon mahasiswa asing melalui: https://www.azu.edu.eg/AzForeigners2022// dan informasi tentang fakultas dan program studi yang disediakan dapat dilihat melalui: http://www.azhar.edu.eg/international-students.

Kiai Cholil Nafis Ajak Masyarakat Jadikan Agama Bangun Bangsa

JAKARTA(Jurnalislam.com)— TNI Angkatan Laut bersama dengan MUI dan majelis agama-agama melaksanakan tabur bunga di atas KRI Semarang-594. Kegiatan Tabur Bunga tersebut dipimpin oleh KSAL Laksamana TNI Yudo Margono.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis, menyampaikan bahwa agama selayaknya menjadi fondasi yang kokoh untuk membangun nasionalisme.

Kegiatan bertajuk “Lautan Berdoa” tersebut dalam rangka menyukuri kemerdekaan Indonesia ke-77. Kiai Cholil menyampaikan, bentuk syukur kemerdekaan Indonesia adalah dengan berdoa untuk para pahlawan bangsa dan untuk kelangsungan masa depan bangsa.

 

“Kita menyukuri kemerdekaan dengan membangun toleransi. Kita menjadikan agama-agama sebagai kekuatan bersama untuk membangun nasionalisme, ” ungkapnya, Sabtu (20/08).

Kegiatan Lautan Berdoa tersebut berlangsung pada Jum’at (19/20) di atas Geladak Heli KRI Semarang-594 dalam pelayaran dari Dermaga Kolinlamil menuju perairan teluk Jakarta. Kegiatan ini merupakan inisiasi MUI dan KSAL untuk melaksanakan doa lintas agama.

Kiai Cholil menambahkan, upaya sejenis dalam mengisi kemerdekaan harus terus dilakukan agar tujuan dan cita-cita pendiri bangsa tercapai.

“Sehingga Indonesia bisa menjadi bangsa yang baldatun, thoyyibatun, wa rabbun ghofur, ” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, KSAL Laksamana TNI Yudo Margono menyampaikan, kemerdekaan merupakan harta dan anugerah tuhan paling berharga bagi bangsa manapun, termasuk Indonesia.

“Kemerdekaan adalah jembatan yang membuat kita menyeberang dari berbagai penindasan bangsa lain menuju kejayaan atas kehendak sendiri, ” ujarnya.

MUI dan TNI AL termasuk sering melakukan kerjasama dalam beberapa waktu belakangan. Pada momen Idul Adha tahun ini, TNI AL menyerahkan lima sapi ukuran besar untuk kurban melalui MUI. (mui)

 

Buya Amirsyah Harap Ada Kompetensi Khusus Mitigasi Bencana

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Sekretaris Jenderal MUI, Buya Amirsyah Tambunan, mengingatkan bahwa Indonesia berada dalam wilayah ring of fire yang artinya indonesia memiliki banyak risiko bencana. Seringkali bencana, karena disikapi dengan pengetahuan dan pemahaman kosong, kerap menimbulkan biaya yang besar baik materi maupun korban jiwa.

Buya Amir melihat, perlu ada kesadaran mitigasi atau pencegahan sejak sebelum terjadi bencana. Mitigasi ini akan meminimalkan risiko-risiko yang muncul pasca terjadi bencana. Namun, dia melihat, selama ini pelatihan dan sosialisasi tentang mitigasi bencana masih bersifat umum.

“Mestinya ada kompetensi khusus terkait mitigasi bencana, ” ujarnya saat mengisi kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Risiko Bencana (PRB), Jumat (19/08) di Jakarta Islamic Center, Koja, Jakarta Utara.

Dikatakannya, kompetensi khusus terkait mitigasi ini diperlukan untuk memahami bencana lebih mendalam. Sebagai penduduk negara yang berada pada dua lempeng yang terus bergerak, kemampuan seperti itu diperlukan. Selain itu, kompetensi khusus mitigasi bencana juga butuhkan untuk menyadarkan masyarakat bagaimana bersikap baik itu sebelum, ketika, maupun pasca bencana.

 

“Apabila sudah ada mitigasi risiko yang terencana dengan baik, masyarakat akan menjadi lebih siap jika terjadi bencana, korban dan biaya yang timbul juga dapat ditekan, ” ungkapnya.

Buya Amirsyah mengingatkan, sebagai penduduk yang hidup di Indonesia, masyarakat tidak boleh kebingungan menghadapi bencana. Potensi bencana harus diantisipasi dengan baik. Sebab, bila tidak, ujar Buya Amir, masyarakat akan sangat terbebani.

Buya Amir menyebut, penanganan bencana di dunia semakin bergeser dari pandangan responsif menjadi preventif atau pencegahan. Selain pandangan, tanggung jawab juga bergeser dari yang sebelumnya sektoral menjadi subsektoral.

“Semula bencana hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, kini menjadi tanggung jawab bersama, telah terjadi desentralisasi tanggung jawab untuk mengurangi risiko bencana, ” ungkapnya. (mui)

 

Perkuat Silaturahim, MER-C Sambangi Ponpes Al Mukmin Ngruki

SOLO(Jurnalislam.com)–Perwakilan MER-C dari Jakarta dan Yogyakarta melakukan silaturahmi ke Solo dalam rangka menghadiri undangan “Setengah Abad Khidmat Pondok Ngruki Untuk Negeri”, Ahad, 21 Agustus 2022,

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pendiri Pesantren Ngruki Ustadz Abu Bakar Baasyir, Pimpinan Pondok Pesantren Gontor KH. Abdullah Sahal, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Prof. Muhadjir Effendy, Perwakilan Gubernur Jawa Tengah, Perwakilan Bupati Sukoharjo, dan Alumni Pesantren dari berbagai daerah.

Koordinator Tim MER-C, dr. Meaty menyampaikan, MER-C merasa bersyukur dan terhormat atas undangan ini dan berharap kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi dan memperluas program advokasi MER-C terhadap kemanusiaan di bidang gawat darurat dan bencana ke berbagai kelompok masyarakat.

Atas permintaan pihak keluarga dan juga melalui Tim Pengacara Muslim (TPM), sejak pertama kali ditahan pada tahun 2002 dengan berbagai tuduhan hingga saat terakhir bebas murni pada Januari 2021 lalu, MER-C secara konsisten melakukan pendampingan kesehatan terhadap Ust Abu Bakar Baasyir dan keluarga.

Hal ini dikarenakan stigma radikal yang disematkan karena sikap beliau yang mendorong penegakan syariat Islam. Stigma ini menimbulkan permasalahan kemanusiaan karena banyak kelompok masyarakat yang kehidupannya diabaikan dan rentan.*