Berita Terkini

Muktamar Haji 2023 Akan Bahas Kuota hingga Pelayanan Jamaah

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengundang Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tamu utama dalam gelaran Muktamar Haji yang akan berlangsung di Arab Saudi pada Januari 2023.

Undangan kepada Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ini disampaikan secara khusus oleh Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Rabiah saat berkunjung ke Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta.

“Kami akan mengundang Yang Mulia Bapak Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas untuk dapat hadir sebagai tamu utama dalam gelaran Muktamar Haji di Arab Saudi pada Januari 2023 mendatang,” ujar Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq F Rabiah dalam pertemuan bersama Menag di Auditorium HM Rasjidi Kantor Kementerian Agama Jalan MH Thamrin Jakarta, Senin (24/10/2022).

“Kami sangat berharap Yang Mulia Bapak Menteri Agama dapat hadir. Muktamar tersebut akan mempertajam catatan-catatan dan diskusi kita hari ini tentang peningkatan layanan haji untuk jemaah haji Indonesia,” sambungnya.

Dalam pertemuan Menteri Haji dan Umrah Arab Saudi Tawfiq bersama Menag, dibahas sejumlah catatan yang disampaikan Menag terkait berbagai layanan dalam penyelenggaran ibadah haji.

Di antaranya, kemungkinan penambahan kuota, rilis kuota lebih awal dari pemerintah Arab Saudi, kemudahan bagi petugas kesehatan Indonesia di Mina hingga pencabutan pembatasan usia jemaah haji.

 

Festival Sastra dan Bahasa untuk SD/ MI Soloraya Hadirkan Lomba Puisi hingga Murotal

SOLO(Jurnalislamcom)–SMP Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Surakarta menggelar grand final Festival Sastra dan Bahasa (Frasa) pada Sabtu, 22 Oktober 2022. Dua puluh lima siswa SD/MI se-Solo Raya yang lolos seleksi penyisihan bertarung dalam ajang perlombaan tersebut untuk menjadi yang terbaik.

 

Muhdiyatmoko, M.Pd., Kepala SMP Muhammadiyah PK Kottabarat Surakarta mengatakan semarak bulan bahasa ini merupakan kegiatan rutin tahunan sekolah yang digelar setiap bulan Oktober. Adapun tujuannya adalah meningkatkan kompetensi dan kecintaan para siswa terhadap bahasa dan sastra. Selain itu, sebagai ajang untuk berkompetisi mengasah potensi meraih prestasi.

 

“Perlombaan Frasa ini menjadi ajang silaturahim karena pesertanya SD/MI se- Solo Raya dan berkompetisi menunjukkan potensi terbaik. Hari ini adalah puncak kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya dalam penyisihan lomba. Semoga acara ini bermanfaat bagi kita semua,” jelasnya.

 

Sementara itu, Muhammad Dafit Pitoyo, M.Pd. selaku ketua panitia lomba menjelaskan berdasarkan hasil seleksi dalam babak penyisihan yang sudah digelar secara virtual sebelumnya maka hari ini akan ditentukan juara 1, 2, 3, dan harapan 1 dan 2. Pemenang akan mendapatkan hadiah berupa piala, uang pembinaan, dan sertifikat.

“Terdapat empat cabang lomba yang akan bertanding pada hari ini ,antara lain membaca puisi, story telling, nembang Jawa dan murotal Al-Quran. Untuk lomba menulis cerpen, penentuan juara berdasarkan karya yang dikumpulkan,” jelasnya.

 

Muhammad Dafit menambahkan acara ini mengumumkan perlombaan internal siswa SMP Muhammadiyah PK berupa lomba menulis cerpen dan lomba short movie (film pendek).

 

Acara grand final Frasa dihadiri oleh para finalis siswa dan guru pendamping. Acara juga dimeriahkan oleh pentas bakat para siswa SMP Muhammadiyah PK seperti pementasan drama, menyanyi vokal, memainkan musik organ, dan pantomim.

 

Larasnissa Wandan Nilam Kusumastuti siswa dari SD Birrul Walidain Muhammadiyah Sragen mengungkapkan perasaan senang karena mendapatkan juara 1 lomba membaca puisi. “Tadi membaca puisi berjudul Membaca Tanda-Tanda karya Taufik Ismail. Perasaan senang karena mendapatkan juara 1 dan hadiahnya dipersembahkan kepada sekolah dan orang tua,” ungkapnya.

 

Gibran Maheswara Javas Setyawan, siswa SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta mampu menyabet juara 1 lomba nembang Jawa. Gibran mengakui bahwa ia hanya berlatih satu kali dengan guru di sekolah dan diulang-ulang di rumah bersama orang tua. “Tadi nembang Pangkur. Saya merasa senang dan prestasi ini dipersembahkan kepada sekolah karena yang memasukkan lomba dan orang tua yang membimbing sampai juara,” ungkapnya.

Hari Santri, Laznas BMH Bagikan 1444 Sarung di Jawa Timur

JATIM(Jurnalislam.com)–Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Perwakilan Jawa Timur kembali menebar kebaikan dengan berbagi paket bingkisan sarung untuk santri yatim & dhuafa serta penghafal al Qur’an dalam momentum Hari Santri Nasional 2022 kali ini. Sabtu (22/10/22)

Sebanyak 1.444 paket bingkisan sarung telah dibagikan secara serentak di 24 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Imam Muslim, selaku Kepala Divisi Program dan Pemberdayaan BMH Jawa Timur mengungkapkan bahwa kegiatan ini adalah program spesial Hari Santri Nasional 2022.

“Melalui momentum Hari Santri Nasional kali ini, Laznas BMH ingin memberikan apresiasi kepada para santri. Agar mereka lebih semangat dalam menuntut ilmu”.ujar Muslim.

Selama ini banyak santri yang kondisi sarung mereka sudah lusuh dan usang. Sehingga hal tersebut membuat Laznas BMH menggulirkan program berbagi sarung ini.

Umar, Salah satu santri Rumah Qur’an al Hidayah di Dusun Desa Liprak Kidul, Banyuanyar, Probolinggo mengungkapkan perasaan senangnya bisa mendapatkan bingkisan sarung kali ini

“Saya senang sekali dapat sarung baru. Nanti saya pakai buat sholat sehari-hari. Terima kasih kakak dari BMH.”ujar Usman, penerima manfaat sarung santri.

Selain bingkisan sarung, para santri juga dapat peci & baju koko agar bisa digunakan untuk ibadah dan mengaji sehari-hari.

Jelang 2024, Santri Diharap Berperan Jaga Stabilitas Politik

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Indonesia sudah memasuki tahun politik karena tahapan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 sudah dimulai sejak Juni lalu. Dengan beragamnya dinamika seputar tahun politik ini, perpecahan pun kerap terjadi di masyarakat. Oleh karena itu, untuk menjaga kestabilan kondisi bermasyarakat, seluruh pihak harus aktif berperan termasuk para santri.

“Santri itu harus berperan untuk menjaga supaya perbedaan aspirasi politik itu tidak menimbulkan konflik di masyarakat,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika ditanya awak media usai menghadiri acara Peluncuran Beasiswa Santri BAZNAS di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 6, Jakarta, Sabtu (22/10/2022).

Lebih lanjut Wapres menyampaikan, perbedaan aspirasi politik tersebut biasanya timbul dari fanatisme kelompok yang kemudian menimbulkan anggapan bahwa orang lain dengan paham berbeda adalah salah. Untuk itu, santri dengan jumlahnya yang banyak dan tersebar di seluruh Indonesia memiliki peran penting dalam penetralan fanatisme.

“Jangan sampai menganggap yang tidak seaspirasi itu dianggap musuh dan tentu politik identitas juga supaya tidak menjadi isu politik yang memecahbelah masyarakat. Itu saya kira yang harus dilakukan oleh santri ini,” papar Wapres.

Di sisi lain, Wapres juga mengimbau kepada partai politik (parpol) yang akan berpartisipasi dalam Pemilu 2024 untuk turut menjaga narasi kerukunan dalam kampanye yang dilakukan. Sebab, selain dari masyarakat, parpol juga memegang peran strategis dalam menjaga kestabilan ini.

“Dan tentu yang kita harapkan dari kalangan parpol itu sendiri ya ketika dia itu menyikapi perbedaan, ketidaksamaan itu jangan sampai membuat _statement-statement_ (pernyataan-pernyataan) yang bisa menimbulkan permusuhan,” imbau Wapres.

Menutup keterangan persnya, Wapres kembali berpesan bahwa peran santri sangat diperlukan dalam menjaga stabilitas politik jelang Pemilu 2024. Sehingga, persaudaraan sesama anak bangsa dapat terus terjalin ditengah dinamika yang ada.

“Ini yang perlu kita jaga dan santri sesuai tugasnya mengawal negara ini supaya tetap aman, NKRI tidak terganggu, dan semua masyarakat tidak terjadi permusuhan. Semuanya tetap bersaudara, _ukhuwah wathaniyah_ (persaudaraan sebangsa) jangan sampai terkoyak. Itu saya kira peran dari santri kita,” pungkas Wapres.

 

Perti Gelar Muktamar, Komitmen Usung Pendidikan dan Cetak SDM Unggul

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Organisasi Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Tarbiyah-Perti) telah menjalankan kiprah yang panjang sejak zaman perjuangan melawan kolonialisme di bawah asuhan Syekh Sulaiman Arrasuli. Meskipun sempat terpecah, pada 2016 organisasi ini berkomitmen untuk kembali bersatu membangun bidang pendidikan, dakwah, dan sosial keumatan. Untuk itu, sebagai upaya memajukan bangsa, ketiga pilar ini harus selalu dijaga.

“Komitmen yang disebut Tripilar Tarbiyah-Perti (pendidikan, dakwah, dan sosial) ini harus terus tertanam dalam diri para pengurus beserta anggota dan menjadi pedoman untuk mencapai tujuan bersama,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat membuka Muktamar Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Tarbiyah-Perti) bersama Organisasi Serumpun, di Mercure Convention Center Ancol, Kota Jakarta Utara, Minggu (23/10/2022).

Di bidang pendidikan, lebih jauh Wapres mendorong peran Tarbiyah-Perti dalam membangun sumber daya manusia (SDM) unggul agar bangsa Indonesia mampu bersaing di tataran global. Menurutnya, satu sisi penting pendidikan adalah menyiapkan generasi yang paham agama dan bisa menyampaikan dakwah (i’dadul mutafaqqihina fiddin i’dadul rijalud dakwah_) sebagai penerus para ulama pendahulunya.

“Ini salah satu tugas kita karena pesantren-pesantren didirikan oleh para ulama dalam rangka _i’dadul mutafaqqihina fiddin_. Karena, para ulama ini nanti tidak ada. Ulama itu tidak akan terus ada,” ungkapnya.

Selain itu, sambung Wapres, pendidikan menjadi wadah strategis untuk menyiapkan SDM yang juga menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai kunci memajukan perekonomian umat, sebagaimana perintah Allah untuk memakmurkan bumi dan membaca ( _iqra_).

“ _Iqra_ itu mengandung arti membaca, merenungkan, meriset segala apa yang ada di dalam Al-Qur’an maupun dalam tatanan kehidupan kita dalam rangka memakmurkan bumi dan negara kita. Ini tugas pendidikan yang harus kita pikul,” urainya.

Di bidang dakwah, Wapres menekankan, esensi dakwah adalah kebaikan yang mendatangkan manfaat dan menghilangkan bahaya, termasuk dengan menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia.

“Dakwah kita _ilal khair_ (menuju kebaikan), bagaimana membangun secara fisik melalui sedekah, bagaimana mengumpulkan ide-ide, gagasan-gagasan, inisiatif-inisiatif yang baik, atau menghilangkan konflik, menyatukan, mencegah terjadinya konflik,” pesannya.

Wapres pun menggarisbawahi, dakwah harus dilakukan sebagaimana tuntunan Al-Qur’an, yaitu menggunakan ucapan yang baik ( _qaulan ma’rûfá_), ucapan yang mulia ( _qaulan karîmá_), ucapan yang santun ( _qaulan layyinâ_), ucapan yang lurus dan bukan hoaks ( _qaulan sadîdá_), ucapan yang mudah dimengerti ( _qaulan maysûrá_).

“Dan, bagi kita bangsa Indonesia, dakwah itu harus dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia, jangan keluar. Kenapa, karena NKRI ini adalah kesepakatan kita,” imbuhnya.

Dalam konteks tersebut, Wapres menjelaskan, NKRI merupakan kesepakatan dari para pendahulu negara ini dan juga para ulama, termasuk Syekh Sulaiman Arrasuli, sebagai _al mitsaqul wathany_ (kesepakatan nasional). Oleh karena itu, ia menekankan, NKRI sebagai _darul mitsaq )_ (negara kesepakatan) yang harus dijaga, terlebih oleh umat Islam. Sebab, sejak dalam alam arwah manusia telah diperintahkan untuk selalu memegang teguh perjanjiannya dengan Allah ( _mitsaq rabbani_).

“Antara _mitsaq rabbani_ dan _mitsaq wathany_ itu tidak saling bertentangan. Karena apa, memegang _mitsaq wathany_ adalah bagian dari memegang _mitsaq rabbani_,” tambahnya.

Menutup sambutannya, Wapres berharap kegiatan ini akan menghadirkan solusi atas berbagai isu strategis yang menjadi agenda organisasi demi mengokohkan kiprah Tarbiyah-Perti yang dicontohkan oleh Syekh Sulaiman Arrasuli.

“Kiprah Syekh Sulaiman Arrasuli sejak zaman perjuangan melawan kolonialisme agar menjadi kompas dalam memajukan dunia pendidikan, dakwah, serta sosial keumatan, dan sosial politik,” pungkas Wapres.

Sebelumnya, Ketua Umum Pimpinan Pusat Tarbiyah-Perti Basri Bermanda menyampaikan, muktamar kali ini dihadiri organisasi serumpun dan organisasi fungsional sebagai wujud komitmen _ishlah_ yang tidak hanya ada pada tataran pusat, tetapi juga menyentuh ke tingkatan terendah.

“Berbeda bukanlah berarti bermusuhan, tapi kita harus tegakkan bangsa ini dalam persatuan yang kokoh,” ucap Basri.

 

 

 

Zakat Diharap Dapat Berperan Penting dalam Pemerataan Pembangunan

JAKARTA(Jurnalislam.com)– Dana sosial umat Islam merupakan salah satu kekuatan pembangunan ekonomi, baik ekonomi syariah, maupun ekonomi nasional secara umum. Oleh karena itu, peran aktif pengelola zakat masyarakat seperti Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) penting bagi pemerataan pembangunan.

“Saya menitipkan harapan kepada Baznas. Semoga beasiswa yang diberikan bisa lebih banyak lagi. Harapannya, para santri kelak dapat menjadi teknokrat, birokrat, dan pemimpin Indonesia, yang di antaranya adalah penerima Beasiswa Baznas,” ujar Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin saat membuka Peluncuran Beasiswa Santri Baznas, di Istana Wakil Presiden, Jl. Medan Merdeka Selatan No.6 , Jakarta Pusat, pada Sabtu (22/10/2022).

Dalam acara tersebut, Wapres juga menekankan bahwa beasiswa santri Baznas diharapkan mampu dorong program penanggulangan kemiskinan yang digencarkan Pemerintah bersama Baznas.

“Melalui pendidikan tidak hanya saja santri yang berkembang,  tetapi keluarga santri juga akan terangkat secara ekonomi, bahkan juga orang sekeliling pesantren dan orang sekitarnya juga terbantu,” urai Wapres.

Sebelumnya, Ketua Baznas Noor Achmad mengatakan, pemberian beasiswa kepada para santri merupakan bentuk pengabdian Baznas dalam menyalurkan zakat dari para mustahik (pemberi zakat).

“Baznas meski sedikit, tapi insyaAllah akan abdikan dirinya kepada santri, dengan beri beasiswa santri baznas. Tentu [beasiswa] akan ditambah dengan muzakih dari BUMN. Nanti zakatnya diberi ke Baznas untuk tambah beasiswa,” tutur Noor.

Rencananya, Baznas juga akan memberikan beasiswa kepada 300 santri yang akan melanjutkan pendidikan tinggi ke Mesir.

“Bahkan kita juga akan luncurkan 300 beasiswa mereka yang lanjut di universitas Al Azhar Mesir. Kami harap Wapres bisa luncurkan langsung di Mesir.
InsyaAllah mereka yang diberi beasiswa akan menjadi kader bangsa,” pungkas Noor.

Hadir pula dalam acara tersebut, Pimpinan BAZNAS RI Bidang Pendistribusian & Pendayagunaan Saidah Sakwan, Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi, Juara MTQ Nasional tahun 2022 Putri Diana, Pimpinan dan Pengurus BAZNAS, serta para santri penerima beasiswa BAZNAS.

Sementara, Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wakil Presiden Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pembangunan Manusia dan Pemerataan Pembangunan Suprayoga Hadi, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Staf Khusus Wapres Bidang Umum Masykuri Abdillah, dan Staf Khusus Wapres Bidang Politik dan Hubungan Kelembagaan Robikin Emhas.

 

MUI Desak Pemerintah Bertanggung Jawab Soal Gagal Ginjal Anak

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Wakil Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia, KH Arif Fahruddin menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas terkuak dan merebaknya kasus gagal ginjal misterius hingga merenggut banyak nyawa anak-anak Indonesia.

Kiai Arif meminta agar pemerintah dalam hal ini Kementerian Kesehatan dan stakeholder terkait seperti BPOM segera bertindak cepat untuk menanggulangi dan mencegahnya agar tidak semakin banyak jatuh korban anak-anak Indonesia.

Arif menyesalkan mengapa kandungan zat berbahaya dalam beberapa obat yang disinyalir berupa sirup anak-anak tidak terdeteksi sejak dini oleh institusi yang menanganinya.

Dia menyebut merebaknya kasus ini yang bersifat mengejutkan dan menimbulkan banyak korban jiwa anak-anak bisa dikategorikan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Yang menjadi korban adalah anak-anak yang seharusnya mendapatkan perlindungan untuk tumbuh kembang mereka sebagaimana amanat Undang-undang Perlindungan Anak,” kata dia, Sabtu (22/20/2022)

Meski pemerintah telah mengambil sikap berupa larangan sementara atas distribusi obat anak berbentuk sirup di pasaran, kata dia, namun korban anak-anak telah berjatuhan.

Dia mengingatkan Pemerintah hendaknya juga bertanggungjawab kepada keluarga korban jika jatuhnya korban jiwa anak-anak betul-betul dari konsumsi obat yang beredar di masyarakat.

Arif berpendapat, setelah kebijakan menghentikan untuk sementara peredaran obat anak-anak berbentuk sirup sampai ada penelitian lebih lanjut, pemerintah bisa mengambil kebijakan sektor hulu pra edar dalam hal izin produksi obat-obatan secara lebih teliti, halal, dan aman konsumsi. Rakyat memiliki hak penuh untuk mendapatkan pelayanan konsumsi obat-obatan yang halal, aman dan berkualitas.

Selain itu, kata dia, jika terbukti ada pelanggaran prosedur dalam produksi obat-obatan tersebut, maka pemerintah harus menjatuhkan sanksi tegas kepada semua pihak yang terlibat secara transparan dan akuntabel. Hal ini sebagai amanat UUD 1945 untuk melindungi segenap tumpah darah bangsa Indonesia.

Arif mengimbau agar jaminan keselamatan konsumen obat-obatan betul-betul terjamin dari sektor hulu hingga hilir. Jangan sampai jatuh korban jiwa lagi gegara ketidakseriusan dan ketidakprofesionalan penyelenggara jaminan kesehatan di negeri ini.

“Jika perlu segera dibentuk tim investigasi independen untuk mengungkap terjadinya keteledoran yang merenggut korban nyawa anak-anak Indonesia,” ujar dia.
Dia mengajak semua pihak harus membantu pemerintah untuk memenuhi hak anak-anak Indonesia untuk tumbuh kembang dengan sehat dan ceria.

Dalam pandangan Islam, kata Kiai Arif, menjaga kelangsungan hidup adalah salah satu fundamen agama. Hilangnya satu nyawa sama dengan hilangnya banyak nyawa.

Islam juga memandang, salah satu fungsi didirikannya negara adalah untuk memastikan tegaknya kehidupan yang religius (hirasatud diin) dan penyelenggaraan pemerintahan yang profesional dan bertanggungjawab (siyasatud dunya). (mui)

 

Hari Santri, Baznas Luncuran Program Beasiswa Santri

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Wakil Presiden RI, Prof KH Ma’ruf Amin meluncurkan Program Beasiswa Santri Baznas Tahun 2022, bersamaan dengan peringatan Hari Santri Nasional 2022 di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Sabtu (22/10/2022).

Program Beasiswa Santri Baznas ditujukan untuk santri berprestasi dari kalangan keluarga miskin.

Beasiswa Santri Baznas 2022 adalah beasiswa persiapan masuk ke Perguruan Tinggi Negeri dan Favorit bagi 2.500 santri aktif dan berprestasi yang sedang menempuh pendidikan formal di kelas XII/3 tingkat MA/Sederajat.
Total beasiswa dari Baznas Pusat sebesar Rp15 miliar dan Beasiswa Santri dari 20 Baznas Provinsi/Kabupaten/Kota sebesar Rp8,5 miliar. Angka ini masih akan terus bertambah dari daerah lain.

Program Beasiswa Santri Baznas 2022 disambut baik oleh Wapres Ma’ruf, yang berharap program Beasiswa Santri Baznas ini mampu mendorong program penanggulangan kemiskinan yang digencarkan pemerintah dan didukung Baznas.
Melalui pendidikan, kata Wapres Ma’ruf, tidak hanya santri saja yang akan berkembang tetapi keluarga santri juga dapat terangkat dari sisi ekonomi, bahkan juga masyarakat di sekeliling pesantren, bahkan orang-orang disekitarnya pun akan terbantu, mengingat sasaran Beasiswa Santri Baznas ini adalah para santri berprestasi dari kalangan keluarga miskin, dari pondok pesantren di seluruh Indonesia.

“Bagi para santri yang berprestasi, yang mendapatkan beasiswa saya berpesan untuk menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi khususnya di Perguruan Tinggi Negeri dan Favorit lainnya,” jelas Wapres Ma’ruf.

Wapres Ma’ruf menambahkan, “Kita semua menantikan saudara-saudara sekalian menjadi kader-kader penerus bangsa yang profesional serta menjadi pemimpin bangsa dan negara di masa depan yang giat melakukan khittah-nya sebagai pembawa kebaikan dalam bidang yang ditekuni masing-masing.

Sementara itu, Ketua Baznas RI, Prof KH Noor Achmad menyebut, melalui Program Beasiswa Santri, Baznas ingin mencetak para santri calon teknokrat, birokrat, dan pemimpin Indonesia di masa depan.

Program Beasiswa Santri ditujukan untuk santri berprestasi dari kalangan keluarga miskin. Agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, Baznas bekerja sama dengan pondok pesantren dan akan melakukan seleksi ketat secara menyeluruh.
“Demi menyukseskan program itu, Baznas RI menyiapkan Rp15 miliar untuk membiayai 2.500 Santri, dan jumlah ini masih akan terus bertambah karena belum termasuk Beasiswa Santri yang dilakukan Baznas provinsi, kabupaten/kota,” kata Noor.

Noor menambahkan, setiap santri akan mendapatkan dana bantuan sebesar Rp6 juta, dan dana yang diberikan akan ditujukan untuk pembiayaan pendampingan, pembiayaan kegiatan masuk ke perguruan tinggi negeri, dan perguruan tinggi favorit.
Selain dana beasiswa, Baznas juga menyiapkan pembinaan berupa pengembangan soft skill bekerja sama dengan pondok pesantren dan mitra terkait.
“Dengan adanya beasiswa santri ini, diharapkan santri berprestasi dapat menyelesaikan pendidikannya dan dapat melanjutkan ke pendidikan yang lebih tinggi, khususnya di perguruan tinggi negeri (ptn) dan favorit, sehingga terciptanya kader penerus bangsa yang profesional di bidangnya dan menjadi pemimpin bangsa dan negara di masa depan,” kata Noor.

MUI Gelar FGD Sikapi Modus Pemurtadan

JAKARTA(Jurnalislam.com)— Lembaga Dakwah Khusus MUI menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Menyikapi Modus Pemurtadan dan Mualaf Dalam Dakwah Terdepan” di Hotel Grand Cempaka, Jakarta Pusat pada Sabtu (22/10/2022).

Diskusi ini, menurut Ketua Panitia FGD, Nazar Haris, bertujuan menyikapi munculnya modus pemurtadan baru di Indonesia.

“Dulu pemurtadan dilakukan lewat perkawinan. Sekarang modusnya sudah berkembang. Sudah tidak sekadar itu lagi,” jelas Nazar saat memberikan laporan di acara pembukaan FGD.

Sementara Sekjen MUI, Buya Amirsyah Tambunan, dalam sambutan secara daring menjelaskan, perkawinan beda agama, meskipun bukan menjadi modus pemurtadan yang baru, namun tetap perlu menjadi perhatian serius semua pihak. Sebab, hal ini tak sekadar ini pelanggaran UU no 1 tahun 1974.

“Dalam UU No 1 tahun 1974 jelas disebutkan kalau perkawinan itu sah jika dilakukan menurut agama dan kepercayaan masing-masing,” jelas Amirsyah. Karena itu, menjadi tanggungjawab kita semua, terutama para aktivis, untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat.

Apalagi pernikahan beda agama jelas-jelas memberikan mafsadat, yakni pemurtadan.
FGD ini dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama membahas model baru pemurtadan di Indonesia dengan pembicara Dandy Tan, seorang mualaf, Dr KH Muhyidin Junaidi Wakil Ketua Dewan Pertimbangan MUI, dan Dr Teten Romli Qomaruddin pengurus Komisi Pengkajian dan Penelitian MUI.

Adapun sesi kedua membahas pemurtadan dan perseteruan di lapangan dengan pembicara Ust Fadlan Gharamatan, tokoh Papua, Shalahuddin al Ayubi, dan Drs Abu Deedat Shihab.

Menurut Dandy Tan, metode baru pemurtadan, selain pernikahan dan pacaran, juga pluralisme, pengadaan atau perbaikan fasilitas umum, jabatan di pemerintahan, ekonomi, media, dan bencana alam.
Sedangkan Teten Romli menjelaskan salah satu model pemurtadan baru adalah penyesatan terminologi dalam istilah-istilah Islam.

Beberapa terminologi yang disesatkan adalah ummatan wasathan, rahmatan lil alamin, dan ahlul kitab. Demikian pula diksi intoleran mereka belokkan. Karena itu, kata Tetan, para ulama perlu meletakkan kembali diksi Islam yang tepat kepada istilah-istilah tersebut.

FGD ini berlangsung sejak pukul 09.00 dan berakhir pukul 15.00. Peserta yang hadir berjumlah sekitar 50 orang, terdiri atas utusan berbagai ormas Islam, badan dan lembaga MUI, serta beberapa mualaf center.

 

Hari Santri Penghargaan untuk Pejuang Kemerdekaan

JAKARTA(Jurnalislam.com) — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan bahwa Hari Santri yang ditetapkan Pemerintah pada tahun 2015 adalah penghargaan atas perjuangan para pendahulu dalam memerdekakan bangsa Indonesia.

Menurut Menag, Hari Santri tidak terlepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadratus-syekh KH Hasyim Asy’ari agar para kiai dan santri ikut berjuang dalam memerdekakan negeri.

“Saya mengingatkan kita semua, terutama santri bahwa Hari Santri ini penghargaan yang diberikan pemerintah, bukan untuk kita. Hari santri ini penghargaan yang diberikan oleh negara kepada santri-santri pendahulu kita yang ikut berjuang memerdekaan NKRI,” tegas Menag saat memberikan sambutan pada “Shalawat Kebangsaan” di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (22/10/22).

Shalawat Kebangsaan ini merupakan malam puncak Peringatan Hari Santri 2022. Hadir, Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Abdullah Azwar Anas, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa’adi, jajaran Kementerian Agama, dan ribuan santri.

“Kita ini semua bagian menikmati atas perjuangan para santri pendahulu kita. Karenanya, kita yang tinggal menikmati ini jangan enak-enakan, minta diistimewakan, tidak bisa. Santri tidak boleh merasa diistimewakan hanya gara-gara punya peringatan Hari Santri. Kita harus berusaha dan berdaya,” tegas Menag.

Menag menegaskan bahwa santri harus berdaya dan untuk itu harus terus berusaha. Santri tidak cukup berbangga hati dengan apa yang diperjuangkan para santri pendahulu. “Santri memang bisa menjadi apa saja. Santri bisa menjadi pengusaha, menteri, bahkan presiden juga bisa. Tapi santri harus berjuang dan berusaha,” tutur Menag.

Menurut Menag, contoh kiprah santri sudah banyak. Ada santri yang menjadi Presiden, yaitu KH Abdurrahman Wahid. Ada santri yang menjadi wakil presiden, yaitu KH Ma’ruf Amin. Bahkan, banyak santri yang menjadi menteri, polisi, TNI, pengusaha, dan profesi lainnya.

“Santri bisa menjadi apa saja. Tugas pertama para santri masa kini adalah tekun belajar dan mengaji,” pesan Gus Men, panggilan akrabnya.

Peringatan Hari Santri, lanjut Gus Men, juga mengingatkan perjuangan para santri terdahulu dalam memerdekakan bangsa dan negara. Ini harus dipertahankan. “Siapa pun yang akan mengganggu kemerdekaan negeri yang dimerdekaan para kyai dan santri, para santri wajib berada pada garda terdepan untuk melawannya,” pekik Menag.

Tema ‘Berdaya Menjaga Martabat Kemanusiaan’, kata Menag, juga memberi pesan kepada para santri untuk mempertahankan martabat dengan menjaga negara dari setiap ganggungan dan rongrongan yang ingin mengganggunya.

“Selamat merayakan Hari Santri. Jadikan peringatan Hari Santri ini pengingat bagi kita semua bahwa perjuangan kita masih panjang. Negeri ini membutuhkan para santri,” tandas Gus Men yang juga seorang santri.