Berita Terkini

Desak Polri Minta Maaf, Elemen Pemuda Muhammadiyah Kecam Film Sarat Provokasi

JATENG (Jurnalislam.com) – Akun facebook Divisi Humas Polri merilis video film pendek bertajuk “Kau adalah Aku yang Lain”. Video berdurasi 7 menit 41 detik ini dinilai sebagian warganet berisi pesan tendensius kepada Umat Islam.

Dalam video tersebut, digambarkan ada oknum umat Islam yang tidak mau membuka jalan yang ditutup karena pengajian, ketika ada ambulans mau lewat mengangkut pasien kritis yang kebetulan beragama Kristiani.

Komandan KOKAM Jawa Tengah, Muhammad Ismail mengecam dipublikasikannya film ini justru oleh institusi kepolisian.

“Film pendek yang dibuat dalam festival lomba yang dipublikasikan polri telah membuat rasa tidak nyaman di khalayak umat Islam”, tegas Komandan Ismail dilansir sangpencerah.id, Selasa (27/6/2017).

“Polri sebagai​ pengayom masyarakat seharusnya lebih bijak dalam melangkah. Polri adalah alat negara, bukan alat penguasa”, lanjut Ismail.

KOKAM Pemuda Muhammadiyah sebagai pasukan yang bertugas mempertahankan kalimat syahadat mengecam keras pembuatan film tersebut. “Film ini telah melukai hati kami. Polri dalam hal ini kapolri harus minta maaf kepada umat islam dan berhati hati dlm melangkah”, tutupnya.(sp/red)

 

Bertemu Jokowi, GNPF MUI Desak Kriminalisasi Ulama Segera Dihentikan

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Ustadz H Bachtiar Nasir mengungkapkan hasil pertemuan tertutup antara GNPF MUI dengan Presiden Joko Widodo Ahad lalu. Pria yang karib disapa UBN ini meminta agar Presiden menyelesaikan masalah kriminalisasi ulama.

“Poin-poinnya dalam pertemuan tersebut pemerintah tidak merasa ada kriminalisasi ulama. Pemerintah juga tidak merasa menyematkan Islam dengan stigma stigma buruk, seperti intoleran, radikal, anti pancasila, anti NKRI,” kata UBN dalam jumpa pers bersama pimpinan FPI di AQL Islamic Center Tebet, Selasa (27/5/2017).

(baca juga : Ketua FPI dan GNPF Sampaikan Isi Pertemuan dengan Jokowi)

Karenanya, GNPF MUI menjelaskan kepada Presiden Joko Widodo bahwa keadaan di lapangan justru hal yang ditampik pemerintah justur malah terjadi.

“Atas poin poin tersebut GNPF datang untuk menjelaskan bahwa memang terjadi hal hal tersebut. Dan meminta komunikasi yang intens kepada presiden untuk menyelesaikan masalah masalah tersebut,” pungkas UBN.

Seperti diketahui sebelumnya bahwa Presiden Joko Widodo didampingi Menag Lukman Hakim, Menkopolhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno bertemu dengan pimpinan GNPF MUI. Dalam kesempatan tersebut, GNPF MUI menyampaikan aspirasi umat khususnya masalah diskriminasi hukum dan kriminalisasi ulama.

Pemerintah menampik ada hal tersebut, namun GNPF menjelaskan hal yang dirasakan sehingga di masa yang akan datang akan dibangun komunikasi lebih intensif antara pemerintah dan para ulama.

Kompak, Pimpinan GNPF MUI dan FPI Ungkap Hasil Pertemuan dengan Presiden Jokowi

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ada hal yang menarik dalam konferensi pers Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI terkait dengan pertemuannya hari Ahad lalu dengan Presiden Joko Widodo.

Konferensi Pers kali ini dihadiri oleh hampir seluruh pimpinan GNPF MUI, pimpinan ormas Islam hingga Ketua Front Pembela Islam (FPI) Ustadz Sobri Lubis bertempat di AQL Islamic Center Tebet Jakarta, Selasa (27/5/2017). Dalam pantauan Jurnalislam.com, pertemuan tampak akrab dan hangat.

Terlihat hadir para kiai, habaib, ulama dan aktivis Islam seperti Ketua GNPF MUI KH Bachtiar Nasir, Wakil Ketua GNPF MUI M Zaitun Rasmin, Ketua DPP FPI Sobri Lubis, Panglima GNPF MUI Munarman, Habib Muchsin, Luthfie Hakim, Yusuf Martak, Haikal Hassan, dll.

Ketua GNPF MUI Ustadz Bachtiar Nasir menerangkan bahwa para ulama, kiai dan habaib saling berkoordinasi dan memberi masukan terkait pertemuan dengan Presiden Jokowi.

Bahkan, Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Habib Rizieq Syihab juga memberikan arahan dan koordinasi dalam rangka pertemuan dengan Presiden Joko Widodo.

“Setiap langkah GNPF selalu dikoordinasikan dengan semua tokoh di GNPF termasuk Habib Rizieq Syihab,” kata pria yang karib disapa UBN ini.

Ia pun menegaskan bahwa momen Idul Fitri ini ia manfaatkan untuk menyampaikan aspirasi umat langsung kepada Presiden Jokowi seperti masalah kriminalisasi ulama, tudingan umat anti Pancasila, NKRI, dll.

Walaupun pada akhirnya, kata UBN, Presiden berkilah bahwa pemerintah tidak merasa melakukan kriminalisasi ulama, hingga mengaku tidak pernah menyematkan tudingan-tudingan tersebut kepada umat Islam

Ingatkan Revolusi, UBN : Jika Ada Kezaliman, Rakyat dan Umat Akan Turun

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menyikapi fenomena yang berkembang saat ini seperti kriminalisasi ulama, perlakuan rezim, dll, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Ustadz Bachtiar Nasir berharap jangan sampai ada revolusi berdarah di Indonesia.

Kedamaian akan terjadi justru jika hukum ditegakkan dengan seadil-adilnya. “Semoga fenomenanya tidak akan ada lagi, dan mudah-mudahan tidak ada lagi yang namanya revolusi berdarah,” kata pria yang karib disapa UBN ini beberapa akhir Ramadhan lalu.

Namun, syaratnya yaitu agar hukum Allah ditegakkan dengan adil di Indonesia ini. “Saya ingin katakan Allah sudah menurukan hukum dan keadilannya di Indonesia insya Allah pihak hakim, Mahkamah Agung mudah mudahan diberikan kekuatan oleh Allah supaya konsisten,” katanya.

Ia menilai bahwa revolusi sejatinya sedang berjalan sehingga keadilan akan terus bergerak melenyapkan kezaliman.

“Saya beritahu revolusi, hukum dan keadilan sudah Allah sendiri yang bergerak. Dalam hal ini jika ada kezaliman maka rakyat dan umat yang akan turun,” pungkasnya.

Ingatkan Penegak Hukum, UBN : Keadilan Menggilas Siapapun yang Zalim

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menyikapi kriminalisasi ulama, Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI Ustadz Bachtiar Nasir mengingatkan agar para penegak hukum bekerja dengan sebenar-benarnya dengan menegakkan hukum dengan adil.

Sebab, katanya, saat ini gelombang keadilan terjadi di mana-mana dan akan melibas siapapun yang hendak melawannya.

“Saat ini roda keadilan sedang berputar diIndonesia yang akan menggilas siapapun yang melakukan praktek praktek kezaliman,” kata pria yang karib disapa UBN ini kepada Jurnalislam.com akhir Ramadhan lalu di Tebet Jakarta.

Ia menegaskan bahwa siapapun yang mulai berfikir untuk tidak adil, maka dirinya siap bergerak bersama masyarakat.

“Saya beritahu revolusi, hukum dan keadilan sudah Allah sendiri yang bergerak. Dalam hal ini jika ada kezaliman maka rakyat dan umat yang akan turun,” pungkasnya.

Di Usia ke-50, Ustadz Bachtiar Nasir Luncurkan Buku Biografi dan Kiprah Dakwah

JAKARTA (Jurnalislam.com) –Ustadz Bachtiar Nasir meluncurkan buku Tadrib Rabbani: Kiprah KH Bachtiar Nasir dalam dakwah sosial dan politik sekaligus tasyakuran usia ke -50 sekaligus buka bersama, bertempat di AQL Islamic Center Tebet Jakarta, Sabtu (24/5/2017).

Kepada Jurnalislam.com pria yang karib disapa UBN ini menjelaskan bahwa buku Tadrib Rabbani berisi tentang refleksi pemikiran, gerakan hingga beberapa fenomena dan masalah keumatan masa kini khususnya yang berkaitan dengan Keislaman dan Keindonesiaan.

Salah satunya yang ia sampaikan terkait makna dari surat al Maidah ayat 51 . Ia berpesan kepada seluruh umat islam untuk paham hak konsitusinya dalam perjuangan.

“Agar kita tidak takut memilih pemimpin muslim karena hak tersebut dilindungi oleh Undang Undang Dasar Pasal 29 Ayat 1 dan 2,” katanya.

Di sela-sela acara, UBN pun mengingatkan agar keadilan ditegakkan oleh para penegak hukum seperti hakim, jaksa hingga kepolisian. Sebab, jika tidak, maka keadilan akan mencari jalannya sendiri melibas pelbagai kezaliman di negeri ini.

Walau Tak Terbukti Bersalah dan Divonis Bebas, JPU Kasus Social Kitchen Malah Ngotot Kasasi

SOLO (Jurnalislam.com) – 9 anggota Laaskar Umat Islam (LUIS) dan wartawan Ranu Muda divonis bebas karena tak terbukti melakukan perusakan Social Kitchen. Namun, Jaksa penuntut Umum (JPU) malah mengajukan Kasasi, karena menganggap, Majelis Hakim tidak mempertimbangkan rekaman CCTV dalam kafe tersebut.

Menganggapi hal tersebut, Penasehat hukum LUIS Muhammad Taufik akan mengajukan kontra Memori Kasasi. Menurutnya, JPU saat ini sudah tidak konsisten dan alasan mengajukan kasasi itu terlalu mengada-ada, karena faktanya, rekaman CCTV tersebut sudah diminta terdakwa untuk diputar secara penuh dalam persidangan.

“JPU nampaknya tidak konsisten dan mengada-ada tentang fakta di persidangan. Selama persidangan Majelis Hakim dan pihak terdakwa sudah meminta CCTV diputar penuh,” katanya pada Jurnalislam.com, di Tipes, Serengan, Solo, baru-baru ini.

Selain itu, Taufiq mengatakan bahwa dalam persidangan, Hakim sudah meminta persidangan tersendiri untuk mengurai rekaman CCTV yang terdiri dari 3 DVR (Digital Video Recorder) untuk membuktikan kesalahan terdakwa. Namun kata dia, pihak Jaksa tidak mau merealisasikan tantangan Majelis Hakim.

“Bahkan Hakim meminta dalam persidangan tersendiri yang terurai dalam 3 DVR. Dalam pertimbangan memori Kasasi JPU seolah Jaksa mengatakan Majelis hakim tidak mempertimbangkan apa yang terekam CCTV. Inilah keberatan kami,” pungkasnya.

Dari MU hingga Chelsea, Klub-klub Papan Atas Ini Sampaikan Ucapan Selamat Idul Fitri

LONDON (Jurnalislam.com) — Seiring dengan berakhinya bulan suci Ramadan, umat Islam di seluruh dunia pun merayakan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriah. Empat klub papan atas Liga Primer Inggris pun turut memberikan ucapan selamat di hari kemenangan umat Islam ini.

Arsenal, Chelsea, Manchester United, dan Tottenham Hotspur tidak ingin ketinggalan merayakan hari Idul Fitri. Bahkan, mereka dengan kompak memberikan selamat lebaran untuk para penggemarnya di Tanah Air melalui akun Twitter mereka dilansir ROL

Arsenal melalui akun twitter, @Arsenal, menggunakan ikon klub yang juga seorang muslim, yakni Mesut Ozil. Dalam pesan Idul Fitrinya, klub asal London itu mengunggah foto Ozil ketika sedang berdoa di pinggir lapangan dengan tulisan: “Eid Mubarak from everyone at Arsenal” atau Selamat Hari Raya Idul Fitri dari semua orang di Arsenal.

Foto tersebut juga diunggah ulang pada akun twitter Arsenal yang berbahasa Indonesia, @OfficialAFC_ID. Foto itu juga dibubuhi keterangan berbahasa Indonesia, yaitu “Selamat Idul Fitri bagi kalian yang merayakan!”

Akun berbahasa Indonesia ini juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri menggunakan video Ozil menjebol gawang Swansea City saat pasukan the Gunners menang 3-2 pada Oktober 2016.

Klub sekota sekaligus rival abadi Arsenal, Tottenham Hotspur juga memberi selamat Idul Fitri kepada penggemar di Indonesia. Melalui akun Twitter resmi berbahasa Indonesia, @Spurs_ID, the Lilywhites menuliskan: “Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H, Mohon Maaf Lahir dan Batin.”

Masih dari Kota London, juara Liga Inggris musim 2016/2017 Chelsea juga tak ingin melewatkan hal tersebut. Melalui akun Twitter berbahasa Indonesia, @chelseafc_indo, the Blues mengunggah sebuah Graphics Interchange Format (GIF) atau format gambar bergerak, dengan para pemain Chelsea yang diakhiri ucapan selamat Idul Fitri.

Berpindah ke Kota Manchester, ada klub sarat sejarah, Manchester United (MU) yang juga menyapa penggemar muslim dengan ucapan selamat Idul Fitri melalui akun twitter berbahasa Indonesia, @ManUtd_ID. The Reds Devils mengambil tema dengan latar belakang Stadion Old Trafford dan menulis ‘Selamat Hari Raya Idul Fitri 1438 H’.

Khutbah Idul Fitri Ustadz Bachtiar Nasir : Berikan Yang Terbaik untuk Islam

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ribuan orang memadati halaman depan Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Pusat, guna melaksanakan ibadah Shalat Idul Fitri 1438 H, Ahad (25/6/2017). Shalat Idul Fitri di Masjid Agung Al Azhar ini dipimpin oleh Achmad Khotib selaku imam. Sedangkan khutbah Idul Fitri disampaikan oleh Ustadz Bachtiar Nasir.

Dalam khutbah yang memiliki tema ‘Jangan Berikan yang Sisa untuk Islam’, Bachtiar Nasir kembali mengingatkan umat Islam di Indonesia untuk senantiasa memberikan yang terbaik untuk Islam. Hal ini tidak terlepas dari banyaknya umat Islam di Indonesia.

”Namun, yang jadi pertanyaan, banyak gak umat Islam ini yang memikirkan Islam dalam benaknya? Atau gak banyak di antara mereka yang memperjuangkan Islam dengan kekuasaannya, dengan hartanya, dan dengan kehormatannya?,” ujar Bachtiar Nasir di depan jamaah shalat Idul Fitri 1438 H Masjid Agung Al Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta Pusat, Ahad (25/6/2017). dilansir ROL.

Lebih lanjut, Ustadz Bachtiar Nasir, mengungkapkan, hal ini tidak terlepas dari perintah Allah SWT untuk masuk Islam secara total. Seperti yang tertuang dalam surat Al Baqarah ayat 208. Dalam memeluk Islam, lanjut Ustadz Bachtiar Nasir, harus secara sungguh-sungguh. Artinya, menjalankan dan menegakkan komitmen terhadap semua ajaran agama dan meninggalkan yang dilarang oleh Allah SWT.

Kesungguhan ini juga menjadi salah satu upaya untuk memerangi syaitan, yang terus menggoda manusia secara sungguh-sungguh pula. Tidak hanya itu, menurut Ustadz Bachtiar Nasir, kebangkitan Islam di Indonesia, terutama soal ibadah, terlihat cukup jelas. Ustadz Bachtiar pun memberi contoh, salah satu peningkatan ibadah kenaikan yang cukup tinggi adalah ibadah Itikaf selama bulan Ramadhan di beberapa masjid, yang naik hampir seratus persen.

Selain itu, ada pula peningkatan jumlah jamaah ibadah shalat berjamaah, termasuk shalat subuh, di beberapa masjid. Pun dengan peningkatan jumlah penerimaan zakat dan sedakah di sejumlah lembaga zakat. ”Selain itu, ada kekuatan lain yaitu Ukhuwah Islamiyah. Saya menyaksikan sendiri di lapangan, di tengah upaya pemecah belahan, saya katakan umat Islam sekarang sudah bersatu,” kata Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) tersebut.

Umat Islam di Indonesia, dengan statusnya sebagai yang terbesar di dunia, kata Ustadz, dalam segala tindak tanduk dan perbuatannya dinilai dapat memberikan pengaruh di tingkat nasional, regional, dan di tingkat internasional. Karena itu, dalam memberikan kontribusi terhadap kebangkitan dan perkembangan Islam, Ustadz Bachtiar Nasir berharap, umat Islam di Indonesia tidak setengah-setengah.

”Jangan berikan sisa waktu untuk Islam, jangan berikan sisa ilmu untuk Islam, jangan berikan sisa tenaga untuk Islam, jangan berikan sisa harta untuk Islam. Masuklah Islam secara kaffah. Berislamlah secara total dan berikanlah yang terbaik untuk Islam” tutur Ustadz Bachtiar Nasir.

 

Bertemu Jokowi, Ini yang Sebenarnya Disampaikan GNPF MUI

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI menggelar pertemuan tertutup dengan Presiden Joko Widodo didampingi Menag Lukman Hakim Saifuddin, Mensesneg Pratikno dan Menkopolhukam Wiranto saat Hari Raya Idul Fitri siang, Ahad (25/6/2017).

Lalu, apa hasilnya?

Sekretaris GNPF MUI Luthfie Hakim mengatakan bahwa Ketua GNPF Ustadz Bachtiar Nasir (UBN) menyampaikan situasi kekinian dalam hubungan antara Pemerintah dengan Ulama, khususnya pada masa Pilgub DKI Jakarta dan pasca Pilgub dirasakan ada kesenjangan komunikasi (yang cukup kuat), masing-masing dengan persepsinya sendiri-sendiri.

“Padahal yg dilakukan oleh Ulama yg tergabung dalam GNPF hanyalah bermaksud menyampaikan pendapatnya secara damai, tidak anarkis apalagi mengarah ke makar, dalam koridor demokrasi,” kata UBN.

Pimpinan GNPF MUI yang lain menyampaikan adanya suasana paradoksal, pada satu sisi Pemerintah berpendapat tidak melakukan kebijakan yg bersifat menyudutkan umat Islam, tapi di pihak lain GNPF menangkap perasaan umat Islam yang merasa dibenturkan dengan Pancasila, dengan NKRI, dan dengan Kebinekaan.

Tentulah hal ini, kata GNPF, tidak menguntungkan bagi Pemerintah dalam menjalankan program-programnya dan bagi ulama dan umat dalam menjalankan dakwahnya.

“GNPF mengharapkan dari pertemuan ini dapat dibangun saling pengertian yang lebih baik di masa depan. Tidak lupa disampaikan ucapan salam dari Habib Rizieq Shihab selaku Ketua Dewan Pembina GNPF yang tengah berada di Arab Saudi,” kata Luthfie Hakim.

Menanggapi hal tersebut, Presiden menyampaikan apresiasi dapat bertemu pimpinan GNPF MUI, serta menegaskan tidak ada maksud untuk tidak mau menerima ulama yang tergabung dalam GNPF MUI.

Semua itu hanyalah miskomunikasi semata, kata Jokowi. Ia pun berkilah, dalam beberapa kali pertemuan dengam ulama, tidak pernah memerintahkan untuk mencoret ulama yang tergabung dalam GNPF MUI.

Demi membangun hubungan lebih lanjut dengan GNPF, Jokowi menyampaikan telah memerintahkan Menkopolhukam (yang duduk disamping beliau) untuk melanjutkan komunikasi untuk menyelesaikan persoalan – persoalan yang terjadi di lapangan, seraya mengharapkan akan lebih intensif lagi pertemuan GNPF dengan beliau di waktu yang akan datang.