Berita Terkini

Anies Baswedan: Jangan Jadi Penonton Atas Tragedi Pembantaian Rakyat Palestina

JAKARTA (jurnalislam.com)- Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan bersama istrinya Fery Farhati hadir dalam aksi bela Palestina di area Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, yang di hadiri sekitar dua juta lebih massa dari berbagai wilayah di Indonesia, Ahad (5/11/2023).

Aksi tersebut diinisiasi oleh Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina (ARIBP) termasuk Majelis Ulama Indonesia (MUI), tokoh lintas agama, pejabat pemerintah sebagaimana yang hadir diantaranya Menag, Menko PMK dan Menlu. Turut juga hadir perwakilan dari DPD, DPR, dan MPR RI.

Prof Din Syamsuddin selaku Ketua Pengarah Aksi tersebut bersama Organizer Commite dan MUI menjelaskan bahwa undangan kegiatan ini bersifat umum kepada seluruh masyarakat Indonesia, tapi juga ada undangan khusus kepada partai politik termasuk seluruh Capres dan Cawapre baik Ganjar, Prabowo dan Anies.

“Ya dalam rapat, kami memutuskan untuk mengundang seluruh elemen atas nama pribadi maupun semua kelompok. Hanya saja kami tidak mau ada satu, membawa kepentingan politik. Maka yang hadir atas nama pribadinya. Kalau capres cawapres, ya kami undang secara umum. Enggak secara spesifik dibikinkan undangan. Kami undang semuanya silakan yang mau hadir, monggo gitu,” kata Kiai Cholil selaku Ketua MUI.

Melalui orasinya, Anies meminta para peserta aksi yang hadir untuk mengikat syal bendera Palestina di tangan kanannya. Para peserta aksi juga diminta untuk merekam seruan dukungan kepada Palestina.

“Ikatkan syal itu di lengan tangan kanan nyalakan hp-nya pakai tangan kiri dan rekamkan kemudian kirimkan ke seluruh sosial media, biarkan dunia menyaksikan dari lapangan Medan Merdeka dikirimkan pesan kemerdekaan kepada Palestina. Allahu Akbar. Free, Free Palestine. Free, Free Palestine (Bebaskan Palestina). Occupation no more. Occupation no more (tiada lagi penjajahan),” kata Anies dalam orasinya ambil mengepalkan tangan dan disambut oleh peserta aksi.

Anies juga menegaskan bahwa kehadiran kita disini untuk mendukung kemerdekaan Palestina dan penolakan terhadap penjajahan yang di lakukan Israel.

“Kita berkumpul di sini karena ingin mengirimkan pesan kepada dunia bukan berkumpul di sini untuk kepentingan kita, kita ingin dunia melihat bahwa dari sebuah negeri paling timur dikirimkan pancar kebangkitan Palestina. Kita mengirimkan pesan ini bukan untuk kita kita ingin dunia dengar dari tanah Indonesia kita mengatakan penolakan kepada penjajahan,” tegasnya.

“Di bawah terik matahari kita merasakan Gaza Yang merintih 30 hari penderitaan yang dirasakan keluarga-keluarga di sana tangisnya menggema melampauir hitungan KM jauhnya sampai ke rumah-rumah kita, kita juga menyaksikan ibu-ibu yang harus menguburkan anaknya setiap hari,” tambahnya.

Anies juga mengungkapkan tekad orang-orang Gaza yang luar biasa, menurutnya bahwa keberadaan kita di sini menyaksikan mereka mewarisi semangat para nabi, mereka orang-orang yang mengirimkan doanya Insya Allah melewati sampai langit ketujuh dan kita semua punya keharusan mendukung kemerdekaan Palestina.

“Kemerdekaan adalah hak segala bangsa, maka itu bukan karena pengetahuan, bukan karena Bacaan tentang negeri lain, tapi karena kita merasakan di negeri ini, bahwa penderitaan atas penjajahan itu nyata, penderitaan itu membuat kita betul-betul terkoyak karena itu kita mengatakan bahwa kemerdekaan adalah hak segala bangsa oleh karena itu Penjajahan harus dihapuskan,” tegasnya

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mendesak agar Israel membuka blokade terhadap Gaza, biarkan bantuan masuk. Anies mengajak untuk terus bergerak melakukan blokade diplomasi pada Israel.

“Kita di sini meneruskan itu, di Medan Merdeka segenap jiwa raga kita, segenap semangat kita menolak untuk jadi penonton dalam tragedi ini, kita menyerukan kepada dunia untuk tegakkan keadilan, mendesak dunia untuk bangkit dan bertindak dan kita mengatakan kepada semua, jangan berdiam diri ketika saudara-saudara kita diinjak ketika saudara-saudara kita dilukai ketika anak-anak masih kecil layu sebelum waktunya,” pungkasnya.

Laporan: Muh Akbar

Turki Akan Bawa Kejahatan Perang Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional

ISTANBUL (jurnalislam.com)- Turki telah mencoret Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan akan melakukan segalanya untuk membawa pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan perang yang dilakukan Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional (ICC), pernyataan ini dikeluarkan Presiden Recep Tayyip Erdogan.

“Perdana Menteri yang diperangi bukan lagi seseorang yang dapat kami ajak bicara, kami telah mencoretnya,” kata Erdogan kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan saat kembali dari Kazakhstan, tempat ia menghadiri pertemuan puncak Organisasi Negara-negara Turki.

Sebagaiman dilansir Anadolu Ajansi (4/11/2023), Erdogan mengatakan bahwa Netanyahu telah kehilangan dukungan dari warga Israel dan dia ingin menggalang dukungan untuk pembantaian melalui retorika agama.

“Saya mengatakan sesuatu dalam pidato saya di Rapat Umum Palestina. Saya mengumumkan bahwa kami akan mendukung inisiatif yang akan membawa pelanggaran hak asasi manusia dan kejahatan perang Israel ke Pengadilan Kriminal Internasional. Otoritas terkait kami, terutama Kementerian Luar Negeri kami, akan melaksanakan pekerjaan ini,” tambah pemimpin Turki tersebut.

Erdogan juga mengatakan Ankara “siap bertindak sebagai negara penjamin bagi Gaza” setelah bentrokan, dan menegaskan kembali dukungan Turki terhadap rakyat Gaza di tengah agresi Israel yang sedang berlangsung.

Sumber: Anadolu Ajansi

Reporter: Bahri

WHO Mencatat 102 Serangan Israel Terhadap Layanan Kesehatan di Jalur Gaza

JAKARTA (jurnalislam.com)- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Palestina telah mengeluarkan buletin terbaru menyatakan bahwa mereka telah mendokumentasikan 102 serangan Israel terhadap fasilitas kesehatan di Jalur Gaza sejak 7 Oktober.

Dalam postingan WHO di media sosial Twitter 5 November 2023 disertai infografis disebutkan,

Sejak 7 Oktober, WHO telah mendokumentasikan 102 serangan terhadap layanan kesehatan di Jalur Gaza. Serangan telah mengakibatkan 504 korban jiwa termasuk 16 diantaranya petugas kesehatan, 459 luka-luka, kerusakan pada 39 fasilitas dan mengganggu 31 ambulans.

Lebih dari separuh rumah sakit yang rusak terjadi di Kota Gaza. WHO menegaskan Pelayanan kesehatan bukanlah target serangan. WHO juga menyerukan perlindungan aktif terhadap warga sipil dan layanan kesehatan.

Reporter: Bahri

Dua Juta Massa Hadiri Aksi Bela Palestina di Monas

JAKARTA (jurnalislam)- Aksi Bela Palestina yang di inisiatori oleh Majelis Ulama Indonesia dan tergabung dalam Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina dihadiri sekitar dua juta lebih massa di Monas Jakarta, (11/5/2023).

Acara Aksi Bela Palestina ini juga dihadiri tiga menteri Kabinet Indonesia Maju. Mereka adalah Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy serta Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.

Termasuk juga hadir dalam aksi ini Lembaga legislatif diantaranya Wakil DPD RI Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, S.H., M.Si, Wakil MPR RI Dr. H. Jazilul Fawaid, SQ, MA, dan Ketua DPR RI Dr. Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi, S.Sos.

Ketua Pengarah Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina Prof. KH. Muhammad Sirajuddin Syamsuddin, M.A., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan bahwa aksi ini sebagai bentuk dukungan rakyat Indonesia kepada Palestina yang dahulunya Palestina juga telah berkontribusi dalam kemerdekaan Indonesia.

“Rakyat plaestina adalah yang pertama mengakui kemerdekanan Indonesia, bahkan sebelum 1945, pada 16 september 1944 lewat lisan mufti Palestina Amin Al-Husaini menyampaikan dukungannya melalui Radio Berlin. Inilah alasan mengapa kita melakukan aksi seperti ini, untuk mendukung Palestina,” ungkapnya.

Bahkan Mufti Amin Al-Husaini juga mendorong negara-negara Timur Tengah lainnya untuk mengakui kemerdekaan Indonesia, dan usahanya berhasil meyakinkan Mesir, Suriah, Irak, Lebanon, Yaman, Arab Saudi, dan Afghanistan untuk mendukung kemerdekaan Indonesia.

“Aksi hari ini adalah bentuk kebersamaan kita seluruh elemen dan komponen bangsa Indonesia yang cinta damai, lintas agama, ormas dan masyarakat. Maka saya minta, tunjukkanlah kebersamaan, berpegang tegulah dalam etika dan akhlak mulia, untuk saling menghargai dan bertenggang rasa. Membela Palestina adalah sesuai dengan UDD 1945, untuk mencapai kemerdekaan sejati dan kedaulatan,” tambah Prof Syamsuddin dalam sambutannya.

Dukungan terhadap rakyat Palestina juga disampaikan oleh Ketua DPR RI Puan Maharani, dalam orasinya mengecam tindakan Israel kapada rakyat Palestina.

“Salah satu dari tujuan kemerdekaan Indonesia adalah untuk menciptakan ketertiban dan perdamaiaan dunia, apa yang dilakukan di Palestina adalah hal yang tidak bisa kita terima. Kita mengutuk dan menolak kekejaman penjajahan Israel yang telah menghancurkan segalanya dan terus melakukan kedzhalimannya terhadap Palestina,” tegasnya.

Puan juga menyerukan kepada pemerintah untuk tetap berperan aktif dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, dan mendesak kepada Israel untuk menghentikan kekejamannya kepada Palestina.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi juga tururt hadir dalam Aksi Bela Palestina ini, melalui suaranya yang lantang diberbagai forum dunia, Menlu tetap tegas dan lantang menyuarakan pembelaan dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

“Atas nama pemerintah Indonesia, dukungan Indonesaia terhadap perjuangan Palestina, kita semua berkumpul disini untuk bersatu. Alhamdulillah bantuan pertama telah dilepas dipimpin langsung oleh Presiden Jokowi, dan ini adalah bantuan seluruh rakyat Indonesia,” terangnya.

Pada Sabtu (4/11/2023) kemarin, Presiden Jokowi telah melepas bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina. Bantuan yang diberikan sebanyak 51,5 ton, yang terdiri dari bahan makanan, alat medis, selimut, tenda dan barang logistik lainnya.

Pembantaian Israel di Palestina harusnya menggugah setiap manusia yang memiliki hati nurani, Ibu Evi Murniyati (55) salah satu peserta dari kota Bogor dalam Aksi Bela Palestina ini. Evi bahkan mengatakan kepada bahwa dia berharap bisa terbang ke Palestina untuk memasak dan merawat anak-anak yatim piatu.

“Sebagai seorang ibu dan wanita, hati saya hancur berkeping-keping ketika saya melihat anak-anak yang kehilangan rumah, orang tua, dan bahkan nyawa mereka. Mengapa mereka? Mereka tidak bersalah,” tuturnya dengan rasa sedih.

Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa jumlah korban tewas akibat agresi Israel di Jalur Gaza bertambah menjadi 9257 orang gugur syahid, 3826 di antaranya anak-anak dan 2405 wanita, serta 23.516 orang luka-luka dengan berbagai tingkat sejak 7 Oktober lalu.

Laporan: Muh Akbar

Lembaga Legislatif Indonesia Tegaskan Dukungan Terhadap Palestina dan Kecam Kebiadaban Israel

JAKARTA (jurnalislam.com)- Aksi bela Palestina di Monas Jakarta dihadiri jutaan orang dari berbagai daerah di Indonesia sebagai bentuk dukungan kepada rakyat Palestina, Ahad (5//11/2023).

Agresi militer dan genosida yang dilakukan oleh zionis israel kepada rakyat Palestina membuat seluruh umat manusia di dunia menyampaikan kecamannya.

Seluruh lembaga legislatif dan eksekutif hadir dalam aksi bela Palestina ini dan menyatakan dukungaannya terhadap Palestina dan perlawanan terhadap Israel atas kedzaliman dan pembantaiaan yang dilakukannya.

Mewakili Dewan Perwakilan Daerah RI Prof. Dr. Hj. Sylviana Murni, S.H., M.Si menyampaikan bahwa aksi ini adalah bentuk solidaritas kita untuk Palestina dan perlawanan terhadap penjajahan israel.

“Kami DPD RI bersama kita semua mendukung aksi ini, Palestina bukan hanya milik Palestina, tapi juga miliki Indonesia, khususnya Islam dan diseluruh dunia. Termasuk Palestina bukan hanya milik satu generasi tapi termasuk semua generasi sampai hari kiamat. Aksi ini menunjukkan solidaritas kita dalam melawan bentuk penjajahan, kebiadaban dan bar-bar Israel di Gaza,” kata Wakil Ketua DPD RI.

Dr. H. Jazilul Fawaid, SQ, MA selaku Wakil Majelis Permusyawaratan Rakyat RI juga menegaskan bahwa bentuk dukungan kita hari ini adalah bagian dan bentuk jihad konstitusi

“Kita hadir untuk saling meneguhkan dalam aksi ini dan sesauai amanah negara, menyelamatkan Palestina, menyelamatkan kemanusiaan, dan bagian dari jihad konstitusi Indonesia, kita terus akan mendukung aksi ini sampai Palestina merdeka. Inilah komitmen kita semua lintas agama, ormas dan masyarakat Indonesia, kita melihat bahwa terjadi kedzaliman dihadapan mata kita, dihadapan kita anak-anak dibantai dan kita hadir untuk melawan kezalimahan dan semoga kedzaliman hancur dimukan bumi,” terangnya.

Hadir juga dalam aksi tersebut Ketua DPR RI Dr. Puan Maharani Nakshatra Kusyala Devi, S.Sos., dalam penyampaiaannya mengajak kepada masyarakat Indonesia untuk membantu Palestina dan melawan penjajahan Islam.

“DPR RI menyerukan kepada pemerintah untuk tetap berperan aktif falam memperjuangkan kemerdekaan Palestina, dan mendesak kepada Israel untuk menghentikan kekejamannya kepada Palestina,” katanya.

Puan Maharani juga menjelaskan bahwa bangsa Indonesia dari zaman Soekarno hingga hari ini tetap konsoisten mendukung kemerdekaan Palestina. Menurutnya, hal inilah yang menjadi salah satu tujuan kemerdekaan Indonesia.

“Salah satu dari tujuan kemerdekaan Indonesia adalah untuk menciptakan ketertiban dan perdamaiaan dunia, apa yang dilakukan di Palestina adalah hal yang tidak bisa kita terima. Kita mengutuk dan menolak kekejaman penjajahan Israel yang telah menghancurkan segalanya dan terus melakukan kedzhalimannya terhadap Palestina,” tegasnya.

Ketua DPR RI juga mengungkapkan duka citanya secara mendalam atas kematian warga opaletina dan semua korban yang meninggal. Semoga keselamatan dan perdamaiaan segera terwujud dan didapatkan oleh rakyat Palestina.

Laporan: Muh Akbar

Menteri Kesehatan Palestina Sebut Komunitas Internasional Terapkan ‘Standar Ganda’

PALESTINA (jurnalislam.com)- Menteri Kesehatan Palestina Mai Al-Kaila menilai diamnya komunitas internasional mengenai tindakan Israel di Gaza menjadi lampu hijau bagi Israel untuk melanjutkan kejahatannya.

“Tentara penjajah Israel telah memperluas pembantaiannya ke rumah sakit dan sekitarnya tanpa intervensi apa pun dari komunitas internasional,” kata al-Kaila dalam sebuah pernyataan, menurut kantor berita Palestina WAFA (4/11/2023).

“Negara-negara yang seharusnya menegakkan hukum internasional telah gagal menjalankan tugasnya,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia mendesak harus ada tindakan nyata dari komunitas internasional untuk menghentikan kejahatan perang Israel yang menjadikan rumah sakit sebagai sasaran serangan.

“Tindakan segera diperlukan untuk menghentikan pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional ini,” tegasnya, seraya menyerukan “diakhirinya kebijakan standar ganda dan selektivitas dalam hal dukungan dan kecaman”.

“Semua undang-undang yang dirancang untuk melindungi tim medis dan ambulans telah dilanggar oleh penjajah Israel, yang berarti bahwa tim-tim ini sengaja dijadikan sasaran dan diserang dengan tujuan untuk membunuh dokter dan pasien,” pungkasnya.

Dilaporkan zionis Israel melakukan pemboman pada hari Jum’at menargetkan mobil ambulans di depan gerbang utama Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza. Kemudian pada hari Sabtu kembali menargetkan pintu masuk Rumah Sakit Anak Al-Nasr di bagian barat Kota Gaza.

Sumber: Al Jazeera

Reporter: Bahri

Aksi Akbar Bela Palestina, Pemerintah RI Tegaskan Dukung Palestina Dengan Seluruh Kekuatan

JAKARTA (jurnalislam)- Pemerintah Indonesia tegaskan akan terus mendukung sampai Palestina merdeka, pernyataan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia Muhadjir Effendy dalam Aksi Akbar Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina di lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta pada Ahad pagi (5/11/2023).

“Saya hadir mewakili pemerintah republik Indonesia, ditugaskan oleh bapak presiden bertiga, tidak main-main. Menko PMK, Menteri Luar Negeri dan Menteri Agama. Apa artinya?,” tanya Muhadjir kepada peserta aksi.

“Artinya kita semua jangan ragu dengan sikap pemerintah Indonesia. Kita akan dukung Palestina dengan seluruh kekuatan kita sampai Palestina merdeka, Allahuakbar!,” tegas Muhadjir dalam orasinya.

Ratusan ribu peserta aksi memadati lapangan Monas Jakarta, untuk menunjukkan dukungan dan pembelaan pada hak-hak warga Palestina. Mereka mengenakan pakaian serba putih dan mengibarkan bendera Palestina, atau mengenakan ikat kepala dan sorban berlambang bendera Palestina.

Sementara itu Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dalam kesempatan orasinya menyampaikan bahwa kehadiran semua pihak dalam aksi tersebut untuk menunjukkan solidaritas terhadap kemanusiaan,

“Dan kemarin bantuan tahap pertama sudah diberangkatkan dan dilepas langsung oleh presiden Jokowidodo, dan ini bukan hanya bantuan dari pemerintah tetapi dari seluruh masyarakat Indonesia yang disalurkan melalui lembaga-lembaga kemanusiaan,” terangnya.

“Terimakasih kepada seluruh masyarakat Indonesia dan bantuan selanjutkan akan dipersiapkan.” sambung Retno, yang kemudian menutup orasinya dengan membaca puisi berjudul ‘Palestina Saudaraku’.

Sebagaimana diketahui, pada Sabtu (4/11/2023) Presiden Jokowi telah melepas bantuan kemanusiaan tahap pertama untuk Palestina. Bantuan yang diberikan sebanyak 51,5 ton, yang terdiri dari bahan makanan, alat medis, selimut, tenda dan barang logistik lainnya.

Reporter: Bahri

Ribuan Warga Semarang Gelar Konvoi Serukan Dukungan untuk Palestina

SEMARANG (jurnalislam.com)- Melihat pendudukan Israel semakin brutal dalam membantai warga sipil Gaza, Forum Umat Islam Semarang (FUIS) kembali mengadakan aksi solidaritas Palestina, Sabtu (4/11/2023)

Sekitar seribuan peserta dari berbagai ormas Islam tergabung dalam aksi tersebut. Tak hanya dari ormas Islam, aksi damai tersebut juga diikuti kalangan komunitas umum.

Aksi kali ini dikemas dalam bentuk konvoi kendaraan bermotor mengelilingi jalan protokol kota Semarang.

“Kita aksi ini dengan konvoi, harapannya dukungan untuk Palestina semakin menggema di kota semarang ini khususnya,” ucap Ketua FUIS Wahyu Kurniawan.

Rute yang dilalui mulai dari Simpang Lima – Pandanaran – Imam Bonjol – Johar – Arteri Sukarno Hatta – Gajah dan berhenti di depan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT).

Di depan Masjid Agung, FUIS berorasi untuk membangkitkan semangat dalam membela saudaranya di Palestina.

Mengutip surat At-Taubah ayat 24, Ustaz Danang Setyadi, Ketua Jamaah Ansharu Syariah Semarang menasehatkan agar jangan terlalu mencintai dunia sehingga melupakan saudaranya di Palestina.

“Jika bapa-bapa, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad (membela saudara dipalestina), maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya dan AdzabNya,” lantangnya yang diikuti pekikan takbir para peserta.

Ustaz Danang juga mengatakan bahwa orang Islam tapi tidak peduli dengan saudaranya termasuk bukan golongan umat Nabi Muhammad.

Selain mengadakan orasi dan konvoi FUIS juga menggalang dana untuk membantu rakyat paletina yang saat ini sedang terjajah.

Reporter: Agus Riyanto

Israel Serang Mobil Ambulans, 15 Warga Sipil Tewas

GAZA (jurnalislam.com)- Sejumlah warga Palestina dilaporkan terbunuh dan banyak lainnya terluka akibat pemboman zionis Israel pada hari Jum’at (3/11/2023) yang sengaja menargetkan mobil ambulans di depan gerbang utama Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza.

“Ada banyak korban dan luka-luka dalam serangan Israel yang menargetkan konvoi ambulans yang sedang menuju ke selatan untuk mencapai penyeberangan darat Rafah,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Ashraf al-Qidra dalam konferensi pers di Rumah Sakit Al-Shifa.

“Sebuah pemboman Israel juga menargetkan ambulans di dua lokasi lain di Jalan Pesisir Al-Rashid yang membawa orang-orang yang terluka ke selatan menuju penyeberangan darat Rafah untuk mengangkut mereka ke Mesir,” imbuhnya.

Sejumlah warga Palestina dilaporkan tewas dan terluka akibat pemboman Israel yang menargetkan gerbang utama Rumah Sakit Al-Shifa di Kota Gaza, lapor koresponden Anadolu.

“Setibanya mereka di al-Shifa, [Israel] langsung menargetkan kedua kendaraan konvoi tersebut, melakukan pembantaian mengerikan dan merenggut nyawa 15 orang dan melukai lebih dari 60 orang,” kata al-Qidra.

Tim medis berangkat dengan konvoi pertolongan pertama yang membawa orang-orang yang terluka ke wilayah selatan Jalur Gaza untuk mendapatkan perawatan di Mesir, tambah wartawan itu.

Pemboman Israel menyebabkan kerusakan parah pada mobil ambulans yang mengangkut korban luka.

Kementerian Kesehatan pada Jum’at pagi mengumumkan pergerakan konvoi ambulans yang membawa sejumlah besar korban luka menuju Jalur Gaza selatan.

Tentara Israel telah memperluas serangan udaranya di Jalur Gaza, yang telah mengalami serangan udara tanpa henti sejak serangan mendadak Hamas pada 7 Oktober.

Lebih dari 10.700 orang tewas dalam perang tersebut, termasuk sedikitnya 9.227 warga Palestina dan lebih dari 1.538 warga Israel.

Sumber: Anadolu Ajansi

Reporter: Bahri

Amien Rais dan Ketum Partai Ummat Akan Bertemu Presiden Erdogan Bahas Pembebasan Palestina

JAKARTA (jurnalislam.com)- Ketua Majelis Syura Amien Rais dan Ketua Umum Partai Ummat Ridho Rahmadi dijadwalkan bertemu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara untuk membahas sejumlah isu.

Hal ini terungkap dalam pertemuan sekitar 50 menit rombongan Partai Ummat yang diketuai Wakil Ketua Majelis Syura M.S. Kaban dengan Duta Besar Turki Talip Küçükcan di Kedutaan Besar Turki, Kamis (2/11/2023). Ikut dalam rombongan adalah Wakil Ketua Umum Buni Yani, Anggota Majelis Etik Nazwar Nazaruddin, dan Ketua BPPN Taufik Hidayat.

“Jadi maksud kedatangan Partai Ummat ada dua. Pertama, Partai Ummat menyampaikan minat untuk bekerja sama dengan partai berkuasa Turki, Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP), yang memiliki basis pemilih Islam dan mengantarkan Presiden Erdogan ke pucuk pimpinan negeri itu,“ kata Wakil Ketua Umum Buni Yani menjelaskan.

Kedua, lanjut Buni, Partai Ummat mengirimkan pesan ke pemerintah Turki di bawah kepemimpinan Presiden Erdogan untuk melakukan intervensi militer di Palestina yang sedang dalam gempuran militer Israel dan merenggut ribuan nyawa tak berdosa.

“Karenanya, bila nanti Pak Amien dan Pak Ridho bertemu Presiden Erdogan di Ankara, Partai Ummat akan membawa misi di samping menawarkan kerja sama dengan Partai AKP yang ketuanya adalah Erdogan sendiri, juga akan membicarakan mengenai krisis kemanusiaan di Palestina,“ ungkap Buni.

Menanggapi dua pesan itu, Duta Besar Talip Küçükcan mengungkapkan dia sangat senang bertemu dengan rombongan Partai Ummat. Dia mengatakan Turki membuka diri untuk bekerja sama dalam banyak bidang dengan semua pihak di Indonesia.

“Mengenai keinginan Partai Ummat untuk bertemu langsung dengan Presiden Erdogan, perlu kami jelaskan bahwa beliau sangat sibuk. Tetapi nanti Partai Ummat akan bisa bertemu dengan bagian luar negeri Partai AKP di Ankara,“ kata Talip Küçükcan.

Mengenai pesan agar Turki melakukan intervensi militer di Palestina, Talip mengatakan Turki akan melakukannya bila dilakukan bersama dengan negara-negara lain, misalnya negara-negara yang tergabung dalam Organisasi Konferensi Islam (OKI).

Partai Ummat dan AKP

Wakil Ketua Umum Partai Ummat Buni Yani mengatakan terdapat sejumlah persamaan antara Partai Ummat dan Partai Keadilan dan Pembangunan (Adalet ve Kalkınma Partisi – AKP), di antaranya adalah basis konstituen kedua partai sangat mirip yaitu pendukung Islam konservatif meskipun kedua partai sangat modern dalam cara berpikir.

“Secara kultural, meskipun para pendukung dan pendiri AKP konservatif dalam beragama, namun mereka sesungguhnya para profesional yang berpikiran modern. AKP mampu membuat Turki menjadi negara yang disegani. Di zaman Erdoganlah banyak inovasi dan teknologi berkembang pesat di Turki,“ papar Buni.

Jadi, kata Buni, sangatlah tidak tepat dan sangat menyesatkan mempertentangkan konservatisme agama dengan modernitas.

“Bila kita memaknai modernitas sebagai kemajuan-kemajuan dalam segala hal maka sesungguhnya itulah roh Islam. AKP di Turki membuktikannya,” terangnya.

“Partai Ummat sangat senang bisa bekerja sama dengan Partai Keadilan dan Pembangunan, AKP, di Turki yang telah berhasil memperjuangkan Erdogan hingga menjadi Perdana Menteri dan kemudian Presiden. Sebagai partai baru, Partai Ummat perlu belajar dari keberhasilan AKP,“ imbuh Buni.

Mengenai pesan Partai Ummat agar Turki melakukan intervensi militer di Palestina, Buni mengatakan hal ini sangatlah mungkin dilakukan karena di samping menjadi negara yang cukup kuat di Eropa, Turki juga dikenal sangat vokal menyuarakan kepentingan dunia Islam.

“Turki punya kemampuan untuk itu. Militer Turki cukup kuat. Sebagai negara yang sejak awal mendukung kemerdekaan Palestina dan secara tegas dalam Pembukaan UUD 1945 menentang penjajahan, maka Partai Ummat mendorong Turki agar melakukan intervensi militer,” ujarnya.

Bila tidak ada intervensi militer dari dunia internasional, kata Buni, Israel akan semakin biadab membunuh penduduk sipil tak berdosa yang sebagian besar adalah wanita dan anak-anak. Lanjut Buni, yang terjadi sekarang di Palestina bukanlah perang tapi genosida oleh zionis Israel.

“Semoga pesan Partai Ummat ini menjadi sebab kepedulian dunia internasional kepada saudara-saudara kita di Palestina. Kita tak bisa berdiam diri. Bukankah Islam mengajarkan kepada kita bahwa umat Islam itu sesungguhnya satu tubuh. Bila satu bagian yang sakit maka bagian yang lain juga merasakannya,” pungkas Buni.