Berita Terkini

Politeknik BPI Mengadakan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru Angkatan Pertama

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Politeknik Bisnis dan Perpajakan Indonesia (Politeknik BPI) mengadakan kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Angkatan Pertama dengan berbagai rangkaian acara menarik pada Sabtu-Minggu, (5-6/10/2024).

Kegiatan ini dibuka pada Sabtu (5/10) oleh Direktur Politeknik BPI, Dr. Hasman Budiadi, SE, MM. Hadir pula dalam menyampaikan sambutan Dr. Agus Widodo, ST, MM, mewakili Pembina Yayasan Smart Insan Mandiri. 

Turut hadir Saras Pramudya, ST, Ketua Yayasan Smart Insan Mandiri dan Dr. Sakidi, SE,M.Si, Akt selaku founder Politeknik BPI. 

Setelah acara pembukaan, PKKMB dilanjutkan dengan berbagai sesi materi dengan pembicara dari internal dan eksternal kampus. Salah satu sesi penting disampaikan oleh Wakil Kasatintelkam Polres Sukoharjo, Hery Prasaja, yang membahas tentang Pentingnya Anti Terorisme dan Sikap Intoleran bagi Mahasiswa. 

Sesi ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada mahasiswa baru terkait ancaman terorisme dan pentingnya menjaga sikap toleran dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudian dilanjutkan materi bela negara dari Bidang Intelkam Dandim Sukoharjo, Bahrun, ST,

 menyampaikan tema tentang Mental Positif dan Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, yang bertujuan untuk menanamkan sikap mental yang positif dalam konteks kebangsaan.

Pada hari kedua, Minggu, seluruh civitas akademika Politeknik BPI mengikuti kegiatan outbond, yang dirancang untuk memperkuat kekompakan, kerja sama tim, dan meningkatkan semangat kebersamaan di antara mahasiswa baru.

Direktur Politeknik BPI, Dr. Hasman Budiadi menyatakan, “Acara ini diharapkan dapat memberikan pengenalan yang komprehensif kepada mahasiswa baru tentang kehidupan kampus, serta memupuk sikap positif dan rasa kebangsaan di dalam diri mereka,” jelasnya.

Peringati Satu Tahun Taufan Al Aqsha, Ribuan Umat Islam Soloraya Gelar Aksi Damai di CFD

SOLO (jurnalislam.com)- Memperingati satu tahun Taufan Al Aqsha ribuan umat Islam Soloraya menggelar aksi Palestina di perempatan Ngapeman Jl Slamet Riyadi, Solo, Ahad (6/10/2024).

Beberapa acara untuk memeriahkan acara aksi dilakukan seperti, teaterikal, baca puisi dan juga penampilan nasyid.

Selain meneriakan pembebasan Palestina peserta aksi juga tampak membawa sejumlah bendera Palestina dan juga poster yang berisi kekejaman zionis Israel.

Sementara itu, orasi utama disampaikan oleh Syekh Yunus, warga Gaza yang memberikan kesaksian tentang kondisi terakhir masyarakat Gaza. Syekh Yunus juga mengajak umat Islam Soloraya untuk terus memberikan dukungan terhadap rakyat Palestina.

“Kita harus terus mendukung saudara kita di Palestina, kesabaran modal mereka bertahan, diuji dengan ketakutan serta kekurangan harta,” katanya.

Dalam acara tersebut juga dideklarasikan Panitia Solo Raya Persiapan Kemerdekaan Palestina.

Ahmad Sigit selaku koordinator acara aksi menjelaskan deklarasi ini merupakan wujud solidaritas masyarakat Solo Raya terhadap perjuangan rakyat Palestina untuk meraih kemerdekaannya.

“Kami membentuk panitia khusus untuk mendukung upaya-upaya kemerdekaan Palestina melalui berbagai kegiatan, baik kampanye maupun aksi nyata yang melibatkan masyarakat luas,” ungkapnya.

Ahmad Sigit menahmbahkan, tujuan utamanya adalah membangun kesadaran publik dan solidaritas internasional terhadap isu Palestina, khususnya di wilayah Solo Raya. Selain itu, kami juga berharap bisa menggalang dukungan moral, materi, dan diplomatik yang lebih luas untuk rakyat Palestina.

“Beberapa kegiatan yang sudah kami rencanakan antara lain seminar internasional, penggalangan dana, dan aksi damai yang akan melibatkan berbagai elemen masyarakat, dari tokoh agama hingga pemuda. Kami juga akan mengadakan kampanye di media sosial untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kemerdekaan Palestina,” tambahnya.

Lajut Ahma terkait deklarasi tersebut responsnya sangat positif. Banyak organisasi masyarakat, lembaga keagamaan, dan individu yang menyatakan dukungannya.

“Kami optimis bahwa gerakan ini akan terus berkembang dan mendapatkan dukungan yang lebih luas,” pungkasnya.

Beberapa elemen Islam yang hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya adalah FKAM, LUIS, Jamaah Ansharu Syariah, Al Islah, Majelis Mujahidin, Pagar Nusa, KOKAM, SHOHABAH, LIBAS, GPK, MT. AL IKHLAS MOJO , MT. SALAMAH, FORTAMMU.

Sementara Pondok pesantren yang ikut dalam berpartisipasi dalam kegiatan tersebut antara lain, Ponpes Ibnu Abbas Klaten, Ponpes Islam Al Mukmin Ngruki, Ponpes Minhajul Hayah, Ma’had Aly An Nur, Ponpes Menara Quran, Ponpes Markaz Iqra, Ponpes Al Kahfi Hidayatullah serta Ponpes Darul Fath.

Total dana yang dikumpulkan dalam kegiatan tersebut mencapai 20 Juta, menurut pantia dana tersebut akan disalurkan oleh Dewan Syariah Kota Surakarta melalui lembaga kemanusiaan yang terpercaya.

Pramuka SMA IT Nur Hidayah Selenggarakan Jelajah Keraton Solo-Jogja

SOLO (jurnalislam.com)- Pramuka SMA IT Nur Hidayah Sukoharjo selenggarakan kegiatan Jelajah Keraton Solo-Jogja pada Kamis-Jum’at (3-4/10/2024). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota Dewan Ambalan (DA), Komando Satuan Pramuka (KOSTRADA) dan anggota Pramuka SMA IT Nur Hidayah.

Hari pertama, para peserta melakukan penjelajahan menuju Keraton Kartasura, Keraton Pajang, Pura Mangkunegaran, dan Masjid Agung Surakarta. Pada hari kedua, mereka mengunjungi Masjid Kauman dan Keraton Kasultanan Yogyakarta.

Sebanyak 114 peserta memulai dengan berjalan kaki dari sekolah menuju Keraton Kartasura. Singgah di masjid Hastana, yang merupakan peninggalan Keraton Kartasura, untuk melaksanakan sholat dhuha. Selesai dari Keraton Kartasura mereka melanjutkan perjalanan ke Keraton Pajang. Di tempat ini, para peserta mendapat materi sejarah Mataram Islam yang disampaikan oleh Ustadz Kastoto.

Selain mendapat materi, para peserta juga mendapat tugas yang mendorong peserta untuk memahami nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan peduli sesama. Setelah dari Keraton Pajang, para peserta melanjutkan perjalanan menuju Pura Mangkunegaran dengan transportasi umum.

Dipandu oleh tour guide, mereka terlihat antusias saat berkeliling di Pura Mangkunegaran. Dari Pura Mangkunegaran, para peserta melanjutkan kunjungan ke Masjid Agung Surakarta. Disana mereka mendapat materi yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Kasori Mujahid, M.Ag., Ketua Umum Yayasan Nur Hidayah Surakarta, tentang sejarah kejayaan Islam di bumi Mataram.

Hari kedua para peserta melakukan kunjungan di Masjid Kauman dan Keraton Yogyakarta dengan menggunakan trasnportasi KRL untuk menuju Yogyakarta. Salah satu siswi yang berasal dari Papua, Fathiya Khaira Arfita, kelas X8, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan ini.

“Karena berasal dari luar Jawa, jadi bisa lebih tahu tentang kebudayaan Jawa dan peradaban Islam disini. Juga keraton-keraton yang ada disini, seperti Keraton pajang, Mangkunegaran dan sebagainya,” ujarnya.

Lestarikan Budaya, SD Muhammadiyah Palur Kenakan Batik Untuk Peringatan Hari Batik Nasional

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Hari Batik Nasional adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO.

Batik telah dianggap oleh masyarakat indonesia sebagai ikon budaya penting. Masyarakat Indonesia mengenakan batik sebagai busana kasual dan formal yang dapat digunakan dalam beragam acara.

Pada Rabu (02/10/24) seluruh warga SD Muhammadiyah Palur kompak mengenakan baju batik di sekolah. Baik guru, tenaga kependidikan, maupun siswa tampak antusias dan bangga memakai baju batik untuk memperingati Hari Batik Nasional.

Peringatan Hari Batik Nasional adalah kesempatan untuk mengingatkan bahwa meskipun beragam, batik adalah simbol persatuan dan identitas bangsa.

Noor Afifah Rachmawati, S.Si selaku kepala sekolah menyampaikan dalam apel pagi yang diikuti seluruh guru staff.

“Hari ini, kita merayakan Hari Batik Nasional dengan penuh kebanggaan dan semangat. Setiap warga sekolah, mulai dari siswa, guru, hingga staf, mengenakan batik sebagai bentuk penghormatan terhadap kekayaan budaya Indonesia yang harus kita lestarikan,” katanya.

Ia melanjutkan, Melalui penggunaan batik, kita tidak hanya menampilkan identitas budaya, tetapi juga menanamkan rasa cinta dan bangga terhadap warisan nenek moyang kita.

“Semoga melalui kegiatan ini, kita semakin memahami pentingnya melestarikan batik sebagai identitas bangsa dan menanamkan nilai-nilai kebanggaan pada generasi muda. Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat untuk terus menghargai dan melestarikan budaya lokal dalam kehidupan sehari-hari.l,” pungkasnya.

Sementara Kalila Praras Lituhayu siswi kelas 4D mengutarakan perasaanya.

“Bangga karena bisa mengenakan batik secara serentak dengan teman lainnya, selain itu sebagai wujud kecintaan dan melestarikan budaya Negara yang kita cintai,” katanya.

Selamat Hari Batik Nasional !

Marak Beredar Miras Hingga Obat Terlarang di Tasikmalaya, Al Mumtaz Desak Aparat Kepolisian Bertindak Tegas

TASIKMALAYA (jurnalislam.com)– Sejumlah Pengurus Aliansi Masyarakat Muslim Tasikmalaya (Al Mumtaz) mendatangi Polres Tasikmalaya guna menyampaikan keprihatian akan permasalahan moral instabilitas kambtibmas yang dianggap semakin memburuk dalam satu tahun terakhir kali pada Selasa, (1/9/2024).

Selain dari pengurus Al Mumtaz, hadir juga perwakilan elemen umat Islam seperti Majelis Mujahidin, Jamaah Ansharu Syariah, Brigade Tholiban, Brigade Persis, Muhammadiyah, OKP dll. Rombongan diterima langsung oleh Kapolres Tasikmalaya, AKBP Joko Sulistiono, S.H., S.I.K., M.H., di kantornya.

Dalam kesempatan tersebut, Sekjend Al Mumtaz Ustaz Abu Hazmi menyampaikan keprihatinannya terkait kondisi moral di wilayah Tasikmalaya, ia mengatakan bahwa pihaknya bersama elemen umat Islam sering menemukan miras hingga obat obatan terlarang yang beredar.

“Dan mirisnya mereka seakan berani bahwa mereka memiliki dugaan adanya oknum dari Polda Jabar,” ungkapnya sebagaimana dikutip dari inilah.com pada Selasa, (1/9/2024).

Sementara itu, Koordinator Al Mumtaz, Ustadz Hilmi Afwan berharap pihak aparat kepolisian bisa bertindak tegas dalam menanggulangi permasalahan yang meresahkan masyarakat tersebut.

“Pada intinya kami berharap pihak kepolisian merespon dengan sigap harapan dari para asatid tadi agar semua kompleksitas permasalahan kemaksiatan yg berujung kepada tindak kriminalitas bisa lebih di tekan oleh pihak kepolisian, kami para ulama sudah cukup sabar menyikapi permasalahan yang ada di Kota Tasikmalaya,” paparnya.

Menggapai hal tersebut, Kapolres Tasikmalaya, AKBP Joko Sulistiono akan segera berkoordinasi dengan unit terkait seperti Binmas, Satnarko, dan Satreskrim untuk mengambil langkah nyata di lapangan.

“Saya berterima kasih atas masukan yang sangat positif ini, Insha Allah dalam waktu dekat kami akan lakukan evaluasi ke dalam bersama para kepala satuan, dan terkait dugaan adanya oknum yang menjadi beking dari perderan miras dan obat terlarang ini, kita akan lakukan cros cek ke Pam Inal kami atau Orovost jika memang ada oknum yg melanggar tentu kami akan tindak tegas sesuai dengan peraturan di kepolisian,” tegasnya.

Sumber: InilahTasik

TERAS IPMI Bahas Tentang Muslimah Bervalue

MAKASAR (jurnalislam.com)- Ikatan Pelajar Muslimah Indonesia (IPMI) telah menggelar kegiatan Temu Remaja Sekolah (TERAS), Ahad (29/9/24). Berlangsung secara hybrid sejak pukul 08.00 WITA, di Gedung Baruga Karaeng Pattingalloang Rujab. Gubernur, dihadiri sebanyak 211 peserta offline dan 192 online via Zoom.

Tujuan dari kegiatan ini yaitu menambah wawasan terkait nilai-nilai islami di era modern tentang bagaimana sikap yang seharusnya remaja lakukan dalam menghadapi tren saat ini, serta memahami bahwa muslimah itu berharga dan bervalue dengan mengikuti syariat Islam.

TERAS kali ini mengusung tema “Cewek GG (Gold and Gifted)“, pengusungan tema tersebut cukup filosofis. Di mana kata gold yang berarti emas dimaksudkan sebagai cerminan muslimah. Ia tidak ditemukan di tempat terbuka, sebagaimana dijelaskan oleh Ketua Panitia, Annisa Fadilah Thamrin.

“Nah kata gold yang berarti emas, memiliki filosofi bahwa emas tidak didapatkan di daerah terbuka melainkan tersembunyi di dalam batuan, begitu pula cerminan dari muslimah yang seharusnya tertutup atau tidak dengan mudah mengumbar dirinya di media sosial,” ungkapnya.

Masih dalam penjelasannya. Alumnus SMA IT Wahdah Islamiyah tersebut menerangkan tentang kata Gifted yang menggambarkan muslimah berbakat dengan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai guideline-nya.

“Adapun Gifted yang berarti berbakat atau ber-value memiliki filosofi bahwa tiap muslimah punya something special pada dirinya tanpa harus mengikuti standar di media sosial dan cukup menjadi dirinya sendiri sesuai dengan nilai-nilai Islam” sambungya.

Selain mengundang salah seorang talent Coc by Ruangguru, kegiatan TERAS kali ini turut pula menghadirkan Dosen Ilmu Komunikasi sekaligus Aktivis Dakwah, Zelfia Amran, S.I.P., M.M., M.Sos. I., atau yang karib disapa Kak Sofie, beliau mengatakan bahwa sekecil apapun pencapaian yang kita raih itu menjadi bukti upaya terbaik kita.

“Setiap pencapaian yang kita raih sekecil apapun, adalah bukti bahwa kita telah berusaha menjalani hidup ini dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.

Kandidat Doktor Bidang Ilmu Komunikasi UNHAS tersebut juga mengajak remaja muslimah untuk terus berjuang dan menuturkan tentang esensi dari pecapaian terbesar seseorang.

“Maka, mari terus melangkah, terus bermimpi, dan terus berjuang, karena pencapaian terbesar dalam hidup adalah ketika kita bisa melihat ke belakang dengan senyum dan berkata: Aku telah melakukan yang terbaik,” tutupnya.

Temu Remaja Sekolah (TERAS) merupakan puncak dari kegiatan Pekan Kreativitas Muslimah (PENTAS) sebuah ajang kompetisi yang melibatkan pelajar muslimah dengan berbagai lomba di antaranya: Tahfidz, Cerdas Cermat, Presentasi Gagasan, Desain Poster, Badminton, dan Bakiak.

Penyerahan SK Pensiun Pegawai Yayasan Nur hidayah Surakarta

SOLO (jurnalislam.com)- Tahun 2024 ini, untuk pertama kalinya Yayasan Nur Hidayah Surakarta menggelar Acara Penyerahan SK Pensiun Pegawai pada Senin (30/9/2024).

Acara yang bertempat di Nur Hidayah Convention Center (NHCC) ini diikuti oleh petinggi yayasan, pimpinan tiap unit, dan keluarga dari guru dan karyawan yang akan menerima SK Pensiun.

Pada kesempatan itu, Yayasan Nur Hidayah Surakarta menyerahkan SK Pensiun beserta tali asih dan kenang-kenangan kepada dua pegawai. Dua pegawai tersebut yakni Ustadzah Hasanah, A.Ma., selaku guru di PAUD IT Nur Hidayah Surakarta dan Bapak Supardiyanto selaku pegawai cleaning service di SMP IT Nur Hidayah Surakarta.

Ustadz Dr. H. Kasori Mujahid, S.Si., M.Ag., selaku Ketua Umum Yayasan Nur Hidayah Surakarta menyampaikan apresiasinya atas jasa Ustadzah Hasanah, A.Ma., dan Bapak Supardiyanto.

“Ustadzah Hasanah, A.Ma., dan Bapak Supardiyanto telah memberikan contoh yang baik dalam dedikasinya memajukan Yayasan Nur Hidayah Surakarta,” jelas beliau.

Di hadapan para hadirin, Ustadzah Hasanah, A.Ma., tidak menyangka jika sudah memasuki masa pensiun. Beliau berterima kasih telah diberi kesempatan untuk mengabdi dan menimba ilmu di Yayasan Nur Hidayah Surakarta.

Sementara itu, Bapak Supardiyanto juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Yayasan Nur Hidayah Surakarta. Ia tidak lupa meminta maaf jika selama berinteraksi ada kesalahan yang dilakukan baik sengaja maupun tanpa sengaja.

Talent CoC by Ruangguru, Sarah Firjani Hanisah jadi Pembicara pada Kegiatan TERAS IPMI Pusat

MAKASSAR (jurnalislam.com)- Talent Class of Champion (CoC) by Ruang Guru, Sarah Firjani Hanisah hadir menyapa para peserta Temu Remaja Sekolah (TERAS) bertema “Cewek GG: Gold & Gifted”. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Ikatan Pelajar Muslimah Indonesia (IPMI) secara hybrid di Gedung Baruga Karaeng Pattingalloang Rujab. Gubernur dan melalui Zoom Meeting, pada Ahad (29/9/2024).

Mahasiswi Berprestasi Ilmu Gizi IPB tersebut secara interaktif terhubung dengan peserta melalui sesi Talk Show yang dipandu langsung oleh Pembina IPMI Pusat, Evawani Pratiwi, S.Pd selaku moderator. Atensi peserta semakin nampak terutama saat membahas masalah insecurity pada remaja dan juga tips seputar prestasi akademik. Hal ini ditandai dengan antusiasme peserta yang mengajukan pertanyaan dan juga permintaan saran.

Kak Sarah, demikian sapaannya, menyampaikan tentang kompleksitas permasalahan yang terjadi di kalangan remaja. Artinya struggle yang dihadapi remaja masa kini bersifat multifaktoral.

“Jadi aku menekankan di sini bahwa masalah yang terjadi di remaja sekarang itu kompleks ya teman-teman. (Tadi) kita udah bahas dari kesehatan, di sini (sekarang) dari segi akademis,” paparnya.

Guest Star yang juga aktif sebagai Content Writer tersebut berpendapat bahwa insecurity adalah hal yang manusiawi, namun ia mengingatkan agar jangan terlalu lama tenggelam dalam fase itu.

“Tapi jangan terlalu lama untuk melihat ke orang lain, karena yang paling penting ialah just focus on yourself,” lanjutnya

Selain itu, disampaikan bahwa problem lain yang familiar terjadi di kalangan remaja ialah yang terkait dengan minimnya pendidikan seksualitas berbasis Islam dan kecanduan terhadap gawai.

Kak Sarah juga menyampaikan bahwa usia remaja adalah usia peralihan yang terbilang sangat mudah untuk ter-influence sehingga perlu beberapa cara dalam menyikapinya seperti menjaga identitas sebagai muslimah, berada di lingkungan positif dan ikut kegiatan yang sesuai dengan minat dan bakat.

Sebagai informasi, TERAS merupakan event nasional bagian dari rangkaian kegiatan menuju MUKTAMAR II IPMI Pusat yang in syaa Allah akan dilaksanakan pada tanggal 19-20 Oktober 2024 mendatang. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Ketua IPMI Pusat, drg. Nurul Fitri, M.A.R.S saat sesi sambutan.

“Konsep tahun ini kami mengusung TERAS secara nasional sebagai bentuk rangkaian MUKTAMAR II IPMI Pusat yang akan diselenggarakan di bulan Oktober tepatnya tanggal 19-20,” tuturnya.

Kegiatan TERAS yang diusung dengan melibatkan pengurus IPMI dari tingkat wilayah hingga daerah tersebut bertujuan untuk memberi pemahaman tentang bagaimana remaja muslimah menyikapi tren dan memahami bahwa dirinya berharga dan bervalue, sebagaimana yang disampaikan oleh Ketua Panitia, Annisa Fadilah Thamrin.

“Jadi kegiatan ini bertujuan menambah wawasan terkait nilai-nilai Islami di era modern tentang bagaimana sikap yang seharusnya remaja lakukan dalam menghadapi tren saat ini serta memahami bahwa muslimah itu berharga dan ber-value dengan mengikuti syariat Islam,” ungkapnya.

Event nasional ini turut pula dirangkaikan dengan pengumuman pemenang lomba Pekan Kreativitas Muslimah (PENTAS) yang kompetisinya telah berlangsung sejak 8 September 2024 lalu.

Semarang Darurat Gangster, FUIS Desak Aparat Kepolisian Bertindak Tegas

SEMARANG (jurnalislam.com)- Ormas Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam Semarang (FUIS) mengadakan aksi damai di depan kantor DPRD Jawa Tengah menuntut ketegasan aparat untuk menindak gangster yang sedang marak, pada Jum’at (27/9/2024).

“Meminta ketegasan aparat untuk menindak tegas banyaknya gangster-gangster yang ada di semarang,” ucap Wahyu Kurniawan ketua FUIS.

Selain melakukan aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD, sebagian tim juga melakukan audiensi di dalam gedung bersama anggota dewan. Tim diterima oleh bagian humas dan pihak kepolisian.

Ustaz Danang Setyadi perwakilan Jamaah Ansharu Syariah Semarang meminta kepada DPRD untuk mengevaluasi terkait hukum pidana anak yang melakukan kejahatan seperti pembunuhan agar menimbulkan efek jera.

“Mohon untuk bisa mengevaluasi terkait hukum pidana anak agar menimbulkan efek jera,” ucapnya.

Selain itu, perwakilan dari FUIS juga menyampaikan banyaknya gangster yang muncul secara masif di berbagai wilayah dan tawuran dimana-mana seolah-olah ada yang mengkoordinir dan menggerakkannya, maka dari itu perlu di butuhkan sinergi antara pemerintah dan ormas dalam mencegah tawuran.

Dari Humas Doni bagian SubKor DPRD Jateng menyampaikan, bahwa semua apa yang disampaikan sudah dicatat dan segera sampaikan ke pimpinan dewan sementara, karena masih ada peralihan atau transisi kepemimpinan.

Sedangkan dari kepolisian yakni Aris selaku intel Polda Jateng menyampaikan, bahwa akan ada pembubaran gangster serentak besok pada 1 Oktober 2024 di Polrestabes Semarang.

Reporter: Agus Riyanto

DSKS Desak Satpol PP Tindak Tegas Cafe’ Penjual Miras di Solo

SOLO (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) mendatangi kantor Satpol PP Kota Surakarta, pada Rabu (25/9/2024). Kedatangan sejumlah pengurus tersebut dalam rangka memprotes terkait menjamurnya toko atau café yang berjualan miras di Kota Surakarta.

Humas DSKS, Endro Sudarsono menjelaskan agar dalam hal ini Satpol PP Kota Surakarta untuk lebih proaktif dan tegas dalam menangani berdirinya café-cafe yang menjual miras.

“Dampak dari miras kita semua mengetahui, selain merusak secara kesehatan juga menjadikan tindak kriminalitas lain seperti kekerasan, perampokan, perkelahian bahkan berujung pada pembunuhan,” ujarnya.

Dalam hal ini DSKS banyak mendapat masukan dari masyarakat khususnya di daerah Kelurahan Kemlayan Kecamatan Serangan. Di wilayah tersebut tepanya di Jl Gatot Subroto terdapat café yang menjual miras sangat vulgar yaitu Kulkas Babe dan 23 Degree meski di daerah lain juga banyak berdiri.

Dari informasi di masyakarat café-café tersebut banyak melanggar aturan karena banyak ditemukan remaja yang bebas membeli miras bahkan tidak ada batasan jam buka tutup. Karena penjual juga melayani pesan antar untuk wilayah Solo.

Tak hanya itu keberadaan café tersebut juga meresahkan warga sekitar karena suara musiknya mengganggu bahkan menjelang subuh baru berhenti. Anak-anak remaja jika akhir pekan juga banyak yang mabuk bahkan nongkrong di sekitaran café kadang mereka sampai muntah. Akibatnya pemilik toko sekitar terpaksa harus mengepel café t karena baunya menyengat dan menjijjikan.

Endro menambahkan keberadaan café yang menjual miras juga juga bertetangan dengan Perwali Nomor 12 tahun 2009.

“Salah satunya pasal menyebutkan larangan mendirikan cafe di daerah pemukiman warga, dekat rumah ibadah dan sekolah. Padahal kita tahu semua cefe-café tersebut berdiri di pemukiman warga,” tambahnya.

Selain dari DSKS dalam audensi tersebut juga dihadiri perwakilan MUI Kota Surakarta, dari Komisi Ukhuwah, Muhammad Burhannudin Hilal. Dalam kesempatan tersebut Burhan tegas meminta agar Satpol PP dalam waktu seminggu berani untuk menutup café tersebut.

“Saya berharap kita semua yang hadir disini setu frekuensi untuk bersama-sama melindungi generasi muda kita akan bahaya miras. Kami juga meminta agar Satpol PP dalam satu minggu kedepan tegas untuk menutup tempat café yang menjual miras tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Surakarta, Didik Anggono menyampaikan apresiasinya terkait pertemuan pada siang itu. Didik juga berjanji untuk segera menindaklanjuti aspirasi dari para tokoh tersebut.

“Kami segera akan berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait seperti dari Polri dan TNI, nanti malam akan mendatangi café-café tersebut. Bila kedapatan adanya pelanggaran maka akan kami tindak sesuai aturan yang berlaku,” katanya.