Berita Terkini

Hadirkan Ragam Pilihan Perjalanan Umrah Terjangkau, Garuda Indonesia Kembali Gelar Garuda Umrah Travel Fair 2025

JAKARTA (jurnalislam.com)- Sejalan dengan upaya untuk mengoptimalkan pangsa pasar penerbangan umrah serta menghadirkan ragam pilihan layanan penerbangan umrah yang terjangkau, maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia kembali menggelar Garuda Indonesia Umrah Travel Fair (GUTF) yang akan diselenggarakan pada tanggal 7-9 Februari 2025 secara serentak di 3 kota yaitu Jakarta (Mall Kota Kasablanka), Surabaya (Tunjungan Plaza 3), dan Makassar (Mall Panakkukang).

Adapun pada penyelenggaraan GUTF 2025 ini, Garuda Indonesia menghadirkan
berbagai penawaran paket perjalanan umrah untuk periode penerbangan hingga
Januari 2026.

Direktur Niaga Garuda Indonesia Ade R. Susardi menjelaskan, bahwa gelaran GUTF
2025 kali ini merupakan upaya berkelanjutan Garuda Indonesia sebagai national flag
carrier dalam menghadirkan layanan penerbangan yang aman dan nyaman bagi
seluruh masyarakat dalam melaksanakan rangkaian ibadah umrah ke Tanah Suci
dengan berbagai penawaran harga yang kompetitif dan berbagai nilai tambah lainnya.

“Penyelenggaraan GUTF ini merupakan upaya berkelanjutan kami menjembatani
kebutuhan masyarakat atas konektivitas udara menuju Tanah Suci mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia. Penyelenggaraan GUTF ini diharapkan akan dapat memberikan lebih banyak
alternatif perjalanan untuk menuju ke Tanah Suci bagi masyarakat dengan penawaran
harga yang menarik,” jelas Ade pada Selasa, (4/2/2025).

Ade melanjutkan, “Berbeda pada tahun-tahun sebelumnya, pada tahun ini Garuda
Indonesia menggelar GUTF tidak hanya di Jakarta namun juga di 2 kota besar lainnya
di Indonesia yaitu Surabaya dan Makassar. Hal ini merupakan upaya kami untuk menjangkau masyarakat lebih luas lagi dalam menghadirkan berbagai nilai tambah,” imbuhnya.

Lebih lanjut, gelaran GUTF 2025 ini merupakan gelaran ketiga kalinya di mana Garuda Indonesia menghadirkan berbagai penawaran harga tiket penerbangan umrah, paket umrah dan haji plus serta promo tiket penerbangan perjalanan umrah untuk group booking dengan harga spesial mulai Rp13,9 jutaan untuk penerbangan menuju Jeddah pp dan mulai Rp14,4 jutaan untuk penerbangan menuju Madinah PP dengan periode perjalanan mulai Maret 2025 hingga Januari 2026.

Melalui gelaran ini, Garuda Indonesia juga turut merefleksikan optimisme industri
perjalanan umrah dan haji di tengah tingginya minat masyarakat untuk melaksanakan ibadah di tanah suci. Hal tersebut sejalan dengan keberhasilan Garuda Indonesia pada penyelenggaraan GUTF di tahun 2024 lalu, di mana Garuda Indonesia berhasil mencatatkan animo yang sangat positif yakni berhasil membukukan total transaksi pembelian tiket penerbangan untuk 28.295 penumpang.

Selain itu, untuk menghadirkan pengalaman perjalanan ibadah umrah dan haji yang
aman dan nyaman pada gelaran kali ini Garuda Indonesia turut menggandeng lebih
dari 60 Travel Agent Umrah dan Haji Plus terkemuka untuk membantu merencanakan
perjalanan para calon jemaah umrah dan haji.

Sementara itu, para pengunjung juga berkesempatan mendapatkan berbagai
penawaran menarik lainnya untuk mendukung persiapan perjalanan ibadah ke Tanah Suci di antaranya, tiket penerbangan umrah dengan harga mulai Rp11,7 jutaan melalui program Happy Hour Ticket, Welcome Bonus hingga 1.000 Miles untuk pengguna baru, diskon 20 persen untuk Lounge Access di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, diskon hingga 25 persen untuk pembelian Prepaid Baggage dan diskon hingga 40 persen untuk belanja di kanal Garuda Shop.

Sejalan dengan upaya Garuda Indonesia untuk menjembatani aspirasi masyarakat
khususnya terhadap kebutuhan aksesibilitas penerbangan dengan harga yang lebih
terjangkau, Garuda Indonesia secara berkelanjutan melaksanakan berbagai program promosional.

Adapun beberapa program yang dilaksanakan adalah Garuda Indonesia Sales Office Travel Fair (SOTF), Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF) serta Garuda Indonesia Travel Fair (GATF).

Perkuat Ukhuwah, Ansharu Syariah Jawa Tengah Gelar Silaturahmi dengan Elemen Umat Islam

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Jamaah Ansharu Syariah Jawa Tengah mengadakan kegiatan silaturahmi dengan elemen umat Islam Soloraya di Gedung Dakwah Salimah Waru, Baki, Sukoharjo pada Ahad, (2/2/2025).

Kegiatan silaturahmi bertajuk ‘Menyambut Ramadhan, Menjaga Ukhuwah, Menuju Indonesia Barokah’ tersebut dihadiri sejumlah perwakilan dari elemen umat Islam seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sukoharjo, DDII, LUIS, DSKS, FKAM, Majelis Mujahidin, FORTAMMU, LABAIK, MTA, Muhammadiyah Surakarta dan sejumlah elemen lainnya.

Selain dihadiri elemen Umat Islam, kegiatan silaturahmi tersebut juga akan dihadiri oleh elemen aparat pemerintahan yaitu Kodim Sukoharjo dan Polres Sukoharjo.

Menurut Amir Jamaah Ansharu Syariah Jawa Tengah Ustadz Agil Firmansyah S.pd. kegiatan tersebut diharapkan bisa menjadi awal yang baik untuk elemen umat Islam agar bisa terus saling bersinergi dalam menjawab tantangan dakwah dan mengatasi problematika permasalahan umat.

“Dengan kehadirannya diharapkan mampu merekatkan hubungan sebagai sesama anak bangsa dan mensinergikan usaha dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa antara elemen umat Islam dengan elemen aparat pemerintah,” katanya.

“Ini adalah langkah awal, dan semoga bukan yang terakhir, kedepan harus lebih sering menjalin komunikasi, agar tujuan dan cita-cita bersama dapat tercapai, yaitu Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur,” pungkasnya.

Sementara itu Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo yang diwakili oleh Kapolsek Baki, AKP Gatot Puryanto dalam sambutannya menyampaikan mendukung kegiatan tersebut.

“Mohon kerjasamanya khususnya di wilayah Baki. Kita berupaya bersama-sama memajukan Indonesia,” katanya.

Amir Ansharu Syariah Ajak Elemen Umat Islam Jaga Bangsa dari Ancaman ‘Penjajahan’

SUKOHARJO (jurnalislam.com)- Amir Jamaah Ansharu Syariah Ustadz Mochammad Achwan mengajak seluruh elemen untuk bisa menjaga ukhuwah dan meningkatkan persatuan untuk menjaga bangsa dari segala ancaman yang ingin menjajah Indonesia.

“Ini harus disyukuri diterapkan, setelah kita bisa bersatu lalu apa? Saya hanya menyampaikan dua hal. Yang pertama di majelis kita banyak tokoh, seluruh komponen harus bersatu untuk mengusir penjajah. Maka negara kita ini harus dijaga betul karena ini bagian dari rahmatnya Allah. Kita sebagai anak bangsa harus menjaga negeri ini,” katanya dalam acara Silaturahmi Ansharu Syariah dengan elemen umat Islam di Gedung Dakwah Salimah, Waru, Baki, Sukoharjo pada Ahad, (2/2/2025).

“Yang kedua, ukhuwah jamaah antar elemen di Solo ini harus dijaga. Karena dari kita jamaah harus bersama dengan umat, kalau sendiri tidak bisa, maka perlu kita bersama-sama dengan syariat kita merajut ukhuwah,” Imbuh Ustadz Achwan, sapaan akrabnya.

Pertemuan yang digelar di Gedung Salimah, Baki, Sukoharjo ini, dihadiri oleh berbagai elemen umat Islam, termasuk tokoh agama, pemimpin ormas Islam, dan aktivis sosial. Tak luput, perwakilan dari Kepolisian dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) turut diundang.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta membahas berbagai isu yang terkait dengan kepentingan umat Islam di Solo Raya khususnya dan seluruh Indonesia pada umumnya, sebagaimana disampaikan oleh Ustadz Agil Amir Ansharu Syariah Wilayah Jawa Tengah.

“Ini adalah langkah awal, dan semoga bukan yang terakhir, kedepan harus lebih sering menjalin komunikasi, agar tujuan dan cita-cita bersama dapat tercapai, yaitu Baldatun Thoyyibatun wa Rabbun Ghofur,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan dari elemen Umat Islam Solo, Ustadz Yusuf Suparno Solo Madani Islam Jaya (SMIJ) menanggapi kegiatan tersebut memberikan wadah yang bagus bagi umat Islam. Menurutnya kondisi negri Indonesia yang memiliki tantangan besar di masa mendatang harus benar-benar dijaga oleh umat Islam warga negara dan aparat yang berwenang.

“Diskusi pada kegiatan ini sangat baik sekali. Maka perlu digelar di elemen-elemen lain. Bahwa sekarang ini negri kita ini sedang tidak baik-baik saja. Saya memandang negri kita ini ada yang mengontrak tapi ingin menguasai. Sementara kita pemilik rumah ini kok mulai disingkirkan. Maka kita perlu menguatkan terutama bapak-bapak Polisi, dan TNI saya mengusulkan untuk selamatkan NKRI dengan menggandeng elemen-elemen lain,” ucapnya.

Dengan pertemuan ini, diharapkan dapat memperkuat ukhuwah Islamiyah dan meningkatkan kerja sama antar elemen umat Islam di Kota Solo, sehingga dapat membangun masyarakat yang lebih baik dan lebih sejahtera.

Sebelum pertemuan ini, Ansharu Syariah se Jawa Tengah juga menggelar pelatihan tentang Rukyatul Hilal. Diharapkan para anggotanya mampu memahami bagaimana cara menentukan suatu peristiwa berdasarkan Ilmu Falaq yang di sampaikan oleh Ustadz Sriyono Abu Hanif.

Formaqin dan Yayasan Restu Malaysia Tandatangani MoU Tingkatkan Khidmat Al Qur’an di Bumi Nusantara

MALAYSIA (jurnalislam.com)- Dalam rangka meningkatkan kerja sama dan penyebaran mushaf Al Quran, Forum Maahid dan Madaris Quran Indonesia (Formaqin) Formaqin dan Yayasan Restu Malaysia telah menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) pada Kamis, (30/01/2025).

Acara penandatanganan MoU ini berlangsung di Kantor Yayasan Restu di Shah Alam, Malaysia, dan merupakan bagian dari Festival Al Quran Antar Bangsa. Dalam acara ini, Formaqin diwakili oleh Ketua Formaqin, Dr. Umarulfaruq Abubakar, Lc, M.H.I, sedangkan Yayasan Restu diwakili oleh Dato Mohd Asyharim bin Abdul Latief.

“Tujuan dari penandatanganan MoU ini adalah untuk meningkatkan kerja sama antara Formaqin dan Yayasan Restu Malaysia dalam penyebaran mushaf Al Quran. Yayasan Restu akan bertindak sebagai produsen dan modal awal Wakaf Produktif Mushaf bergulir Formaqin, sedangkan Formaqin akan bertanggung jawab atas penyebaran wakaf ke para santri dan umum di Seluruh Indonesia,” dalam keterangan pers yang diterima jurnalislam.

Dengan penandatanganan MoU ini, kedua lembaga diharapkan dapat bekerja sama dalam beberapa bidang, termasuk: Beasiswa Santri atau Mahasiswa, Bantuan-bantuan untuk Disalurkan ke Masjid dan Pengadaan Acara-acara Keagamaan Islam:

Kerjasama ini juga ditandai dengan penulisan Al Quran secara simbolis oleh beberapa tokoh yang ikut hadir, diantaranya Ust. Abdurrahim (Dewan Pembina Formaqin), Ust. Dr. Hakimuddin Salim, (Dewan Pembina Formaqin) , Bpk. Iskandar Zulkarnain, (Dewan Pakar Formaqin dan Ketua Koperasi Syarikat Dagang Santri), Ust. Arianto, (Bendahara Formaqin), Bpk. Ipmawan Iqbal, (Rektor Universitas Islam Batik), Bpk. Supawi, (wakil rektor Uniba), Bpk. Parmin Sastro, (Dewan Pakar Formaqin), dan Bpk. Mulyono, (Dewan Pakar Formaqin)

Dengan penandatanganan MoU ini, diharapkan dapat meningkatkan kerja sama antara Formaqin dan Yayasan Restu Malaysia dalam penyebaran mushaf Al Quran dan kegiatan keagamaan lainnya.

Masyarakat dan Gabungan Ormas Islam Tasikmalaya Temukan 557 Botol Miras Siap Edar di Sebuah Rumah Makan

Operasi gabungan yang melibatkan masyarakat, santri, dan Ormas Islam Kota Tasikmalaya pada Senin malam, 27 Januari 2025, berhasil mengungkap peredaran besar minuman keras (miras) di Rumah Makan Ilalang, Jl. R.E. Martadinata, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya. Temuan ini mencakup 557 botol miras berbagai merek yang disimpan dalam sebuah mobil Blind Van putih di lokasi tersebut.

Kronologis Temuan

Menurut Ustadz Abu Hazmi, perwakilan dari Santri dan Ormas Islam mengatakan, operasi ini bermula dari laporan warga tentang adanya transaksi miras di sebuah kontrakan di Jalan Elang Subandar, Burujul, Kecamatan Cipedes. Laporan ini langsung ditindaklanjuti pada pukul 23.30 malam.

“Di kontrakan itu, kami menemukan 20 botol miras berbagai merek dan obat terlarang. Setelah itu, kami langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk mengamankan pelaku,” jelas Ustadz Abu Hazmi.

Setelah dilakukan pengembangan, pelaku mengungkapkan bahwa barang-barang tersebut dimiliki oleh pemilik Rumah Makan Ilalang. Tim gabungan kemudian bergerak ke lokasi rumah makan tersebut dan menemukan sebuah mobil Blind Van putih yang berisi 557 botol miras. Semua barang bukti diserahkan kepada Polresta Kota Tasikmalaya untuk diproses lebih lanjut.

Keluhan Warga Sekitar

Rumah Makan Ilalang ternyata sudah lama menjadi sorotan masyarakat setempat. Salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan bahwa aktivitas di rumah makan tersebut sering mengganggu ketenangan lingkungan.

“Kami merasa terganggu dengan aktivitas di Rumah Makan Ilalang. Mereka sering beroperasi hingga lewat tengah malam, dan suara musik yang sangat keras terdengar sampai ke rumah kami. Hal ini mengganggu warga yang sedang beristirahat,” ujar warga tersebut.

Tuntutan dari Santri dan Ormas Islam

Atas temuan ini, Santri dan Ormas Islam Tasikmalaya mengajukan dua tuntutan kepada pemerintah dan pihak terkait:
1. Pencabutan izin operasional Rumah Makan Ilalang karena terbukti melanggar ketertiban masyarakat dengan menjual minuman keras secara ilegal.
2. Pemberian sanksi pidana kepada pemilik rumah makan, sesuai Peraturan Daerah (Perda) No. 7 Tahun 2015, dengan hukuman maksimal berupa kurungan penjara 6 bulan dan denda sebesar Rp 50 juta.

Langkah Aparat dan Harapan Masyarakat

Polresta Kota Tasikmalaya kini telah mengamankan barang bukti dan pelaku untuk menjalani proses penyelidikan lebih lanjut. Warga berharap agar temuan ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk menegakkan hukum dan menjaga ketertiban di lingkungan masyarakat.

“Kami berharap tindakan tegas ini memberikan efek jera, bukan hanya bagi pelaku, tetapi juga bagi usaha lain yang berpotensi melanggar aturan,” tegas Ustadz Abu Hazmi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa kerja sama antara masyarakat, santri, Ormas Islam, dan aparat keamanan sangat penting untuk menjaga ketertiban dan moralitas masyarakat. Dengan terungkapnya kasus ini, diharapkan Kota Tasikmalaya yang merupakan Kota Santri bisa terus berupaya mewujudkan lingkungan yang bebas dari peredaran miras.

Reporter: Rifqi

Gatsu Memanggil, Ribuan Masyarakat Soloraya Turun ke Jalan Tolak Peredaran Bebas Miras

SOLO (jurnalislam.com)- Ribuan masyarakat Kota Surakarta tumpah ruah memenuni Jl Gatot Subroto, kehadiran mereka dalam rangka mengikuti aksi,”Gatsu Memanggil”, Jumat (24/1/2025).

Menurut koordinator aksi, Muhammad Burhannudin Hilal, ‘Gatsu memanggil’ merupakan rangkaian kegiatan yang sudah dilakukan seluruh elemen masyarakat, tokoh ulama dalam rangka untuk memprotes keberadaan café penjual miras di koridor Gatot Subroto.

“Sebelumnya kami sudah menghubungi aparat kepolisian, DPRD, Satpol PP bahkan melaporkan ke Walikota Surakarta meminta agar toko-toko penjual miras di Gatsu ditutup,”ujarnya, Jumat (24/1/2025) selesai aksi.

Selain melakukan orasi peserta aksi juga membawa sejumlah spanduk dan poster yang berisi bahasa miras dan tututan untuk menutup toko miras.

Burhan menambahkan Jalan Gatot Subroto sendiri terdapat café penjual miras yang sangat meresahkan yaitu Kulkas Babe dan 23 Degree sedangkan penjual miras lainnya adalah Pion Eksekutif yang ada di Pasar Singosaren lantai atas.

Dalam hal ini Walikota Surakarta sudah berupaya sekuat tenaga untuk menutup tempat tersebut. Hal ini dibutktikan dengan ditutupnya toko penjual miras Kulkas Babe. Namun untuk 23 Degree dan Pion sampai saat ini masih bebas berjualan.

“Kami juga mengucapkan terimakasih kepada Walikota Surakarta yang sudah berani menutup Kulkas Babe namun masih ada bebeapa toko atau cafe yang menjual miras dan itu modusnya sembunyi-sembunyi,”ujar Komisi Ukhuwah MUI Kota Surakarta tersebut.

Aksi Gatsu Memanggil ini sendiri diadakan sebagai bentuk penolakan masyarakat yang menginginkan Solo bebas miras.

“Acara ini menjadi motivasi bagi kita semua dan dorongan kepada pemerintah Kota Surakarta, untuk menolak keberadaan miras. Sehingga Solo tetap menjadi kota yang sehat, aman dan berbudaya,”tambahnya.

Gerakan Gatsu Memanggil merupakan gabungan dari seluruh elemen masyarakat di sana ada seniman, pelaku UMKM Koridor Gatsu, tokoh masyarat Kemlyan dan ulama Solo.

Sementara itu Ustadz Ghozali perwakilan dari Majelis Tafsir dalam orasinya mehimbau agar masyakarat kota Surakarta peduli dengan persoalan ini.

“Sebagai umat Islam harus peduli terhadap persoalan ini jangan pura-pura tidak tahu, Kita harus takut akan adzab yang diberikan Alla apabila membiarkan sebuah kemaksiatan,”katanya.

Ustadz Ghozali juga meminta kepada aparat seluruhnya agar kemaksiatan ini dihilangkan.

Hadir dalam aksi tersebut dari beberapa tokoh ulama seperti Ustadz Ghozali (MTA), KH Muhammad Halim (Ponpes Takmirul), Dr Hakimudin Salim (Muhammadiyah), Ustadz Abdul Rochim Baasyir (DSKS) dan sejumlah tokoh lainya.

Kolaborasi ITS PKU Solo Luncurkan Pendidikan Kemuhammadiyahan

SOLO (jurnalislam.com)– Institut Teknologi Sains dan Kesehatan (ITS) PKU Muhammadiyah Solo kolaborasi bersama Majelis Pembina Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Solo menggelar stadium general bersamaan dengan peluncuran Program Pendidikan Kemuhammadiyahan (PKMD) di Auditorium ITS PKU Muhammadiyah Solo dengan pemimpin doa Dwi Jatmiko, Rabu (22/1/2025).

Program tersebut bertujuan yang muaranya sebagai penguatan kader-kader Muhammadiyah di Soloraya. Ketua MPKSDI PDM Solo sekaligus ketua panitia PKMD, DR Suyanto, menyampaikan program ini adalah perkuliahan Kemuhammadiyahan dengan gelar D1 yang diikuti guru-guru dari berbagai tingkat lembaga pendidikan Muhammadiyah di Surakarta.

“Sebanyak 44 pendidik dan satu perwakilan dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Wonogiri sehingga totalnya 45 orang yang nantinya akan menjadi mahasiswa di ITS PKU Muhammadiyah Solo. Program ini memiliki dasar tiga aspek. Pertama, aspek jemaah, guna meneguhkan pemahaman Islam dan ideologi Kemuhamadiyahan bagi kader,” bebernya.

Suyanto menyebut PKMD merupakan bagian dari bakti dalam rangka Tri Dharma Perguruan Tinggi sekaligus mendukung proses kaderisasi Muhammadiyah secara terstruktur di wilayah Soloraya.

“Kolaborasi ITS PKU Solo Luncurkan Pendidikan Kemuhammadiyahan. Karena itu sebagai tindak lanjut, ITS PKU Muhammadiyah akan memberi rekomendasi kurikulum, materi, dan dosen. Selain itu juga menyediakan fasilitas belajar dan mengajar bagi para peserta pendidikan,” jelasnya.

Peresmian PKMD dilakukan langsung oleh Ketua PDM Solo, KH Anwar Sholeh, dengan memukul gong dan menyematkan kartu identitas peserta Pendidikan. Dalam sambutannya, Anwar menyampaikan syukur kepada Tuhan dan terima kasih kepada seluruh panitia yang terlibat karena dengan ini kaderisasi terstruktur di lingkungan Muhammadiyah di Soloraya bisa diselenggarakan.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif dari ITS PKU Muhammadiyah Solo dan MPKSDI PDM Solo ini,” kata Anwar.

Sementara itu, Rektor ITS PKU Muhammadiyah Solo Weni Hastuti menyampaikan momen siang itu terasa luar biasa dan diliputi semangat perserikatan yang meluap-luap.

“Bapak dan Ibu guru, serta perwakilan PDM yang nanti menjadi peserta pendidikan tidak perlu khawatir karena kami akan mengonsep pendidikan dengan cara yang menarik dan waktunya nanti akan dilakukan setelah tugas di sekolah selesai,” kata Weni dalam sambutannya, sambil tersenyum.

DSKS Sukses Gelar Jambore Ukhuwah Pemuda Surakarta ke-4 di Tawangmangu

KARANGANYAR (jurnalislam.com)- Dewan Syariah Kota Surakarta kembali mengadakan kegiatan Jumpa (Jambore Ukhuwah Pemuda Surakarta) yang diselenggarkan selama 3 hari, Jumat-Ahad (17-19 Januari 2025) di Wonder Park, Kecamatan Tawangwangu, Kabupaten Karanganyar. Kegiatan tersebut sudah menjadi agenda rutin DSKS kali ini yang ke 4.

Ketua DSKS, Ustadz Abdul Rochim Ba’asyir di depan awak media menjelaskan kegiatan ini diselenggarkan dalam rangka untuk menjalin ukhuwah antar pemuda.

“Jumpa diadakan dalam rangka untuk mempertemukan pemuda-pemuda Islam so Soloraya. Mereka Kita pertemukan disini untuk diberikan pelatihan-pelatihan seperti kedisiplinan, ketrampilan, kebersamaan serta menumbuhkan cinta pada negeri Indonsia ini serta membawa kemaslahatan pada kaum Muslimin,” ujarnya, Jumat (17/1/2025).

Peserta yang mengikuti acara Jumpa 4 sendiri 400 peserta mereka berasal dari pelajar, mahasiswa, santri Pondok pesantren, remaja Masjid, Karang Taruna, komunitas, dan lain sebagainya.

Lanjut Ustad Iim (panggilan akrab Ustadz Abdul Rochim) selama 3 hari para peserta diberi pelatihan mulai dari kegawat daruratan, manajemen kebencanaan, SAR, water rescue, penanganan binatang buas dan berbisa, IT, medsos, Artificial Intelegence.

“Dengan pembekalan tersebut kedepan para pemuda mampu menjadi pemecah masalah dan solusi saat di sekitar tempat tinggalnya ada persoalan,” tambahnya.

Dalam pemberian materi DSKS juga melakukan kerjasama dengan para pemateri yang profesional dibidangnya seperti dari TNI, SAR, Damkar, tenaga medis hingga tenaga profesional lainnya.

LPMQ Berharap Seluruh Penerbit Al Quran Taati Aturan

SOLO (jurnalislam.com)- Kementrian Agama melalui LPMQ (Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran) menghimbau ke seluruh penerbit Al Quran agar menaati Peraturan Menteri Agama RI No 44 tahun 2016 tentang Penerbitan, Pentashihan, dan Peredaran Mushaf Al-Qur’an.

Hal itulah yang disampikan oleh Abdul Aziz Sidqi, Kepala LPMQ (Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Quran) saat memberikan sambutan di acara Silaturahmi Nasional (SILATNAS) Perkumpulan Penerbit Mushaf Al Qur’an (PPMQ) Indonesia di The Sunan Hotel Solo, Rabu (22/1/2025).

“Penekanannya adalah kita harus menjaga dan memuliakan kitab suci Al Quran dalam proses penerbitan Al Quran. Karena itu pentingnya pentashihan Al Quran supaya tidak ada kesalahan ,” ujarnya, Rabu (22/1/2025).

Termasuk dalam memuliakan kitab suci Al Quran ini adalah penggunakan bahan-bahan seperti kertas, tinta dan termasuk proses harus dilakukan dengan cara-cara yang bersih
Sekali lagi, itu semua dalam rangka untuk memuliakan Al Quran dan ini menjadikan perhatikan pemerintahan.

“Sejak tahun 1950 an sudah dilakukan, kita berharap di Indonesia ini zero dari kesalahan penulisan atau penerbiatan Al Quran baik itu satu tanda baca atau satu huruf,” tambahnya.

Terkait sisa-sisa bekas bahan pembuatan Al Quran yang tidak dipakai harus dihancurkan secara baik tidak boleh digukanan sekenaknya seperti dijual dan lain sebagainya.

Dengan cara dibakar atau dilebur ulang seperti plat untuk cetak. Sehingga barang-barang yang salah tersebut tidak sampai ke luar atau sampai ke masyarakat.

Lanjut, Abdul Aziz sehingga cetakan atau kertas bekas tidak digunakan untuk bungkus gorengan, makanan atau petasan dan lain sebagainya.

Di Indonesia sendiri jumlah Al Quran selama 1 tahun yang diajukan melalui LPMQ mencapai 4 – 6 juta, bahkan saat pandemi penerbiatan Al Quran meningkat tapi sekarang normal.
Terkait pengawasan Al Quran digital LPMQ juga melakukan pengawasan secara ketat.

“Kami juga menghimbau kepada pengembang (pengusaha) yang belum mentashih agar segera mengurusnya. Karena platform Al Quran digital ini cukup banyak beredar,” ungkapnya.

LPMQ juga menghimbau kepada masyarkat untuk mengunduh aplikasi-aplikasi Al Quran yang sudah ditashih, Kemenag sendiri meluncurkan Quran Kemenag in Ms.Word yang dapat membantu pengutipan ayat Al Quran dengan mudah dan benar.

Rajut Ukhuwah & Kebersamaan, PPMQ Gelar Silatnas di Solo

SOLO (jurnalilslam.com)- Ratusan penerbit mushaf Al Quran di Indonesia, menggelar silaturahmi nasional (SILATNAS) di Solo.

Silatnas yang digelar dua hari, Rabu-Kamis 22-23 Januari 2025, di Sunan Hotel ini mengusung tema ‘Bussines Solution’, sebagai upaya menjawab tantangan usaha masa kini yang cukup dinamis, baik itu terkait proses pembuatan, marketing atau pun distribusi.

Ketua Panitia Silaturahmi Nasional (SILATNAS) Penerbit Mushaf Indonesia, Adnan Ashari menjelaskan kegiatan ini diikuti oleh 190 an penerbit se Indonesia.

“Diharapkan melalui acara ini dapat menjalin silaturahmmi, komunikasi dan sinergi antar penerbit Al Quran,” katanya, Rabu (22/1/2025).

Rangkaian acara dari Silaturahmi Nasional tersebut adalah Business Sharing Session pertama yang mengadirkan H. Hasan Putra (Founder PT. Karya Hasan Putra), ⁠H. Riza Zacharias (Founder Syaamil Quran) serta ⁠Fakhri Afid Abdullah (Dir. Corporate Planning & Strategy Quran Cordoba).

Selanjutnya, menghadirkan praktisi Ilham Taufiq (Co-Founder & Acting CEO Evermos), ⁠Moh. Ihsan (Affiliate Sukses Tiktok) serta ⁠Muh. Huda Ridwan (Founder RinduNabi.id)

Sedangkan besok pagi peserta akan diajak sholat Subuh di Masjid Syekh Zayid setelah itu diajak ke percetakan salah satu percetakan terbesar di Indonesi yang ada di Klaten yaitu PT PT Macananjaya Cemerlang.

Terkait perkembangan dunia digital penerbit Al quran tidak berpengaruh secara signifikan hanya cara pembeliannya sekarang online tidak secara langsung.

Adnan Ashari juga menambahkan melalui acara ini agar penerbit seluruh Indonesia bisa saling bisa saling bersinergi.

Menurutnya, hal ini sesuai dengan pesan dan arahan dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual yang berharap agar Perkumpulan Penerbit Mushaf Al Qur’an (PPMQ) Indonesia selalu menjaga silaturahmi dan selalu guyub dalam berkoordinasi.