Tentara Yaman Rebut Basis Militer Syiah Houthi di Al-Jawf

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pasukan pro-pemerintah dan tentara nasional Yaman telah merebut kembali sebuah basis militer yang sebelumnya dikuasai oleh pemberontak Syiah Houthi di provinsi Al-Jawf Yaman dekat perbatasan Saudi, sumber pro-pemerintah mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Ahad (03/04/2016).

Berbicara melalui telepon, sumber tersebut mengatakan bahwa tentara Yaman dan pasukan perlawanan rakyat pro-pemerintah telah berhasil menguasai situs Al-Zallaq di Al-Jawf menyusul pertempuran sengit dengan pemberontak Houthi.

"Tentara dan pasukan juga telah menyebar ke arah situs lain di wilayah Al-Hadaba," sumber itu, bersikeras untuk tidak memberitahu namanya, menambahkan tanpa merinci.

Abdullah al-Ashraf, juru bicara pasukan perlawanan pro-pemerintah di Al-Jawf, mengatakan kepada Anadolu Agency pekan lalu bahwa sekitar 80 persen dari provinsi itu sekarang berada di bawah kendali pasukan pro-pemerintah.

Dalam beberapa bulan terakhir, telah terjadi pertempuran sengit di Al-Jawf antara pasukan yang setia kepada Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi di satu sisi dan milisi Syiah Houthi bersama sekutu mereka di sisi lain, di mana pasukan yang setia kepada Presiden Yaman Abd Rabbuh Mansour Hadi dilaporkan berhasil merebut kembali sejumlah posisi strategis dari Houthi dan sekutunya – termasuk ibukota provinsi, Al-Hazm.

Yaman tetap berada dalam peperangan sejak September 2014, ketika pemberontak Houthi dan sekutu mereka menyerbu ibukota Sanaa dan bagian lain Yaman, memaksa Hadi dan pemerintahannya untuk sementara mengungsi ke Arab Saudi.

Pada bulan Maret 2015, Riyadh dan sekutu Arabnya memulai operasi militer yang luas – yang melibatkan pasukan darat dan kekuatan udara – ditujukan untuk membalikkan kemenangan Houthi di Yaman dan memulihkan pemerintah Hadi yang diperangi.

Menurut PBB, lebih dari 6.000 orang telah tewas di Yaman akibat peperangan – sekitar setengah dari mereka adalah warga sipil – sejak satu tahun yang lalu.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Azerbaijan Ancam Akan Serang Kembali Armenia

KARABAKH (Jurnalislam.com) – Azerbaijan pada hari Ahad (03/04/2016) mengumumkan gencatan senjata sepihak menyusul pertempuran sengit dengan pasukan Armenia di wilayah Nagorno-Karabakh yang direbutkan, tetapi mengancam akan menyerang kembali jika pasukannya diserang, World Bulletin melaporkan, Ahad.

"Azerbaijan, menunjukkan niat baik mereka, telah memutuskan untuk secara sepihak menghentikan penyerangan", kata kementerian pertahanan Azerbaijan dalam sebuah pernyataan, memperingatkan bahwa mereka akan "membebaskan semua wilayah pendudukan (Armenia) jika pasukan Armenia tidak menghentikan provokasi."

Tapi juru bicara kepresidenan separatis Armenia yang didukung di Karabakh, David Babayan, mengatakan kepada AFP bahwa pertempuran belum pernah dihentikan di sepanjang garis depan.

"Pertempuran masih berlangsung pada sektor tenggara dan timur laut dari garis depan Karabakh," katanya.

Sebelumnya pada hari Ahad, pasukan Karabakh mengklaim mereka merebut kembali bukit strategis Lala-Tepe di Karabakh yang dikuasai oleh pasukan Azeri, Sabtu.

Baku membantah laporan itu, mengatakan bahwa bukit tersebut tetap berada di bawah kendali mereka dan bahwa pasukan pemberontak Armenia menderita korban jiwa serius yang berkelanjutan.

Pada hari Sabtu, pertempuran sengit menewaskan sedikitnya 18 pasukan Armenia dan 12 tentara Azerbaijan dan dilaporkan merenggut nyawa dua warga sipil. Kedua belah pihak menuduh saling melakukan penyerangan dengan persenjataan berat di garis depan pertempuran.

Rusia sebagai pendukung separatis Armenia dan Barat mengimbau semua pihak untuk menahan diri.

Etnis separatis Armenia yang didukung oleh Yerevan menguasai wilayah pegunungan Nagorno-Karabakh dalam perang tahun 1990-an yang menewaskan sekitar 30.000 jiwa dan musuh tidak pernah menandatangani kesepakatan damai meskipun terdapat gencatan senjata tahun 1994.

Daerah ini secara internasional masih diakui sebagai bagian dari wilayah Azerbaijan dan kedua belah pihak sering melakukan serangan, tapi serangan episode terbaru tersebut menandai gelombang perang baru dan memicu meningkatnya himbauan perdamaian dari kekuatan internasional.

Azerbaijan yang kaya akan kekuatan, memiliki kekuatan militer melebihi seluruh anggaran negara Armenia, telah berulang kali mengancam untuk mengambil kembali wilayahnya dengan operasi militer jika perundingan gagal menemui hasil.

Armenia yang didukung Moskow mengatakan bahwa mereka bisa menghancurkan serangan apapun.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Forensik Polda Jateng: Ada Tanda Kekerasan pada Jasad Siyono

KLATEN (Jurnalislam.com) – Dokter forensik dari Polda Jawa Tengah dr. Astri Sp.f menyatakan ada beberapa tanda bekas kekerasan di bagian tubuh almarhum Siyono.

“Kita masih menunggu hasil lab dengan mengambil sampel dari kulit dan otot. Itu juga nanti menjelaskan apakah (luka) itu sebelum dia meninggal atau sesudah dia meninggal,” ujar Astri saat konferensi pers di kediaman Siyono pada Ahad, (3/4/2016).

Seperti diketahui, Muhammadiyah menunjuk sembilan dokter forensik dari sejumlah universitas. Muhammadiyah pun meminta Polda Jateng untuk mengirimkan dokter forensik untuk menyaksikan jalannya proses autopsi.   

Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Buysro Muqoddas menambahkan, pihaknya sangat merasakan sinergi dan keterbukaan dari petinggi Mabes Polri, khususnya Kapolri Badroddin Haiti.

“Sekitar pukul 08.00, kami memberitahu pak Kapolri bahwa autopsi akan dilakukan. Kami dari muhammadiyah tinggal menunggu hasil mikroskopik,” ujar Busyro.

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM Prof. Hafidz Abbas menyatakan pihak Komnas HAM sangat berterimakasih kepada pengurus pusat Muhammadiyah atas kelancaran proses autopsi.

“Kami di Komnas HAM sangat berterima kaish kepada Pengurus Pusat muhamadiyah, sehingga bisa dilaksanakan otopsi, juga kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksananya otopsi dengan baik.

Komnas HAM juga menyatakan spekulasi-spekulasi yang beredar di kalangan masyarakat bahwa ada penolakan ternyata tidak benar adanya. “Masyarakat di sini sangat baik, akur, sangat lembut dan betul-betul menyerahkan semuanya kepada kami,” jelas Hafidz.

Reporter: Tommy Abdullah/JITU | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Otopsi Berlangung Lancar, Muhammadiyah Sampaikan Terimakasih untuk Warga Pogung

KLATEN (Jurnalislam.com) – Proses otopsi jenazah Siyono berlangsung lancar. Selama 3,5 jam proses otopsi dilakukan oleh 9 Dokter Ahli Forensik Muhammadiyah dan 1 Dokter Forensik yang didatangkan Polri.

“Alhamdullilah proses otopsi telah selesai dilaksanakan. Otopsi berlangsung lancar dengan dukungan penuh Kokam Pemuda Muhammadiyah bersama warga sekitar,” kata Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak dalam keterangan persnya, Ahad (3/4/2016).

Penolakan warga yang sebelumnya santer dalam pemberitaan, ternyata tak terlihat dalam kenyataannya. Warga justru berbaur bersama KOKAM dan membantu beberapa kebutuhan dan Tim forensik.

“Saya atas nama Pemuda Muhammadiyah yang ditegaskan oleh PP Muhammadiyah mengucapkan terimakasih kepada semua pihak termasuk publik Indonesia yang Mendukung penuh proses otopsi yang dilakukan Muhammadiyah,” ujar Dahnil.

Dahnil berharap, semoga dakwah Muhammadiyah ini bisa menyampaikan pesan bahwa dakwah adalah merangkul bukan menendang.

“Dakwah adalah membangun jembatan bukan tembok. Meski Bu Suratmi bukan warga Muhammadiyah, tapi kami diajarkan selalu membela mereka yang tertindas. Maka, tidak peduli apapun agamanya apapun latarbelakangnya Muhammadiyah wajib membantu,” pungkasnya.

Menurut penuturan Dahnil, hasil otopsi akan diumumkan beberapa hari ke depan di Gedung Muhammadiyah 62 Menteng, Jakarta Pusat. Namun, ada dua hal yang disampaikan tim dokter forensik setelah otopsi. Pertama, diduga belum pernah dilakukan otopsi terhadap jenazah Siyono sebelumnya. Kedua, ditemukan luka di beberapa bagian tubuh akibat benturan keras alat tumpul.

Reporter: Dyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnaislam

Siyono Alami Kekerasan Sebelum Meninggal, Diduga Akibat Pukulan Benda Tumpul

KLATEN (Jurnalislam.com)  – Ketua tim autopsi dari dokter PP Muhammadiyah dr. Gatot S.Pf melaporkan ditemukan tanda-tanda kekerasan akibat pukulan benda tumpul dan patah tulang pada jenazah Siyono.

"Autopsi telah dilakukan terhadap jenazah Siyono dan ditemukan luka akibat pukulan benda tumpul dan patah tulang pada bagian dada," kata Gatot saat konferensi pers di kediaman Almarhum Siyono pada Ahad, (03/04).

Gatot mengaku, temuan tersebut belum bisa dipastikan sebagai penyebab meninggalnya Siyono.

Ada dua catatan penting temuan sementara Dokter Forensik Muhammadiyah yang disampaikan oleh dr Gatot kepada media.

Pertama, diduga Jenazah Siyono belum pernah dilakukan otopsi oleh siapapun. Kedua, ditemukan Luka di beberapa bagian tubuh akibat benturan Keras alat tumpul.

Untuk hasil final akan diumumkan kepada publik pada beberapa hari kedepan di Gedung Dakwah Muhammadiyah Menteng No 62, Jakarta Pusat.

"Nanti hasil autopsi akan diumumkan selama 7-10 hari ke depan untuk menemukan penyebab pasti meninggal Siyono," tutupnya.

Menurut Ketua Umum PP Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak, proses autopsi telah selesai dilaksanakan dengan lancar. Pengawalan autopsi dilakukan oleh ratusan anggota Kokam Muhammadiyah dan kawalan Brimob Polda Jateng.

“Proses otopsi yang berlangsung selama 3,5 jam yang dilakukan oleh 9 Dokter Ahli Forensik Muhammadiyah plus 1 Dokter Forensik yg didatangkan Polri,” kata dia.

Otopsi berlangsung lancar dengan dukungan penuh Kokam Pemuda Muhammadiyah bersama warga sekitar yg sebelumnya di klaim oleh Kepala Desa menolak, faktanya justru warga yang menyediakan beberapa kebutuhan Kokam Pemuda Muhammadiyah dan tim forensik.

Reporter: Tommy Abdullah | Editor: Jurnalislam.com | Jurnalislam

Diotopsi, Jenazah Siyono Masih Utuh dan Wangi

KLATEN (Jurnalislam.com) – Proses autopsi terhadap jenazah Siyono pada Ahad (03/4/2016) pukul 06:00 pagi akhirnya dimulai. Autopsi dilakukan oleh sembilan dokter forensik dari PP Muhammadiyah.

Seorang relawan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) yang mengikuti proses , pengangkatan serta penguburan kembali Siyono (34 tahun) memberikan pengakuan.

"Jenazahnya masih utuh mas. Tidak bau. Hanya bau tanah dan berkurangnya rambut," kata pria yang tidak mau disebutkan namanya.

Selain itu, dokter spesialis forensik Polri dr. Sigit Harjanto mengatakan dari jenazah almarhum tercium aroma wangi. "Jenazah almarhum wangi, sampai setelah saya cuci tangan, wanginya masih tertinggal," kata Suratmi, istri Siyono menirukan laporan yang didengarnya dari dr. Sigit.

Usai autopsi dilakukan perwakilan dokter forensik didampingi Busyro Muqoddas dan Dahnil Anzar Simanjuntak dari PP Muhammadiyah serta Komisioner Komnas HAM Siane Indriani dan Prof. DR. Dr. Hafidz Abbas memberikan laporan hasil sementara autopsi kepada istri almarhum Siyono.

Hal serupa juga diperoleh anggota Jurnalis Islam Bersatu (JITU) saat menanyakan kepada relawan lain yang mengikutinya. Sekretaris Islamic Study and Action Center (ISAC) Endro Sudarsono turut mengkonfirmasi kebenaran tentang keutuhan jasad Almarhum Siyono.

Endro yang turut menyaksikan proses autopsi jenazah sempat berbincang dengan Prof. Dr. drg. Sudibyo, SU., Sp. Perio (70 tahun) yang memimpin proses autopsi. Menurut Prof. Dibyo, kondisi tanah lempung yang basah di sekitar makam sangat membantu awetnya kondisi jenazah.

"Proses autopsi yang dilakukan terhadap Siyono bukanlah autopsi untuk identifikasi namun penentuan tempat luka/trauma pada jasad Siyono,” ujar Prof. Dibyo seperti dituturkan Endro.

Pakar odontologi forensik ini melanjutkan, biasanya dalam rentang waktu dua puluh hari kondisi perut jenazah pada umumnya sudah dalam keadaan terburai. Namun, hal itu tidak terjadi pada jenazah Almarhum Siyono.

"Dokter-dokter forensiknya juga banyak yang gak pakai masker. Karena tidak berbau,” sebut Endro.

Reporter: Tommy Abdullah | Editor: Jurnalislam.com | Jurnalislam

Angkatan Laut Israel Gempur Kapal Nelayan Palestina dengan Peluncur Granat

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Sebuah perahu nelayan Palestina terbakar dan tenggelam di lepas pantai Rafah City di selatan Jalur Gaza Sabtu pagi setelah menjadi sasaran serangan pasukan angkatan laut Zionis, menurut laporan Ma'an News Agency, Sabtu (02/04/2016).

Kepala serikat nelayan Nizar Ayyash mengatakan kepada Ma'an bahwa "kapal perang Israel menargetkan kapal dengan beberapa peluncur granat, hingga terbakar dan menyebabkan kapal itu tenggelam."

Ayyash mengatakan kondisi mereka yang berada di atas kapal belum diketahui.

Menanggapi kejadian tersebut, seorang juru bicara militer Israel mengatakan kepada Ma'an bahwa sebuah kapal dari Mesir menyusup ke wilayah laut dari Jalur Gaza di bawah blokade militer Israel dengan tuduhan " upaya penyelundupan."

Pasukan angkatan laut Israel terus menembaki kapal dengan alasan penyelundupan kargo mencurigakan hingga kapal itu terbakar lalu tenggelam, kata juru bicara itu.

Nelayan Palestina umumnya diserang oleh pasukan Israel di dalam atau di dekat "zona penyangga" militer yang diberlakukan di darat dan laut. Walaupun batas zona yang tepat seringkali tidak jelas, zionis menjaganya dengan melepaskan tembakan semaunya.

Kebijakan Israel ini justru menghancurkan banyak sektor pertanian dan perikanan dari wilayah Palestina yang telah berada di bawah blokade Israel sejak 2007.

 

Deddy | Ma'an News Agency | Jurnalislam

Taliban: 44 Pasukan Gabungan Tewas dan 26 Lainnya Terluka dalam Operasi Kapisa

KAPISA (Jurnalislam.com) – Sebanyak 44 tentara gabungan dari ANA (Afghanistan National Army), polisi dan pasukan Arbaki telah tewas dan lebih dari 26 lainnya cedera akibat pertempuran sengit dengan Mujahidin di provinsi Kapisa timur, menurut laporan Al-Emarah News, Jumat (01/04/2016).

Musuh, didukung oleh kekuatan darat dan udara, dikerahkan di distrik Nijrab provinsi Kapisa sekitar 21 hari lalu.

Telah terjadi pertempuran antara musuh dan Mujahidin sejak itu.

Operasi musuh yang mereka gelar berakhir kemarin dan mereka mundur dengan kekalahan yang fatal hari Kamis.

Laporan dusta musuh yang mengklaim bahwa 30 pejuang Mujahidin telah syahid dalam operasi itu adalah palsu dan tidak berdasar.

Menurut sumber yang dapat dipercaya sedikitnya dua pejuang Mujahidin telah memeluk kesyahidan dan tiga orang lainnya menderita luka-luka saat musuh meluncurkan operasi sejak 21 hari lalu.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Azerbaijan dan Armenia Kembali Perang di Perbatasan, 30 Pasukan Tewas

AZERBAIJAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 30 tentara telah tewas dalam pertempuran antara pasukan Armenia dan Azerbaijan di sepanjang garis depan wilayah Nagorno-Karabakh yang diperebutkan, pejabat kedua negara tersebut mengatakan, lansir Aljazeera Sabtu (02/04/2016).

Kedua belah pihak saling menyalahkan atas pertempuran yang dimulai semalam (jumat malam).

Azerbaijan mengatakan pada hari Sabtu bahwa pasukan Armenia menewaskan 12 tentara dan menembak jatuh sebuah helikopter.

"Dua belas prajurit Azeri tewas dalam aksi dan helikopter ditembak jatuh oleh pasukan Armenia," kata kementerian pertahanan Azerbaijan dalam sebuah pernyataan, juga mengklaim bahwa pasukan Azeri menguasai "dua bukit strategis dan sebuah desa" di Karabakh.

Sementara itu pasukan Azeri menewaskan 18 tentara Armenia, kata Presiden Armenia Serzh Sarkisian.

"Dari pihak kami 18 tentara tewas dan sekitar 35 lainnya luka-luka," kata Sarkisian dalam sebuah pernyataan yang disiarkan televisi, tidak disebutkan apakah tentara tersebut milik pasukan separatis yang didukung Yerevan di Karabakh atau angkatan bersenjata Armenia.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Armenia Artsrun Hovhannisyan menulis dalam posting Facebook bahwa pasukan Armenia di wilayah itu menembak jatuh sebuah helikopter militer Azeri, namaun klaim tersebut ditolak Azerbaijan.

"Pertempuran aktif saat ini sedang berjalan," kata Hovhannisyan. "Armenian Army telah meluncurkan serangan balik. Ada korban di kedua belah pihak, tapi pihak lawan menderita kerugian jiwa besar dan peralatan. Sebuah helikopter [Azerbaijan] telah ditembak jatuh."

Presiden Rusia Vladimir Putin, sementara itu, mendesak semua pihak untuk menghentikan pertempuran dan "menunjukkan upaya menahan diri", kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov seperti dikutip oleh kantor berita Rusia.

Nagorno-Karabakh telah berada di bawah kendali militer dan separatis Armenia sejak perang antara Armenia dan Azerbaijan berakhir pada tahun 1994. Negosiasi bertahun-tahun telah membawa sedikit kemajuan dalam menyelesaikan sengketa.

Pertempuran Sabtu tersebut adalah bentrokan terdahsyat sejak tahun 1994, kata David Babayan, juru bicara presiden separatis di kawasan itu.

Kementerian Pertahanan gadungan Nagorno-Karabakh mengatakan di Twitter bahwa Azerbaijan menyerang desa-desa dan unit militer Karabakh dengan artileri dan pasukan udara, menewaskan seorang anak dan melukai dua lainnya.

"Tentara Karabakh melakukan perlindungan yang efektif, menyebabkan kerugian serius bagi Azerbaijan. Kami menembak jatuh sebuah helikopter yang menyerang posisi kami," kata akun Twitter tersebut.

Kementerian Pertahanan Azerbaijan, dikutip media Rusia, mengatakan bahwa "informasi tentang helikopter yang jatuh itu bohong belaka dan semua kendaraan berada di tempat. Itu adalah provokasi lain dari pihak Armenia".

Kementerian itu juga mengatakan pertempuran dimulai ketika pasukan Armenia menembakkan mortir dan peluru artileri kaliber besar di garis depan.

Maria Titzian, seorang dosen di Universitas Amerika Armenia (the American University of Armenia), mengatakan kepada Al Jazeera: "Selama 20 bulan terakhir ketegangan di Azerbaijan meningkat dalam hal pelanggaran gencatan senjata."

Dia menambahkan bahwa Azerbaijan berusaha "menggagalkan proses perdamaian" dan ia meminta masyarakat internasional untuk berupaya lebih keras (untuk mengatasinya). Dia juga mengatakan bahwa ini adalah kekerasan yang paling buruk sejak 1994.

"Ini sudut dunia yang telah lama diabaikan," katanya. "Saya pikir sudah waktunya bagi dunia untuk lebih memperhatikan situasi di sini. Masalah ini akan memiliki pengaruh besar terhadap wilayah yang lebih besar jika tidak diselesaikan secara damai."

Deddy | Aljazeera | Anadolu Agency | Jurnalislam

FOKUS: Penolakan Aswaja Terhadap Acara Syiah di Bondowoso Tahun Ini Lebih Kompak

BONDOWOSO (Jurnalislam.com) –  Warga Nahdlatul Ulama Bondowoso menyatakan menolak peringatan Milad Fatimah yang akan diadakan pengikut ajaran Syiah di Bondowoso pada tanggal 4-6 April mendatang.

Juru bicara Forum Komunikasi Ulama Sunni (FOKUS) Bondowoso KH. Moch Hasan Abdul Muiz mengatakan, penolakan terhadap peringatan acara syiah Milad Fatimah dilakukan setiap tahunnya. Namun, aksi penolakan warga NU kali ini lebih kompak dari sebelumnya.

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Al Maliki, Koncer, Bondowoso itu, kekompakan warga NU dalam penolakan Milad Fatimah tahun ini disebabkan karena dalam acara tersebut akan dihadiari oleh tokoh-tokoh Syiah kerap menyingung Nahdliyin.

“Kita tegas menolak, tidak ada milad Fatimah. Kita sudah sampaikan ke Bupati atas penolakan ini,” tegas Kyai Hasan kepada Jurnalislam, Sabtu (2/4/2016)

Selain melalui Bupati, FOKUS juga menyampaikan penolakannya kepada Kapolres Bondowoso dan Komandan Kodim 0822, Bondowoso serta beberapa instansi terkait lainnya.

Kyai Hasan menambahkan, rencananya, pada tanggal 3 April atau sebelum peringatan Milad Fatimah, warga NU dan ormas Islam se-Bondowoso akan melakukan long march untuk menyerukan penolakan peringatan Milad Fatimah yang akan dilangsungkan di kampung Arab Bondowoso.

Bahkan, Ketua GP Ansor Bondowoso, Ustadz Muzammil menegaskan penolaknanya terhadap acara tersebut sebab Milad Fatimiyah tidak pernah ada dalam agama Islam.

“Kami dengan tegas akan menolak kegiatan itu. Akan kami lindungi warga NU dari ajaran Syi’ah,” tegasnya sebagaimana dilansir nugarislurus.com

Reporter: Bramantyo | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam