Brutal dan Barbarian, Busyro Muqoddas: Bongkar Sisi Gelap Densus 88!

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ketua PP Muhammadiyah Bidang Hukum HAM dan Kebijakan, Busyro Muqoddas kembali mengungkapkan temuan Komnas HAM tentang jumlah korban kekerasan Densus 88. Menurut temuan Komnas HAM, kata Busyro, sebanyak 121 orang dicap teroris, dan tewas tanpa menjalani proses hukum.

“Ini lah sisi-sisi gelap yang harus dibongkar,” kata Busyro di Kantor Komnas HAM usai pengumuman hasil autopsi almarhum Siyono, Senin (11/04).

Dari kematian Siyono, lanjut Busyro, ada sebuah pelajaran yang bisa dipetik. Selama ini aturan penahanan tersangka teroris adalah tujuh hari. Sementara, yang terjadi pada pria asal Klaten itu, dia meninggal dengan banyak luka dalam tiga hari penahanan.

“Kalau undang-undang terorisme direvisi bisa ditahan 30 hari, itu Guantanamo diimpor ke Indonesia,” ujarnya mengkritik revisi UU terorisme.

Mantan ketua KPK itu pun menegaskan bahwa tak ada tempat bagi kebrutalan. “Tindakan barbarian ini harus dihentikan,” tegasnya.

“Densus dan BNPT itu belum pernah diaudit, ini sudah saatnya untuk diaudit,” pungkas Busyro.

Reporter: Irfan | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Gencatan Senjata Yaman Resmi Berlaku, Meski Syiah Houthi Terus Lakukan Serangan

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sebuah gencatan senjata yang mulai berlaku di Yaman sebagian besar berlangsung Senin meskipun terjadi beberapa pelanggaran oleh milisi Syiah Houthi, kata seorang jenderal yang setia kepada Presiden Abedrabbo Mansour Hadi, lansir World Bulletin, Senin (11/04/2016).

"Gencatan senjata tidak runtuh dan kami berharap pemberontak (Syiah Houthi) mengakhiri serangan dan menghormati gencatan senjata," kata kepala staf pasukan bersenjata, Jenderal Mohamed Ali al-Makdashi.

Makdashi mengatakan pasukannya sudah siap untuk "menghentikan setiap upaya kemajuan Houthi."

Jenderal mengatakan pemberontak Houthi yang didukung Republik Syiah Iran melanggar gencatan senjata pada beberapa tempat sejak diberlakukan pada 21.00 GMT hari Ahad (10/04/2016).

Pelanggaran terjadi di kota-kota Taez di barat daya Yaman dan Marib di timur ibukota Sanaa, dan provinsi Jawf yang lebih jauh ke utara, katanya.

Sebuah rudal pemberontak yang ditembakkan ke arah Marib dari wilayah Sana'a dicegat setelah gencatan senjata dimulai, ia menambahkan.

Di Taez, komisi militer di kota terbesar ketiga Yaman tersebut mengatakan telah mencatat "12 pelanggaran gencatan senjata oleh pemberontak".

Komisi mengatakan tembakan Houthi menewaskan seorang warga sipil dan melukai beberapa orang lainnya di kota, menambahkan: "Pembalasan kami terbatas untuk membela diri."

Loyalis dan pasukan pemberontak Houthi telah berjanji untuk menghormati gencatan senjata yang ditengahi PBB, menambah optimisme yang hati-hati menjelang perundingan baru untuk mencapai kesepakatan perdamaian yang abadi.

Ada harapan baru bahwa gencatan senjata dapat membentuk landasan kesepakatan damai tahan lama yang dapat disepakati sejak 18 April di Kuwait.

Tiga upaya sebelumnya runtuh setelah koalisi yang dipimpin Saudi pada bulan Maret 2015 mulai melakukan serangan udara untuk mendukung pemerintah Hadi dan mendorong Houthi yang menyerbu Sana'a pada September 2014 agar mundur sebelum maju ke wilayah lainnya.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Sejumlah Pasukan Elit Iran Tewas dalam Pertempuran Hari Senin di Suriah

ISTANBUL (Jurnalislam.com) –  Tiga personil militer Iran dilaporkan tewas pada hari Senin dalam bentrokan antara pasukan rezim Suriah dengan faksi faksi mujahidin Suriah yang tidak mengikuti gencatan senjata yang mulai berlaku pada akhir Februari, lansir Anadolu Agency, Senin (11/04/2016).

Media Republik Syiah Iran pada hari Senin mengkonfirmasi kematian Mohsen Qitaslo, seorang perwira Pasukan Khusus dari Tentara Brigade 65 Iran, dan Hussein Bevvas dan Taki Salhorde, keduanya adalah anggota dari pasukan elit Iran Korps Garda Revolusi (Revolutionary Guard Corps-RGC).

Seorang anggota RGC keempat, Seccad Khalili, terluka parah, menurut media Iran.

Pekan lalu, Ali Arasteh, wakil koordinator tentara Iran, menyatakan bahwa pasukan dari Brigade 65 telah dikirim ke Suriah untuk melayani sebagai "penasihat".

Dalam beberapa tahun terakhir, personel militer Iran – bersama dengan pasukan dari kelompok teroris Syiah Hizbullah Lebanon – telah berperang di Suriah untuk mendukung rezim Syiah NushairiyahBashar al-Assad.

Iran telah kehilangan sejumlah personil militer dalam konflik yang sedang berlangsung, termasuk beberapa komandan, meskipun Teheran resmi membantah keterlibatan militer apapun di Suriah.

Iran biasanya mengklaim bahwa tentaranya yang terbunuh berada di negara itu sebagai "relawan", dan menggambarkan personil RGC yang tewas dalam konflik itu sebagai "pensiunan tentara" atau "penasihat".

Menurut PBB, lebih dari 230.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai pada awal tahun 2011 antara pasukan pro- Rezim Syiah Assad – termasuk Syiah Hizbullah – dengan faksi faksi mujahidin Suriah.

 

Deddy |Anadolu Agency | Jurnalislam

Para Komandan Islamic State di Nangarhar Berbaiat kepada Amirul Mukminin, Syeikh Mullah Akhtar Muhammad Mansur

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Laporan datang dari provinsi Nangarhar timur mengatakan bahwa sejumlah komandan Islamic State (IS) bersama dengan semua pejuang mereka memutuskan hubungan mereka dengan IS dan berjanji setia kepada Amirul Mukminin Imarah Islam Afganistan, Syeikh Mullah Akhtar Muhammad Mansur (semoga Allah melindungi dia), Voice of Jihad, situs resmi Taliban merilis laporan tersebut, Senin (11/04/2016).

Nama dan surat pernyataan kesetiaan (baiat) dapat dibaca di bawah ini:

Untuk rakyat Afghanistan yang percaya, Mujahid, yang gagah berani, yang bangga, yang menderita dan dihormati, semoga keselamatan dan berkah dari Allah bagimu semua.

Kami meminta kepada Allah untuk selalu memberi Anda kemenangan, kesejahteraan dan persatuan.

(saudaraku) yang terhormat! Sesungguhnya kami melaksanakan kewajiban Jihad suci kami di bawah pimpinan Imarah Islam sejak lama namun sayangnya (dalam pandangan kami) beberapa masalah dan tantangan selalu menghalangi konsolidasi persatuan, pembentukan dan pengembangan Imarah Islam. Ditambah adanya kesalahpahaman, kecurigaan dan jarak dengan saudara mendorong kami bergabung dengan IS atau yang dikenal sebagai Islamic State (IS).

Namun karena kebijakan buta IS yang ambigu, pembunuhan kejam mereka, pemukulan, penganiayaan, penjarahan, pembakaran, dan perebutan tanah dan properti dari rakyat Afghanistan yang tertindas, perpindahan mereka, pengkhianatan dengan orang tua mereka, perampasan sekolah, klinik, proyek kesejahteraan dan pengembangan masyarakat, lalai terhadap kepentingan Muslim umum, lebih mengadopsi ekstremisme dibandingkan kemurahan hati (pengampunan), melarang penunjukan wakil sehingga menghasilkan korupsi, pandangan Takfiri (ekskomunikasi) yang dianut sebagian besar anggota, pembentukan agama yang tidak benar, dan mempraktekkan cara-cara yang tidak masuk akal, tidak sesuai hukum dan tidak teratur dalam memperbaiki masalah; singkatnya tidak memiliki obat untuk luka bagi warga Afghanistan.

Adanya upaya yang tulus dari beberapa saudara Imarah Islam serta interaksi yang positif, produktif dan pemahaman juga perjanjian dengan Imarah Islam, pikiran dan kesadaran kami tidak bisa lagi mengizinkan kami untuk tinggal dengan kelompok (IS). Oleh karena itu dalam cahaya terang Muhammadi – Syariah Islam kami – sebagai wakil dari semua mujahidin kami – membatalkan sumpah kami kepada pemimpin Daesh atau Islamic State dan untuk kelanjutan tugas suci jihad di tanah Afghanistan dan untuk pembentukan pemerintah Islam yang benar, kami dengan seluruh hati membaiat diri kami kepada Amir baru Imarah Islam, yang terhormat Amirul Mukminin Mullah Akhtar Muhammad Mansur (semoga Allah melindungi dia) dan berjanji melakukan kerjasama yang komprehensif, upaya tak kenal lelah dan hormat kepadanya.

Dan keselamatan dan rahmat Allah bagimu semua.

Dengan harapan untuk kemenangan Islam, anggota aktif dari dewan pusat IS (Daesh) cabang Khurasan dan asisten Komite Peraturan, Muhammad Idrees Seerat bersama dengan saudara-saudara saya.

    Qadi Sayed Ahmad (Asadullah), mantan anggota Organ Yudisial Khurasan Daesh

    Ismat Sabiq, anggota dewan pusat Khurasan Daesh, yang kini Kepala Tahanan Organ Khurasan

    Mawlawi Dokter Yasir Hanafi, pemimpin kelompok

    Mawlawi Abdul Haseeb Elham, pemimpin kelompok dan kepala urusan kabupaten Khogyano

    Mawlawi abu Hamid, pemimpin sub-kelompok dan kepala Yudisial distrik Deh Bala

    Muhammad Zaman Abbas, pemimpin kelompok

    Qari Nasrat, pemimpin kelompok dan kepala pusat kabupaten Khogyano

Nama pemimpin sub kelompok:

1. Mawlawi Jabbir

2. Qari Mujahid

3. Shahid Javid

4. Osama

5. Ahmad

6. Usmani

7. Murtaza

8. Momin

9. Saqib

10. Saeed Ihsan dan saudara-saudara lainnya.

 

Deddy | Voice of Jihad | Jurnalislam

 

Hasil Otopsi: Siyono Meninggal Akibat Tulang Dada Patah Menusuk ke Jantung

JAKARTA (Jurnalislam.com) – PP Muhammadiyah bersama tim forensik dan Komnas HAM akhirnya mengumumkan hasil otopsi jenazah terduga teroris Siyono di Kantor Komnas HAM, Senin (11/4/2016) siang.

Ketua tim forensik Muhammadiyah mengungkapkan ada luka-luka yang ditemukan bersifat entravital (luka semasa hidup) dan luka akibat siksaan dengan benda tumpul pada jenazah Siyono.

"Sesuatu yang bersifat opini saya tidak berwenang untuk menyampaikan, tetapi yang jelas ada kekerasan di tubuhnya," ungkap dr Gatot di Kantor Komnas HAM jalan Latu Harhari Menteng Jakarta Pusat.

Sementara itu Komisioner Komnas HAM, Siane Indriani mengatakan, jenazah Siyono belum pernah diotopsi sebelumnya. Siane juga membantah penyebab kematian Siyono akibat ada pendarahan di kepala.

"Kematian Siyono akibat dari benda tumpul yang ada dibagian rongga dada, ada patah tulang dibagian iga. Di iga kiri ada patah 5 kedalam, luka patah sebelah kanan ada 1 keluar (tulangnya keluar, red)," ungkapnya.

Dan yang paling fatal dari otopsi yang dilakukan tim forensik menurut Siane adalah adanya patah pada tulang dada yang mengarah ke jantung dan itu menyebabkan kematian yang fatal.

"Tulang dada patah ini kemudian ke arah jantung sehingga ada jaringan jantung yang itu mengakibatkan kematian jadi titik kematiamnya ada disitu," tegasnya.

Namun demikian, Siane membenarkan adanya luka di kepala Siyono, tapi luka tersebut tidak mengakibatkan kematian.

Hasil otopsi juga menjelaskan tidak ditemukan adanya bukti Siyono melakukan perlawanan. "Jadi tidak ada perlawanan dari Siyono, tidak ada luka deffensif, jadi itu kesimpulannya," pungkas Siane

Reporter: Irfan | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

4 Arbaki dan Komandanya Tewas dalam Pertempuran di Takhar

TAKHAR (Jurnalislam.com) – Pada malam Ahad Mujahidin Imarah Islam (Taliban) melakukan serangan terhadap Arbakis yang ditempatkan di Darqad provinsi Takhar, Afghanistan utara, menewaskan tiga Arbakis dan Juma Gul, seorang komandan Arbaki yang terkenal, Al Emarah News melaporkan, Ahad (10/04/2016).

Tiga kendaraan hancur dalam operasi selama dua jam tersebut, sementara Mujahidin merebut beberapa Kalashnikov dan peluncu roket-granat milik musuh.

Kemudian di provinsi Paktia tenggara sedikitnya 8 pasukan boneka tewas pada Ahad pagi ketika sebuah bom pinggir jalan merobek tank yang mengangkut musuh di distrik Ahmad Khel.

Menurut laporan dari tetangga provinsi Paktika, dua pasukan boneka bergabung dengan Mujahidin membawa serta senjata mereka di distrik Jani Khel provinsi Paktia pada hari Jumat.

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

PKK Bakar Sekolah Umum Turki

TURKI (Jurnalislam.com) – Sebuah sekolah umum yang terletak di provinsi timur Turki, Van, dibakar oleh PKK tadi malam, Direktorat Pendidikan Nasional mengatakan pada hari Ahad (10/04/2016), lansir Anadolu Agency.

Direktur pendidikan nasional Van, Kiyasettin Kirekin mengatakan bahwa insiden itu terjadi pada Sabtu malam di distrik Edremit; sekolah umum tiga lantai rusak parah.

Pendukung PKK datang ke taman sekolah, merusak kamera keamanan, memecahkan jendela di lantai pertama, kemudian melemparkan bom molotov ke dalam bangunan.

Petugas pemadam kebakaran datang ke lokasi kejadian dengan cepat dan mengendalikan api.

"Bangunan menjadi tidak dapat digunakan dan biaya kerusakan sekitar 200.000 lira Turki ($ 70.000)," kata Kirekin.

Dia mengutuk serangan itu, mengatakan bahwa pemerintah Turki akan memperbaiki bangunan, sehingga siap untuk digunakan semester berikutnya.

PKK – yang terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Internasional – melanjutkan serangan bersenjata terhadap Turki pada bulan Juli tahun lalu.

Sejak itu, lebih dari 350 pasukan Turki dan ribuan milisi komunis PKK tewas.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Simbol-simbol Yahudi Hiasi Karnaval Paskah Semarang

SEMARANG (Jurnalislam.com) – Karnaval Paskah Semarang berlangsung pada hari Jumat (8/4/2016) kemarin. Acara yang berlangsung sore hari itu dihiasi dengan simbol-simbol Zionis Yahudi.

Pantauan Jurnalislam, sekelompok orang terlihat membawa simbol-simbol agama Yahudi. Puluhan pria dan wanita berjalan berbaris sambil meniupkan nafiri (terompet Yahudi). Mereka juga berpakaian khas ritual Yahudi.

Perlu diketahui, bahwasanya terompet Sangkakala (nafiri) orang Yahudi dipakai untuk memberi isyarat atau tanda. Terompet ini biasanya dibuat dari tanduk domba jantan. Kata nafiri lebih banyak terbaca daripada kata terompet dalam Alkitab.

Sekelopok wanita pada barisan belakang juga terlihat wanita membawa Menorah, bercabang tujuh. Kemudian puluhan peserta juga terlihat membawa kertas dengan simbol Bintang David, simbol bangsa Israel.

"Jelas-jelas itu sangat menyakiti hati umat Islam khususnya di Semarang. Karena kita semua tahu bagaimana Yahudi Israel mendzolimi saudara-saudara kita di Palestina. Dan sikap penentangan negara Indonesia terhadap Yahudi Israel juga sudah jelas dengan tidak adanya kantor dubes israel di Indonesia," kata salah seorang Muslim Semarang.

Kabarnya, Karnaval itu dihadiri ribuan peserta. Menurut penuturan Ketua DPRD Jawa Tengah, Rukma, GP Ansor dan Muslimat NU hadir dalam karnval umat Kristen itu. 

Kontributor: Arief | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Al Shabaab Gempur Pasukan Kenya di Wajir

SOMALIA (Jurnalislam.com) – Pasukan Kristen Kenya pada hari Ahad (10/04/2016) melaporkan bahwa mereka telah mundur dari serangan besar di utara timur setelah digempur oleh lebih dari 100 mujahidin al-Shabaab di sebuah kantor polisi di kota Wajir, Kenya.

"Mereka [al-Shabaab] dengan perlawanan keras," kata Inspektur Jenderal Polisi Kenya Joseph Boinett dalam konferensi pers di ibukota Kenya, Nairobi, lansir Anadolu Agency Ahad.

Boinett mengklaim bahwa polisi berhasil menahan gempuran itu, " dan al Shabaab berhasil masuk ke kamp."

Saat itu tiga polisi ditembak dan menderita luka, Boinett mengatakan.

Dia menambahkan bahwa mereka merebut Land Cruiser polisi untuk kembali ke Somalia.

Al Shabaab membakar toko-toko di pasar Diff, kota Wajir, salah satunya milik seorang pejabat pemerintah Kenya.

Berbicara kepada Anadolu Agency melalui telepon, Abdi Majid, warga kota Wajir, mengatakan bahwa ia mendengar suara pertempuran sengit.

"Ada tembakan berat datang dari kantor polisi. Tembak menembak itu berlangsung terus-menerus; tembakan itu seperti tidak akan pernah berakhir, tapi sekarang berhenti dan sudah ada beberapa orang yang berdagang di pusat perbelanjaan," katanya.

Dalam serangan terakhir, al-Shabaab yang merupakan al Qaedah di Somalia, biasanya pertama menyerang kantor polisi atau pos militer sebelum menyerang desa-desa Kristen di Kenya, seperti di Mpeketoni tahun 2014, 60 salibis tewas.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

 

 

 

 

 

Dewan Pimpinan Taliban Bantah Klaim Media Tentang Usulan Gencatan Senjata dengan AS

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Beberapa media mengklaim bahwa anggota Dewan Pimpinan Imarah Islam Afghanistan, Hafiz Mullah Abdul Qayyum Zakir yang dihormati telah mengusulkan perundingan damai dengan Amerika Serikat dan pemerintahan Kabul, Al Emarah News melaporkan, Ahad (10/04/2016).

Zakir Sahib ketika berbicara dengan situs Al Emarah hari Ahad menolak laporan tersebut dan menambahkan, "Saya tidak pernah mengusulkan mengadakan perundingan dan juga tidak percaya dengan proses negosiasi yang menipu ini."

Dia lebih lanjut mengatakan: "Kami semua berjuang untuk pembentukan sebuah pemerintahan Islam yang murni".

Dewan Pimpinan Taliban meminta semua media untuk menahan diri menerbitkan laporan tidak berdasar.

 

Deddy | Shahamat | Jurnalislam