Lagi, Perwira Pasukan Elit Iran Tewas dalam Pertempuran di Selatan Aleppo

ISTANBUL (Jurnalislam.com) – Seorang perwira Pasukan Khusus Iran tewas dalam pertempuran di provinsi Aleppo barat laut Suriah, Kantor berita Iran Fars melaporkan pada hari Rabu (13/04/2016), lansir Anadolu Agency.

Menurut kantor berita, Capt. Hamdullah Bashende dari 65 Tentara Brigade Iran tewas dalam bentrokan sengit yang terjadi di selatan Aleppo.

Awal pekan ini, tiga pasukan elit Iran dilaporkan tewas dalam bentrokan antara pasukan rezim Suriah dan mujahidin Suriah. (baca juga: Sejumlah Pasukan Elit Iran Tewas dalam Pertempuran Hari Senin di Suriah)

Pada hari Senin, media Iran melaporkan bahwa seorang perwira Pasukan Khusus dari Angkatan Darat Brigade ke-65 dan dua anggota Iran elit Korps Garda Revolusi tewas.

Pekan lalu, Ali Arasteh, wakil koordinator tentara Iran, mengumumkan bahwa pasukan dari Brigade 65 telah dikirim ke Suriah untuk melayani sebagai "penasihat".

Dalam beberapa tahun terakhir, personel militer Iran – bersama dengan milisi dari kelompok teroris Syiah Hizbullah Lebanon – telah berperang di Suriah untuk mendukung rezim Syiah Nushairiyah Bashar al-Assad.

Iran telah kehilangan banyak personil militer pada perang yang sedang berlangsung, termasuk beberapa komandan, meskipun Teheran membantah keterlibatan militer apapun di Suriah.

Iran biasanya mengklaim tentaranya terbunuh berada di negara itu untuk melayani sebagai "relawan", menggambarkan personil RGC tewas dalam konflik itu sebagai "pensiunan tentara" atau "penasihat".

Menurut PBB, lebih dari 250.000 orang telah tewas di Suriah sejak konflik dimulai pada awal tahun 2011 antara pasukan pro-Assad – termasuk Syiah Hizbullah – dengan faksi faksi jihad di Suriah serta pejuang oposisi moderat.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Israel Hanya Izinkan Para Orang Tua Gaza yang Boleh Shalat Jumat di Masjid Al-Aqsha

JERUSALEM (Jurnalislam.com) – Penjajah Israel memutuskan untuk membatasi pengeluaran izin hanya untuk warga orang tua Gaza yang boleh melakukan perjalanan ke Yerusalem untuk shalat Jumat di Masjid Al-Aqsha, para pejabat Palestina mengatakan Rabu, lansir Anadolu Agency, Rabu (13/04/2106).

Pada bulan Maret, zionis memutuskan untuk menghentikan pemberian izin bagi orang tua warga Gaza untuk sholat di Al-Aqsha.

"Sekitar 200 orang berusia lebih dari 60 tahun akan menuju ke Yerusalem Jumat ini," Mohammed Makhadmeh, juru bicara Kementerian Palestina Urusan Sipil, kepada Anadolu Agency.

Bagi umat Islam, Masjid Al Aqsha adalah tempat suci ketiga di dunia. Yahudi mengklaim wilayah tersebut sebagai "Temple Mount," sebagai situs dua candi Yahudi di zaman kuno.

Israel menjajah Yerusalem Timur pada Perang Timur Tengah1967. Yahudi kemudian menganeksasi kota pada tahun 1980, mengklaimnya sebagai ibukota negara Yahudi – langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat dunia internasional.

 

Deddy |Anadolu Agency | Jurnalislam

Militer AS Akui Al Qaeda di Afghanistan Lebih Kuat dari Perkiraan Sebelumnya

WASHINGTON (Jurnalislam.com) – Seorang jenderal senior AS di Afghanistan baru-baru ini mengakui keyakinan lama militer dan intelijen AS bahwa al Qaeda hanya memiliki 50 sampai 100 pasukan di negara ini tidaklah benar, dan menyatakan jumlah tersebut harus direvisi. Sejak 2010, para pejabat AS menyatakan bahwa al Qaeda telah "hancur" di Afghanistan dan hanya mempertahankan kehadiran konsisten minimal 50 sampai 100 pasukan, lansir The Long War Journal, Rabu (13/04/2016).

Selama lebih dari enam tahun, The Long War Journal telah menganalisa bahwa perkiraan resmi kehadiran Al Qaeda di Afghanistan tersebut adalah salah, dan kelompok jihad al Qaeda tetap menjadi ancaman signifikan bagi AS dan sekutu sampai hari ini.

Militer AS mulai mengestimasi kehadiran Al Qaeda di Afghanistan pada awal April. Pekan lalu, Brigadir Jenderal Charles Cleveland, juru bicara Resolute Support, misi NATO di Afghanistan, mengatakan kepada The Washington Post bahwa al Qaeda telah menjalin hubungan dekat dengan Taliban dan menjadi kuat kembali di negeri ini.

Mayor Jenderal Jeff Buchanan, Wakil Kepala Staf Resolute Support, langsung membahas jejak al Qaeda di negara itu secara terbuka hari ini, dan memperingatkan bahwa perkiraan AS atas kekuatan Al Qaeda sebelumnya adalah salah.

"Jika Anda kembali ke tahun lalu, ada banyak perkiraan intel yang mengatakan bahwa di Afghanistan al Qaeda kemungkinan hanya memiliki 50 sampai 100 anggota, tetapi di satu kamp ini saja kami menemukan lebih dari 150," kata Buchanan kepada CNN.

Kamp yang dirujuk Buchanan terletak di distrik Shorabak di Kandahar. Pada bulan Oktober 2015, pasukan serang militer besar AS menemukan dua kubu al Qaeda di Shorabak. Satu kamp berukuran lebih dari 30 mil persegi, dan dilengkapi sejumlah besar senjata, amunisi, dan perlengkapan lainnya. Unit media Al Qaeda juga berbasis di sana.

Setelah serangan Shorabak, Jenderal John Campbell, yang kemudian menjabat komandan Resolute Support, mencatat bahwa para pejabat militer dan intelijen AS terkejut bahwa kamp seperti itu ternyata ada.

"Ini adalah tempat di mana Anda mungkin akan berpikir tidak akan ada AQ [al Qaeda]. Saya setuju dengan itu, "kata Campbell, menurut The Washington Post. "Ini benar-benar AQIS [al Qaeda anak benua India], dan mungkin merupakan fasilitas pelatihan jenis kamp terbesar yang telah kita lihat dalam perang 14 tahun ini."

Buchanan menambahkan keterkejutan Campbell bahwa al Qaeda benua India beroperasi di Afghanistan, meskipun terdapat fakta bahwa kelompok itu mengatakan saat pendiriannya bahwa Afghanistan adalah lokasi utama operasi mereka, dan bahwa mereka telah bersumpah setia kepada amir Taliban (imarah Islam Afghanistan). Dari laporan CNN:

    “Kamp pelatihan yang kini hancur – setelah diserang operasi panjang oleh pasukan khusus AS dan pasukan Afghanistan pada bulan Oktober – menunjukkan tingkat kecanggihan tinggi ditambah hubungannya dengan al Qaeda dan al Qaeda anak benua India," kata Buchanan.

    "Menemukan mereka di Afghanistan cukup meresahkan."

Setelah Shorabak, para pejabat AS sekarang memperkirakan bahwa jumlah pasukan inti al Qaeda mungkin mencapai lebih dari 300 di negara ini, "Namun jumlah itu belum termasuk fasilitator, pasukan pendukung dan simpatisan lainnya dalam jaringan mereka," CNN melaporkan.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Putaran Baru Pembicaraan Damai Suriah di Jenewa Kembali Dimulai

JENEWA (Jurnalislam.com) – Sebuah babak baru pembicaraan damai untuk menyelesaikan konflik Suriah mulai berlangsung di Jenewa Rabu, dengan utusan PBB masih tidak dapat memberikan tanggal untuk pertemuan tatap muka antara delegasi oposisi moderat dan rezim Assad yang berperang, Anadolu Agency melaporkan, Rabu (13/04 2016).

Pembicaraan dimulai dengan pertemuan antara Utusan PBB untuk Suriah Staffan de Mistura dan delegasi oposisi Suriah; delegasi rezim Bashar al-Assad belum tiba di Jenewa.

Setelah pertemuan, de Mistura mengatakan ia mengangkat kekhawatiran tentang memburuknya situasi keamanan di Suriah. Namun dia terdengar dengan nada penuh harapan, menunjukkan bahwa "… terlepas dari beberapa insiden serius, penghentian permusuhan masih berjalan."

Tentang kemungkinan pembicaraan langsung antara rezim Suriah dan oposisi, utusan itu berkata: "Saya tidak bisa menentukan tanggal, saya hanya akan memberitahu Anda satu hal: Saat ini saya melihat kemungkinan ini akan terjadi, saya akan segera melakukannya."

Sementara itu, Asaad al-Zoubi, ketua perunding oposisi moderat utama Dewan Negosiasi Tinggi Suriah ini, menyalahkan rezim Assad karena mencoba merusak gencatan senjata melalui serangan yang berulang-ulang dan disengaja.

"Assad dan para pendukungnya siap untuk menghancurkan Suriah bahkan seluruh wilayah," kata al-Zoubi. Ada lebih dari 2.000 pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Suriah, sementara itu 420 bom barel dijatuhkan pada bulan Maret saja, katanya.

Dia juga menyalahkan Rusia atas kekacauan. "Moskow tidak serius [menyiapkan] badan transisi [di Suriah]," katanya, menambahkan klaim bahwa hasil kunjungan de Mistura ke Teheran dan Damaskus tidak pernah "sangat positif."

Delegasi rezim Suriah diharapkan bergabung dengan perundingan Suriah pada hari Jumat setelah rezim Assad diminta melanjutkan pembicaraan seusai pemilihan parlemen di Suriah Rabu.

Pada bulan Maret, di akhir putaran terakhir pembicaraan, de Mistura menyerahkan dokumen ke rezim Suriah dan oposisi di Jenewa, menguraikan prinsip-prinsip dasar solusi politik untuk krisis Suriah. Dia mengatakan bahwa baik delegasi rezim maupun delegasi oposisi menolak dokumen ini.

Suriah telah terkunci dalam perang global sejak awal 2011, ketika rezim Syiah Nushairiyah Bashar Assad menumpas aksi unjuk rasa dengan keganasan militer tak terduga.

Sejak itu, lebih dari 250.000 orang telah tewas menurut PBB, bahkan sudah 450.000 lebih menurut perhitungan LSM lokal dan lebih dari 10 juta lainnya menjadi pengungsi.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Mujahidin Uzbek Serang Milisi Komunis YPG di Aleppo

SURIAH (Jurnalislam.com)Jamaah Imam Bukhari (juga dikenal sebagai Katibat Imam al Bukhari), kelompok mayoritas Uzbek afiliasi Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda di Suriah, telah merilis sebuah video dalam beberapa hari terakhir menyoroti perannya dalam memerangi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (the Kurdish People’s Protection Units-YPG) di Sheikh Maqsud, Aleppo, The Long War Journal melaporkan, Rabu (13/04/2016)

Faksi jihad Uzbek telah bergabung dengan afiliasi al Qaeda lainnya menyerang Kurdi di lingkungan Aleppo.

Mujahidin Uzbek bersama mujahidin Suriah lainnya dengan senapan mesin ringan dan berat, serta mortir. Beberapa truk bersenjata juga tampak digunakan untuk menyerang, menyergap milisi YPG dan para sekutunya dan berhasil memukul mundur.

Katibat Imam al Bukhari, yang telah berjanji setia kepada Syeikh Mullah Akhtar Mansour, Amir Imarah Islam Afghanistan (Taliban), bergabung dengan Ansar al Islam dan Imarah Kaukasus di Suriah saat al Qaeda menyerang Kurdi. Ansar al Islam, yang awalnya didirikan di Irak pada tahun 2001, telah melaporkan bahwa pasukannya telah melawan Kurdi.

Cabang resmi Imarah Kaukasus di Suriah, bulan lalu merilis sebuah video yang menunjukkan pasukannya ambil bagian dalam operasi malam hari melawan Kurdi.

Akun media sosial yang terkait dengan kelompok ini juga merilis beberapa foto yang menunjukkan kekuatan Imarah Kaukasus di Sheikh Maqsud. Faksi Jaish al Usrah yang dipimpin oleh mantan amir Imarah Kaukasus di Suriah asal Chechnya, juga ambil bagian dalam pertempuran di Sheikh Maqsud.

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Hari Kedua Operasi Omari; Pangkalan Udara NATO Diserang, 2 Serdadu AS dan 15 Tentara Afghanistan Tewas

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Sebuah pos pemeriksaan dilaporkan telah dilibas oleh Mujahidin di distrik Shinwari provinsi Parwan Rabu pagi pada hari kedua "Operasi Omari", lansir Al Emarah News, Rabu (13/04/2016).

Rabu pagi, Mujahidin divisi Kombat menyerang markas besar distrik Siyagard dan sejumlah instalasi militer musuh di beberapa bagian kabupaten yang berbeda. Banyak tentara musuh yang tewas atau terluka tetapi belum diketahui jumlahnya.

Secara terpisah, Mujahidin menyergap agresor Amerika di distrik Bagram, mengunci musuh dalam pertempuran sengit di mana dua penjajah AS tewas dan tank hancur.

Pada sore hari, Mujahidin menggempur pangkalan udara Bagram milik AS (NATO) di kabupaten Parwan dengan senjata berat yang menyebabkan markas musuh menderita kerusakan berat.

Mujahidin divisi kombat juga melakukan serangan terhadap pembangunan distrik administratif Syed Khel dan sejumlah pos tadi malam, menewaskan dua polisi boneka.

Kemudian laporan dari provinsi Kunar serangkaian serangan Mujahidin di pos musuh menewaskan 15 pasukan ANA (Afghanistan National Army) dan melukai banyak lainnya di distrik Sarkani.

Dua dari pos tempur musuh dikatakan telah dikuasai dalam serangan Rabu di distrik Sarkani, di mana Mujahidin menyita 3 PK (senapan mesin berat anti-tank), 3 meriam Motor, 3 roket-granat, senapan mesin otomatis M16 buatan AS, 1 DShK (senapan mesin antipesawat), 1 artileri dan berbagai jenis amunisi dan peralatan militer.

3 Mujahidin dikatakan syahid dengan lima lagi cedera dalam operasi.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

Presiden Turki dan Raja Saudi Bertemu Bahas Konflik Suriah dan Iran

ANKARA (Jurnalislam.com) – Presiden Turki bertemu Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz di Ankara pada hari Selasa selama kunjungan resmi pertama raja Arab Saudi tersebut ke Turki, lansir Anadolu Agency, Selasa (12/04/2016).

Recep Tayyip Erdogan dan Raja Salman membahas isu-isu bilateral serta masalah regional, khususnya konflik di Suriah, kata satu sumber kepresidenan di bawah kondisi anonimitas.

Pertemuan di Istana Presiden menghasilkan kesepakatan antara kedua pemimpin untuk mempertahankan kerjasama antara kekuatan regional saat ini serta untuk meningkatkan hubungan ekonomi, khususnya investasi.

Sebelumnya, Erdogan menganugerahkan Orde Negara (the Order of the State) kepada raja, yaitu penghargaan tertinggi Turki untuk orang asing.

Mengomentari kunjungan tersebut, analis mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa masalah-masalah regional seperti Suriah dan pertumbuhan pengaruh Iran kemungkinan besar akan menjadi topik utama diskusi.

Burhanettin Duran, seorang ilmuwan politik di Yayasan Politik, Ekonomi dan Penelitian Sosial, mengatakan kedua negara akan berusaha untuk mengatasi hambatan dengan "memperkuat hubungan bilateral".

Dia menambahkan bahwa hubungan antara Turki dan Arab Saudi belum mencapai "dimensi strategis" tetapi "melanjutkan dengan cara yang benar".

Duran mengatakan Erdogan akan mencari bantuan Saudi dalam menerapkan tekanan pada Mesir untuk mempermudah penindasan Presiden Abdel Fattah al-Sisi untuk oposisi Mesir.

Saban Kardas, presiden Pusat Studi Strategis untuk Timur Tengah (the Center for Middle Eastern Strategic Studies), mengatakan hubungan Turki-Arab telah dipadatkan di bawah Raja Salman, yang datang ke takhta pada bulan Januari tahun lalu.

Upaya pencarian sekutu Arab Saudi jelas telihat dalam intervensi militer kerajaan di Yaman, kata Kardas. Rehabilitasi Iran setelah kesepakatan nuklir tahun ini juga memicu kebutuhan Arab Saudi akan aliansi.

Dalam sisi ekonomi, Duran mengatakan Arab Saudi dan Turki berupaya menciptakan kerjasama di berbagai bidang seperti pertanian dan pariwisata.

Kunjungan resmi Raja Salman bin Abdulaziz ke Ankara menghadiri KTT OKI-Organisasi Kerjasama Islam (Organization of Islamic Cooperation-OIC) yang diselenggarakan oleh Turki diharapkan akan mengambil hubungan positif antara kedua negara ke tingkat yang penting.

KTT OKI akan diadakan di Istanbul pada 14 dan 15 April. Presiden Recep Tayyip Erdogan akan menjadi tuan rumah acara tersebut.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Protes atas Pelecehan Seksual Ratusan Warga Khasmir Bentrok dengan Polisi India, 2 Tewas

KAHSMIR (Jurnalislam.com) – Ratusan warga Kashmir turun ke jalan, melemparkan batu dan meneriakkan slogan-slogan kebebasan setelah tentara India menembak mati sedikitnya dua orang saat protes terhadap kasus dugaan pelecehan seksual oleh seorang tentara, Aljazeera melaporkan, Selasa (12/04/2016).

Kedua laki-laki yang tewas tersebut, Nayeem Ahmad dan Muhammad Iqbal, ditembak mati ketika protes meletus pada hari Selasa menyusul laporan penduduk lokal bahwa seorang tentara India melakukan serangan seksual kepada seorang wanita muda di kota Handwara di distrik Kupwara Kashmir yang masuk administrasi India.

"Protes ini dimulai dengan demonstrasi kecil, dan kemudian ratusan orang lain bergabung. Para pengunjuk rasa menuntut agar tentara [yang dituduh melakukan pelecehan secara seksual kepada seorang gadis] ditangkap dan diserahkan kepada mereka," Zulkarnain Banday, sepupu salah satu korban, Nayeem Ahmad, mengatakan.

"Ketika mereka menolak, tentara melepaskan tembakan dan menembakkan gas air mata ke arah demonstran. Saat itulah pengunjuk rasa mencoba untuk membakar bunker," kata Banday dari Handwara.

Ketika Al Jazeera berbicara dengan Banday, tembakan dan teriakan masih terdengar di latar belakang saat bentrokan antara demonstran dan polisi masih terus berlanjut.

Banday menggambarkan situasi di kota yang terletak sekitar 50km dari ibukota Srinagar tersebut sangat tegang.

Pejabat polisi menegaskan bahwa tentara membunuh dua pemuda, sementara laporan media lokal mengklaim bahwa seorang wanita muda juga ditembak mati hari Selasa malam, tetapi masih belum jelas siapa yang bertanggung jawab atas kematiannya.

Kolonel NN Joshi, petugas hubungan masyarakat untuk Departemen Pertahanan di Srinagar, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa tentara menyesalkan hilangnya nyawa dan bahwa masalah ini akan diselidiki.

"Siapa pun yang terbukti bersalah akan ditangani sesuai hukum […] semua ini adalah masalah penyidikan," katanya.

Inspektur Polisi Jenderal Syed Javaid Mujtaba Gillani juga menegaskan bahwa pihaknya akan menyelidiki laporan penyerangan seksual oleh aparat.

 

Deddy |Aljazeera | Jurnalislam

Kelompok Sayap Kanan Inggris Targetkan Masjid di London

INGGRIS (Jurnalislam.com) – Para pengunjuk rasa dari kelompok kanan-jauh "Britain First" menargetkan Masjid East London di Whitechapel London di Inggris, World Bulletin melaporkan, Selasa (12/04/2016).

Sekelompok pengunjuk rasa berkumpul di luar Masjid pada hari Sabtu sore (09/04/2016) dengan bendera Union dan spanduk besar yang bertuliskan, "Tidak ada lagi masjid" dan "Kami ingin negara kita kembali."

Protes tumpah ke Whitechapel Road dan bentrokan terjadi antara pengunjuk rasa dan Jamaah Masjid.

Polisi tidak campur tangan dalam protes, dan tidak ada penangkapan yang dilakukan, meskipun terjadi demonstrasi permusuhan dan Islamophobia. (Baca juga: Propaganda Kelompok Kanan UK Targetkan Muslim Eropa)

Organisasi sayap kanan dan fasis di Inggris tanpa terkecuali, meningkatkan kegiatan Islamofobia dan anti Islam -Uni Eropa setelah serangan teror di Paris dan Brussels dan mencoba untuk mengambil keuntungan dari kemungkinan mundurnya Inggris dari Eropa dalam referendum bulan Juni.

Victoria Brittain, seorang penulis dan mantan editor asing Guardian, berpikir bahwa tindakan tersebut "terutama adalah untuk mendorong kelompok yang ada agar mereka merasa terlihat".

"Saya pikir mereka benar-benar tidak berhasil dalam menyebarkan pesan negatif terhadap Muslim, karena kelompok ini sangat tidak menarik dan ekstrim, dan nilai-nilai dalam diri mereka tidak mampu banyak membawa orang baru," kata Brittain.

Namun, wakil direktur TellMAMA – sebuah LSM nirlaba yang mencatat semua kegiatan anti-Islam di Inggris Raya – berpikir lain.

"Walaupun jumlah mereka kecil, kelompok-kelompok seperti Britain First akan memfilmkan kegiatan mereka, tidak peduli berapa ukurannya, dan meng-upload konten untuk mengarahkan lalu lintas web dan kemungkinan peningkatan keanggotaan partai atau sumbangan," kata Iman Abou Atta.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Helikopter Mi-28 Rusia Jatuh di Suriah, Seluruh Awak Pesawat Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Dua pilot militer Rusia tewas ketika helikopter tempur mereka jatuh di dekat kota Homs di Suriah tengah, kementerian pertahanan mengatakan pada hari Selasa (12/04/2016),lansir World Bulletin.

"Dua anggota awak helikopter tewas," kata kementerian pertahanan dalam sebuah pernyataan.

Kecelakaan helikopter tempur Mi-28 terjadi pada dini hari Selasa, kata kementerian itu, menambahkan bahwa mayat telah ditemukan dan dibawa ke pangkalan udara Hmeimim Rusia.

"Menurut laporan dari lokasi kecelakaan, helikopter tidak ditembaki," kementerian pertahanan menambahkan, mengatakan para ahli sedang meneliti alasan kecelakaan.

Kecelakaan helikopter itu terjadi kurang dari sebulan setelah Vladimir Putin mengejutkan Barat dengan memerintahkan sebagian besar pasukan Rusia untuk mundur keluar dari Suriah setelah melakukan 9000 serangan bom selama lima setengah bulan di sana.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam