Operasi Omari Hari ke-4: Tujuh Instalasi Militer Afghanistan Dikuasai Taliban

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Sejumlah besar mujahidin Imarah Islam Afghanistan (Taliban) menyerang pasukan boneka di provinsi utara Kunduz dalam upaya merebut kontrol instalasi militer saat "Operation Omari" masuk hari keempat. Kantor berita Al-Emarah News pada hari Jumat (15/04/2016) mengatakan mujahidin menduduki 7 instalasi militer utama milik tentara, polisi dan Arbakis di distrik Khanabad dan pertempuran berjalan dengan baik dan instalasi berada di bawah pengepungan mujahidin saat ini.

Ia menambahkan beberapa daerah di Kecamatan Imam Sahib provinsi Kunduz sekarang di bawah kendali mujahidin dan pertempuran sedang berlangsung. Laporan tidak menjelaskan jumlah tepat musuh yang tewas dan cedera.

Di sisi lain, tiga ledakan bom kecil berturut-turut mengguncang kota Kunduz, ibukota provinsi Kunduz Jumat pagi. Pemboman terjadi di dekat kantor gubernur. Sangat mungkin bahwa ledakan telah menyebabkan musuh menderita korban fatal.

Bentrokan berat juga berlangsung di Farah. Laporan yang datang dari provinsi Farah barat mengatakan bahwa mujahidin memblokir jalan utama ke ibukota provinsi di daerah Kunsak distrik Bakwa sebelum melancarkan serangan atas 2 pos pemeriksaan musuh dan sebuah perusahaan logistik.

Musuh dengan helikopter berusaha membuka kembali jalan, melakukan serangan udara ke arah bangunan sipil karena gagal membuka jalan raya utama.

Sore hari APC dan kendaraan musuh tiba ke tempat kejadian dalam upaya yang sama, memicu bentrokan berat yang masih berlangsung saat ini.

Musuh menderita kerugian berat dalam bentrokan namun angka pastinya tidak diketahui.

Demikian pula Mujahidin memblokir jalan raya utama antara kabupaten Pusht Rod dan ibukota provinsi serta secara sporadis menargetkan gedung pemerintahan kabupaten dan pos pemeriksaan sekitarnya dengan mortir dan tembakan artileri.

Bala bantuan musuh yang mencoba untuk membuka kembali jalan raya mengalami korban mematikan setelah dipukul mundur dengan senjata berat dan ringan.oleh mujahidin.   

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

 

Taliban Hancurkan Helikopter Mi-8 Afghanistan dalam Serangan IED di Pangkalan Militer

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) –  Imarah Islam Afghanistan (Taliban) menghancurkan sebuah helikopter Angkatan Darat Nasional Afghanistan saat mendarat di pangkalan Angkatan Darat terpencil di provinsi Kunar akhir bulan lalu. Pemerintah Afghanistan sebelumnya mengklaim bahwa helikopter itu rusak dalam "pendaratan darurat," tetapi Taliban merekam serangan tersebut dengan video.

Seperti yang dilansir The Long War Journal, Jumat (15/04/2016) Video dramatis tersebut diproduksi oleh Al Emera Studio, media resmi Taliban, dan dirilis hari ini oleh juru bicara Taliban Zabihullah Muhajid.

Taliban mengatakan bahwa helikopter tersebut, yang merupakan sebuah Hip Mi-8, dihancurkan oleh IED, atau alat peledak improvisasi, karena mendarat di sebuah pos puncak bukit di distrik Nari di Kunar pada 24 Maret. Taliban mengatakan, 21 "komando" Tentara Afghanistan  tewas dalam serangan itu. Jumlah tentara Afghanistan yang tewas dalam ledakan itu belum dikonfirmasi.

Video ini direkam oleh para pejuang Taliban yang melakukan serangan itu. Saat helikopter mendarat di sebuah pos kecil, beberapa tentara yang berada di dekatnya menyaksikan helikopter tersebut mendarat. Dalam waktu 30 detik setelah mendarat, sebuah ledakan besar menggulingkan pesawat, dan benar-benar menghancurkannya. Hanya ada sedikit kesempatan bagi orang yang berada di dalam helikopter, untuk selamat dari ledakan itu. Nasib para prajurit yang sedang menonton pendaratan juga tidak diketahui. Ledakan itu mungkin disebabkan oleh bom yang ditempatkan di bawah pesawat, karena ledakan tampaknya berasal dari bawah helikopter.

IED, yang ditempatkan di pad pendaratan helikopter berada di dalam pangkalan. Hal ini menunjukkan sangat lemahnya keamanan di pos tersebut, atau Taliban menempatkan tentara di dalam yang menanam bom. Selain itu, tim Taliban yang merekam video dan kemungkinan meledakkan bom itu dekat dengan basis, menunjukkan bahwa pasukan Afghanistan tidak melakukan patroli perimeter.

Pemerintah Afghanistan membantah laporan awal bahwa helikopter itu dihancurkan oleh Taliban. Pada tanggal 29 Maret, Gubernur Kunar Wahidulllah Kalimzai mengatakan kepada Pajhwok Afghanistan News bahwa helikopter mendarat di pos karena "beberapa kesalahan teknis."

"Helikopter itu membawa logistik untuk pos-pos keamanan dan melakukan pendaratan darurat di pangkalan militer setelah mengembangkan beberapa kesalahan teknis," katanya, menurut Pajhwok. Ia juga mengklaim bahwa awak pesawat tidak terluka dalam "pendaratan darurat" tersebut.

Laporan tersebut biasanya sulit untuk dikonfirmasi karena insiden sering terjadi di daerah terpencil. Namun, baik AS maupun militer Afghanistan memiliki track record yang jelek ketika melaporkan sebuah peristiwa. Misalnya, pada 17 Desember 2013, sebuah helikopter Blackhawk AS jatuh di provinsi Zabul, menewaskan enam tentara AS. Taliban mengatakan menembak jatuh Blackhawk. Tapi militer AS membantah laporan Taliban dan mengatakan dalam siaran pers bahwa "pelaporan awal menunjukkan tidak ada aktivitas musuh di daerah tersebut pada saat kecelakaan terjadi."

Tiga minggu kemudian, militer AS mengatakan kepada keluarga para tentara yang tewas bahwa "serangan Taliban menyebabkan jatuhnya helikopter  dan hilangnya nyawa."

Penyebab pasti kehancuran Blackhawk belum diungkapkan, tapi saat helikopter Tentara Nasional Afghanistan diserang di Kunar, penyebabnya mungkin adalah IED yang ditanam oleh Taliban. Tiga pejabat militer AS mengatakan kepada CNN bahwa "Taliban telah dianggap bertanggung jawab. Baik dengan menembak helikopter atau bahwa pesawat yang terbang rendah memicu bom yang ditanam di tanah"

Di masa lalu, Taliban sering menembak jatuh sejumlah helikopter AS menggunakan RPG, atau granat berpeluncur roket. Serangan yang paling terkenal dan ramai diberitakan berlangsung pada bulan Agustus 2011 di Lembah Tangi di provinsi Wardak. RPG Taliban menghantam Chinook milik Angkatan Darat AS yang terlibat dalam serangan untuk menangkap seorang komandan senior Taliban. Serangan tersebut mengakibatkan tewasnya 38 tentara AS dan Afghanistan, termasuk 17 Navy SEAL dari Tim SEAL 6, unit yang pernah menyerang pendiri al Qaeda dan amir pertama, Syeikh Usamah bin Laden.

Mujahidin di Afghanistan juga telah melaporkan pengujian "ranjau anti-helikopter" yang dirancang untuk menjatuhkan helikopter serang Apache milik Angkatan Darat AS. Pada bulan Juli 2013, Islamic Jihad Union, cabang Al Qaeda dari Gerakan Islam Uzbekistan, menampilkan sebuah senjata seperti di video tentang operasinya di provinsi Paktika.

Lihat video disini: https://archive.org/details/76826a396e374b0d86374c1052769f5c 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

Tatar Kecam Pemimpin Rusia atas Penangguhan Majelis Krimea

LITHUANIA (Jurnalislam.com) – Pemimpin Tatar Mustafa Abduldzhemil Dzhemilev Kirimoglu mengecam penangguhan Rusia atas komisi eksekutif tertinggi Krimea, World Bulletin melaporkan, Kamis (14/04/2016).

Seorang jaksa yang didukung Rusia di Crimea menangguhkan Majelis Rakyat Tatar Krimea (the Crimean Tatar People) pada hari Rabu (13/04/2016) untuk "mencegah pelanggaran hukum federal".

Kirimoglu menyebut Kongres Dunia Krimea Tatar (World Crimean Tatar Congress) di ibukota Lithuania Vilnius pada hari Kamis, sebagai gerakan "deklarasi perang".

Kemudian, dalam sebuah wawancara dengan Anadolu Agency, Kirimoglu, yang merupakan mantan kepala Majelis dan anggota parlemen Ukraina, mengatakan "(Rusia) menganggap kami kelompok teroris ekstrimis … menangguhkan Majelis kami berarti menangguhkan semua orang Tatar".

Dia mengatakan media Rusia meluncurkan kampanye kotor terhadap para pemimpin dan lembaga Tatar.

Dia mengatakan bahwa pelanggaran hak asasi manusia meningkat di wilayah yang dicaplok Rusia, termasuk penggerebekan polisi di rumah-rumah penduduk sudah menjadi bagian dari kehidupan normal.

Kirimoglu menyerukan sanksi untuk mengakhiri penjajahan di Krimea. "Cara yang paling bijaksana adalah sanksi yang harus tetap berlaku sampai Rusia mundur," kata Kirimoglu.

Pada tanggal 15 Februari, jaksa yang didukung Rusia, Natalya Poklonskaya, mengajukan gugatan di Pengadilan Tinggi Krimea untuk menetapkan Majelis Tatar sebagai organisasi ekstrimis dan menuntut penutupan. Sidang pertama diadakan pada tanggal 3 Maret, dan sejak itu pemeriksaan kasus telah ditunda empat kali dengan berbagai alasan.

Poklonskaya menuntut penundaan aktivitas Majelis Tatar tetap diberlakukan sampai Mahkamah Agung Krimea mengumumkan keputusannya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Turki Tanju Bilgic menggambarkan tuntutan itu "bertentangan dengan keadilan dan hak asasi manusia.

"Kami menganggap gugatan tersebut sebagai bentuk baru penindasan dan tindakan penindasan yang dilakukan pihak berwenang di semenanjung terhadap Tatar Krimea, yang merupakan komponen utama dari Krimea."

Dia mengatakan Turki akan terus "mendukung – dalam semua keadaan – perlindungan hak-hak yang sah dan keberadaan Tatar Krimea di semenanjung".

Kirimoglu sebelumnya mengatakan bahwa pengadilan di wilayah yang dicaplok itu hanya mematuhi perintah dari Moskow. Dia mengatakan keputusan untuk menangguhkan aktivitas Majelis tersebut bahkan melanggar hukum Rusia.

"Jika Anda telah mengajukan gugatan, hasilnya harus ditunggu," katanya, menambahkan, "Keputusan ini menunjukkan kepada dunia, siapakah Rusia sebenarnya."

Mengenai pembatasan yang dituntut pada Majelis Tatar, jaksa mengatakan, "Majelis Tatar dilarang menggunakan semua media negara dan kota; tidak dapat mengadakan berbagai acara massal publik, dan tidak boleh menggunakan rekening bank atau melakukan segala jenis pekerjaan. Semua propagandanya akan dilarang."

Pada bulan Maret 2014, Putin menandatangani undang-undang kesepakatan, bahwa otonom Republik Krimea Ukraina bergabung dengan Federasi Rusia, menyusul referendum yang diadakan di semenanjung. Langkah ini ditentang keras oleh Ukraina, Uni Eropa dan AS yang menempatkan sanksi terhadap Moskow.

Mejlis Rakyat Tatar Krimea terdiri dari 33 anggota, termasuk ketua. Ia mengatakan bahwa Majelis bertujuan untuk menghilangkan "konsekuensi genosida, yang dilakukan oleh negara Soviet terhadap Tatar Krimea, mengembalikan hak-hak nasional dan politik rakyat Tatar Krimea dan melaksanakan haknya untuk bebas menentukan nasib sendiri di wilayah nasional".

Baca juga:

Pemimpin Muslim Tatar Krimea Adakan Pertemuan dengan PM Turki

Muslim Krimea Tatar Peringati Tahun ke 71 Kejahatan Berat Rezim Soviet

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

 

Oposisi Moderat Suriah Tawarkan Pembagian Kekuasaan dengan Rezim Bukan dengan Assad

SURIAH (Jurnalislam.com) – Kelompok oposisi utama moderat Suriah mengatakan bahwa mereka bersedia untuk berbagi keanggotaan badan transisi dengan anggota rezim Bashar al-Assad saat ini, tapi tidak berbagi kekuasaan dengan Assad sendiri, Aljazeera melaporka, Kamis (14/04.2016).

Mediator PBB Staffan de Mistura mengatakan transisi politik akan menjadi fokus utama pembicaraan damai di Jenewa, yang bertujuan untuk mengakhiri perang lima tahun Suriah.

"Ada banyak orang di sisi lain yang benar-benar dapat kita tangani," Salim al-Muslat, juru bicara Komite Negosiasi Tinggi (the High Negotiations Committee), kepada Reuters di Jenewa, Kamis.

"Kami tidak akan memiliki hak veto, selama mereka tidak mengirimkan penjahat, selama mereka tidak mengirimkan orang yang terlibat dalam pembunuhan rakyat Suriah."

Sebuah resolusi PBB yang mengatur pembicaraan mengatakan badan transisi akan memiliki kekuasaan eksekutif penuh, dan Muslat mengatakan dewan tersebut akan mengupayakan sebuah konferensi nasional yang pada gilirannya akan membentuk panitia konstitusi.

HNC bersedia untuk mengambil kurang dari setengah kursi di badan transisi, asalkan memuaskan Suriah dan membawa solusi politik, katanya.

"Bahkan jika kita hanya mengambil 25 persen, percayalah, 100 persennya adalah rakyat Suriah."

Jika sekutu Suriah, Rusia, bersedia untuk menekan rezim Suriah, dan jika delegasi rezim serius tentang negosiasi, maka kesepakatan bisa dilakukan saat pembicaraan, katanya.

HNC selalu bersikeras bahwa tidak ada tempat bagi Assad di badan transisi, tapi Muslat mengatakan ada ruang untuk negosiasi tentang cara menangani kepergian Assad.

"Untuk sebuah solusi, untuk benar-benar membantu Suriah mendapatkan bantuan, maka biarkan mereka mengajukan apa yang mereka inginkan untuk Assad dan kita akan membahasnya. Ada meja di gedung PBB ini dan kita bisa duduk membahas semua hal ini, kita siap untuk membahas hal ini."

Reporter Al Jazeera Reza Sayah, yang memantau pembicaraan di Jenewa, menggambarkan pernyataan tersebut "sangat diplomatik dan consilatory" yang menempatkan tekanan pada negosiator pemerintah Suriah pada malam kedatangan mereka yang dijadwalkan di Jenewa.

"Bola saat ini mungkin berada di istana negosiator pemerintah Suriah," kata wartawan kami.

Namun, sehari sebelumnya, wakil menteri luar negeri Suriah menolak permintaan oposisi moderat untuk badan transisi dengan kekuatan penuh, dan lebih mendukung persatuan pemerintah yang sudah ada.

"Ini tidak akan terjadi – tidak sekarang, tidak besok, tidak akan pernah," kata Faisal Mekdad kepada The Associated Press dalam menanggapi panggilan oposisi untuk keberangkatan Assad.

"Bashar Assad telah menjadi penjamin bagi keberadaan Suriah, dan untuk kesatuan wilayah dan orang-orang Suriah," ketusnya.

 

Deddy | Al Jazeera | Jurnalislam

Milisi Syiah Bunuh 13 Pasukan Pro Yaman Saat Gencatan Senjata masih Berlangsung

YAMAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 13 pejuang pro-pemerintah tewas dalam serangan milisi Houthi terhadap posisi mereka di dekat ibukota Yaman meskipun gencatan senjata yang ditengahi PBB diberlakukan pekan ini, sumber-sumber militer mengatakan Kamis (14/04/2016), lansir Al Arabiya News Channel, Kamis.

Milisi menyerang posisi pejuang loyalis yang didukung Teluk di Nihm, sebelah timur laut dari Sanaa, di mana bentrokan telah terjadi selama dua minggu meskipun pihak yang bertikai berjanji untuk mematuhi gencatan senjata yang mulai berlaku pada hari Ahad tengah malam.

Sejumlah milisi Syiah yang didukung Iran ini juga tewas dalam pertempuran yang meletus setelah serangan hari Rabu, kata sumber-sumber militer loyalis.

Gencatan senjata rapuh dimaksudkan untuk membuka jalan bagi perundingan perdamaian Senin depan di Kuwait.

Sumber-sumber militer mengatakan pada Rabu bahwa milisi telah membunuh seorang perwira loyalis senior dan melukai enam tentara di Nihm.

Dua pejuang pro-pemerintah dan Houthi juga tewas dalam bentrokan lainnya di timur Sanaa.

Di provinsi yang dikuasai loyalis di selatan Shabwa, pemberontak menembakkan mortir ke arah desa, menewaskan tiga anak berusia antara enam dan 10 tahun, menurut seorang pejabat provinsi.

Arab Saudi dan sekutu Arabnya adalah muslim Sunni yang mendukung pemerintah Yaman dalam konflik sementara Syiah Iran mendukung milisi Syiah Houthi, yang telah merebut ibukota Sana'a dan bagian lain Yaman.

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Hari Ke-3 Operasi Omari: 31 Pasukan Arbaki Bergabung ke Imarah Islam

BAGHLAN (Jurnalislam.com) – Sebanyak 31 pasukan bayaran (Arbaki) menyerah dan bergabung ke Imarah Islam Afghanistan (Taliban) di distrik Poli Khomri provinsi Baghlan Utara sebagai bagian dari  "Operasi Omari" hari ke-3, Al Emarah News melaporkan, Kamis (14/04/2016).

Laporan ini datang menyusul setelah dua hari pengepungan pangkalan militer utama musuh yang dipimpin oleh Rais Faiz kemudian ditangkap oleh Mujahidin kemarin.

Musuh meletakkan senjata mereka dan menyerah kepada Mujahidin, Kamis, di distrik Poli Khomri. Mereka juga menyerahkan kepada Mujahidin 25 pucuk senjata serbu Kalashnikov, 2 roket peluncur granat (RPG), 1 mortar meriam dan sejumlah besar amunisi.

Demikian juga, serangan Mujahidin terus mengintensifkan seluruh negeri. Banyak instalasi militer besar musuh telah dikuasai dan sejumlah besar pasukan musuh telah kehilangan nyawa mereka di tengah serangan musim semi yang baru tiga hari diluncurkan.

Mujahidin juga menewaskan 7 pasukan boneka dan meninggalkan lebih 10 yang terluka, pada tempat yang berbeda didistrik Poli Khomri provinsi Baghlan utara. Mujahidin menembak dan menghancurkan 2 kendaraan lapis baja dalam serangan itu.

Di Dand-e-Ghori daerah strategis musuh dengan 11 pos tempurnya telah jatuh ke tangan mujahidin pada hari yang sama.

 

Deddy | Alemarah | Jurnalislam

18 Orang Tewas dan 915 Terjebak akibat Hujan Lebat dan Banjir di Arab Saudi

RIYAADH (Jurnalislam.com) – Hujan dan banjir telah menewaskan 18 orang di Arab Saudi dan 915 orang lainnya harus diselamatkan dari dalam kendaraan mereka, Direktorat Jenderal Pertahanan Sipil Saudi, Kamis (14/04/2016).

Seperti yang dilansir Al Arabiya News Channel, banjir besar melanda jalan raya di Riyadh, Mekkah dan selatan pegunungan dari sebagian besar gurun kerajaan, kata direktorat itu dalam sebuah pernyataan.

Video yang diposting di media sosial menunjukkan mobil terendam air di kota barat daya Abha.

Hujan lebat telah mengguyur Arab Saudi selama beberapa hari dan kementerian pendidikan menutup sekolah di dan sekitar ibukota Riyadh sejak Rabu.

 

Deddy | Alarabiya | Jurnalislam

Rezim Assad Blokir Kiriman Bantuan Kemanusian Penting

SURIAH (Jurnalislam.com) – Pembatasan konvoi kemanusiaan yang diberlakukan oleh rezim Nushairiyah Assad menimbulkan rasa frustasi pada upaya pemberian bantuan untuk menyelamatkan jiwa orang-orang yang terkepung di negara yang dilanda perang tersebut, utusan PBB Staffan de Mistura mengatakan Kamis (14/04/2016), World Bulletin melaporkan.

Sebuah panel PBB 17-negara, telah bekerja sejak Februari untuk meningkatkan pengiriman bantuan bagi sekitar 450.000 warga Suriah yang terdampar di daerah terkepung, serta 4 juta orang lain di tempat-tempat yang digambarkan PBB sangat sulit dijangkau.

Setelah melaporkan kemajuan yang signifikan di dua minggu pertama bulan Maret, pejabat PBB dalam beberapa pekan terakhir menyuarakan keprihatinan mereka atas pemasangan rintangan yang diberlakukan oleh Damaskus.

"Semua orang di pertemuan itu kecewa," de Mistura mengatakan kepada wartawan setelah pertemuan mingguan gugus tugas kemanusiaan tersebut.

"Banyak (negara) yang benar-benar frustrasi oleh berkurangnya konvoi baru," tambahnya.

Dia menyebutkan bahwa Duma, Daraya dan Timur Harasta, semuanya dikepung oleh rezim Assad, sebagai daerah yang sangat membutuhkan pasokan.

De Mistura mengatakan ia mengangkat isu lesunya kerjasama kemanusiaan dengan rezim Bashar Assad yang berada di Damaskus awal pekan ini dalam pertemuan persiapan untuk pembicaraan damai, yang dilanjutkan di Jenewa, Rabu.

Ketika ditanya mengapa rezim terus memblokir konvoi bantuan, de Mistura mengatakan pertanyaan tersebut seharusnya diajukan kepada pemerintah Assad.

Sejak awal tahun ini, konvoi PBB, Palang Merah Internasional (International Red Cross- ICRC) dan Bulan Sabit Merah Suriah (Syrian Red Crescent) telah menyampaikan bantuan kepada 154.000 orang di wilayah terkepung dan kira-kira 246.000 orang di daerah yang sulit dijangkau.

Kepala gugus tugas kemanusiaan, Jan Egeland, mengatakan target mencapai lebih dari 1 juta orang sebelum akhir April tidak akan tercapai kecuali jika pemerintah lebih kooperatif.

De Mistura mengatakan ia membuat beberapa kemajuan di Damaskus dengan mengamankan izin sementara untuk distribusi obat-obatan, tetapi pemerintah secara khusus mengecualikan peralatan bedah, pil anti-kecemasan dan atropin, yang dapat digunakan untuk menjaga tubuh terhadap efek racun, termasuk gas sarin.

Pengiriman bantuan kemanusiaan lewat udara ke wilayah Deir Ezzor yang dikepung kelompok Islamic State (IS) dilanjutkan Kamis, de Mistura mengatakan, dan merupakan airdrop yang ketiga sejak World Food Programme dilakukan pengiriman pertama yang berhasil selama akhir pekan.

PBB sedang mencoba untuk mendapatkan pasokan bagi 200.000 orang di Deir Ezzor yang hidup di bawah kendali kelompok IS.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Keluarga Kecam Penyebar Kabar Hoax Ustadz Abu Bakar Ba’asyir Meninggal

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Keluarga membantah kabar meninggalnya Ustadz Abu Bakar Ba’asyir di dalam Lapas Pasir Putih Nusakambangan. Kabar itu beredar di dunia maya melalui sebuah gambar.

“Terkait tersebarnya gambar sesosok orang tua yang tampak tertunduk seperti org yg sdh meninggal dengan memegang Al Qur'an dan di lengkapi dengan keterangan bahwa sosok tersebut adalah gambar Ust. Abu bakar baasyir adalah tidak benar/hoax,” kata putra bungsu ustadz Abu, Abdurrachim Ba’asyir dalam klarifikasi tertulis yang diterima Jurnalislam, Kamis (14/4/2016).

Keluarga sangat menyesalkan tersebarnya isu tersebut dan mengecam siapapun pelakunya dengan apapun motif dan tujuannya.  Ustadz Iim juga mengungkapkan sekilas kondisi ustadz Abu yang berada dalam sel khusus.

“Kami memperkirakan isu itu sengaja disebarkan oleh pihak- pihak yang tidak bertanggungjawab guna menutupi kondisi yang sedang dialami beliau di dalam sel penjara yang terkunci 24 jam dan dilarang melaksanakan sholat berjamaah dan sholat Jum'at di masjid yang merupakan kebijakan yang dikukuhkan oleh menkopolhukam, Luhut Panjaitan,” terangnya.

Ustadz Iim, sapaannya, mengaku telah membesuk ustadz Abu pada hari Rabu 13 April 2016 dan kondisi beliau secara umum baik. Namun, ulama sepuh itu mengeluhkan adanya larangan ibadah dan larangan untuk bertemu dengan orang. 

“Beliau juga mengeluhkan soal kebijakan camera cctv online yang dipasang di kamar beliau sebagai pemantauan 24 jam oleh para petugas dari Jakarta.  Dimana cctv akan merekam seluruh aktifitas beliau di dalam kamar walaupun beliau sedang tidur sekalipun,” tutur ustadz Iim.

Kondisi yang dialami ustadz Abu saat ini dinilainya sebagai kebijakan pemerintah yang dzalim. Melihat usia ustadz Abu yang menginjak 80 tahun.

“Penahanan ini sangat dzalim dan melanggar hak-hak beliau,  dan sangat tidak layak bagi sosok tua renta berumur 80 tahun diperlakukan sedemikian rupa,” tegasnya.

Ustadz Iim berharap, para pejabat tergerak hatinya untuk membuat kebijakan yang layak dan mengutamakan hak-hak ulama pendiri Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki itu.

“Semoga Allah membalas siapapun yang telah berbuat zalim kepada beliau dan semua ummat islam yang di zalimi di negeri ini.  Amin ya robbal alamin,” imbuhnya.

Reporter: Riyanto | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Sempat Dihentikan, Pembangunan Masjid Nur Musafir Dilanjutkan Kembali

Kupang (Jurnalislam.com) – Pemerintah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) akhirnya mengeluarkan ijin untuk melanjutkan pembangunan Masjid Nur Musafir di Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang, setelah sebelumnya sempat terhenti karena adanya penolakan dari masyarakat.

“Saya minta masyarakat mendukung pembangunan kembali Masjid ini,” kata Wali Kota Kupang, Jonas Salean kepada wartawan, Senin (11/4/2016) sebagaimana dilansir nttterkini.

Pembangunan Masjid Nur Musafir terhenti selama empat tahun setelah adanya penolakan dari masyarakat setempat. Padahal Pembangunan Masjid itu baru hanya sebatas pada pondasi tetapi langsung dihentikan.

Jonas juga mengajak masyarakat untuk menjaga toleransi antar umat beragama yang sudah terjalin sekian lama di daerah ini.

“Persoalan yang lama dilupakan, mari sama- sama ciptakan suasana yang kondusif dan saling mendukung,” pintanya.

Sementara itu Ditjen Bimas Agama Islam, Machasin mengatakan NTT merupakan contoh yang baik untuk ditiru daerah-daerah lain di Indonesia sebagai daerah yang tingkat keharmonisan kerukunan antar agamanya sangat luar biasa.

“Kerukunan umat beragama di NTT perlu dijaga dan ditingkatkan lagi dalam kehidupan beragama,” katanya.

Sebelumnya mantan Wali Kota Kupang Daniel Adoe sempat menghentikan sementara pembangunan Masjid Nur-Musafir itu. “Saya hentikan sementara untuk menjaga situasi dan kondisi bagi umat muslim,” kata Daniel Adoe.

Penghentian itu dilakukan karena adanya penolakan dari warga Batuplat terkait pembangunan masjid tersebut. Warga menuding dokumen perizinan pembangunan masjid itu dimanipulasi.

Reporter: Sirath | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam