Turki: Sejak Januari 2016, 199 Tersangka IS Telah Ditangkap

MALATYA (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 199 tersangka IS (Islamic State) telah ditangkap dalam operasi Militer di Turki sejak awal tahun ini, sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada Anadolu Agency pada hari Senin (09/05/2016).

Menurut sumber, yang berbicara dengan syarat anonim karena pembatasan berbicara dengan media, sejumlah besar senjata dan amunisi serta dokumen milik organisasi juga telah disita selama operasi.

Dari 863 tersangka yang dibawa ke tahanan sejak 2016, 199 ditangkap, sumber menambahkan.
Sejauh ini, pasukan IS yang dilumpuhkan berjumlah 1.172, termasuk 807 di Suriah dan 365 di Irak utara.

Di perbatasan Suriah saja, 388 pasukan IS dan 82 milisi komunis PYD/PKK telah ditangkap tahun ini.

Militer Turki juga memukul 2.144 posisi IS antara 1 Mei dan 5 Mei tahun ini sesuai dengan aturan keterlibatan.

Turki juga telah menyerang posisi IS dalam menanggapi serangan roket IS ke wilayah mereka.

Kota dan provinsi Turki telah berulang kali terkena roket dari seberang perbatasan sejak pertengahan Januari tahun ini. Di provinsi Kilis saja, gubernur setempat mengatakan 20 orang tewas dan hampir 70 lainnya luka-luka akibat serangan roket IS dari Suriah.

Pada tanggal 2 Mei, pasukan Turki membalas dan memukul lokasi meriam dan amunisi IS di daerah Suran, Arshak, Ikdakh dan Ihtimalat di sisi perbatasan Suriah, menewaskan 64 milisi IS.

Pada 12 Januari, IS melakukan serangan bom di distrik Sultanahmet Istanbul yang menewaskan 12 turis Jerman dan melukai 13 lainnya.

Pada hari Sabtu, jet Turki mencapai empat posisi IS di Irak utara, menyusul insiden proyektil liar yang menewaskan seorang tentara Turki dan melukai beberapa orang lainnya di sebuah pangkalan militer Turki yang terletak di wilayah tersebut.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Iran Tes Berbagai Jenis Rudal Balistik Baru dengan Jangkauan 2.000 Km

TEHERAN (Jurnalislam.com) – Republik Syiah Iran telah melakukan uji tembak rudal balistik kelas baru dengan jangkauan 2.000 kilometer, sumber Iran melaporkan pada hari Senin (09/05/2016).

"Kami menguji-menembakkan rudal dua minggu yang lalu," kantor berita Iran mengatakan mengutip Brigadir Jenderal Ali Abdollahi, lansir World Bulletin, Senin.

Rudal jenis baru tersebut, ia menambahkan, "memiliki jangkauan 2.000 kilometer dan margin kesalahan delapan meter."

Abdollahi tidak memberikan informasi apapun ke mana rudal itu diuji atau tentang apa jenis bahan bakar yang diperlukan.

AS menganggap pengujian rudal balistik Iran sebagai pelanggaran Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231 (2015), yang menyerukan Iran menahan diri untuk terlibat dalam kegiatan yang terkait dengan rudal yang mampu membawa muatan nuklir.

Teheran mengatakan tes tersebut tidak melanggar resolusi.

Pada bulan Maret, Departemen Keuangan AS menjatuhkan sanksi keuangan pada dua kelompok yang mengklaim terlibat dalam program rudal balistik Iran.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Pentagon Klaim Komandan IS Provinsi Anbar Tewas dalam Serangan Udara

IRAK (Jurnalislam.com) – Sebuah serangan udara koalisi pimpinan AS membunuh seorang pemimpin IS terkemuka di provinsi Anbar, Irak barat, kata Pentagon, Senin (09/05/2016).

Juru bicara Pentagon Peter Cook mengatakan serangan 6 Mei di dekat kota Rutba – di gurun Anbar – menargetkan Abu Wahib, "amir militer" IS untuk provinsi barat yang luas, AFP melaporkan, Senin.

Wahib adalah "mantan anggota Al-Qaeda di Irak yang pernah muncul dalam video eksekusi IS," kata Cook.

"Kami melihat dia sebagai pemimpin yang signifikan dalam kepemimpinan IS secara keseluruhan, bukan hanya di Provinsi Anbar," tambahnya.

Mereka diserang ketika dalam perjalanan oleh serangan udara. Cook tidak memberikan rincian tambahan dan tidak menentukan apakah serangan dilakukan oleh pesawat perang atau pesawat tanpa awak.

Terbunuhnya Wahib adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan terhadap pemimpin IS senior Irak dan Suriah, oleh serangan udara yang dipimpin AS sejak Agustus 2014.

 

Deddy | AFP | Jurnalislam

 

Jet Tempur Nushairiyah Assad Membom Pemukiman Warga di Idlib, 3 Tewas dan 15 Terluka

IDLIB (Jurnalislam.com) – Tiga orang tewas akibat serangan udara yang dilakukan oleh rezim Nushairiyah Assad di dua kabupaten terpisah di provinsi Idlib di barat laut Suriah, sumber-sumber lokal melaporkan pada hari Senin (09/05/2016), lansir World Bulletin.

Menurut pejabat pertahanan sipil setempat, pesawat-pesawat tempur rezim Suriah menargetkan daerah perumahan di kota Maaret al-Numan dan kota Binnish di pedesaan Idlib, menewaskan sedikitnya tiga orang dan 15 lainnya terluka.

Firas Faham, seorang aktivis berbasis di daerah yang ditargetkan, mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa serangan udara pada hari Senin tersebut menyebabkan kerusakan yang cukup besar dan juga merusak museum lokal.

Pekan lalu, pesawat-pesawat tempur rezim Syiah Assad juga menyerang sebuah kamp pengungsi dekat kota Sarmada, Idlib, menewaskan sedikitnya 27 orang, termasuk wanita dan anak-anak.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

Kecam Pembantaian di Aleppo, Ansharusyariah Jakarta Demo Depan Kedubes Suriah

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Ratusan massa Jamaah Ansharusy Syariah Jakarta menggelar aksi solidaritas bertajuk #SaveAleppo di depan Kedubes Suriah, Karang Asem, Kuningan, Jakarta, siang ini, Senin (9/5/2016).

Ansharusyariah mengutuk pembantaian yang dilakukan rezim Bashar Assad terhadap umat Islam di Aleppo, Suriah yang mengakibatkan ratusan warga sipil terbunuh termasuk wanita dan anak-anak.

"Kami menyerukan agar Assad dan sekutunya menghentikan aksi militernya kepada rakyat Suriah," tegas korlap aksi, Muntaha.

Ansharusyariah juga mendesak rezim Assad untuk mundur dari kekuasaannya dan menyerahkan kekuasaan kepada umat Islam. Muntaha menilai, kekuasaan Assad hanya merugikan rakyat Suriah.

"Assad harus menghentikan segala propaganda perang terhadap kelompok yang mereka stigma sebagai teroris. Namun, kenyataannya target serangan adalah wanita dan anak-anak," ungkap Muntaha.

Selain itu, Muntaha mengajak seluruh elemen umat Islam di Indonesia untuk terus berperan aktif dalam menyuarakan kondisi umat Islam di Suriah yang sedang dibantai oleh koalisi Syiah dan Komunis.

"Mengingatkan kepada umat Islam Indonesia akan bahaya koalisi komunis dan Syiah yang berbahaya bagi ahlus sunnah baik di luar atau di Nusantara," tegas Muntaha.

Dalam aksinya, massa Ansharusyariah membawa sejumlah spanduk dan poster bertuliskan solidaritas kepada umat Islam Suriah dan kecaman terhadap rezim Assad. Di antaranya tertulis " Darahmu Darah Kami, Lukamu Luka Kami, Nyawamu Nyawa Kami," #SaveAleppo, #AleppoIsBurning, Bashar Assad The Real Terrorist, Hassan Rouhani The Real Terrorist,  Putin The Real Terrorist.

Sebelumnya massa Ansharusyariah melakukan long march di Segitiga Kuningan dan sempat berdemonstrasi di depan Kedubes Republik Rakyat China (RRC), salah satu sekutu Bashar Assad.

Sampai berita ini diturunkan, aksi #SaveAleppo masih berlangsung di depan Kedubes Suriah. Massa aksi dari sejumlah elemen Mahasiwa juga terus berdatangan.

Reporter: Irfan | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

KH Aceng Zakaria: “Jangan Kamu Cenderung Kepada Orang Kafir Nanti Akan Disentuh Oleh Api Neraka

SERANG (Jurnalislam.com) – Ketua Umum PP Persis KH. Aceng Zakaria angkat bicara terkait slogan ‘pemimpin kafir yang jujur lebih baik daripada pemimpin muslim yang dzalim’. Ia menilai, umat Islam harus berpihak kepada Islam karena Islam mempunyai akidah al walla (loyalitas) dan al barro (berlepas diri).

Baca juga: ‘Pemimpin Kafir Tapi Jujur Lebih Baik dari Muslim Tapi Dzalim’ adalah Slogan Syiah

“Tentunya Islam itu punya akidah mulia yakni wala’ dan baro’ untuk menentukan keberpihakan seorang muslim, kemana musti berpihak. Pasti setiap muslim ada keberpihakan, berpihak kepada muslim atau kafir,” ungkapnya saat ditemui Jurnalislam di Masjid Al Manar Kebaharan, Serang, Sabtu (7/5/2016).

“Masa seorang muslim memberikan kesempatan dan peluang kepada orang kafir yang jelas-jelas memusuhi Islam dan merugikan Islam,” sambungnya.

Menanggapi kampanye pimpinan partai Perindo, Hary Tanoe di sejumlah pondok pesantren, Kiayi Aceng terenyuh, menurutnya tidak pantas pondok pesantren dimanfaatkan untuk hal seperti itu.

“Saya sangat prihatin kok bisa pesantren bisa diperdayakan seperti itu,” kata ulama asal Garut itu.

Kiayi Aceng menegaskan, seorang muslim apalagi ulama harus memiliki tegas dalam bersikap, terlebih masalah kepemimpinan.

“Harus jelas sikap seorang muslim itu seperti apa, apalagi seorang ulama, ini ulamanya sendiri yang merekomendasikan, saya prihatin melihatnya,” tuturnya.

Ia mengutip salah ayat dalam Al Qur’an, “Jangan kamu cenderung kepada orang kafir nanti akan disentuh oleh api neraka,” serta mengutip ungkapan pepatah arab “Jika kau melihat gigi singa terbuka, itu bukan mengajak senyum suatu saat akan menerkam,” pungkasnya.

Reporter : Muhammad Fajar  | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Formassalam Malang Gelar Aksi Peduli Aleppo di CFD

MALANG (Jurnalislam.com) – Forum Mahasiswa Islam (FORMASALAM) Malang menggelar aksi solidaritas dengan tema “#SaveSyiria dan #SaveAllepo” di Car Free Day Jalan Ijen Kota Malang, Minggu (8/5/2016) pagi. Kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian sesama muslim terkait peristiwa pembantaian Kaum Muslimin di Allepo oleh rezim Bashar Asaad.

“Meskipun tempatnya jauh itu bukanlah alasan, karena sesama muslim adalah saudara bagaikan satu tubuh. Jika mereka terluka maka kita juga terluka, jika mereka menangis kita juga ikut menangis,” kata Sekretaris FORMASALAM Malang, Masyhadi.

Selanjutnya, Masyhadi menjelaskan, masyarakat kebanyakan mengetahui peristiwa pembantaian di Allepo tidak melalui pemberitaan media mainstream akan tetapi dari media sosial.

“Sebagian banyak masyarakat umum masih belum tahu tentang kejadian di Allepo, namun sebagian orang juga telah ada yang tahu dari media sosial,” lanjut Mahasiswa Universitas Negeri Malang itu.

Aksi solidaritas ini merupakan gabungan kerjasama antara FORMASALAM dan tim Medis Dan Kemanusiaan (Me-DAN) sebagai pihak yang akan menyalurkan langsung donasi yang dikumpulkan dari aksi solidaritas tersebut. Selain penggalangan dana, FORMASALAM juga membagikan selembaran atau buletin terkait kondisi sebenarnya yang terjadi di Allepo.

Kontributor: Fahmi Faisal Malik | Editor: Ally Muhammad Abduh | Jurnalislam

Pesan Audio Terbaru Syeikh Ayman al Zawahiri “Maju Menuju Syam”

opini-pesan-audio-syeikh-ayman-al-zawahiri-go-forth-to-the-levant-120-lJURNALISLAM.COM – Al Qaeda telah merilis pesan audio baru dari Syeikh Ayman al Zawahiri berjudul, “Go Forth to The Levant (Maju Menuju Syam).” Rilisan audio berdurasi pendek hanya lebih dari sepuluh menit. Pesan audio baru tersebut disebarkan melalui media sosial kemarin, Ahad (08/05/2016).

Amir Al Qaeda sekali lagi menegaskan upayanya untuk membangun sebuah Imarah Islam di Suriah. Dan beliau melontarkan pujian pada Jabhah Nusrah, yang secara terbuka menyatakan setia kepadanya.

Syeikh Zawahiri memulai dengan mengatakan bahwa “Syam hari ini adalah harapan umat Muslim [kaum muslim di seluruh dunia],” karena merupakan satu-satunya “revolusi rakyat” sejak “Arab Spring yang mengikuti jalan yang benar,” yang membutuhkan dakwa (proselitisasi) dan jihad untuk mendirikan “khilafah dengan petunjuk kenabian.”

Sepanjang pembicaraannya, Syeikh Zawahiri memperlihatkan perbedaan Imarah Islam yang mereka harapkan akan tegak di Suriah dengan Imarah yang ditegakan oleh “Khawarij,”. Al Qaeda dan faksi-faksi jihadis lainnya menolak proyek Baghdadi, dengan alasan bahwa itu bukan khalifah yang sesuai petunjuk kenabian.

Amir Al Qaeda mengatakan bahwa merupakan “kewajiban” semua Muslim hari ini untuk “membela jihad di Syam melawan” berbagai “konspirasi” yang dipimpin oleh Amerika, Inggris dan Arab Saudi. Kelompok lain berusaha “mendirikan sebuah rezim” berdasarkan Islam, tetapi hanya Islam versi “palsu” karena menyetujui “sekularisme” dan “nasionalisme,” Syeikh Ayman Zawahiri memperingatkan.

Dan pesan terbaru Zawahiri menunjukkan, sekali lagi, bahwa tujuan utama Al Qaeda di Suriah adalah untuk melancarkan perang gerilya sampai rezim Syiah Nushairiyah Bashar al Assad digulingkan. Setelah itu al Qaeda dan cabang-cabang serta afiliasinya dapat membangun imarah Islam di atas jasad Assad.

Syeikh Zawahiri mengatakan bahwa “tugas kita hari ini” adalah berjuang untuk “kesatuan mujahidin” hingga Syam “dibebaskan” dari rezim “Nusayri” dan mitra Syiah mereka lainnya (Syiah Hizbullah Iran dan Libanon), serta “Tentara Salib” Western dan Rusia. Tujuannya adalah untuk membangun sebuah “entitas” Islam yang dipandu dengan benar.

Pemimpin al Qaeda mendesak para mujahidin untuk bersatu di Suriah, mengatakan bahwa itu adalah masalah “hidup dan mati” bagi mereka.

Mengacu pada laporan bahwa Jabhah Nusrah akan mematahkan bay’ah (kesetiaan) nya dengan Al-Qaeda, Zawahiri bertanya secara retoris apakah ini akan memuaskan para musuh-musuh.

Syeikh Ayman Zawahiri membantah laporan tersebut dan menjelaskan lebih lanjut jika pembatalan bay’ah tersebut terjadi, akan menyebabkan Jabhah Nusrah dipaksa untuk tunduk dengan perjanjian memalukan sebagai bagian dari sikap menyerah kepada pemerintah korup di wilayah tersebut.

Syeikh Zawahiri memperingatkan bahwa ini adalah jalan busuk demokrasi, yang merupakan awal kejatuhan faksi-faksi Islam lainnya, seperti Front Keselamatan Islam di Aljazair dan Ikhwanul Muslimin di Mesir, dan menyebabkan anggota mereka dijebloskan ke penjara.

Syeikh Zawahiri mengatakan dirinya dan al Qaeda menghargai hubungan mereka dengan Jabhah Nusrah yang berharga dan ia memohon kepada Allah untuk meningkatkan ketabahan dalam menghadapi makar musuh-musuhnya.

Beliau kemudian sampai ke inti permasalahan, mengulangi apa yang telah dia dan pasukannya buat di masa lalu: Al Qaeda sedang berjuang untuk menegakkan sebuah imarah Islam berdasarkan versi syariah. Hanya dengan itu misi al Qaeda tercapai.

“Kami telah berulang kali mengatakan kepada rakyat Syam dan terutama kepada mujahidin pemberani dan diberkati, yaitu jika mereka membangun pemerintahan Muslim dan memilih seorang imam, maka apa yang mereka pilih adalah apa yang kita pilih,” Syeikh Zawahiri mengatakan, menurut terjemahan yang diperoleh oleh The Long War Journal. Dia berpendapat bahwa pasukan al Qaeda bukanlah “pejuang kekuasaan” yang ingin menguasai orang lain, tetapi “pejuang hukum syariah” yang ingin “memerintah Muslim” di bawah Dien Islam.

Syeikh Zawahiri menyerukan kepada mujahidin untuk bersatu di Syam, sehingga mereka dapat “membangun pemerintahan mujahid Islam yang mendapat petunjuk.” Keadaan seperti itu pada akhirnya akan mengarah ke “kembalinya kekhalifahan” menurut “manhaj kenabian.”

Organisasi “afiliasi” tidak akan “menjadi hambatan” untuk mencapai tujuan ini, Syeikh Zawahiri menegaskan, karena al Qaeda merupakan bagian dari “umat” dan “bukan bagian dari penguasa.” Dia mengambil contoh lain di Negara Islam, mengatakan al Qaeda tidak memerlukan bay’ah kepada “orang tak dikenal” atau “Khalifah dadakan,” yang berarti Baghdadi.

“Kami di al Qaeda tidak menerima janji kesetiaan kecuali yang diberikan dengan senang hati (kerelaan), dan juga tidak memaksa pada siapa pun,” kata Zawahiri, menurut terjemahan yang diperoleh oleh The Long War Journal. Dia menunjukkan perbedaan langsung ke “neo-Khawarij” di Islamic State, yang mengancam untuk membunuh orang jika mereka tidak menyatakan janji setia mereka.

Penjelasan Syeikh Zawahiri mengenai tujuan al Qaeda dan hubungannya dengan Jabhah Nusrah sepenuhnya konsisten dengan yang dikatakan para pemimpin al Qaeda di masa lalu.

Dalam sebuah wawancara televisi pada bulan Desember, misalnya, amir Jabhah Nusrah Syeikh Abu Muhammad al Jaulani menjelaskan bahwa kelompoknya akan berhenti menjadi al Qaeda hanya ketika mereka meraih kemenangan mutlak. Jika para jihadis menang dan membentuk pemerintahan Islam yang diharapkan, maka tidak akan ada kebutuhan akan adanya al Qaeda. Syeikh Jaulani mengutip perkataan Zawahiri dalam penjelasannya.

“Jika Syam dibebaskan, dan jika umat Islam bersatu dalam pemerintahan Islam yang dipandu, negara Muslim yang dipandu yang memberlakukan syariah Allah Swt, saya akan menjadi prajurit pertama pemerintahan seperti itu, dan saya akan tunduk di bawah yurisdiksinya, “kata Syeikh Zawahiri sebelumnya, menurut Syeikh Jaulani.

“Bahkan Dr Ayman al Zawahiri akan menjadi prajurit yang melayani di bawah komando pemerintah seperti itu yang memaksa semua petunjuknya berasal dari Islam,” kata Syeikh Jaulani. Dan jihadis Jabhah Nusrah ini akan menjadi prajurit pertama yang bekerja di bawah komando pemerintahan seperti itu juga.

Beberapa pendapat yang mengklaim bahwa kata-kata Syeikh Zawahiri menyiratkan perpecahan antara Jabhah Nusrah dan kepemimpinan senior al Qaeda. Tapi pesan terbarunya, dan penjelasan Syeikh Jaulani diatas ternyata tidak mendukung interpretasi seperti itu.

Buka link audio disini: https://m.youtube.com/watch?v=dHJ_PvUAgMk

 

Deddy | TLWJ | Jurnalislam

2 Tentara NATO Tewas dalam Serangan Insider di Kandahar

KANDAHAR (Jurnalislam.com) – Sedikitnya dua tentara NATO Rumania tewas dan seorang lainnya terluka hari Ahad (08/05/2016) dalam sebuah serangan insider atau "green-on-blue attack", di mana tentara Afghanistan mengaktifkan senjata mereka ke arah pasukan koalisi. Pasukan Rumania disergap di sebuah pangkalan di Kandahar tempat mereka melatih pasukan Afghanistan. Serangan itu adalah yang pertama dari jenisnya yang tercatat di Afghanistan dalam lebih dari satu tahun, lansir The Long War Journal, Ahad.

Resolute Support, misi NATO di Afghanistan, menegaskan bahwa dua tentara tewas hari ini "ketika dua orang yang mengenakan seragam Pasukan Pertahanan dan Pasukan Nasional Afghanistan (Afghan National Defense and Security Forces-ANDSF) melepaskan tembakan ke arah bangunan ANDSF di Afghanistan Selatan," menurut siaran pers.

Pasukan koalisi "balas menembak dan menewaskan penembak," kata Resolute Support. Misi NATO tersebut tidak mengungkapkan jumlah penyerang yang tewas, afiliasi atau motivasi mereka, lokasi "insiden," atau negara asal tentara yang dibunuh.

"Kami terus melatih, memberikan saran dan membantu ANDSF, dan tidak menganggap kejadian ini mewakili hubungan positif diantara pasukan kami," Resolute Support menyatakan.

Kementerian Luar Negeri Rumania menegaskan dua tentara mereka tewas dan seorang lainnya terluka "menyusul insiden yang terjadi hari ini di dekat kota Kandahar, ketika menjalankan misi untuk melatih pasukan Afghanistan."

Sementara juru bicara Imarah Islam Afghanistan (Taliban) telah mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang menewaskan empat tentara NATO, menurut juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid, Anadolu Agency melansir pernyatan tersebut,Ahad.

Rumania menyediakan 588 dari 12.486 tentara yang beroperasi di bawah Resolute Support, sesuai perintah NATO.

Serangan insider hari ini adalah yang pertama yang tercatat di Afghanistan oleh The Long War Journal dalam lebih dari satu tahun. Serangan terakhir adalah pada tanggal 8 April 2015, ketika seorang tentara Afghanistan menewaskan seorang tentara AS dan melukai dua lainnya dalam serangan di kompleks gubernur di Jalalabad, Nangarhar. Penyerang tewas setelah tentara AS membalas tembakan.

The Long War Journal mencatat 92 serangan insider di Afghanistan sejak 1 Januari 2008; 150 tentara dan personil Koalisi NATO telah tewas dan 187 lainnya terluka dalam serangan tersebut.

 

Deddy | TLWJ | AA | Jurnalislam

Serangan Udara Turki Gempur Bunker dan Gudang Senjata PKK di Irak

ANKARA (Jurnalislam.com) – Pesawat-pesawat tempur Turki menghancurkan bunker, meriam, dan gudang amunisi milik teroris komunis PKK di Irak utara Ahad (08/05/2016) pagi.

Seperti yang dilansir World Bulletin, Ahad, dengan kondisi anonimitas karena pembatasan berbicara dengan media, sumber militer mengatakan bahwa pesawat tempur Turki melakukan serangan udara terhadap posisi PKK antara pukul 02:00 dan 04:30 waktu setempat, Ahad, di wilayah Irak utara Qandil, Medina, Zap, dan Gara.

Jet tempur Turki F-16 dan F-4 2020 kembali ke pangkalan setelah membom posisi PKK di wilayah tersebut dan menghancurkan bunker dan gudang senjata.

PKK – terdaftar sebagai organisasi teroris oleh internasional – dilanjutkan kembali perlawanan bersenjata 30 tahun terhadap negara Turki sejak bulan Juli 2015.

Sejak itu, lebih dari 430 anggota pasukan keamanan, termasuk tentara, polisi, dan penjaga desa, terbunuh, dan lebih dari 3.800 pasukan PKK juga tewas dalam operasi di seluruh Turki dan Irak utara.

 

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam