Ansharusyariah: Perda Miras Murni Aspirasi Rakyat, Pemerintah Tak Berhak Melarang

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Juru bicara Jamaah Ansharusy Syariah, Abdul Rachim Ba’asyir mengecam keras rencana pencabutan perda larangan miras oleh Mendagri, Tjahjo Kumolo. Jika disahkan, Ustadz Iim menilai pemerintah tidak mempunyai i’tikad baik dalam membentengi rakyatnya dari kerusakan yang ditimbulkan dari miras.

“Jika pemerintah mencabut perda-perda anti miras yang selama ini telah berhasil membendung peredaran miras di kalangan masyarakat,  maka ini menunjukkan bahwa pemerintah memang tak punya iktikad baik untuk membentengi rakyatnya dari bahaya miras dan kerusakan yang akan di timbulkannya,” terangnya kepada Jurnalislam, Selasa (24/5/2016).

Menurutnya, pemerintah tidak berhak mencabut perda-perda miras yang saat ini sudah berjalan di sejumlah daerah. Sebab, perda-perda tersebut murni lahir dari aspirasi rakyat.

“Bangsa ini tak akan maju jika masyarakatnya mabok dan penenggak miras.  Perda-perda anti miras selama ini muncul murni oleh aspirasi rakyat,  maka tidak selayaknya pemerintah sekarang mencabutnya,” terang putra bungsu ustadz Abu Bakar Ba’asyir itu.

Oleh sebab itu pihaknya menolak keras rencana Mendagri tersebut.

“Maka kita menolak rencana itu dan mengecam sikap pemerintah yang dapat merusak tatanan kehidupan bermasyarakat,” pungkasnya.

Reporter: Abi Athifa | Editor: Ally Muhammad Abduh

Hermes, Drone Israel untuk Hadapi Pasukan Bawah Tanah Hamas

GAZA (Jurnalislam.com) – Phobia terhadap perlawanan terowongan Gaza telah menguasai para pembuat keputusan di entitas Zionis dan mereka masih terus berusaha dengan berbagai cara untuk menghancurkan terowongan-terowongan tersebut dan para pembuatnya.

Mereka menghabiskan jutaan dolar untuk memeranginya. Sarana terakhir yang mereka gunakan adalah pesawat tanpa awak bernama “Hermes”, yang mereka klaim disiapkan untuk menunggu para pejuang perlawanan keluar dari terowongan, Infopalestina melaporkan Selasa (24/05/2016).

Kantor berita intelijen Zionis Walla menulis sebuah judul, “Peluru di mata mereka,drone menunggu pejuang-pejuang Hamas sampai mereka keluar dari terowongan.”

Hermes 450

Dalam pertemuan yang dilakukan kantor berita intelijen Zionis Walla dengan para komandan di pangkalan pesawat Hermes 450, salah seorang komandan mengatakan, “Ketika perusak keluar di waktu maghrib dari terowongan maka kami akan memantau situasi secara sempurna dan mengawasinya, kami pergi dan naik tangga logam dengan hati-hari dan masuk truk. Kami hidupkan drone (pesawat tanpa awak), sementara telepon genggam tetap berada di luar mobil karea takut terdengar atau terbocorkan informasi rahasia.”

Dia melanjutkan, “Kami tutup pintu dengan kontrol dan AC dihidupkan karena udara biar tetap dalam suasana terjaga dan tiga operator mengendalikan pemantauan pesawat-pesawat melalui layar dengan sangat akurat di sejumlah sisi di depan mereka dan mereka melihat gambar-gambar video hitam putih.”

Dia menambahkan, “Pesawat tanpa awak ini bernama ‘Hermes 450’, yang didesain untuk memantau dan mendokumentasikan keterangan dari Gaza. Apa yang terjadi melalui kamera-kamera canggih; melihat rumah-rumah sangat padat dan pemandangan di kamp-kamp pengungsi. Sementara itu para operator melakukan diskusi profesional yang diperoleh dari pesawat-pesawat tersebut dengan jelas melalui layar.”

Sang komandan menjelaskan penayangan target pesawat, dia mengatakan, “Langkah pertama adalah menentukan wilayah strukturan yang dicurigai oleh intelijen di mana terjadi aktivitas jihadis. Setiap target merupakan rangkaian dari 112 angka di kertas putih dan daftar panjang. Dilakukan pelatihan pasukan untuk menentukan target dan mereka yang dicurigai untuk dihabisi, serta mengungkap informasi intelijen yang memastikan para perusak dan kerja mereka tepatnya di dalam terowongan.” (baca juga: Hadapi Kekuatan Roket Hamas, Militer Israel Uji Sistem Pertahanan Rudal Iron Dome Laut)

Deddy | Infopalestina | Jurnalislam

Mesir Tolak Laporan bahwa Ledakan Sebabkan Kecelakaan Pesawat

KAIRO (Jurnalislam.com) – Hisham Abdel-Hamid, kepala otoritas forensik Mesir, membantah laporan media menunjukkan bahwa kecelakaan pesawat EgyptAir MS804 pekan lalu mungkin telah disebabkan oleh ledakan, lansir Anadolu Agency, Selasa (24/05/2016).

"Segala sesuatu yang telah diterbitkan dalam hal ini tidak memiliki dasar fakta, mereka adalah asumsi belaka," kata Abdel-Hamid dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan Selasa.

Sebelumnya pada hari yang sama, beberapa media Barat mengutip pejabat forensik Mesir memperkirakan bahwa pesawat mungkin jatuh akibat ledakan didasarkan pada kenyataan bahwa beberapa mayat yang telah dievakuasi ditemukan tidak utuh.

Kamis lalu, penerbangan EgyptAir MS804 – yang terbang dari Paris ke Kairo dengan 66 orang di dalamnya – menghilang tak lama setelah memasuki wilayah udara Mesir.

Pada Jumat pagi, televisi negara Mesir mengumumkan bahwa tentara telah menemukan puing-puing pesawat di Mediterania timur.

Menurut maskapai, 30 penumpang asal Mesir dan 15 penumpang asal Perancis – bersama dengan dua warga Irak, satu warga Inggris, satu Belgia, satu Portugis, satu Aljazair, satu Chad, satu Kanada, satu Sudan, satu Kuwait dan satu Saudi nasional – berada di dalam sakit pesawat yang naas tersebut.

Pihak berwenang Prancis dan Mesir telah meluncurkan penyelidikan untuk menentukan penyebab kecelakaan, yang masih belum diketahui sampai sekarang.

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Saudi Bantah Tuduhan Teheran, Halangi Jemaah Haji Iran

ANKARA (Jurnalislam.com) – Kedutaan Arab Saudi di Ankara membantah klaim terbaru bahwa pihak berwenang Saudi telah mencegah warga negara Iran ambil bagian dalam ibadah haji tahun ini ke kota-kota Mekah dan Madinah.

"Arab Saudi tidak mempertimbangkan masalah ini – seperti memudahkan prosedur bagi mereka yang ingin melakukan ziarah dan ibadah di Tanah Suci dan menyediakan kenyamanan dan keamanan mereka – sebagai politik," kedutaan menyatakan dalam sebuah pernyataan Senin (23/05/2016), lansir Anadolu Agency.

Sebaliknya, kedutaan menambahkan, bahwa Arab Saudi "menganggap ini sebagai kewajiban agama yang berasal dari agama Islam, karena tempat-tempat suci – termasuk Makkah dan Madinah – berada dalam wilayahnya".

kedutaan melanjutkan untuk dicatat bahwa para pejabat pemerintah Saudi baru-baru ini bertemu dengan delegasi dari Otoritas Iran untuk Urusan Haji, tetapi Otoritas Iran tersebut menolak untuk menandatangani nota kesepahaman tentang prosedur untuk haji tahun ini.

Saudi Arabia, tambahnya, menyatakan "tidak ada permusuhan" terhadap negara tertentu dan akan melaksanakan tanggung jawabnya untuk menyediakan keamanan dan kenyamanan bagi jamaah Haji.

kedutaan melanjutkan untuk menekankan, bagaimanapun, tidak akan mengizinkan siapa pun untuk membahayakan keamanan dan stabilitas Arab Saudi.

Tahun ini ibadah haji akan berlangsung pada bulan September.

Arab Saudi memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran pada Januari setelah misi diplomatiknya di Teheran dan Mashhad diserang oleh pengunjuk rasa Iran setelah eksekusi Nimr Baqir al-Nimr – seorang tokoh Sekte Syiah terkemuka – oleh pemerintah Saudi.

Baca juga:

Iran Larang Warganya Pergi Haji Tahun Ini

Menteri Luar Negeri Arab Saudi: Iran Jangan Bermain Politik!

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurnalislam

Pasukan Irak Rebut 12 Distrik di Fallujah dari IS

BAGHDAD (Jurnalislam.com) – Pasukan Irak telah menguasai 12 kabupaten Fallujah hanya beberapa jam setelah peluncuran operasi militer yang bertujuan untuk merebut kota dari kelompok IS (Islamic State) menurut sumber keamanan setempat, lansir World Bulletin, Senin (23/05/2016).

Fallujah dianggap kubu utama IS di provinsi Anbar, Irak barat.

Petugas polisi federal Raed Jawdat mengatakan dalam sebuah pernyataan hari Senin bahwa pasukan gabungan – termasuk pasukan tentara, unit pasukan khusus, milisi pro-Irak dan pejuang suku – antara lain telah berhasil merebut kabupaten Subaihat, Al-Shihabi, Al-Lifiyya, Al-Karma, Al-Boaudh, Jamilah, Al-Bouhadid, Al-Nasser dan Al-Sajr.

Jawdat menambahkan bahwa sekitar 40 pasukan IS sejauh ini tewas dalam operasi untuk merebut kembali Fallujah yang sedang berlangsung, yang menggunakan senjata menengah dan berat.

Pada Ahad malam, Perdana Menteri Haidar al-Abadi mengumumkan peluncuran operasi militer.

Terletak di sepanjang Sungai Efrat sekitar 50 kilometer sebelah barat ibukota Baghdad, Fallujah – yang jatuh ke tangan IS pada awal 2014 – saat ini adalah rumah bagi sekitar 90.000 orang.

Deddy | World Bulletin | Jurnalislam

 

Serangan Bom Simultan Hantam Wilayah Rezim Assad, 148 Orang Tewas

SURIAH (Jurnalislam.com) – Sedikitnya 148 orang tewas dalam beberapa serangan yang diklaim oleh kelompok IS (Islamic State) di kawasan yang dikendalikan oleh rezim Suriah, kata sebuah kelompok pemantau, lansir Aljazeera, Senin (23/05/2016).

Televisi rezim Suriah juga melaporkan serangan tersebut, melaporkan korban tewas 78.

Bom mobil simultan dan pelaku bom menghantam stasiun bus, rumah sakit dan tempat lain di kota-kota pesisir Tartus dan Jableh pada hari Senin, tampaknya dilakukan untuk merusak pertahanan rezim, menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris.

Serangan-serangan jenis itu merupakan yang pertama di Tartous, ibukota provinsi Tartous yang merupakan lokasi fasilitas angkatan laut Rusia, serta Jableh di provinsi Latakia, dekat pangkalan udara yang dioperasikan Rusia.

Rekaman yang disiarkan oleh saluran berita Ikhbariya yang dikelola negara mengenai adegan ledakan di Jableh menunjukkan beberapa mobil dan minivan yang terbalik dan terbakar.

Observatory mengatakan 148 orang tewas dalam serangkaian serangan. Dikatakan ada tujuh ledakan yang mengoyak kedua lokasi secara bersamaan: Empat di Jableh, termasuk tiga bom sabuk dan satu bom mobil, dan empat di Tartus, dua pembom sabuk dan satu bom mobil.

 

Deddy | Aljazeera | Jurnalislam

Sambut Ramadhan, YPPU Al Huda Gelar Lomba Hafidz Cilik Soloraya 2

SURAKARTA (Jurnalislam.com) – Yayasan Pendidikan dan Pembinaan Umat Al Huda menggelar lomba Hafizh Cilik di komplek masjid Jami' Majelis Ulama Indonesia (MUI), Semanggi, Pasar Kliwon, Solo, Ahad (22/5/2016). Kegiatan digelar untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1437 H.

Ketua Yayasan Al Huda, Ustadz Suwondo berharap kegiatan tersebut merubah kebiasaan anak-anak untuk lebih mencintai Al Qur'an. Selain itu, dirinya kegiatan tersebut diikuti oleh lembaga-lembagai lain di Soloraya untuk menyongsong target Soloraya menghafal Qur'an.

"Kita ingin memotivasi anak-anak untuk bisa menghafal Al Qur'an, lomba semacam ini targetnya kedepan kegiatan menghafal Al qur'an bisa menjadi kebiasaan anak-anak," ucap Suwondo.

Dalam acara, panitia mengadakan dua lomba yakni Tartil Quran dan Tahfidz yang dibagi menjadi dua kategori. Untuk kategori pertama, tingkat kelas 1 sampai 3 SD dan yang kedua kelas 4 sampai 6 SD.

"Karena mungkin waktunya tidak cukup, kita batasi sebelum dzuhur selesai. Jadi untuk dua lomba ini saja kita sudah kewalahan karena banyak peserta yang daftar," imbuhnya.

Sementara itu, salah seorang peserta, Muhammad Alfin Munandar, siswa kelas 6 SD Al Karimah Karanganyar menegaskan kesiapannya mengikuti lomba tersebut. "Saya cari pengalaman mas, dan siap meraih juara, hafalan saya mulai juz 26 sampai 30," ucapnya yakin.

Lomba kali ini diikuti oleh 50 peserta per kategori, namun pantauan jurnalislam sudah tercatat 60 peserta lebih ditiap kategori. Meskipun sudah membatasi peserta hingga 50, namun panitia menambah kuota peserta dikarenakan pendaftar yang membludak.

Reporter: Edy | Editor: Ally Muhammad Abduh

Kecam Rencana Pencabutan Perda Miras, PP Persis : Jangan Korbankan Akhlak Demi Devisa

JAKARTA (Jurnalislam.com) – PP Persatuan Islam (Persis) melalui Wakil Ketua Umum Dr Jeje Zaenudin mengecam keras rencana Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, mencabut perda larangan miras yang ditetapkan dan diberlakukan di beberapa daerah di Indonesia.

“Alasan sinkronisasi dan penertiban perda tersebut yang dikemukakan mendagri, spirit dasarnya mensiratkan tetap ingin melindungi dan melegalkan penjualan miras, walaupun hanya kalangan tertentu,” kata ustadz Jeje kepada Jurnalislam, Senin (23/5/2016).

Menurutnya, hal tersebut bertentangan dengan semangat dasar umat Islam yang dijamin oleh undang-undang, yaitu menolak miras secara total kareng bertentangan dengan syariat Islam.

Ia menilai, alasan memberi toleransi bagi pemeluk non-muslim dan para wisatawan asing juga tidak benar dan dinilai berlebihan.

“Sebab yang seharusnya dilakukan oleh negara terhadap rakyatnya dan juga wisatawan asing adalah menegaskan jati diri sebagai bangsa yang berketuhanan yang maha esa, bangsa yang beragama, beradab, mempunyai prinsip yang jelas dalam keberpihakannya terhadap moralitas dan peradaban bangsa,” tandasnya.

“Bukan sedikit-sedikit mengorbankan masa depan akhlak generasi bangsa hanya karena ingin menarik devisa melalui pariwisata,” sambungnya.

Perbandingan keuntungan dengan rusaknya moralitas bangsa akibat rencana ini membuat geram ustadz asal Tasik itu. Ia melihat, ini akan menjadi efek domino untuk generasi muda ke depan.

“Kejahatan merajalela di kalangan generasi muda akibat peredaran miras?” tuturnya pilu.

Oleh sebab itu, ustadz Jeje mengingatkan pemerintah untuk mengambil pelajaran bahwa merajalelanya kejahatan keji yang kain marak di Indonesia salah satu penyebabnya adalah lemah dan gagalnya penegakan hukum, yaitu peraturan yang telah ditetapkan namun tidak pernah dilaksanakan dengan benar dan pelanggaran tidak ditindak aparat hukum sebagaimana mestinya.

“Jadi seharusnya pemerintah berpikir dan berencana memperkeras hukuman peminum miras, pengedar, maupun produsennya, dan memaksimalkan penegakan hukum dari peraturan-peraturan yang telah dibuat, bukan malah mewacanakan memperlonggar dan mencabut perda yang ketat,” pungkasnya.

Reporter: Muhammad Fajar Aditya | Editor: Ally Muhammad Abduh 

Rohis Farih SMAN 2 Tasikmalaya Adakan LAKIF 2016

TASIKMALAYA (Jurnalislam.com) – Rohis Farih SMA Negeri 2 Tasikmalaya menyelenggarakan Latihan Kepemimpinan Islam Farih (LAKIF) 2016, Ahad (22/05/2016). Ketua Rohis Farih Fakhry Khotibul Umam menyampaikan dalam sambutannya agenda LAKIF ini diselenggarakan sebagai langkah regenerasi kepengurusan FARIH yang dibekali dengan prinsif kepemimpinan dalam Islam.

“Serta menumbuhkan para pengurus Rohis yang tangguh dan siap berjuang dalam kegiatan dakwah di Sekolah,” katanya.

Kegiatan yang diselenggarakan selama dua hari itu, Rohis FARIH mengundang tokoh pelajar Jawa Barat, Feisal Kartapernamana untuk mengisi materi “Kepemimpinan Dalam Islam” kepada 45 Kader FARIH yang hadir.

Dalam materinya, Kang Isal, sapaannya, mengatakan, “Pemimpin adalah proses dimana sebelum kita menjadi pemimpin kita harus melewati banyak tantangan dalam perjalan perjuangan dakwah ini, sebagai mana telah dicontohkan oleh Rasul dan sahabatnya”.

Kang Isal juga mengimbau seluruh Kader Rohis FARIH agar menjaga semangat dalam berjuang untuk terus menyampaikan haq yang menginspirasi kepada para pelajar di sekolah lainnya.

“SMAN 2 adalah salah satu sekolah unggulan Kota Tasikmalaya, maka Rohis FARIH harus memiliki semangat unggulan dalam menyampaikan dakwah kepada para pelajar Tasikmalaya dengan semangat 554 (QS. Al-Maidah ayat 54),” lanjutnya.

Tak hanya itu, Aktifis Forum Mahasiswa Islam (Formasalam) itu juga berpesan diakhir materi, "Kita generasi muda menjadi target serangan Ghazwul Fikri atau Perang Pemikiran yang siap menghancurkan dan melemahkan Generasi Muda Islam".

Kemudian setelah penyampaian materi Kepemimpinan acara dilanjut dengan Malam Bina Iman dan Taqwa (MABIT) dengan seluruh Kader Rohis FARIH SMAN 2 Tasikmalaya.

Reporter: Hbq | | Editor: Ally Muhammad Abduh

Kunjungi Lumajang, KH Hasyim Muzadi Serukan Ukhuwah Bendung Aliran Sesat

LUMAJANG (Jurnalislam.com) – Anggota Wantimpres, KH Hasyim Muzadi mengingatkan umat Islam untuk mewaspadai aliran-aliran yang memecah belah umat. Ia menjelaskan, salah satu sifat aliran tersebut adalah suka mengkafirkan umat Islam.

"Kalau Wali Songo dulu suka mengislamkan orang kafir, tapi golongan ini sukanya mengkafirkan umat Islam," ujarnya saat berkunjung ke Ponpes Miftahul Ulum, Jatiroto, Lumajang (20/5/2016).

Untuk itu, ia mengajak umat Islam untuk terus menggalang ukhuwah dan mewaspadai aliran-aliran menyimpang di Indonesia.

Mantan Ketua PBNU itu juga menyinggung keadaan umat Islam di Timur Tengah yang sedang dijajah oleh musuh-musuh Islam dengan alasan perang melawan terorisme.

"Kita tidak boleh memberikan alasan pembenaran bagi mereka untuk menyerang negara-negara umat Islam dengan dalih perang melawan teroris," tegasnya.

Sementara itu, KH. Husni Zuhri, pengasuh Ponpes Miftahul Ulum mengucapkan terima kasih kepada KH. Hasyim Muzadi. Ditengah kesibukannya menjadi penasehat presiden, masih meluangkan waktu untuk memberikan tausyiah tentang pentingnya ukhuwah Islamiyah.

Kontributor: Budi | Editor: Ally Muhammad Abduh