Taliban Pakistan Rilis Video Kamp Pelatihan "Pasukan Khusus Mujahidin"

PAKISTAN (Jurnalislam.com) – Sayap media Taliban Pakistan (TTP), Umar Media pada Jum'at (17/4/2015) merilis video berjudul "Mujahideen Special Group (MSG) Training". Video tersebut dirilis melalui website resmi Umar Media dan dikirim melalui email kepada The Long War Journal (TLWJ) oleh juru bicara mereka, Muhammad Khurasani.

Video tersebut memperlihatkan anggota-anggota baru Pasukan Khusus Mujahidin yang sedang berlatih di Pusat Pelataihan Mehdi Alaih Rizwan dan disaksikan langsung oleh para petinggi Taliban Pakistan

Dalam pelatihan tersebut, pasukan khusus mujahidin menunjukkan keterampilannya menggunakan senjata, merakit bahan peledak, latihan serangan, serangan dengan menggunakan sepeda motor, navigasi darat dan pertolongan pertama.

Pusat pelatihan  Mehdi Alaih Rizwan dan pasukan Khusus mujahidin (MSG) pertama kali dipublikasikan pada 23 November 2014.

MSG juga sering disebut sebagai Satgas Khusus Taliban Pakistan (STF).

Lihat foto-fotonya disini

Ally | Jurniscom

Bashar Assad Tuduh Dukungan Turki Penyebab Utama Jatuhnya Idlib ke Tangan Mujahidin

BEIRUT (Jurnalislam.com) – Bashar Assad mengatakan bahwa dukungan Turki merupakan faktor utama yang membantu mujahidin berhasil merebut barat laut Idlib dari kontrol pemerintahnya bulan lalu.

"Faktor utama jatuhnya Idlib adalah dukungan besar yang datang dari Turki. Dukungan logistik, militer dan keuangan tentu saja yang datang melalui Arab Saudi dan Qatar," kata Assad seperti dilansir surat kabar Swedia Ekspres, Jumat (17/4/2015).

Namun, juru bicara pemerintah Turki membantah tuduhan tersebut meskipun Turki adalah salah satu negara yang paling memusuhi Bashar Assad.

Ditanya tentang inisiatif, Assad mengatakan krisis Suriah telah rumit oleh intervensi eksternal.

Bashar juga mengatakan jika utusan PBB untuk Suriah, Staffan de Mistura tidak bisa meyakinkan negara-negara yang memusuhinya untuk berhenti mendukung mujahidin dan membiarkan Suriah memecahkan masalah mereka sendiri, "ia tidak akan berhasil," ujarnya.

Dalam serangkaian wawancara dengan media Barat, Assad berulang kali menekankan bahwa kelompok jihad di Suriah menimbulkan ancaman bagi negara-negara Barat.

"Suriah adalah garis kesalahan. Ketika Anda bermain-main dengan garis kesalahan ini, Anda akan memiliki gema dan dampak di daerah yang berbeda, tidak hanya di daerah kami, bahkan di Eropa," ancamnya kepada Amerika yang telah menolak bekerjasama denganya untuk memerangi ISIS.

Idlib yang tidak jauh dari perbatasan Turki adalah Ibukota provinsi kedua yang jatuh ke tangan mujahidin. Mujahidin berhasil mengusir tentara Nushairiyah pada hari Sabtu (28/3/2015).

Ally | Jurniscom

Analisa dan Kesimpulan Sejumlah Operasi Mujahidin Imarah Islam Afghanistan di Helmand

PADA akhir 2014, pasukan Amerika dan NATO menyudahi peran militer mereka di Afghanistan dan melepaskan diri dari medan perang. Proses pengalihan tanggung jawab keamanan selesai. Pasukan asing memulai tugas baru 'Resolute Support/Mendukung Resolusi,' yaitu sebuah misi yang bertujuan untuk memperpanjang perang tanpa menderita kerugian atau korban di pihak AS dan NATO.

Pasukan asing menarik diri dari medan perang dan hanya menyisakan kekuatan internal saja dengan alasan tanggung jawab terhadap transfer kekuasaan dan menjaga keamanan. Pasukan asing melepaskan diri dan meninggalkan seluruh beban di pundak tentara bayaran internal dan sebagai permulaan, operasi besar 'Zulfiqar' diluncurkan di provinsi Helmand.

Sebelum operasi penyebaran propaganda dilakukan secara luas.  Operasi 'Zulfiqar' menjadi topik utama di media dan dibahas secara luas oleh media. Para pejabat dari rezim antek AS dimanfaatkan untuk mengatakan bahwa operasi ini akan menjadi ujian kemampuan bagi pasukan mereka dan dianggap sangat penting.

Pada kenyataannya rezim antek mencoba untuk menggambarkan bahwa pasukan mereka menang dalam operasi ini dan kesan umum yang keluar adalah bahwa seluruh provinsi Helmand akan dikuasai setelah operasi ini, dan untuk pertama kalinya, provinsi ini akan jatuh di bawah kontrol rezim antek AS.

Setelah persiapan selesai dan menyebar propaganda luas, pada 15 Februari 2015, operasi yang diusulkan tersebut diluncurkan oleh rezim antek di provinsi Helmand. Sekitar tujuh ribu tentara dari unit berbeda dari provinsi Kandahar, Herat dan Helmand berpartisipasi dalam operasi ini.

Pada awal operasi, penggerebekan dan serangan sporadis telah dimulai dan berbagai usaha dilakukan untuk menyelidiki kekuatan infanteri di wilayah yang berada di bawah kendali Mujahidin. Rezim arogan melancarkan operasi mereka di Grishk, Babaji, Nahr-i-Siraj, Marja, Nowzad, Nad-Ali, Washir dan beberapa kabupaten serta daerah lainnya.

Tapi, pada saat pasukan bayaran menderita kerugian melebihi estimasi mereka pada hari-hari awal operasi di kabupaten Babaji, Nowzad, Washir dan Nahr-i-Siraj dan mereka tidak bisa melanjutkan kemajuan mereka, mereka mengubah seluruh strategi operasi mereka dengan berbalik dan berkonsentrasi memusatkan kekuatan penuh mereka terhadap kabupaten Sangin dan Marja.

Pasukan tentara bayaran rezim antek memulai gerakan mereka ke arah daerah Sangin, Trekh Nawar dan Sistani di distrik Marja, dimana Mujahidin sudah sepenuhnya siap menyambut para pasukan  musuh yang baru dikerahkan untuk operasi ini dengan IED (sejenis bom ranjau) dan penyergapan. Pertempuran sengit dimulai.

Perlawanan yang sengit dari Mujahidin yang sudah sangat siap membuat tentara bayaran menyadari bahwa ada perbedaan besar antara propaganda tentang perang dan pertempuran praktis dilapangan yang tidak dapat diperjuangkan dan dimenangkan hanya dengan propaganda media kosong.

Mikrofon dan kamera kosong tidak bisa menyelamatkan nyawa mereka. Mereka membuktikan kepada rezim bahwa pertempuran tidak dapat dilakukan hanya dengan bantuan tentara bayaran.

Perlu semangat dan pengorbanan yang tidak dapat disewa. Hal itu juga membuktikan kepada penjajah asing bahwa mereka telah kalah dalam pertempuran dan melarikan diri dari medan perang walaupun mereka memiliki semua keahlian.

Beberapa Insiden dalam Operasi Militer Ini

Pada 18 Februari, 7 kendaraan militer tentara bayaran hancur di daerah 'Trekh Nawar' distik Marja. Pada minggu terakhir bulan Februari, di distrik Sangin saja 32 tank militer dan kendaraan musuh jenis Ranger hancur disertai 169 tentara mereka tewas.

Pada 3 Maret, 7 kendaraan lapis baja dan 1 truk Kamaz hancur dalam serangan martir di distrik Sangin dan puluhan tentara lainnya tewas dan terluka.

Pada tanggal 7 Maret, sebuah pos militer besar milik musuh dihantam serangan syahid di jalan raya utama 'Kandahar-Herat. Serangan ini dilakukan saat beberapa komandan dari pos lain sedang berkumpul di sana. Dalam serangan heroik ini, 17 tentara musuh tewas, 11 lainnya luka-luka dan 6 kendaraan militer bersama dengan pos militer mereka benar-benar dihancurkan.

Pada 8 Maret, 4 pos strategis musuh berhasil dikuasai oleh Mujahidin di daerah 'Sarwan Kala' distrik Sangin, provinsi Helmand, dimana 15 tentara tewas, 18 orang terluka dan sejumlah besar senjata disita dan menjadi ghanimah Mujahidin. Pada malam dan hari berikutnya, 5 pos lain milik musuh ditaklukkan dan beberapa kendaraan militer musuh dibakar sedangkan puluhan tentara mereka tewas dan terluka.

Pada 11 Maret, pertempuran hebat melawan pasukan musuh berlangsung di daerah 'Trekh Nawar' distrik Marja di provinsi Helmand, 5 kendaraan militer musuh hancur dan 12 tentara mereka tewas.

Pagi hari 15 Maret, pertempuran sengit meletus antara Mujahidin dan pasukan musuh di daerah 'Baghraniyan' kota 'Lashkar Gah' provinsi Helmand yang berlangsung hingga siang. Pada hari dan daerah yang sama, pertempuran lain dimulai yang berlangsung sampai sore hari, dimana 23 tiga tentara tewas dan 13 lainnya luka-luka.

Pada 16 Maret larut malam, Mujahidin melancarkan serangan besar-besaran terhadap sebuah pangkalan militer dan beberapa pos musuh lainnya di pinggiran distrik Nowzad 'provinsi Helmand. Setelah empat jam pertempuran, markas dan 5 pos musuh ditaklukkan, 20 tentara mereka tewas dan beberapa lainnya luka-luka. Kemudian musuh mengerahkan tentara tambahan di daerah tersebut berhadapan dengan Mujahidin yang berani sehingga berakibat salah satu tank mereka hancur oleh ranjau darat.

Pada tanggal 24 Maret, pusat keamanan utama kabupaten Nowzzad di provinsi Helmand digempur serangan roket diikuti berbagai serangan senjata berat lainnya. Beberapa tentara musuh tewas dan terluka hingga membuat komandan keamanan distrik tersebut melarikan diri bersama sisa tentara boneka lainnya.
Selama bulan pertama operasi ini, di distrik Marja saja sudah ada lebih dari 50 tank dan kendaraan musuh jenis Ranger yang hancur ditambah serangan yang dilakukan terhadap pasukan tambahan dan pos-pos milik musuh.

Ini hanyalah beberapa contoh. Pasukan tentara bayaran rezim antek AS berjuang keras untuk kembali pada markas mereka dan jalan utama ke pusat-pusat kota. Ketika mereka kehilangan semangat dan memasang posisi bertahan, Mujahidin melancarkan serangan besar-besaran terhadap mereka.

Rezim antek AS memasuki medan perang dengan strategi sebelumnya yaitu dengan menghancurkan rumah-rumah, kebun dan toko-toko milik rakyat sipil. Lebih dari 1500 rumah hancur di kedua sisi jalan utama yang membentang hingga ke distrik Sangin.

Di dalam bazaar 'Malmand' saja 200 toko dibakar. Puluhan kebun hancur dan ratusan pohon-pohon ditebang. 2000 keluarga terpaksa meninggalkan distrik Sangin. Sejumlah besar rumah hancur dan ratusan keluarga juga dipaksa untuk bermigrasi dari daerah Marja.

Selama operasi brutal itu, puluhan rakyat Afghanistan tewas dan terluka di berbagai wilayah provinsi Helmand, tetapi semua kekejaman rezim boneka dan pasukan tentara bayaran tersebut tidak mampu menolong mereka mencapai kesuksesan.

Tidak mengurangi kerugian dan jatuhnya korban dari pihak mereka dan tidak juga berhasil mencapai tujuan jahat mereka. Sebaliknya, mereka berhasil dikalahkan meskipun mereka melakukan semua kehancuran ini seperti pendahulu mereka yaitu pasukan Inggris yang melakukan strategi yang sama.

Penjajah Inggris menghancurkan hampir 4000 rumah di provinsi Helmand tapi tidak bisa memenangkan pertempuran sebagaimana hari ini, tentara antek mereka juga tidak bisa menang.

Pada awalnya, para pejabat boneka rezim antek AS mengklaim keberhasilan mereka dalam pertempuran. Mereka menyembunyikan sendiri jumlah kerugian dan korban di pihak mereka dan memberikan data palsu tentang kerugian Mujahidin kepada media. Tetapi tidak butuh waktu lama, wartawan mengunjungi daerah dan mengamati fakta dengan mata mereka sendiri.

Masyarakat lokal memberikan informasi rinci kepada wartawan, kemudian rezim mengurangi propaganda dan tidak lagi mengklaim dengan angkuh. Dan ketika kekalahan mereka tak terelakkan disertai kerugian yang melampaui estimasi mereka, mereka tidak lagi melakukan propaganda dan pada tahap akhir, mereka berhenti memberikan informasi apapun kepada media.

Akhirnya, rezim antek mengumumkan kesimpulan dari operasi ini kemudian mereka merayakannya (merayakan keberhasilan operasi ini seperti yang dibayangkan oleh mereka) dengan meriah di pangkalan militer 'Shorab', provinsi Helmand. Karena wartawan dari zona barat sepenuhnya sadar tentang fakta sebenarnya operasi tersebut serta bersembunyinya para tentara bayaran, mereka tidak diundang ke perayaan tersebut. Sedangkan beberapa wartawan asing dan wartawan dari Kabul yang tidak tahu apa-apa tentang operasi ini, diundang dalam perayaan dan “keberhasilan” mereka.

Meskipun mereka mencoba usaha terbaik mereka, tetapi mereka tidak bisa menyembunyikan rasa malu. Ketika wartawan asing menemukan kesempatan untuk bertemu masyarakat lokal, seluruh fakta terungkap dan menjadi jelaslah bagaimana brutalnya mereka mengeksekusi operasi ini dan betapa sia-sianya mereka!

Alasan Kegagalan Pasukan Boneka
Meskipun 7000 pasukan baru dan ratusan milisi Arbaki lokal lainnya ikut serta dalam operasi ini, tetapi mereka benar-benar sia-sia dan tentara bayaran internal didorong mundur setelah menderita kerugian dan korban jiwa yang besar. Alasannya adalah sebagai berikut:

1. Jenis pertempuran seperti ini selalu bisa dimenangkan dengan hanya jika didukung oleh masyarakat. Dalam hal ini, rezim antek benar-benar kehilangan dukungan publik, dan sebaliknya, Mujahidin memiliki dukungan penuh dari masyarakat.

2. Sejak pasukan asing lari dari medan perang dan bersembunyi, tentara bayaran rezim antek AS telah kehilangan semangat, karena itu mereka tidak bisa melawan Mujahidin.

3. Pertempuran tidak pernah bisa berhasil hanya dengan bantuan tentara bayaran. Saat tentara boneka tidak memiliki tujuan dan cita-cita yang jelas dalam mengorbankan nyawa mereka, maka mereka tidak bisa melawan dengan berapi-api dan penuh keberanian yang merupakan prasyarat untuk memenangkan pertempuran.

4.  Korupsi internal, perbedaan dan gangguan di antara berbagai kalangan rezim boneka baik tingkat tinggi, sedang maupu rendah serta lemahnya koordinasi dalam menangani isu-isu berdampak negatif pada moral tempur tentara mereka. Karena tidak satupun dari mereka rela berpartisipasi dalam pertempuran yang sia-sia ini dan mencoba segala cara untuk menghindar.

5. Sejauh ini Mujahidin lebih kuat dan terorganisir lebih baik dari sebelumnya. Bukan saja jumlah mereka yang meningkat, namun semangat mereka juga cukup tinggi. Sekarang mereka dapat dengan mudah melawan setiap serangan, dan berinisiatif membangun serangan kapanpun dan dimanapun untuk menargetkan musuh.

Bagaimana ‘Operasi Helmand’ menurut para pejabat dan masyarakat?

Meskipun pada kesempatan perayaan, para pejabat provinsi Helmand dan kementerian dalam negeri rezim boneka AS menyebut operasi ini sukses. Tetapi wartawan, kepala suku setempat, masyarakat sipil memiliki penilaian yang berbeda. Rakyat biasa dan beberapa pejabat mengatakan bahwa operasi ini gagal total.

'Ataulla Afghanistan, anggota dewan provinsi dari provinsi Helmand, menyimpulkan bahwa operasi ini hanya menjadikan rakyat sipil sebagai sasaran. Mereka dibunuh dan rumah mereka juga dihancurkan. Dia menambahkan bahwa operasi ini tidak bisa disebut sukses.

Wartawan dan anggota masyarakat sipil juga mengatakan bahwa operasi yang bernama 'Zulfiqar' ini gagal, di mana banyak orang yang tidak bersalah tewas dan ratusan rumah dihancurkan. Penduduk setempat juga mengatakan bahwa operasi brutal yang dilancarkan oleh rezim boneka itu sia-sia dan menderita kerugian besar.

Seorang kepala suku lokal Haji Mohammad Saleem mengatakan kepada televisi 'Al-Jazeera' bahwa pasukan pemerintah telah mundur dari semua daerah dan sekarang Mujahidin mengendalikan mereka.

Komandan keamanan provinsi Helmand menyebut operasi ini sukses, namun ia juga mengakui kekalahannya. Dia mengatakan dalam ‘perayaan’ di markas Shorab bahwa mereka harus memulai operasi untuk kedua kalinya di beberapa daerah terutama di distrik Sangin. Pernyatannya ini menunjukkan bahwa operasi yang pertama tidak berhasil.

Konsekuensi dan dampak Operasi Helmand

Hasil akhir operasi ini bagi rezim antek sudah pasti negatif, setelah pasukan tentara bayaran mereka merasa sangat malu atas kegagalan operasi ini dan bahwa mereka melarikan diri dari 23 pos militer mereka di distrik Sangin.

Mereka tidak bisa memperluas kontrol mereka, bahkan mereka kehilangan beberapa daerah yang sebelumnya berada di bawah kendali mereka. Seperti daerah Alizai, yang terletak hampir setengah kilometer dari pusat distrik Nowzad yang sebelumnya dikuasai oleh pasukan rezim, tapi sekarang berada di bawah kendali Mujahidin.

Ada beberapa pos pemeriksaan di jalan utama yang membentang dari distrik Sangin ke Kajaki dan jalan yang semula dikendalikan oleh pasukan rezim itu kini seluruhnya dikendalikan oleh Mujahidin.

Dampak dari operasi sia-sia yang diluncurkan oleh rezim boneka tidak hanya pada tentara di provinsi Helmand, namun efek kekalahan itu juga telah merusak moral pasukan tentara bayaran di seluruh negeri. Sebagai contoh, pada akhir bulan lalu, rezim antek yang berbasis di Kabul meluncurkan berbagai operasi di distrik Andar, Deh-Yak di provinsi Ghazni dan di provinsi Logar.

Saat mereka dikalahkan dengan telak di provinsi Helmand, dan menderita kerugian dan korban besar, mereka tidak bisa melanjutkan operasi mereka di provinsi 'Ghazni' dalam waktu lama. Ketika mereka meenemui perlawanan sengit dari Mujahidin dan menderita kerugian yang tidak terduga, mereka kehilangan keberanian dan meninggalkan daerah tersebut.

Dalam beberapa kasus, mereka meminta masyarakat setempat untuk meminta Mujahidin agar tidak melawan mereka dan memberikan perjalanan yang aman untuk mereka keluar dari distrik Andar.

Saat musuh dikalahkan dengan telak di Helmand, bukannya menyebarkan pasukan tambahan di provinsi Ghazni, mereka malah meninggalkan operasi dan mengevakuasi pasukan mereka dari wilayah tersebut secepat mungkin.

Di provinsi lain, pasukan tentara bayaran sangat sedikit mengeksekusi operasi sehingga tidak mencapai kemajuan dan mereka dikalahkan di semua lini. Tapi (dengan ijin Allah) keberhasilan mereka tidak tercapai di provinsi Helmand, karena bila berhasil maka mereka bisa memperluas operasi mereka di provinsi lain dengan harapan mendapatkan lebih banyak kemenangan.

Reporter : Deddy | Editor : Ally | Shahamat | Jurniscom

Mantan Wakil President Irak Saddam Hussein Tewas Dibunuh

SALADIN (Jurnalislam.com) – Izzat Ibrahim al-Douri, wakil presiden mantan pemimpin Irak Saddam Hussein, tewas dibunuh pada hari Jumat (17/04/2015) oleh pasukan keamanan di provinsi Saladin, kata seorang pejabat pemerintah.

Gubernur Saladin Raed Ibrahim al-Jabouri mengatakan bahwa al-Douri tewas setelah pasukan keamanan Irak melancarkan operasi militer di wilayah Hemrin sebalah timur Tikrit.

Gubernur memposting gambar orang mati yang tampak seperti al-Douri pada halaman Facebook resminya. Keaslian foto tidak dapat diverifikasi secara independen.

Al-Douri adalah tokoh kedua yang paling senior dalam rezim Saddam Hussein dan telah menjadi buronan aggressor  AS .

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Al Qaeda Kuasai pantai Hadramaut, Yaman

YAMAN (Jurnalislam.com) – Al Qaeda telah memperluas kekuasaannya di banyak wilayah bagian tenggara Yaman, yang telah lama dilanda perperangan. Negara ini "terbakar," kata Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon saat menyerukan diakhirinya pertempuran.

AQAP cabang Al-Qaeda Yaman yang kuat di wilayah tersebut mengambil kendali atas bandara provinsi, terminal minyak, dan sebuah pangkalan militer besar pada hari Kamis (16/04/2015). Perwakilan Al-Qaeda Yaman juga membuat aliansi dengan para pemimpin suku Sunni setempat untuk mengelola wilayah tersebut.

"Unit militer yang bertanggung jawab atas keamanan di fasilitas-fasilitas tersebut menarik diri tanpa menolak," kata seorang pejabat bandara.

Al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) saat ini menguasai hampir semua kota pelabuhan Mukalla, yang merupakan ibukota provinsi tenggara Hadramaut dan rumah bagi sekitar 200.000 orang.

Seorang aktivis dari kota, Nasser Baqazouz, memberitahukan  kemajuan mujahidin AQAP.

"Mereka terus mengkonsolidasikan kekuasaan mereka atas kota ini dan akan melumpuhkan seluruh pantai Hadramawt," katanya.

Mujahidin  AQAP dilaporkan telah merubah sebuah pusat kebudayaan di Mukalla menjadi pengadilan agama Islam dan menempatkan pasukan untuk menjaga hukum dan ketertiban.

Keberhasilan Al Qaeda menonjol di tengah meningkatnya kekacauan Yaman, sejak pemberontak Syiah Houthi memaksa Presiden Yaman yang diakui internasional, Abed Rabbo Mansour Hadi, ke luar negeri. Hadi saat ini berada di Arab Saudi, yang memimpin koalisi melakukan serangan udara terhadap pemberontak.

Seorang juru bicara koalisi yang dipimpin Saudi, Ahmed Asiri, mengatakan bahwa pemboman yang dimulai pada akhir Maret, ditujukan terhadap para pemberontak Syiah Houthi – bukan ke arah pejuang Al Qaeda.

"Tujuan dari [operasi] kami telah jelas, yaitu untuk mendukung legitimasi Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi, mendukung upaya untuk memulihkan perdamaian dan stabilitas dan mencegah pemberontak Syiah Houthi semakin merugikan Yaman dan negara-negara tetangga," kata Asiri kepada wartawan di Riyadh.
 

Deddy | Reuters | AFP | Jurniscom

Iran Ajukan Proposal Perjanjian Damai Untuk Yaman

NEW YORK (Jurnalislam.com) – Iran mengusulkan proposal perjanjian damai berisi empat poin untuk Yaman pada hari Jumat  (17/04/2015) yang menyerukan segera diberlakukannya gencatan senjata dan pembentukan pemerintah persatuan.

Empat poin proposal itu adalah gencatan senjata, akses bantuan, kembalinya dialog politik dan pembentukan pemerintah persatuan.

Dalam surat yang dikirim kepada Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon, PM Iran Javad Zarif mendesak badan yang berbasis di New York itu "untuk terlibat lebih efektif dalam mengakhiri serangan udara yang tidak masuk akal," mengacu pada kampanye udara yang dipimpin Arab Saudi yang menghantam posisi Syiah Houthi di Yaman sejak 25 Maret.

Negara Yaman  telah berada dalam kekacauan sejak September lalu ketika pemberontak Syiah  Houthi yang didukung Syiah Iran merebut ibukota Sana'a dan memperluas ke bagian lain negara tersebut.

Perang  saat ini oleh beberapa Negara  terlihat sebagai proxy-war antara Arab Saudi yang mayoritas Sunni dan Iran adalah Syiah.

Surat Zarif kepada Sekjen PBB itu mengatakan bahwa kelompok teroris  (baca : jihadis) yang "memperoleh keuntungan berupa pijakan strategis di Yaman akibat serangan udara asing."

Rencana Iran ditujukan untuk pemulihan dialog nasional "yang dipimpin Yaman" antar seluruh faksi, dan mengatakan gencatan senjata akan menjamin akses kepada bantuan kemanusiaan bagi penduduk Yaman.

"Situasi kritis ini meningkat dan krisis kemanusiaan di Yaman mendekati dimensi bencana," isi surat Zarif itu.

"Pertempuran ini dapat menyebabkan bertambah memburuknya situasi yang awalnya sudah tegang akibat gangguan ekstremisme paling barbar dan serangan multi-cabang yang didukung asing," tambahnya.

PBB memperkirakan lebih dari 731 korban telah tewas di Yaman sejak 19 Maret.

Pada hari Kamis, Sekjen PBB juga menyerukan gencatan senjata segera untuk memberi akses bagi bantuan kemanusiaan demi menyelamatkan nyawa dan pemulihan perdamaian di negara itu.

Badan urusan kemanusiaan PBB, OCHA, hari Jumat (17/04/2015)mengimbau donor internasional untuk memberikan bantuan sebesar $ 274.000.000 bagi 7,5 juta warga Yaman – lebih dari 30 persen dari populasi – yang membutuhkan bantuan kemanusiaan mendesak.

Sebanyak  12  juta rakyat Yaman telah kekurangan makanan, dan setidaknya 150.000 telah mengungsi, menurut PBB.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Ukir Anakmu Dengan Ilmu

30 Langkah Mendidik Anak Agar Mengamalkan Ajaran Agama (3)

Belajar Sejak Kecil

Anak-anak pada fase pertama memiliki karakteristik ingatan yang kuat. Sudah semestinya kita arahkan untuk menuntut ilmu dan mengajari mereka perkara-perkara agama. Seperti menghafal al-Quran al-Karim dan sunah nabi yang suci serta menanamkan aqidah yang benar.

Umat ini amat butuh kepada ulama yang kuat dan dai-dai yang berpandangan luas dengan al-Quran dan sunah. Hal ini tidak akan terwujud selain dengan menuntut ilmu sedini mungkin. Jangan katakan hal ini sulit atau mustahil.

Ibnu Muflih berkata :
"Ilmu yang didapat sejak kecil lebih kuat. Sudah seharusnya memperhatikan pelajar muda, terlebih lagi mereka yang memiliki kecerdasan, penalaran dan semangat menuntut ilmu. Janganlah menjadikan usia dini, kefakiran dan kelemahan mereka sebagai penghalang dalam memperhatikan dan fokus pada mereka." (Al-Âdab as-Syar’iah I/244)
 

Contoh praktis dan kisah-isah pentingnya menuntut ilmu sejak dini dalam membangun kepribadian

1. Ibnu Abbas berkata:
“Ketika Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam- wafat, aku berkata kepada seorang anak lelaki Anshar:

“Ayolah kita bertanya (menuntut hadits) kepada para sahabat Nabi -shalallahu alaihi wasallam-, sekarang ini jumlah mereka masih banyak.”

Anak laki-laki itu menjawab:

“Engkau ini aneh, wahai Ibnu Abbas, apakah engkau merasa bahwa orang-orang akan membutuhkanmu?! Bukankah para sahabat Nabi -shalallahu alaihi wasallam- masih cukup banyak seperti yang engkau tahu!”

Aku pun meninggalkan anak itu dan mulai menanyai para sahabat. Jika merasa akan mendapatkan Hadits dari seseorang, aku akan mendatanginya dan membentangkan selendangku di depan pintu rumahnya, walau angin bertiup dan debu-debu beterbangan mengenaiku. Manakala orang itu keluar dan melihatku dia berkata:

“Wahai sepupu Rasulullah, mengapa tidak engkau utus saja seseorang kepadaku dan aku akan mendatangimu?!”

“Aku lebih berhak mendatangimu untuk menanyaimu…” Jawabku.

Sementara anak lelaki itu masih tetap pada keadaannya. Manakala dia melihatku dalam keadaan orang-orang telah berkerumun belajar kepadaku dia berkata:

“Anak muda ini lebih berakal dariku.” [1] Siar a’lam an-Nubala III/343)

 

Ma'mar berkata:
"Aku mendengar dari Qotadah, ketika itu usiaku 14 tahun:

"Tidak ada sesuatu yang aku dengar pada seusia ini melainkan seperti terpatri dalam dadaku.” (Siar a’lam an-Nubala V/7-18)

Ummu Darda berkata:

"Pelajarilah ilmu dari kecil, ketika besar engkau akan mengamalkannya. Sesungguhnya apa yang dipetik adalah apa yang dulu ditanam.” (Siar a’lam an-Nubala XII/615)

 

Mengajari mereka perkara-perkara Syariat yang mesti diketahui

Anak wajib diajarkan sejak dini perkara-perkara syariat yang harus diketahuinya, seperti shalat, puasa dan yang sepertinya. Hal itu agar mereka tumbuh dengan pertumbuhan yang saleh, seperti ungkapan:

“Belajar di waktu kecil seperti mengukir di atas batu”.

Contoh praktis:
Rasulullah -shalallahu alaihi wasallam- bersabda:
((مروا أولادكم بالصلاة وهم أبناء سبع سنين  واضربوهم عليها وهم أبناء عشر وفرِّقوا بينهم في المضاجع))
“Perintahkan anak-anak kalian shalat pada umur tujuh tahun, dan pukullah mereka karenanya jika berumur sepuluh tahun. Pisahkan juga tempat tidur mereka.” (Sunan Abi Dawud no.495 bab: Mata yu’marus Shobi as-Shalah)

 

Terkait :
30 Langkah Mendidik Anak Agar Mengamalkan Ajaran Agama (1)

30 Langkah Mendidik Anak Agar Mengamalkan Ajaran Agama (2) : Memberi Nama yang Baik untuk Anak 

Ahmed Asiri : Pejuang Anti Syiah Houthi Buat Banyak Kemajuan

YAMAN (Jurnalislam.com) – Pejuang yang sedang berjuang melawan pemberontak Syiah Houthi yang didukung Syiah Iran di Yaman membuat banyak kemajuan, juru bicara koalisi yang dipimpin Saudi, Ahmed Asiri, mengatakan pada hari Kamis (16/04/2015), menekankan bahwa koalisi bertujuan untuk menegakkan negara Yaman yang aman dan terlindung.

Asiri membuat pernyataan tersebut kepada Al-Hadath, cabang saluran Al Arabiya News, tak lama setelah ia selesai melakukan briefing pers hariannya di Riyadh mengenai serangan yang dipimpin Saudi.

Selama konferensi pers, juru bicara mengatakan serangan udara koalisi telah menargetkan fasilitas penyimpanan bahan bakar yang diambil alih oleh pemberontak Houthi di Yaman.

Asiri mengatakan bahan bakar sedang dikuasai oleh pemberontak Houthi dan pasukan yang setia kepada mantan presiden Yaman  Ali Abdullah Saleh.

"Pasukan koalisi telah lebih akurat dalam menargetkan kendaraan, kamp, ​​gudang persenjataan dan tangki bahan bakar yang direbut Syiah  Houthi melalui perampokan," katanya dalam pernyataan dalam media yang dikelola oleh negara, Saudi Press Agency.

"Pasukan koalisi terus menerus menargetkan titik-titik lokasi amunisi dan bahan bakar selain konsentrasi militer mereka," tambahnya.

Koalisi juga terus mengirim pasokan melalui udara berupa senjata dan makanan untuk pasukan pro-pemerintah di Aden, kata Asiri.

Dia mengatakan bahwa komunikasi antara pasukan koalisi di Aden, Komite Rakyat dan unit resistensi, terus berlangsung untuk "menentukan target Houthi."

Asiri menyebutkan bahwa situasi di gubernuran Taiz, Yaman, berlangsung stabil.

Dia juga mengatakan sejumlah besar pengiriman bantuan akan tiba di pelabuhan Yaman segera dan mencatat bahwa koalisi selalu menghindari agar tidak menghantam warga sipil dalam perang melawan pemberontak  yang menyapu sebagian besar negara itu bulan lalu.

Asiri menambahkan pemberontak  Houthi terus menargetkan perbatasan wilayah Saudi dengan mortir.

Ia mengatakan pertempuran harian mortar sporadis oleh pemberontak Houthi di sepanjang perbatasan Saudi selatan terus berlanjut, terutama di Najran dan Jazan, SPA menambahkan.

Pasukan darat memerangi mereka untuk "menjamin keselamatan sepanjang perbatasan Saudi," katanya.

Dia juga meminta komandan brigade Yaman untuk mendukung pemerintahan yang sah dan berafiliasi dengan Presiden Abd Rabbuh Mansur Al-Hadi serta untuk melindungi rakyat Yaman.

 

Deddy | Alarabiya | Jurniscom

Jumlah Aksi Kekerasan Anti Muslim di Perancis Meningkat

PARIS (Jurnalislam.com) – Tindakan anti-Muslim pada kuartal pertama 2015 lebih banyak dibandingkan seluruh tindakan di tahun 2014, kata Kepala Observatorium Nasional Perancis melawan Islamophobia.

Abdallah Zekri, kepala Observatorium mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tindakan anti-Muslim mencapai rekor tinggi pada trimester pertama 2015, yaitu meningkat 500 persen, dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2011.

"Sejak berdirinya Observatory pada tahun 2011 tindakan Islamofobia belum pernah mengenal aksi-aksi seperti tindakan atau ancaman, terutama pada jaringan sosial," kata Zekri, Kamis (16/04/2015).

Zekri menyatakan ada 222 tindakan anti-Muslim selama kuartal 1 tahun 2015, (56 serangan dan 166 ancaman) dibandingkan total 37 tindakan pada tahun 2014. Terdapat "kenaikan 500 persen," kata Zekri.

Zekri menambahkan bahwa jumlah tindakan anti-Muslim di Januari 2015 mencapai 178.

Dia menjelaskan bahwa serangan ini "meledak" terutama karena serangan mematikan di kantor majalah satir Perancis, Charlie Hebdo pada 7 Januari, diikuti dengan penyanderaan di sebuah supermarket halal dua hari kemudian, yang menyebabkan total 17 orang tewas.

"Namun, kejahatan-kejahatan mengerikan dan menakutkan seperti itu tidak dapat dibenarkan dalam keadaan apa pun untuk menjadi alasan meningkatnya kebencian atau dendam terhadap Muslim secara drastis di Perancis," tegas Zekri.

"Mereka (Muslim Perancis) tidak bertanggung jawab atau turut bersalah melakukan aksi-aksi kekerasan yang menghancurkan negara," tambahnya.

Zekri mengatakan serangan menargetkan pria dan wanita, umumnya di tempat-tempat umum dan transportasi, dan dalam beberapa kasus menargetkan ibu hamil.

Dia juga mengatakan bahwa dalam kasus-kasus tertentu, serangan terutama menargetkan tempat-tempat ibadah. Granat dan senjata api juga telah digunakan.

"Ini hanya rasisme dan penolakan terhadap pria dan wanita yang hanya ingin dihormati," kata Zekri.

 "Apakah motto Republik, yaitu 'Liberty, Equality, Fraternity' masuk akal? Sayangnya, pertanyaan tersebut (harus ditanyakan)," tambah Zekri.

Zekri melanjutkan dengan menuduh para pemimpin politik yang hanya tetap diam dalam menghadapi peningkatan tindakan anti-Muslim.

"Semua ini terjadi tanpa reaksi dari politisi, yang bukannya mencela, malah mencoba untuk menemukan alasan," katanya.

Zekri mengatakan bahwa keheningan politik hanya akan membesarkan radikalisasi dan mendorong pemuda untuk bergabung dengan kelompok ekstrimis.

"Fundamentalisme akan menghasilkan fundamentalisme dan tidak mengherankan jika orang-orang muda, yang merasa tersisihkan, terpinggirkan dan dituduh atas segala kejahatan, yang radikal dan membiarkan diri mereka dibunuh secara gratis/cuma-cuma, mengingat bahwa mereka tidak memiliki masa depan di negeri ini," Zekri menyimpulkan.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

PM Baru Yaman Desak Pemberontak Houthi Untuk Hentikan Serangan ke Aden

YAMAN (Jurnalislam.com) – Wakil Presiden dan Perdana Menteri Yaman Khaled Bahah mendesak Houthi untuk mengakhiri serangan mereka yang ditujukan untuk mengambil alih wilayah selatan, terutama kota pelabuhan Aden.

Bahah menyebut penghentian serangan ini sebagai niat baik yang bisa membuka pintu untuk inisiatif perdamaian di negeri yang telah hancur oleh perebutan kekuasaan antara pendukung Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi dan Houthi ini.

Berbicara di ibukota Saudi Riyadh pada hari Kamis (16/04/2015), Bahah juga menyerukan kepada masyarakat internasional untuk campur tangan dalam mengakhiri krisis.

Bahah, yang baru-baru ini ditunjuk oleh Hadi, mengatakan kepada wartawan bahwa penyelesaian krisis kemanusiaan di negara itu tetap menjadi prioritas utama pemerintahannya.

"Masyarakat internasional harus turun tangan mendesak sehingga warga dapat hidup dengan cara yang tepat dan untuk mengakhiri bencana," kata Bahah.

Dia juga meminta unit tentara pemberontak pro Saleh untuk melepaskan dukungan mereka terhadap Syiah Houthi.

"Saya meminta semua pasukan dan personel pasukan keamanan untuk menerima perintah dari pemerintah yang sah dan melindungi negara," katanya.

Bahah, yang diterima oleh Syiah  Houthi sebagai calon perdana menteri pada bulan Januari setelah perjanjian damai bersama Hadi, secara luas dipandang sebagai sosok pemersatu yang berpotensi dapat menyelesaikan krisis.

Reporter Al Jazeera, Mohamed Vall, melaporkan dari Jizan dekat perbatasan Arab Saudi dengan Yaman, mengatakan banyak Yaman melihat Bahah sebagai penyelamat.

"Houthi pada prinsipnya tidak benar-benar melawan Khaled Bahah… mereka mencoba untuk mempertahankan Bahah di Sanaa setelah pengunduran dirinya beberapa minggu yang lalu karena menurut mereka sosok Bahah lebih mewakili legitimasi dibandingkan Hadi," katanya.

"Bagi Bahah dialog adalah tujuan yang harus tercapai tetapi dengan syarat bahwa dialog apapun hanya dapat terjadi setelah akhir perang ini."

Bahah hanya akan memulai pembicaraan setelah para pemberontakHouthi dan unit tentara sekutu yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh, menarik diri dari Aden, kata Vall.

Komentar Bahah keluar saat penasihat khusus PBB untuk Yaman, Jamal Benomar, mengundurkan diri dari perannya, yaitu mencoba menengahi dan mengakhiri krisis.

PBB telah memperingatkan bahwa negara itu sedang menghadapi krisis kemanusiaan besar dengan sekitar 10,6 juta orang menghadapi kekurangan makanan dan 4,8 juta tinggal dalam kondisi darurat.

Konflik  tersebut telah menewaskan lebih dari 700 orang dan melukai 2.760, menurut PBB.

Deddy |  Al Jazeera | Jurniscom