Riyad Yassin : Hanya 30% Wilayah Yaman Berada di Bawah Kendali Houthi, Perang ini Tidak Akan Lama

KUWAIT (Jurnalislam.com) – Kelompok Syiah Houthi hanya menguasai sekitar 30 persen wilayah Yaman, Menteri Luar Negeri Yaman Riyad Yassin mengatakan pada hari Senin (20/04/2015).

"Houthi dan pasukan yang setia kepada mantan Presiden Ali Abdullah Saleh hanya menguasai sekitar 30 persen hingga 35 persen wilayah Yaman," kata Yassin pada konferensi pers yang diadakan di kedutaan Yaman di Kuwait.

Arab Saudi dan sekutu Arabnya telah memporakporandakan posisi pemberontak Houthi di Yaman sejak akhir bulan lalu.

Riyadh mengatakan kampanye anti Houthi dilakukan untuk menanggapi seruan presiden Yaman, Abd Rabbuh Mansour Hadi, untuk membantu melawan agresi Houthi.

"Perang saat ini tidak akan lama, tetapi memiliki target tertentu," kata Yassin.

Para diplomat tingkat tinggi mengkritik inisiatif Iran baru-baru ini yang bertujuan untuk menghentikan serangan udara yang dipimpin Saudi terhadap posisi Houthi.

"Mediasi Iran selalu datang terlambat," kata Yassin. "Mereka hanya bertujuan untuk menyelamatkan sekutu mereka."

Pekan lalu, Iran mengajukan empat poin rencana perdamaian untuk Yaman. Rencana tersebut termasuk sebuah gencatan senjata segera dan pembentukan pemerintah persatuan.

Beberapa negara Teluk  mengatakan bahwa  Syiah Iran mendukung pemberontakan Houthi di Yaman.

 

Deddy  | Anadolu Agency | Jurniscom

Pangkalan Rudal Squd Houthi Hancur Dihantam Bom Koalisi Arab

SANAA (Jurnalislam.com) – Kepulan asap tebal membubung ke udara saat serangan ke arah markas berisi rudal Scud di ibukota Yaman Sanaa menyebabkan ledakan besar, warga mengatakan kepada kantor berita Reuters, Senin (20/04/2015).

Tidak ada laporan tentang korban ledakan, yang juga menghancurkan jendela di rumah-rumah penduduk, setelah menghantam markas yang terletak di  gunung Faj Attan di samping kabupaten Hadda, dimana istana kepresidenan dan banyak kedutaan berada.

Resident Adel Mansour mengatakan kepada kantor berita bahwa itu adalah ledakan terbesar dalam lebih dari tiga minggu pemboman yang dilakukan oleh koalisi yang dipimpin Saudi.

Sejak 26 Maret, Arab Saudi telah memimpin aliansi negara-negara Arab dalam serangan udara terhadap kelompok pemberontak Houthi yang didukung Syiah Iran dan pasukan mantan presiden yang terguling, Ali Abdullah Saleh.

"Untuk pertama kalinya sejak awal pemboman jendela rumah saya hancur," kata Mansour. "Anak-anak saya ketakutan dan salah satu kerabat saya pingsan karena kekuatan ledakan itu."

Serangan militer yang dipimpin Saudi telah berulang kali menargetkan fasilitas di Faj Attan juga pangkalan militer lain serta bandara di Sanaa dan di seluruh negeri.

Koalisi sejauh ini telah menghancurkan sekitar "80 persen" Houthi amunisi di Yaman. "Rudal balistik" mereka juga "dinetralkan” sehingga tidak lagi bisa mengancam," kata juru bicara koalisi pada Minggu malam.

Juru bicara pasukan koalisi yang dipimpin Saudi, Brig. Jenderal Ahmed Asiri mengatakan dalam sebuah briefing harian bahwa " pemeberontak Houthi sedang mempersiapkan serangan di perbatasan Saudi, tapi mereka berhasil dihentikan."

Akibat serangan udara tersebut, perintah komunikasi Houthi tidak lagi terpusat, membuat serangan operasi mereka " terisolasi," tambah Asiri.

"Tak ada koneksi antar provinsi, karena semua alat komunikasi hancur, menyebabkan operasi mereka terisolasi terutama di dekat perbatasan Saudi," tambahnya.

Asiri mengatakan "gudang" yang digunakan oleh Houthi untuk memproduksi senjata juga "hancur."

Deddy | Reuters | Alarabiya | Jurniscom

Amir Imarah Islam Kaukasus Gugur Syahid

DAGESTAN (Jurnalislam.com) – Amir Imarah Islam Kaukasus Syaikh Ali Abu Muhammad Ad-Dagistani gugur syahid (Insya Allah) pada Senin (20/4/2015). Dikuto dari vdagestan.com, beliau gugur setelah baku tembak dengan pasukan 'anti teror' Rusia yang menyergap di wilayah Dagestan.

Divisi media Wilayah Dagestan, pusat Imarah Kaukasus, melalui situs resmi mengumumkan pemimpinnya itu gugur setelah pemerintah Rusia mengumumkan operasi anti teror pada Ahad siang (19/04) di kota Buynasks, ibukota Dagestan. Rusia melancarkan operasi besar-besaran hingga ke desa-desa di kota itu untuk memburu mujahidin.

Syaikh Ali Abu Muhammad disergap di salah satu rumah di desa Ghery Ulak. Devisi media Dagestan menduga, pasukan anti teror Rusia tengah mengetahui tempat persembunyian Amir Kuakasus itu.

Menurut sumber di lapangan, Syaikh Ali memberikan perlawanan sengit, yang dimulai menjelang Maghrib hingga empat jam kemudian. Karena pertempuran tidak berimbang, akhirnya beliau menjemput syahid (Insya Allah).

Berdasarkan informasi yang beredar, dua istri beliau juga gugur akibat baku tembak tersebut. Namun sampai berita ini diturunkan, informasi ini belum bisa dikonfirmasi.

Ally | Jurniscom

Boikot Dunia atas Produk Israel Meningkat

RAMALLAH (Jurnalislam.com) –  Laporan dari Biro Nasional Advokasi Tanah dan Anti Pemukiman Yahudi menegaskan, selama pekan kemarin kampanye boikot produk Israel di kawasan regional dan internasional mengalami peningkatan.

Dalam laporannya hari ini Ahad (19/04/2015) Biro Advokasi menegaskan, Kementerian Ekonomi Palestina mengembalikan sejumlah truk kontener membawa komoditas Israel yang seharusnya dibongkar muat di pasar Palestina dikembalikan lagi ke Israel.

Laporan menambahkan, Asosiasi Medis Palestina memutuskan untuk menghentikan surat rujukan medis ke laboratorium Israel dan tetap dilakukan pemeriksaan di lab rumah sakit-rumah sakit Palestina. di samping itu, barang-barang dari hasil pemeriksaan lab Israel juga diboikot oleh Palestina sesuai dengan keputusan Komite Eksekutif Nasional Palestina dan Gerakan Boikot Rakyat.

Di level internasional, laporan menegaskan, semjumlah kementerian luar negeri meminta 16 negara Eropa untuk mengundangkan pelebelan atas produk-produk Israel untuk bisa dibedakan oleh konsumen. Sehingga volume produk Israel akan menurun di pasar Eropa.

16 kementerian luar negeri Eropa pada April 2013 sudah mengirim surat kepada Menlu Uni Eropa Frederica Mogreni dan pendahulunya Catrin Aston agar diberikan tanda pembeda produk Israel di Eropa.

Ke-16 negara yang meneken kesepakatan pemberian tanda produk Israel itu adalah Spanyol, Denmark, Perancis, Finlandia, Irlandia, Kroasia, Lukemburg, Italia, Belanda, Malata, Swedia, Portugal, Inggris, Slovenia dan Austria.

 

 Deddy | Infopalestina | Jurniscom

Puluhan Pemukim Zionis Yahudi Serbu Kompleks Al-Aqsa Coba Lakukan Ritual Talmud

PALESTINA (Jurnalislam.com) – Puluhan pemukim zionis Yahudi pada hari Ahad (19/04/2015) memaksa masuk ke flashpoint kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, seorang pejabat Palestina mengatakan.

"Setidaknya 33 pemukim Yahudi menyerbu kompleks suci melalui Gerbang Al-Magharbeh di bawah perlindungan polisi Israel," Syeikh Omar al-Qiswani, Direktur Masjid Al-Aqsa, mengatakan kepada The Anadolu Agency.

"Para pemukim berkeliling kompleks, melewati Al-Qibali dan Dome of the Rock lalu keluar dari gerbang Al-Silsila," katanya.

Al-Qiswani juga menambahkan bahwa, "pemukim datang dalam tiga kelompok dan mencoba untuk melakukan ritual Talmud tetapi dicegah oleh warga Palestina penjaga masjid".

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

7 Pasukan Boneka AS Tewas Saat Sebuah Pos di Musa Qala diserbu Mujahidin IIA

Helmand (Jurnalislam.com) – Sekitar pukul 02:30 waktu setempat hari Ahad 19 April, Mujahidin Imarah Islam menyerbu sebuah pos pemeriksaan polisi selama setengah jam di daerah-chi Yateem, menewaskan 7 orang pasukan boneka termasuk komandan Mahmud dan menyebabkan beberapa lainnya luka-luka serta menghancurkan kendaraan dan sepeda motor yang sedang diparkir di luar.

Mujahidin merebut senapan mesin musuh PKM, peluncur RPG, 3 senapan, rompi amunisi, Radio komunikasi dan peralatan lainnya, menurut laporan yang menambahkan bahwa seorang Mujahid juga terluka dalam operasi itu.

Sedangkan di Faryab seorang tentara bayaran tewas dan lainnya luka-luka pada pukul 10:00 kemarin pagi ketika Mujahidin menembaki mereka di dekat pusat distrik Almar.

Musuh pengecut membalas dengan menembaki warga sipil menyebabkan 2 orang syahid dan beberapa lainnya terluka, kita adalah milik Allah dan kepada-Nya kita kembali.

Di tempat terpisah pada tengah hari yang sama, sebuah bom meledak di dekat tentara bayaran di daerah Saqa Kotal, menewaskan 2 orang tentara bayaran di tempat.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Syariah Media Community Jember Gelar Temu Jurnalis dan Praktisi Dakwah

JEMBER (Jurnalislamcom) – Meski diguyur hujan, tak mengurangi antusias peserta untuk hadir dalam acara temu akrab jurnalis muslim dan praktisi media dakwah yang diadakan di masjid adh dhuha yayasan hidayatullah jember. Acara yang diadakan sabtu 18 april ini dikemas dalam diskusi interaktif yang menghadirkan 3 pembicara yang sudah banyak berkiprah dalam dakwah lokal hingga lintas negara. 

Mereka adalah Fajar Firmansyah ( aktifis muslim designer community jember ), Gilig Pradhana ( penulis antologi Nyali- Nyali Dakwah ke Penjuru Negeri dan aktifis Muhammadiyah) dan Bramantyo (Qoid Ilam Jamaah Ansharusy Syariah dan reporter jurnalislam.com)

Acara dimulai dari pemaparan Ustadz Gilig Pradhana yang baru saja pulang dari menyelesaikan studi ke Jepang. Beliau banyak menceritakan suka duka dakwah ke negeri atheis itu. Terlebih saat seringnya didatangi oleh para misionaris untuk diajak gabung menerima keyakinannya.

"Tipikal mereka (misionaris) beragam. Dan mereka selalu memiliki persiapan yang matang sebelum mendatangi sasarannya" paparnya.

Beliau juga mengingatkan agar para aktifis dakwah tidak meremehkan pentingya bekal ilmu dien serta kedekatan kepada Allah sebagai sebaik-baik bekal
    
"Kedekatan kepada Allah lah dapat membentengi seorang muslim dari beragam gempuran musuh Allah, tanpa ini sungguh kita sangat lemah dibandingkan kelihaian musuh-musuh islam dari kalangan sekuler, liberal dan juga pihak barat" imbuhnya.

Adapun pembicara kedua, merupakan aktifis dakwah dan kegiatan sosial sejak SMA. Fajar mengingatkan para audiens tentang peran pemuda dalam menunjang dakwah sebagaimana yg terjadi pada masa sahabat nabi.

"Pemuda harus berkontribusi dalam dakwah global sesuai potensi yang dimilikinya dan bisa memanfaatkan perkembangan teknologi informasi sebagai media dakwah" tegas fajar.

"dakwah poster yang kami lakukan mungkin terlihat sepele, namun menjadi bukti bahwa kami tidak berdiam diri untuk beramal sholih karena kami yakin bahwa dakwah tidak harus diatas mimbar" imbuhnya.

Dari pembicara ke tiga adalah Ust Bramantyo. Beliau memaparkan bahwa setiap aktifis dakwah di media apapun pasti ada resikonya karena itu adalah sunnatullah. Aktifis dan sekaligus reporter jurnalislam ini beberapa waktu lalu pernah menjadi populer mendadak karena poster dirinya beredar di beberapa ruas jalan utama di surabaya karena diteror oknum aparat sebagai teroris.
Menyikapi resiko teror ini Bramantyo mengingatkan audiens agar jeli memilah media informasi.

"Kita tahu siapa pemilik sebagian besar media adalah non muslim. Mereka banyak berperan membentuk opini dan penyesatan info bagi masyarakat. Karena hakikatnya peran media adalah seperti penyihir, bisa merubah yang haq menjadi bathil serta sebaliknya. Disinilah pentingnya kehadiran media islam sebg penyeimbang untuk mengokohkan dakwah ke masyarakat" tegasnya. 

Antusias audiens nampak dari banyaknya tanggapan untuk mengsinergikakn potensi media dakwah yang berkembang dalam sebuah forum ukhuwah media islam. Beberapa audiens yang hadir dalam acara ini termasuk dari kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK), Majelis Literasi, pengurus Dewan Dakwah Islam, santri dari pesantren salafiyah Al Wafa Tempurejo asuhan KH Abdul Aziz.

Reporter: Budi | Editor: Zarqawi |Jurniscom

Pasukan Koalisi Saudi Telah Luncurkan 2.300 Serangan Tahap Pertama

DOHA (Jurnalislam.com) – Koalisi yang dipimpin Saudi melawan kelompok Syiah Houthi Yaman mengatakan pada hari Ahad (19/04/2015) bahwa mereka telah meluncurkan 2.300 serangan udara terhadap kelompok Houthi di Yaman sejak 25 Maret.

"Tujuan tahap pertama serangan telah dilaksanakan," kata juru bicara koalisi Ahmed al-Asiri.

Dia menambahkan pada konferensi pers di ibukota Saudi Riyadh bahwa tidak ada lagi rudal balistik di Yaman yang bisa digunakan untuk mengancam negara-negara tetangga.

"Jika pemberontak Houthi mengeluarkan rudal dari tempatnya, mereka akan segera dimusnahkan," kata al-Asiri.

Dia mencatat bahwa tahap serangan berikutnya akan fokus mencegah para pemberontak  Houthi bergerak di darat, melindungi warga sipil dan membantu pekerjaan kemanusiaan.

Akhir bulan lalu, Arab Saudi dan beberapa negara Arab lainnya memulai serangan udara terhadap posisi pemberontak Houthi di Yaman.

Riyadh mengatakan serangan dilakukan dalam menanggapi permintaan bantuan Presiden Abd Rabbuh Mansour Hadi melawan pemberontak  Syiah Houthi yang dibantu Syiah Iran.

Yaman berada dalam peperangan  sejak Houthi menyerbu ibukota Sanaa pada bulan September dan mencoba menguasai provinsi lain namun Al Qaedah di Yaman bersama suku suku Sunni membendungnya.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Pemimpin Syiah Houthi Bersumpah : Kami Tidak Akan Pernah Menyerah Melawan Saudi

YAMAN (Jurnalislam.com) – Abdelmalik al-Houthi mengatakan dia "tidak akan pernah menyerah" bahkan jika koalisi yang dipimpin Saudi terus menghantam lokasi-lokasi yang mereka kuasai.

Pemimpin kelompok pemberontak Houthi Yaman bersumpah bahwa ia "tidak akan pernah menyerah" melawan perang udara yang dipimpin Saudi, dan mengatakan bahwa Yaman memiliki hak untuk menolak "agresi" dengan cara apapun.

"Pejuang Yaman kami tidak akan pernah menyerah," kata Abdelmalik al-Houthi dalam pidato televisi pada hari Minggu (19/04/2015), pada hari ke-25 serangan udara yang menargetkan kelompok pemberontak itu.

Pemimpin pemberontak Houthi berjanji untuk melakukan perlawanan tangguh dengan menggunakan "segala cara dan pilihan" yang tersedia, tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Saudi mengatakan Syiah  Houthi menjalin aliansi dengan Syiah Iran untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Abd-Rabbu Mansour Hadi.

Pada hari Ahad, juru bicara koalisi yang dipimpin Saudi, Ahmed Asseri mengatakan pertempuran dan serangan udara yang menargetkan Houthi dilancarkan ke seluruh Yaman.

Dia mengatakan bahwa setidaknya 106 serangan udara telah diluncurkan terhadap Houthi di kota-kota Sanaa dan Sadaa, menargetkan fasilitas penyimpanan "rudal balistik" mereka.

Di kota pelabuhan selatan Aden, kota terbesar kedua Yaman, pasukan yang setia kepada Hadi pada hari Ahad kembali menguasai wilayah garis pantai yang selama ini dipegang oleh pasukan Houthi dan pasukan loyalis mantan presiden Ali Abdullah Saleh, pejabat keamanan mengatakan kepada kantor berita Associated Press.

Posisi tersebut memungkinkan mereka untuk menyerang bandara yang dikuasai pemberontak Houthi  dan memotong pasokan untuk pasukan anti-Hadi, kata mereka.

Komandan Yaman dari distrik militer yang luasnya menutupi setengah perbatasan negara itu dengan Arab Saudi juga telah menjanjikan dukungan pada hari Ahad kepada Presiden Hadi yang sedang berada di pengasingan, kata para pejabat setempat.

Setidaknya 15.000 tentara ditempatkan di daerah perbatasan dengan Arab Saudi, yang selama ini mendukung Hadi dan telah melancarkan pemboman tiga minggu melawan pemberontak Houthi, yang bersekutu dengan Syiah Iran.

"Brigadir Jenderal Distrik Militer Pertama Abdulrahman al-Halily hari ini mengumumkan dukungannya bagi legitimasi konstitusional yang diwakili oleh Presiden Hadi," salah seorang pejabat mengatakan kepada Reuters.

Sebagian besar militer Yaman yang setia kepada mantan presiden kuat Ali Abdullah Saleh berjuang bersama pemberontak Houthi dalam pertempuran yang membentang di Yaman selatan dan timur.

Namun pembelotan pasukan di timur laut membuat sekitar 10 divisi berbalik mendukung Hadi.

Reporter Al Jazeera Mohammed Vall, yang melaporkan dari Jizan di perbatasan Arab Saudi dengan Yaman, mengatakan bahwa meskipun para loyalis Hadi telah menguasai sebagian wilayah, mereka masih belum memiliki komandan pusat untuk memimpin mereka.

Pertempuran yang intensif pada akhir Maret ketika koalisi yang dipimpin Saudi mulai meluncurkan serangan udara, menempatkan Houthi melawan pasukan yang setia kepada Hadi.

Pada hari Ahad, para pejabat juga mengatakan bahwa pasukan pemberontak gagal saat mencoba untuk mengambil daerah Dar Saad, di utara Aden. Mereka meminta anonimitas karena tidak berwenang untuk member pernyataan kepada wartawan.

Sementara itu di Amman, PBB mengatakan Arab Saudi telah setuju untuk mendanai sepenuhnya sejumlah $ 273.700.000 untuk bantuan darurat demi menghindari bencana kemanusiaan di Yaman.

Dengan berlanjutnya pertempuran, partai politik Saled mengatakan pada hari Minggu bahwa ia menyambut resolusi PBB yang menyerukan gencatan senjata di negara itu, dan mendesak semua pihak yang terlibat dalam konflik, termasuk Saudi, untuk mengamati hal itu.

"(Partai) menyambut seruan Sekretaris Jenderal PBB untuk gencatan senjata bagi semua pihak dan melanjutkan dialog di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa,” katanya. Partai juga menambahkan bahwa mereka mendesak pihak "dalam dan luar” negara tersebut untuk menanggapi himbauan PBB tersebut.

Pasukan pro-Saleh berjuang bersama pemberontak Houthi, yang telah merebut ibukota, Sanaa, dan memperluas kekuasaannya ke kota-kota lainnya namun Al Qedah Yaman (AQAP) membendung pergerakan mereka.

 

Deddy | Aljazeera | Reuters | AP | Jurniscom

Ribuan Rakyat Palestina Gelar Unjuk Rasa Solidaritas untuk Tahanan di Penjara-penjara Israel

GAZA (Jurnalislam.com) – Hamas menggelar unjuk rasa besar-besaran pada Sabtu (18/4/2015) malam untuk memberi penghormatan kepada ribuan tahanan Palestina di penjara-penjara Israel. Ribuan warga Palestina telah ditangkap oleh Israel sejak tahun 1967 dan itulah sebabnya masalah tahanan sangat penting bagi rakyat Palestina.

Saat ini ada lebih dari 6.500 tahanan Palestina di penjara Israel, termasuk perempuan dan anak-anak.

Dalam aksi bertajuk "Tahanan kami, Kebebasanmu sangat dekat" pejabat Hamas bersumpah akan menggunakan kekuatan terhadap Israel untuk membebaskan para tahanan.

Para pejabat Palestina mengatakan masyarakat internasional gagal untuk melindungi hak-hak tahanan Palestina mendekam di penjara-penjara Israel.

"Lebih dari tiga ratus tahanan Palestina juga ditahan di pusat penahanan Israel tanpa tuduhan dan diadili di pengadilanm," kata Mentri Urusan Tahanan Palestina, Bahaudin al Madhoun kepada pressTv.

Hamas, yang berhasil membebaskan lebih dari seribu tahanan Palestina dalam kesepakatan pertukaran dengan Israel pada 2011, mengatakan tetap bersikeras untuk membebaskan semua tahanan Palestina dari penjara-penjara Israel.

Ally | Jurniscom