Jerman Musnahkan Senjata Kimia Rezim Suriah

BERLIN (Jurnalislam.com) – Jerman telah menghancurkan 370 ton senjata kimia Suriah, Kementerian Luar Negeri negara itu mengumumkan Senin (04/05/2015).

"Sebuah kerjasama internasional yang luar biasa telah memungkinkan kita untuk pertama kalinya mengamankan senjata kimia arsenal rezim Suriah yang terungkap pada 2013, kemudian dengan aman mengangkut mereka ke luar negeri dan saat ini bersiap untuk dihancurkan," kata Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier.

Bahan beracun, yang sudah dinetralkan diatas kapal US "MV Cape Ray" dengan perlengkapan khusus di Mediterania pada bulan Juli dan Agustus 2014, telah dibawa ke Munster di barat laut Jerman September lalu untuk proses pembakaran akhir.

Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan bahwa penghancuran akhir bahan kimia tersebut dilakukan pada 30 April di GEKA, sebuah perusahaan milik negara yang bertanggung jawab untuk membuang agen senjata kimia.

Para ahli dari Organisasi Antarpemerintah untuk Pelarangan Senjata Kimia (Intergovernmental Organisation for the Prohibition of Chemical Weapons) memantau proses penghancuran.

Sekitar 98 persen dari stockpile senjata kimia Suriah telah hancur, sedangkan rezim Presiden Bashar al-Assad harus sepenuhnya menyatakan dan menghancurkan seluruh program yang tersisa yang masih menjadi perhatian bagi masyarakat internasional.

Bulan lalu, Jerman dan mitra G7 terus mengecam penggunaan senjata kimia di Suriah terhadap warga sipil.

"Kami mengutuk dalam istilah terkuat penggunaan gas klorin secara terus menerus sebagai senjata kimia oleh rezim Assad," kata para menteri luar negeri Negara G7 dalam sebuah pernyataan bersama pada tanggal 15 April, setelah pertemuan mereka di kota Jerman utara Lubeck.

"Penggunaan bahan kimia beracun sebagai senjata kimia di Suriah melanggar Konvensi Senjata Kimia serta Resolusi DK PBB 2118 dan 2209. Kami tetap bersatu dalam tekad kami untuk meminta pertanggungjawaban mereka yang bertanggung jawab atas tindakan tidak manusiawi seperti itu," kata menteri.

Pada 2013, penggunaan senjata kimia di Suriah mengejutkan dunia.

Dewan Keamanan PBB memutuskan untuk menghilangkan senjata kimia Suriah setelah pasukan yang setia kepada rezim Syiah  Assad diduga menewaskan lebih dari 1.000 orang dalam serangan gas sarin di pinggiran kota Damaskus pada bulan Agustus tahun itu.

Pada bulan Juli 2014, Suriah menyatakan senjata kimia yang dimuat ke "MV Cape Ray" ternyata menjadi limbah melalui hidrolisis – sebuah proses di mana air digunakan untuk memecah ikatan kimia dalam suatu zat.

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Penghasut Islam Geert Wilders Target Al Qaeda

ANGKARA (Jurnalislam.com) – Beberapa menit sebelum polisi Texas Ahad kemarin menembak mati dua orang bersenjata yang menyerang sebuah acara berjudul "Muhammad Art Exhibit and Cartoon Contest," politisi sayap kanan Belanda Geert Wilders berpidato di acara tersebut.

Wilders, yang telah dinyatakan sebagai target oleh Al-Qaeda, terkenal di negara asalnya dan di seluruh dunia karena menyerang Islam dan Muslim di Belanda.

Dalam sebuah acara yang diselenggarakan oleh American Freedom for Defense Initiative, yang terdaftar sebagai kelompok ekstrimis oleh organisasi hak-hak sipil Amerika Southern Poverty Law Center kemarin,  penghasut berusia 51 tahun itu mengatakan kepada penonton di Garland, Texas,

"Bukan suatu kebetulan bahwa kita berada di Garland, Texas, malam ini. Di sinilah, tiga bulan yang lalu, tak lama setelah pembantaian Charlie Hebdo, aktivis Islam berkumpul untuk menuntut agar kebebasan berbicara dibatasi”.

"Mereka ingin melarang kartun, buku-buku dan film-film yang mereka anggap menghina. Jawaban kami jelas: Jangan main-main dengan Texas. Jangan main-main dengan kebebasan Barat. Jangan main-main dengan kebebasan berbicara!!!"

Dalam sambutannya, anggota parlemen itu mengundang para kartunis untuk memamerkan karya mereka di masa mendatang di parlemen Belanda, dimana partainya adalah yang terbesar keempat.

Dia menyebut Alquran sebagai "buku fasis" dan secara terbuka berjanji untuk mengurangi jumlah pendatang Muslim di negara ini.

Meskipun Partai Wilders yaitu Party for Freedom and Democracy kehilangan dua kursi Parlemen Eropa dalam pemilihan terbaru Mei 2014 dan mengambil sekitar 12 persen suara, hasutan berapi-apinya ke arah umat Islam tidak berkurang.

Wilders telah meningkatkan karirnya dengan menyerang migrasi Muslim Belanda, dengan jumlah warga Turki sekitar 2,5 persen dari populasi dan Maroko sekitar lebih dari 2,2 persen.

Terpilih dalam dewan kota Utrecht pada tahun 1997 sebagai wakil untuk sayap kanan Partai Liberal, Wilders menggunakan posisinya untuk menyerang komunitas Muslim di kota itu.

Tahun berikutnya ia terpilih masuk parlemen nasional dan pada tahun 2003 menyerukan "jihad liberal." Sikapnya terbukti terlalu ekstrim untuk Partai Liberal dan pada tahun 2006 ia mendirikan kelompok sendiri.

Pada tahun 2008, Wilders membuat dan berusaha untuk mendistribusikan film anti-Islam yang menyerang Islam. Berjudul 'Fitna', film itu menampilkan gambar dari serangan 9/11 beserta ayat-ayat Al-Quran. Film ini menyebabkan kemarahan di seluruh Belanda dan dunia Muslim.

Wilders dituntut pada 2009 karena menghasut kebencian tapi dibebaskan dari semua tuduhan dua tahun kemudian. Baru-baru ini ia menghadapi sidang atas pidatonya di Den Haag tahun lalu dimana ia bertanya kepada penonton: "Apakah Anda menginginkan warga Maroko lebih banyak atau berkurang di kota ini dan di Belanda?" Ketika orang banyak meneriakkan "sedikit, lebih sedikit," Wilders menjawab sambil tersenyum: "Maka kami akan mengupayakannya."

Jika terbukti bersalah, ia menghadapi hukuman penjara hingga 16 bulan atau denda hingga € 7600 ($ 8500).

Popularitas politikus sayap kanan Belanda tersebut menurun secara luas namun pidatonya yang berapi-api melawan Muslim tetap melengking.

"Dia adalah seorang politikus tunggal bermasalah," Rudy Andeweg, seorang ilmuwan politik di Universitas Leiden, mengatakan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Belanda De Volkskrant tahun lalu. "Mimpinya adalah dilema."

Sebelum perjalanan ke Texas, dua anggota Kongres Muslim AS telah menulis surat kepada Menteri Luar Negeri John Kerry dan Menteri Keamanan Dalam Negeri Jeh Johnson meminta agar menolak visa Wilders, seperti ketika ia merencanakan kunjungan ke Inggris pada tahun 2009.

"Saya merasa terganggu, tapi kebanyakan sedih, karena, kita semua tahu, orang-orang Belanda adalah orang-orang baik … dengan sejarah besar toleransi," kata Rep. Keith Ellison hari Jumat. "Dan sangat disayangkan bahwa seseorang seperti itu akan datang ke sini dan semacam mewakili dirinya sebagai anggota masyarakat yang seperti itu."

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Operasi Azm Hari ke Sembilan : 23 Pasukan Musuh Tewas, 19 Luka-luka dan 17 Ditangkap

Badakhshan (Jurnalislam.com) – Al-Emarah News mengatakan pada hari Senin (04/05/2015) sebanyak 22 tentara boneka tewas dan 19 lainnya terluka dalam operasi Badakhshan saat Mujahidin Imarah Islam dengan tegas mendorong dengan serangan musim semi tahunan mereka di seluruh negeri.

Kombatan Imarah Islam di tengah operasi pembersihan hari Ahad menyerbu 2 pangkalan militer utama dan 10 instalasi di distrik Wardaj provinsi Badakhshan.

Selain itu pejuang Mujahidin menawan 17 lainnya di pertempuran Badakhshan.

Mujahidin juga merebut 10 tank lapis baja, 7 kendaraan ranger, 7 DShK (senapan mesin berat anti-pesawat buatan Soviet yang dipasang dalam kendaraan), lebih dari 10 peluncur roket dan sejumlah senapan Kalashnikov dan sejumlah amunisi dalam operasi kemarin.

Dua Mujahidin dilaporkan memeluk kesyahidan dengan lebih dari lima lainnya terluka dalam pertempuran itu.

Sedangkan di Kabul, operasi Azm hari ke sembilan menargetkan sebuah bus pemerintah jenis Mercedes Benz 304 buatan Jerman pagi ini di pusat kota Kabul dengan  serangan istisyhad, menewaskan 20 karyawan kantor jaksa agung dan menyebabkan lebih dari 20 lainnya terluka parah.

Wartawan kami mengatakan bahwa Noor-ud-Din Takhari, berusia 65, melakukan serangan istisyhad di bus yang sedang mengangkut pejabat pemerintah untuk bekerja di Dar-ul-Aman wilayah kota Kabul, ibukota Afghanistan, Senin pagi sekitar pukul 8:00 am waktu setempat.

 

Deddy | Shahamat | Jurniscom

Warga Denmark Desak Pemerintahnya Boikot Produk Israel

DENMARK (Jurnalislam.com) –  Organisasi Sahabat Palestina di Denmark meluncurkan kampanye boikot produk Israel, dilansir Infopalestina Senin (04/05/2015).

Adapun tujuan dari kampanye ini adalah untuk memblow up produk-produk para pemukim Zionis dimana mereka sejak delapan tahun silam menolak anjuran dari Uni Eropa untuk mencantumkan kode produk Israel yang akan dipasarkan di Eropa.

Mereka menjelaskan, kampanye yang diumumkan melalui poster yang ditempel di 35 titik dari jalur kendaraan umum di kota Copenhagen serta wilayah-wilayah sekitarnya. Ajakan tersebut mencakup seruan untuk memboikot barang-barang produk pemukim Zionis seperti, “Nurani kita Bebas, Kami tak beli produk pemukim Zionis dan tidak berinvestasi di sana. Di samping peta Palestina dijelaskan tentang luas tanah yang dicuri untuk kepentingan pemukim, sejak tahun 1948 hingga sekarang.

Peserta kampanye ini mengisyaratkan, perusahaan transfortasi umum “Movie” menolak tekanan kedubes Tel Aviv di Copenhagen dan persatuan Zionis Denmark serta partai kerakyatan ultra kanan Denmark. Tekanan tersebut berbentuk permintaan untuk menghentikan aksi ini melalui keputusan Dewan Direksi perusahaan.

Disamping itu, ketua organisasi persahabatan Palestina-Denmark, Fathi Abad dalam keteranganya mengatakan, aksi ini terus dilakukan, jika perusahaan tranfortasi Movie belum mengumumkan boikotnya. Bahkan mereka berencana mengajukan masalah ini ke pengadilan negeri.

Deddy | Infopalestina | Jurniscom

AQIS : Serangan Terhadap para "Penghujat" atas Perintah Syeikh Aiman Zawahiri

INDIA (Jurnalislam.com) – Pemimpin Al Qaeda di benua India (AQIS), Syeikh Asim Umar, mengaku bertanggung jawab atas pembunuhan enam orang yang diduga "penghujat," termasuk Avijit Roy, seorang blogger atheis terkemuka. Roy, seorang warga Amerika, dibunuh di Bangladesh pada bulan Februari ketika seorang penyerang menyerangnya dengan parang.

Syeikh Asim Umar  mengeluarkan pernyataan tersebut dalam video yang diproduksi oleh media publikasi Al Qaeda, As Sahab. SITE Intelligence Group pertama kali memperoleh video, yang dirilis dalam beberapa bahasa termasuk sub judul bahasa Inggris.

Selain Roy, AQIS mengklaim bertanggung jawab atas eksekusi Rajib Haider (blogger yang dibunuh bulan Februari 2013), Muhammad Shakil AUJ (yang merupakan dekan Studi Islam di Universitas Karachi yang ditembak pada September 2014), Shafiul Islam (seorang profesor di Universitas Rajshahi yang tewas pada September 2014), Aniqa Naz (blogger Pakistan), dan Washiqur Rahman (blogger yang tewas bulan Maret).

Syeikh Asim Umar  mengatakan, "Segala puji bagi Allah ekesekusi  ini adalah bagian dari serangkaian operasi yang diprakarsai oleh berbagai cabang al Qaeda atas perintah pemimpin yang kami hormati, Syeikh Ayman al Zawahiri (semoga Allah melindunginya)”.

Syeikh Asim Umar juga mengatakan, "Hal ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk memenuhi sumpah Syeikh Osama [bin Laden] (semoga Allah merahmatinya)."

Syeikh Asim Umar menghubungkan serangkaian eksekusi  tersebut dengan serangan mujahidin lainnya, termasuk serangan di kantor Charlie Hebdo di Paris awal tahun ini. Jihadis "telah memberi pelajaran untuk para penghina Nabi di Perancis, Denmark, Pakistan dan sekarang di Bangladesh," klaim Syeikh Asim Umar.

Dan ia mengatakan kampanye pembunuhan al Qaeda merupakan bagian dari "perang yang sama … apakah itu berjuang dengan drone [di Pakistan utara] atau dengan pena terkutuk dari Charlie Hebdo."

Syeikh Asim Umar mengatakan "ikhwan Bangladesh" bernama Sulaiman (alias Aashiq ur Rahman) "syahid dalam serangan pengecut pesawat tak berawak di Khurasan oleh kekuatan yang sama yang menyatakan solidaritas dengan para penghujat dengan berpartisipasi dalam long march di Paris."

Al Qaeda menggambarkan serangan terhadap mereka yang diduga menghina Nabi Muhammad tersebut sebagai pembelaan  Islam.

Syeikh Nasser bin Ali al Ansi, seorang pemimpin senior al Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP) yang juga menjabat sebagai salah satu wakil manajer al Qaeda, mengaku bertanggung jawab atas serangan Charlie Hebdo atas nama al Qaeda awal tahun ini. Penjelasan Umar baru-baru ini mencerminkan persamaan dengan pernyataan Syeikh al Ansi pada saat itu.

Video yang dirilis AQIS juga mencantumkan klip al Ansi yang mengatakan bahwa penembakan Charlie Hebdo direncanakan dan dilaksanakan oleh AQAP.

Dalam videonya sendiri, yang dirilis pada bulan Januari, al Ansi mengklaim bahwa serangan di Paris adalah "pembalasan untuk Rasulullah." Dia juga mengatakan serangan itu direncanakan atas "kepatuhan" terhadap "perintah" Allah untuk mendukung utusan-Nya , serta "perintah amir kami, Syeikh Ayman bin Muhammad al Zawahiri yang murah hati," dan juga merupakan "pesan" dari Syeikh Osama bin Laden.

Oleh karena itu, baik Syeikh al Ansi dan Asim Umar mengatakan bahwa serangan Tandzim mereka melawan "salibis dan zionis" dilakukan sesuai dengan "perintah" Syeikh Zawahiri.

Al Qaeda telah lama menargetkan individu dan organisasi yang dianggap menyinggung kaum muslim. Selain al Ansi, video AQIS juga menyertakan klip dari Anwar al Awlaki, seorang ideolog Amerika al Qaeda yang tewas dalam serangan pesawat tak berawak AS di 2011. Awlaki berulang kali menyerukan balas dendam terhadap mereka yang diduga menyinggung Islam. Dua bersaudara yang bertanggung jawab atas serangan gaya-Mumbai di Charlie Hebdo mengatakan mereka dikirim oleh Awlaki, dan Syeikh al Ansi menjelaskan bahwa Awlaki terlibat dalam operasi tersebut.

Dalam plot sebelumnya, pemimpin senior al Qaeda merencanakan untuk membunuh para staf yang bekerja di surat kabar Denmark Jyllands-Posten, yang menerbitkan kartun kontroversial Nabi Muhammad.

Dan pada September 2012, beberapa afiliasi Al Qaeda membantu serangan terhadap fasilitas diplomatik AS di seluruh dunia, termasuk di Benghazi, Kairo, Sanaa dan Tunis. Dalam edisi kesepuluh majalah Inspire, AQAP mengatakan serangan tersebut untuk memenuhi seruan Syeikh Osama bin Laden untuk membalas agama Islam, yang dihina oleh Barat. Sampul majalah tersebut menunjukkan spanduk hitam al Qaeda berkibar di depan Kedutaan Besar AS di Tunis sedangkan bintang dan garis-garis symbol bendera Amerika telah diruntuhkan. Gambar itu disertai dengan kata-kata, "Kita Semua adalah Usamah," mengacu ke nyanyian ("Obama, Obama, Kita semua Osama!") Yang terdengar di depan beberapa kedutaan besar AS.

AQIS sebelumnya mengklaim beberapa pembunuhan yang disebutkan dalam pernyataan Asim  Umar. Beberapa dari serangan itu dilakukan sebelum pembentukan resmi AQIS, yang menyatukan unsur-unsur dari beberapa kelompok jihad yang berbeda, pada bulan September 2014.
Pada Desember tahun lalu, juru bicara AQIS Syeikh Usamah Mahmoud merilis sebuah pernyataan yang menjelaskan operasi cabang al Qaeda. "Meskipun al Qaeda di benua India diumumkan tahun ini [2014]," Syeikh Mahmoud mengklaim, menurut terjemahan oleh SITE, "kami telah mulai beroperasi di bawah satu komite Syura [konsultasi] dan satu komandan sejak hampir setahun yang lalu."

Syeikh Mahmoud menulis bahwa komite Syura AQIS telah sepakat untuk menargetkan "kepentingan Amerika," Tentara Pakistan, Polisi Pakistan, "preman anti-Islam yang terlibat dalam pembunuhan ulama Islam dan memeras pedagang Muslim," dan "para murtad yang menonjol yang dikenal karena permusuhan mereka terhadap Islam." AQIS telah merencanakan perlawanan terhadap masing-masing target yang masuk dalam daftar Syeikh Mahmoud tersebut.

Dalam plot mereka yang paling berani untuk saat ini, AQIS berusaha menggunakan rudal di atas sebuah kapal Pakistan untuk menyerang kapal-kapal Amerika dan India.  AQIS yang mencoba mengambil alih kapal itu terdiri dari mantan perwira dan perwira aktif Pakistan. Walaupun gagal meluncurkan rudal, tetapi dilaporkan berhasil menewaskan prajurit Pakistan dalam baku tembak.

 

Deddy | The Long War journal  | Jurniscom

GCC akan Adakan Pertemuan Puncak di Riyadh Bahas KrisisYaman

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Enam negara anggota Gulf Cooperation Council (GCC) akan bertemu di ibukota Saudi Riyadh pada hari Senin untuk membahas perkembangan regional, salah satu yang paling signifikan adalah krisis yang sedang berlangsung di Yaman.

Presiden Prancis Francois Hollande akan hadir dan menjadi pemimpin asing pertama yang menghadiri KTT GCC sejak didirikan pada tahun 1981. Hollande berusaha terus menumbuhkan ikatan yang kuat antara Perancis dan GCC dengan berada dalam rangkaian tur penting di Qatar dan Arab Saudi.

GCC Summit juga akan menjadi kesempatan bagi para pemimpin Teluk untuk membahas hubungan bilateral dan cara-cara untuk memperkuat hubungan dekat mereka dalam menghadapi tantangan regional termasuk situasi di Suriah, Irak, serta Yaman.

Di Yaman, koalisi negara-negara Arab yang dipimpin Saudi sedang mencoba untuk menghentikan pemberontak Syiah Houthi yang didukung Iran dan pasukan yang setia kepada pemimpin terguling Ali Abdullah Saleh untuk mengambil kendali negara Yaman.

Pembicaraan damai telah runtuh setelah pemberontak Houthi melanjutkan serangan dalam beberapa bulan terakhir, merebut ibukota Sanaa dan masuk ke Aden, memaksa Presiden Abdrabbu Mansour Hadi melarikan diri ke pengasingan di Arab Saudi.

Koalisi yang dipimpin Saudi meluncurkan serangan udara terhadap sasaran-sasaran Houthi di Yaman pada 26 Maret untuk mencegah milisi mengambil seluruh wilayah dan untuk mengembalikan otoritas Hadi yang sah.

 

Deddy | Alarabiya | Jurniscom

Kesaksian: Pasukan Israel Diperintahkan Untuk ‘Bunuh di Tempat’ dalam Perang Gaza

GAZA (Jurnalislam.com) – Sebuah LSM Israel menyatakan keprihatinannya pada hari Senin (04/05/2015) atas kebijakan tentara Israel melakukan "penembakan tanpa pandang bulu" terhadap warga Palestina. LSM tersebut telah mengumpulkan kesaksian yang menunjukkan bahwa tentara Israel diperintahkan untuk "membunuh di tempat" selama serangan militer musim panas lalu di Jalur Gaza.

Dalam sebuah pernyataan di hari Ahad, Breaking the Silence, sebuah LSM Israel, mengatakan bahwa mereka telah mengumpulkan kesaksian yang melukiskan sebuah "gambaran yang mengganggu" mengenai kebijakan tentara Israel melakukan "penembakan secara sembarangan," yang menegaskan jika mereka telah "secara langsung mengakibatkan kematian ratusan warga sipil Palestina yang tidak bersalah."

LSM tersebut mengatakan telah mengumpulkan kesaksian 60 tentara dan petugas Israel yang berpartisipasi dalam serangan musim panas lalu – yang dijuluki "Operation Protective Edge " – terhadap Jalur Gaza.

Lebih dari 2.160 warga Palestina, kebanyakan warga sipil, tewas  dan 11.000 lainnya terluka  selama tujuh minggu pemboman Israel yang tak henti-henti di Jalur Gaza pada bulan Juli dan Agustus tahun lalu.

"Kesaksian yang dikumpulkan oleh Breaking the Silence melukiskan gambaran mengganggu perubahan drastis" dalam prosedur tempur tentara Israel, kata LSM itu.

LSM itu menambahkan bahwa "nilai-nilai pedoman tentara Israel menurun, berkurang dan bahkan dibuang, oleh tentara Israel itu sendiri.”  Nilai-nilai tersebut diantaranya adalah prinsip 'kemurnian senjata', yang mengamanatkan bahwa tentara hanya menggunakan sejumlah minimum dari kekuatan yang diperlukan dan 'tetap menjaga kemanusiaan mereka bahkan dalam pertempuran.’

LSM mengatakan "aturan keterlibatan" yang disampaikan kepada tentara "adalah peraturan yang paling permisif yang pernah didengar oleh tim Breaking the Silence," sambil menambahkan bahwa banyak tentara bersaksi bahwa "perintah yang mereka terima adalah untuk menembak atau membunuh setiap orang yang terlihat di depan mereka."

LSM itu melanjutkan dengan menegaskan bahwa tentara Israel telah disesatkan dalam beberapa kasus karena mereka percaya bahwa lokasi pertempuran mengambil tempat di daerah dimana tidak terdapat warga sipil, namun, "pada kenyataannya, pasukan [tentara] memasuki wilayah di mana warga sipil tak berdosa, dan kadang-kadang bahkan seluruh keluarga, berada di lokasi tersebut."

Selama tujuh minggu serangan terhadap Gaza, tentara Israel "melakukan pemusnahan massal infrastruktur sipil dan rumah-rumah," LSM mencatat, menambahkan bahwa, "dalam banyak kasus, kerusakan terjadi tanpa justifikasi operasional yang jelas dan terjadi setelah pasukan darat 'membersihkan' dan meninggalkan daerah tersebut."

Breaking the Silence didirikan oleh para veteran Israel yang telah bertugas di ketentaraan sejak intifada (pemberontakan)kedua Palestina, yang meletus pada akhir 2000.

Menurut website LSM, veteran ini "telah berinisiatif untuk mengekspos kepada publik Israel realitas kehidupan sehari-hari di Wilayah Pendudukan."

Mereka menyatakan: "Kami berusaha untuk merangsang debat publik tentang harga yang harus dibayar untuk sebuah realitas di mana tentara-tentara yang masih muda harus menghadapi penduduk sipil setiap hari dan terlibat bahkan mengendalikan nasib hidup penduduk sipil tersebut."

Deddy | World Bulletin | Jurniscom

Stand Baca Buku Gratis Cakep Indonesia Hadir di CFD Jombang

JOMBANG (Jurnalislam.com) – Cita Rasa Kebaikan Pelajar (Cakep) Indonesia membuka stand Baca Buku gratis di Car Free Day Jombang, depan Kantor DPRD Kabupaten Jombang, Ahad (3/5/2015).

Berbagai buku dari mulai buku anak-anak, pengetahuan umum, majalah dan novel dijajakan diatas tikar. Selain buku bacaan, pengunjung juga terlihat asik memainkan mainan tradisional engrang yang juga disedikan panitia.

"Pengunjung senang ketika diadakan kegiatan ini. Bahkan ada pengunjung yang menyanggupi menjadi donatur buku, saat mengetahui acara buku bacaan gratis," kata Shofi'i, pengurus Cakep Indonesia Jombang.

Cakep Indonesia menggandeng Lembaga ABATA dalam penyediaan buku serta melibatkan para pelajar Jombang untuk turut serta menyelenggarakan kegiatan ini.

"Saya senang, karena bisa baca buku dan senang-senang," ujar udin, salah satu pengunjung buku bacaan gratis yang masih duduk di bangku SD.

Acara tersebut telah dua kali diselenggarakan Cakep Indoesia di Car Free Day Jombang.

Reporter : Miftah : Editor : Ally

Pemimpin Muslim Dallas : Serangan Terhadap Kontes Kartun Nabi Muhammad Saw adalah "Lone Wolf Attack"

DALLAS (Jurnalislam.com) – Pemimpin komunitas Muslim Dallas mengatakan dalam twitternya bahwa penyerang kontes kartun Nabi Muhammad Saw Ahad (3/5/2015) di Garland ISD Curtis Culwell Center kemarin bukan dari kelompoknya.

"Umat Islam menjauh dari acara sebagaimana telah dinasehatkan. Ini adalah jenis serangan lone wolf (serangan atas inisitif sendiri-red)," tulis Imam Zia Sheikh dalam twitternya, Senin (4/5/2015).

Beliau juga mengatakan, dirinya tidak bertanggungjawab dan mengharapkan adanya peristiwa yang menewaskan kedua pelaku penyerangant tersebut.

"Kami tidak menginginkannya," lanjutnya.

Kontes kartun penggambaran Nabi Muhammad Saw itu digelar oleh American Freedom Defense Initiative (AFDI) pimpinan Pamella Geller, tokoh wanita yang juga founder organisasi anti -slam Stop Islamization of America (SIOA).

Geller juga mengundang tokoh anti-Islam asal Belanda, Geert Wilders sebagai pembicara dalam acara tersebut.

Ally | Jurniscom

Dua Orang Bersenjata Serang Pentas Seni Penghina Nabi di Texaz

DALLAS (Jurnalislam.com) – Dua pria bersenjata melepaskan tembakan pada hari Ahad (03/05/2015) di sebuah pameran seni di Garland, Texas, yang menampilkan penggambaran sosok Nabi Muhammad dan mereka ditembak mati di tempat oleh polisi, warga mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Penembakan yang mengikuti serangkaian ancaman dan serangan di negara-negara Barat lainnya menentang seni yang menggambarkan Nabi, dilaporkan sebelum pukul 7 di Curtis Culwell Center.

Curtis Culwell Center adalah tempat untuk peristiwa khusus seperti upacara wisuda, konser, pameran dagang, pernikahan dan acara olahraga di Garland, sebelah timur laut Dallas.

Kedua tersangka bersenjata melaju ke depan bangunan di dalam mobil saat acara, yang disebut " Muhammad Art Exhibit," itu akan segera berakhir, dan mulai menembaki petugas keamanan, kota mengatakan dalam pesan yang diposting online.

Polisi Garland kemudian membalas orang-orang bersenjata dengan tembakan, dan kedua tersangka ditembak mati, kata warga. Petugas keamanan terluka dalam tembakan, tapi cederanya tidak dianggap mengancam jiwa, menurut pernyataan itu.

Tidak ada pernyataan segera dari polisi atau pihak berwenang lainnya tentang identitas atau latar belakang kedua tersangka.

The Dallas Morning News melaporkan bahwa kritik terhadap pameran seni, yang disponsori oleh sebuah kelompok yang disebut American Freedom Defense Initiative, mengutuk acara tersebut sebagai serangan terhadap Islam, tetapi penyelenggara mengatakan mereka hanya menggunakan hak kebebasan berekspresi mereka.

Seni Barat yang menggambarkan sosok Nabi kadang-kadang membuat marah umat Islam dan memicu ancaman dari para pejuang Islam. Pada bulan Januari, orang-orang Islamis bersenjata menyerang kantor majalah satir Perancis Charlie Hebdo di Paris dalam upaya balasan atas penghinaan kartun Nabi, dan menewaskan 12 orang.

 

Deddy | Reuters | Gmanews | Jurniscom