Rusia Hentikan Kargo Militer NATO ke Afghanistan

RUSIA (Jurnalislam.com) – PM Rusia Dmitry Medvedev telah mencabut dekrit yang memungkinkan peralatan militer NATO berangkat menuju Afghanistan melalui wilayah Rusia.

Dokumen resmi yang ditandatangani oleh Medvedev dan diterbitkan pada hari Senin (18/05/2015) tersebut mencabut semua keputusan sebelumnya mengenai izin transit kargo NATO ke Afghanistan, termasuk pengiriman peralatan dan perlengkapan militer melalui kereta api, kendaraan bermotor, atau melalui wilayah udara Rusia.

Menurut sebuah laporan di RT, Kementerian Luar Negeri Rusia telah diperintahkan untuk menginformasikan kepada semua negara yang terlibat.

Transit kargo militer ke Afghanistan melalui Rusia diizinkan setelah dikeluarkannya resolusi Dewan Keamanan PBB 2001. Dokumen tersebut berisi pembentukan Pasukan Bantuan Keamanan Internasional (ISAF) di Afghanistan, dan meminta semua negara untuk mendukung misi militer yang dipimpin NATO. Pada tahun 2008 Rusia menandatangani sebuah dekrit yang memungkinkan kargo ISAF melewati wilayahnya.

 

Deddy | World Bulletin | Jurniscom
 

Lagi, Nelayan Aceh Selamatkan Imigran Rohingya

ACEH (Jurnalislam.com)– Nelacan di Provinsi Aceh kembali menyelamatkan imigran Rohingya di perairan Kabupaten Aceh Timur. Mereka ditemukan nelayan saat mengapung di lautan, Rabu (19/5/2015) dinihari.

Diperkirakan jumlah imigran yang kembali ditemukan ini mencapai 400 jwa lebih yang terdiri dari anak-anak, wanita, remaja dan juga kaum pria dewasa. Para imigran itu terlihat lemah dan ada yang jatuh sakit.

Berdasarkan informasi dari warga setempat, perahu motor yang membawa imigrano ini dalam keadaan tidak berfungsi mesinnya sehingga harus ditarik dengan perahu motor kecil milik nelayan ke Kuala Geuleumpang, Kecamatan Julok, Kabupaten Aceh Timur.

Salah seorang imigran yang bisa berbahasa Melayu Hasan Ali, kepada warga setempat mengungkapkan mereka sudah terdampar di lautan selama sekitar tiga bulan dengan perbekalan yang sangat tidak memadai. 

Mereka lari dari negaranya karena konflik rasial dan di tengah lautan mereka kehabisan bekal dan terombang-ambing selama tiga bulan sebelum akhirnya ditemukan nelayan Aceh saat di sekitar perairan Aceh dan kemudian  diselamatkan.

Sampai saat ini, berdasarkan informasi yang diterima, masih berlangsung proses evakuasi terhadap para imigran ini oleh nelayan Aceh di Aceh Timur.

Tahap awal sudah diselamatkan 30 jiwa yang didaratkan di Desa Simpang Lhee, Kecamatan Julok. Sebagian besar sisanya masih di dalam perahu dan sedang ditarik perahu motornya oleh tujuh perahu kecil milik nelayan setempat. 

Gelombang imigran di pantai utara dan timur Aceh juga ditolong oleh nelayan setempat. 

5 Mei lalu, 500 imigran dari etnis Rohingya dan Bangladesh diselamatkan di perairan Kecamatan Senuddon, Aceh Utara. Selanjutnya pada 10 Mei, kembali ditemukan 700 imigran oleh nelayan di Kuala Langsa, Kota Langsa.

Ally | Antara | Jurniscom

Untuk Anda yang Benci Pengungsi Muslim Rohingya

SAYA memang hanya bekas anak pengungsi, tidak paham kedaulatan, tidak mengerti busuknya politik tapi saya tahu rasanya bagaimana hidup kelaparan, terlunta-lunta, dizholimi dan ditolak sana-sini dengan alasan tak ada dokumen, dicuri hak sebagaimana yang sedang terjadi kepada saudara saya Muslim Rohingya.

Ancaman Anda atau siapapun kepada saya perihal tulisan saya karena dianggap memprovokasi masyarakat tidak membuat saya sedikitpun gentar. Justru saya akan semakin semangat menuliskan provokasi ini. Saya pernah berada di ujung pedang, terisolasi tanpa makanan, tak gentar dengan ocehan Anda wahai pengecut.

Anda bilang saya ibu rumah tangga bodoh. Ya , saya memang bodoh tapi tidak setolol Anda untuk sekadar berbicara sebagai manusia. Fakta tentang Muslim Rohingya telah saya ikuti dari beberapa tahun yang lalu bahkan sebelum saya melahirkan putri saya. Jadi, tolong Anda banyak berwisata ke YouTube atau baca berita dalam bahasa Inggris terkait pembantaian Muslim Rohingya oleh Buddhist yang Anda pikir cinta damai.

Nonton dan baca baik-baik pernyataan pendeta Budha terkait Muslim Rohingya ketika ditanya oleh wartawan.

Pembantaian ini diawali rumor. Kenyataanya pernyataan dari pendeta Budha telah jelas bahwa, “Muslim Tumbuh Dengan Pesat dan Membahayakan Posisi (Agama) Mereka”.

Anda bilang saya sok-sok'an mengurus masalah pengungsi sedang negara kita sedang kacau. Bapak-bapak TNI kita menolak pengungsi Rohingya karena ingin melindungi kedaulatan kita dari teroris. Haiiish!

Saya memang tidak tahu dan tidak mau tahu tentang memuja kedaulatan kebinatangan karena saya manusia yang tahu rasanya kelaparan dan kedinginan di rumah pengungsi yang bocor sana-sini.

Anda bilang Indonesia sudah terlalu padat, apalagi mau menampung pengungsi. Hai Tuan! Ada banyak pulau di Indonesia yang tak berpenghuni. Itu karunia Allah, Tuhan Pemilik Bumi dan Langit. Hati kebinatangan Anda mungkin senang dan bahagia melihat anak-anak dan perempuan Muslim Rohingya dibunuh tapi saya yakin jutaaan masyarakat Indonesia dengan saudara Aceh sebagai pionir berani berada di garda depan membantu Muslim Rohingya.

Telan kekhawatiran dan rasa pengecut Anda atau tenggelamkan di laut! Jangan hidup sebagai manusia kalau Anda mau menceramahi saya perihal nasionalisme kebinatangan .

Berbicara politiklah dengan para politikus busuk karena saya tidak ingin hati saya terkontaminasi dan meledak amarah karena inbox busuk Anda. Sekai lagi saya katakan kepada Anda, “Saya Tidak Takut Dengan Celaan dan Ancaman Anda Karena Saya Hanya Takut Kepada Azab Allah!”

Camkan itu wahai pengecut! Saya tidak mempublish nama Anda agar Anda tidak dibully atau bahkan membuat orang dengan hati kebinatangan Anda menjadi terkenal di dunia sosmed. Silahkan Anda membaca surat saya ini sambil makan kuaci atau menelan ratusan jarum supaya kesadaran Anda pulih sebelum berdiskusi dengan saya perihal kedaulatan negara.

Sekian dan terima kasih. []

Penulis adalah seorang Muslimah yang tinggal di Norwegia

 

Ada 1.346 Jiwa Pengungsi Muslim Rohingya di Aceh

JAKARTA (Jurnalislam.com) – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan bahwa pengungsi Rohingya dan Bangladesh yang berada di Indonesia mencapai ribuan orang.

"Minggu lalu kita sudah menerima lebih dari 1.300, angka pastinya adalah 1.346 orang," ujar Menlu Retno di kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (19/5/2015).

Para pengungsi itu, sambungnya, datang dalam empat gelombang. Gelombang pertama sebanyak 558 orang, gelombang kedua 664 orang, gelombang ketiga 47 orang dan terakhir 96 orang.

"Kita sudah bekerja sama dengan UNHCR dan IOM, kita sudah take care mereka, baik dalam bentuk penyediaan shelter, papan, pangan, dan obat-obatan yang diperlukan apabila kondisi kesehatan mereka tidak baik," terangnya.

Dijelaskannya, sebelum kedatangan pengungsi Rohingya dan Bangladesh, setidaknya sudah ada 11.941 pengungsi per Maret 2015 yang berada di Indonesia.

"Oleh karena itu, saya ingin menekankan sekali lagi, bahwa masalah regular migrant adalah bukan masalah satu atau dua negara, ini adalah masalah regional, dan di tempat lain juga terjadi, sehingga ini juga menjadi masalah internasional," pungkasnya.

DPR menyatakan prihatin dengan imigran Rohingya yang melarikan diri karena konflik di negara asalnya, Myanmar, yang kini terdampar di Aceh.

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyatakan prihatin dan meminta agar pemerintah segera turun tangan. Sebab, para imigran Rohingnya tersebut sangat membutuhkan pertolongan dari pemerintah.

"Untuk jangka pendek, Pemerintah Indonesia harus membantu menyelamatkan ribuan nyawa yang membutuhkan bantuan kemanusiaan," ujar Fadli.

Sebelumnya diberitakan, sebanyak 96 imigran gelap dari Bangladesh dan Myanmar terdampar di Perairan Sumatera Utara. Mereka ditemukan nelayan setempat dan dibawa ke wilayah Kabupaten Langkat.

Sebagian besar kondisi imigran mengalami kelaparan dan kehausan karena terlalu lama terkatung-katung di tengah laut pada Jumat 15 April 2015.

Ally | Jurniscom

Aung San Suu Kyi Angkat Suara Soal Rohingya

YANGOON (Jurnalislam.com) – Melalui juru bicara Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD), Nyan Win, tokoh oposisi dan putri pahlawan Kemerdekaan Myanmar Aung San Suu Kyi mengatakan Muslim Rohingya punya hak diperlakukan sebagai manusia.

"Jika mereka tidak diterima sebagai warga negara, jangan dorong mereka ke laut," ujar Nyan Win kepada wartawan di sela-sela pertemuan antara NLD dan Presiden Myanmar Thein Sein di Yangoon.

"Saya hanya ingin melihat mereka diperlakukan sebagai manusia yang memiliki hak-haknya," lanjut juru bicara itu.

Suu Kyi menghadapi banyak kritik karena diam saat Muslim Rohingya dibantai. Ia bukan sekadar tokoh oposisi, tapi juga peraih Nobel Perdamaian.

Lebih dari itu, Suu Kyi mewariskan cita-cita Jenderal Aung San, tentang sebuah negara untuk segala etnis yang beranak-pinak di Myanmar, termasuk Muslim Rohingya, Muslim Kaman, Muslim Panthay, dan Muslim Burma.

Kini, bersama migran ekonomi dari Bangladesh, Muslim Rohingya meninggalkan gubuk-gubuk mereka di Rakhine untuk mencari penghidupan baru. Tujuan mereka adalah Malaysia, tapi mereka menjadi korban perdagangan manusia di Thailand.

Mereka ditolak di Malaysia, dan dilarang merapat ke pantai Indonesia, tapi sebagian dari mereka diselamatkan nelayan yang masih punya rasa prikemanusiaan. Di Aceh, 677 dari mereka diselamatkan nelayan, setelah nyaris mati kelaparan dan sakit.

Sekitar 130 ribu Muslim Rohingya, atau sepuluh persen dari populasi mereka di Rakhine, kini terkatung-katung di laut. Entah berapa ribu dari mereka yang mati akibat kelaparan, atau berebut makanan terakhir di atas perahu kayu.

Kini, NLD dan Suu Kyi dipastikan menghadapi serangan dari sebagian pendukungnya yang menolak Muslim Rohingya. Ia juga akan menghadapi kelompok biksu garis keras, yang melihat Muslim sebagai ancaman bagi masa depan masyarakat Buddhis Myanmar.

Ally | Jurniscom

Konsep Islam Nusantara

JURNALISLAM.COM – Tempo hari saya melihat tayangan ulang kontes Muslimah di salah satu TV swasta. Mirip kontes “Muslimah beauty” yang digelar detikcom. Kebetulan pas giliran Yenny Wahid yang mengajukan pertanyaan kepada seorang kontestan. Inti pertanyaannya mengenai apa itu Islam nusantara. Yang ditanya tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan gamblang.

Baru-baru ini muncul polemik di media sosial tentang tilawah al-Quran dengan lagam Jawa. Peristiwa yang terjadi pada peringatan Isra’ mi’raj di Istana Negara ini menuai Pro dan kontra. Namun sang penggagasnya yaitu Menteri Agama, Lukman Hakim Saefuddin mengatakan “Tujuan pembacaan Al-Quran dengan langgam Jawa adalah menjaga dan memelihara tradisi Nusantara dalam menyebarluaskan ajaran Islam di tanah air,” katanya melalui akun Twitter resminya, Minggu (17 Mei 2015). Harus kita akui kalangan NU terdepan dalam urusan menjaga tradisi Islam nusantara. Islam nusantara sudah menjadi trademark tersendiri bagi mereka. Oleh karena itu, artikel ini mencoba berbicara tentang Islam Nusantara. Bagaimana definisinya, siapa pengusungnya dan apa tujuan akhirnya.

Islam nusantara itu apa? Kalau masih nggak jelas konsepnya kok dikoarkan ke publik? Publik butuh jawaban, bukan diskusi, terkait dengan aksi ISIS. Islam Nusantara yang belum jelas ini justru bisa membuat orang-orang yang bingung berpaling ke radikalisme, karena bisa jadi radikalisme lebih jelas konsepnya.” – Begitulah kata mas Binhad nurohmat dalam akun facebooknya. Saya baru berteman dengan Mas Binhad. Beliau ini pernah kuliah di STF Driyarkara. Sebagai Muslim yang dibesarkan dalam kultur NU, anggaplah demikian. Tetapi beliau ini kritis terhadap wacana-wacana keislaman. Tidak taklid buta seperti yang lain.

Istilah Islam nusantara ini sudah ada dimasa lampau. Istilah ini sudah diadopsi menjadi nama Kampus swasta di Jawa Barat, yaitu Universitas Islam Nusantara (UNINUS). Namun sejak KH. Said Aqil terpilih menjadi Ketum PBNU, Istilah ini gencar dipromosikan ke tengah umat. “Islam Nusantara adalah gabungan nilai Islam teologis dengan nilai-nilai tradisi lokal, budaya, dan adat istiadat di Tanah Air. Ini bukan barang baru di Indonesia,” kata Ketum PBNU Prof KH Said Aqil Siraj. Sebagaimana diberitakan Republika, beliau mengatakan, konsep Islam Nusantara menyinergikan ajaran Islam dengan adat istiadat lokal yang banyak tersebar di wilayah Indonesia (Republika online, 10 Maret 2015).

Seringkali konsep Islam nusantara dinisbatkan kepada Walisongo. Konon menurut catatan sejarah yang diyakini kalangan NU termasuk dalam hal ini ayah saya, para wali tersebut melakukan Islamisasi dengan pendekatan budaya. Tradisi Slametan, Kupatan dan sejenisnya merupakan kreasi para Wali khususnya Sunan berdarah jawa seperti Sunan Kalijaga dan Sunan Bonang.

Terkait hal itu, saya berpandangan tradisi ini sifatnya temporal, bukan sakral. Akan tetapi hingga kini pendekatan untuk mengislamkan orang Hindu kala itu untuk era sekarang tetap jadi hal yang sakral. Seakan-akan wajib! Bahasa kasarnya, menjadi Rukun Islam ke 6. Ambil contoh, bila ada sebuah keluarga di kampung atau pedesaan tidak melestarikan tradisi Slametan, kupatan dan sejenisnya, akan mendapat 2 resiko. Pertama, jadi bahan pergunjingan tetangga bahkan bisa pula dikucilkan. Kedua, dicap sebagai penganut paham Wahabi.

Satu lagi, Nusantara ini luas. Bukan hanya bicara Jawa saja, masih ada Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Bali hingga Irian Jaya. Baik saya maupun pembaca akan paham bahwa konsep Islam nusantara yang diusung kalangan NU sifatnya jawa sentris. Di Jawa itu Islam menyesuaikan dengan budaya lokal. Apakah jika elit-elit NU mempromosikan Islam Nusantara ke pulau Sumatera akan laku? Sedangkan disatu sisi, secara garis besar Sumatera itu Adat dan budaya menyesuaikan dengan Islam (Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah). Belum lagi di Sumatera sudah menjadi basisnya Muslim Modernis seperti Muhammadiyah. Bahkan di daerah tertentu kepala daerahnya dari Partai dakwah yang dianggap beberapa kiai NU sebagai partainya kaum wahabi.

Sebetulnya siapa yang mensponsori konsep “Islam nusantara”? Apakah murni dari NU ataukah ditungggangi pihak Asing. Sebut saja Ford foundation, The Asia Foundation, USAID dan sejenisnya. Sudah lama diketahui, wacana-wacana nyeleneh dan prematur dibiayai oleh Asing. Mulai dari Proyek Pluralisme agama, Multikulturalisme, Gender, hingga Deradikalisasi teroris. Saya ingin kalangan yang mengusung konsep ini transparan kepada umat.

Selanjutnya saya penasaran juga, sebenarnya apa tujuan akhir dari konsep “Islam nusantara”. Ingin memperkuat eksistensi agama Allah kah? Ataukah memperkuat ladang kehidupan para elit NU dari serbuan purifikasi kalangan Muhammadiyah, Persis, Hidayatullah dan kawan-kawan. Bukankah tradisi-tradisi Slametan, Tingkepan, Maulid dan sejenisnya juga menyangkut hajat hidup elit-elit NU. Apa jadinya bila tradisi seperti itu musnah?

Bila ditarik sebuah kesimpulan, Pertama, konsep Islam Nusantara hanya menghasilkan praktek beragama yang sinkretik. Konsep Islam nusantara mengingatkan saya akan teori Clifford Geertz: “Abangan, Santri, dan Priyayi”. Teori ini benar-benar menggambarkan realita masyarakat Jawa yang telah mengalami sinkretisasi dengan nilai-nilai budaya dan tradisi lokal setempat.

Kedua, Konsep Islam Nusantara membuat Islam mengalami “jawanisasi”. Harusnya berdakwah itu Islamisasi Jawa dengan menghilangkan hal-hal yang mengandung bid’ah, khurafat dan Tahayul. Hal serupa terjadi di Eropa. Disana ada kebijakan Eropanisasi Islam. Alasannya agar Islam tak dipandang sebagai ancaman. Contoh praktek Eropanisasi Islam yakni meninggalkan cadar (Republika online, 7 juni 2011).

Ketiga, Saya menyarankan daripada sibuk menggarap Proyek Islam nusantara, mendingan elit-elit NU menggarap entrepreneurship. Karena sebentar lagi akan bergulir MEA 2015. Saya tidak yakin apakah pesantren sebagai basis utama NU siap menghadapi serbuan tenaga kerja dan produk-produk Asing. Wallahu’allam bishowwab

Penulis adalah Pendidik di MA Muhammadiyah 2, kota Malang

Pasukan Koalisi Arab Membom Rumah Anak Mantan Presiden Yaman

SANAA (Jurnalislam.com) – Pesawat tempur koalisi pimpinan Saudi pada hari Selasa (19/05/2015) membom kediaman putra mantan Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh di ibukota Sanaa, kantor berita Anadolu Agency melaporkan.

Sebuah sumber keamanan mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa pesawat tempur koalisi yang dipimpin Arab pada Selasa pagi menghantam kediaman Ahmad, putra mantan Presiden Saleh yang bersekutu dengan kelompok pemberontak Syiah Houthi, di Sanaa selatan.

Saksi mata mengatakan kepada Anadolu Agency bahwa asap tebal membumbung dari rumah tersebut.

Namun, tidak diketahui apakah Ahmad Saleh berada di dalam rumahnya pada saat serangan.

Awal bulan ini, pesawat tempur koalisi membom kediaman Ali Abdullah Saleh di pusat Sanaa dalam serangan yang menewaskan sejumlah korban serta menimbulkan kerusakan material bangunan di dekatnya.

 

Deddy | Anadolu Agency | Jurniscom

Serangan Mematikan Hantam Gedung Kementerian, Afghanistan

AFGHANISTAN (Jurnalislam.com) – Sedikitnya lima orang tewas akibat ledakan bom di tempat parkir gedung kementerian keadilan Afghanistan di Kabul, menurut beberapa pejabat.

Kantor berita Reuters melaporkan mengutip Sediq Sediqqi, juru bicara kementerian dalam negeri, bahwa lima orang tewas dan beberapa lainnya luka-luka dalam ledakan hari Selasa (19/05/2015).

Itu adalah serangan besar kelima di ibukota Afghanistan dalam waktu lebih dari dua minggu.

Mohammad Ismail Kawoosi, juru bicara kementerian kesehatan, mengatakan "43 orang yang terluka telah dibawa ke rumah sakit Kabul … dan jumlah korban bertambah setiap menit".

Ledakan itu terjadi hanya beberapa jam setelah pengadilan Afghanistan menghukum 11 petugas polisi hukuman satu tahun penjara atas peran mereka dalam pembunuhan massal seorang wanita di Kabul pada bulan Maret.

Delapan perwira lainnya dibebaskan oleh pengadilan.

Awal bulan ini empat orang dijatuhi hukuman mati dengan digantung karena membunuh wanita yang dikenal hanya bernama Farkhunda.

Jaksa menuduh bahwa Farkhunda, 27 tahun, dipukuli sampai mati dalam serangan berdasarkan tuduhan palsu bahwa dia telah membakar Quran, kitab suci umat Islam.

Pembunuhan Farkhunda mengagetkan banyak warga Afghanistan, meskipun beberapa tokoh masyarakat dan agama mengatakan tindakan itu dapat dibenarkan jika dia benar-benar sudah merusak al Quran.

Penyelidikan presiden kemudian menemukan bahwa ia tidak melakukan perusakan al Quran.

Keadaan terakhir dirinya tertangkap kamera ponsel milik para saksi dan orang-orang dalam kelompok yang menyerang dirinya.

Video penyerangan itu beredar luas di media sosial.

 

Deddy | Aljazeera | Reuters | Jurniscom

Koalisi Mujahidin Jaysh al Fateh Raih Kemenangan di Al Mastoumah, Idlib

SURIAH (Jurnalislam.com) – Jabhah Nusrah, cabang resmi al Qaeda di Suriah, dan sekutu-sekutunya dalam koalisi Jaysh al Fateh menyatakan telah mengalahkan pasukan rezim Syiah  Assad di kamp militer Al Mastoumah di Idlib. Kamp itu merupakan salah satu benteng rezim yang tersisa di provinsi barat laut.

Para faksi jihad  telah mempublikasikan kemenangan di Twitter dan media sosial lainnya. Pada Twitter resmi Jabhah nusrah untuk operasi Idlib, Jabhah Nusrah  mengatakan bahwa mereka dan Jaysh al Fateh berhasil sepenuhnya "membebaskan" kamp. Dalam tweet lain, Jabhah Nusrah mengatakan bahwa pasukan rezim Assad di kamp telah mundur dan jalan antara Al Mastoumah dan kota Ariha yang sebelumnya dikuasai rezim kini telah berada di bawah kendali mereka.

Ahrar al Sham, afiliasi al Qaeda yang tergabung di Jaysh al Fateh, juga telah melaporkan kemenangan pada pakan Twitter-nya, dan mengatakan "puluhan pasukan Assad" tewas. Ajnad Sham, anggota lain dalam koalisi, mengatakan bahwa pasukannya telah menghancurkan setidaknya dua BMP buatan Rusia dan sebuah tank dalam pertempuran.

Menurut laporan dari pertempuran, serangan untuk mengambil alih kamp dimulai dengan bom istisyhad oleh Jund al Aqsa. Sebuah video yang menunjukkan aksi bom istisyhad telah diunggah ke YouTube dalam beberapa hari terakhir. Jund al Aqsa adalah afiliasi Al Qaeda yang sebagian besar terdiri dari pejuang asing dan selalu berjuang bersama Jabhah Nusrah. Setelah bom istisyhad, faksi jihad lainnya kemudian mulai menyerang menyerbu basis bersama Al nusrah dari sisi selatan.

Jaysh al Fateh terus menerus memperoleh kemenangan di Idlib. Pada bulan Maret, Jaysh al Fateh mengambil alih kota Idlib. Jund al Aqsa juga memulai serangan dengan bom istisyhad. Bulan lalu, koalisi mengambil alih kamp militer Al Qarmeed di Idlib, sedangkan "Battle of Victory", koalisi lain pimpinan al Qaeda, mengambil alih Jisr al Shughur.

Lihat video disini : 

 

Deddy | The Long War Journal | Jurniscom

Pasukan Saudi Balas Hujan Tembakan Lintas Batas Houthi

ARAB SAUDI (Jurnalislam.com) – Pasukan Saudi pada hari Senin (18/05/2015) menargetkan pemberontak  Houthi Yaman di perbatasan setelah mereka menghujani tembakan pada  sebuah pos tentara.

Pertempuran terjadi saat koalisi yang dipimpin Arab Saudi memulai kembali serangan udara terhadap posisi Syiah Houthi sekutu Iran yang berada di dalam dan di sekitar kota Yaman selatan Aden sepanjang malam setelah gencatan senjata kemanusiaan lima hari berakhir pada hari Ahad.

Serangan bom diarahkan ke istana presiden yang dikuasai pemberontak di Aden, juga ke posisi kelompok pemberontak  di barat dan timur yang sedang mendekat ke kota serta bandara internasional lokasi bentrokan Houthi dan pejuang lokal, kata penduduk.

Tidak ada laporan mengenai jatuhnya korban.

Ledakan terdengar dekat bandara kota selatan serta di distrik Khor Maksar dan Crater sesaat setelah gencatan senjata lima hari berakhir pada hari Ahad.

Menteri Luar Negeri Yaman mengatakan kepada Reuters bahwa koalisi yang dipimpin Arab telah memutuskan untuk tidak memperpanjang gencatan senjata karena kesepakatan telah berulang kali dilanggar oleh milisi Houthi.

"Itulah yang kami katakan sebelumnya – bahwa jika mereka memulai serangan lagi, kita juga akan memulai lagi," kata Reyad Yassin Abdullah dari pengasingan pemerintah Yaman di Riyadh.

Menteri Luar Negeri AS John Kerry, pada hari Senin mengatakan bahwa Washington mendukung perpanjangan "jeda kemanusiaan" dalam pertempuran di Yaman, tapi manuver yang dilakukan milisi Houthi membuatnya sulit terjadi.

"Kita tahu bahwa Houthi memindahkan beberapa pelontar rudal ke perbatasan dan saat gencatan senjata kemanusaan, dan setiap tindakan yang dianggap sebagai gerakan proaktif oleh satu kubu, maka tindkan tersebut melanggar kesepakatan gencatan senjata, "kata Kerry kepada wartawan di ibukota Korea Selatan.

Houthi tidak segera bersedia untuk berkomentar.

Arab Saudi dan sekutu Arabnya telah melakukan serangan terhadap Houthi dan kelompok yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh selama lebih dari enam minggu, mengatakan bahwa para pemberontak tersebut didukung oleh Iran.

Serangan mereka belum berhasil mengusir Houthi  dari Aden dan sepanjang area pertempuran di selatan Yaman.

Gencatan senjata lima hari yang dimulai pada Selasa malam menghentikan serangan udara dan memungkinkan bantuan kemanusiaan masuk ke negara yang sedang diblokade tersebut, meskipun penduduk provinsi selatan terpencil di Shabwa, Dhalea dan Abyan mengatakan bahwa pertempuran darat yang berat tetap berlangsung meskipun jeda telah disetujui.

Sejak Selasa, pasukan yang dipimpin Saudi dan Houthi mencermati gencatan senjata yang dimaksudkan untuk memungkinkan pengiriman makanan, bahan bakar dan obat-obatan bagi jutaan warga Yaman yang terjebak dalam konflik sejak aliansi memulai serangan udara pada 26 Maret.

Koalisi tidak mempertimbangkan gencatan senjata baru sesuai yang diinginkan menteri luar negeri Yaman Reyad Yassin Abdullah.

Deddy | Reuters | Jurniscom